Tampilkan postingan dengan label TELAAH KURIKULUM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TELAAH KURIKULUM. Tampilkan semua postingan

Prinsip Pengembangan Silabus

Silabus adalah rencana pembelajaranpada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakupstandar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar.
Adapun Prinsip Pengembangan Silabus :
1 Ilmiah
Keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan. 
2 Relevan
Cakupan, kedalaman, tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabussesuai dengan tingkat perkembangan fisik, intelektual, sosial, emosional, dan spiritualpeserta didik.
3 Sistematis 
Komponen-komponen silabus saling berhubungan secara fungsional dalam mencapaikompetensi.
4 Konsisten
Adanya hubungan yang konsisten (ajeg, taat asas) antara kompetensi dasar, indikator, materi pokok/pembelajaran, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian.
5 Memadai
Cakupan indikator, materi pokok/pembelajaran, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar.
6 Aktual dan Kontekstual
Cakupan indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian memperhatikan perkembangan ilmu, teknologi, dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata, dan peristiwa yang terjadi.
7 Fleksibel
Keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi keragaman peserta didik, pendidik, serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat.
8 Menyeluruh
Komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif, afektif, psikomotor).

Materi Ulangan Umum Geografi kelas XII

1. Objek formal geografi 2. Pendekatan kelingkungan 3. Ilmu penunjang Geografi dari pernyataan di bawah ini yang banyak mendukung prediksi fenomena cuaca dan iklim di Indonesia 4. Prinsip geografi 5. konsep Geografi 6. Mengubah skala grafik menjadi skala bilangan. 7. Menjelaskan Fenomena litosfer (Graben, Horst, Lipatan) 8. Contoh batuan beku dan menjelaskan siklus batuan 9. 7 Tipe letusan gunung dan contoh gunungnya. 10. Dasar-dasar 5 klasifikasi iklim W Koppen 11. Lapisan atmosfer (troposfer, stratosfer, mesosfer, termosfer, eksosfer) 12. Jenis awan A. Awan tinggi B. Awan sedang C. Awan rendah 13. Prinsip geografi 14. Jenis-jenis industri 15. Tumbukan antara lempeng samudera 16. Perhatikan jenis-jenis proyeksi di bawah ini a. Conform b. Equivalent c. Equidistant 17. Pola aliran sungai dendritik, rektangular, sentrifugal dan radial sentripetal. 18. Menghitung kelembaban udara relatifnya. 19. Menjelaskan Faktor fisik yang mempengaruhi kehidupan di muka bumi. 20. Menentukan pola pemukiman dilihat dari: Bentang alam / bentang budaya Dataran pantai Pegunungan Daerah aliran sungai Dataran rendah pedalaman Dataran tinggi Dataran rendah dengan jalan kereta 21. Pendekatan geografi. 22. Menjelaskan manfaat hutan bakau bagi kehidupan manusia. 23. Tipe iklim Schmidt and ferguson 24. Tempat pertemuan tumbukan tiga lempeng besar lithosfer. 25. Menentukan jarak episentrum dari stasiun gempa di suatu daerah. 26. Contoh bentuk hasil pelapukan kimiawi 27. Menunjukkan dan menjelaskan Siklus hidrologi di atmosfer. 28. Menjelaskan karakteristik hujan jenis hujan.... A. zenithal (hujan tropis) B. frontal C. pegunungan (orografis) 29. Menjelaskan proses terjadinya angin gunung, angin darat, angin lembah, angin laut, dll. 30. Memberi contoh fenomena alam sebagai akibat proses tenaga eksogen. 31. Menghitung temperatur dai pegunungan dilihat permukaan laut . 32. Melihat relief berdasarkan garis kontur dan menghitung skala melihat Contour Interval. 33. Konsep penginderaan jauh, Komponen penginderaan jarak jauh dan fungsinya. 34. Menjelaskan pemanfaatan SIG dalam bidang lingkungan. 35. Unsur utama pembentuk desa. 36. Menghitung kekuatan interaksi dengan teori grafvitasi. 37. Menghitung Lokasi titik henti. 38. Kekuatan interaksi dari indeks konektivitasnya. 39. Karakteristik negara berkembang. 40. Menentukan wilayah air tanah freatis dan artesis dengan bantuan gambar. 41. Zona laut berdasarkan kedalaman dan menentukan ciri2nya (litoral, neritik, batial, dan abisal). 42. Mengitung Rasio jenis kelamin (sex ratio) di suatu wilayah. 43. Perhatikan gambar arus laut di bawah ini dan menunjukkan arus laut . 44. Menghitung Angka dependency ratio dengan bantuan tabel. 45. Menjelaskan Foto pankromatik, ortokromatik dll. 46. Pengertian Interpretasi citra. 47. istilah jendela atmosfer. 48. Simbol peta 49. Menjelaskan unsur2 dalam interpraetasi citra: Rona, Warna, Bentuk, Asosiasi, Site Konvergensi bukti, Pola, dll 50. Menghitung skala foto udara. 51. Subsitem SIG 52. Manfaat SIG dalam menginventarisir sumberdaya alam dan pembanguna. 53. Pola tata ruang desa Menurut N. Daljuni. 54. Teori ini dikembangkan oleh E.W. Burgess, didasari oleh studi kasus morfologi kota Chicago. 55. Menjelaskan ciri2 negara maju 56. Pusat pertumbuhan (growth poles) dan faktor-faktornya. 57. Karakteristik negara menurut W.W Rostow perkembangan suatu Negara dapat dilihat A. Tahap masyarakat tradisional (The traditional Society). B. Tahap prakondisi lepas landas (The pre-condition for take off). C. Tahap lepas landas (Take-off). D. Tahap gerak menuju kematangan (The drive for maturenity). E. Tahap konsumsi massa tinggi (The age high mass consumption).

Rangkuman Materi UN Geografi Berdasarkan SKL 2010 Bagian 1

Hakekat Geografi

1. Konsep Geografi
a. Lokasi
Lokasi adalah posisi suatu obyek di permukaan bumi, lokasi terbagi atas lokasi absolut dan lokasi relatif. Lokasi absolut adalah lokasi yang berdasarkan koordinat garis lintang dan garis bujur Misalnya, Indonesia terletak di antara 6° LU–11° LS dan antara 95° BT–141° BT .Sedangkan lokasi relatif adalah lokasi yang dipengaruhi oleh kondisi fisik, sosial, ekonomi, budaya, dan keberadaan sarana transportasi dengan daerah sekitarnya. Misalnya, Indonesia terletak di antara dua samudra dan dua benua, serta dilalui oleh dua jalur pegunungan dunia.
b. Jarak
Jarak dibagi menjadi jarak absolut dan jarak relatif. Jarak absolut merupakan jarak yang ditarik garis lurus antara dua titik. Dengan demikian jarak absolut adalah jarak yang sesungguhnya. Jarak relatif adalah jarak atas pertimbangan tertentu misalnya rute, waktu, biaya, kenyamanan dsb. Misalnya jarak Jakarta ke Bandung 180 km atau Jakarta – Bandung dapat ditempuh dalam waktu 3 jam melewati Puncak. Kedua hal ini merupakan contoh jarak relatif berdasarkan pertimbangan rute dan waktu.
c. Keterjangkauan
Keterjangkauan merupakan konsep geografi yang berkaitan dengan kemudahan sarana dan prasarana untuk mencapai suatu tempat
d. Pola
Pola adalah sesuatu yang berulang sehingga menampakan suatu bentuk tertentu yang konsisten, misalnya pemukiman yang memanjang di tepi aliran sungai bisa kita sebut sebagai pola pemukiman memanjang sungai.
e. Morfologi
Morfologi adalah konsep geografi yang berkaitan dengan bentuk-bentuk muka bumi, contohnya: lembah, bukit, gunung dll.
f. Aglomerasi
Konsep Aglomerasi yaitu pola-pola pengelompokan/konsentrasi. Misalnya sekelompok penduduk asal daerah sama, masyarakat di kota cenderung mengelompok seperti permukiman elit, pengelompokan pedagang dan sebagainya. Di desa masyarakat rumahnya menggerombol/mengelompok di tanah datar yang subur
g. Nilai Kegunaan
Nilai Kegunaan adalah konsep geografi yang berkaitan dengan nilai guna dari suatu tempat yang berbeda beda..
h. Interaksi & Interpendensi
Konsep Interaksi dan Interdependensi yaitu keterkaitan dan ketergantungan suatu tempat dengan tempat lainnya. Misalnya antara kota dan desa sekitarnya terjadi saling membutuhkan.
i. Diferensiasi Area
Diferensiasi area adalah konsep geografi yang memandang bahwa setiap tempat memiliki karakteristik atau ciri yang berbeda.
j. Keterkaitan Keruangan
Keterkaitan keruangan adalah konsep geografi yang menunjukan adanya keterkaitan antar wilayah, baik alam maupun sosial. Contoh tanaman teh biasanya berada di daerah pegunungan, pohon kelapa biasanya berada di dataran rendah.
2. Prinsip-Prinsip Geografi
  1. Prinsip Persebaran/Distribusi
Prinsip Persebaran adalah prinsip geografi yang berkenaan dengan persebaran gejala di permukaan bumi yang cenderung tersebar tidak merata.
  1. Prinsip Interelasi
Prinsip Interelasi adalah prinsip geografi yang berkenaan dengan hubungan timbal balik (interelasi) antara gejala yang satu dan gejala yang lainnya.
  1. Prinsip Deskripsi
adalah prinsip geografi yang berkenaan dengan pemaparan (deskripsi) suatu gejala di permukaan bumi baik melalui tulisan, tabel, diagram, peta, atau video.
  1. Prinsip Korologi
Prinsip Korologi (keruangan) adalah prinsip geografi yang berkenaan dengan kajian gejala, fakta, dan masalah geografi ditinjau dari aspek persebaran, interelasi, dan interaksinya dalam ruang (permukaan bumi) yang membentuk suatu integritas atau kesatuan tertentu
3. Pendekatan Geografi
a. Pendekatan Keruangan (spasial)
Pendekatan keruangan artinya geografi selalu melihat ruang dalam pengertian tiga dimensi, yaitu atas (atmosfer), bawah (litosfer), dan luasan (hidrosfer, biosfer, dan antroposfer)
b. Pendekatan Kelingkungan (ekologi)
Pendekatan kelingkungan artinya geografi selalu melihat bagaimana hubungan dan keterkaitan antara aspek fisikal dan makhluk hidup lainnya pada ruang permukaan bumi
c. Pendekatan Kompleks Wilayah
Pendekatan Kompleks Wilayah artinya geografi selalu melihat ruang sebagai wadah yang memiliki keunikan atau perbedaan dengan wilayah lainnya sebagai hasil interelasi dan integrasi antara aspek fisik dan manusia yang berada di dalamnya.