- Naga Umbang Lhok Nga (Aceh)
- Bahorok (Sumatera Utara)
- Payakumbuh (Sumatera Barat)
- Baturaja, Bukit Barisan (Sumatera Selatan)
- Sengayau (Merangin, Jambi)
- Sawarna (Lebak, Banten)
- Sukabumi Selatan (Jawa Barat)
- Karst Citatah-Rajamandala (Bandung Barat, Jabar)
- Pangkalan (Karawang, Jawa Barat)
- Cibinong-Ciampea-Cigudeg (Bogor, Jabar)
- Pangandaran-Green Canyon (Ciamis, Jabar)
- Gombong (Kebumen, Jateng)
- Pegunungan Kapur Utara (Pati, Jateng – Lamongan, Jatim)
- Pegunungan Kendeng (Grobogan, Jateng – Jombang, Jatim)
- Pegunungan Sewu (Yogyakarta dan Wonogiri, Jateng – Tulungagung, Jatim)
- Sampang (Madura)
- Pegunungan Schwaner (Kalimantan Barat)
- Sangkulirang-Mangkalihat (Kalimantan Timur)
- Pegunungan Muller (Kalimantan Tengah)
- Pegunungan Meratus (Kalimantan Selatan)
- Tenggarong (Kalimantan Timur)
- Taman Nasional Manupeu Tanah Daru (Sumba, NTT)
- Maros-Pangkep (Sulawesi Selatan)
- Wowaselea (Sulawesi Tenggara)
- Pulau Muna (Sulawesi Tenggara)
- Kepulauan Tukang Besi (Wakatobi, Sulawesi Tenggara)
- Pulau Seram (Maluku)
- Pulau Halmahera (Maluku Utara)
- Fakfak (Papua Barat)
- Pegunungan Lengguru (Kaimana, Papua Barat)
- Biak dan Lorentz (Papua)
Membangun Generasi Emas Bangsa Indonesia 2025
Kawasan Karst Indonesia Potensi dan Ancaman
DANAU BAWAH TANAH YANG MENAKJUBKAN
Erosi 2
I. Pengertian Erosi Relief di permukaan bumi terbentuk karena adanya tenaga di dalam bumi dan di luar Bumi. Proses pembentukan relief bumi dengan tenaga yang berasal dari luar Bumi, disebabkan oleh tenaga eksogen. Tenaga Eksogen yang membantu pembentukan relief bumi salah satunya adalah erosi. Jadi yang dimaksud dengan erosi adalah proses pelepasan partikel batuan secara alamiah oleh tenaga pengangkut di permukaan bumi. Erosi yang berlangsung secara alamiah dapat dikatakan tidak mengganggu keseimbangan lingkungan karena partikel-partikel tanah yang diendapkan seimbang dengan tanah yang terbentuk di tempat-tempat yang lebih rendah. Zat pengangkutnya adalah air, angin dan gletser. Adapun erosi yang terjadi akibat kesalahan manusia dalam mengelola lahan dapat menimbulkan bencana, misalnya penggundulan hutan dapat mengakibatkan tanah longsor. Mekanisme terjadinya erosi : a. DETACHMENT, pelepasan partikel tunggal dari massa tanah (batuan induk). b. TRANSPORTATION, pengangkutan oleh media erosif. c. SEDIMENTATION, pada kondisi energi tidak lagi cukup mengangkut partikel. II. Jenis Pengikisan Berdasar Pelaku Utama yang Berbeda Berdasarkan tenaga pengikis, erosi dibedakan menjadi empat, antara lain :
1. ABLASI (Pengikisan oleh air) Umum terjadi di wilayah iklim tropik (yang curah hujan sangat tinggi). Bentuk-bentuk ABLASI, antara lain : 1. Erosi Percik (splash erosion) Erosi ini berupa percikan partikel-partikel tanah halus yang disebabkan oleh tetes hujan pada tanah dalam keadaan basah. Tanda-tanda nyata adanya erosi percik pada musim hujan dapat dilihat pada permukaan daun yang terdapat pada partikel tanah, adanya batuan kerikil diatas lapisan tanah. Jadi, jenis erosi ini dapat diamati pada waktu musim hujan. 2. Erosi Lembar (sheet erosion) Erosi ini memecah partikel tanah pada lapisan tanah yang hampir seragam, sehingga erosi ini menghasilkan kenampakan yang seragam. Intensitas dan lamanya hujan melebihi kapasitas infiltrasi. Oleh karena itu, laju erosi permukaan dipengaruhi oleh kecepatan dan turbulensi aliran. 3. Erosi Alur (rill erosion) Erosi ini menghasilkan alur-alur yang mempunyai kedalaman yang kurang dari 30 cm dan lebar kurang dari 50 cm. Sering terjadi pada tanah-tanah yang baru saja diolah. 4. Erosi Parit (gully erosion) Erosi ini menghasilkan alur-alur yang mempunyai kedalaman lebih dari 30 cm dan lebar lebih dari 50 cm. 5. Erosi Mudik (headward erosion) Erosi ini menyebabkan lembah parit diperpanjang ke hulu. 6. Erosi vertikal (erosi internal atau subsurface erosion) Erosi ini menyebabkan lembah bertambah dalam. 7. Erosi lateral Erosi ini mengikis di tepi sungai, melebarkan lembah dan menyebabkan meandering.
2. DEFLASI atau KORASI Proses pengikisan batuan atau tanah yang dilakukan oleh angin disebut Deflasi atau Korasi. Erosi oleh tenaga angin banyak terjadi di daerah gurun atau kering. Bentuk-bentuk lahan yang dapat diamati akibat erosi angin antara lain batu jamur. Contohnya adalah dapat membentuk Mushroom Rock. Berdasarkan teori, adanya gurun pasir karena proses pelapukan mekanis. Proses ini dimulai ketika suhu siang hari yang terik memanasi batuan gurun sampai diatas 80 derajat celcius sehingga batuan itu memuai. Selama beribu-ribu tahun, angin gurun mengeruk batuan yang hancur dan mengangkut butiran- butiran pasir halus. Lama-lama pasir itu menumpuk menjadi bukit pasir yang halus. 3. EKSARASI (GLASIASI) Erosi oleh gletser dan sering disebut erosi glasial, yaitu erosi yang terjadi akibat pengikisan massa es yang bergerak menuruni lereng dan dapat terjadi di pegunungan tinggi yang tertutup salju, misalnya di Pegunungan Alpen, Pegunungan Himalaya, dan Pegunungan Rocky. Ciri khas bentuk lahannya adalah adanya alur-alur lembah yang arahnya relatif sejajar. Erosi ini yang berlangsung lama dapat membuat lembah-lembah yang dalam dengan bentuk seperti huruf U. Endapan erosi oleh gletser disebut dengan MORAINE. 4. ABRASI Erosi berdampak juga pada perubahan muka Bumi. Abrasi (erosi di pantai) yaitu erosi oleh air laut atau ombak yang dibantu dengan adanya batu-batu kerikil dibawa pecahan ombak akan mengikis daerah sekitar pantai dan kekuatan pengikisan sebanding dengan besarnya gelombang. Kejadian seperti ini pernah terjadi di Jayapura, abrasi di sepanjang pantai di Pulau Biak mencapai 75 m dari garis pantai. Sejumlah karang dan pulau rusak bahkan tenggelam akibat pengikisan. Pulau-pulau yang tenggelam tersebut sebelumnya merupakan objek wisata yang sangat indah di pulau Biak. Jadi, proses abrasi dan erosi oleh tenaga gelombang atau air laut yaitu: a. Abrasi menghasilakan cekungan yang panjang pada garis pantai. b. Kemudian, cekungan tererosi lebih lanjut menjadi gua. c. Erosi lebih lanjut oleh gelombang menyebabkan runtuhnya atap gua ke laut dan terbentuklah cliff (dinding terjal). d. Erosi yang terus-menerus, menyebabkan cliff runtuh. Pada periode waktu yang panjang, proses ini berlangsung terus-menerus menyebabkan terbentuknya platform di kaki cliff. Beberapa bentuk lahan akibat erosi oleh tenaga gelombang antara lain, sebagai berikut : a. Cliff, yaitu pantai yang berdinding curam sampai tegak. b. Relung, yaitu cekungan-cekungan yang terdapat pada dinding cliff. c. Dataran abrasi, yaitu hamparan wilayah yang datar akibat abrasi dan dapat terlihat dengan jelas pada saat pasang surut. III. Menanggulangi Erosi Usaha untuk mencegah erosi di lakukan dengan pengolahan pada tanah. Usaha ini sering disebut konservasi tanah. Untuk mengetahui cara konservasi tanah, sebelumnya harus mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap terjadinya erosi dan peranannya. Faktor iklim, terutama curah hujan dapat menyebabkan erosi. Curah hujan yang tinggi dengan intensitas yang lama sangat mendukung terjadinya erosi. Salah satu contoh pengendalian faktor ini dapat dilakukan dengan membuat saluran air, sehingga air hujan yang jatuh dapat diatur dan akan dimanfaatkan untuk irigasi.
EROSI
Erosi adalah lepasnya material padat (sedimen, tanah, batuan dan tertikel lain) dari batuan induknya oleh air, angin, es, gaya gravitasi atau organisme.
Erosi oleh Air
Erosi ini dapat terjadi dalam beberapa bentuk:
- Splash erosion: erosi oleh butiran air hujan yang jatuh ke tanah. Karena benturan butiran air hujan, partikel-partikel tanah yang halus terlepas dan terlempar ke udara.
- Sheet erosion: erosi oleh air yang jatuh dan mengalir di permukaan tanah secara merata sehingga partikel-partikel tanah yang hilang merata di permukaan tanah. Permukaan tanah menjadi lebih rendah secara merata. Erosi ini terjadi bila permukaan tanah memiliki ketahanan terhadap erosi yang relatif seragam.
- Riil erosion: erosi oleh air yang mengalir di permukaan tanah dengan membentuk alur-alur kecil dengan kedalaman beberapa senti meter. Erosi ini terjadi pada permukaan tanah yang landai dan memiliki daya tahan yang seragam terhadap erosi.
- Gully erosion: erosi oleh air yang mengalir di permukaan tanah yang miring atau di lereng perbukitan yang membentuk alur-alur yang dalam dan lebarnya mencapai beberapa meter, dan berbentuk “V”.
- Valley erosion: erosi oleh air yang mengalir di daerah perbukitan yang membentuk lembah-lembah sungai atau lereng-lereng perbukitan. Alur atau lembah berbentuk berbentuk “V”. Erosi dominan secara vertikal.
- Stream erosion: erosi oleh air dalam bentuk aliran sungai. Lembah sungai berbentuk “U”. Terjadi erosi lateral yang makin ke hilir makin dominan dan dapat membentuk aliran sungai bermeander.
- Erosi oleh gelombang: erosi terjadi oleh gelombang laut yang memukul ke pantai. Erosi dapat dibedakan menjadi:
- Erosi oleh pukulan gelombang yang memukul ke tebing pantai. Pukulan gelombang menyebabkan batuan pecah berkeping-keping.
- Abrasi atau corrasi (abrasion / corrasion): erosi oleh material yang diangkut gelombang ketika gelombang memukul ke tebing pantai.
Erosi oleh Angin
Erosi ini terjadi oleh angin yang bertiup. Erosi ini terjadi di daerah yang tidak bervegetasi atau bervegetasi sangat jarang di daerah gurun atau pesisir. Erosi ini dapat dibedakan menjadi:
- Deflasi: erosi oleh angin yang bertiup dan menyebabkan material lepas yang haalus terangkut.
- Abrasi: erosi oleh material-material halus yang diangkut oleh angin ketika angin menerpa suatu batuan.
Erosi oleh Es
Erosi ini terjadi oleh gerakan massa es dalam bentuk gletser. Gletser dapat menyebabkan abrasi atau penggerusan oleh material-material yang diangkutnya; dapat menyebabkan retakan pada batuan karena terurut ketika gletser bergerak.
Erosi karena Gravitasi
Erosi karena gravitasi terjadi dalam bentuk gerakan tanah atau tanah longsor, yaitu gerakan massa tanah dan atau batuan menuruni lereng karena gaya gravitasi bumi. Gerakan tanah dapat terjadi dalam bentuk, antara lain: rayapan tanah, tanah longsor, atau jatuhan.
Erosi oleh Organisme
Erosi ini terjadi karena aktifitas organisme yang melakukan pemboran, penggerusan atau penghancuran terhadap batuan. Erosi ini disebut juga bioerosion.
Tenaga Eksogen
Pelapukan mekanis (fisis)Erosi Pengikisan atau Erosi adalah salah satu faktor tenaga eksogen yang mengakibatkan perubahan relief bumi selain pelapukan. Pengikisan dapat dilakukan oleh air, angin, gletsyer (es), binatang, tumbuhan, manusia, gravitasi bumi. Erosi terbagi atas berbagai bentuk,Pelapukan kimiawi (chemical / Khemis)
- pelapukan yang disebabkan oleh perbedaan suhu yang sangat tajam dan biasanya terjadi di daerah gurun.
Pelapukan organik (biologis)
- Pelapukan yang disebabkan oleh perubahan susunan kimia, semisal gips (CaSO4 + nH2O) dan batuan kapur (Ca CO3), Gejala - gejalanya kapur akan membentuk Stalaktit dan Stalagmit dan Doline (berbentuk corong).
- Pelapukan yang disebabkan oleh tumbuhan, hewan atau manusia (akar tanaman, binatang laut, bakteri, cendawan / jamur, dan lumut merupakan faktor yang dapat mempercepat pelapukan terjadi).
- Erosi Glasial
- Erosi Selokan (gully)
- Erosi Man Made
- Erosi Riil (anak - anak sungai)
- Erosi Tanah
- Erosi Stream (Air Mengalir):
- Solution (Pelarutan)
- Hydrolic Action (Kegiatan hidrolik)
- Corrosion (Korosi)
- Impaction
- Attrition
- Erosi Angin
- Pasca Pelapukan
- Abrasi
Laut (marine) Sungai (Fluvial) Danau Es (Glasial) Darat (Teritis) PantaiDaerah tinggi yang mengalami pengikisan setelah tenaga eksogen tersebut berhenti menjadi dataran yang rata atau bahkan miring ke arah laut disebut wilayah pineplain Sumber Informasi Data dan Informasi yang digunakan pada artikel ini berasal dari, Geologi (J.A. Katili). Bandung: Pertjetakan Kilatmadju, 1979
Laguna
Laguna (atau lagoon dalam bahasa Inggris) adalah sekumpulan air asin yang terpisah dari laut oleh penghalang yang berupa pasir, batu karang atau semacamnya. Jadi, air yang tertutup di belakang gugusan karang (barrier reef) atau pulau-pulau atau didalam atol disebut laguna.
Istilah lagoon dalam bahasa Inggris dimulai tahun 1769. Diadaptasi dari laguna Venesia (cf Latin lacuna, ‘ruang kosong’), yang secara khusus menunjuk ke pembatas Venesia, tanah pembendung air laut, yang melindungi dari Laut Adriatik dengan pantai penghalang Lido (lihat Laguna Venesia). Laguna menunjuk ke laguna pantai yang terbentuk oleh pasir atau karang di pantai yang dangkal dan laguna atol yang terbentuk dari pertumbuhan terumbu karang. Dari bahasa Inggris inilah kata laguna dalam bahasa Indonesia berasal. Hampir separuh daerah Kiritimati diliputi laguna, sebagian air tawar dan sebagian air asin.
Laguna pantai biasa ditemukan di pantai dengan pasang surut relatif kecil. Ia mencakup kira-kira 13 persen dari keseluruhan garis pantai. Umumnya memanjang sejajar dengan pantai dan dipisahkan dari laut oleh pulau penghalang, pasir dan bebatuan atau terumbu karang. Penghalang laguna bukan karang dibentuk oleh aksi gelombang atas arus pelabuhan yang terus menerus membuat sedimen kasar lepas pantai. Sekali penghalang laguna terbentuk, sedimen yang lebih runcing bisa menetap di air yang relatif tenang di belakang penghalang, termasuk sedimen yang dibawa ke laguna oleh sungai. Khasnya laguna pesisir memiliki bukaan sempit ke laut. Sebagai akibatnya, keadaan air dalam laguna bisa agak berbeda dari air terbuka di laut dalam hal suhu, salinitas, oksigen yang dibebaskan dan muatan sedimen.
Di sejumlah daerah yang penduduknya menuturkan bahasa Inggris, laguna pesisir kadang-kadang disebut sound, bay, river, atau lake. Albemarle Sound di North Carolina, Great South Bay, antara Long Island dan pantai penghalang di Fire Island di New York, Banana River di Florida dan Lake Illawarra di New South Wales semuanya laguna. Di Britania Raya ada laguna di Montrose, (Skotlandia) dan Tywyn (Wales), sedangkan pengembangan air di Chesil Beach, Inggris, dikenal sebagai fleet, bisa juga disebut laguna. Ada juga satu laguna dekat kota kecil Dingle di Irlandia barat.
Di Meksiko kadang penggunaan “laguna”, yang juga diterjemahkan sebagai “lagoon”, digunakan untuk menunjukkan danau, sebagaimana Laguna Catemaco.
Split, Tombolo, dan Perbukitan Karst
A. Bentang Alam Akibat Pengikisan dan Proses Pengendapan
A. | Bentang Alam Akibat Proses Pengikisan dan Proses Pengendapan
Pada kegiatan 1, Anda telah mempelajari tenaga endogen yang bersifat membangun dan berasal dari dalam bumi. Pada kegiatan ini akan dibahas tentang tenaga eksogen.
Tenaga eksogen adalah tenaga yang berasal dari luar bumi dan bersifat merusak berupa air, gletser maupun sinar matahari.
Pengrusakan bentuk muka bumi oleh tenaga eksogen berupa pelapukan, pengikisan (erosi) dan pengendapan.
Dalam modul ini akan dibahas satu persatu.
|
GURU DAN PBM
Tips Bagi Ayah dan Ibu Yang Bekerja
Membesarkan anak dengan baik memang tidak mudah bagi pasangan suami-istri yang bekerja. Dengan panduan berikut mudah-mudahan Anda dapat me...
Mengenai Saya
- KURNIA TRIYULI
- It is not how much we have, but how much we enjoy, that makes happiness
Translate
Total Tayangan Halaman
Labels
- alam (69)
- aleut (1)
- ANTROPOSFER (1)
- bahan ajar (11)
- BATIK MALANGAN (1)
- BATUAN DAN MINERAL (10)
- bentuk muka bumi (7)
- BENUA (14)
- bimbingan belajar (48)
- BIOMA (11)
- BUAH (12)
- BUDAYA INDONESIA (5)
- buku psikologi (15)
- BUNAKEN (3)
- citra penginderaan jauh (53)
- DEFINISI GEOGRAFI (3)
- demografi (35)
- EVALUASI PEMBELAJARAN (10)
- FENOMENA (30)
- flora dan fauna (28)
- GEOGRAFI EKONOMI (2)
- geografi hewan (15)
- GEOGRAFI LINGKUNGAN (25)
- GEOGRAFI PERTANIAN (23)
- geografi tumbuhan (23)
- geologi (70)
- geomorfologi (36)
- GLOBALISASI (1)
- GURU DAN PBM (34)
- HARI BUMI (2)
- HIDROLOGI (7)
- hipnotis (18)
- HUJAN ASAM (3)
- ilmu tanah (6)
- imahagi (4)
- informasi (57)
- INTERPRETASI CITRA (54)
- IPS SD (28)
- JUDUL PENELITIAN (1)
- KAMUS GEOGRAFI (1)
- kartografi (12)
- keajaiban dunia (3)
- kebudayaan (2)
- KECERDASAN (25)
- KELAS IX SEM 1: EKONOMI (10)
- KELAS IX SEM 1: GEOGRAFI (6)
- KELAS IX SEM 1: SEJARAH (4)
- KELAS IX SEM 1: SOSIOLOGI (1)
- KELAS IX SEM 2: EKONOMI (4)
- KELAS IX SEM 2: GEOGRAFI (70)
- KELAS IX SEM 2: SEJARAH (11)
- KELAS IX SEM 2: SOSIOLOGI (2)
- KELAS VII SEM 1 : SOSIOLOGI (2)
- KELAS VII SEMESTER 1 (7)
- KELAS VIII SEM 1: SOSIOLOGI (1)
- KELAS VIII SEMESTER 2 EKONOMI (8)
- KELAS VIII SEMESTER 2 GEOGRAFI (4)
- KELAS VIII SEMESTER 2 SEJARAH (2)
- KELAS VIII SEMESTER 2 SOSIOLOGI (4)
- KEMAMPUAN LAHAN (2)
- KERJASAMA INTERNASIONAL (7)
- KESESUAIAN LAHAN (10)
- KLIMATOLOGI (25)
- KONSEP DASAR GEOGRAFI (1)
- KONSEP DASAR IPS (1)
- kosmografi (123)
- KRISTAL (28)
- KUE (1)
- KUIS PSIKOLOGI (8)
- KUTUB (5)
- LAUT JEPANG (7)
- lingkungan hutan tropis (5)
- lokasi wisata alam (8)
- LPJ (1)
- MASALAH SOSIAL (2)
- MATERI FLASH (12)
- MATERI GEOGRAFI KELAS VII (52)
- MATERI GEOGRAFI KELAS VIII SEMESTER 2 (41)
- materi kelas viii (34)
- materi kelas x (15)
- materi kelas xii (10)
- MEDIA PEMBELAJARAN (5)
- menu (5)
- metklim (34)
- MIGRASI HEWAN (3)
- NATIONAL GEOGRAPHIC (2)
- NEGARA (20)
- negara berkembang (29)
- negara maju (17)
- obyek wisata (7)
- OLEH-OLEH DARI ROTE (4)
- olimpiade kebumian (1)
- OSEANOGRAFI (53)
- OTAK (7)
- palaentologi (2)
- PANTAI PRIGI (1)
- pemanasan global (14)
- pembelajaran (36)
- pembelajaran alam (4)
- penduduk (26)
- pengantar geografi (8)
- pengetahuan agama (2)
- pengetahuan komputer (10)
- PENGETAHUAN UMUM (10)
- penjelajahan (7)
- perdagangan internasional (1)
- PERGERAKAN NASIONAL (11)
- PERISTIWA GEOGRAFI (2)
- PERKEMBANGAN ANAK (35)
- PETA INTERAKTIF (2)
- PROPOSAL (1)
- PTK (4)
- PULAU (1)
- RELIEF DASAR LAUT (1)
- RESEP MASAKAN (7)
- RPP DAN SILABUS KARAKTER BANGSA (4)
- RUMAH (26)
- sedimentasi (1)
- sejarah (25)
- SEJARAH INDONESIA (11)
- selingan (16)
- seni dapur (3)
- SILABUS GEOGRAFI (4)
- SINEMATOGRAFI (12)
- situs peninggalan sejarah (21)
- SOAL GEOGRAFI (2)
- sosiologi (12)
- STATISTIK (17)
- SUAKA ALAM DAN SUAKA MARGASATWA (45)
- suku bangsa (4)
- TAMAN (9)
- TAMAN NASIONAL (45)
- tanaman langka (11)
- TANAMAN OBAT TRADISIONAL (1)
- teknologi (10)
- TELAAH KURIKULUM (3)
- tenaga eksogen (11)
- tenaga endogen (6)
- TENGGER (2)
- tentang otak (11)
- THE GEOGRAPHY DEPARTEMENT (10)
- tips dan trik (74)
- TSUNAMI (1)
- tubuh kita (92)
- UKG (2)
- UNDANG-UNDANG TENTANG PENDIDIKAN (2)
Entri Populer
-
Tugas :Ahmad Syaifuddin Hasan I. Definisi Kata ”cerdas” menurut Goleman mengandung dua arti, pertama cerdas pikiran dan kedua cerdas e...
-
Ciri – Ciri Negara Maju Dan Berkembang Negara Maju : – Pendapatan per Kapita yang Tinggi – Rendahnya Tingkat Pengangguran – Kegiata...
-
Kita lebih sering berkumpul di ruang keluarga. Ayo jadikan ruang keluarga yang menarik, dengan alam sebagai aks...
-
MALANGVOICE – Wakil Direktur Pusat Pembelajaran Jarak Jauh Universitas Brawijaya, Dr Sugeng Rianto MSc, berpendapat, pembelajaran daring ...
-
Jangan biarkan area bawah tangga Anda “nganggur”. Potensinya luar biasa untuk membuat ruangan lebih nyaman dite...
-
Tubuh manusia umumnya berbentuk tabung, apel, jam pasir dan buah pir. Ada latihan khusus untuk menyeimbangkan kelebihan dan kelemahan bentu...
-
Apakah arti dari kata hipnotis ? Hipnotis adalah kata dalam bahasa Indonesia untuk “hypnosis” yang berasal dari kata hypnos, yaitu dewa tidu...
-
Elemen garis bisa jadi inspirasi menata ulang ruangan Anda. Garis bisa membuat ruang terlihat lebar atau tinggi...
-
Pengertian Media Pembelajaran Media (bentuk jamak dari kata medium), merupakan kata yang berasal dari bahasa latin medius, yang secar...
-
Cara Membuat Hiasan Toples Dari Kain Flanel - Saat lebaran atau sesudahnya pasti anda memiliki toples bekas yang dapat dibuat sebuah Keraj...

