Tampilkan postingan dengan label tenaga eksogen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tenaga eksogen. Tampilkan semua postingan

Kawasan Karst Indonesia Potensi dan Ancaman

karst

Kawasan karst di Indonesia amatlah luas. Kawasan karst pun memiliki potensi, manfaat dan peran penting bagi ekosistem dan manusia. Sayangnya, kawasan karst justru semakin terancam hilang. Indonesia sendiri memiliki kawasan karst seluas 15,4 juta ha.
Karst mempunyai pengertian sebagai suatu kawasan yang memiliki karakteristik relief dan drainase yang khas, terutama disebabkan oleh derajat pelarutan batu-batuannya yang intensif. Karakteristik karst yang unik bisa dilihat dari bentang alam di permukaan dan di bawah permukaan yang secara khas terbentuk dari batuan gamping dan dolomit.
Di lapisan permukaan, kawasan karst ditandai dengan terbentuknya bukit-bukit dan lembah-lembah yang terjal. Sedangkan lapisan bawah tanah terjadi pelarutan menyebabkan terbentuknya ruangan-ruangan, lorong sungai bawah tanah, yang di kenal dengan gua atau sistem perguaan.
Kawasan Karst di IndonesiaIndonesia adalah negara dengan bentang kawasan karst yang luas. Diperkirakan Indonesia memiliki kawasan karst seluas 15,4 juta ha (Bappenas: 2003) yang tersebar hampir di seluruh Indonesia. Beberapa kawasan karst di Indonesia diantaranya adalah:
  • Naga Umbang Lhok Nga (Aceh)
  • Bahorok (Sumatera Utara)
  • Payakumbuh (Sumatera Barat)
  • Baturaja, Bukit Barisan (Sumatera Selatan)
  • Sengayau (Merangin, Jambi)
  • Sawarna (Lebak, Banten)
  • Sukabumi Selatan (Jawa Barat)
  • Karst Citatah-Rajamandala (Bandung Barat, Jabar)
  • Pangkalan (Karawang, Jawa Barat)
  • Cibinong-Ciampea-Cigudeg (Bogor, Jabar)
  • Pangandaran-Green Canyon (Ciamis, Jabar)
  • Gombong (Kebumen, Jateng)
  • Pegunungan Kapur Utara (Pati, Jateng – Lamongan, Jatim)
  • Pegunungan Kendeng (Grobogan, Jateng – Jombang, Jatim)
  • Pegunungan Sewu (Yogyakarta dan Wonogiri, Jateng – Tulungagung, Jatim)
  • Sampang (Madura)
  • Pegunungan Schwaner (Kalimantan Barat)
  • Sangkulirang-Mangkalihat (Kalimantan Timur)
  • Pegunungan Muller (Kalimantan Tengah)
  • Pegunungan Meratus (Kalimantan Selatan)
  • Tenggarong (Kalimantan Timur)
  • Taman Nasional Manupeu Tanah Daru (Sumba, NTT)
  • Maros-Pangkep (Sulawesi Selatan)
  • Wowaselea (Sulawesi Tenggara)
  • Pulau Muna (Sulawesi Tenggara)
  • Kepulauan Tukang Besi (Wakatobi, Sulawesi Tenggara)
  • Pulau Seram (Maluku)
  • Pulau Halmahera (Maluku Utara)
  • Fakfak (Papua Barat)
  • Pegunungan Lengguru (Kaimana, Papua Barat)
  • Biak dan Lorentz (Papua)
Daftar di atas hanyalah contoh dan bukan daftar keseluruhan kawasan karst di Indonesia. Masih banyak lagi kawasan karst di Indonesia yang tersebar dari ujung timur hingga barat Indonesia.
Potensi, Peran, dan Ancaman Karst. Kawasan karst memiliki potensi, manfaat, yang penting bagi ekosistem dan manusia. Potensi itu antara lain sebagai daerah tangkapan dan penampung air, habitat berbagai satwa khas dan unik dengan berbagai perannya bagi ekosistem dan manusia, serta sebagai lokasi wisata alam, budaya, dan ilmiah.
Kawasan karst sebagai habitat berbagai satwa secara langsung ataupun tidak langsung mempunyai peran penting bagi manusia. Burung walet yang banyak bersarang di kawasan karst dapat dimanfaatkan sarangnya. Kelelawar yang hidup di gua-gua karst sangat berperan bagi pengendalian hama pertanian maupun penyerbukan berbagai jenis tanaman.
Sayangnya, kawasan karst terancam hilang. Ancaman kelestarian kawasan karst, terutama diakibatkan oleh penambangan penambangan marmer, semen, fosfat, hingga guano (kotoran kelelawar dan walet yang telah mengalami pelapukan dan dapat dijadikan pupuk kaya kandungan N, P dan K). Padahal, meskipun penambangan tersebut memberikan kontribusi ekonomi namun tidak lama dan segera berakhir seiring habisnya karst ditambang.

DANAU BAWAH TANAH YANG MENAKJUBKAN

1. Danau Yucatan
Danau ini adalah sebuah danau terlarang karena warga setempat percaya bahwa danau tersebut adalah anugerah dari dewa suku Maya di Meksiko. Danau ini terletak di bawah tanah Macan Che yg berada di semenanjung Yucatan2125178850103830173s600hf8
2. Danau Luray Caverns
Danau dibawah ini kelihatan sangat indah seperti bercahaya, padahal cahaya tersebut adalah efek dari pantulan air di gua tersebut. Gua ini berada di di Luray Caverns, Virginia, Amerika
1
3. Danau Gua Banff
Danau bawah tanah ini yg terletak di Banff, Kanada. Sungguh indah
3
4. Danau Gua Mellisani Danau ini terletak dibawah tanah dalam Gua Mellisani, Kefalonia. Danau ini ditemukan karena reruntuhan yg menutupi gua tersebut hancur karena terjadinya gempa bumi di tahun 1953.
4
5. Danau Cheddar Gorge
Danau Cheddar Gorge merupakan danau bawah tanah yg berada di dalam gua yang teradapat di salah satu jurang terbesar di Inggris bernama Cheddar Gorge. Di Danau Cheddar ini ditemukan tengkorak manusia tertua di Inggris pada tahun 1903 yang diperkirakan berumur 9000 tahun.
5
6. Danau Hamilton
Danau Hamiltan berada bawah tanah ini secaran mengejutkan dijadikan kolam renang alami. Danau ini berada di Austin, Texas, Amerika, dan dikenal dengan nama Hamilton.
6
7. Danau Gua Lechuguilla
Gua Lechuguilla berada di Taman Nasional Carlsbad Caverns, New Meksiko, Amerika. Gua ini adalah gua terpanjang kelima yang mempunyai Panjang 193 km dan kedalaman 489 m. Jangan salah, New Meksiko berbeda dengan Meksiko ya. New Meksiko ada di Amerika dan Meksiko ada di Meksiko.
7
8. Danau Bawah Tanah Guilin
Danau bawah tanah di Guilin Cina ditemukan sekitar 1300 tahun yang lalu pada masa kerjaan Dinasti Tang. Sungguh indah sekali
wr
sumber: http://www.melonproperty.com/blog/in/danau-bawah-tanah

Erosi 2

I. Pengertian Erosi Relief di permukaan bumi terbentuk karena adanya tenaga di dalam bumi dan di luar Bumi. Proses pembentukan relief bumi dengan tenaga yang berasal dari luar Bumi, disebabkan oleh tenaga eksogen. Tenaga Eksogen yang membantu pembentukan relief bumi salah satunya adalah erosi. Jadi yang dimaksud dengan erosi adalah proses pelepasan partikel batuan secara alamiah oleh tenaga pengangkut di permukaan bumi. Erosi yang berlangsung secara alamiah dapat dikatakan tidak mengganggu keseimbangan lingkungan karena partikel-partikel tanah yang diendapkan seimbang dengan tanah yang terbentuk di tempat-tempat yang lebih rendah. Zat pengangkutnya adalah air, angin dan gletser. Adapun erosi yang terjadi akibat kesalahan manusia dalam mengelola lahan dapat menimbulkan bencana, misalnya penggundulan hutan dapat mengakibatkan tanah longsor. Mekanisme terjadinya erosi : a. DETACHMENT, pelepasan partikel tunggal dari massa tanah (batuan induk). b. TRANSPORTATION, pengangkutan oleh media erosif. c. SEDIMENTATION, pada kondisi energi tidak lagi cukup mengangkut partikel. II. Jenis Pengikisan Berdasar Pelaku Utama yang Berbeda Berdasarkan tenaga pengikis, erosi dibedakan menjadi empat, antara lain :

1. ABLASI (Pengikisan oleh air) Umum terjadi di wilayah iklim tropik (yang curah hujan sangat tinggi). Bentuk-bentuk ABLASI, antara lain : 1. Erosi Percik (splash erosion) Erosi ini berupa percikan partikel-partikel tanah halus yang disebabkan oleh tetes hujan pada tanah dalam keadaan basah. Tanda-tanda nyata adanya erosi percik pada musim hujan dapat dilihat pada permukaan daun yang terdapat pada partikel tanah, adanya batuan kerikil diatas lapisan tanah. Jadi, jenis erosi ini dapat diamati pada waktu musim hujan. 2. Erosi Lembar (sheet erosion) Erosi ini memecah partikel tanah pada lapisan tanah yang hampir seragam, sehingga erosi ini menghasilkan kenampakan yang seragam. Intensitas dan lamanya hujan melebihi kapasitas infiltrasi. Oleh karena itu, laju erosi permukaan dipengaruhi oleh kecepatan dan turbulensi aliran. 3. Erosi Alur (rill erosion) Erosi ini menghasilkan alur-alur yang mempunyai kedalaman yang kurang dari 30 cm dan lebar kurang dari 50 cm. Sering terjadi pada tanah-tanah yang baru saja diolah. 4. Erosi Parit (gully erosion) Erosi ini menghasilkan alur-alur yang mempunyai kedalaman lebih dari 30 cm dan lebar lebih dari 50 cm. 5. Erosi Mudik (headward erosion) Erosi ini menyebabkan lembah parit diperpanjang ke hulu. 6. Erosi vertikal (erosi internal atau subsurface erosion) Erosi ini menyebabkan lembah bertambah dalam. 7. Erosi lateral Erosi ini mengikis di tepi sungai, melebarkan lembah dan menyebabkan meandering.

2. DEFLASI atau KORASI Proses pengikisan batuan atau tanah yang dilakukan oleh angin disebut Deflasi atau Korasi. Erosi oleh tenaga angin banyak terjadi di daerah gurun atau kering. Bentuk-bentuk lahan yang dapat diamati akibat erosi angin antara lain batu jamur. Contohnya adalah dapat membentuk Mushroom Rock. Berdasarkan teori, adanya gurun pasir karena proses pelapukan mekanis. Proses ini dimulai ketika suhu siang hari yang terik memanasi batuan gurun sampai diatas 80 derajat celcius sehingga batuan itu memuai. Selama beribu-ribu tahun, angin gurun mengeruk batuan yang hancur dan mengangkut butiran- butiran pasir halus. Lama-lama pasir itu menumpuk menjadi bukit pasir yang halus. 3. EKSARASI (GLASIASI) Erosi oleh gletser dan sering disebut erosi glasial, yaitu erosi yang terjadi akibat pengikisan massa es yang bergerak menuruni lereng dan dapat terjadi di pegunungan tinggi yang tertutup salju, misalnya di Pegunungan Alpen, Pegunungan Himalaya, dan Pegunungan Rocky. Ciri khas bentuk lahannya adalah adanya alur-alur lembah yang arahnya relatif sejajar. Erosi ini yang berlangsung lama dapat membuat lembah-lembah yang dalam dengan bentuk seperti huruf U. Endapan erosi oleh gletser disebut dengan MORAINE. 4. ABRASI Erosi berdampak juga pada perubahan muka Bumi. Abrasi (erosi di pantai) yaitu erosi oleh air laut atau ombak yang dibantu dengan adanya batu-batu kerikil dibawa pecahan ombak akan mengikis daerah sekitar pantai dan kekuatan pengikisan sebanding dengan besarnya gelombang. Kejadian seperti ini pernah terjadi di Jayapura, abrasi di sepanjang pantai di Pulau Biak mencapai 75 m dari garis pantai. Sejumlah karang dan pulau rusak bahkan tenggelam akibat pengikisan. Pulau-pulau yang tenggelam tersebut sebelumnya merupakan objek wisata yang sangat indah di pulau Biak. Jadi, proses abrasi dan erosi oleh tenaga gelombang atau air laut yaitu: a. Abrasi menghasilakan cekungan yang panjang pada garis pantai. b. Kemudian, cekungan tererosi lebih lanjut menjadi gua. c. Erosi lebih lanjut oleh gelombang menyebabkan runtuhnya atap gua ke laut dan terbentuklah cliff (dinding terjal). d. Erosi yang terus-menerus, menyebabkan cliff runtuh. Pada periode waktu yang panjang, proses ini berlangsung terus-menerus menyebabkan terbentuknya platform di kaki cliff. Beberapa bentuk lahan akibat erosi oleh tenaga gelombang antara lain, sebagai berikut : a. Cliff, yaitu pantai yang berdinding curam sampai tegak. b. Relung, yaitu cekungan-cekungan yang terdapat pada dinding cliff. c. Dataran abrasi, yaitu hamparan wilayah yang datar akibat abrasi dan dapat terlihat dengan jelas pada saat pasang surut. III. Menanggulangi Erosi Usaha untuk mencegah erosi di lakukan dengan pengolahan pada tanah. Usaha ini sering disebut konservasi tanah. Untuk mengetahui cara konservasi tanah, sebelumnya harus mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap terjadinya erosi dan peranannya. Faktor iklim, terutama curah hujan dapat menyebabkan erosi. Curah hujan yang tinggi dengan intensitas yang lama sangat mendukung terjadinya erosi. Salah satu contoh pengendalian faktor ini dapat dilakukan dengan membuat saluran air, sehingga air hujan yang jatuh dapat diatur dan akan dimanfaatkan untuk irigasi.

EROSI

Erosi adalah lepasnya material padat (sedimen, tanah, batuan dan tertikel lain) dari batuan induknya oleh air, angin, es, gaya gravitasi atau organisme.

Erosi oleh Air

Erosi ini dapat terjadi dalam beberapa bentuk:

  1. Splash erosion: erosi oleh butiran air hujan yang jatuh ke tanah. Karena benturan butiran air hujan, partikel-partikel tanah yang halus terlepas dan terlempar ke udara.
  2. Sheet erosion: erosi oleh air yang jatuh dan mengalir di permukaan tanah secara merata sehingga partikel-partikel tanah yang hilang merata di permukaan tanah. Permukaan tanah menjadi lebih rendah secara merata. Erosi ini terjadi bila permukaan tanah memiliki ketahanan terhadap erosi yang relatif seragam.
  3. Riil erosion: erosi oleh air yang mengalir di permukaan tanah dengan membentuk alur-alur kecil dengan kedalaman beberapa senti meter. Erosi ini terjadi pada permukaan tanah yang landai dan memiliki daya tahan yang seragam terhadap erosi.
  4. Gully erosion: erosi oleh air yang mengalir di permukaan tanah yang miring atau di lereng perbukitan yang membentuk alur-alur yang dalam dan lebarnya mencapai beberapa meter, dan berbentuk “V”.
  5. Valley erosion: erosi oleh air yang mengalir di daerah perbukitan yang membentuk lembah-lembah sungai atau lereng-lereng perbukitan. Alur atau lembah berbentuk berbentuk “V”. Erosi dominan secara vertikal.
  6. Stream erosion: erosi oleh air dalam bentuk aliran sungai. Lembah sungai berbentuk “U”. Terjadi erosi lateral yang makin ke hilir makin dominan dan dapat membentuk aliran sungai bermeander.
  7. Erosi oleh gelombang: erosi terjadi oleh gelombang laut yang memukul ke pantai. Erosi dapat dibedakan menjadi:
  • Erosi oleh pukulan gelombang yang memukul ke tebing pantai. Pukulan gelombang menyebabkan batuan pecah berkeping-keping.
  • Abrasi atau corrasi (abrasion / corrasion): erosi oleh material yang diangkut gelombang ketika gelombang memukul ke tebing pantai.

Erosi oleh Angin

Erosi ini terjadi oleh angin yang bertiup. Erosi ini terjadi di daerah yang tidak bervegetasi atau bervegetasi sangat jarang di daerah gurun atau pesisir. Erosi ini dapat dibedakan menjadi:

  1. Deflasi: erosi oleh angin yang bertiup dan menyebabkan material lepas yang haalus terangkut.
  2. Abrasi: erosi oleh material-material halus yang diangkut oleh angin ketika angin menerpa suatu batuan.

Erosi oleh Es

Erosi ini terjadi oleh gerakan massa es dalam bentuk gletser. Gletser dapat menyebabkan abrasi atau penggerusan oleh material-material yang diangkutnya; dapat menyebabkan retakan pada batuan karena terurut ketika gletser bergerak.

Erosi karena Gravitasi

Erosi karena gravitasi terjadi dalam bentuk gerakan tanah atau tanah longsor, yaitu gerakan massa tanah dan atau batuan menuruni lereng karena gaya gravitasi bumi. Gerakan tanah dapat terjadi dalam bentuk, antara lain: rayapan tanah, tanah longsor, atau jatuhan.

Erosi oleh Organisme

Erosi ini terjadi karena aktifitas organisme yang melakukan pemboran, penggerusan atau penghancuran terhadap batuan. Erosi ini disebut juga bioerosion.

Tenaga Eksogen

Tenaga geologi pada dasarnya dibedakan atas dua macam, yaitu Tenaga Endogen dan Tenaga Eksogen. Tenaga Eksogen adalah tenaga yang bekerja pada kulit bumi akan membentuk relief muka bumi. Tenaga Eksogen berasal dari permukaan bumi atau atmosfer yang meliputi faktor air, cuaca, angin dan es yang bersifat merusak. Pelapukan Pelapukan dapat terjadi akibat pengaruh cuaca dan dalam jangka waktu yang lama. Pada pelapukan batu-batuan dapat hancur dengan sisa pelapukan berupa bukit - bukit kecil disebut Monadnock. Pelapukan dapat dibedakan menjadi,
Pelapukan mekanis (fisis)
  • pelapukan yang disebabkan oleh perbedaan suhu yang sangat tajam dan biasanya terjadi di daerah gurun.
Pelapukan kimiawi (chemical / Khemis)
  • Pelapukan yang disebabkan oleh perubahan susunan kimia, semisal gips (CaSO4 + nH2O) dan batuan kapur (Ca CO3), Gejala - gejalanya kapur akan membentuk Stalaktit dan Stalagmit dan Doline (berbentuk corong).
Pelapukan organik (biologis)
  • Pelapukan yang disebabkan oleh tumbuhan, hewan atau manusia (akar tanaman, binatang laut, bakteri, cendawan / jamur, dan lumut merupakan faktor yang dapat mempercepat pelapukan terjadi).
Erosi Pengikisan atau Erosi adalah salah satu faktor tenaga eksogen yang mengakibatkan perubahan relief bumi selain pelapukan. Pengikisan dapat dilakukan oleh air, angin, gletsyer (es), binatang, tumbuhan, manusia, gravitasi bumi. Erosi terbagi atas berbagai bentuk,
  • Erosi Glasial
  • Erosi Selokan (gully)
  • Erosi Man Made
  • Erosi Riil (anak - anak sungai)
  • Erosi Tanah
  • Erosi Stream (Air Mengalir):
    • Solution (Pelarutan)
    • Hydrolic Action (Kegiatan hidrolik)
    • Corrosion (Korosi)
    • Impaction
    • Attrition
  • Erosi Angin
    • Pasca Pelapukan
    • Abrasi
Denudasi Denudasi adalah pengikisan lapisan atas permukaan bumi oleh tenaga eksogen sehingga menjadi kurang subur., Lapisan batuan yang lapuk pada lereng - lereng pegunungan selalu dipengaruhi oleh gaya berat. Jika kecepatan pelapukan tidak dapat mengikuti kecepatan runtuhnya lapisan batuan, maka batuan asli akan terkelupas dan terbuka. Hilangnya lapisan atas batuan lapuk juga dipengaruhi oleh deflasi, yaitu tenaga yang berasal dari air es dan angin. Sedimentasi Sedimentasi merupakan proses tenaga eksogen yang merupakan proses kelanjutan dari pengikisan atau pelapukan. Setelah lapisan batuan dikikis oleh tenaga eksogen (air, gletsyer, angin) hasil pengikisan akan mengalami transportasi atau pengangkutan oleh air, gletsyer, angin dan apabila daya angkut tenaga berkurang material yang dibawanya akan terendap (tersedimentasi). Sedimentasi batuan merupakan hasil dari pelapukan, erosi dan denudasi dengan hasil biasanya berlapis-lapis. Apabila hasil pelapukan pada sedimentasi tersebut terdiri dari batuan yang berupa hancuran kasar maka batuan tersebut disebut konglomerat, sedangkan apabila batuan tersebut bersudut tajam, maka disebut breccie. Tempat - tempat terjadinya pengendapan atau sedimentasi berada pada,
Laut (marine) Sungai (Fluvial) Danau Es (Glasial) Darat (Teritis) Pantai
Daerah tinggi yang mengalami pengikisan setelah tenaga eksogen tersebut berhenti menjadi dataran yang rata atau bahkan miring ke arah laut disebut wilayah pineplain Sumber Informasi Data dan Informasi yang digunakan pada artikel ini berasal dari, Geologi (J.A. Katili). Bandung: Pertjetakan Kilatmadju, 1979

Laguna

Laguna (atau lagoon dalam bahasa Inggris) adalah sekumpulan air asin yang terpisah dari laut oleh penghalang yang berupa pasir, batu karang atau semacamnya. Jadi, air yang tertutup di belakang gugusan karang (barrier reef) atau pulau-pulau atau didalam atol disebut laguna.

Istilah lagoon dalam bahasa Inggris dimulai tahun 1769. Diadaptasi dari laguna Venesia (cf Latin lacuna, ‘ruang kosong’), yang secara khusus menunjuk ke pembatas Venesia, tanah pembendung air laut, yang melindungi dari Laut Adriatik dengan pantai penghalang Lido (lihat Laguna Venesia). Laguna menunjuk ke laguna pantai yang terbentuk oleh pasir atau karang di pantai yang dangkal dan laguna atol yang terbentuk dari pertumbuhan terumbu karang. Dari bahasa Inggris inilah kata laguna dalam bahasa Indonesia berasal. Hampir separuh daerah Kiritimati diliputi laguna, sebagian air tawar dan sebagian air asin.

Laguna pantai biasa ditemukan di pantai dengan pasang surut relatif kecil. Ia mencakup kira-kira 13 persen dari keseluruhan garis pantai. Umumnya memanjang sejajar dengan pantai dan dipisahkan dari laut oleh pulau penghalang, pasir dan bebatuan atau terumbu karang. Penghalang laguna bukan karang dibentuk oleh aksi gelombang atas arus pelabuhan yang terus menerus membuat sedimen kasar lepas pantai. Sekali penghalang laguna terbentuk, sedimen yang lebih runcing bisa menetap di air yang relatif tenang di belakang penghalang, termasuk sedimen yang dibawa ke laguna oleh sungai. Khasnya laguna pesisir memiliki bukaan sempit ke laut. Sebagai akibatnya, keadaan air dalam laguna bisa agak berbeda dari air terbuka di laut dalam hal suhu, salinitas, oksigen yang dibebaskan dan muatan sedimen.

Di sejumlah daerah yang penduduknya menuturkan bahasa Inggris, laguna pesisir kadang-kadang disebut sound, bay, river, atau lake. Albemarle Sound di North Carolina, Great South Bay, antara Long Island dan pantai penghalang di Fire Island di New York, Banana River di Florida dan Lake Illawarra di New South Wales semuanya laguna. Di Britania Raya ada laguna di Montrose, (Skotlandia) dan Tywyn (Wales), sedangkan pengembangan air di Chesil Beach, Inggris, dikenal sebagai fleet, bisa juga disebut laguna. Ada juga satu laguna dekat kota kecil Dingle di Irlandia barat.

Di Meksiko kadang penggunaan “laguna”, yang juga diterjemahkan sebagai “lagoon”, digunakan untuk menunjukkan danau, sebagaimana Laguna Catemaco.

Split, Tombolo, dan Perbukitan Karst

Kenampakan yang biasa terdapat di Kecamatan Sape dengan adanya delta gusu yang ada di pinggirnya maka kondisi akan memungkinkan terjadi pergeseran abrasi yang terjadi di wilayah terbentuknya split dan tombolo ini, material yang di bawa oleh sungai sedikit berpengaruh pada kenampakan pinggir pantai yaitu kenampakan putih dan sedikit coklat. Hal ini tersebut dapat diketahui bahwa material yang dibawa oleh sungai mempunyai tekstur tanah yang lempung dan beberapa campuran jenis tanah yang lain yang berasal dari seluruh pinggir sungai yang melintasi mulai dari hulu sampai kepada hulunya. Kembali ke abrasi tadi bahwa pola ombak yang terjadi yaitu berbentuk rip current ke arah terbentuk split hasil abrasi ke arah samping atau lurus pinggiran gunung yang berada di ujung pesisirnya.

A. Bentang Alam Akibat Pengikisan dan Proses Pengendapan

A.
Bentang Alam Akibat Proses Pengikisan dan Proses Pengendapan Pada kegiatan 1, Anda telah mempelajari tenaga endogen yang bersifat membangun dan berasal dari dalam bumi. Pada kegiatan ini akan dibahas tentang tenaga eksogen. Tenaga eksogen adalah tenaga yang berasal dari luar bumi dan bersifat merusak berupa air, gletser maupun sinar matahari. Pengrusakan bentuk muka bumi oleh tenaga eksogen berupa pelapukan, pengikisan (erosi) dan pengendapan. Dalam modul ini akan dibahas satu persatu.
1.
Pelapukan Pelapukan adalah proses pengrusakan atau penghancuran kulit bumi oleh tenaga eksogen. Pelapukan di setiap daerah berbeda beda tergantung unsur unsur dari daerah tersebut. Misalnya di daerah tropis yang pengaruh suhu dan air sangat dominan, tebal pelapukan dapat mencapai seratus meter, sedangkan daerah sub tropis pelapukannya hanya beberapa meter saja. Menurut proses terjadinya pelapukan dapat digolongkan menjadi 3 jenis yaitu: - pelapukan fisik atau mekanik - pelapukan organis - pelapukan kimiawi

Penjelasan ketiga jenis tersebut adalah:

a.
Pelapukan fisik dan mekanik. Pada proses ini batuan akan mengalami perubahan fisik baik bentuk maupun ukuranya. Batuan yang besar menjadi kecil dan yang kecil menjadi halus. Pelapukan ini di sebut juga pelapukan mekanik sebab prosesnya berlangsung secara mekanik.

Penyebab terjadinya pelapukan mekanik yaitu:

1.
Adanya perbedaan temperatur yang tinggi. Peristiwa ini terutama terjadi di daerah yang beriklim kontinental atau beriklim Gurun di daerah gurun temperatur pada siang hari dapat mencapai 50 Celcius. Pada siang hari bersuhu tinggi atau panas. Batuan menjadi mengembang, pada malam hari saat udara menjadi dingin, batuan mengerut. Apabila hal itu terjadi secara terus menerus dapat mengakibatkan batuan pecah atau retak-retak.
Perhatikan gambar !
2.
Adapun pembekuan air di dalam batuan Jika air membeku maka volumenya akan mengembang. Pengembangan ini menimbulkan tekanan, karena tekanan ini batu- batuan menjadi rusak atau pecah pecah. Pelapukan ini terjadi di daerah yang beriklim sedang dengan pembekuan hebat.
3.
Berubahnya air garam menjadi kristal. Jika air tanah mengandung garam, maka pada siang hari airnya menguapdan garam akan mengkristal. Kristal garam ini tajam sekali dan dapat merusak batuan pegunungan di sekitarnya, terutama batuan karang di daerah pantai. Salah satu bentuk bumi yang mengalami proses pelapukan mekanik

b.
Pelapukan organik Penyebabnya adalah proses organisme yaitu binatang tumbuhan dan manusia, binatang yang dapat melakukan pelapukan antara lain cacing tanah, serangga. Dibatu-batu karang daerah pantai sering terdapat lubang-lubang yang dibuat oleh binatang. Pengaruh yang disebabkan oleh tumbuh tumbuhan ini dapat bersifat mekanik atau kimiawi. Pengaruh sifat mekanik yaitu berkembangnya akar tumbuh-tumbuhan di dalam tanah yang dapat merusak tanah disekitarnya. Pengaruh zat kimiawi yaitu berupa zat asam yang dikeluarkan oleh akar- akar serat makanan menghisap garam makanan. Zat asam ini merusak batuan sehingga garam-garaman mudah diserap oleh akar. Manusia juga berperan dalam pelapukan melalui aktifitas penebangan pohon, pembangunan maupun penambangan.
c.
Pelapukan kimiawi Pada pelapukan ini batu batuan mengalami perubahan kimiawi yang umumnya berupa pelarutan. Pelapukan kimiawi tampak jelas terjadi pada pegunungan kapur (Karst). Pelapukan ini berlangsung dengan batuan air dan suhu yang tinggi. Air yang banyak mengandung CO2 (Zat asam arang) dapat dengan mudah melarutkan batu kapur (CACO2). Peristiwa ini merupakan pelarutan dan dapat menimbulkan gejala karst. Di Indonesia pelapukan yang banyak terjadi adalah pelapukan kimiawi. Hal ini karena di Indonesia banyak turun hujan. Air hujan inilah yang memudahkan terjadinya pelapukan kimiawi.

Gejala atau bentuk - bentuk alam yang terjadi di daerah karst diantaranya:

a.

Dolina Dolina adalah lubang lubang yang berbanuk corong. Dolina dapat terjadi karena erosi (pelarutan) atau karena runtuhan. Dolina terdapat hampir di semua bagian pegunungan kapur di Jawa bagian selatan, yaitu di pegunungan seribu.

b.
Gua dan sungai di dalam Tanah Di dalam tanah kapur mula-mula terdapat celah atau retakan. Retakan akan semakin besar dan membentuk gua-gua atau lubang-lubang, karena pengaruh larutan.Jika lubang-lubang itu berhubungan, akan terbentuklah sungai-sungai di dalam tanah.
c.
Stalaktit adalah kerucut kerucut kapur yang bergantungan pada atap gua. Terbentuk tetesan air kapur dari atas gua. Stalakmit adalah kerucut-kerucut kapur yang berdiri pada dasar gua. Contohnnya stalaktit dan stalakmit di Gua tabuhan dan gua Gong di Pacitan, jawa Timur serta Gua jatijajar di Kebumen, Jawa Tengah.
Perhatikan gambar ! Stalaktit yang di atas stalaknit yang di bawah

Sampai di sini dapatkah anda pahami? Baik, Pembahasan selanjutnya adalah akibat yang ditimbulkan dari proses pengikisan dan pengendapan. Anda mungkin berpikir bahwa jurang dan juga sungai yang berkelok kelok telah terjadi sejak awal padahal jurang tejadi karena adanya proses pengikisan, sedangkan sungai yang berkelok kelok selain disebabkan karena pengikisan, juga merupakan hasil pengendapan oleh tenaga air.

2.
Bentangan alam akibat pengikisan. Air yang mengalir menimbulkan gesekan terhadap tanah dan batuan yang di laluinya. Gesekan akan semakin besar jika kecepatan dan jumlah air semakin besar. Kecepatan air juga akan semakin besar jika gradien (kemiringan) Lahan juga besar. Gesekan antara air dengan tanah atau batuan di dasar sungai dan gesekan antara benda benda padat yang terangkat air oleh tanah atau batuan di bawahnya dapat menyebabkan terjadinya pengikisan. Pengikisan oleh air sungai yang terjadi secara terus menerus dapat mengakibatkan terbentuk v, jurang atau ngarai, aliran deras dan air terjun.
a.
Lembah Apabila kecepatan aliran air di dasar sungai cepat maka akan terjadi pengikisan di dasar sungai capat maka akan terjadi pengikisan di dasar sungai atau sering di sebut erosi vertical. Apabila aliran aliran air yang cepat terjadi di tepi sungai maka akan manyebabkan terjadinya pengikisan ke arah samping atau erosi ke samping. Hasil erosi vertical, sungai semakin lama semakin dalam, sedang erosi ke samping menyebabkan sungai samakin lebar. Erosi vertical membentuk huruf v. Contoh lembah aria, Ngarai sihanok serta Grand Canyon di Amerika Serikat. Perhatikan gambar!
b.
Jurang Perhatikan anda melihat adanya sungai yang sangat dalam dan sempit. Bentang alam seperti itu termasuk jurang. Jurang terbentuk jika pengikisan terjadi pada batuan yang resisten. Batuan resistenyang ada di kanan kiri sungai tidak mudah terkikis oleh air, sedangkan erosi veritikal terus berlangsung. Oleh karena itu erosi vertical berlangsung lebih cepat dibandingkan erosi ke samping. Akibatnya, dinding sungai sangat miring atau cenderung vertical dan dasar sungai dalam.bahan yang resisten adalah batuan yang keras dan tidak mudah terkikis air. Perhatikan gambar!
c.
Aliran deras Kadang kala kita temui sungai yang pada beberapa bagianya sangat deras, sedangkan bagian yang lain tidak deras. Aliran air sungai yang deras terbentuk dari adanya jenis batuan yang selang- seling antara batuan yang resisten dan batuan yang tidak resisten pada dasar sungai. Saat air melewati batuan yang resisten, air akan sulit melakukan pengikisan, akibatnya dasar sungai menjadi tidak rata. Pada saat air melewati batuan yang tidak resisten, terjadi turbulensi dan terbentuk seperti air terjun pendek yang aliranya deras.

Bentang alam seperti ini disebut rapit atau aliran deras. Aliran deras Proses terbentuknya aliran deras. (rapid)

d.
Air terjun Air terjun terbentuk pada sungai yang jenis batuan di dasar sungai ada yang resisten yang tidak resisten.Proses yang terjadi hampir sama dengan aliran deras. Hanya saja, pengikisan air mengakibatkan perbedaan air yang cukup besar antara batuan resisten dan batuan tidak resisten. Akibatnya, air jatuh dari ketinggian membentuk air terjun. Lihat gambar di bawah ini.
3.
Pengikisan (erosi) oleh air laut Erosi oleh air laut merupakan pengikisan di pantai oleh pukulan gelombang laut yang Terjadi secara terus - menerus terhadap dinding pantai. Bentang alam yang diakibatkan oleh erosi air laut, antara lain cliff (tebing terjal), notch (takik), gua di pantai, wave cut platform (punggung yang terpotong gelombang), tanjung, dan teluk. Cliff terbentuk karena gelombang melemahkan batuan di pantai. Pada awalnya gelombang meretakan batuan di pantai. Akhirnya, retakan semakin membesar dan membentuk notch yang semakin dalam akan membentuk gua. Akibat diterjang gelobang secara terus menerus mengakibatkan atap gua runtuh dan membentuk cliff dan wave cut platform . Lihatlah gambar di bawah ini! Perhatikan gambar! Selanjutnya bagaimana tanjung dan teluk dibentuk? Tanjung adalah daratan yang menjorok ke laut, sedang teluk adalah laut yang menjorok ke arah daratan.

Pantai memiliki jenis batuan yang berselang seling antara batuan resisten dan tidak resisten. Pada batuan yang tidak resisten akan dengan mudah tererosi, sedangkan batuan yang resisten sulit untuk tererosi. Akibatnya, pada batuan yang tidak resisten akan terbentuk teluk yang menjorok ke daratan pada batuan yang resisten terbentuk tanjung yang menjorok ke laut. Perhatikan gambar!

1.
Erosi oleh es/gletser Erosi oleh gletser merupakan pengikisan yang dilakukan oleh gletser (lapisan es) di daerah pegunungan. Pengikisan ini terjadi di daerah yang memiliki empat musim. Pada saat musim semi, terjadi erosi oleh gletser yang meluncur menuruni lembah. Akkibatnya lereng menjadi lebih terjal. Contoh bentang alam yang terjadi akibat erosi gletser adalah pantai fyord , yaitu pantai dengan dinding yang berkelok kelok.
2.
Erosi oleh angin Pengikisan oleh angin banyak terjadi di daerah gurun atau di daerah yang beriklim kering. Jika angin dan pasir mengikis batu batuan yang dilaluinya maka akan membentuk batu cendawan di gunung pasir. Contohnya, Tanah Loss di cina Utara (Gurun Gobi) yang memiliki tebal 600 m.
Latihan Amatilah daerah di sekitar anda! Selanjutnya sebutkan jenis jenis erosi beserta bentang alamnya yang terjadi akibat proses erosi tersebut! Laporkan hasil tugas kepada guru anda!