Tampilkan postingan dengan label bentuk muka bumi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bentuk muka bumi. Tampilkan semua postingan

The Door to Hell: fire for more than 40 YEARS


On the edge: Two people stand and look into the burning hole, which has become known as 'The Door to Hell'
On the edge: Two people stand and look into the burning hole, which has become known as 'The Door to Hell'
Illuminating: The hole in Derweze, Turkmenistan, is 70 metres wide and the flames within light up the sky
Illuminating: The hole in Derweze, Turkmenistan, is 70 metres wide and the flames within light up the sky
Light show: A spectacular view of the flames burning inside the crater in the heart of the Karakum Desert
Light show: A spectacular view of the flames burning inside the crater in the heart of the Karakum Desert
Dramatic: The raging fire inside the crater has been burning for more than 40 years
Dramatic: The raging fire inside the crater has been burning for more than 40 years
Hot: A closer view of the fire inside the hole, which locals have named 'The Door to Hell'
Hot: A closer view of the fire inside the hole, which locals have named 'The Door to Hell'
Fiery: The blaze began when geologists decided to burn off natural gas they discovered while drilling at the site
Fiery: The blaze began when geologists decided to burn off natural gas they discovered while drilling at the
Landmark: The bright glow created by the fire can be seen for miles around the village
Landmark: The bright glow created by the fire can be seen for miles around the village
Shining: The hole looks like a golden oasis in the middle of the desert in Turkmenistan
Shining: The hole looks like a golden oasis in the middle of the desert in Turkmenistan
Long way down: The hole was formed in 1971 when ground beneath a drilling rig collapsed
Long way down: The hole was formed in 1971 when ground beneath a drilling rig collapsed
Spectacle: The hole attracts visitors, more than 40 years after Soviet geologists drilled at the site
Spectacle: The hole attracts visitors, more than 40 years after Soviet geologists drilled at the site
Never-ending: Geologists hoped the fire would use all the gas in the hole within days, but it is still burning today
Never-ending: Geologists hoped the fire would use all the gas in the hole within days, but it is still burning today

Kawasan Karst Indonesia Potensi dan Ancaman

karst

Kawasan karst di Indonesia amatlah luas. Kawasan karst pun memiliki potensi, manfaat dan peran penting bagi ekosistem dan manusia. Sayangnya, kawasan karst justru semakin terancam hilang. Indonesia sendiri memiliki kawasan karst seluas 15,4 juta ha.
Karst mempunyai pengertian sebagai suatu kawasan yang memiliki karakteristik relief dan drainase yang khas, terutama disebabkan oleh derajat pelarutan batu-batuannya yang intensif. Karakteristik karst yang unik bisa dilihat dari bentang alam di permukaan dan di bawah permukaan yang secara khas terbentuk dari batuan gamping dan dolomit.
Di lapisan permukaan, kawasan karst ditandai dengan terbentuknya bukit-bukit dan lembah-lembah yang terjal. Sedangkan lapisan bawah tanah terjadi pelarutan menyebabkan terbentuknya ruangan-ruangan, lorong sungai bawah tanah, yang di kenal dengan gua atau sistem perguaan.
Kawasan Karst di IndonesiaIndonesia adalah negara dengan bentang kawasan karst yang luas. Diperkirakan Indonesia memiliki kawasan karst seluas 15,4 juta ha (Bappenas: 2003) yang tersebar hampir di seluruh Indonesia. Beberapa kawasan karst di Indonesia diantaranya adalah:
  • Naga Umbang Lhok Nga (Aceh)
  • Bahorok (Sumatera Utara)
  • Payakumbuh (Sumatera Barat)
  • Baturaja, Bukit Barisan (Sumatera Selatan)
  • Sengayau (Merangin, Jambi)
  • Sawarna (Lebak, Banten)
  • Sukabumi Selatan (Jawa Barat)
  • Karst Citatah-Rajamandala (Bandung Barat, Jabar)
  • Pangkalan (Karawang, Jawa Barat)
  • Cibinong-Ciampea-Cigudeg (Bogor, Jabar)
  • Pangandaran-Green Canyon (Ciamis, Jabar)
  • Gombong (Kebumen, Jateng)
  • Pegunungan Kapur Utara (Pati, Jateng – Lamongan, Jatim)
  • Pegunungan Kendeng (Grobogan, Jateng – Jombang, Jatim)
  • Pegunungan Sewu (Yogyakarta dan Wonogiri, Jateng – Tulungagung, Jatim)
  • Sampang (Madura)
  • Pegunungan Schwaner (Kalimantan Barat)
  • Sangkulirang-Mangkalihat (Kalimantan Timur)
  • Pegunungan Muller (Kalimantan Tengah)
  • Pegunungan Meratus (Kalimantan Selatan)
  • Tenggarong (Kalimantan Timur)
  • Taman Nasional Manupeu Tanah Daru (Sumba, NTT)
  • Maros-Pangkep (Sulawesi Selatan)
  • Wowaselea (Sulawesi Tenggara)
  • Pulau Muna (Sulawesi Tenggara)
  • Kepulauan Tukang Besi (Wakatobi, Sulawesi Tenggara)
  • Pulau Seram (Maluku)
  • Pulau Halmahera (Maluku Utara)
  • Fakfak (Papua Barat)
  • Pegunungan Lengguru (Kaimana, Papua Barat)
  • Biak dan Lorentz (Papua)
Daftar di atas hanyalah contoh dan bukan daftar keseluruhan kawasan karst di Indonesia. Masih banyak lagi kawasan karst di Indonesia yang tersebar dari ujung timur hingga barat Indonesia.
Potensi, Peran, dan Ancaman Karst. Kawasan karst memiliki potensi, manfaat, yang penting bagi ekosistem dan manusia. Potensi itu antara lain sebagai daerah tangkapan dan penampung air, habitat berbagai satwa khas dan unik dengan berbagai perannya bagi ekosistem dan manusia, serta sebagai lokasi wisata alam, budaya, dan ilmiah.
Kawasan karst sebagai habitat berbagai satwa secara langsung ataupun tidak langsung mempunyai peran penting bagi manusia. Burung walet yang banyak bersarang di kawasan karst dapat dimanfaatkan sarangnya. Kelelawar yang hidup di gua-gua karst sangat berperan bagi pengendalian hama pertanian maupun penyerbukan berbagai jenis tanaman.
Sayangnya, kawasan karst terancam hilang. Ancaman kelestarian kawasan karst, terutama diakibatkan oleh penambangan penambangan marmer, semen, fosfat, hingga guano (kotoran kelelawar dan walet yang telah mengalami pelapukan dan dapat dijadikan pupuk kaya kandungan N, P dan K). Padahal, meskipun penambangan tersebut memberikan kontribusi ekonomi namun tidak lama dan segera berakhir seiring habisnya karst ditambang.

10 Danau Terbesar Di Dunia

Danau Terbesar Di Dunia luat kaspia
1. Laut Kaspia
Lokasi: Azerbaijan, Rusia, Kazakhstan, Turkmenistan, Iran
Luas (km²): 394.299
Panjang (km): 1.199
Kedalaman maksimum (m): 946

Laut Kaspia atau Laut Mazandaran merupakan sebuah laut yang terkurung daratan antara Asia, Azerbaijan, Iran (provinsi Guilan, Mazandaran dan Golestan), Turkmenistan dan Kazakhstan, dan Eropa (Rusia), Dagestan, Kalmykia dan Oblast Astrakhan. Dia merupakan kumpulan air terbesar di daratan, dengan luas permukaan 371.000 km², dan oleh karena itu memiliki karakteristik yang dimiliki oleh laut dan danau. Dia sering digolongkan sebagai danau terbesar dunia, meskipun ia tidak

10 Danau Terbesar Di Dunia
2. Superior 
Lokasi: Amerika Serikat, Kanada
Luas (km²): 82.414
Panjang (km): 616
Kedalaman maksimum (m): 406

Danau Superior adalah Danau Besar Amerika Utara terbesar yang membatasi Ontario di Kanada, dan MinnesotaWisconsin dan Michigan di Amerika Serikat. Dia merupakan danau air tawar terbesar di dunia dalam luas permukaan.


3. Victoria 
Lokasi: Tanzania, Uganda
Luas (km²): 69.485
Panjang (km): 322
Kedalaman maksimum (m): 82

Danau Victoria atau Victoria Nyanza (juga dikenal sebagai Ukerewe) adalah Danau Terbesar di Afrika, danau tropis terbesar di dunia, dan danau air tawar kedua terbesar dunia dalam luas permukaan setelah Danau Superior. Danau ini terletak dalam dataran tinggi di bagian barat Great Rift Valley Afrika dan diatur oleh Tanzania, Uganda, dan Kenya.

Huron Danau Terbesar Di Dunia
4. Huron 
Lokasi: Amerika Serikat, Kanada
Luas (km²): 59.596
Panjang (km): 397
Kedalaman maksimum (m): 229

Danau Huron ialah salsh satu dari 5 Danau Besar Amerika. Merupakan yang ke-3 dari muara. Seperti Danau Ontario, Danau Erie, dan Danau Superior, danau ini juga dimiliki bersama antara Amerika Serikat dan Kanada

michigan Danau Terbesar Di Dunia
5. Michigan 
Lokasi: Amerika Serikat
Luas (km²): 58.016
Panjang (km): 517
Kedalaman maksimum (m): 281

Danau Michigan adalah salah satu dari 5 Danau Besar di Amerika Utara yang membatasi negara bagian Amerika Serikat: Indiana, Illinois, Wisconsin, dan Michigan. Chicago merupakan kota terbesar di Danau Michigan.

aral Danau Terbesar Di Dunia
6. Aral 
Lokasi: Kazakhstan, Uzbekistan
Luas (km²): 59.596
Panjang (km): 397
Kedalaman maksimum (m): 229

Danau ini terletak di Asia Tengah yaitu di Kazakhstan utara dan Uzbekistan di selatan.

tanganyika Danau Terbesar Di Dunia
7. Tanganyika 
Lokasi: Tanzania, Republik Kongo
Luas (km²): 32.893
Panjang (km): 676
Kedalaman maksimum (m): 1.435

Danau ini merupakan danau ngarai terbesar dan terdalam di Afrika atau nomor 2 terdalam di dunia serta menyimpan cadangan air tawar terbesar yang berada di Western Rift di daerah Great Rift Valley dan berada di kawasan 4 negara yaitu Burundi, Republik Demokratik Kongo, Tanzania dan Zambia

baikal Danau Terbesar Di Dunia
8. Baikal 
Lokasi: Rusia
Luas (km²): 31.500
Panjang (km): 636
Kedalaman maksimum (m): 1.741

Danau Baikal atau juga dikenal dengan Mata Biru Siberia dan Laut Suci adalah danau terdalam dan tertua di dunia dan terbanyak (dalam isi) air tawarnya di Bumi. Danau ini berisi lebih dari 20% air tawar dunia dan lebih dari 90% air tawar Russia.

Great Bear Danau Terbesar Di Dunia
9. Great Bear 
Lokasi: Kanada
Luas (km²): 31.080
Panjang (km): 373
Kedalaman maksimum (m): 82

10 Danau Terbesar Di Dunia
10.Nyasa 
Lokasi: Malawi, Mozambik, Tanzania
Luas (km²): 30.044
Panjang (km): 579
Kedalaman maksimum (m): 706.

Proses Pembentukan Bumi

Bentuk permukaan bumi yang meliputi reliefnya di darat dan di dasar laut. Bentuk permukaan bumi bermacam-macam seperti : dataran, berbukit, bergelombang, pegunungan, cekungan, lereng dan lain-lain. Permukaan bumi yang tidak seragam dikarenakan proses yang disebabkan oleh tenaga geologis yang terjadi secara bertahap dan selalu berubah seiring waktu, selain itu terdapat Teori Terbentuknya Kulit Bumi yang membuat permukaan bumi selalu berubah. Pada prosesnya pembentukan bumi diwarnai oleh tenaga geologis yang terdiri atas tenaga endogen dan tenaga eksogen, selain itu permukaan bumi terdiri atas relief yang terdapat di daratan dan pada dasar laut. Tenaga Endogen Tenaga Endogen adalah tenaga yang berasal dari bumi yang berasal dari dalam bumi yang sifatnya membangun bentuk kulit bumi. Tenaga Eksogen Tenaga Eksogen adalah tenaga yang berasal dari permukaan bumi atau atmosfer, yang meliputi air, cuaca, dan es pada sifatnya tenaga ini termasuk merusak. Relief Daratan Relief Daratan terdiri dari, Lipatan Patahan Gunung dan Pegunungan Dataran Tinggi Plato Dataran Rendah Pineplain Lembah Delta Relief Dasar Laut Relief Dasar Laut terdiri dari, Gunung Laut Ambang Laut Palung Laut Lubuk Laut Gosong Karang Landas Benua Lereng Benua Lembah Sungai Pantai Karakteristik Pelapisan Bumi Setelah planet bumi terbentuk dari massa gas yang lambat laun mengalami proses pendinginan. Akibatnya bagian terluarnya menjadi mengeras sedangkan pada bagian dalamnya masih tetap merupakan massa zat yang panas dalam keadaan lunak (cair liat). Struktur pelapisan pada bumi. Litosfer Litosfer (lapisan batuan pembentuk kulit bumi atau crust), berasal dari kata lithos berarti batu dan sfhere/sphaira berarti bulatan atau lapisan. Litosfer adalah lapisan bumi paling atas dengan ketebalan lebih kurang 70 km yang tersusun dari batuan penyusun kulit bumi. Astenosfer Astenosfer (lapisan selubung atau mantle), yaitu lapisan yang terletak di bawah litosfer dengan ketebalan sekitar 2.900 km berupa material cair kental dan berpijar dengan suhu sekitar 3.000 derajat celcius, merupakan campuran dari berbagai bahan yang bersifat cair, padat dan gas bersuhu tinggi. Barisfer Barisfer (lapisan inti bumi atau core), yaitu lapisan inti bumi yang merupakan bagian bumi paling dalamyang tersusun atas lapisan Nife (Niccolum atau nikel dan ferrrum atau besi). Lapisan ini dapat pula dibedakan atas dua bagian yaitu inti luar dan inti dalam. - Inti luar Inti luar (Outer core), adalah inti bumi yang ada di bagian luar. Tebal lapisan ini sekitar 2.200 km, tersusun atas materi besi dan nikel yang bersifat cair, kental, dan panas berpijar bersuhu sekitar 3.900 derajat celcius - Inti dalam Inti dalam (Inner core) adalah inti bumi yang ada di lapisan dalam dengan ketebalan sekitar 2.500 km, tersusun atas materi besi dan nikel pada suhu yang sangat tinggi yakni sekitar 4.800 derajat celcius, akan tetapi tetap dalam keadaan padat dengan densitas sekitar 10 gram/cm3. Hal itu disebabkan adanya tekanan yang sangat tinggi dari bagian-bagian bumi lainnya. Materi lainnya mengenai Proses Pembentukan Bumi Tektonisme Vulkanisme Gempa Bumi Teori Terbentuknya Kulit Bumi Sumber Informasi Data dan Informasi yang digunakan pada artikel ini berasal dari, Geologi (J.A. Katili). Bandung: Pertjetakan Kilatmadju, 1979

Tenaga Endogen

Tenaga geologi pada dasarnya dibedakan atas dua macam, yaitu Tenaga Endogen dan Tenaga Eksogen. Tenaga Endogen ialah tenaga yang berasal dari dalam bumi dan mempunyai sifat membangun. Tenaga Endogen digolongkan menjadi Tektonisme, Vulkanisme dan Seisme. Tenaga Tektonik Tenaga Tektonik (Tektonisme) adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi yang mengakibatkan terjadinya pergeseran dan perubahan letak lapisan batuan, baik secara horizontal (gerak orogenetik) maupun secara vertikal (gerak epirogenetik). Gerak Orogenetik (Orogenesa) Gerak pembentukkan gunung meliputi daerah yang sempit dan dalam waktu yang relatif singkat. Gerak itu dapat menimbulkan,
  • Lipatan
  • Patahan
  • Retakan
Gerak Epirogenetik (Orogenesa) Gerak naik atau turun dari permukaan bumi, meliputi daerah yang luas dan berlangsung lambat. Gerak epirogenetik dibedakan menjadi,
  • Gerak Epirogenetik Positif, bila permukaan bumi turun atau seolah-olah permukaan air laut naik.
  • Gerak Epirogenetik Negatif, bila permukaan bumi naik atau seolah-olah permukaan air laut turun.
Tenaga Vulkanik Tenaga Vulkanik (Vulkanisme) adalah proses pergeseran magma di dalam bumi. Proses terjadinya vulkanisme dipengaruhi oleh aktivitas magma yang menyusup ke lithosfer (kulit bumi). Apabila penyusupan magma hanya sebatas kulit bumi bagian dalam maka dinamakan intrusi magma', sedangkan apabila penyusupan magma sampai keluar ke permukaan bumi disebut ekstrusi magma. Istilah Aktifitas Magma
Berikut merupakan istilah yang digunakan pada proses aktifitas magma,
  • Lava / Volkanic Mudflow / Lahar (Magma yang keluar ke permukaan bumi, baik melalui lelehan atau letusan)
  • Batholith (Dapur Magma)
  • Lakolith (Intrusi magma berbentuk datar)
  • Sill / Plat (Intrusi magma membentuk kawah / gang)
  • Apofisa (Intrusi magma merupakan cabang kawah / gang)
  • Diatrema (Lorong tempat keluarnya magma ke permukaan bumi)
  • Crater / Kawah / Kepundan (Lubang tempat keluarnya magma, merupakan ujung dari diatrema, namun tidak semua kepundan berada di puncak gunung).
Bentuk Ekstrusi Magma Ekstrusi magma memiliki berbagai macam bentuk,
  • Ekstrusi Sentral
Proses magma keluar melalui gunung berapi
  • Ekstrusi Linear
Proses magma keluar melalui patahan atau garis yang memanjang
  • Ekstrusi Areal
Proses magma keluar pada daerah yang sangat luas biasanya di daerah ini merupakan wilayah yang dekat dengan sumber magma (dapur magma)
Bentuk Gunung Berapi Pada peristiwa ekstrusi magma berdasar sifat lava dan kekuatan erupsinya akan menghasilkan berbagai bentuk gunung api,
  • Gunung Berapi Maar
Bentuk gunung berapi hasil erupsi eksplosif (ledakan) yang biasanya hanya satu kali karena dapur magmanya dangkal dan volumenya kecil
  • Gunung berapi perisai
Bentuk gunung berapi yang beralas sangat luas dengan lereng gunung yang sangat landai karena terbentuk dari lelehan lava encer.
  • Gunung berapi Strato
Bantuk gunung berapi yang berbentuk kerucut terjadi karena erupsi eksplosif yang berganti - ganti dengan efusif (lelehan).
Gempa Bumi (Seisme) Gempa Bumi (Seisme), adalah pergeseran lapisan batuan yang menyebabkan terjadinya getaran yang hebat. Gempa bumi pada umumnya dapat merusak permukaan bumi. Berdasar Penyebabnya
Gempa Tektonik (gempa dislokasi)
  • Terjadi karena pergeseran letak lapisan kulit bumi (gempa dislokasi). Gempa ini sering menimbulkan bencana yang cukup besar, karena efeknya pada wilayah yang cukup luas.
Gempa Vulkanis (gempa gunung berapi),
  • Terjadi bersamaan dengan meletusnya gunung berapi atau dapat juga terjadinya sebelum atau sesudahnya. Gempa ini terasa di sekitar gunung berapi yang sedang dalam proses vulkanisme.
Gempa runtuhan
  • Terjadi pada saat terjadinya runtuhan tanah dalam volumen yang cukup besar seperti longsoran dan gempa ini pada sifatnya merupakan gempa lemah dan hanya terasa pada radius kecil lokasi reruntuhan terjadi.
Istilah dalam Gempa Bumi
Hyposentrum,
  • berasal dari kata hypo berarti bawah, sentrum berarti pusat, jadi hyposentrum merupakan pusat asal mulanya getaran gempa yang terdapat di bawah permukaan bumi, terdapat dua macam getaran dalam hyposentrum yakni Gelombang Logitudinal (gelombang Primer) dan Gelombang Transversal (Gelombang Sekunder)
Episentrum
  • Tempat dipermukaan bumi yang terdekan dengan hyposentrum (biasa disebut juga pusat gempa di permukaan bumi)
Macroseisme
  • Wilayah Episentrum yang paling hebat menderita kerusakan
Microseisme
  • Getaran kulit bumi yang amat halus. Getarannya tidak terasa kecuali oleh seismograf (alat pencatat getaran gempa).
Pleistoseista
  • Daerah yang dibatasi oleh Isoseista yang berada di sekitar episentrum yang paling banyak mendapat kerusakan. Plestoseista dapatjuga diartikan sebagai garis khayal yang membatasi tempat yang episentrumnya mengalami kerusakan paling hebat akibat gempa.
Isoseista
  • Garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat yang sama keras getaran gempanya.
Homoseista
  • Garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat yang pada saat yang sama mengalami getaran gempanya.
Alat Pengukur Gempa
  • Seismograf adalah alat pengukur dan pencatat getaran gempa bumi, seismograf berasal dari kata seismos yang berarti getaran gempa dan graphein yang berarti menulis atau mencatat. Seismograf ada berbagai macam,
Seismograf horizontal
  • Merupakan alat pencatat getaran gempa yang mencatat gempa bumi arah mendatar
Seismograf vertikal
  • Merupakan alat pencatat getaran gempa yang mencatat getaran gempa arah tegak.
Peletakan seismograf harus diletakkan pada tempat yang stabil agar tidak mengalami gangguan lokal (misalkan pergeseran alat secara tidak sengaja karena tersentuh atau tergeser oleh manusia). Selain hal tersebut pencatat waktu sangat diperlukan untuk menentukan waktunya terjadi gempa dan dengan menggunakan dua jenis seismograf bisa diketahui letak episentrum gempa.
Sumber Informasi Data dan Informasi yang digunakan pada artikel ini berasal dari, Geologi (J.A. Katili). Bandung: Pertjetakan Kilatmadju, 1979

Tenaga Eksogen

Tenaga geologi pada dasarnya dibedakan atas dua macam, yaitu Tenaga Endogen dan Tenaga Eksogen. Tenaga Eksogen adalah tenaga yang bekerja pada kulit bumi akan membentuk relief muka bumi. Tenaga Eksogen berasal dari permukaan bumi atau atmosfer yang meliputi faktor air, cuaca, angin dan es yang bersifat merusak. Pelapukan Pelapukan dapat terjadi akibat pengaruh cuaca dan dalam jangka waktu yang lama. Pada pelapukan batu-batuan dapat hancur dengan sisa pelapukan berupa bukit - bukit kecil disebut Monadnock. Pelapukan dapat dibedakan menjadi,
Pelapukan mekanis (fisis)
  • pelapukan yang disebabkan oleh perbedaan suhu yang sangat tajam dan biasanya terjadi di daerah gurun.
Pelapukan kimiawi (chemical / Khemis)
  • Pelapukan yang disebabkan oleh perubahan susunan kimia, semisal gips (CaSO4 + nH2O) dan batuan kapur (Ca CO3), Gejala - gejalanya kapur akan membentuk Stalaktit dan Stalagmit dan Doline (berbentuk corong).
Pelapukan organik (biologis)
  • Pelapukan yang disebabkan oleh tumbuhan, hewan atau manusia (akar tanaman, binatang laut, bakteri, cendawan / jamur, dan lumut merupakan faktor yang dapat mempercepat pelapukan terjadi).
Erosi Pengikisan atau Erosi adalah salah satu faktor tenaga eksogen yang mengakibatkan perubahan relief bumi selain pelapukan. Pengikisan dapat dilakukan oleh air, angin, gletsyer (es), binatang, tumbuhan, manusia, gravitasi bumi. Erosi terbagi atas berbagai bentuk,
  • Erosi Glasial
  • Erosi Selokan (gully)
  • Erosi Man Made
  • Erosi Riil (anak - anak sungai)
  • Erosi Tanah
  • Erosi Stream (Air Mengalir):
    • Solution (Pelarutan)
    • Hydrolic Action (Kegiatan hidrolik)
    • Corrosion (Korosi)
    • Impaction
    • Attrition
  • Erosi Angin
    • Pasca Pelapukan
    • Abrasi
Denudasi Denudasi adalah pengikisan lapisan atas permukaan bumi oleh tenaga eksogen sehingga menjadi kurang subur., Lapisan batuan yang lapuk pada lereng - lereng pegunungan selalu dipengaruhi oleh gaya berat. Jika kecepatan pelapukan tidak dapat mengikuti kecepatan runtuhnya lapisan batuan, maka batuan asli akan terkelupas dan terbuka. Hilangnya lapisan atas batuan lapuk juga dipengaruhi oleh deflasi, yaitu tenaga yang berasal dari air es dan angin. Sedimentasi Sedimentasi merupakan proses tenaga eksogen yang merupakan proses kelanjutan dari pengikisan atau pelapukan. Setelah lapisan batuan dikikis oleh tenaga eksogen (air, gletsyer, angin) hasil pengikisan akan mengalami transportasi atau pengangkutan oleh air, gletsyer, angin dan apabila daya angkut tenaga berkurang material yang dibawanya akan terendap (tersedimentasi). Sedimentasi batuan merupakan hasil dari pelapukan, erosi dan denudasi dengan hasil biasanya berlapis-lapis. Apabila hasil pelapukan pada sedimentasi tersebut terdiri dari batuan yang berupa hancuran kasar maka batuan tersebut disebut konglomerat, sedangkan apabila batuan tersebut bersudut tajam, maka disebut breccie. Tempat - tempat terjadinya pengendapan atau sedimentasi berada pada,
Laut (marine) Sungai (Fluvial) Danau Es (Glasial) Darat (Teritis) Pantai
Daerah tinggi yang mengalami pengikisan setelah tenaga eksogen tersebut berhenti menjadi dataran yang rata atau bahkan miring ke arah laut disebut wilayah pineplain Sumber Informasi Data dan Informasi yang digunakan pada artikel ini berasal dari, Geologi (J.A. Katili). Bandung: Pertjetakan Kilatmadju, 1979

Bentuk Muka Bumi

Bentuk permukaan bumi yang meliputi reliefnya di darat dan di dasar laut. Bentuk permukaan bumi bermacam-macam seperti : dataran, berbukit, bergelombang, pegunungan, cekungan, lereng dan lain-lain baik dalam bentuk bentang alam yang terjadi karena proses geologis dan bentang budaya hasil karya manusia. Penggambaran bentang alam dan bentang budaya tersebut dalam bentuk-bentuk muka bumi ini memiliki sebaran yang berbeda-beda antara wilayah yang satu dengan wilayah lainnya. Konsep geografi yang mengkaji sebaran fenomena Geografi dalam ruang di permukaan bumi disebut dengan konsep pola. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa kajian pola dan bentuk muka bumi merupakan kajian tentang macam-macam bentuk muka bumi dan obyek geografi lainnya serta sebaran dari masing-masing bentuk muka bumi dalam suatu wilayah. Bentuk-bentuk muka bumi di dalam peta tidak digambarkan ke dalam bentuk yang sesungguhnya, tetapi digambarkan dalam bentuk simbol. Simbol Kenampakan Bentuk Bumi Berbagai simbol untuk memudahkan pengenalan bentuk bumi terdiri atas; A. Bentuk Alamiah Kenampakan atau bentuk-bentuk alamiah, antara lain samudra/laut, sungai, danau, rawa, dan lain-lain. Bagaimana bentuk-bentuk tersebut digambarkan melalui simbol - simbol
  • - Samudra/Laut
Samudra adalah perairan yang sangat luas di muka bumi. Dalam peta, samudra/lautan digambarkan dengan warna biru (dari biru muda hingga biru tua). Semakin tua warna biru, menunjukkan bahwa laut tersebut semakin dalam. biru sangat muda : kedalaman 0 – 200 m biru muda : kedalaman 200 – 2.000 m biru tua : kedalaman >2.000 m Catatan: Rentang kedalaman sering kali berbeda antara satu peta dan peta lain. Oleh karena itu saat membaca peta harus dilihat penjelasan arti warna pada legenda peta.
  • Sungai
Sungai adalah aliran air tawar di permukaan bumi dengan alur yang terbentuk secara alami. Aliran sungai berawal dari sumber air di hulu dan berakhir di muara. Hulu terdapat di daerah-daerah pegunungan, dan muara dapat berada di laut, danau, atau sungai yang lebih besar. Sungai digambarkan sebagai garis bebas (sesuai aliran) berwarna biru muda dilengkapi keterangan yang ditulis dengan huruf miring (italic). Garis tersebut akan selalu berakhir di batas lautan, danau, atau sungai besar lain.
  • Danau
Danau adalah cekungan luas di daratan yang digenangi oleh air. Danau, meliputi danau alami dan danau buatan yang digambarkan dengan warna biru.
  • Rawa
Rawa adalah dataran rendah yang selalu tegenang air (air hujan, air permukaan tanah, dan lainlain). Rawa dapat ditemui di tengah daratan ataupun di daerah pesisir pantai. Simbol rawa adalah beberapa baris garis putus-putus berwarna biru muda
  • Dataran, perbukitan, dan pegunungan
Kenampakan utama di daratan yang tidak tertutup oleh perairan adalah dataran, perbukitan, dan pegunungan. Dari daerah pesisir yang landai, daratan makin meninggi, dimulai dari dataran, perbukitan, hingga pegunungan.
    • Dataran
    Dataran dapat berupa dataran rendah ataupun dataran tinggi (plateau/plato). Dataran rendah merupakan daerah luas, rendah, dan relatif datar. Ketinggiannya beragam, permukaan bergelombang dengan bukit-bukit rendah. Namun, di antaranya dapat berupa dataran sempurna. Dataran dapat berupa padang sabana, gurun, dataran aluvial, dan sebagainya.
    • Bukit/Perbukitan
    Bukit adalah bagian permukaan bumi yang lebih tinggi dari dataran, tetapi lebih rendah dari gunung (± 200 – 300 m). Perbukitan adalah rangkaian bukit-bukit.
    • Pegunungan
    Pegunungan adalah bagian permukaan bumi yang tinggi, jauh lebih tinggi dari dataran sekitarnya (>620 m), simbol dataran, perbukitan, dan pegunungan digambarkan dengan warna hijau hingga cokelat tua atau ungu kehitaman.
    • Hijau tua : 0 – 100 m
    • Hijau muda : 100 – 400 m
    • Kuning : 400 – 1.000 m
    • Cokelat muda : 1.000 – 1.500 m
    • Cokelat tua : 1.500 – 3.000 m
    Catatan: Rentang ketinggian seringkali berbeda antara satu peta dan peta lain. Oleh karena itu, saat membaca peta harus dilihat penjelasan arti warna pada legenda peta. Deretan pegunungan yang paling tinggi pada umumnya memiliki warna paling tua (cokelat tua atau ungu kehitaman). Puncak-puncak bersalju digambarkan dengan warna putih.
    • Gunung
    Gunung adalah muka bumi berbentuk kerucut atau kubah yang berdiri sendiri. Gunung menjulang ke atas lebih tinggi dari daerah sekitarnya. Ketinggian minimal sekitar 600 meter, gunung dibedakan atas gunung aktif (gunung api) dan gunung mati. Simbol gunung api pada peta adalah segitiga sama kaki berwarna merah. Gunung mati digambarkan dengan segitiga sama kaki berwarna hitam.
B. Bentuk-bentuk buatan manusia Kenampakan berupa bentuk-bentuk buatan manusia (budaya), antara lain jalan, jalan kereta api, bandara, dan sebagainya.
  • Jalan
Jalan adalah jalur sirkulasi yang dibuat oleh manusia (untuk pejalan kaki atau kendaraan). Jalan berfungsi menghubungkan satu tempat dan tempat lain. Jalan dibedakan atas jalan besar (utama) dan jalan-jalan kecil (sekunder). Jalan digambarkan dengan garis berwarna merah. Ketebalan garis tergantung dari besar kecilnya jalan. Misalnya, jalan utama digambarkandengan garis merah tebal.
  • Jalan kereta api
Jalan/ rel kereta api adalah jalur untuk kereta api, yang menghubungkan satu tempat ke tempat lain. Dalam peta, rel kereta api digambarkan dengan garis lurus hitam/abu-abu atau garis hitam lebar beruas-ruas.
  • Berbagai tempat penting
Beberapa simbol digunakan untuk menandai berbagai tempat yang dianggap penting, di antaranya ibukota negara/provinsi, bandara, pelabuhan, dan sebagainya.
Penampang Melintang Bentuk Bumi Permukaan bumi tidak rata. Di wilayah daratan dapat dijumpai dataran rendah, dataran tinggi, plato, gunung dan pegunungan, lembah, cekungan, dan sebagainya. Permukaan bumi yang tertutup air (dasar laut) juga memiliki perbedaan tinggi rendah. Di dasar laut juga dapat dijumpai gunung, lembah, jurang, dan lain-lain. Perbedaan tinggi rendah permukaan bumi disebut relief. Relief dapat dilihat dengan jelas, jika kalian melihat penampang melintang (irisan) daratan maupun dasar laut.
  • Penampang melintang daratan
  • Jika suatu wilayah daratan diiris secara melintang (membuat penampang melintangnya), perbedaan ketinggian seluruh daratan akan terlihat jelas. Sebagai contoh Benua Australia ketika dipotong melintang, maka terdapat penampang melintang tersebut dapat dikenali adanya relief bumi berupa gunung, bukit, dan cekungan. Kenampakan dimulai dari Teluk Collier, yaitu: Gunung Ord (936 m), Plato Kimberly, Gunung Zeil (1511), Danau Eyre , Pegunungan Flinders, Danau Frone, Bukit Brokn, dan Gunung Kosciusko (2.228 m)
  • Penampang melintang lautan
  • Di daratan garis kontur menghubungkan tempat-tempat berketinggian sama, sedangkan kontur pada batimetri menghubungkan tempat-tempat dengan kedalaman sama di bawah permukaan air. Bentuk relief dasar laut,
    - Paparan/selasar benua
    Paparan benua (continental shelf) merupakan kelanjutan wilayah benua (kontinen). Kedalamannya ±200 m. Contohnya Dangkalan Sunda antara Kalimantan, Jawa, dan Sumatera yang berkedalaman ± 40 – 45 meter. Daerah tebing paparan benua disebut tebing benua/kontinen.
    - Dataran abisal
    Dataran abisal (bassin floor) adalah dasar laut yang luas setelah tebing benua, dan mengarah ke laut lepas. Dataran abisal merupakan bagian dari paparan benua.
    - Punggung laut (ridge/rise)
    Punggung laut atau punggung bukit lautan, adalah bentukan di dasar laut yang mirip tanggul raksasa. Panjangnya bisa ribuan kilometer. Punggung laut dibatasi oleh laut dalam di kanan kirinya.Punggung laut yang berlereng curam disebut ridge, sedangkan yang berlereng landai disebut rise.
    - Gunung laut
    Gunung laut adalah bagian yang berdiri sendiri, dan kakinya mulai dari dasar laut. Puncak gunung dapat muncul ke permukaan air. Contohnya Gunung Krakatau di Selat Sunda.
    - Lubuk laut/Basin
    Lubuk laut atau basin/bekken adalah cekungan di dasar laut berbentuk bulat atau lonjong (oval). Basin terjadi akibat pemerosotan dasar laut.
    Palung Laut (Trench / trog) Palung adalah dasar laut sangat dalam dan berdinding curam, yang semakin ke dasar semakin
    menyempit. Palung sempit dan tidak terlalu curam disebut trench, sedangkan jika lebih lebar dan curam disebut trog. Kedalaman palung bisa mencapai ± 7.000 – 11.000 meter.
    - Parit laut
    Parit laut adalah bentukan dasar laut yang terjadi akibat masuknya satu lapisan/lempeng benua ke bawah lapisan/lempeng benua yang lain.
Sumber Informasi Data dan Informasi yang digunakan pada artikel ini berasal dari, Buku Sekolah Elektronik: Ilmu Pengetahuan Sosial 3 (Ratna Sukmayani, dkk.). Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, 2008