Tampilkan postingan dengan label KRISTAL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KRISTAL. Tampilkan semua postingan

Mineral

(krauset.al 1959)
Mineral adalah suatu zat yang terdapat dalam alam dengan komposisi kimia yang khas dan biasanya mempunyai struktur kristal yang jelas, yang kadang-kadang dapat menjelma dalam bentuk geometris tertentu.
Istilah mineral dapat mempunyai bermacam-macam makna; sukar untuk mendefinisikan mineral dan oleh karena itu kebanyakan orang mengatakan, bahwa mineral ialah satu frase yang terdapat dalam alam. Sebagaimana kita ketahui ada mineral yang berbentuk :
  • Lempeng
  • Tiang
  • Limas
  • Kubus
Batu permata kalau ditelaah adalah merupakan campuran dari unsur-unsur mineral.
Setiap mineral yang dapat membesar tanpa gangguan akan memperkembangkan bentuk kristalnya yang khas, yaitu suatu wajah lahiriah yang dihasilkan struktur kristalen (bentuk kristal). Ada mineral dalam keadaan Amorf, yang artinya tak mempunyai bangunan dan susunan kristal sendiri (mis kaca & opal). Tiap-tiap pengkristalan akan makin bagus hasilnya jika berlangsungnya proses itu makin tenang dan lambat.

Kristal

Kristal adalah sebuah benda yang homogen, berbentuk sangat geometris dan atom-atomnya tersusun dalam sebuah kisi-kisi kristal,karena bangunan kisi-kisi kristal tersebut berbeda-beda maka sifatnya juga berlainan. Kristal dapat terbentuk dalam alam (mineral) atau di laboratorium. Kristal artinya mempunyai bentuk yang agak setangkup (symetris) dan yang pada banyak sisinya terbatas oleh bidang datar, sehingga memberi bangin yang tersendiri sifatnya kepada mineral yang bersangkutan.
Benda padat yang terdiri dari atom-atom yang tersusun rapi dikatakan mempunyai struktur kristalen. Dalam suasana yang baik benda kristalen dapat mempunyai batas bidang rata-rata & benda itu dinamakan kristal (HABLUR) & bidang rata itu disebut muka krsital.
Ada 32 macam gelas kristal yang dipersatukan dalam 6 sistem kristal, yaitu:
  1. REGULER, Kubus atau ISOMETRIK ketiga poros sama panjang dan berpotongan tegak lurus satu sama lain (contoh : intan, pirit, garam batu)
  2. TETRAGONAL (berbintang empat) ketiga poros tegak lurus satu sama lain, dua poros sama panjang sedangkan poros ketiga berbeda (contoh chalkopirit, rutil, zircon).
  3. HEKSAGONAL (berbintang enam) Hablur ini mempunyai empat poros, tiga poros sama panjang dan terletak dalam satu bidang, bersilangdengan sudut 120 derajat (60 derajat), tetapi poros ke-empat tegak lurus atas bidang itu dan panjangnya berbeda (contoh apalit, beryl, korundum).
  4. ORTOROMBIS (irisan wajik) ketiga poros tidak sama panjang du poros berpotongan siku-siku dan poros ketiga memotong miring bidang kedua poros tadi (berit, belerang, topaz)
  5. MONOKLIN (miring sebelah) ketiga poros tidak sama panjang, dua dari porosnya berpotongan sorong & poros ketiga tegak lurus atas kedua poros tadi (gips, muskovit, augit)
  6. TRIKLIN (miring, ketiga arah) ketiga poros tidak sama panjang dan berpotongan serong satu sama lain(albit, anortit, distin)
Bentuk kristal dibagi dalam 6 tata hablur yang didasarkan:
  • perbandingan panjang poros – poros hablur
  • besarnya sudut persilangan poros – poros hablur

Gores

kristal / mineral yang mempunyai kekerasan < 7 jika digosokkan pada lempengan porselin yang kasar biasanya meninggalkan ditempat penggosokan tsb suatu garis yang karakteristik dan seringkali berwarna lain dari mineral itu sendiri.
  • Pirit yang warnanya kuning emas meninggalkan garis hitam.
  • Hematit (Fe2O3) yang berkilap kelogam – logaman atau memberigaris merah darah
  • Fluisvat memberikan garis putih (mineral yang berwarna terang tetapi memberi garis putih)

Skala Kekerasan MOH's

Kekerasan adalah sebuah sifat fisik lain, yang dipengaruhi oleh tata letak intern dari atom. Untuk mengukur kekerasan mineral dipakai Skala Kekerasan MOHS (1773-1839).
  1. Talk, mudah digores dengan kuku ibu jari
  2. GIPS, mudah digores dengan kuku ibu jari
  3. Kalsit, mudah digores dengan pisau
  4. Fluorit, mudah digores dengan pisau
  5. Apatit, dapat dipotong dengan pisau (agak sukar)
  6. Ortoklas, dapat dicuwil tipis-tipis dengan pisau dibagian pinggir
  7. Kwarsa, dapat menggores kaca
  8. Topaz, dapat menggores kaca
  9. Korundum, dapat mengores topaz
  10. Intan, dapat menggores korundum
Bentuk Kristal Intan ialah benda padat besisi delapan (OKTAHEDRON)
  1. K = 1 : Talk/Silikat magnesia yang mengandung air
  2. K = 2 : Gips (CaSO4), batu tahu
  3. K = 3 : Kalsit (CaCo3)
  4. K = 4 : Vluispat (CaF2)
  5. K = 5 : Apatit mengandung chloor
  6. K = 6 : Veldspat, kaca tingkap
  7. K = 7 : Kwarsa, pisau dari baja
  8. K = 8 : Topas; Silikat alumunium yang mengandung borium, batu permata
  9. K = 9 : Korsum (Al2O3 dalam corak merah, batu permata delima, corak biru batu nilam/safir)
  10. K = 10 : intan batu permata
Masing-masing mineral tersebut diatas dapat menggores mineral lain yang bernomor lebih kecil dan dapat digores oleh mineral lain yang bernonor lebih besar. Dengan lain perkataan SKALA MOHS adalah Skala relative. Dari segi kekerasan mutlak skala ini masih dapat dipakai sampai yang ke 9, artinya no. 9 kira-kira 9 kali sekeras no. 1, tetapi bagi no. 10 adalah 42 kali sekeras no. 1
K.E. Kinge (1860) dalam Han Sam Kay mengelompokkan batu permata yang dijadikan perhiasan dalam lima belas kelas sebagai berikut :
  1. Batu permata Kelas I, Nilai Keras antara 8 s/d 10
  2. Batu Permata kelas II, Nilai Keras antara 7 s/d 8
  3. Batu permata Kelas III
    Batu permata kelas ini tergolong jenis batu mulia dan batu mulia tanggung, nilai kerasnya kira-kira 7, sebagian besar terdiri dari asam kersik (kiezelzuur), keculai pirus (tuquois)
  4. Batu-Batu mulia Tanggung yaitu batu kelas IV, nilai keras antara 4 – 7
  5. Batu kelas V
    Batu kelas V nilai kerasnya dan kadar berat jenisnya sangat berbeda-beda. Warnanya gelap (kusam) dan kebanyakan agak keruh, tidak tembus cahaya, batunya sedikit mengkilap, dan harganyapun amat murah bila dibandingkan dengan harga batu mulia.
    Dalam kelas ini termasuk batu marmer dan batu kelas V tidak tergolong batu mulia.

Belahan

Belah adalah kecenderungan batu permata untuk membelah kearah tertentu menyusur permukaan bidang rata, lebih spesifik lagi ia menunjukkan kearah mana ikatan-ikatan diantara atom relative lemah dan biasanya reta-retak menunjukan arah belah.
Belahan ialah sifat untuk menjadi belah menurut bidang yang agak sama licinnya
  • belahan baik sekali
  • baik
  • sedang
  • buruk
  • tidak ada belahan sama sekali

Warna

Kenapa kita dapat melihat berbagai warna ?
Warna dapat dilihat ketika terjadi beberapa proses pemindahan panjang gelombang, beberapa menyerap panjang gelombang spesifik dari spektrum yang dapat dilihat. Spektrum yang dapat dilihat terdiri dari warna merah, oranye, kuning, hijau, biru, nila dan violet.
Ketika terjadi pemindahan panjang gelombang akan mempengaruhi energi dan akan terjadi perubahan warna dan jika permata itu mengandung besi biasanya akan terlihat berwarna kelam, sedangkan yang mengandung alumunium biasanya terlihat berwarna cerah, tetapi juga ada mineral yang berwarna tetap seperti air (berkristal) dan dinamakan Idhiochromatic
Disini warna merupakan sifat pembawaan disebabkan karena ada sesuatu zat dalam permata sebagai biang warna (pigment agent) yang merupakan mineral-mineral yaitu : belerang warnanya kuning; malakit warnanya hijau; azurite warnanya biru; pirit warnanya kuning; magatit warnanya hitam; augit warnanya hijau; gutit warnanya kuning hingga coklat; hematite warnanya merah dsbnya.
Ada juga mineral yang mempunyai warna bermacam-macam dan diistilahkan allokhromatik, hal ini disebabkan kehadiran zat warna (pigmen), terkurungnya sesuatu benda (inclusion) atau kehadiran zat campuran (Impurities). Impurities adalah unsur-unsur yang antara lain terdiri dari Ti, V, Cr, Mn, Fe, Co, Ni, Cu, dan biasanya tidak hadir dalam campuran murni, unsur-unsur yang terkonsentrasi dalam batu permata rendah.
Aneka warna batu permata ini sangat mempersona manusia sehingga manusia memberi gelar “mulia” pada batu-batu itu, contoh intan yang hanya terdiri dari satu unsur mineral yakni zat arang merupakan benda yang padat yang bersisi delapan karena adanya zat campuran yang berbeda akan menyebabkan warna yang berbeda : tidak berwarna, kuning, kuning muda, agak kebiru-biruan, merah, biru agak hijau, merah jambu, merah muda, agak kuning coklat, hitam yang dinamakan carbonado, hijau daun. Banyak mineral hanya memperlihatkam warna yang terang pada bagian-bagian yang tipis sekali. Mineral yang lebih besar dan tebal selalu memberi kesan yang hitam, tanda demikian antara lain diperlihatkan oleh banyak mineral.
Warna hijau muda; jika warna tersebut makin tua berarti makin bertambah Kadar Fe didalam molekulnya.

Berat Jenis (BD)

Untuk mengetahui mineral yang belum diketahui Bdnya dipakai alat yang disebut cairan berat :
  • Pertama : Bromoform (ChBr)
  • Kedua : Joodmethylin (Ch2 J2)
  • Ketiga : Cclerici yaitu larutan Thallium malonat formiat
Mineral dengan BD < 2,68 mineral ringan
  • kwarsa: 2,57
  • albit: 2,62
  • oligoklas: 2,64
Mineral dengan BD > 2,68 mineral berat
  • Labradorit: 2,70
  • Anortit: 2,76
  • Augit hornblende: 3,20
  • Maskotit: 2,90
  • Biotitit: 3,00
  • Korundum: 3,20
  • Turmalin
Mineral dengan BD 3,3 – 4 mineral amat berat
  • olifin
  • starolit
  • granat / garnet
Mineral dengan BD > 4 dan kekerasan = 7
  • Zirkon
BD = 2,65 Mineral tergolong dalam fraksi enteng dan bias rangkapnya tergolong rendah yaitu terdiri dari  Kuarsa kristalen; bergkristal (tidak berwarna); amathis atau kecubung  opal = sebetulnya gel asam kersik  chalsedon; jenis kristalnya jenis kripto (kwarsa kripto kristalen); k = 7; struktur kristalnya baru tampak jika dilihat dengan menggunakan mikroskop.  agat; jenis kristalnya jenis kripto (kwarsa kripto kristalen) = k = 7; struktur kristalnya baru tampak jika dilihat dengan menggunakan mikroskop  Oniks, jenis kristalnya jenis kripto (kwarsa kripto kristalen) = k = 7; struktur kristalnya baru tampak jika dilihat dengan menggunakan mikroskop  jaspis  besi kersik  opal tanggung (half opal) = sifat membelah tidak ada pecahannya berupa kerang.
BD = 2,9 – 3,3  Nefrit = Jade = Giok {Ca2 (Mg, Fe)5 (OH)2Si8O22} aktinolit atau Amfibol kalsium magnesium besi; bentuk menyerabut atau asbes tiform; warna kelabu, kehijau-hijauan atau kekuning-kuningan; adanya garis kembar; warna plagioklas putih, kadang – kadang kehijau-hijauan, hijau tua, coklat, hitam, kadang-kadang tembus pandang (transparan), tembus cahaya (Translucent) atau opal; bidang belah berpotongan dengan sudut 550 dan 1250 ; K = 5 – 6; apabila dipanaskan mengeluarkan air yang menunjukkan bahwa ia terbentuk dalam suasana hidro (perhatikan adanya gugusan OH) atau dikenal sebagai AMFIBOL.
BD = 3,3 – 3,6  Epidot ( H2 M4 “M6”’ Si6O26, M”); dari batu-batuan endapan atau sedimen yang lebih tua; k = 6,5; Hijau- hijau kekuning-kuningan, terdapat jenis yang berwarna merah; belahan baik; mengristal monoklin, prisma; bias cahaya dan bias rangkap kuat.
BD = 3,5 – 5,3  Granat/Garnet (M3” M2”’ SiO3O12); dari batuan sedimen tua; kristal reguler; bias cahaya keras, tidak berbias rangkap (Isotrop); K = 7; belahan baik; warna merah, merah coklat, kuning dan hijau jarang, tidak berwarna sama sekali.
BD = 4  Korundum (Al2O3) tersusun sangat padat; tak berwarna –bermacam-macam warna; K = 9; Oktahedron/Hexagonal; Bias tinggi; Bias rangkapnya rendah. (3,9 – 4,1)  Spinel (M” = Mg, Zr, Fe; M”’ = Cr, Al, Mn); hijau tua; K = 7,5 – 8; Biasnya tinggi, Mengkristal secara reguler; bersifat isotrop dalam optiknya; belahannya seringkali buruk
BD = 4,2  Ortit termasuk golongan Epidot hanya dalam persenyawaannya berbeda disebabkan kadar Ce yang tinggi; K= 5,6; merah coklat, coklat merah tua – kuning atau coklat kuning; kristal gemuk seperti prisma;  Turmalin {H9Al3(B.OH)2Si4O19}; K= 7; Heksagonal, belahan buruk, Bias sedang; Pleokroisnya sangat kuat; jernis seperti air, Coklat biru sampai hitam, turmalin biru agak jarang diketemukan.
Tiap-tiap batu permata yang sudah dikenal berat jenisnya dapat diketahui nilai keras batu, dari berat batu dapatlah dihitung kari dari permata tersebut. Karat adalah satuan berat yang setimbang dengan seperlima gram. Satuan ini disebut karat metric. Jika kita timbang berat intan, tidak dikatakan berat intan 1 gram tetapi berat intan adalah 5 karat, demikian yang lain batu rubi beratnya 17,8 karat, batu sapphire 7 karat dsbnya.

Nama-nama batu permata, kristal, dan mineral terkenal


A

  • Amazonite
  • Amber
  • Ametrine
  • Ammolite
  • Andalusite
  • Apatite
  • Axinite
chaly

B

C

  • Chrysoberyl (mata kucing): Alexandrite
  • Chrysocolla
  • Chrysolite (krisolit)
  • Chrysoprase
  • Coral
  • Cordierite
  • Cubic Zirconia

D

  • Danburite
  • Kristal Diamonds (berlian)
  • Dinososaur Bone
  • Dolomite
  • Drusy

E

  • Euclase

F

  • Fluorite

G

H

  • Heliodore (Beryl)
  • Hematite

I

  • Iolite

J

K

  • Kunzite

L

  • Labradorite: Spectrolite
  • Permata Lapis Lazuli
  • Larimar

M

N

  • Nephrite (jade)

O

P

  • Padparadscha
  • Palmwood
  • Permata Pearl (mutiara)
  • Pectolite
  • Permata Peridot
  • Pyrope
  • Kristal Pyrite

Q

  • Kristal Quartz (Kuarsa): termasuk didalamnya Aventurine, Carnelian, Citrine,

R

S

T

V

  • Violan

Y

  • Yag

Z

  • Zircon

Nama-nama Batu Permata berdasarkan urutan Kekerasan menurut Skala Mohs

Skala 10
Diamond
Skala 9
Padparadscha
Ruby Sapphire

Skala 8,5 Chrysoberyl Cubic Zirconia
Skala 8,25 Yag
Skala 8 Topaz Spinel
Skala 7,5- 8 Beryl Phenakite
Skala 7,5 Euclase Zircon
Skala 7 – 7,5 Andalusite Cordierite Iolite Pyrope Rhodolite garnet

Skala 7 Quarz Tourmaline Danburite
Skala 6,5 - 7,5 Grossular garnet Spessartite garnet
Skala 6,5 - 7 Axinite Jadeite Peridot Hessonite garnet Demantoid garnet

Skala 6,5 Chalcedony GGG Hematite Idocrase Scapolite (yellow) Zoisite
Skala 6 – 7,5 Almandine garnet
Skala 6 - 7 Cassiterite Spodumene Olivine
Skala 6 – 6,5 Adularia moonstone Albite moonstone Benitoite Labradorite
Skala 6 Amazonite Orthoclase Rutile Zircon
Skala 5,5 - 6 Anatase rutile Opal Rhodonite
Skala 5 - 6 Turquoise (pirus) Nephrite jade Diopside Lapis Apatite Enstatie Strontium titanate Sphene

RUBY

Di Indonesia kalau kita berbicara tentang batu permata umumnya yang terbayang adalah dua hal yakni batu yang diyakini mempunyai tuah (misal kebal terhadap bacokan golok) atau berlian. Sebetulnya kalau kita berbicara tentang batu permata adalah ketika batu tersebut bisa diuji dengan beberapa metoda yang sudah diakui secara international antara lain dengan mengukur kekerasannya dengan menggunakan suatu alat tertentu yang bisa menunjukkan nilai keras suatu permata dalam Skala kekerasan Moh’z. semakin tinggi nilai kekerasannya semakin baik batu tersebut. Jumlah batu permata mencapai ribuan jenis yang dibentuk dari unsur kimia tertentu berdasarkan ilmu geologi, tetapi diyakini adapula batu yang disebut batu mustika yang konon berasal dari vegetasi, binatang dll. Bahkan sebagian besar orang didunia ini masih meyakini bahwa batu permata dapat mempengaruhi pemakainya yang didasarkan hari kelahiran yang diimplementasikan pada bintang kelahiran, seperti ruby diyakini bagus bagi orang yang lahir pada bulan juli (Cancer).. Disini akan kita ulas sedikit batu permata yang dikatakan sebagai rajanya dunia batu permata yaitu Ruby atau orang Indonesia ada yang menamakannya Batu Merah Delima. Untuk menentukan keaslian Batu mirah delima diyakini oleh sebagian orang adalah jika batu tersebut direndam dalam air, maka airnya akan berwarna merah darah bahkan air disekitarnya bisa menjadi merah pula (walahu alam).
Pada masa lampau Ruby digunakan sebagai pengobatan alternatif untuk penawar racun atau untuk meracuni, untuk menghindarkan orang dari wabah, untuk membuang duka cita, untuk menindas sikap sombong, dan untuk mengalihkan pikiran dari berfikir untuk berbuat jahat bahkan dapat mengubah logam jadi emas. (Sumber: Kamus Brewer'S). Bahkan sebagian orang mengatakan ruby dapat dipakai sebagai perantara akan cita-cita yang diinginkan, meramalkan kamu atau keberuntungan dalam spekulasi bisnis atau cinta terhadap seorang perempuan atau untuk menghilangkan sikap acuh tak acuh kekasihnya. (Sumber: Tafsir.Sepuluh Ribu Bermimpi) Menurut istilah kimia ruby adalah suatu variasi merah tua aluminium oksida yang jernih dan bersih, dihargai sebagai batu mulia: juga disebut merah delima murni, ruby oriental (European union ) Ruby Adalah suatu variasi merah aluminium oksida batu-permata, warna yang disebabkan oleh sebagian besar unsur logam pelapis chrom. Yang sangat berharga untuk aluminium oksida yang alami adalah ruby ( dari bahasa Latin yang berarti Rubrum atau, ' merah'). warna suatu ruby sangat bervariasi dari yang merah jambu sampai ke suatu merah yang sangat lembayung RUBY mempunyai warna merah terang anggur bebas dari warna coklat atau warna warna ungu atau warna yang kuat atau terang yang mengingatkan kepada warna darah atau buah kersen atau buah tomat atau merah delima. Warna merah ini terdiri atas alumunium yang tercampur dengan chrominium (Cr); akan tetapi kalau tercampur dengan sedikit Titanium (Ti) warnanya berubah menjadi biru dan namanya safir, jika tercampur dengan zat besi warnanya berubah menjadi kuning yaitu safir kuning. Ruby adalah batu yang tergolong pada mineral korundum, dan meraupakan batu-permata paling keras pada urutan kedua dalam suatu skala MOHS dengan nilai 9. artinya jika dibandingkan dengan intan; hanya intan yang lebih keras daripada ruby. Ingat-Ingat bahwa ini skala adalah berdasarkan atas kekerasan berdasar pada tekanan karena goresan dalam satu system nilai skala MOHS dan bukan terhadap benturan dengan benda lainnya (palu misalnya); berat jenisnya 3,99 – 4. Ruby ditemukan Asia, Afrika, Myanmar, Sri Lanka dan Thailand. dan Australia,meskipun demikian mereka telah pula ditemukan diMontana dan Selatan Carolina. Ruby yang paling terkenal didunia adalah dari Birma, yang mana sekarang disebut Myanmar. Dimana ruby dari tambang Myanmar adalah lebih tua dari sejarah yaitu zaman batu dan pada pekerjaan tambang untuk perkakas di zaman perunggu mereka telah menemukan pertambangan di area Mogok. Legenda merah ruby dari tambang yang ada di dalam area Mogok sering mempunyai suatu warna merah murni, yang mana diuraikan seperti " pigeon's-blood" dimana istilah itu adalah sangat fantastis dibanding suatu standard praktis yang nyata di dalam dunia perdagangan hari ini. Myanmar juga menghasilkan ruby yang memancarkan gemerlap kemerah merahan yang sangat keras dan adalah juga sangat indah kemilaunya dan hidup. Banyak dari ruby dari Myanmar mempunyai suatu pijaran (fluorescence) kuat ketika disoroti oleh sinar ultraviolet seperti mereka disorot oleh cahaya matahari, yang akan memberikan berkas lapisan warna ekstra. Ruby Myanmar mempunyai suatu reputasi pada warnanya yang hidup berkemilau ketika mereka di bawah sorotan cahaya yang menerangi semuanya. Thailand adalah juga dikenal memproduksi ruby, namun mereka kelasnya masih dibawah Myanmar dan nilainya ,masih lebih rendah dan warna ruby dari Thailan adalah merah pink keteduhan kadang-kadang tersirat warna keunguan.

Hematite

 

 Stone's names: Hematite, Haematite.

Color: Hematites occur in opaque red or red-brown.

Description: Fe2O3 Iron oxide. Hematite is a silvery, shiny opaque stone that almost looks like metal. Hematite is heavy and relatively hard oxide mineral, that constitutes the most important iron ore because of its high iron content (70 percent) and its abundance.

The name's origin: Hematite derives its name from the Greek word haem (blood ) in allusion to its red color.

Varieties: Many of the various forms of hematite have separate names.
The steel-gray crystals and coarse-grained varieties have a brilliant metallic lustre and are known as specular iron ore or looking glass ore. They are used as intaglios in men's signet rings.
Thin scaly types are called micaceous hematite.
Much hematite occurs in a soft, fine-grained, earthy form called red ochre or ruddle.
Intermediate between these types are compact varieties, often with a reniform surface (kidney ore) or a fibrous structure (pencil ore). Red ochre is used as a pigment in paints and crayons, a purified form, rouge, is used to polish plate glass.

From the stone history: Ancient Egyptians used hematites as ornamental objects placed inside their tombs. Red ochre was used by preistoric artists in their cave paintings. Nowdays hematite may also be used as a polishing powder and as a paint pigment.

Shopping guide: As hematite hardness is 5.5 - 6.5 it will scratch glass, but is in turn scratched by quartz. It can be identified by this property and by its streak, which is the color of the dried blood.

Healing ability: Garnet helps fighting against venereal diseases, it has a positive influence on a bladder. This stone also helps to treat hysteria.

Mystical power: Said to be a good healing and grounding stone, it strengthens the body and improve resistantance to life's stresses. Hematite inspire inner life and helps to keep inward peace.

Deposits: The most important deposits of hematite come from a sedimentary deposit: the Lake Superior district in North America. Other important deposits include Minas Gerais (Brazil), Cerro Bolivar (Venezuela), Labrador, and Quebec.

The information for mineralogist:
Hardness: 5.5-6.5.

TOPAZ



  • Chemistry: Al 2 SiO 4 (F, OH) 3, Aluminum silicate fluoride hydroxide.
  • Class: Silicates

     



Purple Flourite

Megan's Fun Facts: Colored Stones from Brazil -- EMERALD

Emeralds have the most beautiful, intense and radiant green color imaginable. Known as the birthstone for May and the traditional gift for the 20th and 35th wedding anniversary stone, the green color represents life, renewal, harmony, beauty and constant love.

Part of the beryl family, the emerald has traces of chromium and vanadium which are responsible for the fascinating color. Normally, these two elements are concentrated in different parts of the Earth's crust to beryllium, so the emerald should, strictly speaking, not exist at all. But during intensive tectonic processes such as orogenesis, metamorphism and erosion of the land, these contrasting elements found each other and crystallized out to make one of our most beautiful gemstones.

The emerald’s hardness protects it from scratches, but its brittleness and many fissures can make cutting, setting and cleaning rather difficult. The high value of the raw crystals and the frequent inclusions makes cutting emeralds especially challenging. Gem cutters have developed a special cut just for this gem, naturally, called the emerald cut. The clear design of this rectangular or square cut with its beveled corners brings out the beauty of this valuable gemstone and protects it from mechanical strain.

Today, many emeralds are enhanced with colorless oils or resins. This is a general trade practice, but it does have the consequence that they react very sensitively to inappropriate treatment. For example, they cannot be cleaned in an ultrasonic bath. The substances that may have been used by the cutter during his work, or applied subsequently, seal the fine pores in the surface of the gem. Removing them will end up giving the stone a matte appearance. For this reason, emerald rings should always be taken off before hands are submerged in water containing cleansing agent.

Only seldom will a large emerald with good color and good transparency be found. That is why fine emeralds are so valuable. In top quality, fine emeralds are even more valuable than diamonds.

One of the world's largest is the so-called 'Mogul Emerald'. Found in 1695, it weighed 217.80 carats and was 10cm tall. Prayer texts are inscribed on one side and magnificent floral ornaments on the other side. This legendary emerald was auctioned by Christie's of London to an unidentified buyer for $2.2 Million on September 28, 2001.

Brazil is one of the largest volume producers of emerald in the world, and the states of Minas Gerais, Bahia, and Goias have the largest deposits in the country. Significant emerald deposits in Minas Gerais are found at the Capoeirana mine and Itabira mine in Nova Era, Municipio Itabira. Brazil has been known to produce large rough emeralds up to 200 carats in size.

Megan's Fun Facts: Colored Stones from Brazil -- AMETHYST

Amethyst – known to many to be a stone for friendship - is the birthstone for February and represents the 6th wedding anniversary. Gemstone therapists say that the amethyst has a sobering and cleansing effect. In popular belief, the amethyst offers protection against drunkenness - for the Greek words “amethystos” mean “not intoxicated”. In earlier times, people liked to drink wine from amethyst cups, which explains the stone's protective function against alcoholism. Sudden changes of temperature can also be harmful to the stone. Its purple color made it a stone of royalty for many thousands of years.


Amethyst is the most valued member of the quartz family. It displays a range of shades from deep purple, light lilac, lavender and mauve. Amethyst may exhibit one or both secondary hues of red and blue. Top quality amethyst is considered a deep medium purple with rose-colored flashes. The ideal grade is called "Deep Siberian" and has a primary purple hue of around 75–80%, with 15–20% blue and (depending on the light source) red secondary hues.

Green quartz is sometimes called green amethyst. Other names for green quartz are prasiolite, vermarine or lime citrine. Amethyst generally becomes yellow when exposed to heat. Much of the citrine, cairngorm and yellow quartz is said to be "burnt amethyst".

In the 19th century, the color of amethyst was attributed to the presence of manganese. Recent studies have shown a complex interplay of iron and aluminum is responsible for the color. When manganese is present in clear quartz, amethyst is produced. The amount of iron contained in the specimen accounts for the depth of purple color. The amethyst has its hardness, moderate refraction and weight in common with the other quartzes, but the crystal structure is different, and most unconventional. The construction is stratified, as a result of which areas and lamellae of varying color intensity often come about. This explains why there are relatively few large cut amethysts of an evenly distributed dark color.

Amethyst is produced in abundance from the Brazilian state of Minas Gerais where it occurs in large geodes (“amethyst-grotto”) within volcanic rocks. Brazilian state Rio Grande do Sul is a large world producer exceeding in quantities of Amethyst. Most of the material from Brazil is light-colored and tender purple.

Megan's Fun Facts: Colored Stones from Brazil -- TOURMALINE


Tourmaline is a crystal silicate mineral compounded with elements such as aluminum, iron, magnesium, sodium, lithium, or potassium. Tourmaline is classified as a semi-precious stone and the gem comes in a wide variety of colors. No two tourmalines are exactly alike. Usually, iron-rich tourmalines are black to bluish-black to deep brown, while magnesium-rich varieties are brown to yellow, and lithium-rich tourmalines are almost any color: blue, green, red, yellow, pink etc. Rarely, it is colorless. Bi-colored and multicolored crystals are common, reflecting variations of fluid chemistry during crystallization. Crystals may be green at one end and pink at the other, or green on the outside and pink inside: this type is called watermelon tourmaline. Some forms of tourmaline are dichroic, in that they change color when viewed from different directions.

Almost every color of tourmaline can be found in Brazil, especially in the Brazilian states of Minas Gerais and Bahia. In 1989, miners discovered a unique and brightly colored variety of tourmaline in the state of Paraíba. The new type of tourmaline, which soon became known as "paraiba tourmaline", came in unusually vivid blues and greens. These colors were often described as "neon" since they appeared to glow. Brazilian paraiba tourmaline is usually heavily included. Much of the paraiba tourmaline from Brazil actually comes from the neighboring state of Rio Grande do Norte. Material from Rio Grande do Norte is often somewhat less intense in color, but many fine gems are found there. It was determined that the element copper was important in the coloration of the stone.

Tourmalines are known as October’s birthstone, and are gifted for the 8th wedding anniversary.


Zircon

Zircon - diamonds-and-crystals photo
emerald (beryl)

emerald (beryl) - diamonds-and-crystals photo
Ruby

Ruby - diamonds-and-crystals photo
Rose Quartz

Rose Quartz - diamonds-and-crystals photo
citrine

citrine - diamonds-and-crystals photo
Citrine

Citrine - diamonds-and-crystals photo
Chrysocolla

Chrysocolla - diamonds-and-crystals photo
Chalcopyrite

Chalcopyrite - diamonds-and-crystals photo
Calcite(orange)

Calcite(orange) - diamonds-and-crystals photo
Carnelian

Carnelian - diamonds-and-crystals photo
Bloodstone

Bloodstone - diamonds-and-crystals photo
Red Agate

Red Agate - diamonds-and-crystals photo