Tampilkan postingan dengan label imahagi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label imahagi. Tampilkan semua postingan

Dubes India Resmikan Musium dan Perpustakaan Peta Pertama di Yogyakarta

Duta Besar India untuk Indonesia, H.E Mr Biren Nanda, meresmikan Musium dan Perpustakaan Peta di Fakultas Geografi UGM, Kamis sore (30/10). Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti yang dilakukan oleh Dubes India, Biren Nanda, Wakil Rektor bidang Alumni dan Pengembangan Usaha UGM, Prof Ir Toni Atyanto Dharoko MPhil PhD, dan Dekan Fakultas Geografi Prof Dr Suratman MSc.

Dubes India Resmikan Musium

Dekan Geografi UGM Prof Dr Suratman MSc mengatakan tujuan didirikannya musium dan perpustakaan peta ini dalam rangka memberikan gambaran kepada pengunjung tentang sejarah perkembangan peta dan proses pemetaan. Selain itu, juga menyediakan wadah pembelajaran kepada mahasiswa dan masyarakat luas tentang proses penyususnan peta dan mafaatnya untuk berbagai bidang kegiatan.

Dubes India Resmikan Musium

“Besar harapan saya musium ini bisa memberikan banyak informasi tentang peta, karena banyak kalangan yang tidak banyak tahu tentang fungsi peta, bagaiman cara membaca sebuah peta, bagaimana membuat peta yang baik dan bagaimana menentukan posisi lokasi di dalam peta,” katanya,

Diakui oleh Suratman, aktivitas musium ini nantinya berhubungan erat dengan jalur pendidikan dan pelayanan sehingga masyarakat luas memiliki akses untuk mengunjungi musium ini. Dirinya menegaskan bahwa musium ini merupakan musium peta pertama yang berdiri di Yogyakarta

“Musium ini akan sangat berguna untuk semua masyarakat dan barangkali ini menjadi musium peta pertama di Yogyakarta,” ungkapnya.

Sementara, Sekjen Ikatan Mahasiswa Geografi Indonesia (IMGI), Mashudi Majeri, kepada wartawan mengatakan, peresmian musium peta ini sebagai cikal bakal adanya musium peta di Yogyakarta sebagai salah satu bentuk kontribusi yang diberikan oleh IMGI dalam membantu meningkatan pengetahuan di bidang geografi.

“Ini embrio awal yang dilakukan oleh mahasiswa geografi indonesia dalam memberikan sedikit kontribusinya di bidang pengetahuan,” kata mahasiswa Geografi UNY ini.

Pembukaan acara persemian musium ini dimulai dengan penampilan tarian “Gending Sriwijaya” asal Sumatera Selatan yang dibawakan oleh mahasiswa jurusan senitari UNY. Dalam penampilannya secara simbolis mengalungkan bunga kepada Dubes India sebagai ungkapan ucapan selamat datang.

“Pemilihan tarian asal sumatera ini sengaja kami hadirkan karena melihat hubungan budaya yang cukup erat antara India dengan kerajaan Sriwijaya di masa lalu,” kata Mashudi Majeri.

Usai meresmikan musium dan perpustakaan peta, Dubes India berkesempatan mengunjungi lokasi gedung musium dan perpustakaan peta yang terletak di sayap utara Fakultas Geografi. Dalam musium tersebut, Dubes menyaksikan berbagai koleksi peta-peta dari berbagai generasi, mualai dari peta abad ke 18 sampai dengan peta modern dalam bentuk format cetak (hardcopy) maupun format digital (softcopy). Dalam musium ini juga tersedia berbagai alat dan sumber data berbagai macam teknologi informasi untuk menyusun peta sebagai sarana utama kajian geografi. (Humas UGM/Gusti Grehenson)

Perlu, Pembentukan SDM Berdaya Saing TI

Event IMAHAGI 25/10/2008 09:36:37 YOGYA (Kedaulatan Rakyat) - Perkembangan teknologi informasi (TI) di Indonesia sekarang ini masih jauh tertinggal dengan negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara. Masih banyak masyarakat Indonesia belum terjamah kemajuan teknologi. Untuk itu perlu upaya pembentukan SDM yang lebih kompetitif dalam menghadapi pasar bebas dan mampu berdaya saing di dalam negeri maupun di luar negeri, melalui penguasaan TI. Demikian dikemukakan ketua panitia seminar internasional sistem teknologi informasi, Nico Setyo Utomo, terkait diselenggarakannya seminar ‘Kebijakan dan Arahan Perkembangan Sistem Teknologi Informasi Indonesia India dalam Bidang Pendidikan dan Non Kependidikan’ dan International Scholarship Expo 2008, Kamis (30/10), di Auditorium UNY Karangmalang Yogya. Seminar diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Geografi Fakultas Ilmu Sosial dan ekonomi (FISE) UNY bekerjasama dengan Ikatan Mahasiswa Geografi Indonesia (Imahagi). Menghadirkan keynote speaker, Kedubes India untuk Indonesia, Biren Nanda dan pembicara pengamat hubungan international India Indonesia, Prof Jay Singh Yadav, pakar teknologi India, Banrie Gie, pakar teknologi informasi Indonesia, Proyo Danoedoro PhD, pakar pendidikan Indonesia Prof Suwarsih Madya. Menurut Nico, India merupakan salah satu negara berkembang di kawasan Asia selatan. Negara dengan populasi penduduk terbanyak nomor dua setelah Cina mempunyai kesamaan dengan Indonesia. Perkembangan India terhadap teknologi dan informasi sekarang ini meningkat pesat, hal itu terbukti bahwa India menjadi salah satu macan Asia karena TI dengan sebutan negara software yang dulu dipegang oleh negara-negara di kawasan Asia Timur. “Dalam konteks seperti ini perlu ada dialog antara praktisi, akademisi dan stakeholders sistem teknologi informasi bagi tumbuh dan berkembangnya sistem teknologi informasi yang produktif dan inovatif di Indonesia,” ujarnya. Tujuan seminar ini, lanjutnya, menggali dan mempertemukan pemikiran- pemikiran kreatif dari mahasiswa, praktisi dan stakeholders yang diperlukan untuk pengembangan pendekatan inovatif dalam perencanaan dan optimalisasi sistem informasi. (Ben)-f Pendekatan ini diharapkan mampu mengembangkan sistem komunikasi kelembagaan berbasis teknologi informasi, juga mengantisipasi dinamika kompetisi bebas dalam perkembangan teknologi informasi skala internasional yang berlandaskan pada pendekatan akademik dan sistemik untuk membangun keunggulan kompetitif sistem teknologi informasi nasional yang berbasis kampus agar mampu bersaing di kancah internasional. Sementara Scholarship Expo 2008 akan dihadiri oleh banyak partisipan dari berbagai negara antara lain: Japan JASSO, AEC Australia, IDP Australia, Nuffic Neso Belanda, Aminef Amerika, APU. Ditambahkan, UNY merupakan salah satu universitas di Indonesia yang berbasis teknologi informasi. Salah satu tujuan penyelenggaraan kegiatan yaitu mengembangkan sistem komunikasi kelembagaan berbasis teknologi informasi. UNY mempunyai sarana dan prasarana yang sangat mendukung dalam membuat dinamika kampus yang berbasis teknologi informasi dengan pusat komputer (Puskom) dan lebih dari 13 titik hot spot di lingkungan kampus yang bisa diakses selama 24 jam non stop. (Ben)- Seminar Internasional IT YOGYAKARTA – Himpunan Mahasiswa Geografi FISE Universitas Negeri Yogyakarta bekerja sama dengan Ikatan Mahasiswa Geografi Indonesia (Imahagi) akan mengadakan seminar internasional ’’Kebijakan dan Arahan Perkembangan Sistem Teknologi Informasi Indonesia-India dalam Bidang Pendidikan dan Non-Kependidikan’’, serta International Scholarship Expo 2008, Kamis (30/10), bertempat di Auditorium Yogyakarta State University. Seminar akan menghadirkan keynote speaker Dubes India untuk Indonesia Mr Biren Nanda dengan pembicara pengamat hubungan international India-Indonesia Prof Jay Singh Yadav, pakar teknologi India Mr Banrie Gie, pakar teknologi informasi Indonesia Proyo Danoedoro PhD, dan pakar pendidikan Indonesia Prof Suwarsih Madya. (P12-70)..Sumber: http://www.suaramerdeka.com/smcetak/index.php?fuseaction=beritacetak.detailberitacetak&id_beritacetak=36754

Menanti Visi Misi Calon Pemimpin yang Peduli Lingkungan Hidup

Artikel SUARA MAHASISWA / OPINI dimuat oleh SKH Kedaulatan Rakyat 12 Februari 2009 Oleh : Rudiono *) Event periodik bernama pesta demokrasi Pemilihan Umum (Pemilu) segera akan diselenggarakan di negara kita. Penyelenggaraan Pemilu tahun 2009 ini baru akan dimulai di bulan April untuk memilih wakil rakyat di lembaga legislatif. Baru kemudian pemilihan langsung presiden dan wakil presiden yang sedianya dilaksanakan di bulan Juli 2009. Walaupun pemilihan presiden dan wakil presiden baru akan diselenggarakan sekitar lima bulan lagi, namun sepertinya gema pencapresan beserta wacana-wacana politik telah berkembang dan mengarah pada opini tentang capres dan cawapres mendatang. Oleh karenanya muncul berbagai spekulasi dan intrik-intrik politik dari masing-masing calon. Sebut saja Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang baru-baru ini mengadakan rakornas di Kota Solo. Isu yang berkembang semula mengetengahkan nama-nama calon wakil presiden yang akan mendampingi Megawati Sukarno Putri sebagai calon presiden yang diusung oleh partai berlambang banteng moncong putih itu. Dari lima calon wapres yang direkomendasikan kader partai itu sebagian besar adalah wajah-wajah lama yang memiliki kans masing-masing dihadapan pendukungnya. Bahkan terkesan bahwa calon wapres yang diusulkan itu adalah rival-rival politik yang nantinya akan sama-sama bersaing menjadi presiden di Pemilu 2009 nanti. Belum lagi ditambah calon presiden independent yang ikut meramaikan bursa. Terbukti atau tidak, yang jelas rakyat Indonesia menanti seorang pemimpin yang punya komitmen tinggi untuk membawa masyarakat Indonesia menuju kesejahteraan. Hal yang akan kita soroti kali ini adalah visi dan misi serta program yang diusung masing-masing calon. Sekedar nostalgia pada iklan kampanye beberapa waktu lalu. Wiranto yang digadang Partai Hanura menebar pesona lewat program unggulannya yang menyoroti tentang kemiskinan. Megawati yang getol-getolnya mengangkat penderitaan “wong cilik” akibat mahalnya harga sembako. Maupun Prabowo dengan kepeduliannya untuk mengangkat kaum petani dan pedagang pasar agar dapat hidup lebih baik dan terlindungi oleh persaingan pasar modern. Tentunya semua calon mempunyai ikon masing-masing. Namun sepertinya calon presiden yang secara terang-terangan memiliki visi misi untuk memperbaiki lingkungan hidup belum muncul, atau bahkan tidak ada untuk saat ini. Belum ada iklan kampanye capres yang menyoroti masalah lingkungan hidup secara tegas, walaupun dari materi iklan ada sedikit berbau lingkungan hidup, tapi tidak spesifik. Memang isu lingkungan hidup dapat dikatakan masih kalah dibandingkan dengan isu-isu kemanusiaan dan kesejahteraan rakyat. Barangkali ini yang semestinya kita amati. Sebab, melihat kondisi negara kita saat ini masalah lingkungan hidup perlu segera diselesaikan dan dibenahi dengan baik. Apalagi negara kita adalah negara yang rentan adanya bencana alam. Bencana alam sewaktu-waktu mengancam kita baik itu yang terjadi secara alami maupun yang disebabkan oleh ulah tangan manusia sendiri seperti banjir dan tanah longsor. Dalam konteks ini, negara terutama pemimpin memiliki andil besar dalam upaya penyadaran terhadap bencana alam dan bencana lingkungan bagi seluruh rakyat sesuai dengan amanat Undang – Undang tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup No.23 tahun 1997. Sebenarnya jika kita selidiki secara mendalam isu-isu kemanusiaan dan kesejahteraan rakyat dapat saja muncul dan bersumber dari permasalahan lingkungan hidup. Seperti misalnya derita korban semburan Lumpur Panas Lapindo yang hingga saat ini masih ada yang terlunta-lunta nasibnya. Janji ganti rugi yang diharapkan dirasa lama dan berbelit-belit prosedurnya. Belum lagi kasus pencemaran Teluk Buyat yang menyita perhatian publik kala itu hingga saat ini masih belum jelas perkaranya. Masyarakat Buyat Pante yang kemudian harus migrasi ke daerah lain yang lebih aman masih ingin merebut kembali hak-haknya di tempat mereka lama hidup dahulu. Masalah lain yang saat ini diperjuangkan oleh rekan-rekan aktivis lingkungan bersama masyarakat sekitar adalah tuntutan pengelolaan secara bijak Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Cilacap. Sebab sejak beroperasinya PLTU itu masyarakat yang tinggal di sekitar PLTU mengalami penurunan kualitas lingkungan, akibatnya kesehatan mereka terancam oleh debu dari tumpukan batubara yang mengotori perkampungan warga. Yang lebih sering terjadi dan ini bisa dikatakan sebagai bencana musiman ialah bencana banjir dan tanah longsor. Ini memang salah satu faktornya diakibatkan oleh ulah tangan manusia, padahal manusia sendiri yang akan merugi karenanya. Kejadian-kejadian tersebut merupakan masalah lingkungan hidup yang segera harus diatasi. Walaupun dalam UULH No.23 tahun 1997 negara telah mengatur seperti dalam pasal 5 berbunyi: “Setiap orang mempunyai hak yang sama atas lingkungan hidup yang baik dan sehat”. Namun pada prakteknya belum diatur mekanisme yang tegas untuk menyelesaikan konflik-konflik lingkungan terutama untuk memenuhi hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat itu. Kembali pada semaraknya pesta demokrasi tahun ini, kita sama-sama menanti komitmen calon pemimpin yang secara tegas mengangkat isu lingkungan hidup demi terwujudnya masyarakat Indonesia yang sejahtera. *) Mahasiswa Pend. Geografi Universitas Negeri Yogyakarta, Pengurus Besar Ikatan Mahasiswa Geografi Indonesia 2008-2010.

Mega Seminar Nasional Dan Temu Akbar Geografi Indonesia ( Mahasiswa-Guru-Dosen Geografi Se-Indonesia )

Ditulis oleh imahagi di/pada Oktober 27, 2009

TEMA KEGIATAN

Kegiatan ini mempunyai tema “Revitalisasi Fungsi Dan Peran Geografi Dalam Pendidikan Dan Pembangunan Indonesia”.

DASAR PEMIKIRAN

Geografi merupakan bagian dari ilmu sosial dan alam yang berusaha menyumbangkan semua kajian yang ada di dalamnya agar bisa dimanfaatkan oleh manusia. Geografi yang mempunyai konsep, pendekatan dan berbagai macam kajian yang menggambarkan seperti apakah hal-hal yang dipelajari baik secara khusus maupun secara umum. Geografi juga bisa dimodifikasikan dengan ilmu-ilmu lain yang berkaitan dengan kajian geografi dan tentunya pada akhirnya akan menciptakan hal-hal baru yang sebelumnya belum dimunculkan. Inilah yang akan menambah variasi fungsi-fungsi dan peran-peran geografi dalam berbagai aspek. Maka dari itu Ikatan Geograf Indonesia, Ikatan Mahasiswa Geografi Indonesia dan Himpunan Mahasiswa Pendidikan Geografi Universitas Negeri Yogyakarta bersama-sama berkeinginan menyumbangkan pemikiran untuk pembangunan bangsa, baik dalam dunia pendidikan maupun pembangunan secara umum.

Ikatan Geograf Indonesia (IGI) adalah organisasi propesi yang beranggotakan dosen dan Guru Besar Geografi seluruh Indonesia yang bersifat intra dan antar universitas dan merupakan organisasi yang mengkoordinasikan kelembagaan geografi seluruh Indonesia, berorientasi pada perwujudan geografi menjadi insan akademis, profesional dan ikut berperan aktif dalam menyukseskan pembangunan nasional.

Ikatan Mahasiswa Geografi Indonesia (IMAHAGI) adalah organisasi mahasiswa Geografi yang bersifat intra dan antar universitas dan merupakan satu-satunya organisasi yang mengkoordinasikan kelembagaan mahasiswa Geografi seluruh Indonesia. IMAHAGI yang secara historis lahir pada tanggal 27 September 1987 di Yogyakarta, merupakan hasil gagasan dari beberapa mahasiswa geografi UGM, UMS, dan IKIP Negeri Yogyakarta waktu itu. IMAHAGI berorientasi pada perwujudan mahasiswa geografi menjadi insan akademis yang profesional dan ikut berperan aktif konstruktif dalam pembangunan.

Sedangkan mahasiswa secara umum sebagai orang yang berpendidikan dan agen perubahan hendaknya dituntut lebih kritis dan lebih aktif dalam menyikapi berbagai macam fenomena yang terjadi di sekitarnya. Mahasiswa sebagai calon pendidik dan para guru khususnya geografi yang sudah terjun dalam dunia pendidikan hendaknya harus bisa menjadi perantara bagi masyarakat awam untuk menjelaskan dan memahamkan kepada mereka tentang fungsi dan peran geografi baik dalam pendidikan maupun pembangunan bangsa. Karena seperti yang kita ketahui bahwa geografi itu sendiri yang mempelajari tentang Litosfer, Atmosfer, Biosfer, Hidrosfer dan Antroposfer secara langsung maupun tidak langsung sangat berkaitan erat dalam kehidupan manusia, sehingga sudah semestinya geografi harus lebih dikembangkan baik dalam pendidikan maupun pembangunan bangsa ini.

Dalam konteks seperti ini perlu ada dialog antara praktisi, akademisi dan stakeholder Geografi. Dari para praktisi, baik dari sektor swasta maupun Pemerintah, diharapkan dapat dipaparkan pengalaman praktis, dan dari para akademisi diharapkan dapat dipaparkan ide–ide kreatif dan inovatif dalam menangani masalah pembangunan, perencanaan dan pendidikan yang lebih baik. Sedangkan para stakeholder diharapkan dapat memberikan masukan kebijakan dan dukungan sehingga tercipta suatu lingkungan yang kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya pendidikan dan pembangunan yang produktif dan inovatif di Indonesia.

Upaya Geografi dalam pembangunan bangsa ini, tidak akan berarti jika mayarakat geografi sendiri tidak turun langsung ke lapangan. Pembangunan di bumi pertiwi saat ini sudah tidak dapat menunggu lagi. Kerusakan lingkungan yang saat ini terjadi, sudah tidak dapat ditolerir lagi. Kerusakan hutan, polusi dan bencana-bencana yang mengikutinya sudah kian menjepit dan meringsekkan rusuk-rusuk bumi. Kinilah, saatnya beraksi, saatnya bergerak dan beraksi memberikan pemikiran untuk bumi pertiwi ini.

Melihat gambaran fenomena tersebut, maka untuk merefresh, meningkatkan dan menguatkan kembali fungsi dan peran georafi yang kemudian pada akhirnya bisa diwujudkan dalam bidang pendidikan dan pembangunan bangsa secara konkret, maka Ikatan Geograf Indonesia (IGI) dan Ikatan Mahasiswa Geografi Indonesia ( IMAHAGI ) bekerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Pendidikan Geografi ( HMPG 2009 ) mengadakan suatu kegiatan seminar yang bernama ” Mega Seminar Nasional dan Temu Akbar Geografi Se-Indonesia“. Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian terhadap hal-hal yang berkaitan dengan fungsi dan peran geografi dalam pendidikan dan pembangunan bangsa agar lebih tertanam dalam diri masyarakat umum, mahasiswa, maupun dosen dan guru.

LANDASAN KEGIATAN

1. Tri Dharma Perguruan Tinggi

2. Program Kerjasama IGI, IMAHAGI dan HIMA PENDIDIKAN GEOGRAFI 2009 FISE UNY.

TUJUAN KEGIATAN

1. Memberikan pengetahuan tentang geografi, fungsi dan peran geografi dalam pendidikan dan pembanunan bangsa indonesia.

2. Membangun kesadaran peserta agar bisa menjalankan dan mewujudkan fungsi dan perean geografi secara konkret.

3. Sebagai upaya untuk memunculkan ide-ide kreatif agar bisa mencetak calon pendidik maupun yang sudah terjun dalam dunia pendidikan agar paham akan banyaknya dan pentingnya fungsi dan peran geografi dalam pendidikan dan pembangunan demi kelangsungan hidup bangsa.

4. Membangun hubungan yang baik antara mahasiswa, guru maupun dosen terutama jurusan geografi agar dapat bekerjasama dalam mewujudkan fungsi-fungsi dan peran-peran geografi secara tepat.

5. Sebagai sarana komunikasi dan perjuangan elemen Geografi (Mahasiswa-Guru-Geograf) dalam memajukan geografi dan pembangunan bangsa.

MANFAAT KEGIATAN

Peserta dapat mengetahui dan memahami tentang geografi dan banyaknya fungsi-fungsi dan peran geografi yang bisa dikembangkan secara umum maupun secara khusus yang kemudian bisa diwujudkan dalam bidang pendidikan dan pembangunan bangsa, juga sebagai sarana (wadah) komunikasi, koordinasi dan sharing untuk memaksimalkan potensi keilmuan geografi bagi kemajuan dan pembangunan Indonesia.

PELAKSANA KEGIATAN

Pelaksana kegiatan Mega Semina dan Temu Akbar ini ini adalah pengurus IMAHAGI dan pengurus HIMA PENDIDIKAN GEOGRAFI 2009.

SASARAN KEGIATAN

Sasaran dari kegiatan Mega Seminar Nasional dan Temu Akbar Geografi Se-Indonesia adalah Seluruh mahasiswa Geografi, Guru mata pelajaran geografi, Dosen Geografi dan Ikatan Profesi Geografi (Geograf) pada khususnya, dan masyarakat pada umumnya.

BENTUK KEGIATAN

Kegiatan Mega Seminar Nasional ini Berbentuk Seminar Nasional sehari dengan pembicara Tingkat Nasional dalam 3 sesi yang akan dilajutkan dengan sarasehan dan musyawarah bersama atau temu akbar Geografi seluruh Indonesia dari elemen mahasiswa, Musyawarah Guru mata pelajaran Geografi dan para Geograf.

Ø Makalah yang disampaikan dalam seminar ini merupakan makalah undangan dengan Pembicara dari:

1. Gubernur DIY (Keynote Speaker).

2. Menteri Lingkungan Hidup RI.

3. ———-

4. Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) RI.

5. Ketua Ikatan Geograf Indonesia.

6. Pakar Geografi Indonesia.

Ø Temu Akbar akan dilakukan dengan musyawarah bersama agar adanya pengembangan kurikulum yang sama seluruh Indonesia, dan perjuangan yang sama terhadap posisi strategis geografi dalam pembangunan di Indonesia.

WAKTU DAN TEMPAT KEGIATAN

Hari : Sabtu – Minggu

Tanggal : 14-15 November 2009

Tempat : – Auditorium UNY (Seminar)

- Villa Taman Eden 1 Jalan Astomulyo Kaliurang(Temu Akbar)

SUSUNAN ACARA

MEGA SEMINAR DAN TEMU AKBAR GEOGRAFI SE-INDONESIA

Sabtu, 14 November 2009

05.30 – 06.30 Breafing Panitia

06.30 – 07.30 Registrasi Peserta

07.30 – 08.30 Hiburan

08.00 – 09.00 Opening Ceremony

09.00 – 09.30 Coffee Break

09.30 – 12.00 Penyampaian Materi Sesi I

12.00 – 13.00 Ishoma

13.00 – 15.00 Penyampaian Materi Sesi II

15.00 – 15.30 Isho

15.30 – 17.00 Presentasi Pemakalah Pendamping

17.00 – 17.30 Penutupan Acara Seminar

17.30 – 18.30 Berangkat Ke Kaliurang

19.30 – 23.00 Temu Akbar Geograf Se-Indonesia

23.00 -06.00 Istirahat

Minggu, 15 November 2009

06.00 – 06.30 Agenda Pagi

06.30 – 08.00 Bersih Diri Dan Sarapan

08.00 – 11.00 Melanjutkan Agenda Temu Akbar Geograf Se-Indonesia

11.00 – 13.00 Berangkat ke Jogja – Istirahat

13.00 – 15.00 Pers Conference

15.00 – 15.30 Closing Ceremony