Seleksi Calon Kepala Sekolah



I. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan jelas !

1.      Standar kepala sekolah/madrasah diatur dalam peraturan menteri pendidikan nasional Nomor  13 tahun .2007
2.      Menurut peraturan menteri tersebut syarat kepala sekolah SMP/MTs adalah
a.    Berstatus sebagai guru SMP/MTs;
b.    Memiliki sertifikat pendidik sebagai guru SMP/MTs; dan
c.    Memiliki sertifikat kepala SMP/MTs yang diterbitkan oleh lembaga yang ditetapkan Pemerintah
3.      Menurut peraturan menteri tersebut kepala sekolah harus memiliki kompetensi apa saja? Sebutkan.
a.     Kompetensi Kepribadian
b.    Kompetensi Manajerial
c.     Kompetensi Kewirausahaan
d.    Kompetensi Supervisi
e.     Kompetensi Sosial
4.      Sebutkan dan jelaskan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) kepala sekolah sebagai :
a.    Kepala sekolah sebagai Pendidik ( Educator).
1) Membimbing guru dalam hal menyusun dan melaksanakan program pengajaran, mengevaluasi hasil belajar dan melaksanakan program pengajaran dan remedial.
2) Membimbing karyawan dalam hal menyusun program kerja dan melaksanakan tugas sehari-hari.
3)    Membimbing siswa dalam kegiatan ekstra kurikuler, OSIS dan mengikuti lomba diluar sekolah.
4) Mengembangkan staf melalui pendidikan/latihan, melalui pertemuan, seminar   dan diskusi, menyediakan bahan bacaan, memperhatikan kenaikan pangkat,  mengusulkan kenaikan jabatan melalui seleksi calon Kepala Sekolah.
5)  Mengikuti perkembangan iptek melalui pendidikan/latihan, pertemuan,  seminar, diskusi dan bahan-bahan.
b.     Kepala sekolah sebagai Manajer ( Manager).
1)      Mengelola administrasi kegiatan belajar dan bimbingan  konseling dengan memiliki data lengkap administrasi kegiatan belajar mengajar dan kelengkapan administrasi bimbingan konseling.
2) Mengelola administrasi kesiswaan dengan memiliki data administrasi kesiswaan dan kegiatan ekstra kurikuler secara lengkap.
3)  Mengelola administrasi ketenagaan dengan memiliki data administrasi tenaga   guru dan Tata Usaha.
4)      Mengelola administrasi keuangan Rutin, BOS, dan Komite.
5)      Mengelola administrasi sarana/prasarana baik administrasi gedung/ruang,   mebelair,  alat laboratorium, perpustakaan.
6)      Mengatur hubungan sekolah dengan masyarakat dan instansi terkait
c.    Kepala sekolah sebagai Pengelola Administrasi ( Adiminstrator).
1)  Menyusun program kerja, baik jangka pendek, menengah maupun jangka panjang.
2)  Menyusun organisasi ketenagaan disekolah baik Pembantu Kepala Sekolah, Walikelas, Bendahara, dan Personalia  Pendukung  misalnya   pembina   perpustakaan,   pramuka,  OSIS,   Olah   raga.  Personalia kegiatan temporer, seperti Panitia Ujian, panitia peringatan hari besar nasional atau keagamaan dan sebagainya.
3)  Menggerakkan staf/guru/karyawan dengan cara memberikan arahan dan   mengkoordinasikan pelaksanaan tugas.
4) Mengoptimalkan sumberdaya manusia secara optimal, memanfaatkan  sarana / prasarana  secara optimal dan merawat sarana prasarana milik sekolah.
d.     Kepala sekolah sebagai Penyelia ( Supervisor).
1)  Menyusun program supervisi kelas, pengawasan dan evaluasi pembelajaran.
2)  Melaksanakan program supervisi.
3)  Memanfaatkan hasil supervisi untuk meningkatkan kinerja guru/karyawan dan untuk pengembangan sekolah.
e.    Kepala sekolah sebagai Pemimpin ( Leader).
1)  Memiliki kepribadian yang kuat, jujur, percaya diri, bertanggungjawab, berani mengambil resiko dan berjiwa besar.
2)  Memahami kondisi guru, karyawan dan anak didik.
3)  Memiliki visi dan memahami misi sekolah yang diemban.
4)  Mengambil keputusan baik urusan intern maupun ekstern.
5)  Berkomunikasi dengan baik secara lisan maupun tertulis.
f.     Kepala sekolah sebagai Pembaharu ( Inovator).
1) Melakukan pembaharuan di bidang KBM, BK, Ekstrakurikuler, dan Pengadaan
2)   Melaksanakan pembinaan guru dan karyawan
3)   Melakukan pembaharuan dalam menggali sumber daya di Komite Sekolah dan Masyarakat
g.    Kepala sekolah sebagai Pendorong ( Motivator).
1)      Mengatur lingkungan kerja.
2)      Mengatur pelaksanaan suasana kerja yang memadai.
3)      Menerapkan prinsip memberi penghargaan maupun sanksi hukuman yang sesuai dengan aturan yang berlaku.
5.      Standar Nasional Pendidikan adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia

6.      Standar pengelolaan pendidikan untuk satuan pendidikan dasar dan menengah adalahstandar pengelolaan pendidikan untuk sekolah/madrasah yang berkaitan dengan perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan pendidikan agar tercapai efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan

7.      Standar kompetensi lulusan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

8.      Standar isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam kriteria tentang kompetensi tamatan, kompetensi bahan kajian, kompetensi mata pelajaran, dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu..

9.      Standar proses adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan..
10.   Standar pendidik dan tenaga kependidikan adalah kriteria pendidikan prajabatan dan kelayakan fisik maupun mental, serta pendidikan dalam jabatan..

11.   Standar sarana dan prasarana adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan kriteria minimal tentang ruang belajar, tempat berolahraga, tempat beribadah, perpustakaan, laboratorium, bengkel kerja, tempat bermain, tempat berkreasi dan berekreasi, serta sumber belajar lain, yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran, termasuk penggunaan teknologi informasi dan komunikasi..

12.   Standar pembiayaan adalah standar yang mengatur komponen dan besarnya biaya operasi satuan pendidikan yang berlaku selama satu tahun..

13.   Standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik.

14.   RKT adalah rencana kerja tahunan sekolah/madrasah yang berdasar pada rencana kerja jangka menengah (empat tahunan) yang dinyatakan dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah/Madrasah (RKA-S/M) sebagai istilah lain dari Rencana Anggaran Penerimaan dan Belanja Sekolah/Madrasah (RAPB-SM)

15.   Tenaga kependidikan adalah . anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan

16.   .Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan.

17.   Komite sekolah/madrasah adalah  lembaga mandiri yang beranggotakan orang tua/wali peserta didik, komunitas sekolah, serta tokoh masyarakat yang peduli pendidikan

18.   Kurikulum tingkat satuan pendidikan adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan

19.   Standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik.
20.   Penilaian pendidikan adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik

21.   Ulangan adalah proses yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran, untuk memantau kemajuan, melakukan perbaikan pembelajaran, dan menentukan keberhasilan belajar peserta didik.

22.   Ulangan harian adalah kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu Kompetensi Dasar (KD) atau lebih.

23.   Ulangan tengah semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah melaksanakan 8 – 9 minggu kegiatan pembelajaran. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan seluruh KD pada periode tersebut.

24.   Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan KD pada semester tersebut..

25.   Ulangan akhir semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester.

26.   Ulangan kenaikan kelas adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik di akhir semester genap untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester genap pada satuan pendidikan yang menggunakan sistem paket.

27.   Ujian sekolah/madrasah adalah kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi peserta didik yang dilakukan oleh satuan pendidikan untuk memperoleh pengakuan atas prestasi belajar dan merupakan salah satu persyaratan kelulusan dari satuan pendidikan. Mata pelajaran yang diujikan adalah mata pelajaran kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak diujikan dalam ujian nasional dan aspek kognitif dan/atau psikomotorik kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia serta kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian yang akan diatur dalam POS Ujian Sekolah/Madrasah

28.   Ujian Nasional yang selanjutnya disebut UN adalah kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi peserta didik pada beberapa mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka menilai pencapaian Standar Nasional Pendidikan.

29.   Kriteria ketuntasan minimal (KKM) adalah kriteria ketuntasan belajar (KKB) yang ditentukan oleh satuan pendidikan. KKM pada akhir jenjang satuan pendidikan untuk kelompok mata pelajaran selain ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan nilai batas ambang kompetensi.

30.   Kompetensi Dasar merupakan sejumlah kemampuan yang harus dimiliki peserta didik dalam mata pelajaran tertentu sebagai rujukan untuk menyusun indikator kompetensi
CONTOH SOAL SELEKSI CALON KEPALA SEKOLAH
Seseorang disebut lolos dari seleksi calon kepala sekolah jika lulus  melalui berbagai tahapan seleksi. Tahapan Seleksi calon Kepala Sekolah tersebut adalah sbb:
1. Seleksi administrasi
2. Rekomendasi dari kepala Sekolah
3. Rekomendasi dari pengawas Sekolah
4. Tes Tertulis terdiri dari (Instrumen 1a, 1b, 2 dan 3)
5. Tes Penulisan makalah
6. Wawancara
Berikut contoh soal Instrumen 1a disebut “respon terhadap situasi A “untuk Calon Kepala Sekolah SD.
Petunjuk:
Saudara diminta untuk :
  1. Menelaah skenario situasi yang terdapat di dalam lembar instrumen ini dan mengidentifikasi satu situasi bermasalah yang harus segera diatasi.
  2. Menjabarkan tindakan yang akan diambil untuk dapat segera mengatasi masalah yang telah diidentifikasi.


Soal:
Skenario Situasi:
SD X merupakan suatu sekolah yang terletak di tepi jalan utama. Di depan pintu pagar sekolah, banyak terdapat penjual makanan yang sedang menjajakan makanannya.
Pada hari Senin, seperti biasa, para warga sekolah melaksanakan upacara bendera. Persis setelah upacara dilakukan, yaitu sekitar pukul 08.00 WIB, tiba-tiba satu per satu siswa SD X mengeluh tubuhnya lemas, sakit kepala, sakit perut dan hendak muntah. ‘ Awalnya cuma satu, tapi lama kelamaan makin banyak,’ kata Kepala Sekolah X
Sebelum kejadian, Kepala Sekolah melihat siswa-siswanya keluar pekarangan sekolah dan menyantap jajanan berbentuk daging olahan yang dijajakan pedagang di depan sekolah, padahal kebanyakan dari siswa tersebut sudah membawa makanan dari rumah masing-masing.
Respon :
Berdasarkan skenario situasi di atas, masalah yang harus segera diatasi adalah:
Tindakan yang dapat dengan segera mengatasi masalah tersebut adalah:
 Tindakan tersebut diambil dengan pertimbangan/alasan

5 Materi Latihan Kepemimpinan Calon Kepala Sekolah

Proses Penyiapan Calon dan pengangkatan Kepala Sekolah/madrasah diatur dalam Permendiknas Nomor 28 tahun 2010.

Seorang Calon Kepala Sekolah yang dinyatakan telah lulus seleksi administrasi dan akademik akan menempuh tahapan Pendidikan dan Latihan bagi Calon Kepala Sekolah/madrasah (Diklat Cakep).

Dalam pendidikan dan latihan Calon Kepala sekolah peserta akan mendapatkan berbagai materi materi yang berkaitan dengan tupoksi (tugas, pokok dan fungsi kepala sekolah) meliputi kepeimpinan dan manjerial sekolah.

Kepala sekolah sebagai pemimpin dari sekolah, harus memiliki jiwa kepemimpinan walalupun pada hakikatnya seorang kepala sekolah adalah guru namun terkadang pada saat menjabat kepala sekolah melupakan esensi dari kepala sekolah sebagai pemimpin yang membawahi seluruh warga sekolah dan sebagai penentu kemajuan sekolah.

Materi diklat calon Kepala sekolah tentang kepemimpinan memuat 5 poin, sebagai berikut:

Kepemimpinan pembelajaran (instructional leadership) disebut juga sebagai Learning-Centred Leadership.

Indikator keberhasilan dari kepemimpinan kepala sekolah pada aspek ini adalah kemampuan mengembangkan kualita spembelajaran terutama pada kualitas lulusannya.

Kepemimpinan pendidikan

Kepemimpinan pendidikan adalah kemampuan untuk mempengaruhi, mendorong, menggerakkan mengarahkan, memberdayakan seluruh sumberdaya pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan.

Integritas kepribadian sebagai Kepala Sekolah

Integritas adalah nilai moral tertentu yang dipegang erat yang terbentuk dalam tindakan yang mencerminkan manusia yang bermoral dan bermartabat. kepala sekolah yang memiliki integritas diantaranya dapat dilihat dari ciri-ciri berikut ini bertanggungjawab, dapat dipercaya, komitmen, konsisten, komitmen, dan bijaksana.

Bekerja sama dengan pihak lain dan memiliki kepekaan sosial terhadap orang atau kelompok lain

Bekerjasama dan kepekaan sosial merupakan nilai peduli sosial dari nilai budaya bangsa yang harus dimiliki dan dibiasakan oleh kepala sekolah dalam menangani masalah dan menjalankan tugas keseharian kepala sekolah di tempat tugasnya.

Jiwa kewirausahaan calon kepala sekolah

Kewirausahaan (entrepreneurship) adalah proses menciptakan sesuatu yang baru dan berani mengambil risiko dan mendapatkan keuntungan. Para ahli sepakat bahwa yang dimaksud dengan kewirausahaan menyangkut tiga perilaku yaitu: kreatif, komitmen (motivasi tinggi dan penuh tanggung jawab), serta berani mengambil risiko dan kegagalan.

Materi latihan kepemimpinan calon kepala sekolah ini merupakan ringkasan dari bahan yang dapat anda download pada link berikut ini Materi Pembelajaran Latihan Kepemimpinan Kepala Sekolah, semoga bermanfaat

GLOSARIUM ISTILAH KEPENDIDIKAN
A. STANDAR PENGELOLAAN
1.  Standar Nasional Pendidikan adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayahhukum Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang didukung oleh standar-standar: pengelolaan, kompetensi lulusan, isi, proses, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pembiayaan, dan penilaian.
2. Standar pengelolaan pendidikan untuk satuan pendidikan dasar dan menengah adalah standarpengelolaan pendidikan untuk sekolah/madrasah yang berkaitan dengan perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan pendidikan agar tercapai efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan.
3. Standar kompetensi lulusan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap,pengetahuan, dan keterampilan. Standar ini disusun dan dikembangkan oleh BSNP dan ditetapkan oleh Keputusan Menteri Pendidikan Nasional.
4. Standar isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam kriteriatentang kompetensi tamatan, kompetensi bahan kajian, kompetensi mata pelajaran, dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Standar ini disusun dan dikembangkan oleh BSNP dan ditetapkan oleh Keputusan Menteri Pendidikan Nasional.
5. Standar proses adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan. Standar ini disusun dan dikembangkan oleh BSNP dan ditetapkan oleh Keputusan Menteri Pendidikan Nasional.
6.  Standar pendidik dan tenaga kependidikan adalah kriteria pendidikan prajabatan dan kelayakan fisik maupun mental, serta pendidikan dalam jabatan. Standar ini disusun dan dikembangkan oleh BSNP dan ditetapkan oleh Keputusan Menteri Pendidikan Nasional.
7. Standar sarana dan prasarana adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan kriteria minimal tentang ruang belajar, tempat berolahraga, tempat beribadah, perpustakaan, laboratorium, bengkel kerja, tempat bermain, tempat berkreasi dan berekreasi, serta sumber belajar lain, yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran, termasuk penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. Standar ini disusun dan dikembangkan oleh BSNP dan ditetapkan oleh Keputusan Menteri Pendidikan Nasional.
8. Standar pembiayaan adalah standar yang mengatur komponen dan besarnya biaya operasi satuan pendidikan yang berlaku selama satu tahun. Standar ini disusun dan dikembangkan oleh BSNP dan ditetapkan oleh Keputusan Menteri Pendidikan Nasional.
9. Standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik. Standar ini disusun dan dikembangkan oleh BSNP dan ditetapkan oleh Keputusan Menteri Pendidikan Nasional.
10. RKT adalah rencana kerja tahunan sekolah/madrasah yang berdasar pada rencana kerja jangka menengah (empat tahunan) yang dinyatakan dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah/Madrasah (RKA-S/M) sebagai istilah lain dari Rencana Anggaran Penerimaan dan Belanja Sekolah/Madrasah (RAPB-SM).
11. Tenaga kependidikan adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan.
12. Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan.
13. Komite sekolah/madrasah adalah lembaga mandiri yang beranggotakan orang tua/wali peserta didik, komunitas sekolah, serta tokoh masyarakat yang peduli pendidikan
14. Kurikulum tingkat satuan pendidikan adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan
15. Pemerintah adalah Pemerintah Pusat
16. Menteri adalah Menteri adalah menteri yang menangani urusan pemerintahan di bidang pendidikan
B. STANDAR PROSES
Afektif= Berkaitan dengan sikap, perasaan dan nilai.
Alam takambang jadi guru= Menjadikan alam dalam lingkungan sekitar sebagai sumber belajar, tempat
beban kerja guru=
Belajar=
belajar aktif=
belajar mandiri=
Budaya membaca menulis=
berguru.
1. Sekurang-kurangnya 24 jam tatap muka dalam satu minggu, mencakup kegiatan pokok merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, membimbing dan melatih peserta didik, serta melaksanakan tugas tambahan (UU No. 14 Tahun 2005 Pasal 35 ayat 1 dan 2).
2. Beban maksimal dalam mengorganisasikan proses belajar dan pembelajaran yang bermutu = SD/MI/SDLB 27 jam @ 35 menit, SMP/MTs/SMPLB 18 jam @ 40 menit, SAM/MA/SMK/MAK/SMALB 18 jam @ 45 menit (Standar Proses). Perubahan yang relatif permanen dalam kapasitas pribadi seseorang sebagai akibat pengolahan atas pengalaman yang diperolehnya dan praktik yang dilakukannya. Kegiatan mengolah pengalaman dan atau praktik dengan cara mendengar, membaca, menulis, mendiskusikan, merefleksi rangsangan, dan memecahkan masalah. Kegiatan atas prakarsa sendiri dalam menginternalisasi pengetahuan, sikap dan keterampilan, tanpa tergantung atau mendapat bimbingan langsung dari orang lain. Semua kegiatan yang berkenaan dengan kemampuan berbahasa (mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis). Proses penulisan dilakukan dengan keterlibatan peserta didik dengan tahapan kegiatan= pra penulisan, buram 1, revisi, buram 2, pengecekan tanda baca, dan terakhir publikasi di mana peserta didik menentukan karyanya dimuat di buku kelas, mading, majalah sekolah, atau majalah yang ada di daerah setempat.
Bermakna.
Daya saing= Kemampuan untuk menunjukkan hasil lebih baik, lebih cepat atau lebih indicator kompetensi= Bukti yang menunjukkan telah dikuasainya kompetensi dasar
klasikal= Cara mengelola kegiatan belajar dengan sejumlah peserta didik dalam suatu ruang kelas
kognitif= Berkaitan dengan atau meliputi proses rasional untuk menguasai pengetahuan
kolaboratif= Kerjasama dalam pemecahan maalah dan atau penyelesaian suatu tugas
kolokium=
kompetensi=
kompetensi dasar (KD)= Kemampuan minimal yang diperlukan untuk melaksanakan tugas atau
kooperatif= Kegiatan yang dilakukan dalam kelompok demi untuk kepentingan bersama
metakognisi=
paradigma= Cara pandang dan berpikir yang mendasar.
kelas, yang memungkinkan belajar bersama, berkelompok dan individual.
dan pemahaman konseptual. Periksa taksonomi tujuan belajar kognitif. Di mana tiap anggota melaksanakan fungsi yang saling mengisi dan melengkapi.
Suatu kegiatan akademik dimana seseorang mempresentasikan apa yang telah dipelajari kepada suatu kelompok atau kelas, dan menjawab pertanyaan mengenai presentasinya dari anggota kelompok atau kelas.
1. Seperangkat tindakan cerdas, penuh tanggung jawab yang dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakantugas- tugas di bidang pekerjaan tertentu.
2. Keseluruhan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang dinyatakan dengan ciri yang dapat diukur. pekerjaan dengan efektif.
(mutual benefit).
Kognisi yang lebih komprehensif, meliputi pengetahuan strategik (mampu membuat ringkasan, menyusun struktur pengetahuan), pengetahuan tentang tugas kognitif (mengetahui tuntutan kognitif untuk berbagai keperluan), dan pengetahuan tentang diri (Briggs menggunakan istilah “prinsip”).
pembelajaran= (1) Proses interaksi peserta didik dengan guru dan sumber belajar pada suatu
pembelajaran berbasis masalah=
pembelajaran berbasis proyek=
penilaian otentik=
portofolio= Suatu berkas karya yang disusun berdasarkan sistematika tertentu, sebagai
prakarsa= Daya atau kemampuan seseorang atau lembaga untuk memulai sesuatu yang
reflektif=
remedi= Usaha pengulangan pembelajaran dengan cara yang lain setelah dilakukan

sistematik= Usaha yang dilakukan secara berurutan agar tujuan dapat dicapai dengan
sistemik= Holistik= cara memandang segala sesuatu sebagai bagian yang tidak
standar isi (SI)=
standar kompetensi(SK)= Ketentuan pokok untuk dijabarkan lebih lanjut dalam serangkaian kemampuan
standar kompetensi lulusan (SKL)=
strategi=
sumber belajar=
taksonomi tujuan belajar
kognitif=
tematik=
lingkungan belajar (UU Sisdiknas);
(2) Usaha sengaja, terarah dan bertujuan oleh seseorang atau sekelompok orang (termasuk guru dan penulis buku pelajaran) agar orang lain (termasuk peserta didik), dapat memperoleh pengalaman yang bermakna. Usaha ini merupakan kegiatan yang berpusat pada kepentingan peserta didik. Pengorganisasian proses belajar yang dikaitkan dengan masalah konkret yang dapat ditinjau dari berbagai disiplin keilmuan atau mata pelajaran. Misalnya masalah “bencana alam” yang ditinjau dari pelajaran Bahasa Indonesia, IPA, IPS, dan Agama. Pengorganisasian proses belajar yang dikaitkan dengan suatu objek konkret yang dapat ditinjau dari berbagai disiplin keilmuan atau mata pelajaran.
Misalnya objek “sepeda” yang ditinjau dari pelajaran Bahasa, IPA, IPS, dan Penjasorkes.
Usaha untuk mengukur atau memberikan penghargaan atas kemampuan seseorang yang benar-benar menggambarkan apa yang dikuasainya. Penilaian ini dilakukan dengan berbagai cara seperti tes tertulis, kolokium, portofolio, unjuk kerja, unjuk tindak (berdikusi, berargumentasi, dan lain-lain), observasi dan lain-lain.
bukti penguasaan atas tujuan belajar.
berdampak positif terhadap diri dan lingkungannya.
Berkaitan dengan usaha untuk mengolah atau mentransformasikan rangsangan dari penginderaan dengan pengalaman, pengetahuan, dan kepercayaan yang telah dimiliki.
diagnosa masalah belajar.
efektif dan efisien.
terpisahkan dengan bagian lain yang lebih luas.
Ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam kriteria tentang kompetensi tamatan, kompetensi bahan kajian, kompetensi mata pelajaran, dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu (PP 19 Tahun 2005).
untuk melaksanakan tugas atau pekerjaan secara efektif.
Ketentuan pokok untuk menunjukkan kemampuan melaksanakan tugas atau pekerjaan setelah mengikuti serangkaian program pembelajaran.
Pendekatan menyeluruh yang berupa pedoman umum dan kerangka kegiatan untuk mencapai suatu tujuan dan biasanya dijabarkan dari pandangan falsafah atau teori tertentu.
Segala sesuatu yang mengandung pesan, baik yang sengaja dikembangkan atau yang dapat dimanfaatkan untuk memberikan pengalaman dan atau praktik yang memungkinkan terjadinya belajar. Sumber belajar dapat berupa narasumber, buku, media non-buku, teknik dan lingkungan.

(1) Meliputi pengetahuan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis dan evaluasi (Benjamin Bloom dkk, 1956).
(2) Terdiri atas dua dimensi, yaitu dimensi pengetahuan yang terdiri atas faktual, konseptual, prosedural, dan metakognisi, dan dimensi proses kognitif yang meliputi mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi dan mencipta (Lorin W. Anderson dkk, 2001, sebagai revisi dari taksonomi Bloom dkk.).
Berkaitan dengan suatu tema yang berupa subjek atau topik yang dijadikan pokok pembahasan. Contoh= pembelajaran tematik di kelas I SD dengan tema ”Aku dan Keluargaku”. Tema tersebut dijadikan dasar untuk berbagai mata pelajaran, termasuk Bahasa Indonesia, Agama, Matematika dan lain-lain.
C. STANDAR PENILAIAN
NOMOR 20 TAHUN 2007 TANGGAL 11 JUNI 2007 STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN
A. Pengertian
1. Standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik.
2. Penilaian pendidikan adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik.
3. Ulangan adalah proses yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran, untuk memantau kemajuan, melakukan perbaikan pembelajaran, dan menentukan keberhasilan belajar peserta didik.
4. Ulangan harian adalah kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu Kompetensi Dasar (KD) atau lebih.
5. Ulangan tengah semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah melaksanakan 8 – 9 minggu kegiatan pembelajaran. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan seluruh KD pada periode tersebut.
6. Ulangan akhir semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan semua KD pada semester tersebut.
7. Ulangan kenaikan kelas adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik di akhir semester genap untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester genap pada satuan pendidikan yang menggunakan sistem paket. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan KD pada semester tersebut.
8. Ujian sekolah/madrasah adalah kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi peserta didik yang dilakukan oleh satuan pendidikan untuk memperoleh pengakuan atas prestasi belajar dan merupakan salah satu persyaratan kelulusan dari satuan pendidikan. Mata pelajaran yang diujikan adalah mata pelajaran kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak diujikan dalam ujian nasional dan aspek kognitif dan/atau psikomotorik kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia serta kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian yang akan diatur dalam POS Ujian Sekolah/Madrasah.
9. Ujian Nasional yang selanjutnya disebut UN adalah kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi peserta didik pada beberapa mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka menilai pencapaian Standar Nasional Pendidikan.
10. Kriteria ketuntasan minimal (KKM) adalah kriteria ketuntasan belajar (KKB) yang ditentukan oleh satuan pendidikan. KKM pada akhir jenjang satuan pendidikan untuk kelompok mata pelajaran selain ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan nilai batas ambang kompetensi.
LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL

D. STANDAR ISI
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2006 TENTANG STANDAR ISI

GLOSARIUM
1. Standar nasional pendidikan adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia.
2. Badan Standar Nasional Pendidikan yang disingkat BSNP adalah badan mandiri dan independen yang bertugas mengembangkan, mamantau pelaksanaan, dan mengevaluasi standar nasional pendidikan.
3. Standar isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam kriteria tentang kompetensi tamatan, kompetensi bahan kajian, kompetensi mata pelajaran, dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu.
4. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
5. Kerangka dasar kurikulum adalah rambu-rambu yang ditetapkan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan untuk dijadikan pedoman dalam penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya pada setiap satuan pendidikan.
6. Kurikulum tingkat satuan pendidikan adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan.
7. Peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan tertentu.
8. Kompetensi adalah kemampuan bersikap, berpikir, dan bertindak secara konsisten sebagai perwujudan dari pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang dimiliki oleh peserta didik.
9. Standar Kompetensi Lulusan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan; Standar Kompetensi Lulusan meliputi kompetensi untuk seluruh mata pelajaran atau seluruh kelompok mata pelajaran.
10. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran adalah kualifikasi kemampuan minimal peserta didik pada setiap kelompok mata pelajaran yang mencakup kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kewarganegaraan dan kepribadian, ilmu pengetahuan dan teknologi, estetika dan jasmani, olahraga dan kesehatan.
11. Standar Kompetensi Mata Pelajaran adalah kualifikasi kemampuan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada setiap tingkat dan/atau semester untuk mata pelajaran tertentu.
12. Standar Kompetensi adalah kualifikasi kemampuan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada setiap tingkat dan/atau semester; standar kompetensi terdiri atas sejumlah kompetensi dasar sebagai acuan baku yang harus dicapai dan berlaku secara nasional.
13. Kompetensi Dasar merupakan sejumlah kemampuan yang harus dimiliki peserta didik dalam mata pelajaran tertentu sebagai rujukan untuk menyusun indikator kompetensi.
14. Beban belajar dirumuskan dalam bentuk satuan waktu yang dibutuhkan oleh peserta didik untuk mengikuti program pembelajaran melalui sistem tatap muka, penugasan terstruktur, dan kegiatan mandiri tidak terstruktur untuk mencapai standar kompetensi lulusan serta kemampuan lainnya dengan memperhatikan tingkat perkembangan peserta didik.


15. Kegiatan tatap muka adalah kegiatan pembelajaran yang berupa proses interaksi antara

peserta didik, materi pembelajaran, pendidik dan lingkungan.

16. Penugasan terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang berupa pendalaman materi

pembelajaran oleh peserta didik yang didesain oleh pendidik untuk menunjang pencapaian

tingkat kompetensi dan atau kemampuan lainnya pada kegiatan tatap muka. Waktu

penyelesaian penugasan terstruktur ditentukan oleh pendidik. Penugasan terstruktur termasuk

kegiatan perbaikan, pengayaan, dan percepatan

17. Kegiatan mandiri tidak terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang berupa pendalaman

materi pembelajaran oleh peserta didik yang didesain oleh pendidik untuk menunjang

pencapaian tingkat kompetensi mata pelajaran atau lintas mata pelajaran atau kemampuan

lainnya yang waktu penyelesaiannya diatur sendiri oleh peserta didik.

18. Sistem Paket adalah sistem penyelenggaraan program pendidikan yang peserta didiknya

diwajibkan mengikuti seluruh program pembelajaran dan beban belajar yang sudah ditetapkan

untuk setiap kelas sesuai dengan struktur kurikulum yang berlaku pada satuan pendidikan

yang dimaksud.

19. Sistem Kredit Semester (SKS) adalah sistem penyelenggaraan program pendidikan yang

peserta didiknya menentukan sendiri beban belajar dan matapelajaran-matapelajaran yang

diikutinya setiap semester pada satuan pendidikan yang dimaksud.

20. Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik

selama satu tahun ajaran. Kalender pendidikan mencakup permulaan tahun ajaran, minggu

efektif belajar, waktu pembelajaran efektif dan hari libur.

21. Permulaan tahun ajaran adalah waktu dimulainya kegiatan pembelajaran pada awal tahun

ajaran pada setiap satuan pendidikan.

22. Minggu efektif belajar adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran untuk setiap tahun

ajaran pada setiap satuan pendidikan.

23. Waktu pembelajaran efektif adalah jumlah jam pembelajaran setiap minggu, meliputi jumlah

jam pembelajaran untuk seluruh matapelajaran termasuk muatan lokal, ditambah jumlah jam

untuk kegiatan pengembangan diri.

24. Waktu libur adalah waktu yang ditetapkan untuk tidak diadakan kegiatan pembelajaran

terjadwal pada satuan pendidikan yang dimaksud. Waktu libur dapat berbentuk jeda tengah

semester, jeda antar semester, libur akhir tahun pelajaran, hari libur keagamaan, hari libur

umum (termasuk hari-hari besar nasional), dan hari libur khusus.

25. Struktur kurikulum merupakan pola dan susunan mata pelajaran yang harus ditempuh oleh

peserta didik pada satuan pendidikan dalam kegiatan pembelajaran. Susunan mata pelajaran

tersebut terbagi dalam lima kelompok yaitu kelompok mata pelajaran agama dan akhlak

mulia; kewarganegaraan dan kepribadian; ilmu pengetahuan dan teknologi, estetika; jasmani,

olahraga dan kesehatan.

E. SKL

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN

2006 TENTANG STANDAR KOMPETENSI LULUSAN UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR

DAN MENENGAH

SMP/MTs/SMPLB*/Paket B

1. Mengamalkan ajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan remaja

2. Menunjukkan sikap percaya diri

3. Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungan yang lebih luas

4. Menghargai keberagaman agama, budaya, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi dalam

5. Mencari dan menerapkan informasi dari lingkungan sekitar dan sumber-sumber lain secara

6. Menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif

7. Menunjukkan kemampuan belajar secara mandiri sesuai dengan potensi yang dimilikinya

8. Menunjukkan kemampuan menganalisis dan memecahkan masalah dalam kehidupan

9. Mendeskripsi gejala alam dan sosial

10. Memanfaatkan lingkungan secara bertanggung jawab

11. Menerapkan nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan

12. Menghargai karya seni dan budaya nasional

13. Menghargai tugas pekerjaan dan memiliki kemampuan untuk berkarya

14. Menerapkan hidup bersih, sehat, bugar, aman, dan memanfaatkan waktu luang

15. Berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan santun

16. Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di masyarakat

17. Menghargai adanya perbedaan pendapat

18. Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis naskah pendek sederhana

19. Menunjukkan keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis dalam bahasa

20. Menguasai pengetahuan yang diperlukan untuk mengikuti pendidikan menengah

F. STANDAR SARPRAS

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 24 TAHUN 2007 TANGGAL 28

JUNI 2007 STANDAR SARANA DAN PRASARANA

GLOSARIUM

1. Sarana adalah perlengkapan yang diperlukan untuk menyelenggarakan pembelajaran yang dapat

dipindah-pindah.

2. Prasarana adalah fasilitas dasar yang diperlukan untuk menjalankan fungsi satuan pendidikan.

3. Perabot adalah sarana yang digunakan secara tidak langsung dalam pembelajaran.

4. Peralatan pendidikan adalah sarana yang secara langsung digunakan untuk pembelajaran.

5. Media pendidikan adalah peralatan pendidikan yang digunakan untuk membantu komunikasi dalam

pembelajaran.

6. Buku adalah karya tulis yang diterbitkan sebagai sumber belajar.

7. Buku teks pelajaran adalah buku pelajaran yang menjadi pegangan peserta didik dan guru untuk

setiap mata pelajaran.

8. Buku pengayaan adalah buku pelajaran yang melengkapi buku teks pelajaran untuk memperkaya

pengetahuan peserta didik dan guru.

9. Buku referensi adalah rujukan untuk mencari informasi atau data tertentu, seperti kamus, ensiklopedi,

dan buku alamat.

10. Sumber belajar lainnya adalah sumber informasi dalam bentuk selain buku seperti jurnal, majalah,

surat kabar, poster, situs (website), dan compact disk.

11. Teknologi informasi dan komunikasi adalah satuan perangkat keras dan lunak yang berkaitan

dengan akses dan pengelolaan informasi dan komunikasi untuk mendukung pembelajaran.

12. Bahan habis pakai adalah barang yang digunakan dan habis dalam waktu relatif singkat.

lingkup nasional

logis, kritis, dan kreatif

sehari-hari

bernegara demi terwujudnya persatuan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia

Indonesia dan bahasa Inggris sederhana

13. Perlengkapan lain adalah alat mesin kantor dan peralatan tambahan yang digunakan untuk

mendukung pembelajaran di sekolah.

14. Lahan sekolah adalah bidang permukaan tanah yang di atasnya terdapat prasarana sekolah meliputi

bangunan satuan pendidikan, lahan praktek, lahan untuk prasarana penunjang, dan lahan pertamanan

untuk menjadikan satuan pendidikan suatu lingkungan yang secara ekologis nyaman dan sehat.

15. Bangunan gedung sekolah adalah gedung yang sebagian atau seluruhnya berada di atas lahan, yang

berfungsi sebagai tempat untuk melakukan pembelajaran pada pendidikan formal.

16. Ruang kelas adalah tempat pembelajaran teori dan praktek yang tidak memerlukan peralatan khusus.

17. Ruang perpustakaan adalah tempat menyimpan dan memperoleh informasi dari berbagai jenis

bahan pustaka.

18. Ruang laboratorium adalah tempat berlangsungnya pembelajaran secara praktek yang memerlukan

peralatan khusus.

19. Ruang pimpinan adalah tempat pimpinan satuan pendidikan melakukan kegiatan pengelolaan

sekolah.

20. Ruang guru adalah tempat guru bekerja di luar kelas, beristirahat dan menerima tamu.

21. Ruang tata usaha adalah tempat pengelolaan dan penyimpanan administrasi sekolah.

22. Ruang konseling adalah tempat peserta didik mendapatkan layanan konseling dari konselor berkaitan

dengan pengembangan pribadi, sosial, belajar, dan karir.

23. Ruang UKS adalah tempat untuk menangani peserta didik yang mengalami gangguan kesehatan dini

dan ringan di sekolah.

24. Tempat beribadah adalah tempat warga sekolah melakukan ibadah yang diwajibkan oleh agama

masing-masing pada waktu sekolah.

25. Ruang organisasi kesiswaan adalah tempat melakukan kegiatan kesekretariatan pengelolaan

organisasi peserta didik.

26. Jamban adalah tempat buang air besar dan/atau kecil.

27. Gudang adalah tempat menyimpan peralatan pembelajaran di luar kelas, peralatan sekolah yang

tidak/belum berfungsi, dan arsip sekolah.

28. Ruang sirkulasi adalah tempat penghubung antar ruang dalam bangunan sekolah yang sekaligus

berfungsi sebagai tempat berlangsungnya kegiatan bermain dan interaksi sosial peserta didik di luar jam

pelajaran.

29. Tempat berolahraga adalah ruang terbuka atau tertutup yang dilengkapi dengan sarana untuk

melakukan pendidikan jasmani dan olah raga.

30. Tempat bermain adalah ruang terbuka atau tertutup untuk peserta didik dapat melakukan kegiatan

bebas.

31. Rombongan belajar adalah kelompok peserta didik yang terdaftar pada satu satuan kelas.

16. Penilaian pendidikan adalah ............... 17. Ulangan adalah .......................... 18. Ulangan harian adalah ...................... 19. Ulangan tengah semester adalah ………………... 20. Cakupan ulangan meliputi …………………….. 21. Ulangan akhir semester adalah ……………….. 22. Ulangan kenaikan kelas adalah …………………… 23. Ujian sekolah/madrasah adalah ……………... 24. Ujian Nasional yang selanjutnya disebut UN adalah ……………………. 25. Kriteria ketuntasan minimal (KKM) adalah ……………………….