Oleh:Prof. Dr. Roy Sembel & Sandra Sembel
Ubahlah cara berpikir Anda, maka Anda akan dapat mengubah kehidupan Anda, begitu kata pepatah. Pepatah ini juga sudah banyak dijadikan judul buku dan judul artikel.
Nah, jika Anda ingin memiliki kehidupan yang sukses dan berbahagia, berpikirlah sukses dan bahagia. Intinya, berpikirlah positif. Bagaimana caranya? Simak formula rahasia berpikir positif berikut.
Kekuatan Berpikir Positif
Mengapa kita harus berpikir positif? Mungkin hal ini tidak lagi rahasia. Kita perlu berpikir positif agar mendapatkan hasil yang positif? Mengapa bisa demikian?
Melihat Positif.
Bepikir positif membuat kita fokus pada hal-hal yang positif. Seperti juga pengalaman masa kecil penulis ketika menghilangkan kejenuhan dalam perjalanan dari Jakarta ke Bandung. Bersama anak-anak lain di dalam mobil, kami berlomba menemukan mobil berwarna merah. Siapa yang terlebih dulu melihat mobil merah, ia bisa menepuk punggung lawannya. Yang menang adalah yang paling banyak menepuk punggung lawannya.
Ternyata sepanjang jalan, banyak sekali ditemui mobil warna merah, sehingga kamipun tidak merasa bosan dan tak terasa sudah tiba di tempat tujuan. Pelajaran yang bisa diambil disini, jika kita berpikir positif, kita akan termotivasi untuk menemukan hal-hal yang positif dalam hidup ini.
Mungkin saja ada hal-hal lain yang tidak positif, walaupun hal itu harus kita alami juga, tetapi kita tidak akan putus asa, karena fokus perhatian kita jauh melampaui hal-hal yang negatif tersebut kepada hal-hal positif dibalik yang non-positif.
Berbicara Positif.
Coba perhatikan dua ucapan di bawah ini. Keduanya mengekspresikan ketidakhadiran pada sebuah acara pertemuan yang diusulkan.
“Maaf pak, besok saya tidak bisa ikut menghadiri pertemuan dengan Anda, karena sudah ada acara lain yang sudah terjadwal. Apakah pertemuan bisa kita jadwal ulang?”
“Pak, saya bisa menyediakan waktu khusus untuk pertemuan dengan bapak, pada hari Rabu atau Jum’at. Bagaimana dengan Bapak? Apakah bapak bisa bertemu hari Rabu atau Jum’at?”
Ucapan pertama terlihat lebih fokus pada diri sendiri, dan menomorduakan orang lain. Sedangkan ungkapan kedua terdengar lebih positif, karena lebih fokus perhatian pada lawan bicara, sehingga lawan bicara lebih merasa dihargai.
Hasilnya, tentunya lebih positif yang kedua. Jadi, dengan berpikir positif, kita juga terdorong untuk berbicara positif. Kita termotivasi untuk tulus menyampaikan dan mengekspresikan emosi positif kita pada orang-orang sekitar, sehingga merekapun merasa nyaman berada didekat kita karena terhibur dengan kata-kata positif tersebut.
Mendengar Positif.
Berpikir positif juga membantu kita untuk mensortir segala sesuatu yang kita dengar atau membantu kita menyimak segala sesuatu yang kita dengan dengan lebih positif.
Coba perhatikan dua komentar berikut mengenai sebuah kuliah yang baru saja dihadiri.
“Ah, kuliah tadi sama sekali tidak menyenangkan, tidak bermanfaat, dan membosankan.”
“Kuliah tadi mengajarkan saya mengenai hal-hal penting untuk menjadi pembicara yang menarik.”
Dengan berpikir positif, kita bisa melihat kesempatan dalam kesempitan, kita bisa menyimpulkan hal positif dari apapun yang kita dengar. Mendengarkan kritikan dan ejekan, bisa memotivasi kita untuk mengevaluasi dan memperbaiki diri.
Mendengar pujian juga memotivasi kita untuk lebih meningkatkan diri. Mendengar penyampaian masalah, kita terpacu untuk melihat kesempatan emas dibalik masalah tersebut.
Bertindak positif.
Tentunya apa yang kita pikirkan itulah yang kita jalankan. Jika kita fokuskan pikiran kita untuk pergi ke Surabaya, maka kita akan tiba di Surabaya. Jika kita fokuskan pikiran kita untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan, maka kita akan mengerahkan seluruh upaya untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut, dan pekerjaan tersebut pasti akan terselesaikan.
Demikian pula jika kita memikirkan hal-hal yang positif, maka kita akan terdorong untuk melakukan hal-hal yang positif, sehingga kita juga pasti akan mendapatkan hal-hal yang positif.
Seorang wanita yang berasal dari keluarga yang hidup kurang, sejak remaja ingin menjadi dokter, akhirnya karena ia berpikir ia bisa, berbagai kendala dan kegagalan bukan dianggap sebagai kegagalan, karena pikirannya melampaui kegagalan dan masalah, sehingga akhirnya iapun dapat meraih cita-citanya, walaupun ia harus melewati jalan dan perjuangan panjang untuk mewujudkan cita-citanya tersebut.
Berpikir Kreatif.
Ternyata berpikir positif juga mendorong kita untuk berpikir alternatif. Karena fokus kita pada hal-hal yang positif, maka jika perjalanan kita terhalang oleh hal-hal yang non-positif, kita bisa berpikir panjang untuk memutar otak menemukan ide-ide baru, alternatif baru untuk melompati masalah atau tantangan yang menghadang.
Jadi, seperti kata pepatah, jika tidak ada rotan, akarpun jadi. Jika satu cara tidak bisa, pasti ada cara lain untuk sukses.
Formula Berpikir Positif
Setelah kita mengenal kekuatan berpikir positif, lalu bagaimana caranya kita mulai berpikir positif.
Self-Talk.
Rahasia yang pertama ini diungkapkan oleh Joel Chue, seorang penulis buku `Secrets to unlocking your real potentials. Menurut Joel, di awal hari, sebelum kita memulai berbagai kegiatan kita atau bahkan di hari sebelumnya, kita perlu berkata pada diri kita bahwa hari ini kita akan berpikir positif, bertindak positif, berkata positif, dan meraih hal-hal yang positif.
Lalu, kita putar `film kegiatan kita’ di hari itu, dan mencoba mencari celah mengenai hal-hal positif apa yang bisa kita terapkan hari itu. Biasa menjadi luar biasa. Kalau rahasia yang satu ini sudah diungkapkan oleh Howard Schultz yang berhasil menjadikan kedai kopi biasa menjadi luar biasa, bahkan menjadi menggurita di seluruh dunia.
Jadi, jika Anda bosan dengan hal-hal yang biasa, coba jadikan luar biasa dengan cara yang berbeda atau untuk tujuan yang berbeda, sehingga hasilnya juga akan secara signifikan berbeda.
Melihat Kedepan.
Banyak orang yang menjadi putus asa karena mereka hanya memfokuskan pikiran dan pandangan mereka pada hal-hal yang berada di depan mata mereka saja. Mereka tidak mau menunggu atau mencoba untuk melihat dari sudut pandang yang berbeda untuk mendapat pandangan yang berbeda, atau melihat dengan lebih luas, sehingga bisa melihat secara lebih lengkap apa yang sedang terjadi, bukan hanya apa yang berada di hadapan mereka.
Jika seorang buta hanya memegang ekor gajah yang kecil, maka ia berpikir bahwa yang dihadapannya adalah binatang kecil. Tetapi jika ia mau menganalisa dengan lebih menyeluruh, maka ia bisa menemukan bahwa yang ia hadapai adalah binatang yang besar, yang ada dihadapannya hanyalah sebagian kecil dari tubuh binatang tersebut, yaitu, ekornya yang kecil.
Demikian juga dengan kita. Seringkali kita terpana pada kesulitan kecil, kita tidak mau melihat `hadiah’ dibalik kesulitan yang sudah menunggu kita.
Dengan berpikir positif, kita akan termotivasi untuk melihat jauh kedepan, sehingga kesulitan hari ini tidak akan menjadi batu sandungan bagi kita untuk maju.
Berpikir Mungkin.
Kata `mungkin’ ternyata memiliki kekuatan dahsyat. Dengan berpikir mungkin, kita akan terdorong untuk mencoba, mencari alternatif solusi, dan mencari dukungan yang diperlukan, menggunakan alat atau fasilitas yang bisa kita manfaatkan untuk mewujudkannya.
Nah, berpikir mungkin, membuat kita untuk berpikir positif atau berpikir sukses, karena segala sesuatu bisa diraih. Dulu orang akan terbahak jika ada yang menyampaikan ide manusia untuk mendarat di bulan.
Tetapi, saat ini, hal itu sudah bukan hal yang mengherankan lagi. Hal ini terjadi karena ada orang-orang yang berpikir `mungkin’, lalu mencari cara dan mencoba berbagai cara agar kemungkinan tersebut bisa diwujudkan.
Bagaimana dengan Anda, apakah saat ini mengubah hidup Anda menjadi lebih baik? Maka yang perlu Anda lakukan adalah berpikir lebih baik, atau berpikir positif.
Selamat berpikir positif.
Sukses untuk kita semua.
skip to main |
skip to sidebar
Ketika menghadapi kemelut kehidupan,sering kali kita tak berdaya,semua jalan terasa buntu,dan akhirnya putus asa.Padahal kita tidak perlu menjadi korban.Percaya atau tidak,sebenarnya kita dapat menciptakan sendiri semua yang kita inginkan.Bagaimana caranya?
Membangun Generasi Emas Bangsa Indonesia 2025
Tampilkan postingan dengan label hipnotis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hipnotis. Tampilkan semua postingan
Mengubah Nasib Dengan Program Alam Bawah Sadar
Dalam setiap babak kehidupan,manusia selalu mengalami satu atau lebih peristiwa yang dapat ,menggoncang dan mengubah kehidupannya.Kebutuhan hidup yang begitu besar yang tak seimbang dengan pendapatan,kehilangan pekerjaan,konflik rumah tangga,perceraian,kematian pasangan hidup atau salah satu anggota keluarga yang dicintai,sakit parah berkepanjangan,kecelakaan yang menyebabkan cacat seumur hidup,dan berbagai krisis kehidupan lainnya,semua itu bisa membuat depresi bahkan mengguncang keimanan kita.
Jelas kita tidak merasa bahagia.Padahal menurut Erbe Sentanu,pendiri Katahati Institute,sebuah lembaga yang mengajarkan tehnik pemberdayaan pikiran dan perasaan,bahagia adalah fitrah manusia.Jika kemudian manusia merasa bahagia,itu karena manusia sudah keluar dari fitrahnya.Fitrah manusia yang sempurna sering dikacaukan dengan pesan-pesan ketidakmampuan yang datang dari lingkungannya.
Bahagia menurutnya adalah menerima apa yang sudah kita miliki.Ketika kita menolak yang terjadi pada diri kita,saat itulah ketidakbahagiaan akan muncul.
Lalu,haruskah kita pasrah pada nasib ketika hidup dirundung malang?Jawabannya:tidak!Sambil menerima yang sudah terjadi dengan ikhlas,kita tetap perlu ikhtiar,bersikap reaktif,juga antisipatif terhadap perubahan itu.Kita harusmenjadi subyek dari perubahan tersebut dan memiliki kendali penuh atas apapun yang terjadi dalam kehidupan kita.
Erbe Sentanu mengatakan,kita sebenarnya bisa mendapatkan apa yang kita inginkan.Lalu,Bagaimana caranya?
Kita bisa menggabungkan tehnik relaksasi,visualisasi,dan afirmasi dalam sebuah proses yang bertujuan menanamkan suatu realitas yang kita inginkan ke dalam pikiran atau alam bawah sadar.Dengan kata lain,kita bisa mempengaruhi alam bawah sadar untuk mewujudkan realitas baru yang kita inginkan tersebut.Misalnya,ketika kita ditimpa penyakit berat atau kehilangan pekerjaan,kita bisa menanamkan harapan baru sekaligus mewujudkannya,bahwa kita pasti sehat atau kita pasti mendapatkan pekerjaan baru yang lebih baik.Proses inilah yang disebut dengan pemprograman kembali alam bawah sadar (suconcious reprogramming ).
Mengapa Menggunakan Alam Bawah Sadar?
Yang menjadi pertanyaan,mengapa mengunakan alam bawah sadar?
Erbe Sentanu mengatakan,alam bawah sadar tidak pernah bisa membedakan antara imajinasi dengan kenyataan.Alam bawah sadar tidak pernah memiliki mekanisme untuk mengetahui hal-hal yang nyata ataupun tidak nyata.Kita bisa melihat contohnya dalam kasus berikut ini.
Pada tahun 1962,Majalah Kedokteran Kyushi keluaran Jepang melaporkan bagaimana system kekebalan anak-anak Jepang bereaksi terhadap Sesuatu yang mereka anggap nyata.Anak-anak itu setelah ditutup matanya di beritahu bahwa tanaman yang tengah digosok-gosokan ke lengan mereka adalah tanaman beracun,setelah itu ,mereka mengeluarkan reaksi-reaksi alergi yang keras pada lengan mereka,seperti pembengkakan,kulit menjadi kemerah-merahan dan gatal-gatal.
Namun ketika di beritahu bahwa yang digosokkan di tangan mereka adalaah zat yang tidak berbahaya,reaksi-reaksi tersebut tidak muncul.Nah.disitulah alam bawah sadar bekerja.ketika alam bawah sadar merekam bahwa tanaman itu beracun,maka reaksi yang dikelurkan pun seperti reaksi yang di keluarkan jika tanaman tersebut beracun,maka reaksi yang di kelurkan pun seperti yang di keluarkan jika tanaman tersebut beracun,walaupun sebenarnya tidak demikian.
Karena itu,kita bisa memanfaatkan cara kerja alam bawah sadar untuk sesuatu yang menguntungkan.Kita bisa menanamkan program apapun kealam bawah sadar untuk mewujudkan segala sesuatu yang kita inginkan.
Dalam bukunya,Quantum Ikhlas,Mas Nunu,begitu sebutan akrab Erbe Sentanu,mengatakan bahwa pikiran tidak hanya terkait dengan pembagian otak secara fungsional yang terdiri dari otak kiri dan otak kanan,tetapi juga pembagian berdasarkan aspek kesadarannya.
Umumnya manusia hanya memanfaatkan pikiran sadarnya yang memiliki kekuatan hanya 12% dari keseluruhan kekuatan pikirannya.Pikiran sadar inilah yang biasa kita maksud ketika menyebut seseorang sedang menggunakan ‘ otaknya’.Sedangkan yang 88% lainnya merupakan kekuatan bawah sadar yang secara umum hanya muncul dalam bentuk “perasaan”nya.
Bayangkan,jika dengan 12 persen dari keseluruhan otak manusia saja banyak yang bisa dilakukan,bagaimana kalau kemampuan otak yang 88% itu bisa kita manfaatkan?Hasilnya tentu luar biasa.Seperti yang di ungkapkan Mas Nunu,kekuatan alam bawah sadar begitu besar,dan dapat dimanfaatkan untuk mencapai tujuan tiga sampai tujuh kali lebih cepat.
Kondisi Alpha=Gerbang Menuju Alam Bawah Sadar
Lalu,bagaimana caranya mengeksplorasi kekuatan alam bawah sadar tersebut?
Sebagai langkah awal,perlu dipahami kondisi otak manusia menurut gelombangnya.Ada empat katagori gelombang otak,yaitu beta,alpha,theta,dan delta.
Kondisi Beta ( 14-100 Hz ) adalah kondisi saat kita sepenuhnya sadar.Saat ini otak didominasi oleh logika.Saat seseorang berada di gelombang ini,otak kiri sedang aktif berfikir,konsentrasi,dan sebagainya,sehingga gelombang otaknya meninggi.
Kondisi yang paling penting untuk menembus pikiran bawah sadar adalah alpha ( 8-13,9 Hz ) dalam kondisi alpha kita bisa membuka pintu gerbang menuju 88% kekuatan alam bawah sadar.Kondisi alpha adalah kondisi yang sangat releks atau sama persis dengan kita berhayal dan melamun.
Kondisi theta ( 4-7,9 Hz ) adalah kondisi kita saat bermimpi.Pada saat ini,pikiran pun menjadi kreatif dan ispiratif.Dalam keadaan theta,pikiran menjadi sangat jernih,sangat khusuk,terjadi relaksasi yang dalam,dan saat ini indra keenam atau intuisi muncul.Yang membedakan kondisi alpha dengan theta adalah kesadaran kita.Pada kondisi alpha,kita masih merasakan anggota tubuh kita,sedangkan pada kondisi theta semua itu sudah tidak terasa lagi.
Sedangkan kondisi delta ( 0,1-3,9 Hz ) adalah kondisi pada saat manusia sedang tertidur pulas tanpa mimpi.Kondisi Delta di perlukan oleh tubuh,karena dalam kondisi itu tubuh aktif mengganti sel-sel yang rusak dan melakukan peremajaan terhadap sel-sel tubuh.
Lalu bagaimana caranya kita masuk kegelombang alpha?Cara yang mudah adalah membalikkan mata kita ke atas dan memejamkan mata,lalu pikiranpun membawa kita ke dalam kondisi alpha,melarutkan kita dalam suasana yang nyaman dan penuh kedamaian.
Kondisi alpha juga dapat dibangun melalui meditasi.Meditasi yang sempurna adalah kedua telapak tangan dibuka,pada saat itulah energi alam akan menyatu dan berputar dalam keseluruhan tubuh.Di tunjang musick indah dan syahdu,suasana akan tercapai.
Mas Nunu menawarkan cara mudah untuk masuk ke kondisi alpha,yaitu dengan menggunakan alat bantu yang disebut teknologi DigitalPleyer.Alat ini berupa CD brainware managemen ( pengaturan gelombang otak ) berisi suara-suara alam seperti air mengalir,gelombang samudra yang naik turun,atau kicau burung,semua itu telah diracik menggunakan teknologi audio yang khusus didesain untuk menghasilkan kondisi-kondisi otak dan kesadaran tertentu.Mendengarkan CD ini secara teratur bisa melatih otak untuk bekerja sama antara satu sisi dengan sisi lainnya,sehingga bisa memasuki kondisi alpha secara cepat.
Menggambarkan bayangan mental dengan visualisasi
Dalam praktiknya,visualisasi sebenarnya adalah proses menciptakan ide,bayangan mental,atau gambaran di lubuk hati kita yang paling dalam.Ini merupakan cara untuk bergerak memasuki tingkat kesadaran yang lain dan menanamkan gambaran yang kita inginkan.Misalnya,ketika kita sakit,kita membayangkan diri kita yang sehat dan bisa melakukan banyak aktifitas.
Pada pelaksanaannya,visualisasi harus didahului dengan relaksasi,karena hanya dengan cara inilah kita dapat menyentuh energi bawah sadar dengan kuat.Ketika kita berada dalam kondisi yang relaks dan hening secara mental,itulah saatnya kita menggunakan imajinasi untuk memvisualisasikan sesuatu yang kita inginkan.Semakin kuat keinginan kita,semakin focus energi yang kita arahkan ke bayangan mental,sehingga potensi untuk mewujudkan bayangan ke dalam realitas fisik akan lebih kuat.
Afirmasi atau self talk
Afirmasi di lakukan dengan mengucapkan suatu hal dengan penuh keyakinan terhadap diri sendiri ( self talk ) untuk mencapai tujuan tertentu,kemudian merasakan dan mewujudkannya.
Dalam pemprograman alam bawah sadar,ada beberapa kaidah yang mesti dipatuhi dalam melakukan afirmasi,yaitu menggunakan kalimat yang pendek dan jelas maksudnya.Kemudian diucapkan dengan bahasa yang positif,misalnya,”saya berani,”selanjutnya,dirumuskan dalam masa sekarang dan meyakini bahwa apa yang anda kehendaki itu pasti terlaksana.Dan yang terpenting,kalimat anda itu di ulang-ulang,untuk member waktu agar pernyataan anda tersebut meresap dan terekam kea lam bawah sadar kita.
Tambahkan emosi atau perasaan yang menyenangkan
Selain relaksasi,visualisasi,dan afirmasi,hal yang tak kalah penting dalam melakukan pemprograman kembali bawah sadar adalah keyakinan.
Agar proses pemprograman bawah sadar dapat lebih efektif,diperlukanemosi atau perasaan yang positif atau perasaan yang menyenangkan.Ketika kita inginkan,ciptakan sebuah rasa bahagia seolah-olah apa yang kita inginkan sudah tercapai.
Melakukan program alam bawah sadar ini dilakukan terus menerus,sedikitnya tiga kali sehari,masing-masing selama 20 menit sampai realitas yang kita harapkan tersebut terwujud menjadi kenyataan.
Sebelum kita mengawali tahapan program ulang (reprogramming) alam bawah sadar,kita perlu menentukan terlebih dulu realitas/target yang kita harapkan secara jelas.Selanjutnya,cari tempat nyaman untuk melakukan proses ini.Pilih tempat yang sunyi yang tidak banyak ganguan.Kita harus berada dalamkeadaan yang sangat releks.Jika perlu,lakukan dulu latihan ringan untuk melepaskan atau merenggangkan otot-otot kita.Setelah itu lakukan visualisasi dan afirmasi.
LANGKAH-LANGKAH SUBCONSCIOUS REPROGRAMMING
1.Duduk atau berbaring dengan nyaman dan relaks.Pejamkan mata,kalau perlu diiringin music yang lembut yang membuat anda sangat relaks dan semua beban anda terlepas.Atau gunakan CD ala Mas Nunu.tarik napas panjang dan dalam.Rasakan udara dingin memasuki yang seluruh tubuh dengan lobang hidung.Secara perlahan anda memasuki kondisi gelombang otak alpha.Nikmati keadaan ini beberapa saat.
2.Kemudian ucapkan dalam hati afirmasi yang sudah anda buat,Misalnya,”Saya sembuh total dan saya bisa beraktifitas dengan bebas.”
3.Kemudian visualisasikan keadaan atau tujuan yang anda harapkan tersebut kedalam layar mental anda.Bayangkan anda sudah sehat dan melakukan berbagai aktifitas.Gambarkan dengan jelas sehingga anda benar-benar dapat melihat diri anda sendiri dalam pikiran anda.
4.Sambil membayngkannya,tambahkan suasana hati atau perasaan positif yang anda miliki ketika tujuan itu tercapai.Hati anda di penuhi rasa senang,bahagia,dan syukur.Ambil napas panjang dan dalam,nikmati perasaan itu.Nikmati gambaran visual dan perasaan hati yang menyertai suasana tersebut.
5.Setelah itu hitunglah secara perlahan dari 5,4,3,2,1 sambil menarik napas yang panjang dan dalam pada saat hitungan.Setelah itu,bukalah mata anda.
Jika prose situ terjadi kurang dari 20 menit.ulangi beberapa kali lagi sampai mencapai sekitar 20 menit.Lakukan terus secara tekun.Perlu diingat,semuanya memerlukan proses dan waktu yang cukup untuk tumbuh dan terwujud menjadi realitas baru yang kita harapkan.Selamat mencoba.
Hipnotis Sederhana Untuk Anak Balita Atau Anak Penderita Autis
Hipnotis merupakan sebuah teknik untuk “membuka” pikiran bawah sadar, dan selanjutnya memasukkan sugesti atau saran sesuai dengan keperluan.
Teknik hipnotis mempergunakan seni komunikasi verbal dan non verbal yang sangat persuasif, sehingga pada umumnya hipnotis diterapkan kepada mereka yang sudah memahami komunikasi. Oleh karena hipnotis formal hanya efektif untuk anak yang telah berusia minimal sekitar 7-8 tahun. Untuk anak-anak balita sebaiknya dipergunakan hipnotis informal atau komunikasi yang berpola hipnotis.
Hipnotis informal merupakan teknik komunikasi yang berpola khusus, sehingga tidak secara otomatis setiap orang dapat menguasainya. Oleh karena itu berikut ini diberikan teknik yang sangat sederhana untuk “memasukkan” sugesti ke anak balita, dimana teknik ini relatif dapat dilakukan oleh setiap orang tua.
Gelombang otak (Brainwave)
Aktivitas pikiran manusia dapat diukur dengan sebuah perangkat yang disebut EEG, yang dapat memonitor gelombang otak seseorang yang terkait dengan aktivitas pikirannya. Terdapat 4 wilayah utama gelombang otak, yaitu : Beta (kondisi aktif), Alpha (kondisi tenang dan fokus), Theta (kondisi sangat tenang), dan Delta (kondisi tidur).
Kondisi hipnotis yang dalam (deep trance) setara dengan kondisi gelombang Theta. Teknik hipnotis adalah seni untuk membawa seseorang dari kondisi aktif (Beta) ke kondisi tenang (Alpha & Theta).
Kondisi Theta adalah kondisi dimana pikiran sadar tidak aktif, dan pikiran bawah sadar bersifat reseptif, atau mudah menerima saran & sugesti dari luar. Kondisi Delta adalah kondisi dimana pikiran bawah sadar tidak aktif, tetapi pikiran bawah sadar non reseptif.
Aktifitas gelombang otak menjelang tidur
Berdasarkan penjelasan di atas, maka ketika manusia menjelang tidur, yang terjadi adalah penurunan gelombang otak yang menyebabkan terjadinya perpindahan area, yaitu dari Beta, turun ke Alpha, kemudian turun lagi ke Theta, dan akhirnya memasuki tidur sempurna yaitu Delta. Hal ini juga berlaku bagi anak-anak.
Berdasarkan prinsip bahwa proses tidur adalah proses perpindahan gelombang otak, maka sugesti dapat dimasukkan ketika gelombang otak diperkirakan sudah mulai menyentuh Theta, tetapi belum memasuki Delta.
Secara praktis, saran atau sugesti untuk anak dapat mulai diucapkan ketika anak mulai tertidur, karena tidur di awal ini belumlah tidur sempurna (Delta) melainkan suatu kondisi dimana pikiran bawah sadar memiliki sifat paling reseptif (Theta). Walaupun kondisi Theta belum merupakan tidur “sempurna” akan tetapi bagi Subyek dalam hal ini anak, tidur ini tetap dirasakan sebagai tidur sempurna, sehingga kemungkinan anak tidak akan mendengarkan sugesti yang diberikan, tetapi sugesti ini justru didengarkan dengan baik oleh pikiran bawah sadar mereka, sehingga berproses kepada perubahan perilaku sesuai dengan yang diinginkan.
Jika tepat ketika anak baru mulai tertidur atau sudah mulai tidak merespon suara luar, maka orang tua dapat mulai mengucapkan kalimat-kalimat saran, lakukan sekitar 15 menit secara berkesinambungan. Hal ini penting, karena jika sugesti sempat terhenti beberapa menit, maka anak akan “meluncur” memasuki gelombang Delta, atau gelombang tidur alamiah.
Fenomena ini sebenarnya sudah sering dialami anak dimanapun juga, yaitu mereka mudah mengingat dongeng menjelang tidur, walaupun mungkin ketika dongeng ini baru dibacakan, mereka sudah tertidur dengan pulas. Hal ini menunjukkan bahwa dongeng tersebut justru didengarkan oleh pikiran bawah sadar, sehingga menjadi ingatan yang sangat kuat.
Teknik ini juga dapat diterapkan kepada anak autis, karena bagi penderita autis tentu tidak dapat diterapkan hipnotis formal, karena fokus menjadi permasalahan utama bagi anak penderita autis.
Untuk mempermudah orang tua, maka ucapan sugesti dapat direkam ke sebuah alat pemutar lagu, misal kaset, MP3 player, dll. Hal ini juga efektif, selama anak tidak terganggu tidurnya dengan posisi headphone yang ditempelkan ke telinganya. Dengan alat bantu ini tentu sugesti dapat dilakukan lebih lama lagi.
Bagaimana aturan untuk menyusun kalimat sugesti ? Silakan lihat di kolom bunga rampai.
Selamat mencoba !
Mohon anda dapat berpartisipasi untuk menyebar-luaskan teknik sederhana ini kepada mereka yang mungkin membutuhkannya. Referensikan website ini kepada keluarga, rekan, dan handai taulan, agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas.
Hypnosis Bukan Sulap bukan Sihir
Hipnosis atau hipnotis di Indonesia sangat lekat dengan nilai-nilai negatif. Entah dikaitkan dengan klenik dan mistis, atau dinilai berbahaya karena sering dipakai orang dalam melakukan aksi kejahatan. Padahal, jika diterapkan secara benar, hipnosis memiliki beragam manfaat.
Hipnosis memiliki manfaat mengatasi masalah kejiwaan, kecanduan obat, hingga melangsingkan tubuh. Bahkan di dunia Barat, hipnosis sudah digunakan sebagai metode alternatif pengganti anestesi. Pasien yang mau dioperasi di dokter bisa memilih dihipnosis agar tak lagi merasakan sakit.
Di Indonesia, hipnosis sudah hadir cukup lama. Bahkan, organisasi The Indonesian Board of Hypnotherapy (IBH) yang menaungi para ahli hipnosis atau hipnoterapis di Indonesia sudah didirikan sejak 2002. Namun, karena kondisi psikologis masyarakat yang sangat lekat dengan hal-hal berbau mistis, hipnosis pun sulit diterima. Apalagi, banyak juga kejahatan yang dilakukan dengan menyalahgunakan hipnosis.
Hipnosis mulai menjadi tren sejak setahun belakangan. Tak bisa dimungkiri, munculnya acara televisi yang dipandu Romy Rafael menjadi celah hingga hipnosis bisa diterima masyarakat. Pasalnya, Romy mengemas hipnosis menjadi sebuah hiburan, sehingga menarik disaksikan seluruh lapisan masyarakat.
“Karena stereotipe hipnosis sudah buruk di Indonesia, saya mencoba memperkenalkannya lewat dunia hiburan. Kalau langsung memperkenalkan fungsi dan kegunaan hipnosis secara langsung, masyarakat bisa akan bosan dan hasilnya tak efektif. Dengan mempopulerkan lewat dunia hiburan terlebih dulu, hipnosis akan memiliki eksistensi. Nah, dari situ kemudian saya baru memperkenalkan apa sebenarnya hal-hal positif yang bisa didapat dari hipnosis,” tutur Romy.
Hipnosis pun meledak menjadi sesuatu yang baru di Indonesia. Memang, masih banyak yang memandangnya dengan sebelah mata. Namun, setidaknya sebagian sudah mulai mau percaya.
Hal itu ditunjukkan lewat jumlah klien Romy yang terus meningkat. Saat ditanya, kira-kira berapa jumlah klien yang pernah ditanganinya, Romy menggeleng tanda tak ingat. Maklum, ia tak hanya melayani klien yang berkonsultasi secara one on one, namun juga kerap menggelar seminar atau acara hipnosis massal. Salah satunya bahkan tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (Muri) sebagai acara hipnosis terbesar di Indonesia dengan peserta 8.000 orang sekaligus.
Meledaknya hipnosis di Indonesia memberikan dampak positif terhadap hipnoterapis yang sudah berkutat di bidang ini sejak lama. Di antaranya NSK Nugroho dari klinik HypnoCare dan Mukti dari klinik Diamond in You Hypnotherapy. Keduanya sama-sama berkutat di dunia ini sebelum hipnosis menjadi tren. Bahkan Nugroho merupakan salah seorang pendiri dan anggota IBH dan telah menjadi anggota dua organisasi hipnoterapis internasional, yakni National Guild of Hypnotist serta International Association of Counselors and Therapists sebagai hipnoterapis bersertifikat.
Motivasi Kuat
Metode yang digunakan Nugroho, Mukti, maupun Romy tak berbeda jauh meski tetap ada perbedaannya. Saat klien mendaftar, mereka akan ditanya mengenai keluhan masing-masing. Lalu, pada sesi awal, klien akan berbincang-bincang singkat dengan hipnoterapis yang menanganinya. Dengan demikian terapis akan mengetahui pola pikir klien, sekaligus merasakan adanya chemistry dan koneksi serta mengetahui latar belakang permasalahan klien.
“Namun, dalam sesi awal ini, saya berhak menolak klien, begitu juga sebaliknya. Ada beberapa hal yang membuat saya bisa begitu. Salah satunya jika saya merasa tak sanggup menangani klien saya akan mereferensikannya kepada terapis lain,” kata Romy.
Keluhan yang dibawa klien ke terapis ini juga bermacam-macam, mulai dari masalah kejiwaan, stres, ingin mengurangi berat badan hingga menambah rasa percaya diri. Rata-rata, keluhan-keluhan tersebut bisa diselesaikan setelah tiga-lima sesi pertemuan. Namun, itu pun masih bervariasi. Jika masalahnya sangat pelik dan unik, bisa jadi sesi pertemuan yang dibutuhkan pun jauh lebih banyak lagi.
Menurut Mukti, umumnya hipnosis gagal dilakukan kepada orang yang tak bisa menyugesti dirinya sendiri. Pasalnya, dasar hipnosis adalah sugesti diri. Selain itu, menurut Nugroho, hipnosis tidak akan memberikan hasil instan bak sulap. Dibutuhkan waktu juga kemauan si klien untuk berubah.
“Karena itu, proses wawancara sebelum sesi hipnosis penting untuk dilakukan. Kami harus mengetahui motivasi klien. Hipnosis bisa dilakukan jika klien mau melakukannya, bukan karena paksaan dari orang lain,” Nugroho menjelaskan.
Romy menambahkan, tingkat kegagalan kliennya biasa terjadi akibat ia tak mau menuruti kurikulum terapi yang dilakukannya. Menurut Romy, seorang terapis hanya berfungsi sebagai fasilitator perubahan. Kemauan untuk berubah harus datang dari si klien sendiri. Harus ada kerja sama penuh antara klien dan terapisnya agar hipnosis bisa berhasil dengan sukses.
“Kalau klien tidak mau, kami pun tak bisa apa-apa. Makanya, terapi untuk berhenti menggunakan narkoba misalnya, harus dicari dulu, motivasinya berasal dari klien sendiri atau orang lain. Kalau ia disuruh oleh orang lain, padahal dia sendiri masih nyaman dengan itu, bisa-bisa terapinya tak akan sukses,” kata Romy.
Cari Akar Masalah
Dalam sesi terapi, umumnya terapis akan mencari akar masalah yang dihadapi sang klien. Dengan mencari akar permasalahannya, diharapkan benang kusut masalah yang dialami klien bisa diurai.
Seperti masalah pelangsingan tubuh misalnya. Menurut Nugroho, banyak klien yang tidak minta agar tubuhnya langsung kurus secara instan. Namun banyak juga yang minta agar cara pandang dirinya terhadap tubuhnya sendiri diubah, sehingga rasa percaya diri akan muncul sendiri.
“Kalau ia sudah merasa pede, efek langsing dan menarik akan keluar dengan sendirinya juga,” tuturnya.
Dalam istilah yang digunakan Romy, akar masalah seseorang disebut tranquilizer atau penenang. Pecandu rokok biasanya menganggap rokok sebagai penenang, yang bisa menenangkannya dari masalah atau sebagai pemicu untuk mendapatkan ide. Sementara orang-orang yang menderita kegemukan memiliki penenang masing-masing, dari es krim, cokelat hingga makanan siap saji, sebagai cara untuk melarikan diri dari masalah.
Jika yang diselesaikan adalah akar dari segala masalah si klien, niscaya mereka tak akan lagi mencari pelarian untuk bisa menenangkan diri. Efeknya akan muncul kemudian hingga si klien bisa berhenti merokok atau menghentikan konsumsi makanan berlebih hingga tubuh menjadi lebih langsing.
Juga, ketiganya menekankan, hipnosis tak akan bisa memberikan hasil instan bak sulap. Dibutuhkan proses serta keinginan dari diri sendiri agar bisa sukses secara bertahap.
Jadi, jika Anda tertarik ikutan hipnosis hanya karena latah dan berharap hasil mujarab setelah satu sesi, siap-siap kecewa. Dibutuhkan lebih dari itu untuk bisa sukses, terutama motivasi dari diri Anda sendiri. Enggak percaya? Buktikan saja sendiri !
Ramai-Ramai Belajar Hipnotis
Pada Sabtu siang di pertengahan Desember 2004, di lounge butik Socialite yang terletak di bilangan Jakarta Selatan, berkumpul puluhan eksekutif muda dari berbagai profesi.
Hari itu, mereka memenuhi undangan seharga 1,5 juta rupiah dari sebuah event organizer (EO) bernama Anggrek Communications untuk mengikuti workshop hipnotis selama delapan jam. Tujuannya, tentu saja agar mereka mengerti tentang hipnotis serta manfaatnya. Maka, setelah paruh waktu berworkshop, mulailah para peserta itu berpasang-pasangan untuk mempraktikan ilmu hipnotis dari instruktur.
Lalu, seorang yang kebagian jadi hypnotist (orang yang menghipnotis) pun mulai menghipnotis temannya, “Saya akan memandu anda untuk mengerahkan kekuatan pikiran anda…Mohon anda rileks dengan memejamkan mata. Selanjutnya, saya akan memandu anda agar anda dapat lebih mudah melakukannya…anda cukup mendengarkan apa yang saya katakan….”
Begitulah, dengan ilmu hipnotis yang baru didapat sekitar empat jam, para hypnotist dadakan itu berusaha menyugesti Suyet (orang yang dihipnotis) laiknya seorang hypnotist ulung.
Terdengar suara lembut dari seorang peserta bernama Letta yang sedang menghipnotis seorang wartawan, “Sekarang bayangkan anda sedang ada di pelukan istri. Anda merasa nyaman, rileks, karena istri anda kini juga memijat anda (Letta mulai memijat-mijat suyet sambil bibirnya meniup-niupkan udara ke wajah suyet untuk mendukung kenyamanan si suyet). Isap napas dalam-dalam, hembuskan (Letta mengeluarkan napasnya membantu suyet, suaranya mirip seorang yang sedang melakukan body language, ssss…). Ya, tidur anda kini makin lelap…”
Sementara di sebelahnya, terlihat seorang produser radio juga sedang menghipnotis. “Korbannya” kali ini adalah seorang fotografer. Sekitar sepuluh pasang peserta workshop itu asyik dengan perannya masing-masing.
Melihat animo peserta yang cukup tinggi, boleh jadi ini akibat dari sebuah tayangan televisi yang memamerkan kemampuan hipnotis Romi Rafael yang tampak begitu gampang “ngerjain” orang dengan ilmu hipnotisnya menjadi sebuah tontonan yang menarik.
“Nggak cuma itu. Dengan tahu ilmu hipnotis, kita juga bisa menangkal kejahatan yang dilakukan tukang gendam (hypnotiest tradisional) yang suka mencari korban di pasar atau di mal,” tutur Erni Koesworini, pemilik EO Anggrek Communications.
Letta, yang berprofesi sebagai penyiar radio swasta di Jakarta itu mengaku, keikutsertaannya dalam workshop itu sekedar memenuhi rasa penasarannya mengenai hipnotis. “Syukur-syukur kalau bisa menguasai ilmunya, jadi bisa dipraktikkan untuk menyugesti anak-anak agar rajin belajar,” ujar Letta yang memiliki dua anak.
Ya, semenjak Deddy Corbuzier “membumikan” sulap lewat televisi dan menjadikan sulap dan pesulapnya kian dekat dengan masyarakat, rupanya kini gantian hipnotis mendapat giliran memasyarakat.
Bahkan, instruktur hipnotis Yan Nurindra yang siang itu memberikan workshop mengatakan, dirinya kini mengajar hipnotis di empat kota : Jakarta, Semarang, Yogyakarta dan Denpasar.
Itu artinya, ilmu hipnotis bukan lagi menjadi ilmu angker yang cuma dimiliki oleh mereka yang tabah berlaku batin dengan puasa, bertapa, atau melafal doa, seperti yang dilakukan oleh para hypnotiest tradisional, sebutan untuk mereka yang belajar ilmu hipnotis dengan cara-cara klasik seperti disebut di atas yang menghasilkan “orang-orang sakti” atau yang kita kenal dengan sebutan paranormal.
“Awalnya, saya belajar hipnotis juga dengan cara seperti itu. Menyepi ke tempat-tempat keramat,” tutur Yan.
Menurut Yan, praktik paranormal sebetulnya bagian dari hipnotis. Ketika mereka bertapa, berpuasa, dan berolah batin lainnya, sebetulnya mereka sedang memupuk keyakinan untuk berkemampuan sesuai dengan yang diinginkan. Misalnya, kemampuan untuk tak mempan senjata tajam, mampu mengobati, bahkan mempengaruhi orang lain. “Itu disebut self hypnotis,” jelas Yan.
Maka, ketika seseorang sudah memiliki keyakinan dirinya berkemapuan, orang tersebut bisa mentransfer ilmunya ke orang lain melalui sugesti.
Lalu, Yan pun memberi contoh bagaimana proses lahirnya sebuah jimat yang diberikan oleh “orang pintar”. Katanya, jimat itu sebetulnya anchor yang diberikan kepada suyet (orang yang dihipnotis). Adapun anchor, adalah sugesti berupa simbol-simbol yang akan menghasilkan reaksi pemikiran, emosional, atau perilaku tertentu.
Yan memberi contoh, saat suyet sudah berada di bawah pengaruh seorang paranormal, maka paranormal itu pun mulai memberi anchor. Misalnya dengan sugesti seperti ini, “saat kamu memegang benda ini (jimat) maka kamu tidak merasa panas saat kulitmu saya bakar dengan korek.”
Proses ini, menurut Yan, sama dengan munculnya fenomena hantu. Hantu, kata Yan, adalah entitas yang muncul dari diri seseorang yang pernah mendapat semacam anchor dari orang lain. Misalnya, sejak kecil kita sudah diberi anchor, bahwa kuburan, tempat gelap, pohon besar, rumah kosong, adalah tempat-tempat berhantu. Nah, saat kita berada di tempat-tempat tersebut, anchor itu pun mulai bekerja. Mereka yang secara fisik maupun mental sedang lemah, akan lebih mudah melihat ujud yang sekian lama mengendap di alam bawah sadarnya.
Ilmu hipnotis modern dikenal manusia sejak abad 18. Tokoh utamanya adalah Franz Anton Mesmer, dan disusul oleh James Braid, Charcot, Liebault, Bemheim, Sigmund Freud, Clark Haul, dan sebagainya.
Hipnotis oleh para pakar di barat lebih diyakini sebagai seni ketimbang klenik. Hipnotis, kata para pakar itu, merupakan seni sugesti, seni komunikasi, seni merubah tingkat kesadaran, dan seni eksplorasi alam bawah sadar.
Yan mengungkap, konsep dasar hipnotis adalah belajar memahami fakta dan mitos di sekitar hipnotis, memahami fungsi dan peranan Sub-Conscious (alam bawah sadar), memahami perbedaan antara Western hipnotis dan Eastern Hipnotis, memahami ruang lingkup Hipnotis dan fungsi hipnotis dalam kehidupan sehari-hari, dapat melakukan Hypnosis sederhana dengan prosedur yang benar, dengan orientasi utama ke stage hipnotis (Entertaintment Hypnosis), serta apresiasi terhadap aplikasi khusus hipnotis yang berisi antara lain : Professional Stage Hypnosis, Clinical Hypnotherapy, Forensic Hypnosis, dan Anodyne Awareness.
Secara sederhana, dengan memiliki dasar ilmu hipnotis seorang Hypnotist dapat membuat seseorang (Suyet) sangat relaks dan tenang. Bahkan pada orang-orang tertentu dan dalam situasi tertentu, seorang Hypnotist dapat membuat Suyet sangat tenang secara ekstrim, sehingga masuk ke suatu tahapan yang dikenal sebagai kondisi “Hypnotic” atau “Tertidur Hypnosis”.
Pada saat Suyet sudah dalam kondisi sangat rileks, atau dalam kondisi “Hypnos”, maka Hypnotist dapat memberikan sugesti-sugesti yang relatif lebih mudah diterima oleh Suyet dibandingkan dalam kondidi biasa.
Pertanyaan yang sering muncul adalah, apakah setiap orang dapat menjadi seorang hypnotist? Yan memberi jawaban begini, “Hipnotis adalah ilmu komunikasi yang sangat prima. Oleh karena itu persyaratan dasar agar seseorang dapat menjadi seorang Hypnotist yang ahli, dia harus memiliki kemampuan komunikasi verbal dan non verbal (Body Language) yang sangat baik, dan bersifat persuasif, mampu menginterptrestasikan bahasa tubuh (Body Language) dari lawan komunikasi, Memiliki kreativitas tinggi dalam berkomunikasi, dan mampu untuk menyesuaikan diri dengan strata lawan komunikasi, memiliki kepercayaan diri yang tinggi.
Kemudian, pertanyaan berikutnya adalah, apakah setiap orang bisa dihipnotis? Rupanya, ada beberapa persyaratan untuk seseorang bisa dihipnotis. Di antaranya adalah, ia harus pada kondisi Hypnotisability: tidak menolak (Secara Sadar), dapat berkomunikasi, berkemampuan untuk fokus.
Secara umum, wilayah kesadaran manusia memiliki tiga kategori. Terdiri dari: Kesadaran Tinggi (Super-Conscious), Kesadaran Normal (Conscious), Bawah Sadar (Sub-Conscious). Dalam kehidupan sehari-hari, mekanisme manusia biasanya terdiri: Conscious 12 % , Sub-Conscious 88 %.
Nah, keberhasilan praktik hipnotis adalah ketika suyet sudah berada pada situasi deep trance. Namun, untuk mencapat tingkat ini, ada faktor yang mempengaruhinya. Yakni, kondisi psikologis (Kejiwaan) suyet, tingkat keaktifan berpikir suyet, suasana dan kondisi lingkungan, ketrampilan seorang hypnotist, waktu, serta tingkat kepercayaan suyet terhadap seorang hypnotist.
Pre-Induction (pra-induksi) merupakan suatu proses untuk mempersiapkan suatu situasi dan kondisi yang bersifat kondusif antara seorang Hypnosis dan Suyet.
Agar proses Pre-Induction berlangsung dengan baik, maka sebelumnya Hypnotist harus dapat mengenali aspek-aspek psikologis dari Suyet, antara lain : hal yang diminati, hal yang tidak diminati, apa yang diketahui Suyet terhadap Hypnosis, dan seterusnya.
Pre-Induction dapat berupa percakapan ringan, saling berkenalan, serta hal-hal lain yang bersifat mendekatkan seorang Hypnotist secara mental terhadap seorang Suyet.
Pre-Induction merupakan tahapan yang bersifat kritis. Seringkali kegagalan proses hipnotis diawali dari proses Pre-Induction yang tidak tepat.
Langkah berikutnya adalah Induction (induksi). Merupakan kunci utama dalam proses hipnotis, karena proses inilah yang akan membawa Suyet dari kondisi “Beta” ke kondisi “Alpha” bahkan “Theta” dengan kondisi sepenuhnya di bawah kendali seorang Hypnotist.
Bagian utama dari induction adalah “kalimat kunci” dari seorang Hypnotist, ketika memerintahkan seorang Suyet untuk tidur “Hypnotic”, di mana selanjutnya Hypnotist akan mengambil alih kendali atas Sub-Conscious Suyet.
Secara utuh, proses induction terdiri dari 3 bagian, yaitu: Relaxation, adalah proses untuk mengurangi keaktifan BrainWave Suyet (High Beta to Low Beta). Induction, adalah Proses untuk membawa Suyet ke Brainwave Alpha, untuk selanjutnya siap di-sugesti dengan “kalimat kunci”. Deepining adalah proses untuk membawa Suyet ke “Trance Level” yang lebih dalam (Theta).
Selanjutnya, sampailah kita pada proses Dept Level Test. Seringkali diistilahkan dengan “Trance Level Test” atau pengujian tingkat kedalaman “Hypnotic” seorang Suyet.
Bagi seorang Stage hypnotist, perlu memperoleh seorang Suyet dengan tingkat kedalaman “Trance” tertentu. Minimal : Medium Trance. Bagi seorang Hypnotherapist, tingkat kedalaman “Trance” akan berkaitan dengan efektivitas pengaruh Sugesti Therapi yang akan diberikan kepada Suyet.
Depth Level Test dilakukan dengan cara memberikan perintah sederhana yang berlawanan dengan logika kesadaran biasa (Conscious). Jika tingkat kedalaman “Trance” yang dimaksud belum dicapai, maka Hypnotist harus melakukan “induction” kembali. Seringkali diikuti dengan segesti yang bersifat “provokatif”. Tidak setiap orang dapat mencapai tingkat “Trance” yang dalam. Hal ini tidak menjadi masalah dalam Hypnotherapy.
Kemudian kita menginjak pada langkah Suggestion atau Sugesti. Merupakan tahapan inti dari maksud dan tujuan proses hipnotis. Pada tahapan ini seorang Hypnotist mulai dapat memasukkan kalimat-kalimat sugesti ke Sub-Conscious Suyet.
Setelah itu, kita menuju tahapan Post Hypnotic Suggestion. Yakni, suatu Sugesti yang tetap “bekerja” walaupun seorang telah berada dalam kondisi pasca-hipnotis (normal). Post Hypnotic Suggestion merupakan hal penting yang mendasari proses Clinical Hypnotherapy.
Apabila hypnotist ingin mengendalikan Suyet, ia bisa menggunakan simbol bunyi atau tindakan. Inilah yang disebut Anchor. Yakni sugesti berupa simbol-simbol yang akan menghasilkan reaksi pemikiran, emosional, atau perilaku tertentu disebut juga dengan “Anchor”. Inilah yang sering dipraktikan Romy Rafael di televisi atau dikenal dengan istilah anchoring, yang merupakan proses “Programming” seorang Hypnotist terhadap Suyet. Misalnya, mulai saat ini, jika kamu melihat Warung Tegal, maka kamu tidak dapat menahan keinginan kamu untuk mentraktir saya!
Tahap paling akhir adalah Termination, yakni suatu tahapan untuk mengakhiri proses hipnotis. Konsep Termination adalah agar seorang Suyet tidak mengalami kejutan psikologis ketika terbangun dari “tidur hipnotis”.
Standar dari proses Termination adalah membangun sugesti positif yang akan membuat tubuh seorang Suyet lebih segar dan relaks, kemudian diikuti dengan regresi beberapa detik untuk membawa Suyet ke kondisi normal kembali.
Di ruang yang tak seberapa lebar itu, proses saling menghipnotis pun usai pada sore hari. Pasangan-pasangan yang sudah mempraktikan pelajaran hipnotis pun saling berdialog.
“Bagaimana rasanya?” tanya Letta kepada Suyet.
“Apanya yang bagaimana?” Suyet ganti bertanya.
“Terhipnotis nggak sama saya?”
Suyet tersenyum.
“Kok senyum?” Letta mulai penasaran.
Suyet senyum lagi. Letta tambah penasaran. Ia pun mulai merajuk, kepingin tahu betul, apakah ilmu hipnotisnya sudah bisa diandalkan atau belum.
“Gimana? Jangan senyum-senyum gitu dong,” ujar Letta tambah penasaran.
“Jawaban jujur atau terus terang?” Suyet menjawab.
“Ya yang jujur dong.”
“Saya malah terangsang.”
“Hah?!”
“Habis situ menghipnotisnya pakai pijat-pijat segala sih.”
Hipnoterapi Bantu Sembuhkan Multiple Sklerosis
Multiple sklerosis, penyakit kelumpuhan yang disebabkan rusaknya fungsi otak karena virus, disinyalir bisa disembuhkan dengan terapi hipnosis. Sebuah percobaan penyembuhan melalui perbaikan cara pikir mengenai sebuah penyakit.
Percaya atau tidak, tubuh manusia sesungguhnya telah memiliki semua kebutuhan kimia yang diperlukan untuk mempertahankan hidup. Daya alami tersebut kemudian bisa dimaksimalkan bila asupan makanan sehat dapat terpenuhi. Namun di balik semua itu, pikiran yang sehat merupakan syarat mutlak di balik itu semua. Sebab tanpa pikiran yang sehat serta bermakna positif, mungkin selamanya seseorang menganggap sebuah fenomena sakit tak akan tersembuhkan.
Hal itu juga yang dirasakan Pepeng, seorang master antropolog, psikolog, pelawak senior, dan entertainer yang mungkin sudah sering kita dengar namanya. Pepeng, yang mulanya ceria, tiba-tiba Juli 2005 lalu harus menghadapi kenyataan pahit. Karena tiba-tiba kedua kakinya mengalami kelumpuhan. “Mula-mula kaki ini terasa kesemutan, entah bagaimana tiba-tiba saya lumpuh,” ceritanya, pada wartawan di Jakarta (22/3).
Analisis dokter kemudian memvonis, lelaki berkacamata ini mengidap penyakit multiple sklerosis. Sejenis penyakit yang terjadi karena adanya parutan di otak dan sumsum tulang belakang. Penyebab penyakit ini sebenarnya belum diketahui secara jelas. Namun yang pasti akibat parutan tersebut, membuat fungsi otak sebagai pemberi perintah pada tubuh menjadi tak signifikan lagi.
Kelumpuhan tersebut pada akhirnya seperti menyurutkan semangat hidup Pepeng. Bagaimana tidak, kesibukannya sebagai seorang entertainer tidaklah mungkin akan dijalani dengan kondisinya serupa itu. “Saya sempat putus asa juga. Mengapa Tuhan memberikan cobaan ini pada saya ?” tanyanya.
Seiring waktu berjalan, Pepeng terus berusaha untuk menyembuhkan dirinya. Hingga satu waktu ia bertemu dengan Wasis Budi Harjanto, salah seorang instruktur pada terapi hipnosis di Hypnosis Training Institute of Indonesia. Pengetahuan Pepeng pada dunia psikologi yang membuatnya kemudian mencoba terapi tersebut untuk penyembuhan penyakitnya.
“Saya tahu seseorang memiliki pikiran bawah sadar. Hal itu bisa dimanfaatkan untuk menyembuhkan penyakit saya,” ujarnya menjelaskan. Pengendalian dari pikiran bawah sadar itu kemudian yang diterapkan untuk memperbaiki kondisi seseorang yang terserang penyakit. Terapi ini yang kemudian dikenal dengan nama Hipnoterapi. “Hal ini didasari pada kenyataan bahwa sebenarnya banyak penyakit fisik diawali oleh penyakit mental,” urai Wasis Budi Harjanto, pada kesempatan yang sama.
“Dengan mengubah mindset seseorang terhadap sesuatu hal melalui hipnotis. Bisa mengubah persepsi orang tersebut dalam memandang masalahnya,” ujar Wasis. “Seperti kasus Pepeng misalnya. Enam bulan lalu ia terlihat putus asa karena kelumpuhan yang tiba-tiba dideritanya,” papar Wasis. “Kemudian saat ia mulai menempuh terapi hipnosis ini, terlihat harapan yang mulai terkembang kembali,” tambahnya. “Dengan fenomena seperti itu, saya yakin tak sampai enam bulan ke depan ia akan sembuh total dari penyakitnya.”
Pepeng sendiri sebenarnya belum bisa dikatakan sembuh dari penyakitnya. Namun saat ditemui dalam acara tersebut memang terlihat lebih memiliki harapan akan kesembuhan penyakitnya. Beberapa kali ia mencoba melangkahkan kakinya, meskipun masih terlihat kerenyit kesakitan di mukanya, ia mulai melangkah. Tapi paling tidak memang ada semangat muncul di sana.
Menurut beberapa ahli kejiwaan sendiri, penanganan kasus seperti ini sebenarnya bisa saja. Banyak juga yang mengakui, bahwa penyembuhan terbaik bagi seseorang yang mengalami penyakit seperti Pepeng harus dilihat secara holistik.
Dan penyembuhan melalui sisi mental seperti ini, tetaplah dianggap suatu hal yang amat diperlukan keberadaannya, selain juga tetap melanjutkan terapi penyembuhan secara klinis.
Masuk ke Alam Bawah Sadar, Atasi Masalah Psikosomatik
HIPNOSIS dan hipnoterapi dari hari ke hari kian banyak “penggemarnya”. Bahkan, tak hanya orang dewasa yang menjalani terapi tersebut untuk membantu penyembuhan berbagai penyakit, tetapi juga anak-anak yang mempunyai kesulitan belajar di sekolahnya. Hipnoterapi memang merupakan salah satu cara yang sangat mudah, cepat, efektif, dan efisien dalam menjangkau pikiran bawah sadar, melakukan reedukasi, dan menyembuhkan pikiran yang sakit.
SEBUT saja Bayu yang trauma terhadap pelajaran matematika di sekolah dasar, kini malah bisa bersahabat dengan pelajaran yang semula menurutnya tidak menyenangkan. Dalam bukunya Hypnotherapy The Art of Subconscious Restructuring yang ditulis Adi W. Gunawan, yang melakukan terapi hipnoterapi kepada Bayu, menyebutkan bahwa Bayu trauma terhadap matematika, yang dimulai saat anak tersebut duduk kelas III sekolah dasar.
Manfaat hipnoterapi pun dialami Yono (46), klien seorang hipnoterapis Drg. Henry Setiawan. Yono mengetahui pengobatan hipnoterapi dari saudaranya di Jakarta, juga dari tayangan televisi.
Yono yang ditemani istrinya saat akan menjalani terapi, mengaku keluhannya banyak. “Saya selalu merasa cemas, depresi, nyeri lambung, pusing, dsb. Ini sudah saya rasakan selama 4 tahun. Saya sudah ke dokter, akupunktur, bahkan dokter ahli jiwa, tapi belum ketemu (cocok). Akhirnya, saya coba dengan hipnoterapi,” kata ayah seorang anak ini.
Hingga kini ia sudah tiga kali diterapi. “Rasanya seperti diarahkan. Seperti orang lupa kemudian diingatkan. Setiap selesai diterapi, ada perubahan. Kini rasanya lebih bugar,” ujar Yono, wiraswastawan di bidang elektronik. Menurut Santi, istri Yono, suaminya memang ada perubahan setelah menjalani hipnoterapi, sebelumnya selalu marah-marah, sakit ini sakit itu, biasanya sakit yang dikeluhkan adalah lambung. “Tapi sekarang sudah berkurang, sudah baikan,” kata Santi.
Kian banyaknya yang memanfaatkan terapi ini membuat banyak orang mempelajari ilmu tersebut (lihat boks).
***
MESKI mulai banyak yang menjalani manfaat hipnoterapi, bagi sebagian masyarakat pengobatan dengan hipnosis maupun hipnoterapi barangkali masih terdengar asing. Orang lebih mengenalnya dengan istilah hipnotis. Kini, istilah tersebut masih mempunyai image negatif, berkaitan dengan kejahatan, penipuan, gendam, dsb.
Sebenarnya, hipnosis dalam bentuk tradisional telah dikenal sejak ribuan tahun silam di berbagai kebudayaan di seluruh dunia. Namun pada abad ke-18, Franz A. Mesmer memopulerkan hipnosis untuk proses pengobatan. Mesmer menganggap dirinya mempunyai kekuatan “ajaib” untuk mengobati pasien dengan kesaktiannya. Dan pada abad ke-18 itu pula, Louis XVI memerintahkan Akademi Kedokteran Prancis yang diketuai oleh Benjamin Franklin untuk meneliti dan menyidangkan ilmu yang digunakan oleh Mesmer tersebut. Hasil dari penelitian dan persidangan itu disimpulkan, apa yang dilakukan Mesmer hanya suatu sugesti sedemikian rupa sehingga pasien melakukan proses penyembuhan sendiri.
Setelah melalui perjalanan panjang, saat ini hipnosis telah menemukan formatnya sebagai salah satu cabang ilmu pengetahuan ilmiah, sama sekali tanpa unsur magis atau mistis, terutama setelah proses penelitian dan pengembangan yang dilakukan oleh Dr. Milton Erickson M.D. (1901-1980), Dave Elman (1900-1967), Charles Tebbets, Ormond McGill, dan beberapa tokoh hipnosis modern lain.
Aplikasi hypnosis untuk terapi atau dikenal sebagai clinical hypnosis atau hypnotherapy bukan sesuatu yang baru muncul, tetapi telah dipraktikkan berpuluh, bahkan beratus tahun yang lalu oleh para pakarnya. Namun, akhir-akhir ini fenomena tersebut telah mengalami kebangkitan kembali, apalagi setelah didukung oleh teknologi dan temuan-temuan ilmiah yang relevan.
Menurut APA (American Psychological Association), Dictionary of Psychology, edisi 2007, bukti-bukti ilmiah menunjukkan hipnoterapi dapat bermanfaat mengatasi hipertensi, asma, insomnia, manajemen rasa nyeri akut maupun kronis, anorexia, nervosa, makan berlebih, merokok, dan gangguan kepribadian. Hasil guna sebagai “terapi pendukung” dalam beberapa penyakit juga telah terbukti.
“Dengan mengistirahatkan pikiran sadar (conscious mind) melalui hipnosis, seseorang dapat diberikan memori, saran, atau sugesti yang dapat memprogram ulang pikiran bawah sadarnya untuk berbagai tujuan positif,” kata Ferdiansyah Setiadi Setiawan, S.I.P., CI, CHt, CH, instruktur hipnoterpi, hipnoterapi, Ketua IBH (The Indonesian Board of Hypnotherapy) Chapter Bandung.
***
Benarkah seseorang yang berada dalam pengaruh hipnosis dapat melakukan apa saja sesuai kemauan sang penghipnosis? Jawabannya, tidak. “Seseorang hanya bisa dihipnosis apabila mereka tidak menolak. Sebaliknya, mereka yang menolak untuk dihipnosis apalagi di-”program” untuk melakukan sesuatu yang bertentangan dengan moral, nilai, maupun sistem kepercayaannya tidak akan bisa dihipnosis,” kata Ferdiansyah, 30 tahun, yang belajar hipnosis di Jakarta sejak tahun 2004.
Keilmuan hipnosis dapat diaplikasikan untuk beberapa hal, antara lain stage hypnosis, hypnotherapy, forensic hypnosis, anodyne awareness. Namun aplikasi hipnosis yang paling sering dipergunakan adalah stage hypnosis dan hypnotherapy.
Stage hypnosis adalah aplikasi keilmuan hipnosis yangg digunakan untuk hiburan semata, seperti yang sering kita saksikan di televisi atau di panggung hiburan. Secara teori stage hypnosis adalah cabang keilmuan hipnosis yang paling mudah untuk dipelajari.
Hypnotherapy adalah aplikasi keilmuan hipnosis yang dipergunakan untuk mengatasi berbagai macam permasalahan psikologis antara lain trauma, phobia, pemberdayaan diri/motivasi, mengubah perilaku negatif (kecanduan), dll. Bila dihubungkan dengan penyakit fisik/medis, secara teori hypnotherapy hanya dapat menyembuhkan penyakit yang disebabkan oleh pikiran (psikosomatik) dan hanya bisa membantu proses penyembuhan untuk penyakit medis lain seperti kanker, AIDS, dengan cara meningkatkan semangat hidup penderita agar kekebalan tubuhnya dapat meningkat.
Selain itu, hipnosis bisa juga digunakan untuk mengurangi rasa sakit, sebagai aplikasi dari anodyne awareness, yang biasa digunakan dalam proses persalinan. Bahkan, hipnosis bisa juga digunakan untuk melakukan operasi tanpa anastesi. Namun hal ini hanya boleh dipergunakan dalam keadaan tertentu.
Pada dasarnya, hipnoterapi sama sekali tidak berbahaya dan tidak memiliki risiko atau efek samping, selama dilakukan oleh seorang hipnoterapis (ahli hipnoterapi) yang benar-benar menguasai keilmuan hipnoterapi. Karena dalam melakukan hipnoterapi harus menggunakan proses dan prosedur yang benar.
Untuk menjadi seorang hipnoterapis profesional diperlukan pengetahuan hipnoterapi yang benar dan mendalam, sesuai dengan standar kurikulum internasional yang berlaku, memiliki sertifikasi hypnotherapist (baca juga tulisan di boks)
The Indonesian Board of Hypnotherapy (IBH) adalah lembaga atau organisasi hipnoterapi pertama dan terbesar di Indonesia yang dibentuk oleh beberapa pakar hipnoterapi Indonesia dan diresmikan pada tahun 2002 di Jakarta. Kini anggotanya sekitar 7.000 orang, tersebar di seluruh Indonesia . IBH Chapter Bandung dan sekitarnya berdiri tahun 2006, dengan anggota sekitar 30 orang.
***
Sebagai orang yang ahli hipnoterapi, Ferdiansyah mempunyai banyak “klien” dengan macam-macam keluhan seperti mag, fobia, darah tinggi, stroke, alergi, asma, dll. Dari pengalaman menangani beberapa klien, Ferdian dapat membagi menjadi tiga kategori manusia bila dilihat dari tingkat sugestibilitasnya:
- Mudah, masuk zona hipnosis (trance) hanya dengan hitungan detik hingga menit.
- Moderat, masuk zona hipnosis sampai 90 menit.
- Sulit, masuk zona hipnosis bisa berjam-jam atau berhari-hari.
Menurutnya, proses hipnosis merupakan fenomena alamiah. Selama ini, isu yang muncul adalah seseorang yang lemah dan pikirannya sedang kosong, melamun, mudah dihipnotis. Ternyata menurut Ferdian, yang mudah masuk ke zona hipnosis justru orang memiliki imajinasi cukup bagus, fokus, dan kontrol dirinya cepat.
Saat memberi terapi, Ferdian menetapkan, klien (pasien) duduk di tempat yang nyaman dan sepi. Bagi klien baru, sebelum memasuki sesi terapi, harus menjelaskan apa yang menjadi keluhannya, sejak kapan, kira-kira apa penyebabnya. Setelah menjelaskan bagaimana cara kerja hipnoterapi, dan klien setuju untuk diterapi, baru dimulai sesi terapi (induksi).
Terapi awal (preinduction interview), memakan waktu sekitar 2 jam. Pada sesi ini, biasanya hipnoterapis menggali latar belakang permasalahan. Sesi berikutnya (induksi) melakukan apa yang mau diperbaiki. Kemudian, masuk ke sesi untuk menggali lebih dalam (deeping) lalu terapi dengan berbagai macam teknik terapi/modul.
Menurut Ferdian, klien dengan trauma perkosaan bisa sembuh kembali setelah datang 5 kali terapi. Klien dengan keluhan kecanduan rokok, bisa berhenti setelah datang 4 sesi. “Tapi itu tergantung keinginan dari klien, setiap orang kondisinya tidak sama,” katanya.
Drg. Henry Setiawan, 37 tahun, adalah salah seorang yang mendalami Hipnoterapi. Ia sudah mendapat gelar CHt (Certified Hypnotherapist) dan telah menjadi anggota The Indonesian Board of Hypnotherapy (IBH). “Saya tertarik mendalami Hipnoterapi karena bisa untuk mengembangkan potensi manusia, juga bisa membantu orang lain. Minimal untuk diri sendiri dan keluarga,” kata alumni FKG Unpad itu.
“Sebagai hipnoterapis, saya hanya membimbing untuk mencapai/ menyelesaikan masalah. Pemulihan klien harus dari diri sendiri, dan tanpa obat-obatan,” kata Henry.
Hipnoterapi vs “Hipnoterapi”
“With great power comes great responsibility.”
Seorang kawan dari Malang kemarin main ke rumah saya dan minta bantuan untuk mengatasi kesulitan hidupnya. Kawan saya ini telah berusaha belajar ke sana dan ke mari, mengikut banyak pelatihan termasuk mengikuti kelas hipnoterapi di Jakarta, telah meminta bantuan psikolog, psikiater, dan hipnoterapis, namun tetap masalahnya tidak bisa tuntas tertangani.
Saya tidak akan membahas mengenai apa yang dilakukan oleh psikolog atau psikiater karena ini di luar disiplin ilmu yang saya pelajari dan dalami. Yang saya bahas adalah mengenai hipnoterapi dan hipnoterapis. Kawan saya ini telah meminta bantuan hipnoterapis dan telah menjalani tujuh sesi terapi di klinik hipnoterapi.
Hasilnya ? Sama sekali tidak ada perubahan.
Waktu saya mendengar bahwa ia sudah diterapi tujuh sesi, tiap sesi sekitar 2 jam, dan masih belum ada hasilnya, saya jadi bingung. Lha, bagaimana mungkin sudah tujuh sesi masih belum ada perubahan sama sekali?
Setiap sesi terapi adalah proses yang unik. Dinamikanya selalu berbeda. Keberhasilan suatu terapi, dalam hal ini saya khusus membahas hipnoterapi ya, bergantung pada dua faktor yaitu klien dan terapis.
Semula saya berpikir kawan saya ini yang tidak siap untuk berubah. Istilah teknisnya masih ada resistensi. Mengapa saya berpikir demikian? Karena menurut kawan saya hipnoterapis yang menerapi dirinya bergelar C.Ht., atau certified hypnotherapist atau hipnoterapis yang bersertifikasi. Nah, kalau sudah C.Ht., asumsi saya si terapis pasti punya kemampuan yang mumpuni.
Hal ini diperkuat lagi dengan penyataan kawan saya bahwa sertifikasi terapis ini dikeluarkan oleh lembaga pelatihan di Indonesia yang berafiliasi dengan lembaga terkenal di Amerika.
Wah, saya menjadi semakin yakin bahwa masalahnya ada pada kawan saya. Namun dari apa yang diceritakan kawan saya, saya menilai bahwa ia benar-benar ingin berubah. Dan ia dengan sangat serius menjalani proses terapi. Bisa dibilang tanpa ada resistensi sama sekali.
Lalu, mengapa kawan saya ini nggak bisa sembuh setelah melalui tujuh sesi terapi?
Karena penasaran saya menanyakan bagaimana proses terapi yang dilakukan oleh di hipnoterapis. Dari apa yang diceritakan kawan saya ini akhirnya saya sampai pada satu kesimpulan. Masalahnya justru terletak pada si terapis. Bukan pada kawan saya.
Apa masalahnya?
Ternyata teknik yang digunakan tidak sesuai. Hipnoterapis ini menggunakan satu teknik saja, selama tujuh sesi terapi, untuk menerapi kawan saya. Dengan kata lain, hipnoterapis ini “memaksakan” suatu teknik tanpa melihat hasil atau efek dari teknik tersebut. Istilahnya therapist centered bukan client centered.
Lalu, salahnya di mana?
Secara prinsip yang dilakukan terapis ini tidak salah. Yang kurang tepat adalah ia tidak menyesuaikan tekniknya dengan kondisi klien.
Secara teknis, dalam hipnoterapi, ada empat teknik dasar terapi:
- posthypnotic suggestion and imagery atau sugesti pascahipnosis dan imajinasi
- discovering the root cause atau menemukan akar masalah
- release atau melepas emosi negatif yang melekat pada pengalaman traumatik
Dari keempat teknik dasar ini yang digunakan oleh si hipnoterapis adalah teknik posthypnotic suggestion.
Bagaimana ia melakukannya?
Klien diminta melakukan relaksasi dan setelah dirasa cukup rileks terapis akan menyugesti klien. Sugestinya berisi pesan-pesan untuk pikiran bawah sadar yang bila pesan ini diterima dan dilaksanakan oleh pikiran bawah sadar maka klien akan mengalami perubahan positif.
Mengapa teknik ini tidak efektif terhadap kawan saya?
Ada beberapa kemungkinan. Pertama, level kedalaman trance yang tidak sesuai. Klien tidak bisa masuk ke kedalaman trance yang diinginkan karena hipnoterapis tidak memperhatikan tipe sugestibilitas klien. Kedua, teknik deepening tidak tepat. Ketiga, sugesti yang diberikan tidak melihat kepribadian klien, apakah bisa diberikan direct suggestion yang bersifat authoritative (paternal) atau passive (maternal/indirect). Keempat, kasus yang dialami klien masuk kategori “berat”.
Jika dengan teknik posthypnotic suggestion and imagery tidak berhasil maka seharusnya digunakan teknik berikutnya, discovering the root cause atau menemukan akar masalah yang dilanjutkan dengan teknik release dan re-learning.
Mengapa perlu menemukan akar masalah?
Masalah atau hambatan hidup yang dialami oleh klien, dan ini tampak dalam perilakunya, sebenarnya hanya merupakan simtom. Untuk membereskan simtom maka terapis harus bisa menemukan akar masalah. Nah, untuk bisa menemukan akar masalah harus digunakan teknik terapi yang lebih advanced. Nggak bisa sekadar menggunakan sugesti.
Simtom dapat diibaratkan dengan asap yang tampak keluar dari tumpukan sekam. Bagaimana caranya agar asap bisa hilang permanen? Ya sudah tentu dengan mencari, menemukan, dan memadamkan sumber api yang ada di dalam sekam. Betul nggak?
Seringkali yang terjadi adalah symptom removal. Setelah mendapat sugesti klien “merasa” masalahnya telah selesai. Namun selang beberapa saat masalah yang sama akan muncul lagi atau relapse. Hal ini mengindikasikan bahwa akar masalah yang sesungguhnya belum tertangani.
Yang lebih sulit lagi adalah bila sampai terjadi double symptom. Artinya, simtom yang tampak ternyata merupakan simtom dari suatu simtom dari suatu akar masalah. Nah, kalau sudah begini kondisinya maka teknik sugesti dijamin tidak akan bisa efektif. Saya menyebutnya dengan teknik band-aid therapy karena cara kerjanya seperti kalau kita menutup luka dengan plester (band-aid) tanpa membersihkan bagian dalam luka.
Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana cara untuk bisa menemukan akar masalah?
Ini pertanyaan yang membutuhkan jawaban teknis. Caranya bisa macam-macam. Secara prinsip uncovering techniques terbagi menjadi dua kelompok besar. Pertama yang disebut dengan minor uncovering techniques dan major uncovering techniques.
Untuk lebih jelasnya, he… he…nggak bermaksud promosi ya, Anda bisa membaca buku saya Hypnotherapy: The Art of Subconscious Restructuring. Bisa mengunakan teknik ideomotor response, regression, desensitization, gestalt therapy, relaxation, mimpi, dan masih banyak lagi teknik lainnya yang bisa digunakan sesuai kebutuhan.
Pembaca, selain kasus kawan saya ini, saya juga telah beberapa kali menemukan kasus berbeda namun dengan teknik terapi yang sama, yang dilakukan oleh terapis yang berbeda. Saya akhirnya sampai pada satu kesimpulan.
Apa itu?
Banyak orang yang mengaku hipnoterapis ternyata hanya menguasai teknik terapi posthypnotic suggestion and imagery. Teknik ini yang digunakan oleh stage hypnotist dalam melakukan pertunjukkan. Mungkin mereka, para hipnoterapis ini, merasa bahwa kalau dengan sugesti saja bisa membuat subjek hipnosis melakukan apa yang disugestikan, misalnya nggak bisa jalan, lupa nama, kehilangan suatu angka, bahkan sampai mengalami halusinasi, maka prinsip yang sama bisa diterapkan untuk menerapi klien yang bermasalah.
Terapi dengan sugesti bukannya tidak ampuh. Saya tidak mengatakan demikian. Teknik ini tetap sangat ampuh namun harus memperhatikan kondisi klien. Kasus ringan misalnya berhenti merokok, kurang percaya diri, kebiasaan menggigit jari/nail biting, bruxism, meningkatkan prestasi akademik, atau kecemasan ringan bisa sangat terbantu dengan menggunakan sugesti.
Namun kalau untuk kasus berat seperti trauma akibat pelecehan seksual, konflik diri, perasaan dendam, kebencian yang hebat pada seseorang, penolakan diri akibat kehamilan yang tidak diinginkan, proses pendidikan yang salah, atau pengalaman traumatik lainnya yang berisi muatan emosi negatif yang tinggi, maka harus digunakan teknik terapi yang lebih advanced.
Satu hal lagi yang cukup memprihatinkan adalah banyak orang yang hanya dengan membaca buku hipnosis atau hipnoterapi, atau mengikuti kursus hipnoterapi singkat, singkat maksudnya hanya dalam beberapa hari, setelah itu berani praktik, terima klien, dan yang lebih hebat lagi berani buka klinik hipnoterapi.
Pembaca, saran saya, anda perlu hati-hati dan selektif untuk memilih hipnoterapis. Jangan mudah percaya walaupun si hipnoterapis punya embel-embel gelar C.Ht. Gelar bukan jaminan. Apalagi kalau orang yang praktik hipnoterapi tapi nggak punya sertifikasi. Wah, ini bisa lebih gawat.
Mengapa saya perlu menekankan hal ini? Karena yang diotak-atik adalah pikiran. Kalau salah penanganan maka bisa sangat berbahaya.
Sebagai penutup, saya teringat saat diminta fakultas psikologi dari salah satu universitas terkenal di salah satu kota besar untuk menjadi penguji tamu di ujian skripsi. Kebetulan topik yang dipilih mahasiswa adalah aplikasi hipnoterapi untuk menghentikan kebiasaan merokok, mengatasi exam anxiety, dan penerimaan terhadap body image.
Karena mahasiswa tidak bisa melakukan terapinya maka mereka meminta bantuan seorang hipnoterapi, dan sudah tentu yang bersertifikasi, yang dikenalkan oleh dosen pembimbingnya.
Hasil penelitian ketiga mahasiswa ini terhadap efektivitas hipnoterapi dalam mengatasi masalah subjek penelitian ternyata “tidak signifikan”. Saya jadi bingung. Lha, kok bisa nggak signifikan?
Ternyata setelah saya baca skrip terapi yang juga disertakan dalam lampiran skripsi akhirnya saya tahu mengapa kok hasilnya nggak signifikan.
Lha, bagaimana mau signifikan kalau ternyata si “hipnoterapis” hanya menggunakan teknik sugesti. Selain itu induksi yang dilakukan juga hanya satu teknik yaitu progressive relaxation tanpa memperhatikan tipe sugestibilitas klien. Pengujian kedalaman trance juga dilakukan dengan pendekatan stage hypnosis.
Bisa anda bayangkan, setiap sesi terapi dilakukan sekitar antara satu setengah hingga dua jam. Satu jam untuk melakukan induksi dan satu jam lagi untuk mensugesti. Lebih hebat lagi, hasil signifikan ini didapat setelah subjek penelitian menjalani tiga sampai empat sesi terapi yang sama.
Yang lebih mengagetkan saya adalah selang beberapa bulan kemudian, dosen pembimbing ketiga mahasiswa ini, dengan menggunakan kesimpulan dari penelitian mahasiswanya, memutuskan untuk memasukkan hasil penelitian ini ke jurnal psikologi. Dosen ini dengan mantapnya menyimpulkan, “Hipnoterapi tidaklah seefektif yang digembar-gemborkan.”
Untungnya hasil penelitian, yang sebenarnya kurang tepat ini, setelah mendapat banyak saran, kritik, dan sanggahan, akhirnya tidak jadi dimasukkan ke jurnal. Salah satunya adalah metode penelitian yang digunakan tidak tepat dan subjek penelitiannya terlalu sedikit.
Nah, pembaca, Anda perlu hati-hati. Pastikan Anda mendapatkan hipnoterapi dari seorang hipnoterapis dan bukan “hipnoterapis”.
Hipnoterapi Sebagai Komplementer Dalam Penanganan Menopause
Menopause merupakan suatu proses alamiah. Masa transisi menopause merupakan saat yang baik untuk meninjau kembali ada atau tidaknya faktor resiko terhadap beberapa penyakit yang akan dialami dikemudian hari. Menopause sendiri dapat diartikan tidak mendapatkan haid selama 12 bulan setelah hari terakhirnya seorang wanita mendapatkan haid. Berbagai macam keluhan atau gejala yang timbul oleh karena adanya perubahan hormonal dan masalah-masalah proses penuaan serta keluhan lain yang berhubungan dengan perasaan subyektifitas. Berbagai cara penanganan dan pencegahan pada keluhan yang timbul pada menopause seperti pengaturan makanan, olah raga yang cukup, pemberian terapi horman pengganti dan pengelolaan diri akan memberikan warna baru bagi seorang wanita dalam menjalankan kehidupannya.
Dewasa ini pengelolaan diri sangatlah penting dalam pencapaian proses penyembuhan, dimana pengelolaan diri sangat berpengaruh disaat seseorang sedang menjalani suatu terapi obat tetapi bila dirinya tidak termotivasi untuk sembuh tentunya obat-obatan yang diminumnya tidak akan memberikan hasil yang maksimal. Motivasi diri ini harus timbul dari dalam dirinya sendiri, dimana dorongan dari dalam diri tersebut akan memaksimalkan kerja atau efektifitas dari obat-obatan tersebut. Bentuk pengelolaan diri ini dapat ditempuh dengan banyak cara seperti berdoa, meditasi kesehatan dan yoga, termasuk didalamnya adalah dengan menggunakan metode hipnosis/ hipnoterapi.
Kata kunci : menopause,hipnoterapi
Mengenal Menopause
Menopause merupakan perjalanan normal seorang wanita, dimana sesuai dengan pertambahan umur, tentunya semua fungsi organ tubuh juga mulai menunjukkan adanya perubahan-perubahan yang signifikan. Salah satunya adalah menurunnya fungsi organ reproduksi yaitu ovarium, dimana pada usia sekitar 45 tahun ditandai dengan keluhan haid yang mulai tidak teratur. Biasanya ditandai dengan memendeknya siklus haid dibandingkan dengan siklus haid pada wanita yang lebih muda.
Menopause ditandai dengan tidak mendapatkan haid selama 12 bulan setelah hari terakhirnya seorang wanita mendapatkan haid.
Keluhan serta gejala klinis Menopause
Keluhan dan gejala klinis menopause terdiri dari:
1. Keluhan Vasomotor
Hot Flushes, rasa semburan panas, terjadi perubahan kulit yang mendadak, menjadi merah pada daerah dada, leher dan kepala yang biasanya diikuti keringat yang banyak, biasa terjadi pada malam hari, sehingga sering bangun waktu sedang tidur.
Gejala subyektif : semburan rasa panas di wajah, dada maupun leher.
Gejala obyektif : warna merah di kulit kepala,leher maupun dada.
Perubahan fisik : Vasodilatasi perifer, takikardia, tensi normal, temperatur
kulit normal kadang lebih rendah.
Mekanisme terjadinya sampai sekarang tidak diketahui. Teori yang pernah dikemukakan : aktivasi hilangnya panas, menurunnya sistem sentral thermostat tubuh, pengaruh kadar rendahnya estrogen.
Berat ringannya gejala tersebut tergantung kultur, sosio-ekonomi, faktor kejiwaan.
Bila semburan panas terjadi biasanya akan mengganggu pola tidur pada malam hari., bila berkepanjangan tidak jarang terjadi insomnia. Keadaan ini akan mengganggu kualitas hidup, termasuk kehidupan seksual.
Gangguan vasomotor lain: gangguan perasaan, cemas, mudah tersinggung, daya ingat menurun, lekas lelah, libido turun, depresi sakit kepala dan nyeri-nyeri sendi.
2. Keluhan Atrofi Urogenital
Terjadi perubahan pada epitel vagina dimana terjadi atrofi oleh karena terjadinya penurunan kadar estrogen. Saat terjadi atrofi tersebut menyebabkan berkurangnya vaskularisasi jaringan sekitar genitalia dan berakibat berkurang sampai menghilangnya elastisitas jaringan
Gangguan tersebut menyebabkan vagina kering, iritasi, timbulnya keputihan diikuti infeksi, dispareunia dan perdarahan pasca senggama. Gangguan juga menyebabkan disuria, nokturia, inkontinensia, dan semua keluhan yang termasuk di kelompok infeksi saluran kencing.
3. Osteoporosis
4. Penyakit Kardio Vaskuler
Dari semua keluhan dan gejala di atas pada beberapa wanita sering sekali pada akhirnya menimbulkan kecemasan dan menjadi depresi. Berat dan ringannya kelainan ini berhubungan juga dengan keadaan masa reproduksi, masa menstruasi, keadaan pasca persalinan dan menopause. Depresi klinik ini mencapai puncaknya saat usia 30 tahun, bukan di usia 40 tahun. Gangguan kecemasan dan depresi ini tidak berhubungan dengan adanya penurunan hormon. Patut disyukuri bahwa pada kenyataannya hanya sebagian kecil saja wanita pada masa menopause ini yang mengalami depresi dan lebih banyak wanita dapat melewati masa transisi menopause ini tanpa terganggu kehidupan sehari-hari baik secara emosi dan masalah psikologis lainnya.
Dalam penatalaksanaan menopause unsur yang terpenting adalah merubah pola hidup dengan memodifikasi gaya hidup seperti perbaikan nutrisi, olah raga dan menghilangkan stres dan depresi sehingga mereka dapat meningkatkan kualitas hidup baik dalam keseharian dan juga dalam kehidupan seksual. Salah satu cara atau lebih tepat disebut pelengkap atau komplimenter dalam penanganan menopause adalah dengan menggunakan hypnotherapy, suatu teknik pengobatan dengan menggunakan metode hypnosis.
Hypnotherapy
Hipnoterapi adalah suatu teknik pengobatan dengan menggunakan proses atau metode hypnosis.
Masih banyak orang yang beranggapan salah dalam pemahaman hipnosis. Banyak yang mengatakan hipnosis itu jahat, ilmu hitam, sihir dan masih banyak lagi sebutan yang sejenis atau mempunyai kemiripan arti. Selalu ditafsirkan ilmu yang negatif.
Sebenarnya tanpa disadari, setiap hari kita sebagai manusia yang hidup di muka bumi ini mengalami proses hipnosis, sebagai contoh saat kita menikmati tayangan televisi, sinetron, kita ikut merasakan suatu perasaan atau sensasi saat menonton tersebut, sedih senang, kecewa, marah. Itu adalah peristiwa hipnosis. Waktu jaman saya dulu, sewaktu pulang dari bioskop, sehabis menonton film laga Bruce Lee, saya melihat orang-orang termasuk diri saya sendiri, berjalan dengan dada tegap terbusung, terpengaruh film tersebut seakan-akan diri kita menjadi jagoan. Itu juga disebut hipnosis.
Contoh lain yang sering tidak kita sadari, orangtua kita,sejak kita masih kecil sampai besar, sering dinasihati, sering diberi peringatan-peringatan, baik urusan makan, sekolah, cita-cita, pergaulan, saling menghormati dan menyayangi, hormat pada orangtua dan lain-lain, semuanya disampaikan kepada kita berulang-ulang kali dan berulang-ulang kali sampai kita dewasa. Apa hasilnya sekarang? Pasti semua yang ditanamkan adalah hal-hal yang baik dan kitapun melakukan semua yang baik.
Jadi apakah hipnosis itu?
Hipnosis adalah:
1. Suatu teknik atau ilmu komunikasi yang persuasif dan sangat luar biasa sehingga dapat membuat seseorang dapat terpengaruh.
2. Suatu teknik atau cara menurunkan gelombang otak.
3. Suatu seni dalam hal pengelolaan alam bawah sadar.
4. Suatu kondisi pikiran yang dihasilkan dari sugesti
5. Suatu kondisi yang menyerupai tidur.
6. Dan masih banyak lagi.
Yang terjadi sekarang.
Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan seiring semakin mudahnya mendapatkan informasi, baik dari media massa, televisi, radio, iklan, internet yang banyak memaparkan tentang kesehatan khususnya menopause, kita wajib bersyukur bahwa akhirnya kita mendapat banyak sekali informasi-informasi tentang kesehatan. Semua sarana itu banyak sekali memuat informasi yang sangat lengkap, baik tentang penyebab suatu penyakit, bagaimana bisa menjadi sakit dan juga memuat pengobatan serta kiat-kiat untuk menghindari penyakit itu, sehingga secara sadar kita akan selalu waspada dan akan bersikap selalu siap menghadapinya.
Tetapi dibalik itu, apakah kita menyadarinya bahwa sesungguhnya semua informasi yang sudah masuk ke dalam ingatan kita, yang terekam dalam ingatan kita, akhirnya akan membuat sebagian orang, khususnya wanita, informasi itu benar-benar menjadi kenyataan yang sesungguhnya.
Ternyata informasi tentang menopause ini sering sekali diberikan oleh dokter pada saat seorang wanita datang untuk berobat. Tidak dapat dipungkiri bahwa tidak semua wanita menyadari keberadaan status menopausenya, karena banyak juga wanita yang tidak ambil pusing ketika haid sudah berhenti.
Yang sering membuat seorang wanita datang kepada dokternya adalah keluhan haid menjadi tidak teratur atau makin banyak, berbeda dengan kebiasaan haid yang didapat sebelum itu. Terkadang bahkan sering mengeluhkan keluhan yang lain seperti mudah lelah, merasa ngilu atau sakit pada persendian, susah tidur, sakit saat buang air kecil. Biasanya dapat diatasi dengan pengobatan yang sesuai dan tentu saja diberikan terapi pengganti hormon untuk menambah yang mulai berkurang dengan segala konsekuensinya. Sebagian wanita mengalami keluhannya berkurang bahkan keluhan menjadi hilang.
Timbul permasalahan adalah ketika wanita tersebut mengeluhkan bahwa keluhan tersebut menjadi bertambah berat, meskipun sudah diobati bermacam-macam obat, keluhan dan sakitnya tidak sembuh juga. Bahkan timbul keluhan baru seperti stres bahkan depresi. Stres memikirkan sakitnya, bahkan stres memikirkan keluarga terutama suaminya karena dirinya merasa sudah tidak bergairah dan kurang memuaskan suaminya, stres memikirkan usia yang bertambah tua, keriput, menjadi kurang menarik, takut ditinggalkan suaminya. Sebagian wanita dapat mengatasi masalah tersebut, dengan cara menyibukkan dirinya dengan suatu hobbynya, aktif olah raga, senam atau aktif di suatu perkumpulan atau organisasi. Ternyata ada sebagian wanita yang tidak mampu mengatasinya, sehingga dirinya tidak mampu bertahan sampai ingin mengakhiri hidupnya.
Keluhan-keluhan tersebut banyak diartikan oleh dokter adalah gangguan psikosomatis, maka sering sekali pada akhirnya wanita ini dirujuk ke psikologi atau juga ke ahli jiwa. Biasanya diberikan pengobatan anti depresi, penenang. Pengobatan ini banyak membawa hasil yang baik. Tapi ada juga yang mengeluh “sampai kapan saya menggunakan obat itu”, ada juga yang berpikir “nanti saya menjadi ketergantungan obat”, “nanti kalau tidak minum obat keluhan ini menjadi lebih parah lagi”. Belum lagi terkadang membuat seorang wanita menjadi kurang bergairah, mengantuk terus setiap minum obat tersebut bahkan akhirnya timbul kebosanan.
Dalam hal menopause dini, suatu fase menopause yang terjadi sebelum masa sebenarnya seorang wanita mengalami menopause, sebagai contoh seorang wanita yang mengalami operasi seputar kandungan. Hal ini membuat seorang wanita juga akan mudah masuk ke keadaaan stres. Jangankan masalah menopause, seorang wanita yang mengeluh tidak mendapat haid yang berkepanjangan dalam masa reproduksi, itu saja sudah membuat stres.
Bayangkan saja, sepasang suami istri yang menginginkan keturunan, ternyata istri mempunyai keluhan haid tidak teratur, atau siklusnya lama, ditambah lagi dihubungkan usia perkawinan boleh dibilang sudah lama, usia wanita tersebut hampir melewati usia aman untuk dapat hamil dan ternyata wanita ini pernah mengalami operasi seputar kandungan, bayangkan bila masalah-masalah ini muncul secara bersamaan, bukankah menjadi beban pikiran yang sangat berat.
Bayangkan jugapermasalahan dalam hal terlambat atau haid tidak datang-datang. Ada yang merasa menjadi gemuk kalau tidak haid, kurang sehat, badan menjadi sakit, tidak enak badan, sering masuk angin, merasa kembung dan lain-lain. Hal ini juga terkadang membuat stres.
Hipnosis pada menopause
Berdasarkan hal-hal di atas, maka jelas bahwa segala sesuatu dari keinginan kita, apapun yang diinginkan, terletak pada diri kita sendiri. Disaat kita berpikir akan sesuatu hal maka hal ini dapat menjadi kenyataan. Oleh karena itu, saya sering memberikan masukan ataupun pengertian kepada teman-teman sejawat, bahwa cara dan teknik berkomunikasi atau apa yang akan kita sampaikan kepada pasien atau orang lain memegang peranan penting dalam hal pencapaian suatu keberhasilan, baik kesembuhan ataupun menemukan solusi dari permasalahan yang ada. Maka dalam hal menangani masalah menopause hendaknya pernyataan atau perkataan kita kepada pasien “menopause adalah suatu siklus kehidupan yang normal pada wanita” harus sering kita sampaikan dan kita tanamkan dengan sangat kuat pada setiap wanita. Perlu disampaikan juga bahwa gangguan haid dan semua keluhan-keluhan yang ada, baik gejala psikosomatis sampai pada kelainan fisik yang terjadi, semuanya disebabkan suatu proses yang normal. Dengan awal yang baik kita melakukan kebiasaan tersebut termasuk belajar mendengarkan dan mencatat semua keluhan pasien, akan menjadikan pasien merasa tenang dan pasrah, akhirnya siap menghadapinya.
Manfaat Hipnotis Bagi Praktisi Direct Selling / MLM
Belakangan soal hipnotis banyak diperbincangkan oleh praktisi pemasaran dan penjualan. Banyak workshop, seminar, atau pelatihan diadakan untuk membekali para praktisi mengembangkan kemampuan mereka. Adakah relevansi ilmu yang sedang “in” ini dengan dunia direct selling.
Sebenarnya apa pengertian hipnotis ?
Hipnotis berasal dari kata hypnos yang artinya tidur, namun hipnotis itu sendiri bukanlah tidur. Secara sederhana, yaitu fenomena yang mirip tidur, di mana alam bawah sadar lebih mengambil peranan dan alam sadar berkurang peranannya. Pada kondisi ini seseorang menjadi sangat sugestif (mudah dipengaruhi), karena alam bawah sadar yang seharusnya menjadi filter logic sudah tidak lagi mengambil peranan. Seseorang yang terhipnotis sebetulnya pada kondisi sangat terkonsentrasi yang sangat fokus.
Hipnotis sering diidentikkan dengan kejahatan gendam. Apa bedanya ?
Pada prinsipnya untuk mengakses alam bawah sadar seseorang bisa dilakukan dengan menggunakan berbagai teknik. Semisal teknik verbal (sugesti), teknik relaksasi progresif, teknik penggunaan energi, teknik visualisasi, dan teknik mistik (supranatural, baik ilmu hitam maupun putih). Semua teknik diatas disebut sebagai teknik hipnotis.
Pada umumnya kesuksesan penggunaan teknik hipnotis memerlukan kerjasama antara penghinotis dan yang dihipnotis. Artinya seseorang bisa saja menolak untuk dihipnotis dengan cara ini. Sebenarnya tidak ada yang namanya orang menghipnotis orang lain. Yang sebenarnya adalah seseorang menghipnosis diri sendiri dengan dibantu oleh orang lain (penghipnotis) sebagai fasilitatornya. Semua proses hipnotis adalah self hypnosis, yang dipandu (difasilitasi) oleh seorang penghipnotis.
Sedangkan untuk teknik mistik, tidak diperlukan kerjasama antara penghipnotis dengan yang dihipnotis. Di sini pelaku menggunakan kekuatan supranaturalnya untuk mengakses alam bawah sadar orang lain. Umumnya teknik ini dikenal sebagai ilmu gendam, cablek, dan lain-lain yaitu menggunakan azimat dan mantra tertentu yang diperoleh melalui laku (ritual atau prosesi mistis) tertentu.
Memang ada juga kejahatan yang menggunakan hipnotis dan tidak menggunakan ilmu gendam (mistik), namun menggunakan kekuatan kata-kata. Biasanya ini dilakukan pada orang yang mudah dibuat bingung, saat di terminal, dan keramaian.
Apakah ilmu hipnotis ini ada dasar ilmiahnya? Jelaskan !
Sejak tahun 1815, Abbe Jose Castodi de Faria, sudah melakukan penelitian hipnotis secara ilmiah. Dilanjutkan berbagai tokoh semacam Emile Coué, Dr. James Braid (1848), Milton Erickson, MD dan sebagainya. Tahun 1955, British Medical Association (sekarang disebut BHA atau British Hypnotherapy Association) mengesahkan hypnotherapy sebagai “valid medical treatment”. Tahun 1958, American Medical Association (AMA) men-support hypnotherapy untuk keperluan medis. Setelah 1950, banyak berdiri asosiasi profesional di berbagai negara.
Belakangan hipnotis dimanfaatkan sebagai salah satu teknik pengembangan diri. Apakah hal itu mungkin ?
Ya, jelas bisa. Pada umumnya, program pengembangan diri terkadang gagal karena individu tidak berhasil meyakinkan diri sendiri untuk berubah karena mengalami yang namanya “self-sabotage”. Proses self sabotage adalah proses di mana alam sadar menyabot proses mental yang tengah dilakukan seseorang pada saat ia ingin melakukan perubahan diri.
Misal: seseorang melakukan afirmasi di depan kaca dan mengatakan “Saya orang yang sukses” sebanyak 100 kali, namun setiap kali ia mengatakan itu, di sisi pikirannya terbersit suatu keraguan, kesangsian, “Masak sih, selama ini saya toh gagal….” Nah, pikiran ini berasal dari fungsi alam sadar yang terus-menerus mengontrol dan mengkritisi segala sesuatu yang masuk ke pikiran.
Jadi di sini, alam sadar justru mensabotase kehendak kita untuk berubah, dengan cara menyajikan berbagai “realitas” dan “fakta lampau” bahwa kita bukanlah orang yang sukses.
Saat ini sejumlah trainer atau coach menawarkan hipnotis untuk membantu para pemasar atau penjual. Apakah bisa ?
“Bisa!” Hipnotis bisa dimanfaatkan dalam dua aspek; pertama, menghipnotis si sales person untuk self improvement, dan kedua menghipnotis orang lain (customer) agar lebih percaya dengan si penjual.
Pertama, dalam pelatihan yang saya lakukan, misalnya saya menghipnotis trainee agar tidak fobia menelepon atau fobia prospecting. Hipnotis juga bisa membuatnya lebih percaya diri saat presentasi, lebih percaya akan goal pribadinya, lebih berenergi, dst.
Kedua, hipnotis verbal atau yang dikenal dengan teknik sugesti (indirect communication). Secara sederhana, teknik ini menggunakan pola-pola bahasa tertentu (hypnotic language pattern) untuk mengakses pikiran bawah sadar lawan bicara sehingga bisa dipengaruhi. Di sini seorang sales belajar menggunakan pola-pola kata yang berkekuatan sugesti untuk mempengaruhi prospek agar membeli.
Contoh yang sering dipakai didunia DS/MLM atau asuransi adalah yang disebut dengan “double binding”, yaitu mengarahkan pikiran prospek untuk memilih A atau B yang keduanya berarti membeli, dan jangan sampai berpikir tidak membeli. Misalnya, penjual bertanya: “Mau beli berapa kilo?”, “Mau dibawa sendiri atau diantar”, “Anda mau mengambil produk paket yang ada diskon tambahan atau memilih kombinasi produk sendiri?”, dan seterusnya.
Apakah hal itu tidak bertentangan dengan moral dan etika bisnis ?
Dengan menggunakan pola kata hipnotis, maka seseorang prospek akan menjadi lebih “lunak” dan sugestif sehingga ia mau menbeli produk atau jasa itu. Pada saat ia tahu bahwa produk atau jasa tadi ternyata memang dia sangat perlukan, maka ia akan berterima kasih. Disini jelas terlihat bahwa apabila seorang salesperson menjual produk atau jasa yang kualitasnya buruk, namun ia menggunakan bahasa hipnotis, maka ini tidak beda dengan bunuh diri. Karena cepat atau lambat kastemernya akan menyadari bahwa ia tidak mendapatkan janji seperti yang disampaikan si salesperson. Jadi penggunaan bahsa hipnotis untuk marketing atau sales seharusnya dalam batas koridor untuk membantu seseorang supaya berani dan siap untuk segera mengambil keputusan membeli.
Menurut anda, apakah hipnotis ini bisa benar-benar dimanfaatkan secara sehat dan maksimal dalam pengembangan bisnis seseorang?
Bisa! Gunakanlah hipnotis untuk menghipnotis diri Anda sendiri. Terutama untuk meng-install berbagai sikap positif, perilaku asertif, percaya diri, dll.
Hal apa yang bisa dimanfaatkan oleh pelaku DS/MLM ?
Dalam dunia direct selling, beberapa tantangan terbesar seorang salesperson adalah :
1. Self motivating (selalu bisa memotivasi diri) dan self determination (punya goal yang jelas);
2. State management (selalu bisa mengelola kondisi pikiran dan mentalnya, yang akan menghadapi penolakan, keberatan, pelecehan, penghinaan dan ditinggalkan oleh grup).
3. Positive self image (selalu bisa melihat diri sendiri positif dan tidak melakukan self depreciation, atau self blaming, dst).
4. Positive Belief System (selalu percaya bahwa apa yang dijualnya adalah sesuatu yang positif, berguna, dan dalam rangka menolong orang lain supaya lebih baik, lebih mudah, lebih sukses kehidupannya – bukannya menjebak orang supaya membeli agar dirinya mendapat komisi.
5. Rapport Skill (selalu bisa memiliki kemampuan membina hubungan yang baik dengan mitra kerja dan prospek).
6. Persuasion skill dan handling objection.
Bisa dilihat, dari seluruh poin di atas, kita menggunakan hipnotis justru ditujukan pada diri si salesperson. Sedangkan hanya dua poin terakhir kita memanfaatkan pola bahasa hipnotis untuk mempengaruhi orang lain (dengan tujuan baik).
Saran anda bagi para penjual langsung yang ingin mencoba teknik hipnotis ini ?
Ikuti pelatihan atau dapatkan bimbingan dari coach atau trainer yang berlisensi jelas. Gunakan hipnotis untuk memperbaiki kualitas diri, jauh lebih penting dari pada untuk mempengaruhi prospek. Ingat pameo yang mengatakan “Prospect buy you, not your products”. Hindari membohongi prospek dengan cara apa pun, baik cara hipnotis maupun non hipnotis. Juallah produk yang memang berkualitas, sehingga tidak menjadi bumerang bagi Anda.
Sugesti
Hipnotis sangat erat kaitannya dengan Sugesti. Sebenarnya apakah yang dimaksudkan dengan Sugesti pada pengetahuan hipnotis ? Apakah sama dengan pengertian dalam kehidupan sehari-hari?
Dalam pengetahuan hipnotis, Sugesti dapat diartikan secara sederhana sebagai :
“Suatu rangkaian kata-kata, atau kalimat, yang disampaikan dengan cara tertentu, dan dalam situasi tertentu, sehingga dapat memberikan pengaruh bagi mereka yang mendengarnya, sesuai dengan maksud & tujuan sugesti tersebut ! “
Yang dimaksudkan dengan “memberikan pengaruh” adalah bahwa Pikiran Bawah Sadar “menyetujui” Sugesti dimaksud.
Secara umum, seluruh kalimat yang disampaikan oleh Hypnotist (Induction, Deepening, Suggestion, Termination) disebut sebagai Sugesti.
Terdapat 2 macam “gaya” dalam membawakan Sugesti pada saat melakukan hipnotis, yaitu : gaya Authoritarian dan gaya Permissive. Authoritarian lebih sering digunakan oleh para Stage Hypnotist karena bernuansa dramatis dan menimbulkan efek entertainment. Permissive lebih banyak diterapkan pada proses Hypnotherapy, karena relatif dapat diterapkan kepada siapapun juga, termasuk mereka yang memiliki posisi sosial sama atau berada di atas sang Hypnotist atau Hypnotherapist.
Terdapat 2 macam “gaya” dalam membawakan Sugesti pada saat melakukan hipnotis, yaitu : gaya Authoritarian dan gaya Permissive. Authoritarian lebih sering digunakan oleh para Stage Hypnotist karena bernuansa dramatis dan menimbulkan efek entertainment. Permissive lebih banyak diterapkan pada proses Hypnotherapy, karena relatif dapat diterapkan kepada siapapun juga, termasuk mereka yang memiliki posisi sosial sama atau berada di atas sang Hypnotist atau Hypnotherapist.
***
Suatu rangkaian kata atau kalimat, agar benar-benar menghasilkan efek sugesti, maka sebaiknya menerapkan beberapa “aturan” sebagai berikut ini :
Client Language Preference
Pergunakan kata dan kalimat yang dipahami oleh Subyek, dalam hal ini adalah “bahasa ibu” dari Subyek, serta kosa kata & istilah yang dipahami oleh Subyek.
Pacing – Leading
Secara sederhana dalam kaidah hipnotis, Pacing berarti “fakta” dan Leading berarti “saran”. Kalimat-kalimat hipnotis adalah kalimat saran yang diselipkan diantara kalimat fakta.
Repetition
Lakukan pengulangan-pengulangan di kata dan kalimat penting, karena pengulangan akan lebih efektif dalam “menembus” pikiran bawah sadar.
Selanjutnya cara membawakan sugesti ini juga sangat berpengaruh terhadap efektifitas sugesti, yang dimaksud cara adalah penggunaan intonasi, jeda, dsb.
Secara umum tidak ada kaidah “salah” atau “benar” dalam membawakan suatu sugesti, akan tetapi yang lebih penting adalah sugesti tersebut dapat dibawakan secara alamiah, sesuai dengan gaya dasar dari Hypnotist. Meniru gaya seorang Hypnotist lain tidak dilarang, tetapi tidak disarankan jika ternyata hal ini merubah pola alamiah dari Hypnotist.
Proses Masuknya Informasi Ke Pikiran Bawah Sadar
Dalam kehidupan riel, kita berhubungan dengan dunia luar melalui data yang terdiri dari (1). Visual (pandangan) (2). Audio (suara) (3). Kinestetik (rasa) (4). Gustatori (rasa pengecapan) (5). Olfaktori (bau). Secara sederhana Panca Indera adalah pintu masuk dari data ini memasuki diri kita.
Seluruh data tidak akan langsung masuk ke Pikiran Bawah Sadar, tetapi diproses terlebih dahulu oleh suatu perangkat yang berfungsi sebagai penyaring, yaitu Critical Area. Di beberapa literatur sering juga perangkat ini disebut sebagai RAS (Reticular Activating System). Walaupun sedikit berbeda, akan tetapi secara sederhana dapat dianggap memiliki fungsi yang sama. Berikutnya untuk mempermudah kita namakan saja perangkat ini sebagai Filter Pikiran Bawah Sadar.
Sesuai dengan fungsinya, maka Filter ini akan menyaring data yang masuk dari dunia luar, melalui mekanisme penyaringan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain : fokus, minat, nilai etika & moral, dan keaktifan dari Pikiran Sadar.
Sebagai ilustrasi, jika seseorang yang kita kagumi berbicara, misalkan seorang tokoh bisnis, maka kita akan menjadi sangat fokus, dimana pada saat fokus inilah Filter Pikiran Bawah Sadar akan lebih terbuka, sehingga seluruh informasi yang disampaikan akan cenderung lebih mudah memasuki diri kita, terlepas apakah informasi tersebut benar atau salah.
Contoh lainnya adalah saat kita mengendarai mobil dan menunggu giliran lampu merah, maka secara rileks mungkin mata kita memandang sekeliling. Pada saat inilah citra (image) seluruh benda yang kita pandang akan cenderung lebih mudah untuk memasuki Pikiran Bawah Sadar, termasuk papan iklan yang mungkin menawarkan berbagai produk.
Kondisi pada saat Filter Pikiran Bawah Sadar berkurang keaktifannya disebut juga sebagai keadaan Hipnosa, atau Hypnos. Dimana selanjutnya akan kita sadari bahwa keadaan Hipnosa merupakan keadaan alamiah kita sehari-hari, atau dengan kata lain kita sangat sering keluar dan masuk kondisi Hipnosa ini.
Dalam Formal Hypnosis (Genuine Hypnosis), keterampilan seorang Hypnotist adalah membuat Filter orang lain menjadi berkurang keaktifannya, sehingga sugesti akan lebih mudah memasuki Pikiran Bawah Sadar yang bersangkutan, atau dengan kata lain seorang Hypnotist trampil untuk membawa seseorang ke kondisi Hipnosa.
Teknik yang diterapkan oleh seorang Hypnotist dalam mempengaruhi Filter orang lain adalah melalui komunikasi yang sangat persuasif, baik secara verbal maupun non verbal.
Mekanisme Dibalik Pikiran & Tindakan Manusia
Pada acara hipnotis panggung (entertainment hypnosis), acapkali mempertunjukkan fenomena yang dianggap tidak masuk akal alias irasional. Sehingga bahkan tidak sedikit pihak yang menduga bahwa acara Stage Hypnosis hanyalah sekedar rekayasa untuk kebutuhan hiburan belaka.
Untuk memahami hal ini, mungkin sebaiknya kita mencoba untuk mencari tahu, apakah mekanisme yang terjadi di balik setiap tindakan manusia ? Hal ini mungkin dapat menjelaskan dengan baik berbagai kejadian dalam kehidupan sehari-hari yang sebetulnya sangat mirip dengan pertunjukkan hipnotis, yaitu bagaimana seseorang dapat melakukan tindakan yang “tidak masuk akal”.
Manusia bertindak dengan dilandasi pikiran, dan salah satu model psikologi menjelaskan bahwa pikiran terdiri dari bagian utama, yaitu : Pikiran Sadar (Conscious Mind) dan Pikiran Bawah Sadar (Sub-Conscious Mind).
Pikiran Sadar merupakan bagian dari pikiran kita yang bertugas untuk melakukan analisa dan pertimbangan-pertimbangan rasional, seringkali disetarakan dengan bagian kiri dari otak kita (Left Brain).
Pikiran Bawah Sadar berisikan database yang mencerminkan diri kita, dimana database ini merupakan akumulasi dari berbagai pemahaman, penalaran, pengalaman, bahkan penularan (induksi dari pihak lain) sejak mulai kita lahir sampai dengan hari ini.
Pikiran Bawah Sadar seringkali disetarakan dengan bagian kanan dari otak kita (Right Brain), oleh karena itu Pikiran Bawah Sadar merupakan wilayah yang didominasi oleh rasa dan emosi.
Yang paling menarik, Pikiran Bawah Sadar cenderung bersifat “netral” terhadap data atau informasi yang masuk. Netral artinya tidak mengenal “baik” dan “buruk”, “salah” atau “benar”. Suatu data yang telah “berhasil” memasuki Pikiran Bawah Sadar dan telah menjadi memori permanen, maka dianggap sebagai “kebenaran”, walaupun mungkin sebenarnya data tersebut relatif “salah” berdasarkan kaidah umum.
Contoh klasik, pada saat kita kecil, ketika orang tua kita mengatakan “… awas jangan main jauh-jauh, nanti kamu diculik hantu ….”, maka Pikiran Bawah Sadar seorang anak tentu tidak memahami apakah pernyataan tersebut “benar” atau “salah”, yang lebih dipahami adalah bahwa kata-kata orang tua pasti “benar” adanya, maka sejak saat itu di Pikiran Bawah Sadar terdapat data, bahwa hantu itu ada !
Hal lain yang menarik, bahwa ternyata porsi Pikiran Bawah Sadar ternyata sangat dominan dalam menentukan tindakan seseorang, Sebuah buku yang berjudul “Peace of Mind” dari Sandy Mc Gregor menyatakan bahwa kontribusi Pikiran Sadar hanyalah 12%, sedangkan kontribusi Pikiran Bawah Sadar adalah 88%.
Dari penjelasan di atas, jelas bahwa pikiran rasional saja tidaklah “cukup” untuk mewujudkan suatu tindakan ! Karena rasional adalah tugas dari Pikiran Sadar yang hanya berkonstribusi sebanyak 12% terhadap mekanisme suatu tindakan.
Oleh karena itu, walaupun mungkin anda belum pernah melihat hantu, atau secara rasional seharusnya hantu tidak perlu dianggap ada, tetapi saya yakin ketika anda melewati kamar mayat RSCM di tengah malam pasti anda akan takut ! Artinya, rasio anda tidak cukup mampu untuk membuat anda “berani”, karena Pikiran Bawah Sadar anda “terlanjur” mempercayai bahwa fenomena hantu adalah benar adanya !
Dengan komposisi kontribusi Pikiran Sadar 12% vs Pikiran Bawah Sadar 88%, maka kita dapat dikatakan nyaris merupakan “mahluk bawah sadar” !
Dari uraian di atas mungkin banyak hal yang sebenarnya tidak kita inginkan, tetapi “terlanjur” masuk ke pikiran bawah sadar karena banyaknya induksi dalam kehidupan ini.
Setiap orang secara alamiah pasti memiliki keinginan untuk selalu bergerak maju, tetapi di sisi lain seringkali yang terjadi justru mereka “berbelok” atau “ditarik” ke arah yang sebaliknya oleh pikiran bawah sadar. Pikiran bawah sadar dapat menjadi kekuatan yang mendukung keinginan kita, atau sebaliknya dapat menjadi musuh kita yang paling kuat !
Dari berbagai hal yang telah dipaparkan, mungkin timbul suatu pertanyaan, dapatkah kita “membuang” hal-hal yang tidak memberdayakan yang sudah “terlanjur” berada di pikiran bawah sadar kita ? Dapatkah kita memasukkan hal-hal yang lebih positif ke pikiran bawah sadar sehingga pikiran bawah sadar akan bergerak selaras dengan keinginan kita ?
Jawabannya dapat ! Hipnotis adalah salah satu cara yang efektif untuk pemrograman dan pemrograman ulang pikiran bawah sadar !
GURU DAN PBM
Tips Bagi Ayah dan Ibu Yang Bekerja
Membesarkan anak dengan baik memang tidak mudah bagi pasangan suami-istri yang bekerja. Dengan panduan berikut mudah-mudahan Anda dapat me...
Mengenai Saya
- KURNIA TRIYULI
- It is not how much we have, but how much we enjoy, that makes happiness
Translate
Total Tayangan Halaman
Labels
- alam (69)
- aleut (1)
- ANTROPOSFER (1)
- bahan ajar (11)
- BATIK MALANGAN (1)
- BATUAN DAN MINERAL (10)
- bentuk muka bumi (7)
- BENUA (14)
- bimbingan belajar (48)
- BIOMA (11)
- BUAH (12)
- BUDAYA INDONESIA (5)
- buku psikologi (15)
- BUNAKEN (3)
- citra penginderaan jauh (53)
- DEFINISI GEOGRAFI (3)
- demografi (35)
- EVALUASI PEMBELAJARAN (10)
- FENOMENA (30)
- flora dan fauna (28)
- GEOGRAFI EKONOMI (2)
- geografi hewan (15)
- GEOGRAFI LINGKUNGAN (25)
- GEOGRAFI PERTANIAN (23)
- geografi tumbuhan (23)
- geologi (70)
- geomorfologi (36)
- GLOBALISASI (1)
- GURU DAN PBM (34)
- HARI BUMI (2)
- HIDROLOGI (7)
- hipnotis (18)
- HUJAN ASAM (3)
- ilmu tanah (6)
- imahagi (4)
- informasi (57)
- INTERPRETASI CITRA (54)
- IPS SD (28)
- JUDUL PENELITIAN (1)
- KAMUS GEOGRAFI (1)
- kartografi (12)
- keajaiban dunia (3)
- kebudayaan (2)
- KECERDASAN (25)
- KELAS IX SEM 1: EKONOMI (10)
- KELAS IX SEM 1: GEOGRAFI (6)
- KELAS IX SEM 1: SEJARAH (4)
- KELAS IX SEM 1: SOSIOLOGI (1)
- KELAS IX SEM 2: EKONOMI (4)
- KELAS IX SEM 2: GEOGRAFI (70)
- KELAS IX SEM 2: SEJARAH (11)
- KELAS IX SEM 2: SOSIOLOGI (2)
- KELAS VII SEM 1 : SOSIOLOGI (2)
- KELAS VII SEMESTER 1 (7)
- KELAS VIII SEM 1: SOSIOLOGI (1)
- KELAS VIII SEMESTER 2 EKONOMI (8)
- KELAS VIII SEMESTER 2 GEOGRAFI (4)
- KELAS VIII SEMESTER 2 SEJARAH (2)
- KELAS VIII SEMESTER 2 SOSIOLOGI (4)
- KEMAMPUAN LAHAN (2)
- KERJASAMA INTERNASIONAL (7)
- KESESUAIAN LAHAN (10)
- KLIMATOLOGI (25)
- KONSEP DASAR GEOGRAFI (1)
- KONSEP DASAR IPS (1)
- kosmografi (123)
- KRISTAL (28)
- KUE (1)
- KUIS PSIKOLOGI (8)
- KUTUB (5)
- LAUT JEPANG (7)
- lingkungan hutan tropis (5)
- lokasi wisata alam (8)
- LPJ (1)
- MASALAH SOSIAL (2)
- MATERI FLASH (12)
- MATERI GEOGRAFI KELAS VII (52)
- MATERI GEOGRAFI KELAS VIII SEMESTER 2 (41)
- materi kelas viii (34)
- materi kelas x (15)
- materi kelas xii (10)
- MEDIA PEMBELAJARAN (5)
- menu (5)
- metklim (34)
- MIGRASI HEWAN (3)
- NATIONAL GEOGRAPHIC (2)
- NEGARA (20)
- negara berkembang (29)
- negara maju (17)
- obyek wisata (7)
- OLEH-OLEH DARI ROTE (4)
- olimpiade kebumian (1)
- OSEANOGRAFI (53)
- OTAK (7)
- palaentologi (2)
- PANTAI PRIGI (1)
- pemanasan global (14)
- pembelajaran (36)
- pembelajaran alam (4)
- penduduk (26)
- pengantar geografi (8)
- pengetahuan agama (2)
- pengetahuan komputer (10)
- PENGETAHUAN UMUM (10)
- penjelajahan (7)
- perdagangan internasional (1)
- PERGERAKAN NASIONAL (11)
- PERISTIWA GEOGRAFI (2)
- PERKEMBANGAN ANAK (35)
- PETA INTERAKTIF (2)
- PROPOSAL (1)
- PTK (4)
- PULAU (1)
- RELIEF DASAR LAUT (1)
- RESEP MASAKAN (7)
- RPP DAN SILABUS KARAKTER BANGSA (4)
- RUMAH (26)
- sedimentasi (1)
- sejarah (25)
- SEJARAH INDONESIA (11)
- selingan (16)
- seni dapur (3)
- SILABUS GEOGRAFI (4)
- SINEMATOGRAFI (12)
- situs peninggalan sejarah (21)
- SOAL GEOGRAFI (2)
- sosiologi (12)
- STATISTIK (17)
- SUAKA ALAM DAN SUAKA MARGASATWA (45)
- suku bangsa (4)
- TAMAN (9)
- TAMAN NASIONAL (45)
- tanaman langka (11)
- TANAMAN OBAT TRADISIONAL (1)
- teknologi (10)
- TELAAH KURIKULUM (3)
- tenaga eksogen (11)
- tenaga endogen (6)
- TENGGER (2)
- tentang otak (11)
- THE GEOGRAPHY DEPARTEMENT (10)
- tips dan trik (74)
- TSUNAMI (1)
- tubuh kita (92)
- UKG (2)
- UNDANG-UNDANG TENTANG PENDIDIKAN (2)
Entri Populer
-
Sukses menjadi guru tak semata-mata karena menenteng ijazah dari fakultas keguruan atau mendapat sertifikasi profesional. Guru keren di mat...
-
Model pembelajaran pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) bagi murid sekolah dasar hendaknya sesuai dengan kebutuhan anak usia sekolah...
-
Kegiatan Mengajar dan Mengelola Kelas Kegiatan guru didalam kelas meliputi dua hal pokok, yaitu mengajar dan mengelola kelas. Kegiatan m...
-
Tugas :Ahmad Syaifuddin Hasan I. Definisi Kata ”cerdas” menurut Goleman mengandung dua arti, pertama cerdas pikiran dan kedua cerdas e...
-
Pendahuluan Bung Karno pernah berpesan kepada kita bangsa Indonesia, bahwa tugas berat untuk mengisi kemerdekaan adalah membangun kara...
-
Kata Kunci: bahan bakar gas , bahan organik , gas , spon Dalam suatu penemuan yang mungkin akan membantu percepatan produksi sel bah...
-
KOMPAS.com — Sebuah riset terbaru menunjukkan, sedikit makan (diet rendah kalori) ternyata sangat bermanfaat untuk menjaga otak tetap mu...
-
Under contruction water sprout pond, location at Tanjung Barat Mas Taman Kolam (1) Taman Kolam (2) Taman Kolam (3) Taman Kolam (4) Taman de...
-
A. Pendahuluan 1. Perkembangan Globalisasi Berikut pandangan-pandangan mengenai globalisasi: - globalisasi sebagai suatu proses social, pro...
-
1. Guru Kungfu 2. Karateka 3. Badut 4. Foto Model 5. Pelukis 6. Pemabuk 7. Pengangguran 8. Pemain Bola 9. Bint...

