Tampilkan postingan dengan label informasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label informasi. Tampilkan semua postingan

Makna Dari Topi Toga

Dari sisi desain bentuknya memang ga ada keren-kerennya.
Tapi jika dipakai di hari wisuda,langsung nge-boost rasa bangga berkali lipat!!
Yup,itulah TOGA,jubah berwarna hitam ini memang ga bisa dipisahkan dari acara lulus-lulusan.

Ngaku aja deh,kita yg lagi bikin skripsi pasti udah kebelet ingin mengenakannya.
Meski bentuk TOGA cukup sederhana,tapi ternyata kaya akan makna tuh…

ASAL MUASAL

Toga berasal dari tego,yg dalam bahasa Latin berarti penutup.Meski sering dikaitkan dengan bangsa Romawi kuno,toga sebenarnya merupakan pakaian yg sering dikenakan bangsa Etruskan(pribumi Italia) sejak 1.200 SM.
Kala itu,bentuk toga belum berupa jubah jubah,tapi hanya kain sepanjang 6 meter yg cara pakainya dililit ke tubuh.Meski ribet,toga merupakan satu-satunya pakaian yg dianggap pantas saat seseorang berada diluar ruangan.

Namun,seiring berjalannya waktu,pemakaian toga untuk busana sehari-hari mulai ditinggalkan.Tapi ga berarti toga lenyap begitu saja. Setelah bentuknya “dimodifikasi” jadi semacam jubah,derajat toga justru naik menjadi pakaian seremonial,salah satunya wisuda


MENYIBAK KEGELAPAN

Bukan tanpa alasan,toga berwarna hitam.Seperti yg kita tahu,hitam sering diidentikkan dgn hal yg misterius dan gelap.Nah,misteri dan kegelapan inilah yg harus dikalahkan sarjana.Dengan memakai warna hitam,diharapkan para sarjana mampu menyibak kegelapan dgn ilmu pengetahuan yg selama ini didapat.

Warna hitam juga melambangkan keagungan-karena itu, selain sarjana,hakim dan sebagian pemuka agama juga menggunakan warna ini sebagai jubahnya.

Lalu,apa makna bentuk persegi pada topi toga? Well,sudut-sudut tersebut melambangkan bahwa seorang sarjana dituntut untuk berpikir rasional dan memandang segala sesuatu dari berbagai sudut pandang. Jangan sampai status sudah sarjana tapi pikirannya masih sempit,hehe

KUNCIR LAMBANG OTAK

Dipuncak acara wisuda,kita mungkin bertanya-tanya,kenapa ya kuncir tali di topi toga dipindah dari kiri ke kanan?

Kuncir tali toga yg semula berada dikiri ternyata bermakna lebih banyaknya otak kiri yg digunakan semasa kuliah.Nah,dgn dipindah kekanan,maksudnya agar parasarjana ga hanya menggunakan otak kiri saja setelah lulus,namun juga otak kanan yang berhubungan dgn kreativitas,imajinasi,dan inovasi.

Filosofi lainnya,kuncir tali di topi toga melambangkan tali pita pembatas buku.Dengan pindah tali,diharapkan para wisudawan terus membuka lembaran buku supaya ilmunya ga stagnan.Mentang-mentang udah sarjana,ga lantas berhenti belajar donk.
Daud dan Sulaiman (4) Namun, justru itulah yang dilakukan para pengecam Levy. Beberapa di antara mereka mengatakan bahwa 46 analisisnya yang pertama tidak memadai untuk membenarkan penyusunan kembali seluruh kronologi Edom. Untuk analisis C-14 yang kedua, Levy melipatduakan jumlah sampelnya dan dengan teliti memilih batubara yang berasal dari tanaman yang memiliki lingkaran kambium yang dapat dikaji. Meskipun biaya analisis C-14 lumayan mahal—lebih dari Rp5.000.000 untuk sebutir biji zaitun—tekniknya tidak selalu jitu. "Karbon-14 tidak banyak membantu menyelesaikan semua pertentangan ini," kata Eilat Mazar. "Ada plus minusnya"—margin kesalahannya sekitar 40 tahun. "Laboratorium yang berbeda memberikan hasil yang berbeda pula. Banyak ilmuwan yang meragukan ketepatan hasil analisis C-14." Filkenstein dan Amihai Mazar sama-sama tidak sependapat mengenai satu lapisan tertentu di Tel Rehov, sebuah kota dari Zaman Perunggu dan Zaman Besi yang lokasinya tidak jauh dari Sungai Yordan. Mazar berpendapat bahwa lapisan itu bisa jadi dari masa Sulaiman, sementara Filkenstein mengatakannya dari dinasti Omride yang lebih kini, yang mengambil nama dari Omri, ayah Ahab. Kesenjangan antara kedua masa itu sekitar 40 tahun. "Banyak usia yang ditentukan dengan analisis radiokarbon untuk kurun waktu ini meliputi rentang waktu yang justru diperdebatkan," kata Amihai Mazar, sambil tersenyum pahit. "Bukan kurun waktu sebelum atau sesudahnya. Keadaan masih tetap sama selama 15 tahun ini." "KITA BISA SAJA MENEMUKAN bukti radiokarbon bahwa Daud adalah orang desa yang tinggal di Norwegia pada abad keenam!" kata Israel Filkenstein—sengaja dilebih-lebihkan untuk menegaskan maksudnya, sebagaimana yang sering dilakukannya. "Tetapi, serius, saya senang membaca apa pun yang ditulis oleh Tom tentang Khirbat en Nahas. Tulisannya membuat saya terilhami. Saya sendiri tidak akan mau menggali di tempat seperti itu—terlalu panas! Buat saya, arkeologi itu harus menyenangkan. Cobalah datang ke Megiddo—kami tinggal di losmen berpenyejuk udara yang bersebelahan dengan kolam renang." Beginilah cara Filkenstein memulai sanggahannya, dengan kata pembuka santun yang tidak mampu menyembunyikan binar bola matanya yang "nakal." Sebagai ilmuwan, ahli arkeologi asal Tel Aviv ini memiliki sifat yang sangat gigih—sambil mencondongkan sosoknya yang tinggi dan menghadapkan wajahnya yang berjanggut ke wajah tamunya, melambaikan tangannya yang besar, mengatur nada suara baritonnya dengan kepiawaian seorang aktor kawakan. Namun, sikapnya yang memesona itu dengan cepat membuat jengkel orang-orang yang pernah merasakan sengatannya. "Jika ingin menarik perhatian, Anda bisa bersikap seperti Filkenstein," kata Eilat Mazar. Yang juga tidak menyukai sikap Filkenstein adalah Yosef Garfinkel, yang mengatakan bahwa "Dia bahkan sama sekali tidak menggunakan ilmu pengetahuan—di situlah ironisnya. Ibarat memberikan Hadiah Nobel Perdamaian kepada Saddam Hussein." Akan tetapi, teori Filkenstein tampaknya cukup berterima bagi ilmuwan yang pendiriannya berada di antara mereka yang secara harfiah memercayai Alkitab sebagai sumber sejarah dan yang memandangnya sebagai mitos. "Bayangkan saja Alkitab seperti saat Anda membayangkan situs arkeologi yang berlapis-lapis," katanya. "Beberapa lapisan ditulis pada abad ke-8 SM, beberapa pada abad ke-7 SM, kemudian melonjak ke abad ke-2 SM. Jadi, Alkitab ditulis selama enam ratus tahun. Ini tidak berarti bahwa Alkitab tidak berasal dari zaman purba. Namun, realitas yang ditampilkan dalam kisah tersebut adalah realitas yang lebih kini. Daud, misalnya, adalah tokoh sejarah. Dia memang hidup pada abad ke-10 SM. Saya bisa menerima penjelasan bahwa Daud adalah semacam pemimpin kelompok yang bergolak, para pembuat onar yang tinggal di daerah pinggiran. Tetapi, saya tidak bisa menerima pendapat tentang kemegahan kota Yerusalem, atau kerajaan hebat di masa Sulaiman. Ketika para pengarang naskah itu menceritakannya, yang mereka bayangkan adalah realitas masa mereka sendiri, masa Kerajaan Assyria. "Nah, soal Sulaiman," katanya meneruskan sambil berdesah. "Boleh dikatakan saya melumatnya. Maaf saja! Coba kita kupas dia dan kita analisis kisahnya. Ambil contoh kunjungan istimewa Ratu Sheba—seorang ratu Arab datang berkunjung, membawa segala macam benda eksotis ke Yerusalem. Ini cerita yang mustahil terjadi sebelum 732 SM, sebelum dimulainya perdagangan oleh bangsa Arab di bawah penjajahan Assyria. Ambil lagi contoh kisah tentang Sulaiman sebagai pelatih hebat dalam perkudaan, kereta kuda, pasukan besar, dan sebagainya. Kisah tentang Sulaiman ini adalah kisah yang bercerita tentang kerajaan Assyria pada abad itu." Tentang benteng tambang yang dikemukakan Levy, Filkenstein berkata, "Saya tidak percaya bahwa tambang itu berasal dari abad ke-10 SM. Tidak mungkin ada orang yang tinggal di situs ini selama berlangsungnya penambangan. Apinya, asap beracunnya—mustahil! Alih-alih, coba perhatikan benteng En Hazeva di sebelah barat Sungai Yordan, yang dibangun oleh bangsa Assyria di jalan utama menuju Edom. Menurut pendapat saya, bangunan yang dikemukakan Tom itu adalah benteng Assyria dari abad ke-8 SM, yang mirip dengan benteng lainnya. Dan coba perhatikan, dalam arkeologi Alkitab, situs yang digalinya bukanlah situs yang penting. Situs itu bukan kota yang bertahan dalam beberapa zaman, seperti Megiddo dan Tel Rehov. Dengan hanya mengandalkan terak, lalu mengatakan bahwa situs itu bukti paling kuat dalam perdebatan tentang sejarah menurut Alkitab—benar-benar mustahil, dan saya menolaknya mentah-mentah!" Dengan lebih bersemangat, Finkelstein mencemooh temuan Garfinkel di Khirbet Qeiyafa: "Begini, saya tidak akan pernah mengatakan, ‘Saya menemukan sebutir biji zaitun di sebuah lapisan di Megiddo, dan biji zaitun ini—yang sudah dianalisis dengan karbon-14 ratusan kali—akan menentukan nasib peradaban Barat.’" Dia tertawa mengejek. Tidak adanya tulang babi, menyiratkan itu situs Yudea? "Memang itu bukti, tetapi bukan bukti yang meyakinkan." Tulisan langka yang ditemukan di situs itu? Mungkin dari Gath yang berasal dari bangsa Filistin, bukan dari kerajaan Yudea. Ironisnya, Filkenstein, sang penentang arkeologi berdasarkan Alkitab itu menjelma menjadi kekuatan besar, sosok Goliath yang membela pendiriannya dari serangan para pemula terhadap teori kronologinya. Teori bahwa masyarakat maju di abad ke-10 SM mungkin ada di kedua sisi Sungai Yordan menyebabkan visi Filkenstein tentang era Daud dan Sulaiman benar-benar berada di pihak yang defensif. Sejumlah besar tulisan sanggahannya dan nada suaranya yang sinis mencerminkan sikap pembelaan diri ini, dan argumennya kadang kala tampak agak dipaksakan. (Pendapatnya tentang tinggal di benteng di dekat situs penambangan tembaga bukanlah sesuatu yang mustahil bagi para penambang batubara di Bukit Asam atau penduduk yang tinggal di dekat Gunung kapur, Padalarang, misalnya.) Meskipun demikian, bahkan seandainya pun Garfinkel dapat membuktikan bahwa suku Yudea yang merupakan leluhur Daud tinggal di benteng Shaaraim, dan Eilat Mazar dapat menemukan catatan yang menyatakan bahwa Raja Daud memerintahkan pembangunan istana di Yerusalem, dan Tom Levy dapat membuktikan dengan pasti bahwa Raja Sulaiman menguasai tambang tembaga di Edom, semua ini bukan bukti yang mendukung kebenaran tentang kegemilangan dinasti dalam Alkitab. Berapa banyak lagi penggalian yang harus dilakukan agar pertikaian ini berhenti? BANYAK AHLI ARKEOLOGI mempertanyakan apakah pertikaian sengit tentang kebenaran paparan Alkitab ini bermanfaat. Salah seorang di antara mereka, Raphael Greenberg dari Universitas Tel Aviv tanpa tedeng aling-aling berkata, "Pertikaian itu tidak menguntungkan bidang arkeologi. Yang seharusnya kita lakukan adalah memberikan informasi yang tidak diperoleh dari naskah atau cacatan sejarah yang sudah dipatok sebelumnya—terawangan lain ke masa lalu: kehidupan masyarakat sehari-hari. Dengan kata lain, sesuatu yang lebih bermakna, bukan sekadar mengabsahkan Alkitab." Tetapi, apakah Daud, dengan semua simbolismenya, tidak lagi penting apabila perbuatan baik dan kerajaanya pada akhirnya dipandang sebagai mitos belaka? Ketika saya kemukakan kepada Filkenstein bahwa orang di seluruh dunia mempercayai kehebatan Daud, saya tercengang mendengar jawabannya. "Begini, pada saat saya melakukan penelitian, saya harus membedakan antara sosok Daud menurut kepercayaan masyarakat dan sosok Daud menurut sejarah. Daud sangat penting bagi jatidiri masyarakat saya. Demikian pula, saya dapat menerima Peristiwa Eksodus tanpa memercayainya sebagai peristiwa nyata. Sosok Daud di mata saya adalah sosok Daud yang dicerminkan oleh raja Hezekiah yang lebih kini; sosok Daud yang dicerminkan oleh raja Josiah yang lebih kini; sosok Daud pada Nabi Zakaria tentang ramalan hari kiamat yang mengisahkan Yerusalem terbakar, tetapi Daud tetap hidup; sosok Daud yang merupakan penghubung dengan pemimpin umat Kristiani. Dari sudut pandang ini, sosok Daud sangat penting. Jika Anda menghendaki saya mengemukakannya secara sederhana, saya bangga bahwa sosok bersahaja ini menjelma menjadi sosok yang begitu penting dalam masyarakat Barat. "Jadi, bagi saya," kata Filkenstein, orang yang melucuti semua kemegahan itu dari sosok Daud, "Daud bukanlah sekadar prasasti di dinding benteng, bukan pula sekadar pemimpin sekelompok orang pada abad ke-10 SM. Bukan. Dia jauh lebih bermakna daripada semua simbolisme itu.
Daud dan Sulaiman (3) Kebanyakan ahli arkeologi Israel menghendaki agar hasil penelitian mereka tidak digunakan sebagai senjata politik. Namun, hal ini memang cara yang biasa digunakan negara baru yang masih terus menjajaki keabsahan mereka. Sebagaimana yang diamati oleh guru besar arkeologi Avraham Faust dari Universitas Bar-Ilan, "Bangsa Norwegia mengandalkan keberadaan situs Viking untuk menciptakan jatidiri yang terpisah dari para penguasa mereka yang berasal dari Swedia dan Denmark. Zimbabwe mendapatkan namanya dari situs arkeologi. Arkeologi adalah alat bantu yang sangat nyaman untuk menciptakan jatidiri bangsa. Itulah salah satu hal yang membedakan Israel dengan negara lain. Jatidiri nasionalnya sudah ada jauh sebelum adanya kegiatan penggalian. Benda galian dapat menegaskan jatidiri itu… atau sebaliknya. "TEMPAT INI IBARAT NERAKA," kata Tom Levy dengan riang saat berdiri di tepi sumur tambang terbuka purba yang dipenuhi terak legam sehitam batubara. Di sekelilingnya dan sejumlah sukarelawan mahasiswa S-1 dari University of California, San Diego, terbentang situs penggalian tembaga seluas 10 hektar—dan di samping kawasan itu tampak kompleks benteng besar yang terdiri atas reruntuhan rumah jaga berusia 3.000 tahun. Tampaknya para penjaga itu tinggal di dekat lokasi tambang, sambil mengawasi para pekerja yang mungkin dipaksa bekerja di situ. "Apabila kita memiliki produksi berskala industri sebesar ini, pasti diperlukan sistem pengadaan makanan dan air minum," kata Levy lagi. "Saya tidak bisa membuktikannya, namun menurut pendapat saya, orang yang bekerja di lingkungan yang sangat berat ini pastilah para budak—atau mahasiswa S-1. Intinya, masyarakat miskin yang papa mustahil bisa melakukan kegiatan penambangan berskala sebesar ini." Levy, sebagai ahli antropologi, pertama kali datang ke Yerusalem selatan pada 1997 untuk mengkaji peranan metalurgi dalam evolusi masyarakat. Distrik dataran rendah Faynan, tempat kita bisa menyaksikan kilauan malakhit biru-hijau dari jarak jauh, adalah tempat yang tepat untuk melakukan kajian tersebut. Tempat ini pulalah yang diklaim dengan bangga pada 1940 oleh rabi dan ahli arkeologi Amerika Nelson Glueck sebagai tempat dia menemukan tambang Edom yang dikuasai Raja Sulaiman. Para penggali berkebangsaan Inggris yang berikutnya meyakini bahwa mereka telah menemukan bukti yang menyatakan bahwa kurun waktu yang ditetapkan oleh Glueck meleset sampai tiga abad, dan bahwa Edom sebenarnya baru ada pada abad ke-7 SM. Namun, ketika Levy mulai memeriksa situs yang dikenal sebagai Khirbat en Nahas (dalam bahasa Arab berarti "puing-puing tembaga"), sampel yang dikirimkannya ke Oxford untuk ditentukan usianya dengan metode radiokarbon menegaskan bahwa klaim Glueck memang tepat: Ini adalah situs produksi tembaga abad ke-10 SM—dan, Levy menambahkan dengan yakin, "sumber tembaga terdekat ke Yerusalem." Tim yang dikepalai oleh Levy dan sejawatnya dari Yordania, Mohammad Najjar, berhasil menggali gerbang berkamar empat yang mirip dengan gerbang yang ditemukan di sejumlah situs di Israel yang mungkin berasal dari abad ke-10 SM. Beberapa kilometer dari kompleks pertambangan itu, mereka berhasil menggali sebuah permakaman yang berisi lebih dari 3.500 makam yang berasal dari kurun waktu yang sama—mungkin berisi sisa-sisa jenazah kaum nomaden pegunungan dari Zaman Besi yang menurut sumber Mesir purba dikenal sebagai Shasu, yang menurut Levy mungkin "ditawan pada suatu waktu tertentu dan dipaksa bekerja di pertambangan." Sebagian besar kegiatan di tambang itu tampaknya berhenti menjelang akhir abad ke-9 SM—dan lapisan yang dinamakan "lapisan jarahan" yang digali oleh mahasiswa Levy mungkin bisa menjelaskan alasannya. Dalam lapisan ini mereka menemukan 22 biji kurma, yang ternyata berasal dari abad ke-10 SM, bersama sejumlah artefak Mesir seperti jimat berkepala singa dan jimat berbentuk kumbang, keduanya berasal dari kurun waktu Firaun Shoshenq I. Penyerbuan wilayah itu oleh sang firaun tidak lama setelah kematian Sulaiman dikisahkan dalam Perjanjian Lama dan di Kuil Amun di Karnak. "Saya sepenuhnya percaya bahwa Shoshenq mengakhiri produksi logam di sini pada akhir abad ke-10 SM," kata Levy. "Bangsa Mesir pada Periode Antara Ketiga tidak cukup kuat untuk menyediakan pasukan dan persenjataan di wilayah jajahan, dan itulah alasannya mengapa di sini kita tidak menemukan cetakan roti dan peninggalan kebudayaan penting lainnya yang khas Mesir. Namun, mereka mungkin melakukan serangan militer yang cukup besar—yang cukup kuat untuk mengalahkan beberapa kerajaan kecil ini, untuk memastikan bahwa mereka tidak menjadi ancaman bagi Mesir. Itulah yang menurut saya dilakukan oleh Shoshenq di sini." "Neraka" yang berhasil digali oleh Levy di Khirbat en Nahas mungkin bisa merupakan "neraka" juga bagi teori Filkenstein tentang "kronologi abad lebih kini." Tambang tembaga yang ditemukan Levy mungkin tidak semenggairahkan istana Raja Daud atau tempat di ketinggian untuk mengamati perkelahian antara Daud dan Goliath. Namun, kegiatan penggalian Levy mencakup kurun waktu lebih panjang dan area lebih luas daripada yang dilakukan Eilat Mazar dan Yosef Garfinkel, dan jauh lebih sering menggunakan analisis radiokarbon untuk menentukan usia berbagai lapisan stratigrafi di situsnya. "Semua ilmuwan yang mengkaji Edom pada 1980-an dan 1990-an menyatakan bahwa Edom tidak ada sebagai negeri sebelum abad ke-8 SM," kata Amihai Mazar. "Tetapi, analisis radiokarbon yang dilakukan Levy memberikan bukti lain, dan bukti tersebut menunjukkan kurun waktu abad ke-10 hingga ke-9 SM, dan tidak seorang pun bisa menyatakan bahwa bukti tersebut keliru."
Daud dan Sulaiman (2) Masalahnya, jika kita mengandalkan bab ini, yang memang ada di dalam Alkitab, kita harus menyadari bahwa bab tersebut ditambahkan lama setelah Sulaiman wafat pada 930 SM, ketika Israel pecah menjadi dua bagian—Yudea di selatan dan Israel di utara. "Gezer adalah kota paling selatan di kerajaan Israel di kawasan utara, sedangkan Hazor adalah kawasan paling utara, dan Megiddo adalah pusat kegiatan ekonomi di kawasan tengah," kata ahli arkeologi Norma Franklin dari Universitas Tel Aviv. "Jadi, amatlah penting bagi para penulis kisah ini untuk mengklaim semua wilayah tersebut. Bagi Yadin, Alkitab mengatakan demikian. Titik. Tiga gerbang—semuanya pasti berasal dari masa Sulaiman." Dewasa ini, banyak ilmuwan (termasuk Franklin dan sejawatnya Finkelstein) meragukan bahwa ketiga gerbang itu berasal dari masa pemerintahan Sulaiman, sementara ilmuwan lain (Amihai Mazar, misalnya) berpendapat bisa saja begitu. Namun, semuanya menolak nalar pembuktian terbalik yang dianut Yadin, yang pada awal 1980-an membantu meluncurkan gerakan penentangan "minimalisme Alkitab," yang dipimpin oleh para ilmuwan di Universitas Kopenhagen. Bagi penganut aliran minimalisme ini, Daud dan Sulaiman hanyalah tokoh rekaan. Kredibilitas keyakinan ini dibuktikan tidak benar pada 1993, ketika sebuah tim penggalian di kawasan utara Israel di situs Tel Dan berhasil menggali stela basalt hitam yang bertuliskan "Rumah Daud." Namun, keberadaan Sulaiman, masih belum terbukti sama sekali. Tanpa bukti tambahan, mau tak mau kita harus menerima dunia Alkitab abad ke-10 SM yang menjemukan yang dikemukakan pertama kali oleh Filkenstein dalam tulisannya pada 1996—bukan satu-satunya kerajaan besar yang memiliki kemegahan bangunan monumental, melainkan hanya memiliki bentang alam gersang yang dikuasai oleh beberapa suku yang terpencar-pencar dan berkembang dengan lamban: bangsa Filistin di selatan, bangsa Moab di timur, bangsa Israel di utara, bangsa Arama di utara jauh, dan ya, mungkin juga bangsa Yudea yang melakukan penyerbuan di bawah pimpinan penggembala muda di Yerusalem, sebuah kota kecil dan miskin. Tafsiran ini membuat geram warga Israel yang memandang ibukota Kerajaan Daud sebagai cikal bakal masyarakat mereka. Banyak penggalian yang dilakukan di Yerusalem didanai oleh City of David Foundation, yang direktur pengembangan internasionalnya, Doron Spielman, dengan jujur mengakui, "Tatkala kami menggalang dana untuk melakukan penggalian, yang mengilhami kami adalah pengungkapan Alkitab—dan hal itu sepenuhnya berkaitan dengan kedaulatan Israel." Tidaklah mengherankan apabila kegiatan ini tidak disambut baik oleh penduduk Yerusalem yang kebetulan bangsa Palestina. Banyak penggalian ini dilakukan di bagian timur kota, tempat yang sudah dihuni keluarga mereka selama beberapa generasi, dan mungkin sekali kelak mereka diusir jika proyek penggalian itu berubah menjadi klaim Israel untuk menjadikannya sebagai tempat permukiman mereka. Dari sudut pandang bangsa Palestina, sikap tergesa-gesa mencari bukti arkeologi untuk membenarkan rasa kepemilikan sebagian orang sungguh tidak adil. Sebagai penduduk Yerusalem Timur dan guru besar arkeologi, Hani Nur el-Din berkata, "Saat saya melihat perempuan Palestina membuat gerabah tradisional sejak awal Zaman Perunggu, tatkala saya mencium roti taboon yang dibakar dengan cara yang sama dengan yang dilakukan orang pada milenium keempat atau kelima SM, saya menganggapnya sebagai DNA budaya. Di Palestina memang tidak ada dokumen tertulis, tidak ada riwayat bersejarah—namun, tetap saja, ini adalah sejarah."
Daud dan Sulaiman (1)
gallery
Apakah Kerajaan Daud dan Sulaiman merupakan kerajaan megah atau sekadar kota pertanian kecil? Jawabannya bergantung pada ahli arkeologi yang Anda tanyai.
Oleh ROBERT DRAPER Foto oleh GREG GIRARD
Perempuan yang sedang duduk di bangku di Kota Tua Yerusalem, yang berwajah bulat dan berpakaian tebal untuk melawan dinginnya musim gugur itu, mengunyah apel sambil mengamati bangunan yang telah memberinya ketenaran dan cercaan. Bangunan itu tidak benar-benar tampak seperti bangunan—hanya dinding batu pendek yang berbatasan dengan dinding penopang purba setinggi 20 meter yang ketinggiannya tidak merata. Namun, karena dia ahli arkeologi, dan karena ini temuannya, matanya melihat sesuatu yang tidak terlihat oleh mata orang lain. Dia memperhatikan posisi bangunan itu pada lereng curam di utara kota tua, menghadap ke Lembah Kidron Yerusalem, dan dia membayangkan tempat tinggi yang ideal untuk menyigi suatu kerajaan. Dia membayangkan tukang kayu dan tukang batu Phoenix yang membangunnya pada abad ke-10 SM. Dia juga membayangkan bangsa Babilonia yang menghancurkannya empat abad kemudian. Yang terutama, dia membayangkan orang yang menurutnya memerintahkan pembangunannya dan menghuninya. Namanya Daud. Bangunan ini, begitu perempuan itu mengabarkannya ke seluruh dunia melalui tulisannya dalam jurnal arkeologi, mungkin sekali bangunan yang dikisahkan dalam Buku Kedua Samuel: "Raja Hiram dari Tyre mengirimkan… tukang kayu dan tukang batu, dan mereka membangun rumah untuk Daud. Dan Daud menyadari bahwa Allah menetapkannya sebagai raja di Israel, dan bahwa Dia memuliakan kerajaan itu demi umatnya, bangsa Israel." Perempuan itu bernama Eilat Mazar. Sambil terus mengunyah apel dan melayangkan pandangannya, penampilannya begitu damai—sampai muncul seorang pemandu wisata. Pemandu itu seorang pemuda Israel yang memandu beberapa orang wisatawan yang berkumpul di depan bangku agar dapat melihat bangunan tersebut. Begitu pemuda itu membuka mulut, Mazar langsung tahu apa yang akan diucapkannya. Pemandu wisata itu mantan muridnya dalam bidang arkeologi. Dia mendengar kabar betapa pemuda itu suka membawa rombongan wisatawan ke sini dan mengatakan kepada mereka bahwa tempat itu BUKAN istana Daud dan bahwa semua penelitian arkeologi di Kota Daud merupakan sarana bagi warga Israel sayap-kanan untuk meluaskan klaim teritorial negara itu dan menyingkirkan bangsa Palestina. Mazar bangkit dari bangku dan bergegas menghampiri si pemandu. Dengan geram dia berbicara dalam bahasa Ibrani dengan nada suara pendek-pendek, sementara si pemandu menatapnya dengan sikap pasif. Para wisatawan yang tercengang memandang Mazar pergi dengan wajah masih marah. "Kami benar-benar harus tegas," katanya bersungut-sungut sambil berjalan. "Seakan-akan semua orang ingin menghancurkan hasil penelitian kami." Kemudian, dengan mimik yang tampak lebih sedih: "Mengapa? Apa salah kami?" Ahli arkeologi itu naik ke mobil. Dia tampak terguncang. "Rasanya seperti sakit akibat stres," katanya. "Saya merasa lebih tua daripada usia saya yang sebenarnya." Hanya di bagian dunia inilah arkeologi sangat melibatkan emosi dan sarat persaingan. Eilat Mazar adalah salah satu penyebabnya. Pengumumannya pada 2005 yang mengemukakan bahwa dia yakin telah berhasil menggali istana Raja Daud menjadi pembelaan lantang tentang teori lama yang mendapat kecaman selama lebih dari seperempat abad—yakni bahwa paparan Alkitab yang menyatakan kerajaan yang didirikan pada masa Daud dan diteruskan oleh putranya Sulaiman memang akurat menurut sejarah. Klaim Mazar berhasil membesarkan hati umat Kristiani dan Yahudi di seluruh dunia yang bersikukuh bahwa Perjanjian Lama dapat dan semestinyalah ditafsirkan secara harfiah. Temuannya yang diakui itu khususnya diterima dengan penuh gairah di Israel karena di situlah kisah Daud dan Sulaiman berkaitan erat dengan klaim bangsa Yahudi atas Zion menurut Alkitab. Kisah ini sudah sangat dikenal oleh setiap orang yang mempelajari Alkitab. Seorang penggembala muda bernama Daud dari suku Yudea berhasil menewaskan raksasa Goliath dari suku musuhnya, Filistin, dan dia diangkat menjadi Raja Yudea setelah wafatnya Saul menjelang berakhirnya abad ke-11 SM, menaklukkan Yerusalem, mempersatukan penduduk Yudea dengan suku Israel yang terpencar-pencar di utara, kemudian mulai membangun dinasti bangsawan yang dilanjutkan oleh Sulaiman hingga jauh memasuki abad ke-10 SM. Namun, meskipun Alkitab mengisahkan bahwa Daud dan Sulaiman membangun kerajaan Israel menjadi kerajaan yang berkuasa dan bergengsi, yang merentang dari Mediterania hingga Sungai Yordan, dari Damaskus hingga Negev, ada masalah kecil—bahwa meskipun telah dicari selama puluhan tahun, para ahli arkeologi tidak berhasil menemukan bukti kuat bahwa Daud ataupun Sulaiman pernah membangun apa pun. Kemudian, Mazar mengumumkan temuannya. "Mazar tahu akibat pengumumannya itu," kata ahli arkeologi lain, David Ilan dari Hebrew Union College. "Dia secara sadar menceburkan diri ke dalam perdebatan sengit itu, dengan niat menimbulkan kontroversi." Ilan sendiri meragukan bahwa Mazar telah menemukan istana Raja Daud. "Naluri saya mengatakan bahwa ini bangunan yang berasal dari abad ke-8 atau ke-9 SM," katanya, yang dibangun seratus tahun atau lebih setelah Sulaiman wafat pada 930 SM. Lebih dari itu, para pengecam mempertanyakan motivasi Mazar. Mereka mengamati bahwa kegiatan penggaliannya disponsori oleh dua organisasi—City of David Foundation dan Shalem Center—yang dimaksudkan untuk meneguhkan klaim Israel atas kawasan itu. Dan para pengecam itu mencemooh Mazar yang menggunakan metode kuno yang dianut leluhurnya yang juga ahli arkeologi, seperti kakeknya, yang tanpa tedeng aling-aling melakukan penggalian dengan mengacu pada Alkitab. Dulu, para ahli arkeologi terbiasa menggunakan Alkitab sebagai panduan, namun sekarang metode tersebut ditentang secara luas, dianggap sebagai nalar berputar-putar yang tidak ilmiah—dan dengan sangat tegas dianggap demikian oleh biang-penentangnya, yakni Finkelstein yang berkebangsaan Israel dari Tel Aviv University, yang dengan penuh semangat selalu menepiskan anggapan seperti itu. Dia dan para pendukung lain yang meyakini "pembangunan bukan di zaman Daud" mengatakan bahwa kebanyakan bukti arkeologis di wilayah Israel dan sekitarnya menunjukkan bahwa masa yang dikemukakan oleh para ilmuwan Alkitab lebih tua satu abad. Bangunan "masa Sulaiman" yang digali oleh para arkeologi pengacu Alkitab dalam kurun waktu beberapa dasawarsa terakhir di Hazor, Gezer, dan Megiddo tidak dibangun pada masa Daud dan Sulaiman, katanya, sehingga pastilah dibangun oleh para raja abad ke-9 SM dari dinasti Omride, puluhan tahun sesudah masa pemerintahan Daud dan Sulaiman. Pada masa pemerintahan Daud, menurut Finkelstein, Yerusalem tidak lebih dari sekadar "pedesaan di perbukitan." Daud sendiri adalah pemuda miskin bersahaja, namun berambisi, yang bersaudara dengan Pancho Villa. Jumlah pengikutnya mungkin "500" orang bersenjatakan tongkat, suka berteriak-teriak serta memaki-maki dan meludah—bukan anggota pasukan hebat mengendarai kereta kuda seperti yang diceritakan dalam Alkitab. "Tentu saja kita tidak sedang menyaksikan istana Daud!" Filkenstein bersuara lantang begitu disinggung perihal temuan Mazar. "Maksud saya, yang benar sajalah. Saya menghormati upayanya. Saya menyukainya—dia wanita yang menyenangkan. Tetapi, tafsiran ini—bagaimana mengatakannya ya—agak naif." Sekarang justru teori Finkelstein-lah yang dipertanyakan. Tidak lama setelah klaim Mazar bahwa dia berhasil menemukan istana Raja Daud, dua ahli arkeologi lain mengemukakan temuan yang menakjubkan. Tiga puluh kilometer di barat daya Yerusalem di Lembah Elah—tempat yang menurut Alkitab adalah tempat Daud menewaskan Goliath—guru besar Universitas Hebrew Yosef Garfinkel mengaku telah berhasil menggali sekelumit kota Yudea yang tepat berasal dari masa pemerintahan Daud. Sementara itu, 50 kilometer di selatan Laut Mati di Yordania, guru besar University of California, San Diego yang bernama Thomas Levy menghabiskan delapan tahun terakhir ini menggali tambang tembaga besar di Khirbat en Nahas. Levy menetapkan usia salah satu periode produksi tembaga yang paling produktif di situs itu, yakni abad ke-10 SM—yang menurut kisah dalam Alkitab adalah ketika musuh Daud, yakni bangsa Edom, bermukim di kawasan itu. (Akan tetapi, ilmuwan seperti Finkelstein meyakini bahwa bangsa Edom baru tumbuh berkembang dua abad kemudian.) Kenyataan adanya kegiatan pertambangan dua abad sebelum kelompok Finkelstein menyatakan waktu kemunculan bangsa Edom menyiratkan adanya kegiatan perekonomian yang sudah maju pada waktu pemerintahan Daud dan Sulaiman. "Mungkin saja tambang ini milik Daud dan Sulaiman," kata Levy tentang temuannya itu. "Maksud saya, skala besar produksi logam ini menyiratkan besarnya negeri atau kerajaan purba tersebut." Levy dan Garfinkel—keduanya pernah menerima hibah dari National Geographic Society—mendukung pendirian mereka dengan setumpuk data ilmiah, antara lain pecahan gerabah serta biji buah zaitun dan kurma yang ditemukan di situs tersebut, yang usianya ditentukan dengan metode radiokarbon. Jika bukti dari hasil penggalian mereka yang masih terus berlangsung ini cukup dapat dipercaya, para ilmuwan masa lalu yang mengatakan bahwa Alkitab mengandung fakta akurat tentang kisah Daud dan Sulaiman, terbukti benar. Sebagaimana dikatakan oleh Mazar dengan penuh suka cita, "Ini adalah akhir dari teori Filkenstein." JALAN RAYA yang sibuk, Rute 38, bersimpangan dengan jalan purba yang menyusuri Lembah Elah menuju Laut Mediterania. Di bawah perbukitan di kedua sisi jalan itu terdapat reruntuhan Socoh dan Azekah. Menurut Alkitab, bangsa Filistin berkemah di lembah ini, di antara kedua kota tersebut, menjelang perkelahian mematikan antara mereka dan Daud. Arena perkelahian yang tenar itu sekarang sepi dan dipenuhi ladang gandum, jelai, pohon almond, dan semak anggur, belum lagi beberapa batang pohon asli terebinth (Pistacia terebinthus, Pistacia atlantica, Pistacia palestina) (elah dalam bahasa Ibrani). Nama Elah inilah yang digunakan untuk menamai lembah tersebut. Sebuah jembatan kecil terentang dari Rute 38 di atas Sungai Elah (Brook of Elah). Pada musim sibuk, bus para wisatawan diparkir di sini sehingga para penumpangnya dapat turun ke lembah dan mengambil batu untuk dibawa pulang dan membanggakannya kepada teman, menunjukkan batu yang diambil dari tempat yang sama dengan batu yang menewaskan Goliath. "Mungkin Goliath hanya mitos belaka," kata Garfinkel saat mengendarai mobil melintasi jembatan menuju tempatnya, Khirbet Qeiyafa. "Konon Goliath berasal dari sebuah kota raksasa, dan dalam perkembangan cerita yang dikisahkan selama berabad-abad itu, dia pun diceritakan sebagai sosok raksasa. Ini sebuah perumpamaan saja. Para ilmuwan modern menginginkan Alkitab seperti Ensklopedia Oxford. Padahal, orang tidak mungkin menulis sejarah 3.000 tahun yang lalu seperti ini. Di malam hari, sambil menghangatkan tubuh di sekitar api unggun, begitulah kisah Daud dan Goliath dimulai." Di balik penampilan Garfinkel yang cendekia, dengan kepala gundul dan rasa humor halus—yang mengungkapkan sisi tajam ketika membicarakan Filkenstein—tersembunyi ambisi yang teguh. Dia pertama kali mendengar dari pegawai Otoritas Barang Purba Israel tentang dinding batu besar setinggi tiga meter yang melengkung di tepian Sungai Elah. Dia memulai penggalian besar-besaran pada 2008. Menurut Garfinkel, dinding itu memiliki gaya yang sama dengan yang tampak di dua kota di kawasan utara, yakni Hazor dan Gezer—kamar di dalam benteng yang terdiri atas dua dinding yang mengapit sebuah ruangan—dan dinding itu mengelilingi sebuah kota di dalam benteng yang luasnya 2,3 hektar. Sejumlah rumah pribadi berbatasan dengan dinding tersebut, desain yang tidak tampak di perumahan bangsa Filistin. Setelah menyekop lapisan tanah paling atas, Garfinkel menemukan beberapa keping koin dan artefak dari masa Aleksander Agung. Di bawah lapisan dari zaman Helen itu dia menemukan sejumlah bangunan yang di dalamnya tampak terserak empat butir biji zaitun, yang menurut analisis karbon-14 berasal dari sekitar 1000 SM. Dia juga menemukan baki kuno untuk memanggang roti pita, serta ratusan tulang sapi, domba, biri-biri, dan ikan—tetapi, tidak ditemukan tulang babi. Dengan kata lain, bangsa Yudea, bukan Filistin, dipastikan pernah tinggal (atau setidaknya pernah makan) di sini. Karena tim penggalian Garfinkel juga menemukan temuan yang sangat langka—pecahan gerabah bertulis yang tampaknya merupakan asal-mula bahasa bangsa Canaan dengan kata kerja yang khas dari bahasa Ibrani—kesimpulan yang diambilnya sangat jelas: Inilah bukti adanya semacam masyarakat Yudea yang sudah sangat berkembang dari abad ke-10 SM, yang oleh para ahli arkeologi seperti Filkenstein dikatakan tidak ada. Dan apakah nama kota itu? Garfinkel menemukan jawabannya setelah menemukan bahwa kota dalam benteng itu ternyata memiliki dua gerbang, bukan satu—satu-satunya situs seperti ini yang ditemukan sejauh ini dalam kerajaan Yudea dan Israel. "Dua gerbang" dalam bahasa Ibrani berarti shaarayim, yakni kota yang tiga kali disebut dalam Alkitab. Salah satu referensinya (I Samuel 17:52) menceritakan bangsa Filistin yang melarikan diri untuk menghindari Daud, dan kembali ke Gath melalui "jalan dari Shaaraim." "Kita sudah mengetahui kisah tentang Daud dan Goliath, dan sekarang kita sudah menemukan situsnya, dan ternyata cocok," kata Garfinkel tanpa basa-basi. "Situs ini memiliki ciri khas Yudea, mulai dari tulang-belulang hewan tanpa tulang babi hingga dinding kota. Coba berikan dua alasan yang menyiratkan bahwa ini kota bangsa Filistin. Satu alasan menyiratkan bahwa Filkenstein tidak ingin kami menghancurkan teorinya tentang waktu yang lebih kini. Baiklah, kalau begitu, beri kami alasan lain." Berikut ini alasan kedua untuk tidak begitu saja menerima kesimpulan Yossi Garfinkel: Dia mengumumkan kesimpulannya, dengan gesit dan menggebu-gebu, padahal dia hanya menemukan empat butir biji zaitun yang dijadikan dasar untuk menentukan kurun waktu temuannya, ukiran tulisan yang sifatnya sangat taksa, dan hanya 5 persen situs penelitiannya yang digali. Dengan kata lain, kata ahli arkeologi David Ilan, "Yossi pasti punya niat terselubung—antara lain memiliki kepentingan dari segi agama, tetapi juga memiliki kepentingan pribadi. Dia orang yang sangat pintar sekaligus ambisius. Filkenstein ibarat gorila besar, dan para ahli arkeologi muda berpendapat bahwa Filkenstein terlalu memonopoli arkeologi yang berkaitan dengan aneka kisah dalam Alkitab. Jadi, mereka ingin menumbangkannya." Selain itu, dari sudut pandang berbagai pihak lain yang berkepentingan: Apabila Filkenstein berhasil ditumbangkan, kisah Raja Daud bisa kembali naik daun. DAUD BERTAHAN SELAMA TIGA MILENIUM—selalu muncul dalam dunia seni, gereja, dan namanya digunakan oleh banyak orang. Bagi kaum muslim, Daud adalah raja yang mulia sekaligus utusan Allah. Bagi umat Kristiani, Daud adalah leluhur Yesus, baik dari segi biologis maupun spiritual, dan karena itulah Yesus mewarisi status dan tanggung jawab juru selamat yang pernah disandang Daud. Bagi bangsa Yahudi, Daud adalah cikal bakal Israel—raja penggembala yang dipilih Tuhan—dan mereka adalah keturunannya dan Bangsa Pilihan Tuhan. Bahwa Daud tidak memiliki semua atribut ini, atau bahkan hanya sekadar mitos, sangatlah mustahil bagi kebanyakan orang. "Kami berpendapat bahwa kami adalah salah satu bangsa tertua di dunia, berperan penting dalam ranah pengetahuan peradaban dunia, bahwa kamilah penulis buku yang menjadi sumber berbagai buku lainnya, yakni Alkitab," kata Daniel Polisar, ketua Shalem Center, lembaga penelitian Israel yang membantu mendanai proyek penggalian Eilat Mazar. Jika Daud dan kerajaannya dianggap tidak ada, maka Alkitab pun tidak ada. Paparannya bukan lagi karya sejarah, namun karya fiksi. Maka, Alkitab pun hanyalah upaya propaganda untuk menciptakan sesuatu yang tidak pernah ada. Dan, jika kita tidak berhasil menemukan buktinya, maka peristiwa itu pun mungkin tidak pernah terjadi. Karena itulah berbagai penelitian ini sangat besar artinya." Buku-buku Perjanjian Lama yang mengikhtisarkan kisah Daud dan Sulaiman terdiri atas sejumlah naskah yang boleh jadi ditulis sekurang-kurangnya 300 tahun setelah peristiwa itu terjadi, oleh para pengarang yang tidak terlalu objektif. Tidak ada naskah dari kurun waktu tersebut yang berhasil ditemukan untuk membenarkan klaim mereka. Sejak masa-masa awal arkeologi yang didasarkan pada Alkitab, para ilmuwan berupaya tanpa hasil untuk memverifikasi bahwa memang pernah ada Nabi Ibrahim, Nabi Musa, eksodus besar-besaran bangsa Israel keluar dari Mesir, penaklukan Jericho. Meskipun demikian, Amihai Mazar, saudara sepupu Eilat dan salah seorang ahli arkeologi Israel yang terpandang, berkata, "Hampir semua orang sepakat bahwa Alkitab adalah naskah kuno yang berkaitan dengan sejarah negeri ini di Zaman Besi. Kita bisa memandangnya secara kritis, sebagaimana yang dilakukan para ilmuwan. Namun, kita tidak dapat mengabaikan naskah itu begitu saja—kita harus memperhitungkannya." Akan tetapi, kata Mazar meneruskan, "Kita tidak semestinya mencari untuk membuktikan naskah itu secara harfiah." Namun, tetap saja, banyak sekali ahli arkeologi yang memusatkan seluruh perhatian selama karier mereka pada hal tersebut, yang dipelopori oleh ilmuwan Amerika yang sekaligus juga begawan arkeologi Alkitab, William Albright. Salah seorang anak didik Albright adalah Yigael Yadin, yakni ilmuwan, politisi, dan petinggi militer Israel. Bagi Yadin dan para ahli arkeologinya, Alkitab bukanlah sesuatu yang bisa diperdebatkan. Akibatnya, ketika dia berhasil menggali gerbang kota di Hazor pada akhir 1950-an, kota yang disebut dalam Alkitab, Yadin melakukan sesuatu yang dianggap tabu dalam bidang arkeologi masa kini: Karena saat itu penentuan usia dengan metode karbon belum ada, dia menggunakan Alkitab, bersama stratigrafi, untuk menentukan usia gerabah yang ditemukan di dalam gerbang. Dia menyatakan bahwa gerbang itu berasal dari abad ke-10 SM, masa kerajaan Sulaiman—karena Buku Pertama Para Raja menyatakan demikian.

NEGARA AMERIKA DIBANGUN DARI EMAS PAPUA

Freeport adalah pertambangan emas terbesar di dunia! Namun termurah dalam biaya operasionalnya. Sebagian kebesaran dan kemegahan Amerika sekarang ini adalah hasil perampokan resmi mereka atas gunung emas di Papua tersebut. Freeport banyak berjasa bagi segelintir pejabat negeri ini, para jenderal dan juga para politisi busuk, yang bisa menikmati hidup dengan bergelimang harta dengan memiskinkan bangsa ini. Mereka ini tidak lebih baik daripada seekor lintah! Akhir tahun 1996, sebuah tulisan bagus oleh Lisa Pease yang dimuat dalam majalah Probe. Tulisan ini juga disimpan dalam National Archive di Washington DC. Judul tulisan tersebut adalah "JFK, Indonesia , CIA and Freeport ." Walau dominasi Freeport atas gunung emas di Papua dimulai sejak tahun 1967, namun kiprahnya di negeri ini sudah dimulai beberapa tahun sebelumnya. Dalam tulisannya, Lisa Pease mendapatkan temuan jika Freeport Sulphur, demikian nama perusahaan itu awalnya, nyaris bangrut berkeping-keping ketika terjadi pergantian kekuasaan di Kuba tahun 1959. Saat itu Fidel Castro berhasil menghancurkan rezim diktator Batista. Oleh Castro, seluruh perusahaan asing di negeri itu dinasionalisasikan. Freeport Sulphur yang baru saja hendak melakukan pengapalan nikel produksi perdananya terkena imbasnya. Ketegangan terjadi. Menurut Lisa Pease, berkali-kali CEO Freeport Sulphur merencanakan upaya pembunuhan terhadap Castro, namun berkali-kali pula menemui kegagalan. Ditengah situasi yang penuh ketidakpastian, pada Agustus 1959, Forbes Wilson yang menjabat sebagai Direktur Freeport Sulphur melakukan pertemuan dengan Direktur pelaksana East Borneo Company, Jan van Gruisen. Dalam pertemuan itu Gruisen bercerita jika dirinya menemukan sebuah laporan penelitian atas Gunung Ersberg (Gunung Tembaga) di Irian Barat yang ditulis Jean Jaques Dozy di tahun 1936. Uniknya, laporan itu sebenarnya sudah dianggap tidak berguna dan tersimpan selama bertahun-tahun begitu saja di perpustakaan Belanda. Van Gruisen tertarik dengan laporan penelitian yang sudah berdebu itu dan membacanya. Dengan berapi-api, Van Gruisen bercerita kepada pemimpin Freeport Sulphur itu jika selain memaparkan tentang keindahan alamnya, Jean Jaques Dozy juga menulis tentang kekayaan alamnya yang begitu melimpah. Tidak seperti wilayah lainnya diseluruh dunia, maka kandungan biji tembaga yang ada disekujur tubuh Gunung Ersberg itu terhampar di atas permukaan tanah, jadi tidak tersembunyi di dalam tanah. Mendengar hal itu, Wilson sangat antusias dan segera melakukan perjalanan ke Irian Barat untuk mengecek kebenaran cerita itu. Di dalam benaknya, jika kisah laporan ini benar, maka perusahaannya akan bisa bangkit kembali dan selamat dari kebangkrutan yang sudah di depan mata. Selama beberapa bulan, Forbes Wilson melakukan survey dengan seksama atas Gunung Ersberg dan juga wilayah sekitarnya. Penelitiannya ini kelak ditulisnya dalam sebuah buku berjudul The Conquest of Cooper Mountain. Wilson menyebut gunung tersebut sebagai harta karun terbesar yang untuk memperolehnya tidak perlu menyelam lagi karena semua harta karun itu telah terhampar di permukaan tanah. Dari udara, tanah disekujur gunung tersebut berkilauan ditimpa sinar matahari. Wilson juga mendapatkan temuan yang nyaris membuatnya gila. Karena selain dipenuhi bijih tembaga, gunung tersebut ternyata juga dipenuhi bijih emas dan perak!! Menurut Wilson, seharusnya gunung tersebut diberi nama GOLD MOUNTAIN , bukan Gunung Tembaga. Sebagai seorang pakar pertambangan, Wilson memperkirakan jika Freeport akan untung besar dalam waktu tiga tahun sudah kembali modal. Pimpinan Freeport Sulphur ini pun bergerak dengan cepat. Pada 1 Februari 1960, Freeport Sulphur meneken kerjasama dengan East Borneo Company untuk mengeksplorasi gunung tersebut. Namun lagi-lagi Freeport Sulphur mengalami kenyataan yang hampir sama dengan yang pernah dialaminya di Kuba. Perubahan eskalasi politik atas tanah Irian Barat tengah mengancam. Hubungan Indonesia dan Belanda telah memanas dan Soekarno malah mulai menerjunkan pasukannya di Irian Barat. Tadinya Wilson ingin meminta bantuan kepada Presiden AS John Fitzgerald Kennedy agar mendinginkan Irian Barat. Namun ironisnya, JFK malah sepertinya mendukung Soekarno. Kennedy mengancam Belanda, akan menghentikan bantuan Marshall Plan jika ngotot mempertahankan Irian Barat. Belanda yang saat itu memerlukan bantuan dana segar untuk membangun kembali negerinya dari puing-puing kehancuran akibat Perang Dunia II terpaksa mengalah dan mundur dari Irian Barat. Ketika itu sepertinya Belanda tidak tahu jika Gunung Ersberg sesungguhnya mengandung banyak emas, bukan tembaga. Sebab jika saja Belanda mengetahui fakta sesungguhnya, maka nilai bantuan Marshall Plan yang diterimanya dari AS tidak ada apa-apanya dibanding nilai emas yang ada di gunung tersebut. Dampak dari sikap Belanda untuk mundur dari Irian Barat menyebabkan perjanjian kerjasama dengan East Borneo Company mentah kembali. Para pemimpin Freeport jelas marah besar.. Apalagi mendengar Kennedy akan menyiapkan paket bantuan ekonomi kepada Indonesia sebesar 11 juta AS dengan melibatkan IMF dan Bank Dunia. Semua ini jelas harus dihentikan! Segalanya berubah seratus delapan puluh derajat ketika Presiden Kennedy tewas ditembak pada 22 November 1963. Banyak kalangan menyatakan penembakan Kennedy merupakan sebuah konspirasi besar menyangkut kepentingan kaum Globalis yang hendak mempertahankan hegemoninya atas kebijakan politik di Amerika. Presiden Johnson yang menggantikan Kennedy mengambil sikap yang bertolak belakang dengan pendahulunya. Johnson malah mengurangi bantuan ekonomi kepada Indonesia , kecuali kepada militernya. Salah seorang tokoh di belakang keberhasilan Johnson, termasuk dalam kampanye pemilihan presiden AS tahun 1964, adalah Augustus C.Long, salah seorang anggota dewan direksi Freeport . Tokoh yang satu ini memang punya kepentingan besar atas Indonesia . Selain kaitannya dengan Freeport , Long juga memimpin Texaco, yang membawahi Caltex (patungan dengan Standard Oil of California). Soekarno pada tahun 1961 memutuskan kebijakan baru kontrak perminyakan yang mengharuskan 60persen labanya diserahkan kepada pemerintah Indonesia . Caltex sebagai salah satu dari tiga operator perminyakan di Indonesia jelas sangat terpukul oleh kebijakan Soekarno ini. Augustus C.Long amat marah terhadap Soekarno dan amat berkepentingan agar orang ini disingkirkan secepatnya. http://berita. liputan6. com/progsus/ 200209/41945/ class=%27vidico% 27 Mungkin suatu kebetulan yang ajaib. Augustus C.Long juga aktif di Presbysterian Hospital di NY dimana dia pernah dua kali menjadi presidennya (1961-1962). Sudah bukan rahasia umum lagi jika tempat ini merupakan salah satu simpul pertemuan tokoh CIA. Lisa Pease dengan cermat menelusuri riwayat kehidupan tokoh ini. Antara tahun 1964 sampai 1970, Long pensiun sementara sebagai pemimpin Texaco. Apa saja yang dilakukan orang ini dalam masa itu yang di Indonesia dikenal sebagai masa yang paling krusial. Pease mendapatkan data jika pada Maret 1965, Augustus C.Long terpilih sebagai Direktur Chemical Bank, salah satu perusahaan Rockefeller. Augustus 1965, Long diangkat menjadi anggota dewan penasehat intelejen kepresidenan AS untuk masalah luar negeri. Badan ini memiliki pengaruh sangat besar untuk menentukan operasi rahasia AS di Negara-negara tertentu. Long diyakini salah satu tokoh yang merancang kudeta terhadap Soekarno, yang dilakukan AS dengan menggerakkan sejumlah perwira Angkatan Darat yang disebutnya sebagai Our Local Army Friend. Salah satu bukti sebuah telegram rahasia Cinpac 342, 21 Januari 1965, pukul 21.48, yang menyatakan jika kelompok Jenderal Suharto akan mendesak angkatan darat agar mengambil-alih kekuasaan tanpa menunggu Soekarno berhalangan. Mantan pejabat CIA Ralph Mc Gehee juga pernah bersaksi jika hal itu benar adanya. Awal November 1965, satu bulan setelah tragedi terbunuhnya sejumlah perwira loyalis Soekarno, Forbes Wilson mendapat telpon dari Ketua Dewan Direktur Freeport, Langbourne Williams, yang menanyakan apakah Freeport sudah siap mengekplorasi gunung emas di Irian Barat. Wilson jelas kaget. Ketika itu Soekarno masih sah sebagai presiden Indonesia bahkan hingga 1967, lalu darimana Williams yakin gunung emas di Irian Barat akan jatuh ke tangan Freeport ? Lisa Pease mendapatkan jawabannya. Para petinggi Freeport ternyata sudah mempunyai kontak dengan tokoh penting di dalam lingkaran elit Indonesia . Mereka adalah Menteri Pertambangan dan Perminyakan Ibnu Soetowo dan Julius Tahija. Orang yang terakhir ini berperan sebagai penghubung antara Ibnu Soetowo dengan Freeport . Ibnu Soetowo sendiri sangat berpengaruh di dalam angkatan darat karena dialah yang menutup seluruh anggaran operasional mereka. Sebab itulah, ketika UU no 1/1967 tentang Penanaman Modal Asing (PMA) yang draftnya dirancang di Jenewa-Swiss yang didektekan Rockefeller, disahkan tahun 1967, maka perusahaan asing pertama yang kontraknya ditandatangani Suharto adalah Freeport !. Inilah kali pertama kontrak pertambangan yang baru dibuat. Jika di zaman Soekarno kontrak-kontrak dengan perusahaan asing selalu menguntungkan Indonesia , maka sejak Suharto berkuasa, kontrak-kontrak seperti itu malah merugikan Indonesia . Untuk membangun konstruksi pertambangan emasnya itu, Freeport mengandeng Bechtel, perusahaan AS yang banyak mempekerjakan pentolan CIA. Direktur CIA John McCone memiliki saham di Bechtel, sedangkan mantan Direktur CIA Richards Helms bekerja sebagai konsultan internasional di tahun 1978. Tahun 1980, Freeport menggandeng McMoran milik "Jim Bob" Moffet dan menjadi perusahaan raksasa dunia dengan laba lebih dari 1,5 miliar dollar AS pertahun. Tahun 1996, seorang eksekutif Freeport-McMoran, George A.Maley, menulis sebuah buku berjudul "Grasberg" setelab 384 halaman dan memaparkan jika tambang emas di Irian Barat itu memiliki deposit terbesar di dunia, sedangkan untuk bijih tembaganya menempati urutan ketiga terbesar didunia. Maley menulis, data tahun 1995 menunjukkan jika di areal ini tersimpan cadangan bijih tembaga sebesar 40,3 miliar dollar AS dan masih akan menguntungkan 45 tahun ke depan. Ironisnya, Maley dengan bangga juga menulis jika biaya produksi tambang emas dan tembaga terbesar di dunia yang ada di Irian Barat itu merupakan yang termurah di dunia!! Istilah Kota Tembagapura itu sebenarnya menyesatkan dan salah. Seharusnya EMASPURA. Karena gunung tersebut memang gunung emas, walau juga mengandung tembaga. Karena kandungan emas dan tembaga terserak di permukaan tanah, maka Freeport tinggal memungutinya dan kemudian baru menggalinya dengan sangat mudah. Freeport sama sekali tidak mau kehilangan emasnya itu dan membangun pipa-pipa raksasa dan kuat dari Grasberg-Tembagapur a sepanjang 100 kilometer langsung menuju ke Laut Arafuru dimana telah menunggu kapal-kapal besar yang akan mengangkut emas dan tembaga itu ke Amerika. Ini sungguh-sungguh perampokan besar yang direstui oleh pemerintah Indonesia sampai sekarang!!! Kesaksian seorang reporter CNN yang diizinkan meliput areal tambang emas Freeport dari udara. Dengan helikopter ia meliput gunung emas tersebut yang ditahun 1990-an sudah berubah menjadi lembah yang dalam. Semua emas, perak, dan tembaga yang ada digunung tersebut telah dibawa kabur ke Amerika, meninggalkan limbah beracun yang mencemari sungai-sungai dan tanah-tanah orang Papua yang sampai detik ini masih saja hidup bagai di zaman batu. Freeport merupakan ladang uang haram bagi para pejabat negeri ini, yang dari sipil maupun militer. Sejak 1967 sampai sekarang, tambang emas terbesar di dunia itu menjadi tambang pribadi mereka untuk memperkaya diri sendiri dan keluarganya. Freeport McMoran sendiri telah menganggarkan dana untuk itu yang walau jumlahnya sangat besar bagi kita, namun bagi mereka terbilang kecil karena jumlah laba dari tambang itu memang sangat dahsyat. Jika Indonesia mau mandiri, sektor inilah yang harus dibereskan terlebih dahulu. Oleh : Subhan Hassannoesi Aktivis Dakwah Papua yang juga anggota Majelis Muslim Papua ( MMP )

Download Citra GoogleEarth/Map Menggunakan GECM 2.5.2

Sebelumnya diperkenalkan Google Earth Cache Manager versi 2.5.2, yang dibuat Oleh: Yohanes Wahyu Trio Pramono, SST (Pegawai Badan Pusat Statistik Provinsi Papua…kalau gak salah). Program ini dibuat dalam rangka riset mengenai bagaimana cara yang efektif untuk mendapatkan citra satelit yang bersumber dari Google Earth. Dalam aplikasi ini, disertakan JPG Extractor karya Eugeny Vedernicov. Nih screenshotnya: 1 Pertama anda dapat menggunakan Google Earth untuk menentukan lokasi yang anda pilih, tetapi jika anda tidak mempunyai aplikasi tersebut dapat menggunakan aplikasi web-map sederhana yaitu di getlalon.com 3 Jika telah mendapat kan lokasi lintang bujur yang akan anda download langsung menuju tahapan download berikut:
  • Pertama adalah kita membuat project dahulu. Caranya klik menu “CREATE PROJECT”. Dengan membuat file project, kita akan menghasilkan database atau list mosaic yang akan kita olah. Selain itu, dengan membuat project akan menghasilkan satu file berekstensi *.umd yang merupakan summary dari project kita, juga nantinya berfungsi untuk menggabungkan seluruh mosaic menjadi satu image utuh.
4
  • Dalam membuat file project, masukkan nilai latitude dan longitude dalam format derajat
  • decimal, disini saya akan mendownload daerah GOR Mandala Krida dan sekitarnya. Lalu set nilai zoom-nya, semakin tinggi (19) kualitasnya semakin detail. Jika anda men-set nilai zoom 19 (kualitas tinggi) pastikan nilai longitude dan latitude memang benar-benar ada dalam wilayah image resolusi tinggi di Google Earth/GetLaLon.com. Setelah itu browse dimana project akan disimpan (dalam contoh di atas disimpan di C:\test), lalu klik tombol PROCESS.
  • Tahap selanjutnya yaitu mendownload mozaic, pada menu utama klik menu “DOWNLOAD IMAGES”, setelah itu mari kita mulai mendownload dengan GECM 2.5.2. Meskipun pada screenshot kita harus membuka Google Earth, tapi kita tidak harus menggunakan aplikasi tersebut.
  • image
  • Buka file project yang telah dibuat di tahap sebelumnya, lalu pilih lag waktu untuk mendownload mozaic, default adalah mendownload tiap satu detik (namun pada akhirnya tergantung dari kuat/lemahnya koneksi internet masing-masing). Setelah itu klik tombol “Downlad Now!”. Maka proses download akan berjalan. Anda bisa me-minimize jendela GECM 2.5.2 (+ aplikasi Google Earth jika menggunakannya) dan melanjutkan dengan aktifitas lainnya.
6
  • Terakhir kita buka Mosaic yang telah ter-unduh. Langkah selanjutnya adalah kita gabungkan semua mosaic tersebut dengan menu TILES COMBINER. Untuk menggabungkan diperlukan file summary (*.umd = Uniting Mozaics Downloaded) yang diperoleh saat membuat project sebelumnya. Browse file *.umd dan klik tombol “Combine Now!”. Maka proses penggabungan file akan berjalan dan menghasilkan file *.BMP.
7
  • Dan kita lihat hasilnya di dalam satu folder file Mozaic tadi, disini adalah Mandala Krida.bmp. Sampai pada tahap ini kita telah memiliki file citra satelit utuh dengan format BMP. Untuk tahap selanjutnya, kita perlu mengkonvert BMP ke format TIFF agar dapat kita buka di arcView/ArcGIS/Global Mapper dan dilakukan rektifikasi/Georeferencing. Karena kita bermain dengan file image yang sangat besar (rata-rata jika bekerja dengan mosaic sebanyak 6000an akan menghasilkan file BMP sekitar 700MB - 800MB) maka kita memerlukan aplikasi pengolah image yang handal, di sini saya menggunakan Photoshop CS3 yang dapat membuka file BMP berukuran besar. Akhirnya proses panjang telah dilalui, pada tahap akhir ini kita sudah mempunyai file TIFF yang dapat kita buka di ArcGIS atau sejenis untuk dilakukan rektifikasi.
    OO ya…. ini hasil dari download area GOR Mandala krida (saya ubah ke JPEG untuk tampil di blog ini)
Mandala Krida
Mantap hasilnya....

Install Garmin XT di Symbian 3rd/5th Nokia ber GPS

Scr000002Scr000003 Install Garmin XT Mobile
  1. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah download file Garmin XT Original terlebih dahulu. Kemudian koneksikan HP Nokia ke PC dengan menggunakan usb kabel dan pilihlah Mass Storage. Kemudian Install dari PC file Garmin yang di download tadi ke HP Nokia dan pilihlah Memory Card.
  2. Lalu tahap kedua lepas koneksi antara HP Nokia dan PC dan jalankan program Garmin.
  3. Setelah program Garmin jalan, masuk ke menu Setting dan pilih About
  4. Pada bagian itu catatlah Unit ID
  5. Kemudian download Garmin Keygen dan jalankan Garmin Keygen tersebut, kemudian Unit ID yang dicatat tadi masukkan ke Garmin Keygen. Dan tekan Generate.
  6. Copy kode yang di generate dan pastekan ke Notepad serta save dengan nama ” sw.unl “
  7. Copy sw.unl ke folder MMC (E\Garmin)
  8. Jalankan Garmin, maka garmin akan otomatis ngedetek inbuilt gps
Langkah Install Map Ada 2 jenis map untuk garmin, yaitu :
  1. gmapprom.img yaitu City Navigator Indonesia NT v5.01 (Agustus 2009) dan ini yang harus di unlock dulu.
  2. gmapsupp.img adalah Indonesia Map terbaru dari Navigasi.net dan ini free, ga perlu di unlock.
Untuk melakukan unlock gmapprom.img dapat dilakukan dengan cara :
  1. Download Maps : City Navigator Indonesia NT v5.01 dan Indo Map Terbaru (pilih yang Garmin-NT) navigasi.net down
  2. Lalu untuk melakukan unlock dengan melakukan generate, Pilih Map Product >>> custom mapset dan masukkan kode 2048 ke FID (or mapID)map id
  3. Tekan tombol generate paling bawah di Garmin Keygen dan catat nomor hasil generate lalu paste ke notepad dan save dengan nama “gmapprom.unl”save
  4. Lalu install indomap terbaru (dari Navigasi.net) untuk meng-create gmapsupp.img. navigasi.net
  5. Lalu copy gmapprom.img dan gmapsupp.img serta gmapprom.unl ke folder Garmin di Memory Card HP Nokia.
Maka kalo udah seperti itu Garmin dah ready digunakan dan siap membantu Navigasi anda. Hasil Screenshot nya: Scr000002Scr000005 Scr000006 Scr000007 Catatan: Jika HP Nokia Symbian anda tidak memiliki GPS, Sofware Garmin XT dan peta tetap bisa di instal tetapi hanya buat liat2 peta saja tanpa fitur navigasi.

Daftar Mata Uang Negara di Dunia

Berikut ini adalah daftar mata uang negara sedunia. Contoh cara membacanya adalah pada baris yang pertama berarti negara Abbesinia memiliki mata uang Dollar Abbesinia. Mata uang yang sama bukan berarti memiliki mata uang yang sama, namun hanya namanya saja yang sama, sedangkan secara fisik berbeda. Contohnya seperti Dollar yang memiliki banyak jenis seperti dollar amerika, dollar singapura, dollar zimbabwe dan lain sebagainya. “Nama Negara” : “Nama Mata Uang”

Abbesinia : Dollar Afghanistan : Afgani Afrika Selatan : Rand Afrika Tengah : Franc Albania : Lek Aliazair : Dinar Amerika Serikat : Dollar Angola : Kwanza Argentina : Peso Australia : Dollar Austria : Shilling Bangladesh : Taka Belanda : Gulden Belgia : Franc Bolivia : Boliviarnus Brazil : Cruzeiro Brunei Darussalam : Dollar Bulgaria : Lev Canada : Dollar Cekoslovakia : Koruna Ceylon : Rupee Chad : Franc Chili : Peso Cina : Yuan Denmark : Krone Dominika : Peso EI Salvador : Kolon Emirat Arab : Dirham Equador : Sucrve Ethiopia : Birr Filipina : Peso Finlandia : Markka Ghana : Cedi Guatemala : Queizal Haiti : Courde Honduras : Lempira Hongaria : Forint Hongkong : Dollar India : Rupee Indonesia : Rupiah Inggris : Pound Sterling Irak : Dinar Iran : Real Irlandia : Pound Islandia : Krona Italia : Lire Jamaika : Dollar Jepang : Yen Jerman : Deutsche Mark Kamboja : Riel Kamerun : Franc Kenya : Shilling Kolumbia : Peso Kongo : Franc Korea Selatan. : Won Korea utara : Won Kuba : Peso Kuwait : Dinar Laos : New Kip Libanon : Pound Liberia : Dollar Libia : Dinar Luxemburg : Franc Malaysia : Ringgit Malvinas : Pound Maroko : Dirham Meksiko : Peso Mesir : Pound Monako : Franc Mongolia : Tugrik Mozambik : Escudo Muangthai : Bath Myanmar : Kyat Namibia : Rand Nepal : Rupee New Zealand : Dollar Nicaragua : Kordoba Nigeria : Naira Norwegia : Kroon Oman : Rial Pakistan : Rupee Panama : Balboa Papua Nugini : Kina Paraguay : Guarani Perancis : Franc Peru : Sole Polandia : Zloty Portugal : Escudo Qatar : Riyal Rumania : Leu Saudia Arabia : Riyal Senegal : Franc Singapura : Dollar Siprus : Pound Spanyol : Peseta Srilanka : Rupee Sudan : Pound Suriah : Pound Suriname : Guilder Swedia : Kroon Swiss : Franc Syria : Pound Taiwan : Dollar Tanzania : Shilling Tunisia : Dinar Turki : Lira Uganda : Shilling Uruguay : Peso Vatikan : Lira Venezuela : Bolivar Vietnam : Dong Yaman : Imani Yordania : Dinar Yugoslavia : Dinar Yunani : Drachma Zaire : Zaire Zambia : Kwacha Zimbabwe : Dollar

—–

Tambahan : - Timor Leste yang merupakan negara pecahan Indonesia masih memakai Dollar Amerika / US $

Perubahan : Negara-negara di Eropa menggunakan mata Euro mulai tahun 1999 (transaksi uang giral) dan 2002 (transaksi mata uang fisik / kartal). Daftar negara yang menggunakan Euro sebagai mata uang yaitu : 1. Italia 2. Perancis 3. Belanda 4. Portugal 5. Irlandia 6. Luxemburg 7. Austria 8. Finlandia 9. Belgia 10. Jerman 11. Yunani 12. Spanyol 13. Slovenia 14. Malta 15. Siprus 16. Vatikan 17. Andorra 18. Monako 19. San Marino

Negara Montenegro dan Kosovo diperbolehkan memakai Euro sebagai mata uang di negaranya. sumber : http://organisasi.org/daftar_mata_uang_negara_di_dunia




zwani.com myspace graphic comments

TAK ADA SUBSIDI BBM, ITU PENIPUAN BESAR

Kwik Kian Gie:
Tak ada subsidi BBM. Pemerintah mengambil minyak bumi milik rakyat secara gratis dengan biaya hanya US$ 10/barrel. Tapi karena hanya bisa menjualnya seharga US$ 77/barrel pemerintah merasa rugi jika harga minyak Internasional lebih dari harga itu. Indonesia tidak 100% impor! Kebutuhan BBM Indonesia 1,2 juta bph. Produksi 1 juta bph (dgn biaya < US$ 15/brl) Harusnya impor hanya 0,2 juta bph. Harga Internasional+US$15/barrel. Jika harga minyak Internasional US$ 125/barrel dan biaya US$ 15/barrel serta impor 200 ribu bph maka pemerintah Indonesia dengan harga Rp 4.500/liter (US$ 77/brl) untung US$ 49,4 juta per hari atau Rp 165,8 Trilyun dalam setahun (1US@=Rp 9.200). Pemerintah Untung Rp 165,8 Trilyun! BBM dipakai oleh orang kaya! Yang berkata itu tak tahu BBM dipakai orang miskin seperti: Supir Bis, Metromini, Mikrolet Supir Truk pengangkut barang, Para nelayan, Penumpang angkot (bukan orang kaya) jika BBM naik pasti menderita karena tarif angkot naik. Jika BBM naik, harga barang naik karena didistribusikan dengan Truk/BBM. Rakyat miskin menderita. Jumlah pemilik mobil mewah < 5% (<10 juta) !

6 Penemuan Yang Sulit Dijelaskan Dengan Iptek

The Voynich Manuscript

The Voynich manuscript adalah buku kuno yang terbukti sukses membuat para ilmuwan terlihat bodoh, seakan buku ini mengatakan, "Figure THIS out, fuckwads." Tapi nyatanya buku ini merupakan sebuah buku text yang menyimpan misteri dan maksud didalamnya, terdapat juga ilustrasi didalam buku kuno ini. Sebenarnya tulisan tersebut merupakan bahasa, tapi tak seorangpun tahu maksudnya. Dan pasti ada maksud dibalik tulisan tersebut. Tak ada kepastian siapa yang menulis ini, bahkan kapan buku tersebut ditulis.

Kenapa tidak bisa dijelaskan? Expert military code-breakers, cryptographers, mathematicians, linguists, orang-orang tersebut pun gagal dalam memecahkan kode tulisan ini bahkan untuk  satu katapun.

The Antikythera Mechanism

Antikythera mechanism adalah sebuah barang kuno, yaitu sebuah pecahan mesin tua yang ditemukan di bangkai kapal dekat Yunani, yang akhirnya diketahui barang tersebut berasal dari 100 tahun sebelum masehi. Antikythera mechanism memiliki banyak gear dan berstruktur aneh yang jarang ditemukan lagi selama 1000 tahun.

Kenapa Tidak Bisa Dijelaskan? Pertama, karena tak satupun orang tau dimana Antikythera mechanism dibuat. Keanehan alat ini sungguh tak masuk akal pada eranya. Pada bentuknya diketahui alat ini digunakan untuk mempelajari astronomi, tapi bagaimana bisa diciptakan alat yang pada saat itu ilmuwan masih belum mengetahui hukum grafitasi dan bagaimana tubuh kita bergerak?

The Baigong Pipes

Di suatu area di China, tempat dimana tidak dihuni penduduk. Terdapat tiga pintu pipa segitiga yang dipenuhi besi dan rongsokan yang sudah berkarat di sekitar tepi gunung. Beberapa pipa menusuk jauh ke dalam gunung. Tapi beberapa pipa malah menyambung ke sebuah kolam danau yang asin. masih banyak lagi pipa² yang tidak dketahui dimana letaknya. beberapa ada yang panjangnya 40cm, dan beberapa ada juga yang lebih pendek, tapi sepertinya pipa diletakkan untuk menyusun sebuah bentuk tertentu.

Kenapa tidak dapat dijelaskan? Masalahnya pipa itu diketahui dibuat dari zaman batu. dimana manusia masih bingung bagaimana cara memasak daging dengan matang tanpa membakar rambutnya sendiri,bahkan ada beberapa anggapan ini merupakan tempat melandasnya UFO

The Giant Stone Balls of Costa Rica

Costa Rica dan daerah sekitarnya dikejutkan dengan penemuan batu bola yang bundar dengan bentuk sempurna sekali. Tidak hanya satu yang ditemukan, tetapi banyak, ada yang kecil, ada juga yang setinggi manusia. Tidak diketahui bagaimana secara tiba² batu ini ada dimana² menyebar di Costarica, layaknya lapangan golf yang super besar.

Beberapa batu bahkan sudah ada yang dicoba untuk diledakkan, mereka berharap mereka dapat menemukan harta karun, biji kopi, bahkan bayi didalamnya, mungkin. Beberapa batu sudah ada yang digulingkan, tapi beberapa masih terlalu berat untuk ditarik buldozer.

Kenapa tidak dapat dijelaskan? masih menjadi misteri dan bagaimana batu ini bisa terbentuk. Jika batu ini terbentuk dari zaman dahulu, bagaimana bisa pada era itu manusia membuat batu besar seberat ini menjadi sehalus itu

The Baghdad Batteries

The Baghdad Batteries adalah sebuah artifact yang ditemukan di Mesopotamia yang diketahui dibuat pada zaman awal masehi. Benda ini seperti perlengkapan orang mesir zaman dahulu ketika berpergian. Ketika seorang arkeologis sadar dia bukan hanya menganalisa sebuah pot, dia langsung kaget ketika ia tau itu adalah sebuah baterai, karena pot tersebut berisi cairan baterai seperti cairan acid corrosion.

Kenapa tidak dapat dijelaskan? Jelas saja tak dapat dijelaskan. Bagaimana bisa manusia pada zaman itu membuat cairan baterai dan menggunakannya sebagai lampu? sekali lagi IPTEK gagal menjelaskannya.

Sumber : Naruto-R - woamu.blogspot.com

MENCARI HIDAYAH ALLAH

Tunjukkanlah kami jalan yang lurus.

(QS. Al-Fatihah [1]: 6)

Kata ihdinaa (tunjukkanlah kami) dalam ayat di atas merupakan bentuk kata perintah (fi’lu al-amr) dari kata hadâ-yahdii. Hadâ-yahdii sendiri artinya adalah memberi petunjuk kepada hal-hal yang benar. Kata hidayah merupakan bentuk fi’lu al masdar dari kata ini. Dalam Tafsir Munir karya Dr. Wahbah Az Zuhaily, hidayah ada lima macam. Satu hidayah ke hidayah yang lain bersifat hierarkis, di mana hidayah yang ada di bawahnya akan menyempurnakan hidayah yang ada di atasnya. Jadi semakin ke bawah maka semakin tinggi nilainya. Adapun kelima hidayah tersebut adalah sebagai berikut :

Pertama, hidayah ilhami. Hidayah ini adalah fitrah yang Allah SWT berikan kepada semua makhluk ciptan-Nya. Contohnya, Allah SWT memberikan hidayah ilhami kepada lebah yang suka hinggap di bunga untuk mengambil saripatinya, dapat membangun sarang yang menurut para ahli adalah desain yang paling sempurna berdasarkan fungsinya. Seorang bayi yang lapar diberi hidayah ilhami oleh Allah SWT untuk menangis dan merengek-rengek pada ibunya agar diberi ASI. Siapakah yang mengajari lebah dan bayi tadi untuk melakukan hal tersebut? Tentunya kita yang beriman kepada Allah SWT akan menjawab: itulah kekuasaan Allah SWT yang telah memberikan hidayah ilhami kepada makhluk-Nya. Semua makhluk yang diciptakan Allah SWT akan menerima hidayah ini. Dalam bahasa kita, hidayah ilhami ini adalah insting, yang merupakan tingkat inteligensi paling rendah.

Kedua, hidayah hawasi. Hidayah hawasi adalah hidayah yang membuat makhluk Allah SWT mampu merespon suatu peristiwa dengan respon yang sesuai. Contohnya adalah, ketika manusia mendapatkan kebahagiaan maka ia akan senang dan jika mendapatkan musibah maka ia akan sedih. Dalam istilah kita, hidayah hawasi ini adalah kemampuan inderawi.

Hidayah hawasi sangat dipengaruhi oleh lingkungan. Maka respon yang ditimbulkan dari sebuah peristiwa sangat tergantung dengan lingkungan kita. Jika lingkungan itu normal maka respon kita akan normal. Misalnya, orang yang mendapatkan musibah akan sedih karena lingkungannya mengajarkan untuk merespon peristiwa tersebut dengan bersedih. Di lain tempat dan waktu mungkin saja respon ini berubah karena lingkungannya merespon dengan hal yang berbeda. Maka untuk mendapatkan hidayah hawasi ini kita harus membuat atau mengondisikan agar lingkungan kita normal alamiah.

Ketiga, hidayah aqli (akal). Hidayah akal adalah hidayah yang diberikan khusus pada manusia yang membuatnya bisa berfikir untuk menemukan ilmu dan sekaligus merespon peristiwa dalam kehidupannya dengan respon yang bermanfaat bagi dirinya. Hidayah akal akan bisa kita miliki manakala kita selalu mengambil pelajaran dari segala sesuatu, segala peristiwa, dan seluruh pengalaman hidup kita ataupun orang lain. Allah SWT berfirman:

“Dia-lah yang mengeluarkan orang-orang kafir di antara ahli Kitab dari kampung-kampung mereka pada saat pengusiran yang pertama. kamu tidak menyangka, bahwa mereka akan keluar dan merekapun yakin, bahwa benteng-benteng mereka dapat mempertahankan mereka dari (siksa) Allah; Maka Allah mendatangkan bagi mereka (hukuman) dari arah yang tidak mereka sangka-sangka. Allah melemparkan ketakutan dalam hati mereka; mereka memusnahkan rumah-rumah mereka dengan tangan mereka sendiri dan tangan orang-orang mukmin. Maka ambillah (kejadian itu) sebagai pelajaran, wahai orang-orang yang mempunyai wawasan”. (QS. Al-Hasyr [59]: 2).

Yang dimaksud dengan ahli Kitab dalam ayat ini ialah orang-orang Yahudi Bani Nadhir pada masa Nabi Muhammad SAW di Madinah. Merekalah yang mula-mula dikumpulkan untuk diusir keluar dari Madinah karena mereka mengingkari Piagam Madinah.

Ayat ini memerintahkan kita untuk senantiasa mengambil hikmah dan ‘ibroh dari segala kejadian dalam kehidupan ini, dengan harapan kita tidak terjebak pada permasalahan yang sama. Hidayah akal ini akan bekerja dengan ilmu yang diperoleh, dari proses pembelajaran kehidupan yang telah dilakukan, yang kemudian digunakan untuk memilih respon yang terbaik bagi diri di masa mendatang. Semakin banyak kita mengambil pelajaran maka semakin tinggi kualitas hidayah akal kita.

Namun Hidayah akal ini mempunyai keterbatasan dalam menyeragamkan respon terhadap sebuah kejadian untuk seluruh manusia. Ada pepatah “lain ladang, lain pula belalangnya. Lain kepala, lain pula isinya.” Mungkin respon tertentu baik menurut kita, akan tetapi belum tentu baik menurut orang lain. Maka diperlukan sebuah standar untuk menyeragamkan mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang hak dan mana yang batil. Jawaban untuk hal ini ada pada tingkatan hidayah selanjutnya.

Keempat, hidayah dien (agama). Hidayah agama adalah sebuah panduan ilahiyah yang membuat manusia mampu membedakan antara yang hak dan yang batil, antara yang baik dan yang buruk. Hidayah agama ini merupakan standard operating procedure (SOP) untuk menjalani kehidupan. Tentunya yang membuatnya adalah yang Maha segala-galanya, yang menciptakan manusia itu sendiri, yaitu Allah SWT. Karena yang Allah SWT tentukan, pastilah itu yang terbaik. Allah SWT berfirman :

”…. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah [2]: 216).

Maka apa saja yang ditentukan oleh agama, pastilah itu yang terbaik untuk kita. Hidayah agama ini bisa kita peroleh manakala kita selalu belajar dan memperdalan agama Islam ini.

Seperti Allah SWT tegaskan dalam Alqur’an:

”Tidak wajar bagi seseorang manusia yang Allah berikan kepadanya al Kitab, hikmah dan kenabian, lalu dia berkata kepada manusia: “Hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku bukan penyembah Allah.” Akan tetapi (Dia berkata): “Hendaklah kamu menjadi orang-orang Rabbani, karena kamu selalu mengajarkan al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya.” (QS. Ali Imran [3]: 79).

Semua orang mampu mempelajari agama ini (Al Qur’an dan As Sunnah), akan tetapi tidak semua orang berkemauan untuk mengamalkan agama ini. Kemauan untuk mengamalkan agama akan berbanding lurus dengan sejauh mana kita bisa manggapai hidayah taufiq.

Kelima, hidayah taufiq. Hidayah taufiq adalah adalah hidayah yang membuat manusia hanya akan menjadikan agama sebagai panduan hidup dalam menjalani kehidupannya. Hidayah taufiq ibarat benih yang Allah SWT semaikan di hati yang tidak hanya bersih dari segala hama penyakit, tetapi juga subur dengan tetesan robbani. Bersih dan suburnya hati akan terlihat dari pohon-pohon kebaikan dan amal yang tumbuh di atasnya. Hanya kesungguhan yang akan membuat kita pantas menerima hidayah taufiq dari Allah SWT. Firman Allah SWT :

”Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) kami, benar- benar akan kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami. Sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-Ankabuut [29]: 69).

Maka tidak ada jalan lain agar kita mendapatkan Hidayah Taufiq Allah SWT, kecuali dengan jalan bersungguh-sungguh dan berjihad untuk menjalankan dan mengamalkan agama yang indah ini.

Penutup

Hidayah Allah SWT memerlukan perjuangan untuk mendapatkannya. Semakin besar perjuangan dan kesungguhan kita, maka insya Allah kita akan semakin mudah mendapatkannya, karena semuanya tergantung kepada usaha kita. Hidayah Allah SWT ibarat sinar matahari yang menyinari seluruh alam ini, dan kita adalah penerima sinar tersebut. Jika kita membuka diri dengan hati yang bersih maka kita akan mudah untuk mendapatkan sinar hidayah Allah SWT. Tapi jika kita menutupi hati dan diri kita dengan kotoran dan hama penyakit hati maka kita akan sulit untuk mendapatkan sinar hidayah-Nya.

Wallahu a’lam.

Cecep Sa’bana Rahmatillah

Alumni Takmir Masjid Ulil Albab (TMUA) UII

Batu permata

Koleksi batu permata.

Batu permata adalah sebuah mineral, batu yang dibentuk dari hasil proses geologi yang unsurnya terdiri atas satu atau beberapa komponen kimia yang mempunyai harga jual tinggi, dan diminati oleh para kolektor. Batu permata harus dipoles sebelum dijadikan perhiasan.

Di dunia ini tidak semua tempat mengandung batu permata. Di Indonesia hanya beberapa tempat yang mengandung batu permata antara lain di provinsi Banten dengan Kalimayanya, di Lampung dengan batu jenis-jenis anggur yang menawan dan jenis cempaka,di Pulau Kalimantan dengan Kecubungnya (amethys) dan Intan (berlian). Batu permata mempunyai nama dari mulai huruf a sampai huruf z yang diklasifikasikan menurut kekerasannya yang dikenal dengan Skala Mohs dari 1 sampai 10. Permata yang paling diminati di dunia adalah yang berkristal yang selain jenis batu mulia sepertiBerlian,Zamrud, Ruby dan Safir, batu-batu akik jenis anggur seperti Biru Langit, bungur atau kecubung yang berasal dari Tanjung Bintang, Lampung saat ini banyak di buru oleh para kolektor karena kualitas kristalnya.

Beberapa macam batu permata

  • Akik
  • Akuamarin
  • Ametis
  • Biduri laut
  • Batu biduri Bulan
  • Batu Cempaka
  • Berlian
  • Delima
  • Anggur
  • Giok
  • Intan
  • Kuarsa
  • Mutiara
  • Mata kucing
  • Pirus
  • Safir
  • Zamrud
  • Ruby
  • Opal
  • Spinel
  • Bloodstone
  • Tashmarine
  • Quattro

Batu permata yang belum ada nama Indonesia

  • Alexandrite/Chrysoberyl
  • Chrysocolla
  • Chrysoprase
  • Hematite
  • Jasper
  • Kunszite
  • Lapis Lazuli
  • Malachite
  • Obsidian
  • Olivine/peridot
  • Pyrite=pirit
  • Tanzanite
  • Tourmaline
  • Zircon

BULAN TERBELAH

Membelah bulan menjadi dua bagian adalah salah satu dari sekian banyak mukjizat NABI MUHAMMAD SAW yang diceritakan dalam salah satu hadits nabi.Hal ini pernah saya baca dalam sebuah buku tentang mukjizat NABI MUHAMMAD SAW,tapi saya masih ingin mencari referensi yang menunjukkan bukti menurut sains ilmiah bahwa bulan memang pernah terbelah,dan akhirnya saya menemukan didalam tanya -jawab di situs www.ustsarwat.com.berikut selengkapnya Bulan Terbelah Assalamualaikum Wr. Wb Pak ustadz saya mau tanya, apakah benar bulan pernah terbelah pada zaman Rasulullah? Dan apakah benar ada cerita tentang Rasulullah yang membelah bulan? Karena saya pernah membaca tulisan tentang adanya tanda-tanda di bulan yang menunjukkan kalo bulan pernah terbelah dan menyatu kembali. Hal ini diuraikan oleh ilmuwan Amerika. Saya pernah mencoba mencari dalam Al-Quran tentang hal itu. Namun disebutkan bahwa bulan akan terbelah pada hari kiamat. Sebenarnya bagaimana keadaan yang sesungguhnya? Mohon penjelasannya. Terima kasih jawaban: Assalamu ”alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bulan memang pernah terbelah di zaman Rasulullah SAW. Dan terbelahnya bulan merupakan salah satu bagian dari sekian banyak mukjizat beliau. Allah SWT telah menegaskan hal ini di dalam Al-Quran Al-Kariem pada saat berfirman: Telah dekat datangnya saat itu dan telah terbelah bulan (QS. Al-Qamar: 1) Mukjizat terbelahnya bulan akan lebih terasa maknanya bila memang seseorang hidup di zaman Rasulullah SAW dan melihat langsung kejadiannya. Sebab pada dasarnya fungsi sebuah mukjizat memang untuk melemahkan argumentasi orang kafir kepada risalah yang dibawa oleh seorang nabi. Dengan mukjizat itu diharapkan tidak akan ada lagi argumentasi yang bisa dikemukakan untuk tidak mau beriman. Kalau seseorang melihat langsung bagaimana bulan di saat itu terbelah sebagai mukjizat seorang nabi, maka secara nalar tidak ada lagi alasan untuk tidak beriman kepada kenabian Muhammad SAW. Tetapi untuk mereka yang tidak langsung menyaksikan mukjizat ghaib itu, misalnya untuk umat yang datang kemudian dan hanya mendengar cerita dari mulut ke mulut, terkadang memang kurang efektif jadinya. Sebab akan ada saja orang yang tidak mau percaya atas kejadian yang di luas kebiasaan itu. Akan ada sekian banyak alasan untuk tidak percaya adanya kejadian ghaib itu. Apalagi untuk percaya kepada kenabian Muhammad. Lalu Apa Fungsi Mukjizat Kalau Begitu? Fungsi mukjizat bagi kita umat Islam yang juga tidak menyaksikan langsung peristiwa ghaib itu, lebih merupakan ujian atas keimanan kita. Intinya, apakah kita masih mau beriman kepada kitab suci dan hadits nabi yang menceritakan berbagai mukjizat itu atau tidak? Kalau kita percaya keberadaan mukjizat itu, maka iman kita selamat. Tetapi kalau yang terjadi sebaliknya, maka jelaslah ada yang kurang beres dalam sistem aqidah kita, terutama tentang konsep iman kepada Quran dan Sunnah. Lihatlah bagaimana Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu ”anhumembenarkan mu”jizat Ira” Mi”raj di saat orang-orang kafir menolak mentah-mentah kabar dari Nabi bahwa beliau baru saja menempuh jarak yang jauh. Itulah ujian keimanan buat Abu Bakar, beliau selalu membenarkan apa pun yang dikatakan oleh Nabi. Sebagai muslim, salah satu syarat utama yang harus kita miliki adalah beriman kepada kitab suci Al-Quran. Dan urusan bulan terbelah, Al-Quran sejak 1400-n tahun yang lalu sudah bicara. Kalau hari ini ada pihak-pihak yang tidak mau percaya, tentu tidak mengapa. Kita tidak usah sakit hati. Biarkan saja mereka tidak mau percaya mu”jizat. Toh, sejak zaman dahulu memang sudah banyak orang yang tidak percaya. Lihatlah Abu Jahal, Abu Lahab dan para gembong kafr Quraisy lainnya, bukankah mereka sejak awal tidak pernah mau percaya keberadaan mukjizat nabi? Padahal mereka melihat langsung. Jadi kalau hari ini ada orang yang meniru jejak langkah mereka, tentu bukan hal yang aneh lagi. Namun buat kita yang masih punya iman, urusan mu”jizat itu tidak akan kita permasalahkan. Apalagi Al-Quran sudah menyebutkannya. ..Apa sih susahnya sekedar mempercayai Al-Quran? Lalu apa gunanya ingkar kepada mukjizat dengan alasan tidak sesuai dengan iptek? Apakah iptek itu punya level kebenaran mutlak? Tentu tidak. Lihat Mukjizat Tapi Kufur Jalan Terus Terkadang yang namanya orang kafir, memang mau diapain juga tetap saja kafir. Seringkali meski sudah melihat langsung mukjizat seorang nabi, mereka tetap saja tidak mau percaya atas kenabiannya. Misalnya saja mukjizat Isra” Mi”raj yang luar biasa itu, Seharusnya penduduk Makkah tambah beriman. Tapi alih-alih tambah beriman, para gembong kafir Quraisy malah tambah kufur. Kecuali dalam beberapa kasus, seperti masuk Islamnya para penyihir Fir”aun setelah melihat mukjizat Allah yang diberikan kepada Nabi Musa. Lalu tukang-tukang sihir itu tersungkur dengan bersujud, seraya berkata: “Kami telah percaya kepada Tuhan Harun dan Musa”.(QS. Thaha: 70) Beruntunglah para penyihir Fir”aun, meski awalnya mereka kafir dan jadi cecunguk Fir”aun, namun mendapat kesempatan untuk melihat langsung mukjizat yang bersifat ghaib itu. Dan keberuntungan mereka menjadi berlipat manakala mereka mengaku kalah dan tunduk serta patuh diteruskan dengan beriman kepada Musa. Kenapa kami katakan beruntung? Karena kalau kita hitung-hitung, jarang-jarang ada orang kafir yang melihat mukjizat lalu mau beriman. Dan kalau hari ini ada orang yang mengaku sebagai umat Muhammad, tapi mengingkari kemukjizatan beliau, perlu kita kasihani. Sebab nasib mereka tidak seberuntung para penyihir Fir”aun. Wallahu a”lam bishshawab, wassalamu ”alaikum warahmatullahi wabarakatuh.