PARIWISATA KOTA MALANG

 


PARIWISATA KOTA MALANG
Kota Malang
merupakan kota kedua terbesar di Jawa Timur setelah Surabaya, dengan
luas ± 11.000 Ha yang terdiri dari dataran tinggi dengan
ketinggian 440-667 di atas permukaan laut (dpl). Lokasi Kota Malang
±90 km arah selatan Kota Surabaya. Kota Malang memiliki
potensi alam, keanekaragaman flora dan fauna, peninggalan sejarah,
seni dan budaya. 
Luas wilayah
Kota Malang adalah 11.005.660 Ha Kota Malang memiliki 
hawa
yang sejuk dan kering dengan curah hujan rata-rata tiap tahun 1,833
mm dan kelembaban udara rata-rata 72 %. Suhu rata-rata 24,13º C.
Suhu terendah 14º C sekitar bulan Juli/Agustus dan tertinggi
32,2º C pada bulan Nopember. Daerah di sekitar Kota Malang
dipertimbangkan sebagai satu kesatuan dengan daerah potensi wisata
Kota Malang.

 
Kota Malang merupakan salah satu kota orde kedua dalam
sistem keruangan wilayah Jawa Timur yang terletak di bagian sentral
dengan batas-batas sebagai berikut :
    • Sebelah Utara  
      : Kec. Karang Ploso dan Kecamatan Singosari
    • Sebelah Timur : Kecamatan Pakis dan Kecamatan Tumpang
    • Sebelah Selatan : Kecamatan Tajinan dan Kecamatan
      Pakisaji
    • Sebelah Barat : Kecamatan Wagir dan Kecamatan Dau
  1. POTENSI PARIWISATA KOTA MALANG
A. OBYEK WISATA
Obyek wisata di Kota Malang antara lain : Senaputra, Tareko,Toko es krim dan roti “OEN”,
Kawasan Ijen, Kawasan Alun-alun Tugu, Kawasan Kayutangan, Pertokoan
di sekitar Alun-alun Merdeka dan di sekitar Pegadaian, Pertokoan di
Pasar Besar (eks: Pecinan) dan Klenteng Ing An Kiong
 
B. KESENIAN KHAS KOTA MALANG
Adapun kesenian yang dimiliki oleh Kota Malang adalah sebagai berikut :
    • Wayang
      Topeng Malangan
    • Tari
      Beskalan
    • Tari
      Remo Malangan
    • Ludruk
    • Tari
      Grebeg Wiratama
C. MAKANAN DAN MINUMAN KHAS KOTA MALANG
Adapun makanan khas yang dapat dinikmati di Kota Malang adalah sebagai berikut :
    • Makanan : Tempe Menjes, Cwi Mie, Bakso Kota, Bakso Bakar, Heci, Tahu Telur,
      Gethuk Talon, Tape, Arbanat(arumanis).
    • Minuman : Angsle, Es Talon
D. BAHASA KHAS KOTA MALANG
Boso Walikan atau bahasa yang pengucapannya terbalik, contohnya : Malang
menjadi Ngalam, Orang menjadi Gnaro, Bakso menjadi Oskab.
 
E. AREMA 
Kota Malang terkenal dengan olahraga sepak bola, terutama group sepak bola
AREMA. AREMA singkatan dari Arek Malang atau yang terkenal dengan Singo Edan (Ongis Nade),
 
F. SISTEM TRANSPORTASI
    • Transportasi darat antar daerah
      • di luar  : Bus, Travel, Kendaraan Pribadi ataupun Kereta Api.
      • di dalam taksi ataupun kendaraan umum/angkot,
    • Transportasi udara  : pesawat Sriwijaya Airlines dan Mandala Airlines.
 
  1. MALANG “WELCOMING CITY”
Brand Image “Malang Welcoming City” merupakan brand image Pariwisata
Kota Malang yang di launching pada tanggal 20 Desember 2006. Brand
image ini bertujuan untuk merevitalisasi dan merefresh identitas
pariwisata Kota Malang. Makna “Welcome” sendiri untuk menunjukkan
bahwa Kota Malang selalu siap untuk menerima siapa saja yang ingin
berkunjung ke Kota Malang, baik dengan tujuan wisata ataupun
investasi. Maskot pariwisata Kota Malang adalah Tukoma. Tukoma
merupakan singkatan dari Tugu Kota Malang yang didesign secara
menarik sehingga dapat memberikan kenangan bagi wisawatan yang datang
ke Kota Malang. Slogan yang dimiliki smiley, friendly dan memory.
Program pariwisata Kota Malang yang ditawarkan melihat kondisi supply
dan 
demand yang ada dan kerjasama dengan daerah-daerah di sekitarnya.
 
A. PROGRAM PARIWISATA KOTA MALANG
Program Pariwisata mikro ini berkaitan dengan obyek-obyek wisata yang hanya berada
di Kota Malang yang berpotensi dijadikan Obyek Daerah Tujuan Wisata (ODTW).
  1. Wisata Konvensi
Wisata konvensi merupakan usaha dengan kegiatan memberi
jasa pelayanan bagi suatu pertemuan sekelompok orang (negarawan,
usahawan, cendekiawan dan sebagainya) untuk membahas masalah-masalah
yang berkaitan dengan kepentingan bersama.
  1. Wisata Kota (City Tour)
Peningkatan atraksi untuk menunjang
kegiatan wisata di Kota Malang dilakukan dengan pengadaan jalur-jalur
perjalanan yang melibatkan obyek-obyek wisata di Kota Malang (
city tour).:
      1. Alternatif Rute City Tour 1
Obyek wisata yang termasuk dalam rute city tour alternatif 1 adalah :
        • Stadion Gajayana
        • Kawasan Ijen
        • Museum Brawijaya
        • Pertokoan Kawi
        • Kawasan Pulosari
        • Pertokoan Dieng Plaza
        • Pasar buku Wilis
        • Malang Town Square (Matos)
      1. Alternatif Rute City Tour 2
Obyek wisata yang termasuk dalam rute city tour alternatif 2 adalah :
        • Kawasan Kayutangan dan Toko Oen
        • Taman Alun-alun Merdeka
        • Pertokoan di alun-alun (Sarinah dan Ramayana)
        • Pertokoan Jl. K.H. Agus Salim (Mitra 1, Gajahmada
          Plaza, Malang Plaza, Batik Keris)
        • Kawasan Pasar Besar
        • Klenteng Eng An Kiong.
      1. Alternatif Rute City Tour 3
Obyek wisata yang termasuk dalam rute city tour alternatif 3 adalah :
        • Pasar Burung Pasar Ikan dan Pasar Bunga
        • Taman Wisata Rakyat
        • Alun-alun Tugu dan Balaikota
        • Monumen Juang
        • Pertokoan Jl. Letjend Sutoyo
          (Mitra 2, Dharmo 
          Factory
          Outlet dan Glamour Factory Outlet
          )
        • Industri Keripik Tempe Sanan
 
  1. event-event Wisata di Kawasan Ijen
Event-event pariwisata yang dilakukan di Kawasan Ijen
  • Uklam-uklam ndik Jalan Ijen,
    merupakan sarana Olahraga/Joging atau Ijen Sarana Joging pada setiap
    hari Minggu pagi dimulai hari Minggu, 8 Oktober 2006 mulai pukul
    05.00 sampai dengan pukul 10.00 WIB. Jalan Ijen ditutup untuk semua
    jenis kendaraan mulai dari Bundaran Simpang Balapan sampai di ujung
    Jalan Kawi. Warga atau wisatawan yang menghendaki makanan dan
    minuman dapat membeli ke Pasar Tugu Stadion luar Gajayana.
  • Festival
    Malang Kembali (FKM) merupakan acara tahunan yang dilaksanakan
    setiap menjelang peringatan Ulang Tahun Kota Malang yaitu pada
    tanggal 1 April. Acara ini diadakan selama 1 minggu bertujuan untuk
    mengajak masyarakat dan wisatawan bernostalgia dengan kehidupan Kota
    Malang pada Tahun 1947. 
    Jalan Ijen ditutup untuk semua jenis kendaraan
  • modern mulai dari Bundaran Simpang Balapan sampai di ujung Jalan Kawi.
  • Ruas jalan dibagi menjadi 3 blok yaitu, blok perjuangan, blok tradisi dan blok
    kolonial. Acara yang ditawarkan di dalamnya seperti Pameran Foto dan
    arsip dokumentary, panggung hiburan tradisional, terminal mobil dan
    kendaraan antik, keliling ijen naik dokar, pengobatan gratis, pasar
    jajanan rakyat, mainan dan permainan anak tempo dulu, layar tancap
    dokumenter, foto kuno raksasa, lomba kostum, puisi dan lagu anak
    tempo dulu.

0 komentar:

Poskan Komentar