Cerdas Emosional

Tugas :Ahmad Syaifuddin Hasan
I. Definisi
    Kata ”cerdas” menurut Goleman mengandung dua arti, pertama cerdas pikiran dan kedua cerdas emosional. Cerdas pikiran  dimaksudkan adalah pikiran pada suatu model pemahaman yang lazimnya kita sadari dengan karakter bijaksana, mampu bertindak hati-hati dan merefleksi. Sedangkan cerdas secara emosional dimaksudkan adalah pikiran emosional yang merupakan satu sistem pemahaman yang impulsif dan berpengaruh besar, terkadang tidak logis. Kedua pikiran tersebut, pikiran emosional dan pikiran rasional bekerja dalam keselarasan, saling melengkapi dalam mencapai pemahaman walaupun dengan cara-cara yang amat berbeda, dan berfungsi secara bersama mengarahkan kita menjalani kehidupan duniawi. Namun apabila kecerdasan emosi mengalahkan kecerdasan rasio, hal ini dapat mengakibatkan kita mempunyai kecenderungan tragis.

II. Penerapan Dalam Proses Pembelajaran
     Dalam menghadapi masalah emosional siswa yang cukup kompleks pada tiap jenjang pendidikan dari umur 7-9 tahun, memang tidaklah mudah bagi guru untuk secara optimal memberikan latihan-latihan dalam mengembangkan kecerdasan emosional siswa. Sehingga di sini perlunya perhatian  guru yang lebih luas terhadap kecerdasan emosional siswa dan kesadaran diri untuk meningkatkan ketrampilannya dalam melatih kecerdasan emosional siswa.
Dalam mengajar, sebaiknya guru menghilangkan sikap diskriminasi terhadap siswa tertentu, artinya guru tidak memihak salah satu murid tertentu atau sekelompok siswa putera. Hal yang demikian akan memunculkan sikap antagonisme dan kecemburuan  siswa terhadap siswa lawan jenisnya.
Dalam memberikan hukuman siswa dengan memberikan tugas yang berlipat-lipat, alangkah baiknya bila guru melihat kondisi  kejiwaan dan kemampuan berpikirnya. Hal ini bila diabaikan justru yang terjadi adalah siswa yang kurang mampu dalam berpikir akan membuatnya semakin takut dan enggan untuk sekolah. 
Sebaliknya bagi siswa yang berkemampuan lebih dalam berfikir, ia akan semakin semangat dan tertantang dalam belajar. Begitu pula dalam memberikan hukuman, sebaiknya guru memberikannya sebagai alternatif terakhir disertai dengan sikap empati. Artinya setelah guru memberikan hukuman pada siswa, guru bersikap seperti semula dan tidak membenci siswa setelah siswa melakukan kesalahan.Langkah guru dengan melakukan pendekatan secara individual atau pendampingan, merupakan langkah yang tepat dan adanya ketanggapan guru terhadap masalah perasaan siswa. Jadi, dalam belajar di sini adanya keseimbangan antara perasaan dan pikiran. Demikian pula kedekatan guru dengan siswa perlu dipertahankan selama tidak menggangu dalam proses belajar-mengajar. Sebab hubungan guru dan siswa yang akrab dan harmonis akan memunculkan semangat belajar dan siswa  akan lebih mencontoh segala perilaku gurunya sebagai orang terdekatnya. Untuk itulah perlunya guru agar lebih berhati-hati dalam bertindak dan berbicara, karena guru adalah tokoh panutan bagi siswa-siswanya sampai dewasa kelak.  Pemberian hukuman dengan jalan musyawarah bersama siswa di sekolah ini sangatlah tepat dan sebaiknya dijalankan terus, karena disamping untuk memilih jalan yang terbaik menurut kesepakatan bersama. Musyawarah juga melatih siswa untuk mengambil suatu keputusan yang diambil secara bersama dan tidak mementingkan kepentingannya sendiri. Jadi disini siswa dilatih untuk tidak bersikap egois.

III. Bagaimana cara mengevaluasi
      Penelitian tentang EQ dengan menggunakan instrumen BarOn EQ-i membagi EQ ke dalam lima skala: Skala intrapersonal: penghargaan diri, emosional kesadaran diri, ketegasan, kebebasan, aktualisasi diri; Skala interpersonal: empati, pertanggungjawaban sosial, hubungan interpersonal; Skala kemampuan penyesuaian diri: tes kenyataan, flexibilitas, pemecahan masalah; Skala manajemen stress: daya tahan stress, kontrol impuls (gerak hati); Skala suasana hati umum: optimisme, kebahagiaan (Stein dan Book, dalam Armansyah, 2002). Spiritual Quotient (SQ) adalah aspek konteks nilai sebagai suatu bagian dari proses berpikir/berkecerdasan dalam hidup yang bermakna Zohar dan Marshal, dalam Armansyah, 2002). Indikasi-indikasi kecerdasan spiritual ini dalam pandangan Danah Zohar dan Ian Marshal meliputi kemampuan untuk menghayati nilai dan makna-makna, memiliki kesadaran diri, fleksibel dan adaptif, cenderung untuk memandang sesuatu secara holistik, serta berkecenderungan untuk mencari jawaban-jawaban fundamental atas situasi-situasi hidupnya, dan lain-lain.

IV. Tindak Lanjut
       Konsep kecerdasan emosional anak menurut Perspektif guru  adalah bahwa dalam hal mendidik siswasiswinya, mereka lebih mementingkan aspek afektif siswa disamping aspek-aspek siswa lainnya, seperti aspek kognitif dan aspek psikomotorik. Perhatian guru 
terhadap aspek afektif siswa tersebut dituangkan kedalam bentuk kebijaksanaankebijaksanaan sekolah, seperti kegiatan intra sekolah atau kegiatan belajarmengajar dan  dalam kegiatan ekstra kokurikuler. Lebih khususnya lagi pada proses pembelajaran, seperti pada penerapan hukuman terhadap siswa yang melanggar peraturan sekolah ataupun siswa yang berbuat tidak sesuai dengan tata krama sosial dan berbuat asosial. Dalam memberikan hukuman guru lebih menggunakan dengan hukuman yang tidak menyentuh fisik siswa dengan pertimbangan kondisi kejiwaan siswa, sehingga  siswa dapat termotivasi dalam 
belajar dan berperilaku yang lebih baik.   Cara guru melatih kecerdasan emosional siswa disesuaikan dengan masalah emosional yang dihadapai, baik yang bersifat persuasif (insidental) maupun yang bersifat kuratif (klasikal). Adapun secara umum guru dalam menghadapi masalah emosinal siswa adalah dengan cara; menegur, mengancam, memberi hukuman, memberikan nasihat dan cerita, serta melakukan pendekatan secara individual (pendampingan). Disamping itu pula guru mengambil tindakan secara khusus terhadap kelas satu, seperti dalam menghadapi masalah kemandirian siswa dan juga masalah ketakutan dan kecemasan siswa dengan memberikan kebijakan khusus pada orang tua siswa, memberikan permainan dan mengelilingi lingkungan sekolah, dengan tujuan untuk menghilangkan rasa cemas serta takut pada siswa. Demikian pula dalam melatih kemandirian siswa, guru memberikan  secara khusus pada siswa dengan mengecek tingkat kemandirian siswa serta memberi petunjuk pada siswa tentang aktivitas-aktivitas yang harus dilakukan siswa.    

Pengertian IPS

1. Menurut Sumantri

            IPS merupakan suatu program pendidikan dan bukan sub-disiplin ilmu tersendiri, sehingga tidak akan ditemukan baik dalam nomenklatur filsafat ilmu, disiplin ilmu-ilmu sosial (social science), maupun ilmu pendidikan.

Penjelasan: Dalam hal ini, Sumantri berpendapat bahwa Ilmu Pengetahuan Sosial itu sendiri merupakan kumpulan ilmu-ilmu sosial yang dipilih dan disesuaikan bagi penggunaan program pendidikan di sekolah atau kelompok belajar lainnya yang sederajat.

2.  2.  Menurut Mulyono Tj.
 IPS merupakan suatu pendekatan interdisipliner (Inter-disciplinary Approach) dari pelajaran Ilmu-ilmu Sosial. IPS merupakan integrasi dari berbagai cabang Ilmu-ilmu Sosial, seperti sosiologi, antropologi budaya, psikologi sosial, sejarah, geografi, ekonomi, ilmu politik, dan sebagainya.

Penjelasan: Menurut Mulyono Tj., IPS merupakan cara pandang terhadap pelajaran ilmu-ilmu sosial dengan menggunakan lebih dari satu pendekatan seperti sosiologi, antropologi budaya, psikologi sosial, sejarah, geografi, ekonomi, ilmu politik, dan sebagainya sehingga diperlukan penguasan pendekatan ilmu-ilmu tersebut dalam mengaplikasikan ilmu pengetahuan social.

3.  3. Social Science Education Council (SSEC) dan    National Council  for Social Studies (NCSS),
menyebut IPS sebagai “Social Science Education” dan “Social Studies”, seta mendefinisikan IPS, sebagai berikut:

Social studies is the integrated study of the science and humanities to promote civic competence. Whitin the school program, social studies provides coordinated, systematic study drawing upon such disciplines as anthropology, economics, geography, history, law, philosophy, political science, psychology, religion, and sociology, as well as appropriate content from the humanities, mathematics, and natural sciences. The primary purpose of social studies is to help young people develop the ability to make informed and reasoned decisions for the public good as citizen of a culturally diverse, democratic society in an interdependent world.

Dengan kata lain, IPS mengikuti cara pandang yang bersifat terpadu dari sejumlah mata pelajaran seperti geografi, ekonomi, ilmu politik, ilmu hukum, sejarah, antropologi, psikologi, sosiologi, dan sebagainya. Tujuan utama dari IPS adalah untuk membantu pemuda mengembangkan kemampuannya untuk membuat suatu keputusan beralasan dan dspst diinformasikan kepada masyarakat luas demi kepentingan publik sebagai warga Negara yang memiliki keberagaman budaya serta dalam kehidupan bermasyarakat di seluruh penjuru dunia.
Penjelasan: Pendapat yang dikemukakan oleh SSEC hampir sama dengan yang diungkapkan oleh Mulyono Tj. SSEC menambahkan mengenai tujuan IPS, yakni merupakan suatu pengetahuan yang dapat membantu kita untuk dapat berinteraksi dengan orang lain, dapat menyampaikan informasi, dapat membuat suatu keputusan dengan baik, dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan yang memiliki budaya yang beragam, serta dapat menjadi masyarakat yang bersikap demokratis terhadap kepentingan publik.

4.   4. Saidiharjo
 Menegaskan bahwa IPS merupakan hasil kombinasi atau hasil pemfusian atau perpaduan dari sejumlah mata pelajaran seperti: geografi, ekonomi, sejarah, sosiologi, antropologi, politik.

Penjelasan: Kalau Mulyono menekankan pada pendekatan untuk mengapikasikan IPS, Saidiharjo lebih menitikberatkan IPS menjadi semcam kajian atau kumpulan dari beberapa mata pelajaran yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan social.

5.5. Dr. Nursid Sumaatmadja,
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) adalah suatu mata pelajaran yang kajiannya fokus pada seperangkat peristiwa, fakta, konsep, dan generalisasi yang berkaitan dengan isu sosial.

Penjelasan: Dengan kata lan, IPS ini merupakan suatu mata pelajaran yang bersumber dari kehidupan sosial di dunia sehingga mengajarkan kita agar lebih mengetahui mengenai kehidupan sosial apa yang telah terjadi, yang akan terjadi, maupun yang seharusnya terjadi.


Kesimpulan:

Berdasarkan pendapat yang telah dikemukakan oleh para ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) adalah suatu program pendidikan maupun kumpulan beberapa mata pelajaran yang terkait dengan kehidupan sosial yang berkumpul menjadi satu dengan pendekatan ilmu-ilmu sosial seperti sosiologi, antropologi budaya, psikologi sosial, sejarah, geografi, ekonomi, ilmu politik, dan sebagainya dan dapat dikaji berdasarkan seperangkat peristiwa, fakta, konsep, dan generalisasi yang berkaitan dengan isu sosial.

28 komentar:

dhesty puspita mengatakan...

like....:)
nama: dhesty puspita
kelas:PGSD_B
kpp: sma pgri 1 tuban

erlina nanuk mengatakan...

suka,,,,,,
nama: Nanuk erlina
kelas:PGSD_B
KPP: SMA PGRI 1 TUBAN

zaenal abidin mengatakan...

bu penjelasan variasi wilayah alamiah ,,saya cari koq tidak ada,,
nama:ahmad zaenal abidin
kelas: pgsd _B
kpp: sma pgri 1 tuban

Setyo Wati mengatakan...

thats good....
nama:setyowati
kelas:pgsd_b
kpp:SMA PGRI 1`TUBAN

Vebrina Anindita mengatakan...

tampilan blognya bagus buat yg baca gak bosen dgn tampilan yang itu2 ajah....
Isi blognya juga membantu banget menambah wawasan...
like this deh pokoknya...^^
nama: Vebrina Anindita
kelas: B
NIM: 1119110593
PGSD KPP PPLP DASMEN PGRI Tuban

Dewi Keleg mengatakan...

saya suka blog ini,,,:)

nama : dewi utari
kelas: PGSD_B
KPP : SMA PGRI 1 Tuban

Angga Elmy mengatakan...

suka banget..
nama : Elmy tyasrini
kelas: PGSD_B
KPP : SMA PGRI 1 Tuban

phytlya halofi mengatakan...

saya suka :D
nama : fitriadita suci
kelas : PGSD B
KPP : SMA PGRI 1 Tuban

Nurul Yanti mengatakan...

Tampilan blognya bagus dan bermanfaat dan akan jadi masukkan buat yang baca untuk di jadikan bekal dalam belajar, menambah wawasan yang tadinya tidak tahu menjadi tahu.
Nama: Nurul Ernayanti
kelas:B
NPM : 1119110288
KPP SMA PGRI 1 TUBAN

chacha marisa mengatakan...

saya suka ...
Nama: Risalatullailiyah
Kelas: B
NPM: 1119110493
KPP: SMA PGRI 1 TUBAN

monalisa warnadi mengatakan...

saya suka,
Nama: Monalisa
Kelas: B
NPM: 1119110054
KPP: SMA PGRI 1 TUBAN

sweet mitrina mengatakan...

I like it,,, :)
Nama: Mitrina Mutdiyah
Kelas: B
NPM: 1119110536
KPP: SMA PGRI 1 TUBAN

mustika vitriy mengatakan...

bagus banget,,
Nama: Fitria Mustikasari
Kelas : B
NPM : 1119110324
KPP : SMA PGRI 1 TUBAN

mustika vitriy mengatakan...

bagus banget,,
Nama : Fitria Mustikasari
Kelas :B
NPM : 1119110324
KPP : SMA PGRI 1 TUBAN

Yuni Aminah mengatakan...

,,bagus bu tampilannya,,,:)
nama : yuni nur aminah
kelas :pgsd_B
KPP : SMA PGRI 1 TUBAN

erna wati mengatakan...

suka banget,,,,,:)
nama: Siti erna wati
kelas : B
KPP: SMA PGRI 1 TUBAN

SUJI NINGSIH mengatakan...

Penjelasannya membuat saya paham,, tampilannya cukup menarik...
saya suka...
Nama : Suji Ningsih
Kelas : B
kpp : sma pgri 1 tuban

ully taqwa mengatakan...

Saya suka banget :)

Nama : Zuliatuttaqwa
Kelas : B
NPM : 1119110490
KPP : SMA PGRI 1 TUBAN

Deta C.S mengatakan...

like this bu... d(^.^)b

dani dwi mengatakan...

suka sekali,,,,
nama : Dani Dwi Susanto
kelas : PGSD_B
KPP: sma pgri 1 tuban

agus wahyudi mengatakan...

bagus,,like this bu
nama: Muhammad Ahus Wahyudi
kelas : pgsd_b
kpp: sma pgri 1 tuban

rizki putri mengatakan...

bagus bangeet bu,,:)
nama : Nur Riski Putri Iriyani
kelas : Pgsd_B
KPP : SMA PGRI 1 TUBAN

sri ningsih mengatakan...

saya suka banget,,,
Nama : Sri Wahyu Ningsih
Kelas : B
NPM : 1119110169
KPP : SMA PGRI 1 TUBAN

nurul aeni mengatakan...

Bagus bu,, saya suka.....
Nama : Siti Nurul Aeni
Kelas : PGSD_B
KPP : SMA PGRI 1 TUBAN

intan cantique mengatakan...

...saya suka templatenya bu,,:)
nama : intan puspita sari
kpp: sma pgri 1 tuban
kelas :B

muhammad ali imron mengatakan...

ali imron menyukai blog Anda..:)
nama : Muhammad Ali imron
kpp: sma pgri 1 tuban
kelas : B

wawan duwi mengatakan...

wawan dwi seto WIB like this bu..:)
kelas : pgsd_b
kpp : sma pgri 1 tuban

suwarni warni mengatakan...

,,sukaa,,:)
nama : suwarni
kelas : PGSD_B
KPP : SMA PGRI 1 TUBAN

Poskan Komentar