Moyang Kita Bernama Annunaki dari Nibiru

David Morrison, astronom dari NASA Ames Research Center dan ilmuwan Astrobiologi NASA mengatakan ada dua juta situs mendiskusikan tabrakan Nibiru-Bumi. Ia juga menerima rata-rata lima email mengenai hal ini per hari.
“Setidaknya seminggu sekali saya menerima pesan dari anak-anak muda-berusia 11 tahun-yang mengatakan ia akan bunuh diri karena kiamat sudah dekat,” kata Morisson kepada Life’s Little Mysteries.
Niibiru-Bumi
Niibiru-Bumi
Datangnya cerita tabrakan Nibiru-Bumi pertama terdengar tahun 1995, pembawa pesannya Nancy Lieder, yang menyebut dirinya `penyambung lidah` alien. Lieder mengklaim bahwa ia mampu menerima pesan melalui implan dalam otaknya dari alien yang berasal dari gugus bintang Zeta Reticuli. Disitusnya,  ZetaTalk, ia menyatakan bahwa ia dipilih untuk mengingatkan umat manusia bahwa nantinya aka nada tabrkan planet dan menghapus kehidupan manusia dan itu terjadi pada Mei 2003 (tapi tak terbukti). Namun pengikut Lieder memilih tahun tahun 2012 sebagai hari terjadinya tabrakan Nibiru-Bumi, sama dengan ramalan suku Maya.
Lieder semula menyebut pembawa azab Planet-X dan kemudian dihubungkan dengan planet yang dihipotesa oleh penulis bernama Zecharia Sitchin dalam bukunya Planet ke-12. Menurut Sitchin (1920-2010), orang Samaria kuno menulis tentang planet besar bernama Nibiru, planet ke-12-dalam tata surya, setelah planet lain termasuk Pluto, matahari dan bulan, yang punya orbit persegi panjang yang beredar dekat Bumi tiap 3.630 tahun. Manusia, kata Sitchin, berevolusi di Nibiru, yang kemudian menginvasi dan mengolonisasi Bumi saat beredar dekat Bumi . Mereka bernama Annunaki yang kalau diurut jadi moyang manusia di bumi.
Menurut para ahli astronomi, Sitchin salah dalam menterjemahkan bahasa orang Samaria kuno. Orang Samaria, kata ahli, tidak mengenal kosmologi termasuk planet. Ahli yang menentang Stitchin mengatakan orang Samaria hanya mengenal lima planet, bukan 12. Kendati begitu buku Sitchin laris manis dan sudah diterjemahkan dalam 25 bahasa dan jutaan bukunya beredar di seluruh dunia.
Pembentukan Konsep Planet X, Nibiru.
Pada tahun 1846 30 September, satu minggu setelah planet Neptunus ditemukan, seorang ahli matematika Prancis bernama Le Verrie mengumumkan kemungkinan masih adanya planet lain di tata surya kita yang belum ditemukan. Ia menggunakan teori mekanika Newton untuk mengukur gangguan orbital Neptunus dan menyimpulkan bahwa gangguan ini pastilah disebabkan oleh gaya gravitasi planet lain.
Pada 10 Oktober tahun yang sama, Triton, bulannya Neptunus ditemukan. Dengan penemuan Triton, maka para astronom dapat menghitung kembali massa planet Neptunus. Namun diluar perkiraan mereka, mereka menemukan massa Neptunus lebih besar dua persen dari yang diperkirakan. Perhitungan ini sudah memasukkan pengaruh gravitasi Uranus. Bahkan ketika Pluto ditemukan pada tahun 1930, para ilmuwan menyimpulkan bahwa Pluto tidak cukup besar untuk mempengaruhi massa Neptunus.
Jadi astronom kembali berusaha mencari planet lain yang dianggap bertanggung jawab atas gangguan massa Neptunus.
Planet lain yang belum ditemukan itulah yang disebut planet X. Jadi planet X sesungguhnya adalah sebuah penyebutan planet yang dipercaya ada, namun belum ditemukan. Konsep ini sesungguhnya telah ada sejak tahun 1840an. Bukan sesuatu yang baru. Misteri anomali massa Neptunus terus bertahan hingga tahun 1980.
Tahun 1966 Michael D Coe, seorang peneliti dan penulis mulai mempopulerkan konsep kiamat 21 Desember 2012 yang didasarkan pada perhitungan kalender suku Maya. Konsep Michael D Coe terus dikutip oleh banyak penulis hingga tahun 1990an.
Tahun 1976. Sebuah buku kontroversi berjudul The twelfth Planet diluncurkan oleh Zecharia Sitchin. Dalam bukunya, Sitchin menginterpretasikan kembali tulisan Samaria kuno yang telah berumur 6.000 tahun dengan mengganti nama dewa-dewa Samaria dengan nama-nama planet hipotetis.
Menurut Sitchin, pada masa sebelum ada planet bumi, ada sebuah planet yang bernama Tiamat yang terletak di antara Mars dan Jupiter. Suatu hari orbit Tiamat dimasuki planet raksasa lainnya yang besarnya sekitar 20 kali Jupiter. Planet ini bernama Nibiru. Nibiru sendiri berarti “tempat persimpangan” atau “tempat terjadinya transisi”.
Perjumpaan ini menyebabkan Tiamat bertabrakan dengan salah satu bulan Nibiru. Pecahan dari tabrakan ini menyebabkan terbentuknya planet Bumi.
Menurut Sitchin, Nibiru adalah tempat berdiamnya satu ras alien yang bernama Annunaki yang memiliki periode orbit 3.630 tahun mengelilingi matahari. Annunaki yang selamat dari tabrakan itu kemudian datang ke Bumi. Lalu ceritanya berkembang. Annunaki konon katanya memodifikasi genetika primata di Bumi dengan cara mencampurnya dengan gen mereka sendiri untuk menciptakan homo sapiens (manusia) sebagai budak mereka.
annunaki
annunaki
Ketika Annunaki meninggalkan Bumi, mereka membiarkan manusia (yang merupakan primata hasil modifikasi genetika) memerintah bumi hingga mereka datang kembali ke bumi.
Para pengikut Sitchin kemudian mengambil konsep dan istilah Planet-X untuk menggambarkan planet Nibiru. Bagi mereka Planet-X yang sedang dicari-cari sesungguhnya adalah Nibiru. Inilah pertemuan pertama antara konsep Planet X dan Nibiru.
Para pengikut Sitchin kemudian juga menghubungkan kedatangan kembali Nibiru dengan perhitungan kiamat kalender suku Maya. Mereka kemudian menyimpulkan bahwa Planet Nibiru akan masuk ke orbit bumi pada tanggal 21 Desember 2012.
Ingat, gravitasi planet akan mempengaruhi planet lain yang di dekatnya. Nibiru yang disebut memiliki besar 20 kali Jupiter dipastikan akan membawa kehancuran bagi planet bumi.
Penentang konsep Nibiru
Tahun 1980an. NASA mengumumkan bahwa anomali massa Neptunus ternyata adalah sebuah kesalahan pada data observasi. Setelah data tersebut diperbaiki, maka tidak lagi ditemukan kesalahan orbital. Misteri yang bertahan sejak 1840an terpecahkan. Wacana Nibiru dan kiamat 2012 mulai tenggelam perlahan-lahan.
Masih tahun 1980an headline media-media menulis bahwa dua astonom bernama Neugebauer dan Houck menemukan sebuah planet yang seukuran Jupiter melanglang buana di antariksa sekitar dua miliar kilometer dari matahari. Orang-orang mulai bertanya-tanya, apakah ini Nibiru.
Namun ternyata media salah ! Neugebauer dan Houck hanya mengatakan bahwa mereka menemukan ketidakberaturan dalam spektrum infrared. Ini bisa berarti apa saja, mulai dari sebuah planet hingga sebuah galaksi.
Tidak berapa lama, kedua astronom tersebut mengonfirmasi bahwa temuan mereka menunjukkan adanya sebuah galaksi (Ultra luminous infrared galaxies - ULIRGs), bukan planet. ULIRGs adalah tempat di mana bintang-bintang lahir.
Tahun 1994. Seorang peneliti dan astrolog bernama John Major Jenkins menerbitkan sebuah buku yang berjudulTzolkin : Visionary Perspectives and Calender Studies
Dalam bukunya ia menafsirkan arti periode-periode kalender Maya. Bukan sesuatu yang baru, namun Jenkins kembali mempopulerkan konsep kalender maya yang telah dipopulerkan sebelumnya oleh Michael D Coe. Jenkins dianggap sebagai orang yang paling bertanggung jawab dalam penyebaran kembali konsep kiamat 2012. Kiamat 2012 kembali mendapat perhatian dunia, didorong oleh publikasi buku Jenkins.
NASA mengumumkan bahwa pada tanggal 21 Oktober 2003 sebelumnya telah ditemukan sebuah planet baru kesepuluh yang diberi nama Eris. Orang-orang segera mengasosiasikannya dengan Nibiru.
Tahun 2006 planet didefinisikan ulang. Berdasar pada definisi baru ini, Eris masuk kedalam kategori planet mini (dwarf) bersama Pluto. Lagipula karakter Eris sangat jauh dari Nibiru. Periode orbit Eris hanya 556,7 tahun.
Konsep kiamat 2012 kembali dihidupkan oleh beberapa buku populer. Namun kali ini, Nibiru bukan dianggap sebagai penyebab kiamat, melainkan badai matahari (solar maximum). Nibiru hanya menjadi wacana sampingan, tertutup oleh popularitas badai matahari.

0 komentar:

Poskan Komentar