10 Cara Mengasah Daya Ingat Sang Anak

Kemampuan memori tiap anak berbeda-beda dan tidak semata-mata ditentukan oleh faktor genetika saja. Daya Ingat  juga ditentukan oleh rangsangan (stimulasi) dan pembentukan yang dimulai sejak dini.

Peran orangtua sangat penting dalam proses pembentukannya. Sehingga, para orang tua harus sangat memperhatikan pola asuh dan metode-metode khusus untuk memperkuat daya ingat anak.

Beberapa trik yang mampu membantu mempertajam daya ingat anak, antara lain :





1. Perhatikan asupan gizi :


Daya ingat merupakan bagian dari kognitif anak dan dipengaruhi oleh faktor fisiologis (fisik) dan lingkungan. Orangtua harus memerhatikan asupan makanan – berkaitan dengan perkembangan otak dan organ tubuh lainnya - mulai janin masih dalam kandungan hingga lahir. Jika dalam kandungan sudah bermasalah, maka akan memengaruhi perkembangan janin, khususnya otak.
Cukupkanlah asupan gizi, vitamin, asam folat untuk merangsang otak anak yang akhirnya akan memengaruhi daya ingatnya. Jika gizi tak terpenuhi – zat besi misalnya – anak akan mudah mengantuk. Akibatnya dia tidak optimal saat menerima atau mengingat informasi.

2. Cukup oksigen :
Kebutuhan oksigen juga penting.
Jika suplai oksigen terpenuhi maka sirkulasi darah akan lancar mengingat si balita lebih banyak beraktivitas di luar ruangan, sehingga akan mendukung proses kognitifnya. Kemampuan memori anak pun meningkat.



3. Mengingat sambil menyanyi : 

Banyak cara dapat dilakukan untuk meningkatkan daya ingat dan mengasah ketajaman berpikir anak.

Salah satunya belajar sambil bernyanyi. Hal-hal sederhana pun mampu memberikan rangsangan pada ketajaman memori seperti mengingat warna, huruf, angka, lewat lagu.


4. Mengingat dengan benda : 

Bagian kognitif anak masih dalam proses perkembangan, oleh karena itu dalam mengajak anak mengingat sesuatu harus menggunakan suatu hal (media) yang konkret.

Anak akan lebih mudah mengerti menggunakan alat peraga daripada hanya dengan kata-kata. Misalnya dalam mengenalkan bentuk, warna atau simbol-simbol visual.

5. Menghafal lewat dongeng : 

Bacakan si kecil buku cerita sebelum tidur. Setelah selesai, ajaklah si kecil untuk kembali mengingat jalan cerita cerita tadi, seperti nama tokoh, nama tempat dan seterusnya.

Dengan melakukan pengulangan, lama-lama anak akan terbiasa mendengarkan dan merekamnya dalam memori mereka. Selain buku cerita bisa juga meggunakan boneka tangan, gambar-gambar yang bisa diganti-ganti atau improvisasi orangtua.



6. Meniru gerakan : 

Kegiatan fisik pada usia balita sangat diperlukan untuk mengembangkan sensor motorik dan sebagai salah satu cara untuk mengeksplorasi lingkungan. Hal ini pun bisa dimanfaatkan untuk sekaligus memberi rangsangan kemampuan mengingat pada anak.
Caranya, ajaklah dia menirukan gerakan moms. Misal, loncat, berlari. Bila anak berhasil, lanjutkan ke tahap yang lebih sulit dengan lebih banyak gerakan. Alhasil, anak akan terbiasa untuk mengingat sesuatu yang diterimanya dengan cepat dan mampu untuk ‘memanggil’ ingatannya kembali.

7. Mengasosiasikan bentuk :

Jika anda ingin mengenalkan berbagai jenis angka pada si kecil, asosiasikan menggunakan bentuk benda tertentu dengan harapan anak akan mudah mengingatnya.

Contoh, angka 2 diibaratkan seperti bentuk bebek, angka 4 seperti bangku terbalik.

8. Mainan berprosedur : 

Jika ingin mengenalkan mainan, pilihlah mainan yang cocok untuk merangsang daya ingat anak.
Kenalkan mainan yang memiliki prosedur misalnya; ular tangga, monopoli, dan sebagainya.

Jadi tekankan pada prosedurnya, apa yang harus dilakukan pada tahap pertama, lalu kemana dan apa selanjutnya, ada pengulangan bertahap. Maka anak akan mengingat pengulangan tersebut.



9. Mengingat lewat gambar, suara, dan gerakan : 
Ada beberapa tipe belajar bagi anak-anak, melalui visual (gambar), auditif (lagu/suara), atau kinestetik (gerakan/alat peraga). Ini yang harus diperhatikan! Bagi anak dengan tipe belajar secara visual, dia akan lebih tertarik dengan sesuatu yang ada bentuknya (gambar) – melihat langsung.
Misal, jika ingin bercerita tentang pohon, tidak hanya menggunakan kata-kata, namun juga harus ada gambar.


Untuk anak dengan tipe belajar secara auditori atau kinestetik, dia akan mudah mengingat sesuatu melalui suara atau gerakan. Misalnya dalam cerita ada gerakan berlari-lari, ajak anak ikut berlari-lari. Bagi anak yang mudah belajar dengan gerakan, bagian ketika dia berlari-lari, itu akan membuka kunci memorinya. Nah, lewat dongeng, biasanya ada kombinasi antara visual, auditif, dan kinestetik saat anak menceritakan kembali.


10. Konsep mind mapping : 

Konsep memetakan pikiran ini dapat orang tua ajarkan ketika anak sudah mulai mengenal bentuk, warna, simbol-simbol visual.
Cara ini tak harus menggunakan kata-kata, melainkan menggunakan gambar-gambar.
Misal, mengenalkan konsep rumah. Di rumah itu biasanya ada lemari, pintu, meja, kursi, jendela. Lalu di halaman rumah, ada pohon, rumput, atau bunga. Semua itu harus dijabarkan dalam bentuk gambar.

Benda lain yang dapat anda ajarkan dengan metode ini misalnya bagian tubuh manusia atau mobil. Dengan begitu, daya ingat si kecil sudah dilatih sejak dini dan dapat membantu proses belajar saat dia bersekolah di SD di mana dia tidak harus menghafal. 

0 komentar:

Poskan Komentar