Sifat Anak menurut Kedudukan dalam Keluarga

Secara umum perkembangan psikologis anak akan terbentuk dari lingkungannya. Lingkungan terdekat anak tidak lain adalah keluarganya sendiri, sehingga posisinya dan peran seorang anak dalam keluarga akan sangat mempengaruhi sikap dan perkembangan perilakunya.

Pada Postingan Kali ini saya sedikit mengeksplanasikan tentang beberapa ciri-ciri sikap seorang anak yang terbentuk karena kedudukan dalam keluarga. 

Namun, sebelum lebih jauh kita bahas tentang sifat anak yang terbentuk karena kedudukannya dalam keluarga, perlu kami ingatkan bahwa kriteria yang disebutkan bukan merupakan ciri final karena sikap dan perkembangan seseorang tetap dipengaruhi faktor-faktor lain seperti agama, pendidikan, kebudayaan, masa lalu, dan lain sebagainya. 

Sifat-sifat anak berdasarkan kedudukan dalam keluarga keluarga adalah antara lain :
1. Anak Tunggal : Pemain Tunggal Penuh Potensi yang Kesepian


Aku adalah anak semata wayang yg terkungkung oleh kasih sayang orang tua. 
Aku ingin meloncat tinggi, bebas melihat dunia.

Anak tunggal menjadi cepat matang dibandingkan anak lain sebayanya, karena dengan perhatian penuh orang tua, ia tumbuh lebih percaya diri, berbicara lebih jelas, tegas dan selalu menonjol. Anak tunggal biasanya mempunyai sikap yang lebih mendominasi dalam lingkungan sosialnya, karena secara psikologis dia terbiasa hidup dalam kecukupan dan perhatian penuh dari kedua orang tua, bahkan anggota keluarga sekunder lain, seperti kakek atau nenek.

Anak tunggal bisa merupakan gabungan potensi anak Pertama dan anak Bungsu dalam satu orang, tapi juga memiliki gabungan kelemahan keduannya. Contohnya, dia mampu memimpin dalam kelompok sosial dalam sikap kepemimpinan yang elegan seperti anak Sulung tapi  dalam beberapa aspek sering seperti anak Bungsu yang merasa ingin dipahami orang lain dari pada memahami orang lain, padahal pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu mengerti dan memahami anggotanya.

Ciri khusus:
Sebagai teman : Emosional, Perhatian
Ungkapan  : ”Kau tahulah…”
Bentuk responsif : “Entah bagaimana dengan anda, tetapi…”
Perasaan buruk Frustasi
Kelebihan  : Pengorganisasian
Kelemahan : Terlalu mengacu pada pendapat orang lain tentang dirinya
Selera humor : Sindiran tajam, bermotif negatif
Sikap menjalani sesuatu : Santai, merasa semua orang taat peraturan
Karir : Bisnismen, Pendidikan, Event Oorganizer

2. Anak Sulung : Pemimpin alami yg penuh tanggung jawab

Aku adalah pemimpin alami tumpuan harapan keluarga. 
Akan kubuktikan bahwa aku bukan hanya sekedar pewaris tahta.”

Anak sulung memiliki keinginan kuat untuk maju, suka bekerja keras, dan memasang tujuan serta target yg tinggi. Mereka adalah sosok pemimpin yg elegan. Dalam beberapa kasus, anak sulung sering merasa terbebani sebuah tanggung jawab besar dalam masa depan keluarga, sehingga kebanyakan dari mereka bersikap patriotik dan selalu ingin menjadi inspirasi bagi adik-adiknya.

Anak Sulung sering merasa kurang kasih sayang dari pada Saudaranya yang lain, karena merasa hak-haknya sebagai anak diberikan lebih sedikit dari pada hak-hak yang diberikan pada saudaranya yang lain. Kondisi seperti ini membentuk sikapnya lebih bisa mengerti keadaan, mengalah dan toleran namun sering egois karena otoritasnya sebagai kakak yang paling senior.


Terbiasa dididik menjadi pemimpin membuat anak sulung biasanya punya karakter mandiri, bijak dan disegani oleh adik-adiknya. Tidak heran, kalau mereka sering jadi tempat bertanya, jago memecahkan masalah, dan solutif dalam segala situasi. Sikap Dominan anak Sulung akan mengarahkan dia akan sangat selektif dalam bergaul, sehingga akan kurang suka dengan orang-orang yang memiliki sikap yang kurang dewasa.

Ciri khusus : 
Sebagai teman : Berkompromi, Melayani.
Ungkapan  : “Aku tak tahu
Bentuk responsive : “Mungkin kau tak setuju, tetapi…”
Perasaan buruk Perasaan berdosa
Kelebihan  : Penentuan sasaran, kompromi, dan kepemimpinan
Kelemahan : Mengacu pada pikiran, perasaan dan keinginan diri sendiri
Selera humor : Mengejutkan, Di luar batas
Sikap menjalani sesuatu : Optimalisasi, Ceroboh
Karir : Industri, Riset, Politik, Pembicara, Penulis

3. Anak tengah : Berjuang untuk Bertahan

“Aku adalah pemberontak militan yg berjuang untuk mendapatkan pengakuan. 
Aku harus lebih tekun membuktikan diriku sebagai yg terbaik.”

Lahir setelah anak sulung dan masih punya adik di bawahnya. Para pakar mengatakan bahwa anak tengah adalah sebuah misteri, ”Yang tengah adalah yg paling sulit untuk didefinisikan, apalagi digambarkan dalam ugkapan yg tepat dalam cara apapun.”. Anak yang terlahir dalam posisi terjepit, menjadikan dia sebagai moderator alami dalam lingkungan. Dialah anak yang biasanya mampu memediasi antara sikap otoritas anak Sulung atau sikap manja si Bungsu. Anak Tengah memiliki kecenderungan untuk mendengarkan semua pihak, sehingga potensi ini memudahkan sikap moderat anak tengah.

Anak yang lahir di tengah biasanya anak yang selalu berjuang dalam mendapatkan pengakuan, terutama sekali dari kedua orang tuanya, karena secara umum potensi-potensi anak tengah selalu tertutupi dengan otoritas anak Sulung yang dibanggakan dalam keluarga, dalam hal mendapatkan kasih sayang sering harus dikalahkan oleh kepentingan si Bungsu. 

Analogi dari anak Tengah adalah, 
"Ketika Satu Keluarga Berjalan-jalan Terdapat Orang tua, Si SulungTengah dan Bungsu
Si Sulung Berjalan di depan membuka dan mencarikan jalan untuk orang tuanya. Dia selalu dibanggakan orang tuanya kepada orang lain yang lewati. Dia dibebaskan untuk berjalan, berlari-lari, hampir tanpa perhatian seksama dari Kedua Orang Tua. 
Si Bungsu selalu digendong Orang tuanya. Dia selalu dilindungi dari segala macam marabahaya, selalu mendapat prioritas ketika meminta sesuatu diperjalanan, diutamakan dulu dalam mendapatkan sesuatu, dia selalu membuat orang tuanya tertawa dengan tingkah lucunya. 
Si Tengah sering merasa terjebak dalam keadaan ini, jika dia akan mengikuti si Sulung berlari-lari di depan, maka dia hanya akan menjadi orang ke dua dari Kakaknya, jika dia tetap berada di samping orang tuanya, maka dia hanya akan mendapatkan sedikit perhatian, karena perhatian orang tuanya terfokus pada si Bontot."

Ciri khusus :
Sebagai teman : Memberi saran dan kritik yg Membangun
Ungkapan  : “ Kau harus…..”
Bentuk responsive : “ Mungkin ini belum sempurna, tetapi….”
Kelebihan  : Disiplin diri, Kejujuran dan Tekad bulat
Kelemahan : Terlalu peduli dan Takut menyinggung perasaan orang lain
Selera humor : Hambar... >.<
Sikap menjalani sesuatu : Merasa orang lain tidak ikut peraturan
Karir : Pengacara, Negosiator, Wirausaha


4. Anak Bungsu : Tokoh Populer yg Penuh Kejutan

“ Aku adalah si bontot, adik kecil yg selalu diremehkan. 
Aku akan mengukir dunia untuk membuat kejutan yg membuat mereka mengagumiku.”

Pada dasarnya dia adalah maskot keluarga yg lucu, tidak rumit, cenderung ramah. Tapi sering diremehkan sehingga jadi pemberontak yg emosional, ceroboh dan tidak sabaran. “Hidup tidak terelakkan berada dalam bayangan dari mereka yg lahir sebelumnya”.


Menjadi anggota termuda dalam keluarga, membuat si bungsu dapat perhatian lebih dari sekitarnya. Sadar dengan hal ini, si bungsu bisa jadi sosok yang ceria, menyenangkan dan ditunggu-tunggu kehadirannya, untuk meramaikan suasana rumah. Banjir perhatian dari sekitar bisa jadi bumerang kalau si bungsu tidak bisa mengelolanya dengan baik. Ia bisa berkembang jadi sosok yang manja, haus perhatian, bahkan tergantung sama orang lain.

Bungsu adalah interainer alam, sang Penghibur di keluarga, konklusi dan paling diremehkan. Anak Bungsu sering dianggap paling lemah dalam keluarga dan ini yang membuatnya menjadi selalu paling menang dalam mendapatkan sesuatu, terutama dari orang tuanya. 

Ciri Khusus :
Sebagai teman : Mengambil inisiatif
Ungkapan  : “Berupayalah lebih keras”
Kelebihan  : Berpikir, pengertian, pekerja yg rajin
Kelemahan : Mudah percaya pada orang lain
Selera humor : Menyinggung perasaan
Sikap menjalani sesuatu : Perlahan sambil menikmati pemandangan lingkungan sekitar
Karir : bisnis hiburan, komedian, jurnalis, pelatih, guru






Diolah dari berbagai Sumber.

1 komentar:

darti ndrianti mengatakan...

dartik indrianti, KPP: SENORI, PGSD Angk. 2011 UNIROW TUBAN...

terima kasih bu.. artikel-artikel ibu banyak membantu saya dan menambah pengetahuan saya..
dari artikel tersebut , saya menjadi lebih berfikir dalam menghadapi anak dan menghadapi diri sendiri,, sebagai seorang guru bukankah kita harus mengerti sifat anak tetapi juga lebih mengerti sifat kita sendiri dan lebih memahami, sehingga untuk menghadapi anak lebih baik.

Poskan Komentar