Membantu Anak yang Mengalami Stres



Sebagai manusia yang belum berpengalaman dan kapasitas otak yang belum optimal, seorang anak tidak memiliki kemampuan untuk mencari solusi dari stres yang dideritanya sehingga perlu mendapat bantuan dari orang dewasa untuk dapat mengatasi kesulitannya sehingga stres yang dialaminya tidak berkepanjangan.

Bila ada indikasi anak Anda mengalami stres, hindari untuk merasa panik berlebihan karena bila Anda panik maka Anda dapat pula menderita stres sehingga tidak dapat membantu anak Anda. Yang dapat Anda lakukan untuk membantu anak Anda adalah:

1. Perbaiki pola asuh Anda
Bila selama ini Anda cenderung otoriter atau sebaliknya serba boleh, sebaiknya Anda mengubah pola asuh Anda agar anak Anda tidak merasa terbebani dengan tuntutan yang berlebihan. Sebaliknya, berikan aturan yang jelas, mengapa aturan tersebut diberikan dan konsekuensi apabila peraturan dilanggar. Jangan lupa untuk memberikan pujian jika anak Anda bersikap positif, tetapi berikan teguran atau disiplin apabila anak melakukan pelanggaran serta penjelasan mengapa disiplin diberikan dan bukan karena orang tua membenci anaknya.

2. Jangan buat tuntutan yang berlebihan
Orang tua menginginkan anaknya mencapai yang terbaik, tetapi jangan tetapkan target yang tidak dapat dicapai oleh anak. Jangan pula mengritik atau membanding-bandingkan seorang anak dengan orang lain. Terimalah seorang anak dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Jika seorang anak gagal mencapai tuntutan yang Anda berikan, jangan menghukum atau mengejeknya, tetapi bantulah anak agar dapat menjadi lebih baik di kemudian hari. Kegagalan yang dialami anak sekarang bukan berarti dia tidak dapat menjadi lebih baik dan bukan berarti akhir segalanya.

3. Buat kedekatan dengan anak dan komunikasi yang terbuka
Kedekatan orang tua dengan anak akan membantu seorang anak terbuka terhadap orang tua dan leluasa menjadikan orang tua sebagai tempat curhat. Anak dapat menceritakan kejadian yang tidak menyenangkan yang dialaminya saat di sekolah atau di luar rumah. Orang tua, sebagai manusia yang lebih berpengalaman dapat memberikan solusi yang baik untuk anak atau mengambil tindakan yang diperlukan agar kejadian tidak menyenangkan dapat dihindari. Ini sangat baik dibandingkan jika anak menceritakan permasalahannnya kepada teman sebaya atau orang lain yang tidak tepat yang dapat memberikan saran yang membuatnya semakin terpuruk.

4. Ciptakan keluarga yang harmonis
Hubungan ayah ibu yang harmonis, kedekatan dengan kakak adik dan anggota keluarga lain membuat anak merasa nyaman dan betah di rumah, membantunya terhindar dari pergaulan buruk yang dapat menimbulkan berbagai masalah yang dapat membuat anak stres. Selain itu, dengan keluarga harmonis dapat menghindari terjadinya pertengkaran bahkan perceraian yang akan mengganggu kestabilan emosi anak.
Bentuk anak yang mandiri

Seorang anak pada saatnya harus menjadi mandiri, karena tidak mungkin orang tua terus menerus mengawasinya. Maka, bantu anak dengan melatihnya untuk membuat keputusan yang diperlukan. Misalnya, saat seorang anak menanyakan apakah suatu tindakan boleh dilakukan atau tidak, ajak anak berdiskusi apa hal baik dan hal negatif yang akan terjadi jika anak melakukan hal tersebut. Hal ini dapat membantu anak jika suatu saat ia harus membuat keputusan tanpa bantuan orang tua. Anak yang mandiri juga akan lebih dpaat menyelesaikan masalahnya dan menangani saat dia merasa tidak nyaman sehingga mencegah anak mengalami stres.

5. Beri keleluasan yang wajar untuk anak
Untuk hal-hal yang tidak terlalu prinsip, berikan keleluasan pada anak. Misalnya dalam menentukan kegiatan ekstrakurikuler atau kursus yang akan diikutinya. Biarkan anak menyalurkan hobinya sehingga anak tidak merasa terkekang dan menikmati aktivitasnya.

6. Berikan makanan sehat dan tidur cukup
Karena asupan gizi dapat mempengaruhi stres anak, maka sajikan makanan yang bergizi untuk Anda, jangan membiasakannya dengan makanan cepat saji, soft drink, atau jajanan lain yang tidak bergizi. Juga biasakan anak agar makan dengan teratur dan tepat waktu. Sedangkan untuk membantu anak cukup tidur, bantu anak agar memiliki jadwal yang baik, tentukan kapan dia boleh bermain, kapan harus mengerjakan tugas dan jadwal lainnya sehingga anak memiliki waktu untuk tidur siang dan tidak sampai harus tidur larut malam untuk mengerjakan tugasnya.

7. Ikuti Mood Mereka
Ikuti terus bagaimana mood mereka dengan membiasakan untuk bercerita. Tanyakan dengan pertanyaan, "Bagaimana sekolah mu hari ini?" "Bagaimana perasaan kamu?" "Apakah teman kamu masih sering mengganggu kamu?" dan lain sebagainya pada waktu luang. Jika Anda membiasakan mereka untuk menceritakan keseharian mereka, Anda akan mudah menemukan bagaimana mood buah hati.

Jangan anggap remeh apapun yang dia ceritakan, misalnya dia menangis selama dua jam karena malu terpeleset kulit pisang di depan teman-temannya. Mungkin Anda menganggapnya lucu. Tapi akan lebih baik menceritakan pengalaman yang mungkin sama dengannya saat Anda masih belia. Pengalaman itu dapat menghiburnya.

8. Jaga Perbuatan dan Ucapan Anda
Semua yang tampak baik kadang tidak seperti itu keadaannya. Bisa jadi Anda sedang bertengkar dengan suami, dan si kecil tahu.

Anda mungkin heran dari mana si kecil tahu permasalahan orang tua mereka, padahal Anda menutup rapat masalah pertengkaran bersama suami. Perkataan sinis pada suami atau curhat Anda kepada saudara melalui telepon bisa ditangkap sebagai sesuatu yang tidak beres bagi anak Anda.
Jangan memarahi apalagi sampai menghukum si kecil bila dia terlanjur mengetahui permasalahan dalam keluarga. Tanyakan dari mana dia mengetahui hal itu, dan jelaskan sebaik yang Anda bisa bahwa Anda, suami Anda dan putra-putri Anda akan baik-baik saja.

Tunjukkan pada mereka bahwa kadang berselisih pendapat adalah hal yang wajar. Tetap tunjukkan rasa hormat Anda kepada suami Anda, karena apa yang anak Anda lihat dan dengar, itulah yang mereka rasakan.
Karena itu, akan bijak jika Anda lebih berhati-hati dalam perkataan, tingkah laku atau saat bercerita pada sahabat mengenai masalah Anda. Percayalah, saat putra-putri Anda tahu bahwa orang tua mereka dalam masalah, mereka akan memikirkan hal tersebut dan lebih banyak menyimpannya seorang diri tanpa sepengetahuan Anda.

9. Fokus Pada Hal Positif
Nilai raport anak Anda turun? Atau Anda menjumpai kertas hasil ulangan dengan nilai 20 disembunyikan di bawah kasur? Jangan langsung memberi cap putra-putri Anda sebagai anak bodoh atau menghukum mereka dengan ancaman.
Masalah nilai adalah masalah yang paling sering ditakutkan anak usia sekolah, mereka takut bila orang tua mereka kecewa, terlebih lagi jika Anda dan suami Anda termasuk dalam golongan terpelajar.

Tanyakan dengan nada halus pada mereka, mengapa nilai mereka sampai turun. Bisa jadi mereka memang tidak mengerti topik pelajaran mereka, bisa jadi mereka sakit perut saat ulangan, terimalah alasan mereka dan jadikan sebagai motivasi.
Buat semangat putra-putri Anda mengacu pada hal positif, banggalah pada mereka karena telah mengerjakan ulangan tanpa berbuat curang dan pasti bisa mengerjakan ulangan lebih baik lagi.

10. Temani Saat Menonton

Menonton apa saja, mulai dari televisi, pawai, atau menyaksikan langsung anak-anak jalanan yang menjadi pengemis. Pada saat seperti itu, anak Anda perlu mendapat bimbingan dari Anda mengenai apa yang sedang mereka tonton, mengapa hal itu bisa terjadi dan lain sebagainya. Seringkali mereka bertanya dan Anda adalah orang terbaik untuk menjawab pertanyaan mereka.

Seringkali berita mengenai bencana, kekerasan pada anak dan lain sebagainya membuat mereka trauma sekalipun tidak mengalaminya langsung. Tunjukkan pada mereka bahwa Anda dan suami Anda akan melindungi mereka sebaik yang Anda bisa, sehingga mereka tidak perlu mencemaskan hal tersebut. Mengajak mereka untuk berempati pada orang lain bisa dijadikan kesempatan untuk membuktikan bahwa hidup mereka aman bersama Anda.

11. Buat Mereka Selalu Percaya Diri

Ini sama dengan cara melepaskan stres yang dihadapi orang dewasa, Anda harus menanamkan rasa percaya diri pada putra-putri Anda. Banyak hal yang bisa membuat rasa percaya diri mereka luntur, misalnya ditertawakan teman-temannya saat tampil di depan kelas, atau dalam hal apapun. Anak-anak cenderung lebih rapuh dalam hal ini.

Bila dibiarkan terus menerus, rasa malu dan tidak percaya diri ini akan terbawa hingga dewasa dan melahirkan sikap pesimis. Karena itu, Anda adalah penyemangat terbaik mereka. Buatlah putra-putri Anda bahwa mereka bisa menghadapi apapun dengan usaha maksimal. Selalu dekap mereka dan ucapkan:
"Dalam menghadapi rintangan apapun, kamu harus berusaha terlebih dahulu, berusaha sebaik yang kamu bisa. Jika kamu ada kesulitan, kami ada di sini untuk mendukung dan membantu kamu."

Perhatian dan kasih sayang yang dari orang tua tertutama yang dibutuhkan anak dan membantu anak terhindar dari stres. Maka, terus dukung, latih dan asuh anak Anda agar dia dapat menikmati hari-harinya dengan ceria.

4 komentar:

Brihlyan Chandradika mengatakan...

brihlyan chandradika from KPP Kenduruan/ K12 PGSD UNIROW Tuban say....

Ibu, misalkan yang menderita stres adalah saudara atau teman, apakah cara lain selain yang tercantum dalam artikel Anda? Terimakasih Salam Sukses... ^_^

KURNIA TRIYULI mengatakan...

Untuk orang dewasa baca tips menghilangkan rasa galau. Selain itu juga perlu pendekatan religius sebagai makhluk ciptaan Allah sebaiknya berpasrah diri, apabila segala upaya telah dilakukan. Mau
menerima keadaan dengan ikhlas dan tabah.

luluk pujiari mengatakan...

saya bersependapat dengan pendapat ibu...dengan tidak adanya penekanan pada diri anak yang belum mampu untuk mengasah kemampuan anak tidak boleh adanya paksaan..dan orang tua lebih menghargai kemampuan yang dimiliki oleh anak.

lina dwi mengatakan...

lina dwi lestari
111 911 0138
PGSD Reguler 2011
UNIROW TUBAN
KPP Senori

saya sependapat dengan pendapat ibu...
karena semakin kita bersikap keras dan tidak bisa mengikuti mood anak,anak akan semakin menentang kita...
terima kasih...

Poskan Komentar