Hipnoterapi Sebagai Komplementer Dalam Penanganan Menopause

Menopause merupakan suatu proses alamiah. Masa transisi menopause merupakan saat yang baik untuk meninjau kembali ada atau tidaknya faktor resiko terhadap beberapa penyakit yang akan dialami dikemudian hari. Menopause sendiri dapat diartikan tidak mendapatkan haid selama 12 bulan setelah hari terakhirnya seorang wanita mendapatkan haid. Berbagai macam keluhan atau gejala yang timbul oleh karena adanya perubahan hormonal dan masalah-masalah proses penuaan serta keluhan lain yang berhubungan dengan perasaan subyektifitas. Berbagai cara penanganan dan pencegahan pada keluhan yang timbul pada menopause seperti pengaturan makanan, olah raga yang cukup, pemberian terapi horman pengganti dan pengelolaan diri akan memberikan warna baru bagi seorang wanita dalam menjalankan kehidupannya. Dewasa ini pengelolaan diri sangatlah penting dalam pencapaian proses penyembuhan, dimana pengelolaan diri sangat berpengaruh disaat seseorang sedang menjalani suatu terapi obat tetapi bila dirinya tidak termotivasi untuk sembuh tentunya obat-obatan yang diminumnya tidak akan memberikan hasil yang maksimal. Motivasi diri ini harus timbul dari dalam dirinya sendiri, dimana dorongan dari dalam diri tersebut akan memaksimalkan kerja atau efektifitas dari obat-obatan tersebut. Bentuk pengelolaan diri ini dapat ditempuh dengan banyak cara seperti berdoa, meditasi kesehatan dan yoga, termasuk didalamnya adalah dengan menggunakan metode hipnosis/ hipnoterapi. Kata kunci : menopause,hipnoterapi Mengenal Menopause Menopause merupakan perjalanan normal seorang wanita, dimana sesuai dengan pertambahan umur, tentunya semua fungsi organ tubuh juga mulai menunjukkan adanya perubahan-perubahan yang signifikan. Salah satunya adalah menurunnya fungsi organ reproduksi yaitu ovarium, dimana pada usia sekitar 45 tahun ditandai dengan keluhan haid yang mulai tidak teratur. Biasanya ditandai dengan memendeknya siklus haid dibandingkan dengan siklus haid pada wanita yang lebih muda. Menopause ditandai dengan tidak mendapatkan haid selama 12 bulan setelah hari terakhirnya seorang wanita mendapatkan haid. Keluhan serta gejala klinis Menopause Keluhan dan gejala klinis menopause terdiri dari: 1. Keluhan Vasomotor Hot Flushes, rasa semburan panas, terjadi perubahan kulit yang mendadak, menjadi merah pada daerah dada, leher dan kepala yang biasanya diikuti keringat yang banyak, biasa terjadi pada malam hari, sehingga sering bangun waktu sedang tidur. Gejala subyektif : semburan rasa panas di wajah, dada maupun leher. Gejala obyektif : warna merah di kulit kepala,leher maupun dada. Perubahan fisik : Vasodilatasi perifer, takikardia, tensi normal, temperatur kulit normal kadang lebih rendah. Mekanisme terjadinya sampai sekarang tidak diketahui. Teori yang pernah dikemukakan : aktivasi hilangnya panas, menurunnya sistem sentral thermostat tubuh, pengaruh kadar rendahnya estrogen. Berat ringannya gejala tersebut tergantung kultur, sosio-ekonomi, faktor kejiwaan. Bila semburan panas terjadi biasanya akan mengganggu pola tidur pada malam hari., bila berkepanjangan tidak jarang terjadi insomnia. Keadaan ini akan mengganggu kualitas hidup, termasuk kehidupan seksual. Gangguan vasomotor lain: gangguan perasaan, cemas, mudah tersinggung, daya ingat menurun, lekas lelah, libido turun, depresi sakit kepala dan nyeri-nyeri sendi. 2. Keluhan Atrofi Urogenital Terjadi perubahan pada epitel vagina dimana terjadi atrofi oleh karena terjadinya penurunan kadar estrogen. Saat terjadi atrofi tersebut menyebabkan berkurangnya vaskularisasi jaringan sekitar genitalia dan berakibat berkurang sampai menghilangnya elastisitas jaringan Gangguan tersebut menyebabkan vagina kering, iritasi, timbulnya keputihan diikuti infeksi, dispareunia dan perdarahan pasca senggama. Gangguan juga menyebabkan disuria, nokturia, inkontinensia, dan semua keluhan yang termasuk di kelompok infeksi saluran kencing. 3. Osteoporosis 4. Penyakit Kardio Vaskuler Dari semua keluhan dan gejala di atas pada beberapa wanita sering sekali pada akhirnya menimbulkan kecemasan dan menjadi depresi. Berat dan ringannya kelainan ini berhubungan juga dengan keadaan masa reproduksi, masa menstruasi, keadaan pasca persalinan dan menopause. Depresi klinik ini mencapai puncaknya saat usia 30 tahun, bukan di usia 40 tahun. Gangguan kecemasan dan depresi ini tidak berhubungan dengan adanya penurunan hormon. Patut disyukuri bahwa pada kenyataannya hanya sebagian kecil saja wanita pada masa menopause ini yang mengalami depresi dan lebih banyak wanita dapat melewati masa transisi menopause ini tanpa terganggu kehidupan sehari-hari baik secara emosi dan masalah psikologis lainnya. Dalam penatalaksanaan menopause unsur yang terpenting adalah merubah pola hidup dengan memodifikasi gaya hidup seperti perbaikan nutrisi, olah raga dan menghilangkan stres dan depresi sehingga mereka dapat meningkatkan kualitas hidup baik dalam keseharian dan juga dalam kehidupan seksual. Salah satu cara atau lebih tepat disebut pelengkap atau komplimenter dalam penanganan menopause adalah dengan menggunakan hypnotherapy, suatu teknik pengobatan dengan menggunakan metode hypnosis. Hypnotherapy Hipnoterapi adalah suatu teknik pengobatan dengan menggunakan proses atau metode hypnosis. Masih banyak orang yang beranggapan salah dalam pemahaman hipnosis. Banyak yang mengatakan hipnosis itu jahat, ilmu hitam, sihir dan masih banyak lagi sebutan yang sejenis atau mempunyai kemiripan arti. Selalu ditafsirkan ilmu yang negatif. Sebenarnya tanpa disadari, setiap hari kita sebagai manusia yang hidup di muka bumi ini mengalami proses hipnosis, sebagai contoh saat kita menikmati tayangan televisi, sinetron, kita ikut merasakan suatu perasaan atau sensasi saat menonton tersebut, sedih senang, kecewa, marah. Itu adalah peristiwa hipnosis. Waktu jaman saya dulu, sewaktu pulang dari bioskop, sehabis menonton film laga Bruce Lee, saya melihat orang-orang termasuk diri saya sendiri, berjalan dengan dada tegap terbusung, terpengaruh film tersebut seakan-akan diri kita menjadi jagoan. Itu juga disebut hipnosis. Contoh lain yang sering tidak kita sadari, orangtua kita,sejak kita masih kecil sampai besar, sering dinasihati, sering diberi peringatan-peringatan, baik urusan makan, sekolah, cita-cita, pergaulan, saling menghormati dan menyayangi, hormat pada orangtua dan lain-lain, semuanya disampaikan kepada kita berulang-ulang kali dan berulang-ulang kali sampai kita dewasa. Apa hasilnya sekarang? Pasti semua yang ditanamkan adalah hal-hal yang baik dan kitapun melakukan semua yang baik. Jadi apakah hipnosis itu? Hipnosis adalah: 1. Suatu teknik atau ilmu komunikasi yang persuasif dan sangat luar biasa sehingga dapat membuat seseorang dapat terpengaruh. 2. Suatu teknik atau cara menurunkan gelombang otak. 3. Suatu seni dalam hal pengelolaan alam bawah sadar. 4. Suatu kondisi pikiran yang dihasilkan dari sugesti 5. Suatu kondisi yang menyerupai tidur. 6. Dan masih banyak lagi. Yang terjadi sekarang. Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan seiring semakin mudahnya mendapatkan informasi, baik dari media massa, televisi, radio, iklan, internet yang banyak memaparkan tentang kesehatan khususnya menopause, kita wajib bersyukur bahwa akhirnya kita mendapat banyak sekali informasi-informasi tentang kesehatan. Semua sarana itu banyak sekali memuat informasi yang sangat lengkap, baik tentang penyebab suatu penyakit, bagaimana bisa menjadi sakit dan juga memuat pengobatan serta kiat-kiat untuk menghindari penyakit itu, sehingga secara sadar kita akan selalu waspada dan akan bersikap selalu siap menghadapinya. Tetapi dibalik itu, apakah kita menyadarinya bahwa sesungguhnya semua informasi yang sudah masuk ke dalam ingatan kita, yang terekam dalam ingatan kita, akhirnya akan membuat sebagian orang, khususnya wanita, informasi itu benar-benar menjadi kenyataan yang sesungguhnya. Ternyata informasi tentang menopause ini sering sekali diberikan oleh dokter pada saat seorang wanita datang untuk berobat. Tidak dapat dipungkiri bahwa tidak semua wanita menyadari keberadaan status menopausenya, karena banyak juga wanita yang tidak ambil pusing ketika haid sudah berhenti. Yang sering membuat seorang wanita datang kepada dokternya adalah keluhan haid menjadi tidak teratur atau makin banyak, berbeda dengan kebiasaan haid yang didapat sebelum itu. Terkadang bahkan sering mengeluhkan keluhan yang lain seperti mudah lelah, merasa ngilu atau sakit pada persendian, susah tidur, sakit saat buang air kecil. Biasanya dapat diatasi dengan pengobatan yang sesuai dan tentu saja diberikan terapi pengganti hormon untuk menambah yang mulai berkurang dengan segala konsekuensinya. Sebagian wanita mengalami keluhannya berkurang bahkan keluhan menjadi hilang. Timbul permasalahan adalah ketika wanita tersebut mengeluhkan bahwa keluhan tersebut menjadi bertambah berat, meskipun sudah diobati bermacam-macam obat, keluhan dan sakitnya tidak sembuh juga. Bahkan timbul keluhan baru seperti stres bahkan depresi. Stres memikirkan sakitnya, bahkan stres memikirkan keluarga terutama suaminya karena dirinya merasa sudah tidak bergairah dan kurang memuaskan suaminya, stres memikirkan usia yang bertambah tua, keriput, menjadi kurang menarik, takut ditinggalkan suaminya. Sebagian wanita dapat mengatasi masalah tersebut, dengan cara menyibukkan dirinya dengan suatu hobbynya, aktif olah raga, senam atau aktif di suatu perkumpulan atau organisasi. Ternyata ada sebagian wanita yang tidak mampu mengatasinya, sehingga dirinya tidak mampu bertahan sampai ingin mengakhiri hidupnya. Keluhan-keluhan tersebut banyak diartikan oleh dokter adalah gangguan psikosomatis, maka sering sekali pada akhirnya wanita ini dirujuk ke psikologi atau juga ke ahli jiwa. Biasanya diberikan pengobatan anti depresi, penenang. Pengobatan ini banyak membawa hasil yang baik. Tapi ada juga yang mengeluh “sampai kapan saya menggunakan obat itu”, ada juga yang berpikir “nanti saya menjadi ketergantungan obat”, “nanti kalau tidak minum obat keluhan ini menjadi lebih parah lagi”. Belum lagi terkadang membuat seorang wanita menjadi kurang bergairah, mengantuk terus setiap minum obat tersebut bahkan akhirnya timbul kebosanan. Dalam hal menopause dini, suatu fase menopause yang terjadi sebelum masa sebenarnya seorang wanita mengalami menopause, sebagai contoh seorang wanita yang mengalami operasi seputar kandungan. Hal ini membuat seorang wanita juga akan mudah masuk ke keadaaan stres. Jangankan masalah menopause, seorang wanita yang mengeluh tidak mendapat haid yang berkepanjangan dalam masa reproduksi, itu saja sudah membuat stres. Bayangkan saja, sepasang suami istri yang menginginkan keturunan, ternyata istri mempunyai keluhan haid tidak teratur, atau siklusnya lama, ditambah lagi dihubungkan usia perkawinan boleh dibilang sudah lama, usia wanita tersebut hampir melewati usia aman untuk dapat hamil dan ternyata wanita ini pernah mengalami operasi seputar kandungan, bayangkan bila masalah-masalah ini muncul secara bersamaan, bukankah menjadi beban pikiran yang sangat berat. Bayangkan jugapermasalahan dalam hal terlambat atau haid tidak datang-datang. Ada yang merasa menjadi gemuk kalau tidak haid, kurang sehat, badan menjadi sakit, tidak enak badan, sering masuk angin, merasa kembung dan lain-lain. Hal ini juga terkadang membuat stres. Hipnosis pada menopause Berdasarkan hal-hal di atas, maka jelas bahwa segala sesuatu dari keinginan kita, apapun yang diinginkan, terletak pada diri kita sendiri. Disaat kita berpikir akan sesuatu hal maka hal ini dapat menjadi kenyataan. Oleh karena itu, saya sering memberikan masukan ataupun pengertian kepada teman-teman sejawat, bahwa cara dan teknik berkomunikasi atau apa yang akan kita sampaikan kepada pasien atau orang lain memegang peranan penting dalam hal pencapaian suatu keberhasilan, baik kesembuhan ataupun menemukan solusi dari permasalahan yang ada. Maka dalam hal menangani masalah menopause hendaknya pernyataan atau perkataan kita kepada pasien “menopause adalah suatu siklus kehidupan yang normal pada wanita” harus sering kita sampaikan dan kita tanamkan dengan sangat kuat pada setiap wanita. Perlu disampaikan juga bahwa gangguan haid dan semua keluhan-keluhan yang ada, baik gejala psikosomatis sampai pada kelainan fisik yang terjadi, semuanya disebabkan suatu proses yang normal. Dengan awal yang baik kita melakukan kebiasaan tersebut termasuk belajar mendengarkan dan mencatat semua keluhan pasien, akan menjadikan pasien merasa tenang dan pasrah, akhirnya siap menghadapinya.

0 komentar:

Poskan Komentar