TAK ADA SUBSIDI BBM, ITU PENIPUAN BESAR

Kwik Kian Gie:
Tak ada subsidi BBM. Pemerintah mengambil minyak bumi milik rakyat secara gratis dengan biaya hanya US$ 10/barrel. Tapi karena hanya bisa menjualnya seharga US$ 77/barrel pemerintah merasa rugi jika harga minyak Internasional lebih dari harga itu. Indonesia tidak 100% impor! Kebutuhan BBM Indonesia 1,2 juta bph. Produksi 1 juta bph (dgn biaya < US$ 15/brl) Harusnya impor hanya 0,2 juta bph. Harga Internasional+US$15/barrel. Jika harga minyak Internasional US$ 125/barrel dan biaya US$ 15/barrel serta impor 200 ribu bph maka pemerintah Indonesia dengan harga Rp 4.500/liter (US$ 77/brl) untung US$ 49,4 juta per hari atau Rp 165,8 Trilyun dalam setahun (1US@=Rp 9.200). Pemerintah Untung Rp 165,8 Trilyun! BBM dipakai oleh orang kaya! Yang berkata itu tak tahu BBM dipakai orang miskin seperti: Supir Bis, Metromini, Mikrolet Supir Truk pengangkut barang, Para nelayan, Penumpang angkot (bukan orang kaya) jika BBM naik pasti menderita karena tarif angkot naik. Jika BBM naik, harga barang naik karena didistribusikan dengan Truk/BBM. Rakyat miskin menderita. Jumlah pemilik mobil mewah < 5% (<10 juta) !

0 komentar:

Poskan Komentar