HUJAN ASAM


 Pengertian Hujan Asam
Proses terjadinya hujan dimulai dari air  yang  tersimpan dalam banyak wadah seperti samudera, lautan, sungai, danau dan air yang berada pada daun tumbuhan ataupun permukaan tanah. Air yang ada di berbagai wadah tersebut akan mengalami penguapan atau evaporasi dengan bantuan matahari. Proses penguapan air dari tumbuh-tumbuhan itu dinamakan transpirasi. Kemudian uap-uap air tersebut akan mengalami proses kondensasi atau pemadatan yang akhirnya menjadi awan. Awan-awan itu akan bergerak ke tempat yang berbeda dengan bantuan hembusan angin baik secara vertikal maupun horizontal. Gerakan angin vertikal ke atas menyebabkan awan bergumpal. Gerakan angin tersebut menyebabkan gumpalan awan semakin membesar dan saling bertindih-tindih. Akhirnya gumpalan awan berhasil mencapai atmosfir yang bersuhu lebih dingin. Di sinilah butiran-butiran air dan es mulai terbentuk. Lama-kelamaan angin tidak dapat lagi menopang beratnya awan dan akhirnya awan yang sudah berisi air ini mengalami presipitasi atau proses jatuhnya hujan air, hujan es dan sebagainya ke bumi.

Asam (yang sering diwakili dengan rumus umum HA) secara umum merupakan senyawa kimia yang bila dilarutkan dalam air akan menghasilkan larutan dengan pH lebih kecil dari 7. Dalam definisi modern, asam adalah suatu zat yang dapat memberi proton (ion H+) kepada zat lain (yang disebut basa), atau dapat menerima pasangan elektron bebas dari suatu basa. Suatu asam bereaksi dengan suatu basa dalam reaksi penetralan untuk membentuk garam. Contoh asam adalah asam asetat (ditemukan dalam cuka) dan asam sulfat (digunakan dalam baterai atau aki mobil). Asam umumnya berasa masam; walaupun demikian, mencicipi rasa asam, terutama asam pekat, dapat berbahaya dan tidak dianjurkan.


  HUJAN ASAM

Hujan asam adalah suatu masalah lingkungan yang serius yang harus benar – benar difikirkan oleh umat manusia. Hujan asam merupakan istilah umum untuk menggambarkan turunnya asam dari atmosfir ke bumi. Sebenarnya turunnya asam dari atmosfir ke bumi bukan hanya dalam kondisi basah tetapi juga kering. Sehingga dikenal pula dengan istilah deposisi (penurunan / pengendapan) basah dan deposisi kering. Deposisi basah mengacu pada hujan asam, kabut dan salju. Ketika hujan asam ini mengenai tanah, ia dapat berdampak buruk bagi tumbuhan dan hewan, tergantung dari konsentrasi asamnya, kandungan kimia tanah, kemampuan air atau tanah untuk menahan perubahan PH, dan jenis hewan / tumbuhan yang terkena. Deposisi kering mengacu pada gas dan partikel yang mengandung asam. Sekitar 50% keasaman di atmosfir jatuh kembali ke bumi melalui deposisi kering. Kemudian angin membawa gas dan partikel asam mengenai bangunan, mobil, rumah, dan pohon. Ketika hujan turun, partikel asam yang menempel di bangunan atau di pohon tersebut akan terbilas, menghasilkan air permukaan yang asam.
Hujan asam diartikan sebagai segala macam hujan dengan pH di bawah 5,6. Hujan secara alami bersifat asam (pH sedikit di bawah 6) karena karbondioksida (CO2) di udara yang larut dengan air hujan memiliki bentuk sebagai asam lemah. Jenis asam dalam hujan ini sangat bermanfaat karena membantu melarutkan mineral dalam tanah yang dibutuhkan oleh tumbuhan dan binatang.
Hujan asam disebabkan oleh belerang (sulfur) yang merupakan pengotor dalam bahan bakar fosil serta nitrogen di udara yang bereaksi dengan oksigen membentuk sulfur dioksida dan nitrogen oksida. Zat-zat ini berdifusi ke atmosfer dan bereaksi dengan air untuk membentuk asam sulfat dan asam nitrat yang mudah larut sehingga jatuh bersama air hujan. Air hujan yang asam tersebut akan meningkatkan kadar keasaman tanah dan air permukaan yang terbukti berbahaya bagi kehidupan ikan dan tanaman. Usaha untuk mengatasi hal ini saat ini sedang gencar dilaksanakan.



  PENYEBAB HUJAN ASAM
Secara alami hujan asam dapat terjadi akibat semburan dari gunung berapi dan dari proses biologis di tanah, rawa, dan laut. Akan tetapi, mayoritas hujan asam disebabkan oleh aktivitas manusia seperti industri, pembangkit tenaga listrik, kendaraan bermotor dan pabrik pengolahan pertanian (terutama amonia). Gas-gas yang dihasilkan oleh proses ini dapat terbawa angin hingga ratusan kilometer di atmosfer sebelum berubah menjadi asam dan terdeposit ke tanah. Hal ini dapat mengakibatkan gas - gas oksida - oksida belerang (SO2 dan SO3) dan oksida nitrogen (nitrogen dioxide NO2) di awan. Pada proses pembentukkan hujan akan terbentuk titik – titik air yang akan bereaksi dengan gas buang tersebut dan membentuk asam – asam sulfit, sulfat dan asam nitrat/nitrit, yang jatuh ke bumi sebagai hujan asam. Untuk selanjutnya sebagai bahan pengotor oksida belerang kita sebut sebagai SOX, dan oksida nitrogen NOX. Dalam keadaan kering, sesungguhnya gas – gas tersebut tidak menimbulkan kerusakan, tetapi dalam bentuk titik – titik cairan (dalam bentuk hujan) dengan adanya air dan dibantu oleh ozon akan terbentuk asam yang korosif dan merusak. Ozon sebagai pollutant juga berpengaruh terhadap cerita terbentuknya hujan asam.
Sumber terjadinya NOX dan SOX bermacam – macam, di Amerika dan di Eropa sumber utama dari emisi adalah dari stasiun pembangkit tenaga dengan bahan bakar batu bara atau minyak dengan kandungan belerang yang tinggi. Di Canada sumber utamanya adalah industry peleburan.


PEMBENTUKKAN HUJAN ASAM

Secara sederhana, reaksi pembentukan hujan asam sebagai berikut:



Hujan asam disebabkan oleh SO2 ( Gas Belerang Oksida ) yang bercampur dengan air hujan. Hujan Asam dapat melapukan semua benda di permukaan bumi. Hujan Asam yang melapukan benda di permukaan bumi bersifat Corrosive.
 




Bukti terjadinya peningkatan hujan asam diperoleh dari analisa es kutub. Terlihat turunnya kadar pH sejak dimulainya Revolusi Industri dari 6 menjadi 4,5 atau 4. Informasi lain diperoleh dari organisme yang dikenal sebagai diatom yang menghuni kolam-kolam. Setelah bertahun-tahun, organisme-organisme yang mati akan mengendap dalam lapisan-lapisan sedimen di dasar kolam. Pertumbuhan diatom akan meningkat pada pH tertentu, sehingga jumlah diatom yang ditemukan di dasar kolam akan memperlihatkan perubahan pH secara tahunan bila kita melihat ke masing-masing lapisan tersebut.
Sejak dimulainya Revolusi Industri, jumlah emisi sulfur dioksida dan nitrogen oksida ke atmosfer turut meningkat. Industri yang menggunakan bahan bakar fosil, terutama batu bara, merupakan sumber utama meningkatnya oksida belerang ini. Pembacaan pH di area industri kadang-kadang tercatat hingga 2,4 (tingkat keasaman cuka). Sumber-sumber ini, ditambah oleh transportasi, merupakan penyumbang-penyumbang utama hujan asam.
Masalah hujan asam tidak hanya meningkat sejalan dengan pertumbuhan populasi dan industri tetapi telah berkembang menjadi lebih luas. Penggunaan cerobong asap yang tinggi untuk mengurangi polusi lokal berkontribusi dalam penyebaran hujan asam, karena emisi gas yang dikeluarkannya akan masuk ke sirkulasi udara regional yang memiliki jangkauan lebih luas. Sering sekali, hujan asam terjadi di daerah yang jauh dari lokasi sumbernya, di mana daerah pegunungan cenderung memperoleh lebih banyak karena tingginya curah hujan di sini.
Terdapat hubungan yang erat antara rendahnya pH dengan berkurangnya populasi ikan di danau-danau. pH di bawah 4,5 tidak memungkinkan bagi ikan untuk hidup, sementara pH 6 atau lebih tinggi akan membantu pertumbuhan populasi ikan. Asam di dalam air akan menghambat produksi enzim dari larva ikan trout untuk keluar dari telurnya. Asam juga mengikat logam beracun seperi alumunium di danau. Alumunium akan menyebabkan beberapa ikan mengeluarkan lendir berlebihan di sekitar insangnya sehingga ikan sulit bernafas. Pertumbuhan Phytoplankton yang menjadi sumber makanan ikan juga dihambat oleh tingginya kadar pH.
Tanaman dipengaruhi oleh hujan asam dalam berbagai macam cara. Lapisan lilin pada daun rusak sehingga nutrisi menghilang sehingga tanaman tidak tahan terhadap keadaan dingin, jamur dan serangga. Pertumbuhan akar menjadi lambat sehingga lebih sedikit nutrisi yang bisa diambil, dan mineral-mineral penting menjadi hilang.
Ion-ion beracun yang terlepas akibat hujan asam menjadi ancaman yang besar bagi manusia. Tembaga di air berdampak pada timbulnya wabah diare pada anak dan air tercemar alumunium dapat menyebabkan penyakit Alzheimer.



SEJARAH
Hujan asam dilaporkan pertama kali di Manchester, Inggris, yang menjadi kota penting dalam Revolusi Industri. Pada tahun 1852, Robert Angus Smith menemukan hubungan antara hujan asam dengan polusi udara. Istilah hujan asam tersebut mulai digunakannya pada tahun 1872. Ia mengamati bahwa hujan asam dapat mengarah pada kehancuran alam.
Walaupun hujan asam ditemukan di tahun 1852, baru pada tahun 1970-an para ilmuwan mulai mengadakan banyak melakukan penelitian mengenai fenomena ini. Kesadaran masyarakat akan hujan asam di Amerika Serikat meningkat di tahun 1990-an setelah di New York Times memuat laporan dari Hubbard Brook Experimental Forest di New Hampshire tentang of the banyaknya kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh hujan asam.
Hujan Asam di Indonesia :
Pertumbuhan penduduk yang disertai pertumbuhan ekonomi yang pesat di kawasan Asia Timur termasuk Indonesia berkaitan pula dengan pertumbuhan industry dan transportasi di kawasan ini. Dampak dari kemajuan teknologi dan industry yang pesat di kota – kota besar seperti Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya akan memacu jumlah gas buang ke udara. Dampak pencemaran udara terjadi beberapa tingkat. Pada skala mikro/local, pencemaran udara hanya mempengaruhi kualitas udara setempat, dalam lingkup yang relative terbatas, misalnya pencemaran udara oleh debu. Selain itu terdapat pula pencemaran udara dalam skala meso/regional, yang dampaknya dapat mempengaruhi area yang lebih luas, contohnya hujan asam.
Peningkatan gas buang seperti NO3, NO2, SO2 dan aerosol akan mempengaruhi kadar keasaman air hujan (garis batas keasaman air hujan 5,6 dengan konsentrasi CO2 di atmosfir 330 ppm). Bila keasaman air hujan dibawah 5,6 dikatakan telah terjadi hujan asam.
Bandung terletak pada ketinggian diatas 743 m dari permukaan laut yang dikelilingi oleh pegunungan. Dengan kondisi geografis yang cekungan, udara di kota Bandung akan mengalami kesulitan dalam sirkulasinya. Kondisi ini dapat membahayakan bila terjadi timbunan bahan pencemar. Contributor utama pencemar udara kota Bandung adalah gas CO, NOx, SO2 dan Timbal.
Proses keasaman di Bandung dipengaruhi oleh angin darat, angin laut, angin gunung dan angin lembah yang mempunyai mekanisme yang sangat kompleks. Penelitian di lima wilayah Bandung dari tahun 1990 – 1998, PH air hujan 6,8 – 6,8, dan turun secara drastic pada tahun 1999, PH air hujan 4,40. Selama 15 tahun nilai PH air hujan turun 30,15% demikian pula terhadap konsentrasi ion – ion SO4 2- dan NO3- naik sebesar 165 % dan 23%. Akibat yang dapat ditimbulkan karena hujan asam adalah kerusakan hutan atau vegetasi, gangguan pada kehidupan air, algae, dan perikanan, menimbulkan korosi pada bangunan dan gangguan kesehatan.
Berkaitan dengan penurunan tingkat keasaman air hujan di Bandung tersebut akan diteliti kembali kondisi sumber polusi dan dampaknya terhadap konsentrasi ion – ion SO4 2- dan NO3-.


METODE PENCEGAHAN
Di Amerika Serikat, banyak pembangkit tenaga listrik tenaga batu bara menggunakan Flue gas desulfurization (FGD) untuk menghilangkan gas yang mengandung belerang dari cerobong mereka. Sebagai contoh FGD adalah wet scrubber yang umum digunakan di Amerika Serikat dan negara-negara lainnya. Wet scrubber pada dasarnya adalah tower yang dilengkapi dengan kipas yang mengambil gas asap dari cerobong ke tower tersebut. Kapur atau batu kapur dalam bentuk bubur juga diinjeksikan ke ke dalam tower sehingga bercampur dengan gas cerobong serta bereaksi dengan sulfur dioksida yang ada, Kalsium karbonat dalam batu kapur menghasilkan kalsium sulfat ber pH netral yang secara fisik dapat dikeluarkan dari scrubber. Oleh karena itu, scrubber mengubah polusi menjadi sulfat industri.
Di beberapa area, sulfat tersebut dijual ke pabrik kimia sebagai gipsum bila kadar kalsium sulfatnya tinggi. Di tempat lain, sulfat tersebut ditempatkan di land-fill.



   DAFTAR PUSTAKA
 1.      http://id.shvoong.com 
 2.      http://id.wikipedia.com 
 3.      WEST, B, SANDMAN, P.M dan GREENBERG, M.R. 1998. Panduan Pemberitahuan    Lingkungan Hidup (terjemahan oleh Sudiro), Yayasan Obor Indonesia.


Gempa kuat dan tsunami hantam Jepang

Gempa bumi kuat dan tsunami melanda Jepang dengan pusat gempa di dekat kota Sendai yang terletak di Jepang Timur Laut.
Penduduk kota Tokyo berhamburan ke jalan, gedung-gedung goyang, jaringan kereta api sempat terhenti dan jaringan telepon genggam putus akibat gempa kuat ini.
Perdana menteri Jepang Naoto Kan mengatakan gempa berkekuatan 8,4 pada skala Richter sedangkan Survei Geologi Amerika Serikat mengatakan gempa berkekuatan 8,9 pada skala Richter. Angka manapun yang dipakai, gempa ini merupakan salah satu yang terkuat dalam sejarah Jepang.
 
VIVAnews - Gempa bumi kembali mengguncang Jepang, Jumat siang. Gempa berkekuatan 8,8 pada Skala Richter (SR) ini juga memicu tsunami yang menghantam banyak kendaraan dan sejumlah bangunan di pesisir timur laut Jepang, yang dekat dengan episentrum.

Menurut kantor berita Associated Press, gempa mulai terasa pada pukul 14.46 waktu setempat. Sekitar 30 menit kemudian, terjadi gempa susulan berkekuatan 7,4 SR. Badan Survei Geologi AS menilai bahwa gempa pertama berkekuatan 8,8 SR.

Badan Meteorologi Jepang kemudian mengeluarkan peringatan tsunami di seluruh pesisir timur Jepang, yang menghadapi Samudera Pasifik. Pusat Peringatan Tsunami Pasifik di Hawaii menyatakan bahwa peringatan tsunami juga berlaku di Rusia, Pulau Marcus, dan Kepulauan Mariana.

Peringatan waspada tsunami juga dikeluarkan untuk Guam, Taiwan, Filipina, Indonesia, dan negara bagian Hawaii, AS. Penduduk ibukota Jepang, juga merasakan guncangan gempa.

Pihak berwenang masih memantau apakah bencana gempa dan tsunami itu telah menimbulkan korban jiwa dan kerusakan parah
Tsunami Dahsyat Hantam Pesisir Jepang
Orang kantoran kabur

Jakarta - Gempa besar 8,8 SR yang mengguncang Jepang telah memicu tsunami dahsyat. Ombak besar telah menerpa daratan di wilayah Myagi.

Dalam siaran TV CNN, Jumat (11/3/2011) air telah masuk ke dalam daratan. Air terlihat menyapu semua benda-benda di jalan.

Pukul 14.01 WIB Terlihat air terus bergerak menuju daratan. Perahu kecil maupun kapal pesiar terbawa air hingga daratan. Mobil-mobil, rumah juga hanyut diterjang air.

Gempa terjadi di Menurut badan Survei Geologi AS atau USGS, gempa tersebut berkekuatan 8,8 SR dan melanda sekitar 400 kilometer dari Tokyo dengan kedalaman 20 mil.

Menurut saksi-saksi mata, saat gempa terjadi, kereta super cepat Shinkansen yang tengah melaju pun mendadak berhenti. Belum diketahui berapa korban jiwa yang jatuh akibat bencana ini.

Dampak Perubahan Daya Kutub Magnet Bumi.

Pada tahun 2012, Bangsa Maya selain meramalkan akan terjadi kiamat dimuka bumi ini, menurut mereka kutub-kutub magnet bumi akan mengalami pembalikan. Pembalikan kutub magnet bumi dapat menyebabkan masalah besar bagi bumi, Dampak yang mungkin terjadi akibat perubahan kutub bumi ini antara lain adalah :

  1. Gunung berapi di muka bumi ini akan semakin bertambah jumlahnya, serta pergerakan lempeng tektonik bumi yang semakin aktif dan menyebabkan gempa bumi besar di berbagai belahan dunia.
  2. Daya gravitasi bumi akan mengalami perubahan meskipun kita tidak akan mengetahui bagaimana perubahan tersebut.
  3. Ketahanan tubuh yang dimiliki oleh hewan dan manusia akan melemah, karena sistem ketebalan tubuh pada manusia dan hewan sangat tergantung pada lingkungan dan alam sekitar termasuk terhadap medan magnet bumi.
  4. Benda-benda dari luar angkasa akan semakin banyak yang tertarik masuk kedalam atmosfer bumi, hal ini dapat menyebabkan tabrakan atau benturan dengan benda-benda tersebut dan tentunya hal ini akan sangat membahayakan bagi mahkluk hidup di atas bumi ini.
  5. Sistem komunikasi yang menggunakan gelombang radio akan mengalami kegagalan fungsi, termasuk pembangkit-pembangkit listrik yang ada dimuka bumi ini akan mengalami kerusakan yang sangat parah.
  6. Daya perlindungan bumi terhadap radiasi-radiasi berbahaya dari luar angkasa akan melemah sehingga partikel-partikel perbahaya yang datang dari luar angkasa akan secara bebas masuk menghujani bumi.
Itu tadi adalah sebagian dampak yang akan terjadi apabila medan magnet bumi benar-benar menghilang.

Kutub magnet bumi berganti, kiamatkah?


Informasi yang dikumpulkan dari berbagai sumber (penelitian ilmuwan, wiki, NASA) ini sebagai pengingat bagi kita semua untuk lebih menghargai hidup sendiri, hidup orang lain di sekitar kita, dan perlu untuk memacu kita lebih aktif bertindak.

Dari penelitian bebatuan dan fosil dalam bumi ditemukan perbedaan pola medan magnet bebatuan yang berasal dari masa plestosin dengan bebatuan dari masa sebelumnya.
Penemuan ini pertama kali dipublikasikan oleh orang Jepang: Motonori Matuyama pada tahun 1920, sayangnya pada saat itu ilmuwan kurang mengerti mengenai perubahan medan magnetik bumi sehingga makalah Matuyama dicuekin.
Baru sejak tahun 1960an ke depan, para ilmuwan mulai meneliti dengan serius mengenai hal ini.

Penelitian menunjukkan bahwa bumi memang selalu mengganti kutub magnetnya secara periodik dengan senggang waktu pergantiannya acak antara 5000 tahun sd 250.000 tahun sekali.
Ilmuwan menemukan bahwa kuat medan magnet bumi pada jaman akhir kehidupan dinosaurus adalah 2,5 gauss, sekitar 8% lebih tinggi daripada kuat medan magnet bumi saat ini. (Dengan kata lain kuat medan magnet sekarang ini lebih rendah sekitar 8% daripada jaman akhir dino-dino itu)

Penelitian lebih lanjut menemukan bahwa medan magnet bumi semakin lemah dari waktu ke waktu, walaupun keadaan tanpa medan magnet baru akan tercapai sekitar tahun 3000an Masehi.
Tetapi para ilmuwan sangsi bahwa bumi baru akan berbalik kutub magnetnya apabila mencapai keadaan tanpa medan magnet.
Ilmuwan memperkirakan bahwa bumi sedang menuju ke momentum yang cukup untuk membalikkan sendiri kutubnya , dalam proses pembalikan itu, tidak dapat diperkirakan/dibayangkan seberapa besar pergolakan alam yang akan terjadi. (dari sejarah, pergolakan itu cukup untuk membuat punah kehidupan raksasa dinosaurus)
Setelah proses pembalikan selesai, pergolakan pelan-pelan akan menghilang, bumi kembali menjadi nirvana dan siap untuk kehidupan baru, kutub utara saat ini akan menjadi kutub selatan nanti.

Mengapa laju perubahan ini begitu cepat?

Belum ada yang dapat memperkirakan, tetapi banyak yang menuding cara hidup manusia (keseluruhan) yang menguras isi bumi secara besar-besaran, pembukaan lahan dan peningkatan tingkat kehidupan menyebabkan punahnya banyak species binatang dan tumbuh-tumbuhan, pencemaran udara, air, dan laut, dan banyak hal yang telah dilakukan manusia telah merusak keseimbangan ekosistem bumi, ikut andil dalam mempercepat proses ini.

Mengapa bumi melakukan perubahan kutub magnetnya sendiri?
Ada yang percaya bumi melakukan hal ini untuk menyeimbangkan kembali dirinya, dengan kata lain menyehatkan kembali dirinya, mengatur dirinya sendiri untuk kehidupan yang baru.

Berdasarkan penelitian dari fosil dan bebatuan zaman purba khususnya pada masa kepunahan dinosaurus, apabila apa yang sekarang terjadi di bumi tetap berlangsung seperti sebelumnya, bumi hanya perlu waktu sekitar 100 tahun lagi dari saat ini untuk mencapai momentum yang cukup untuk menggerakkan pembalikan kutubnya.

Banyak orang yang menghubungkan kejadian ini dengan rumor di tahun 2012, banyak juga yang menghubungkannya dengan rencana penampakan dan kedatangan UFO.

Untuk perubahan radikal, kita memang perlu didekatkan kepada AKHIR dari kehidupan kita semua di bumi.

Kita sebagai bagian dari umat manusia, dimana kelangsungan hidup kita sepenuhnya tergantung dari sehatnya bumi ini, dan Demi kelangsungan hidup kita di bumi ini;

Menurut pendapat warga DT:
  1. Tindakan apa saja yang harus kita lakukan secepatnya?
  2. Perubahan paradigma apa yang harus kita lakukan? Implementasinya apa?
  3. Jika kesadaran spiritual berguna untuk menghadapi chaos ini, apa saja yang perlu kita lakukan?
  4. Kebangkitan spiritual adalah salah satu jalan yang dapat meluputkan kita dari murka alam ini. Bagaimana respons anda terhadap pernyataan ini?
  5. ---[deleted]----
Berpikir bersama-sama jauh lebih baik daripada berpikir sendiri-sendiri.
Menghadapi chaos bersama-sama jauh lebih baik daripada menghadapinya sendirian. Toh kita tidak dapat lari lagi, kita belum menemukan planet lain yang lingkungannya cocok dengan keadaan di bumi, dan belum ditemukan teknologi yang dapat mewujudkan hal ini




Sumber:
Wiki:Earth Geomagnetic reversals
Earth Magnetic Reversal
Earth Pole Shift
NASA: Earth Inconstant Magnetic Field

KUTUB MAGNET BUMI

Kutub Magnet Bumi
Print E-mail


Hubungan antara listrik dan kemagnetan dapat dilihat dari pembuktian fenomena Oersted. Fenomena ini menjelaskan tentang sebuah magnet yang dapat berputar (jarum kompas) apabila berada dekat dengan suatu kawat yang dialiri arus listrik. Bumi adalah magnet besar dengan kutub-kutub magnet dan khatulistiwa magnet (magnetic equator). Sumbu magnet bumi dan sumbu rotasi bumi tudak berimpit melainkan dipisahkan oleh sudut 15o.

Bumi memiliki medan magnet sebesar 0,5 gauss dengan referensi arah medan magnet yaitu pada kutub Selatan (Atlantik) dan kutub Utara (Antartik). Pada kompas konvesional, jarum kompas akan selalu mengarah pada posisi referensi kutub Utara bumi (kutub Selatan magnet bumi) ini, dengan syarat atau kondisi tidak terinduksi atau terpengaruh oleh medan magnet lain. Arah medan magnet selalu mengikuti garis-garis gaya magnet, dengan garis-garis mengarah keluar dari kutub Utara magnet bumi menuju ke Selatan magnet bumi. Untuk kompas konvensional, jarum kompas akan berfungsi sebagai sensor medan magnet bumi.

Badai Matahari 2010

VIVAnews - Sejumlah situs berita mancanegara memberitakan ancaman 'tsunami matahari' yang menghantam bumi, Selasa, 3 Agustus 2010 lalu. Benarkah gelombang akibat ledakan besar di atmosfer matahari itu terjadi?

Profesor Riset Astronomi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin, membantah ancaman itu. "Tidak ada tsunami atau badai matahari saat ini," katanya seperti dikutip dari blog pribadinya.

Menurut Thomas, kejadian sebenarnya adalah terjadi ledakan atau flare kecil di matahari pada 1 Agustus 2010 sekitar pukul 16.00 WIB. Bila itu mengarah ke bumi, dampaknya kemungkinan baru terasa sekitar 3 Agustus, tetapi tidak signifikan.

Kejadian pada 1 Agustus tidak berdampak signifikan pada bumi. "Kalau pun ada hanya sedikit gangguan ketinggian orbit satelit dan tampaknya cahaya aurora di langit sekitar kutub karena interaksi partikel matahari yang terperangkap medan magnet bumi dengan atmosfer bumi."

Tsunami matahari berbeda dengan badai matahari. Tsunami matahari adalah ledakan di permukaan matahari yang dampaknya hanya terasa di sekitar titik ledakan. "Ibarat terjadinya gempa di laut, maka gelombang tinggi terjadi menyebabkan tsunami di sekitar episentrum gempa tesebut," katanya.

Ia menambahkan, gelombang tsunami terjadi pada plasma atau gas panas di permukaan matahari sehingga tidak akan berdampak ke bumi. Sedangkan ledakan matahari atau lontaran massa matahari yang dikenal sebagai badai matahari bisa berdampak ke bumi ketika badainya berskala besar dan mengarah ke bumi.

***

Berdasar penelitian National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), yang disponsori lembaga antasariksa Amerika Serikat, NASA, badai matahari terjadi ketika muncul flare atau ledakan besar di atmosfer matahari dengan daya supertinggi.

Badai matahari bisa menyebabkan lonjatan tenaga lisrik hingga miliaran watt. Bila sampai ke bumi, pancarannya akan mempengaruhi medan magnet bumi yang selanjutnya berdampak pada sistem satelit, listrik, dan frekuensi radio. Bumi terancam kehilangan daya listrik.

Badai matahari merupakan siklus biasa yang terjadi setiap 11 tahun. Namun, siklus itu diperkirakan akan mencapai puncaknya pada 2012-2013. Badai matahari pernah melanda bumi pada 1 September 1859. Namun, kala itu tak terlalu berdampak karena kehidupan di masa itu belum ditopang listrik.

Berdasar prediksi tersebut, sejumlah badan antariksa telah berupaya menyiapkan sejumlah strategi menghadapi badai matahari. Strategi untuk mengantisipasi hilangnya daya listrik, satelit, dan frekuensi radio yang menopang kehidupan masyarakat modern masa kini. (adi)
_____________________________________________
Dalam Al Qur'an, Allah mengarahkan perhatian kita kepada sifat yang sangat menarik tentang langit:
"Dan Kami menjadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara, sedang mereka berpaling dari segala tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang ada padanya." (Al Qur'an, 21:32)
Sifat langit ini telah dibuktikan oleh penelitian ilmiah abad ke-20.
Atmosfir yang melingkupi bumi berperan sangat penting bagi berlangsungnya kehidupan. Dengan menghancurkan sejumlah meteor, besar ataupun kecil ketika mereka mendekati bumi, atmosfir mencegah mereka jatuh ke bumi dan membahayakan makhluk hidup.
Atmosfir juga menyaring sinar-sinar dari ruang angkasa yang membahayakan kehidupan. Menariknya, atmosfir hanya membiarkan agar ditembus oleh sinar-sinar tak berbahaya dan berguna, - seperti cahaya tampak, sinar ultraviolet tepi, dan gelombang radio. Semua radiasi ini sangat diperlukan bagi kehidupan. Sinar ultraviolet tepi, yang hanya sebagiannya menembus atmosfir, sangat penting bagi fotosintesis tanaman dan bagi kelangsungan seluruh makhluk hidup. Sebagian besar sinar ultraviolet kuat yang dipancarkan matahari ditahan oleh lapisan ozon atmosfir dan hanya sebagian kecil dan penting saja dari spektrum ultraviolet yang mencapai bumi.

Kebanyakan manusia yang memandang ke arah langit tidak pernah berpikir tentang fungsi atmosfir sebagai pelindung. Hampir tak pernah terlintas dalam benak mereka tentang apa jadinya bumi ini jika atmosfir tidak ada. Foto di atas adalah kawah raksasa yang terbentuk akibat hantaman sebuah meteor yang jatuh di Arizona, Amerika Serikat. Jika atmosfir tidak ada, jutaan meteorid akan jatuh ke Bumi, sehingga menjadikannya tempat yang tak dapat dihuni. Namun, fungsi pelindung dari atmosfir memungkinkan makhluk hidup untuk melangsungkan kehidupannya dengan aman. Ini sudah pasti perlindungan yang Allah berikan bagi manusia, dan sebuah keajaiban yang dinyatakan dalam Al Qur'an.
Fungsi pelindung dari atmosfir tidak berhenti sampai di sini. Atmosfir juga melindungi bumi dari suhu dingin membeku ruang angkasa, yang mencapai sekitar 270 derajat celcius di bawah nol.
Tidak hanya atmosfir yang melindungi bumi dari pengaruh berbahaya. Selain atmosfir, Sabuk Van Allen, suatu lapisan yang tercipta akibat keberadaan medan magnet bumi, juga berperan sebagai perisai melawan radiasi berbahaya yang mengancam planet kita. Radiasi ini, yang terus- menerus dipancarkan oleh matahari dan bintang-bintang lainnya, sangat mematikan bagi makhuk hidup. Jika saja sabuk Van Allen tidak ada, semburan energi raksasa yang disebut jilatan api matahari yang terjadi berkali-berkali pada matahari akan menghancurkan seluruh kehidupan di muka bumi.
Dr. Hugh Ross berkata tentang perang penting Sabuk Van Allen bagi kehidupan kita:
Bumi ternyata memiliki kerapatan terbesar di antara planet-planet lain di tata surya kita. Inti bumi yang terdiri atas unsur nikel dan besi inilah yang menyebabkan keberadaan medan magnetnya yang besar. Medan magnet ini membentuk lapisan pelindung berupa radiasi Van-Allen, yang melindungi Bumi dari pancaran radiasi dari luar angkasa. Jika lapisan pelindung ini tidak ada, maka kehidupan takkan mungkin dapat berlangsung di Bumi. Satu-satunya planet berbatu lain yang berkemungkinan memiliki medan magnet adalah Merkurius - tapi kekuatan medan magnet planet ini 100 kali lebih kecil dari Bumi. Bahkan Venus, planet kembar kita, tidak memiliki medan magnet. Lapisan pelindung Van-Allen ini merupakan sebuah rancangan istimewa yang hanya ada pada Bumi. (http://www.jps.net/bygrace/index. html Taken from Big Bang Refined by Fire by Dr. Hugh Ross, 1998. Reasons To Believe, Pasadena, CA.)
Energi yang dipancarkan dalam satu jilatan api saja, sebagaimana tercatat baru-baru ini, terhitung setara dengan 100 milyar bom atom yang serupa dengan yang dijatuhkan di Hiroshima. Lima puluh delapan jam setelah kilatan tersebut, teramati bahwa jarum magnetik kompas bergerak tidak seperti biasanya, dan 250 kilometer di atas atmosfir bumi terjadi peningkatan suhu tiba-tiba hingga mencapai 2.500 derajat celcius.
Singkatnya, sebuah sistem sempurna sedang bekerja jauh tinggi di atas bumi. Ia melingkupi bumi kita dan melindunginya dari berbagai ancaman dari luar angkasa. Para ilmuwan baru mengetahuinya sekarang, sementara berabad-abad lampau, kita telah diberitahu dalam Al Qur'an tentang atmosfir bumi yang berfungsi sebagai lapisan pelindung.
______________________________________________

KOMPAS.com — Sejumlah peneliti antariksa di dunia memprediksi puncak badai matahari akan terjadi pada pertengahan tahun 2013. Indikasi tersebut berdasar pada aktivitas matahari yang saat ini terus meningkat. Aktivitas matahari ini berupa medan magnet, bintik matahari, ledakan matahari, lontaran massa korona, angin surya, dan partikel energetik.

"Pada 2012 hingga 2015 bintik matahari diperkirakan mencapai titik yang sangat banyak dan itu akan memicu banyak ledakan," ujar Dra Clara Yono Yatini, MSc, Kepala Bidang Aplikasi Geomagnet dan Magnet Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), di sela-sela sosialisasi fenomena cuaca antariksa 2012-2015 di Denpasar, Bali.

Namun, menurutnya, masyarakat tidak perlu khawatir karena badai matahari tidak akan menghancurkan peradaban dunia. "Dampak badai matahari hanya merusak sistem teknologi saja," tegas Clara Yono.

Sistem teknologi yang terpengaruh, misalnya, rusaknya satelit sehingga mengganggu jaringan komunikasi. Dampak lainnya dari badai matahari ini juga dapat mengganggu medan magnet bumi. Seperti tahun 1989 saat badai matahari menyerang Kanada, jelas Clara, terjadi pemadaman listrik karena trafo di pusat jaringan listrik terbakar akibat arus yang sangat besar di bawah permukaan bumi. Badai matahari ini dapat diantisipasi agar tidak menimbulkan kerusakan, seperti mematikan sementara jaringan satelit dan jaringan listrik pada saat terjadi badai matahari.

"Masyarakat jangan terpengaruh dengan film 2012 karena itu sains palsu," pesan Clara Yono. Lapan kini gencar melakukan sosialisasi soal fenomena cuaca antariksa 2012-2015 kepada masyarakat untuk meluruskan cerita-cerita miring terkait kiamat yang tidak jelas dasarnya.

Isu kiamat tahun 2012 seperti yang digambarkan dalam film 2012 memang selama ini terus dikaitkan dengan sejumlah fenomena alam yang akan terjadi di bumi, di antaranya badai matahari ini.

Astronomi (part 1)

Tatkala merujuk kepada matahari dan bulan di dalam Al Qur'an, ditegaskan bahwa masing-masing bergerak dalam orbit atau garis edar tertentu.
"Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya." (Al Qur'an, 21:33)
Disebutkan pula dalam ayat yang lain bahwa matahari tidaklah diam, tetapi bergerak dalam garis edar tertentu:
"Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui." (Al Qur'an, 36:38)
Fakta-fakta yang disampaikan dalam Al Qur'an ini telah ditemukan melalui pengamatan astronomis di zaman kita. Menurut perhitungan para ahli astronomi, matahari bergerak dengan kecepatan luar biasa yang mencapai 720 ribu km per jam ke arah bintang Vega dalam sebuah garis edar yang disebut Solar Apex. Ini berarti matahari bergerak sejauh kurang lebih 17.280.000 kilometer dalam sehari. Bersama matahari, semua planet dan satelit dalam sistem gravitasi matahari juga berjalan menempuh jarak ini. Selanjutnya, semua bintang di alam semesta berada dalam suatu gerakan serupa yang terencana.
Keseluruhan alam semesta yang dipenuhi oleh lintasan dan garis edar seperti ini, dinyatakan dalam Al Qur'an sebagai berikut:
"Demi langit yang mempunyai jalan-jalan." (Al Qur'an, 51:7)
Terdapat sekitar 200 milyar galaksi di alam semesta yang masing-masing terdiri dari hampir 200juta bintang. Sebagian besar bintang-bintang ini mempunyai planet, dan sebagian besar planet-planet ini mempunyai bulan. Semua benda langit tersebut bergerak dalam garis peredaran yang diperhitungkan dengan sangat teliti. Selama jutaan tahun, masing-masing seolah "berenang" sepanjang garis edarnya dalam keserasian dan keteraturan yang sempurna bersama dengan yang lain. Selain itu, sejumlah komet juga bergerak bersama sepanjang garis edar yang ditetapkan baginya.
Garis edar di alam semesta tidak hanya dimiliki oleh benda-benda angkasa. Galaksi-galaksi pun berjalan pada kecepatan luar biasa dalam suatu garis peredaran yang terhitung dan terencana. Selama pergerakan ini, tak satupun dari benda-benda angkasa ini memotong lintasan yang lain, atau bertabrakan dengan lainnya. Bahkan, telah teramati bahwa sejumlah galaksi berpapasan satu sama lain tanpa satu pun dari bagian-bagiannya saling bersentuhan.
Dapat dipastikan bahwa pada saat Al Qur'an diturunkan, manusia tidak memiliki teleskop masa kini ataupun teknologi canggih untuk mengamati ruang angkasa berjarak jutaan kilometer, tidak pula pengetahuan fisika ataupun astronomi modern. Karenanya, saat itu tidaklah mungkin untuk mengatakan secara ilmiah bahwa ruang angkasa "dipenuhi lintasan dan garis edar" sebagaimana dinyatakan dalam ayat tersebut. Akan tetapi, hal ini dinyatakan secara terbuka kepada kita dalam Al Qur'an yang diturunkan pada saat itu: karena Al Qur'an adalah firman Allah.
Sebagaimana komet-komet lain di alam raya, komet Halley, sebagaimana terlihat di atas, juga bergerak mengikuti orbit atau garis edarnya yang telah ditetapkan. Komet ini memiliki garis edar khusus dan bergerak mengikuti garis edar ini secara harmonis bersama-sama dengan benda-benda langit lainnya.
Semua benda langit termasuk planet, satelit yang mengiringi planet, bintang, dan bahkan galaksi, memiliki orbit atau garis edar mereka masing-masing. Semua orbit ini telah ditetapkan berdasarkan perhitungan yang sangat teliti dengan cermat. Yang membangun dan memelihara tatanan sempurna ini adalah Allah, Pencipta seluruh sekalian alam.

Astronomi (Part 2) adakah kehidupan lain

Kita ketahui sampai detik ini bahwa kehidupan manusia berada di planet bumi, sedangkan masih ada planet-planet lain yang berada di dalam susunan tata surya bima sakti. Kenapa di planet-planet lain tidak ada kehidupan? Apa gunanya Allah menciptakan planet-planet lain selain bumi bagi kehidupan manusia? Apakah hanya sebagai penghias jagad raya ini saja, atau ada tujuan lain lagi atas penciptaannya. Sampai hari ini itulah batas pengetahuan manusia.

Untuk mengetahui rahasia terciptanya alam semesta ini sebaiknya mari kita lihat dan observasi Al-Qur’an sebagai Maha Ilmu Kehidupan ini. Allah swt. selalu mengaitkan antara langit dan bumi dalam beberapa ayatnya. Ini menandakan adanya hubungan yang saling terkait erat antara keduanya sebagai sarana tempat kehidupan manusia dan makhluk lainnya. Sejauh ini pengetahuan manusia tentang langit adalah ruang hampa udara yang tak terbatas luasnya, tak berujung pangkal. Sampai hari ini manusia belum mampu sepenuhnya menembus langit dan membuka tabir segala misteri yang menyelubunginya dengan ilmu dan pengetahuan yang dimiliki oleh manusia. Sedangkan pengetahuan tentang bumi, sudah banyak manusia menaklukkannya, mengeksplorasi serta mengeksploitasinya untuk hajat kehidupan manusia, sehingga bumi yang bulat tidak tersekat lagi oleh jarak antara belahan bumi selatan dengan belahan bumi utara. Bumi bagaikan kampung kecil dalam tata surya kita. Sehingga wajar jika manusia ingin menjelajah planet-planet lain untuk hajat kehidupannya, karena memang manusia mempunyai jiwa adventure ingin menjelajahi dan mengembara dimanapun yang belum diketahuinya.

Di dalam Al-Qur’an kata langit disebut sebanyak 300 kali. Sedangkan bumi disebut sebanyak 461 kata. Hanya ada 161 perbedaan jumlah ayat antara langit dan bumi dalam Al-Qur’an, ini menandakan bahwa bumi menempatkan posisi yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa manusia pertama diciptakan Allah swt. dari suatu saripati (berasal) dari tanah (Q.S. Al-Mukminuun/23 : 12). Maka wajarlah jika manusia sangat cinta kepada tanah airnya, karena manusia sangat terikat dengan bumi. Bumi adalah pabrik besar pendaur ulang bagi kehidupan manusia, karena dari bumi/tanahlah manusia berasal, lalu dikembalikan lagi ke bumi (wafat) dan akan dibangkitkan lagi dari bumi pada kali yang lain (Q.S. Thaahaa/20 : 55).

Bumi terdiri dari daratan dan lautan yang komposisinya lebih besar lautan dari daratannya yaitu 75% dari permukaan bumi, berarti manusia hidup dikelilingi oleh air sebagai sumber kehidupannya. Tanpa air manusia tidak dapat hidup. Lalu dari mana asalnya air? Dan siapa yang menurunkannya? Air berasal dari langit yang merupakan hasil kondensasi/penguapan air laut, lalu terjadi proses alam maka turunlah air hujan dari langit yang berguna untuk menumbuhkan berbagai jenis tumbuhan dan pepohonan yang kemudian air tersimpan di dalamnya. Lalu siapakah yang menurunkannya? Dialah Allah swt. Yang Maha Pencipta alam semesta ini, karena Dialah sumber segala kehidupan di alam ini (Q.S. Thaahaa/20 : 53 dan Q.S. Al-Mukminuun/23 : 18). Jadi ada beberapa anasir penting yang dapat membuat manusia itu dapat hidup di bumi, diantaranya adalah air (H2O), oksigen (O2), lapisan atmosfer, gaya gravitasi dan cahaya matahari. Unsur-unsur inilah yang menjadi syarat bagi kelangsungan hidup manusia di bumi.

Lalu kalau kita bertanya adakah kehidupan di planet lain? Ataukah ada planet lain yang bisa dihuni oleh manusia dan keturunannya?

Sepanjang pengetahuan manusia sampai detik ini belum diketemukan kehidupan di planet lain selain bumi. Dan sepanjang sejarah peradaban manusia belum ada planet yang didiami manusia selain di bumi. Tapi yang namanya manusia tak pernah puas dengan apa yang sudah didapatkannya, ia terus melakukan eksplorasi melalang tata surya dengan iptek yang dimilikinya, terus menjelajah yang bisa dijelajah, terus mengadakan observasi dan eksperimen-eksperimen tanpa kenal lelah dan putus asa untuk mendapatkan pengetahuan akan kepastian ada atau tidaknya kehidupan di luar planet bumi. Karena sebagian manusia sudah bosan hidup di bumi , ia ingin mencari, menjelajah dan mendiami planet selain bumi untuk dihuni. Sehingga apapun akan dikorbankan, baik itu berupa harta maupun jiwa untuk mendapatkan sesuatu yang dicarinya dan dicita-citakannya yaitu mengungkap rahasia alam semesta ini. Sudah banyak misi yang dilakukan oleh negara-negara maju seperti AS, Rusia, Eropa, Jepang dan Cina untuk menjelajah dan mempelajari benda-benda di luar angkasa sana. Sejauh ini ada yang berhasil dan ada juga yang mengalami kegagalan.

Allah swt. sebagai Sang Khaliq memberikan kebebasan sebebas bebasnya kepada manusia untuk menembus, melintasi serta menjelajahi seantero/penjuru langit dan bumi atau alam semesta ini sekemampuan yang dimiliki oleh manusia, sebagaimana tersurat dalam Al-Qur’an surat Ar-Rahmaan : 33,artinya :
“Hai jama’ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus(melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan alat(kekuatan)”.

Mendengar, melihat dan memahami apa yang terdapat dalam ayat tersebut di atas, maka di situlah jaminan dan harapan bagi manusia yang Allah swt. informasikan kepada manusia, bahwa di luar planet bumi ada secercah harapan kemungkinan kehidupan di planet lain, asalkan manusia terus berkesinambungan tanpa putus asa untuk mempelajari, mengolah dan melakukan eksperimen-eksperimen untuk menciptakan suasana kehidupan seperti di planet bumi.

Tapi jika kehidupan lain itu ada, mungkin manusia bumi tak akan pernah dapat sampai kesana. Mengingat jarak yang begitu jauhnya, dimana bila seluruh energi di bumi ini dikumpulkan untuk bahan bakar kendaraan angkasa, sangatlah sulit untuk mencapai bintang terdekat saja yang berjarak 4,5 tahun cahaya. (1 detik cahaya=300.000 kilometer). Seperti yang disebutkan dalam Surat Ar-Rohman tersebut "....kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan alat(kekuatan)...". Jadi kesimpulannya hanya peralatan sajalah yang dapat menembus ataupun mendeteksinya.
Yang sesungguhnya hanya Allah yang tahu. Subhanallah. Maha Suci Allah.

Makna Lagu Jawa Yang Berjudul Lir-Lir

Makna Lagu Jawa Yang Berjudul Lir-Lir
 
Ilir-ilir

Ilir-ilir, Ilir-ilir, tandure wus sumilir
Tak ijo royo-royo, tak sengguh temanten anyar
Cah angon, cah angon, penekna blimbing kuwi
Lunyu-lunyu penekna kanggo mbasuh dodotira
Dodotira, dodotira kumitir bedah ing pingggir
Dondomana, jlumatana, kanggo seba mengko sore
Mumpung gedhe rembulane, mumpung jembar kalangane
Ya suraka, surak hiya


Bagi masyarakat Jawa tembang ini bukan sekedar tembang dolanan biasa. Terkandung makna mendalam dalam tembang sederhana ini. Tidak ada yang tahu pasti siapa yang menciptakan tembang ini. Karena tembang ini sudah ada sejak ratusan tahun silam. Dilihat dari kedekatan Sunan Kalijaga dengan budaya Jawa dan fakta bahwa beliaulah pencipta beberapa kesenian Jawa yang digunakan sebagai media syiar agama Islam, sebagian besar masyarakat Jawa berpendapat bahwa Sunan Kalijaga-lah yang merupakan pencipta tembang ini. Berikut makna yang terkandung dalam tembang tersebut :

Ilir-ilir, Ilir-ilir, tandure wus sumilir 
(Bangunlah, bangunlah, tanamannya telah bersemi.) 
Kanjeng Sunan mengingatkan agar masyarakat Islam segera bangun dan beraktivitas. Saatnya telah tiba, bagaikan tanaman yang telah siap dipanen, demikian pula rakyat di Jawa saat itu (setelah kejatuhan Majapahit) telah siap menerima petunjuk dan ajaran Islam dari para wali.

Tak ijo royo-royo, tak sengguh temanten anyar 
(Warna hijau yang menyejukkan, bagaikan sepasang pengantin baru)
Hijau adalah warna kejayaan Islam, dan agama Islam disini digambarkan bagai pengantin baru yang menarik hati siapapun yang melihatnya dan membawa ketentraman bagi orang-orang sekitarnya. 

Cah angon, cah angon, penekna blimbing kuwi 
(Anak gembala, tolong panjatkan pohon belimbing itu.) 
Gembala disini adalah para pemimpin. Belimbing adalah buah bersegi lima, yang merupakan simbol lima rukun islam dan sholat lima waktu. Para pemimpin diperintahkan oleh Sunan Kalijaga untuk menjadi suri tauladan bagi rakyatnya dengan menjalankan ajaran Islam secara benar. Yaitu dengan menjalankan lima rukun Islam dan sholat lima waktu.

Lunyu-lunyu penekna kanggo mbasuh dodotira 
(Meskipun licin, tolong memanjatnya, untuk mencuci kain dodotmu.) 
Dodot, sejenis kain kebesaran orang Jawa yang hanya digunakan pada upacara atau saat-saat penting. Buah belimbing pada jaman dahulu, karena kandungan asamnya sering digunakan sebagai pencuci kain, terutama untuk merawat kain batik supaya tetap awet. Dengan kalimat ini Sunan Kalijaga memerintahkan masyarakat Islam untuk tetap senantiasa melaksanakan lima rukun Islam dan mendirikan sholat lima waktu walaupun banyak rintangannya (licin jalannya). Semuanya itu diperlukan untuk menjaga kehidupan beragama mereka. Karena menurut orang Jawa, agama itu seperti pakaian bagi jiwanya. Walaupun bukan sembarang pakaian biasa. 

Dodotira, dodotira kumitir bedah ing pingggir 
(Kain dodotmu, telah rusak dan robek di bagian pinggir)
Kemerosotan moral telah menyebabkan banyak orang meninggalkan ajaran agama mereka sehingga kehidupan beragama mereka digambarkan seperti pakaian yang telah rusak dan robek. 

Dondomana, jlumatana, kanggo seba mengko sore 
(Jahitlah, tisiklah untuk menghadap nanti sore) 
Seba artinya menghadap orang yang berkuasa (raja/gusti), oleh karena itu disebut ‘paseban’ yaitu tempat menghadap raja. Di sini Sunan Kalijaga memerintahkan agar orang Jawa memperbaiki kehidupan beragama yang telah rusak tadi dengan cara menjalankan ajaran agama Islam secara benar, untuk bekal menghadap Allah SWT di hari nanti. 

Mumpung gedhe rembulane, mumpung jembar kalangane 
(Selagi rembulan masih purnama, selagi tempat masih luas dan lapang).
Selagi masih banyak waktu, selagi masih diberi kesempatan, perbaikilah kehidupan beragamamu. 

Ya suraka, surak hiya 
(Bersoraklah, berteriak-lah HIYA) 
Pada saatnya nanti, panggilan dari Yang Maha Kuasa sampai, sewajarnyalah bagi mereka yang telah menjalankan kehidupan beragama-nya dengan baik untuk menjawabnya dengan gembira. 

Demikianlah petunjuk dari Sunan Kalijaga beberapa abad yang silam, yang sampai saat ini pun masih tetap terasa relevansinya. Semoga petunjuk dari salah seorang Waliyullah ini membuat kita semakin tafakur dan tawadu dalam menjalankan ibadah kita dalam kehidupan sehari-hari. Amin

Installasi Stelarium Pada Ubuntu

Prediksi 1 Ramadhan dan 1 Syawal 1431 H Tahun 2010 dengan Stellarium

 
Mungkin sedikit terburu-buru memberikan infomasi jatuhnya hari bulan Ramadhan 1431H dan 1 Syawal 1431 H pada tahun 2010 ini, namanya juga prediksi boleh dipercaya boleh tidak tapi ke akurasian aplikasi Stellarium sudah tidak diragukan lagi melirik postingan saya sebelumnya pada saat menentukan hilal 1 Syawal 1430 H pada tahun 2009 dan Melihat Fenomena Alam 20.000 tahun sekali dengan Stellarium, aplikasi ini cukup bisa dijadikan acuan untuk menentukkan hari-hari penting dalam Islam, yang kebanyakan hari-hari penting dalam Islam ditentukan dengan menggunakan perputaran bulan mengitari bumi.
 
Seperti untuk menentukan hari 1 Syawal 1431 H Umat Muslim menentukan dengan metode perhitungan ruk`yah dan Hisab. Metode hisab biasanya digunakan dengan menggunakan perhitungan langsung putaran bulan mengitari bumi, metode ini digunakan PP Muhamadyah untuk menentukan 1 Syawal atau hari penting dalam Islam, berbeda dengan PP N.U atau Pemerintah Indonesia yang menggunakan metode ruk'yah yaitu dengan melihat bulan secara langsung. Dari kedua metode tersebut mungkin sering terjadi ketidak pastian menentukan hari penting misalnya saja 1 Syawal.
 
Hampir beberapa tahun terakhir terjadi perbedaan menentukan 1 Syawal diantara kedua metode hisab dan ruk'yah. Dengan adanya teknologi kita juga bisa mensimulasikan metode ruk'yah (melihat bulan secara langsung dengan menggunakan aplikasi astonomi yaitu Stellarium.
 
Stellarium ini merupakan aplikasi berbasis FOSS (Free Open Source Software) yang dapat digunakan pada beberapa Operating System Linux, Mac, dan Windows. Pada prinsipnya Penggunaan Stellarium hampir sama pada masing-masing Operating System yang berbeda cuma penginstallanya. Untuk menentukan hari pertama hari puasa bulan Ramadhan 1431 H dan 1 Syawal 1431 H pada tahun 2010 ini cukup mudah dengan menggunakan aplikasi Stellarium, didapatkan hasil hari pertama puasa 1 Ramadhan 1431 H jatuh pada tanggal 10 Agustus 2010 dan 1 Syawal 1431 H jatuh pada tanggal 8 September 2010 versi Aplikasi Stellarium.
 
Installasi Stelarium Pada Ubuntu
 
buka Terminal kesayangan anda Application --> Accesories --> Terminal kemudian ketikan perintah berikut :
 
  1. # sudo apt-get install stellarium 
 
Penggunaan Stellarium
 
1. Buka Aplikasi Stellarium -- Application --> Science --> Stellarium
2. Kemudian Tunggu hingga Stellarium Selesai membuka Aplikasi
3. Setting Stellarium untuk mempermudah melihat bulan tepat pada 0 derajat garis azimud :
- Tekan G untuk menghilangkan kenampkan permukaan bumi
- Tekan Z untuk kenapakan garis azimud
- Tekan A untuk menghilangkan kenamkan atmosfir
4. Tentukan Lokasi Anda dengan menekan F6 kemudian ketikan Lokasi anda untuk melihat bintang
misal Semarang yang sering dijadikan untuk menetukan.
5. Kemudian tekan F3 untuk mencari objek bulan ketikan bulan atau moon
6. Setelah Selesai mengatur Lokasi dilanjutkan mengatur waktu dengan menekan F5 atur tanggal sekitaran mulai awal puasa 1 Ramadhan 1431 H (9-11 Agustus 2010) dan 1 Syawal 1431 H sekitar tanggal (8-11 Sepetember 2010)
mengikuti kalender Indonesia. Panduan untuk menentukan hari agama Islam biasanya di ambil
dari pada waktu tiba waktu magrib jadi atur waktu sekitar pukul 17.20 - 17.50 WIB
 
Hasil Tangkapan Layar Prediksi versi Stellarium
 
1 Ramadhan 1431 H (10 Agustus 2010)
1
1 Syawal 1431 H (8 September 2010)
1

BLACKHOLE DALAM AL-QUR'AN

As-salam,

Istilah "lubang hitam" pertama kali digunakan tahun 1969 oleh fisikawan Amerika John Wheeler. Awalnya, kita beranggapan bahwa kita dapat melihat semua bintang. Akan tetapi, belakangan diketahui bahwa ada bintang-bintang di ruang angkasa yang cahayanya tidak dapat kita lihat. Sebab, cahaya bintang-bintang yang runtuh ini lenyap. Cahaya tidak dapat meloloskan diri dari sebuah lubang hitam disebabkan lubang ini merupakan massa berkerapatan tinggi di dalam sebuah ruang yang kecil. Gravitasi raksasanya bahkan mampu menangkap partikel-partikel tercepat, seperti foton [partikel cahaya]. Misalnya, tahap akhir dari sebuah bintang biasa, yang berukuran tiga kali massa Matahari, berakhir setelah nyala apinya padam dan mengalami keruntuhannya sebagai sebuah lubang hitam bergaris tengah hanya 20 kilometer (12,5 mil)! Lubang hitam berwarna "hitam", yang berarti tertutup dari pengamatan langsung. Namun demikian, keberadaan lubang hitam ini diketahui secara tidak langsung, melalui daya hisap raksasa gaya gravitasinya terhadap benda-benda langit lainnya. Selain gambaran tentang Hari Perhitungan, ayat di bawah ini mungkin juga merujuk pada penemuan ilmiah tentang lubang hitam ini:

Maka apabila bintang-bintang telah dihapuskan (QS. Al Mursalaat, 77: 8)

Selain itu, bintang-bintang bermassa besar juga menyebabkan terbentuknya lekukan-lekukan yang dapat ditemukan di ruang angkasa. Namun, lubang hitam tidak hanya menimbulkan lekukan-lekukan di ruang angkasa tapi juga membuat lubang di dalamnya. Itulah mengapa bintang-bintang runtuh ini dikenal sebagai lubang hitam. Kenyataan ini mungkin dipaparkan di dalam ayat tentang bintang-bintang, dan ini adalah satu bahasan penting lain yang menunjukkan bahwa Al Qur'an adalah firman Allah:

Demi langit dan Ath Thaariq, tahukah kamu apakah Ath Thaariq? (yaitu) bintang yang cahayanya menembus. (QS. At Thaariq, 86: 1-3)

Black Hole adalah bagian dari mahluk semesta alam yang akan 'TAMAT' dan binasa pada hari kiamat nanti. Ia tidak dapat sama sekali disetarakan dengan kehancuran dan kepedihan yang bisa disediakan neraka kepada penghuninya..

--

Alquran memberitahukan kepada kita bahwa keras dan pedihnya azab Allah menyebabkan orang-orang kafir ingin mati dan berteriak.

Mereka berseru: “Hai Malik biarlah Tuhanmu membunuh kami saja.” Dia menjawab: “Kamu akan tetap tinggal (di neraka ini).” (Az Zukhruf : 77)

Malik adalah nama salah satu malaikat penjaga neraka yang sangat kasar. Para penghuni abadi neraka mencari perantara lewat Malik untuk mengantarkan mereka kepada Tuhannya, agar Dia mematikan mereka dan mengambil putusan atas mereka. Dengan singkat, jelas, pasti dan penuh ketenangan, Malik menjawab, “Kamu akan tetap tinggal di sini.” Jadi, tidak ada angan-angan untuk dapat keluar dari neraka dan tidak juga angan-angan untuk mati. Tidak ada jalan menuju peristirahatan.

--

Sungguh tak terperikan!

Aku berlindung pada Allah SWT dari AzabNya yang  amat pedih dan nerakaNya yang menyala2.

AURORA BOREALIS








AURORA BOREALIS











Silabus Metode Penelitian Pendidikan Geografi



SILABUS



1. Identitas mata kuliah

Mata Kuliah : Metode Penelitian Pendidikan Geografi

Jumlah sks : 3 sks

Semester : 6

Jurusan/Program : Pendidikan Geografi/S1

Status mata kuliah : Mata kuliah lanjut

Prasyarat : Telah lulus MKKP, Belajar dan Pembelajaran

Geografi, Media Pembelajaran Geografi,

dan Perencanaan Pembelajaran geografi



2. Tujuan

Selesai mengikuti perkuliahan ini mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan prinsip-prinsip, konsep-konsep, teori-teori, dan metode penelitian pendidikan yang meliputi pengertian, pemahaman, dan kompetensi menyusun proposal penelitian pendidikan dan proposal penelitian tindakan kelas (PTK) sehingga memiliki kemampuan dalam memecahkan permasalahan pendidikan dan pembelajaran geografi agar tercapai tujuan pendidikan dan tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien untuk mempersiapkan diri memasuki profesi guru secara profesional.



3. Deskripsi

Mata kuliah ini merupakan mata kuliah lanjut bagi mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi S1 yang memfasilitasi mahasiswa dalam memahami tentang pentingnya dilakukan penelitian pendidikan. Mahasiswa sebagai calon guru geografi harus memiliki kemampuan dalam mencermati permasalahan pendidikan geografi, termasuk di dalamnya permasalahan pembelajaran geografi. Mata kuliah ini membekali mahasiswa tentang pengertian, pemahaman, dan kompetensi menyusun proposal penelitian pendidikan dan proposal penelitian tindakan kelas (PTK). Para mahasiswa dibimbing dan dikembangkan kemampuannya dalam memecahkan permasalahan pendidikan dan pembelajaran geografi agar tercapai tujuan pendidikan dan tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien. Kemampuan tersebut sangat penting dimiliki oleh mahasiswa dalam mempersiapkan diri memasuki profesi guru sesara profesional.



4. Pendekatan pembelajaran

Perkuliahan ini menggunakan pendekatan ekspositori dan inkuiri.

a. Metode : ceramah, tanya jawab, diskusi, dan pemecahan masalah



b. Tugas : laporan buku & makalah, pengumpulan data lapangan, penyajian

proposal penelitian.

c. Media : LCD, OHP.



5. Evaluasi

Keberhasilan mahasiswa dalam perkuliahan ini ditentukan oleh prestasi yang bersangkutan dalam:

No. Aspek yang Dinilai Bobot

a. Kehadiran 10

b. Partisipasi kegiatan kelas 10

c. Laporan hasil observasi 15

d. Pembuatan proposal 15

e. Penyajian proposal 15

f. Ujian tengah Semester 15

g. Ujian Akhir Semester 20



6. Rincian materi perkuliahan tiap pertemuan

Pertemuan 1 : Membahas silabus perkuliahan, tujuan, ruang lingkup materi perkuliahan, prosedur perkuliahan, dan sumber referensi.

Pertemuan 2-3 : Hakikat penelitian kaitannya dengan pendidikan dan pengajaran geografi. Perkembangan metodologi penelitian, pendidikan sebagai ilmu dan praksis, aplikasi penelitian dalam pendidikan dan pembelajaran geografi

Pertemuan 4 : Penelitian pendidikan dan penelitian tindakan kelas. Filosofis, Perbedaan dan persamaan, pendekatan, objek kajian.

Pertemuan 5 : Prosedur penelitian tindakan kelas. Masalah dan pemecahan, rencana pemecahan masalah.

Pertemuan 6 : Evaluasi dan refleksi. Menentukan data dan instrumen penelitian, indikator keberhasilan, dan analisis data.

Pertemuan 7 : Penyajian proposal penelitian tindakan kelas

Pertemuan 8 : Penulisan laporan Penelitan tindakan kelas. Sistematika pelaporan dan isi laporan.

Pertemuan 9 : Ujian Tengah Semester

Pertemuan 10 : Prosedur penelitian pendidikan. Jenis-jenis penelitian dalam pendidikan, masalah-masalah pendidikan, subjek dan objek penelitian pendidikan.

Pertemuan 11 : Kajian pustaka. Kegunaan kajian pustaka, menentukan pustaka, anggapan dasar, dan hipotesis penelitian.

Pertemuan 12 : Metode penelitian. Ragam metode penelitian pendidikan, menentukan ukuran populasi dan sampel penelitian.

Pertemuan 13 : Pengumpulan dan analisis data. Menentukan sumber data, instrumen penelitian, dan analisis data.

Pertemuan 14 : Penyajian proposal penelitian

Pertemuan 15 : Penulisan laporan penelitian. Sistematika laporan dan isi laporan.

Pertemuan 16 : Ujian Akhir Semester





7. Referensi

Asher, W. (1976). Educational Research and Evaluation Methods. Boston. Little Brown and Company.

Arikunto, S. (2000). Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Praktik. Jakarta. Bina Aksara.

..................(2000). Manajemen Penelitian. Jakarta. Bina Aksara.

Best,J.W. (1977). Research in Education. New Delhi. Prentice Hall of India Private Limited.

Borg, W.R., Gall, M.D. (1979). Educational Research. New York. Logman.

Burroughs, G.E.R. (1975). Design and analysis in Education Research. Oxford Alden.

Dalaen, V. (1962). Understanding educational Research. New York. McGraw-Hil Book Company.

Elvey, M. (1996). The Theory and Practice of Action research Changing Education. Journal for Teachers and Administration. V. 2 No. 6. page 6-9.

Hopkins, D. (1993). A. Teacher’s Guide to Classroom Research. Philadelphia. Open University Press.

Johnston, M. (1999). Penelitian Tindakan Kelas.

Kartono, K. (1980). Pengantar Metodologi research Sosial. Bandung. Alumni.

Kemmis and Taggart. (1990). The actioan Research Planner. Victoria. Deakin University Press.

................(1990). The Action research Reader. Vicyoria. Deakin University Press.

Koentjaraningrat. (1977). Metode-Metode Penelitian Masyarakat. Jakarta. Gramedia.

Merlin c. Wittrock (ed). (1986). handbook of research on teaching. New York. Praeger publishers.

Noffke and Stevenson B. Robert. (1995). Educational Action Research. New York. Teachers College. Collumbia University.

Singarimbun, M. (1989). Metode Penelitian Survai. Jakarta. LP3ES.

Suryanto. (1997). Pedoman Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Departemen Pendidikan Nasional.

Tilaar. (1998). Beberapa Agenda Reformasi Pendidikan Nasional dalam Perspektif Abad 21. Magelang. Tera Indonesia.



Sumber dan Dokumen

• Jurnal

• Internet

Silabus Perencanaan Pembelajaran Geografi





SILABUS



1. Identitas mata kuliah

Mata Kuliah : Perencanaan Pembelajaran Geografi

Jumlah sks : 2 sks

Semester : 4

Jurusan/Program : Pendidikan Geografi/S1

Status mata kuliah : Mata kuliah lanjut

Prasyarat : Telah lulus mata kuliah Landasan Pendidkan,

Perkembangan Peserta Didik, dan Pengelolaan

Pendidikan.





2. Tujuan

Selesai mengikuti perkuliahan ini mahasiswa diharapkan memiliki wawasan pengetahuan dan keterampilan dalam menyusun perencanaan pembelajaran yang baik dan benar sebagai bekal bagi para calon tenaga guru dan kependidikan yang handal dan profesional, melalui berbagai metode, model, dan pendekatan pembelajaran serta berbagai aspek yang menjadi tuntutan perencanaan pembelajaran.



3. Deskripsi

Matakuliah perencanaan pengajaran merupakan matakuliah lanjut bagi mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi S1 yang dirancang untuk memberi pemahaman dan keterampilan mahasiswa dalam menyusun perencanaan pembelajaran yang baik dan benar sesuai dengan panduan implementasi Kurikulum 2004 (KTSP). Lingkup teori yang diharapkan difahami mahasiswa antara lain prinsip dan konsep pembelajaran, pendekatan dan model pembelajaran, merumuskan tujuan, penyusunan skenario, dan evaluasi. Sedangkan keterampilan yang diharapkan dikuasai mahasiswa adalah menyusun suatu naskah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan praktek perbaikan proses pembelajaran melalui Penelitian Tindakan Kelas, penelitian pengembangan, dan kuasi eksperimen.



4. Pendekatan pembelajaran

Perkuliahan ini menggunakan pendekatan ekspositori, inkuiri, dan simulasi proses pembelajaran

a. Metode : ceramah, tanya jawab, diskusi, dan pemecahan masalah

b. Tugas : laporan buku, penyajian dan diskusi, dan penyusunan

Rencana pembelajaran

c. Media : LCD, OHP





5. Evaluasi

Keberhasilan mahasiswa dalam perkuliahan ini ditentukan oleh prestasi yang bersangkutan dalam:

a. kehadiran di kelas

b. partisipasi kegiatan kelas

c. membuat tugas sebagaimana yang diwajibkan.

d. UTS dan UAS



6. Rincian materi perkuliahan tiap pertemuan

Pertemuan 1 : Pengantar

Membahas silabus perkuliahan termasuk mengemukakan tentang tujuan, ruang lingkup, prosedur perkuliahan, penjelasan tentang tugas yang harus dilakukan mahasiswa, ujian yang harus diikuti termasuk jenis soal dan cara menyelesaikan/menjawab pertanyaan, dan sumber-sumber belajar. Selain itu akan diantarkan pula peranan dan fungsi matakuliah Perencanaan Pengajaran Geografi pada program studi/jurusan Pendidikan Geografi di UPI.

Pertemuan 2 : Pengertian & tujuan perencanan pengajaran geografi

Dalam pertemuan kedua dibahas tentang pengertian dan masalah pokok dalam perencanaan pengajaran. Dijelaskan pula tentang proses, jenis dan pentingnya perencanaan pengajaran.

Pertemuan 3 : Pendekatan pembelajaran geografi

Menguraikan tentang berbagai pendekatan dalam proses pembelajaran pada umumnya dan pembelajaran geografi pada khususnya. Materi ditekankan pada pengenalan tentang keragaman pendekatan pembelajaran yang berdampak pada strategi (atau model) pembelajaran, penggunaan metode, tehnik dan taktik pembelajaran. Pendekatan yang dikenalkan antra lain pendekatan sistem dalam pengajaran, pendekatan yang berfokus pada siswa, guru, masalah dan teknologi.

Pertemuan 4 : Model dan metode pembelajaran

Materi diarahkan kepada pengenalan berbagai model dan metode pembelajaran yang digunakan untuk tujuan tertentu. Model yang diperkenalkan antara lain model pemrosesan informasi, sosial, pribadi dan perilaku. Metode yang dikenalkan antara lain metode ceramah, diskusi, tanya jawab, penugasan dan praktek lapangan.

Pertemuan 5 : Perumusan tujuan dalam perencanaan pembelajaran

Materi diarahkan kepada penguasaan peserta didik (mahasiswa) untuk mampu merumuskan tujuan pembelajaran yang baik.

Pertemuan 6 : Penyusunan skenario pembelajaran (1)

Materi diarahkan kepada penguasaan peserta didik (mahasiswa) untuk mampu menyusun skenario pembelajaran dengan baik sesuai dengan teori dan prinsip pembelajaran geografi.

Pertemuan 7 : Penyusunan skenario pembelajaran (2)

Lanjutan materi dari pertemuan ke-VI yaitu agar peserta didik (mahasiswa) mampu menyusun skenario pembelajaran dengan baik sesuai dengan teori dan prinsip pembelajaran geografi. Di akhir pertemuan siswa diberi tugas untuk menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sesuai dengan format yang berlaku dalam kurikulum 2004 (KTSP)

Pertemuan 8 : Ujian Tengah Semester

Pertemuan 9 : Perencanaan pemanfaatan bahan dan sumber belajar

Perkuliahan diarahkan pada cara untuk mengidentifikasi dan memanafaatkan sumber belajar.

Pertemuan 10 : Perencanaan penyusunan evaluasi hasil pembelajaran

Dijelaskan tentang pengertian, fungsi & hakekat evaluasi pengajaran, serta penyusunan alat evaluasi pengajaran. Diperkenalkan tentang jenis dan bentuk alat ukur, prinsip-prinsip dasar dan langkah-langkah menyusun tes hasil belajar.

Pertemuan 11 : Praktek implementasi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) I

Kegiatan diarahkan untuk memahami pentingnya manajemen waktu agar perencanaan pembelajaran dapat terlakasan dengan baik, teknik membuka dan menutup pembelajaran yang efektif, dan bentuk penugasan yang bermakna untuk materi berikutnya.

Pertemuan 12 : Praktek implementasi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) II

Kegiatan diarahkan untuk memperbaiki skenario pembelajaran dan pemanfaatan sumber belajar.

Pertemuan 13 : Praktek implementasi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) III

Kegiatan diarahkan untuk memperbaiki teknik evaluasi yang efektif di akhir proses pembelajaran dan penugasan

Pertemuan 14 : Teknik perbaikan proses pembelajaran I

Diperkenalkan tentang pengertian, fungsi, dan manfaat Penelitian Tindakan Kelas.

Pertemuan 15 : Teknik perbaikan proses pembelajaran II

Diperkenalkan tentang pengertian dan perbedaan antara penelitian pengembangan dan kuasi eksperimen untuk perbaikan kinerja pembelajaran.

Pertemuan 16 : Simulasi Perbaikan proses pembelajaran

Perkuliahan diarahkan untuk mempraktekkan perbedaan tiga teknik perbaikan kelas yaitu PTK, penelitian pengembangan dan kuasi eksperimen dan penyusunan laporannya.

Pertemuan 17 : Ujian Akhir Semester





7. Referensi

Anonim. (2003). Pendekatan Kontekstual. Jakarta. Departemen Pendidkan Nasional.

Dikmenum, (1996). Metodologi Pembelajaran, Bahan Penataran untuk Guru SMU, Depdikbud.

Ellis, A.K. (1998). Teaching and Learning Elementary Social Studies. Sixth Edition. Allyn and Bacon. Boston, London, Toronto, Sydney, Tokyo, Singapore.

Hisyam Zaini, Bermawy Munthe, Sekar Ayu Aryani, (2002). Strategi Pembelajaran Aktif di Perguruan Tinggi, Yogyakarta: CTSD, IAIN Sunan Kalijogo.

Nana Sudjana, (1989). Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar, Bandung: Sinar Baru.

Poedjiadi, A. (2005). Sains Teknologi Masyarakat. Bandung. Remaja Rosdakarya

Ratna Wilis Dahar, (1989). Teori-Teori Belajar, Jakarta: Erlangga.

Sukmadinata, N.S. (2004). Kurikulum dan Pembelajaran Kompetensi. Kesuma Karya. Bandung.

Sumaatmadja, N. (1980). Metodologi Pengajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Penerbit Alumni. Bandung



Sumber dan Dokumen:

Jurnal : GEA (Jurusan Pendidikan Geografi)

EduTech (Jurusan Kurikulum dan Teknologi)

Jurnal Penelitian Lembaga Penelitian UPI

Internet : www.dikmenum.go.id dan www.puskur.net

Silabus Evaluasi Pembelajaran Geografi



SILABUS



1. Identitas mata kuliah

Mata Kuliah : Evaluasi Pembelajaran Geografi


Jumlah sks : 3 sks

Semester : 6

Jurusan/Program : Pendidikan Geografi/S1

Status mata kuliah : Mata kuliah lanjut

Prasyarat : Telah lulus mata kuliah Perencanaan

Pembelajaran Geografi dan Strategi Pembelajaran

Geografi.


2. Tujuan

Selesai mengikuti perkuliahan ini mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan prinsip-prinsip, konsep-konsep, dan teori-teori evaluasi pembelajaran sehingga memiliki wawasan pengetahuan dan keahlian dalam membuat instrumen pengukuran, melaksanakan pengukuran, menganalisis data hasil pengukuran baik dengan prosedur kuantitatif maupun kualitatif serta mengambil keputusan pembelajaran yang efektif, sebagai bekal calon guru dan tenaga kependidikan yang profesional.



3. Deskripsi

Mata kuliah Evaluasi Pembelajaran Geografi merupakan mata kuliah lanjut bagi mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi S1 yang mengkaji tentang prinsip-prinsip pengukuran dan penilaian, pelaksanaan pengukuran, serta pengambilan keputusan berkaitan dengan pembelajaran Geografi. Kompetensi yang diharapkan adalah membentuk penguasaan dalam membuat instrumen pengukuran, melaksanakan pengukuran, menganalisis data hasil pengukuran baik dengan prosedur kuantitatif maupun kualitatif serta mengambil keputusan pembelajaran yang efektif. Materi perkuliahan meliputi pengertian, jenis dan fungsi evaluasi, penilaian bentuk tes dan non tes, penyusunan instrumen penilaian, validitas dan reliabilitas instrumen, cara pengolahan hasil pengkururan, serta cara menentukan hasil belajar untuk pengambilan keputusan dalam pembelajaran Geografi.



4. Pendekatan pembelajaran

Untuk memberikan pengalaman belajar yang optimal, maka selama perkuliahan ini dilakukan beberapa metode pembelajaran, yaitu:

a. Diskusi

b. Ceramah dan tanya jawab

c. Latihan terstruktur

d. Pengumpulan data lapangan

e. Pembuatan laporan

f. Penyajian laporan di kelas



5. Evaluasi

Keberhasilan mahasiswa dalam perkuliahan ini ditentukan oleh prestasi yang bersangkutan dalam:

a. kehadiran pada perkuliahan : 10%

b. partisipasi kegiatan di kelas : 10%

c. laporan dan penyajian : 20%

d. UTS : 25%

e. UAS : 35%

6. Rincian materi perkuliahan tiap perkuliahan

Pertemuan 1 : Membahas silabus perkuliahan dan mengakomodasi berbagai masukan dai mahasiswa untuk memberi kemungkinan revisi terhadap pokok bahasan. Pada pertemuan kali ini dikemukakan pula tujuan, ruang lingkup, prosedur perkuliahan, penjelasan tentang tugas yang harus dilakukan mahasiswa, ujian yang harus diikuti termasuk jenis soal dan cara penyelesaian, serta sumber-sumber yang mendukung perkuliahan ini.

Pertemuan 2 : Hakikat evaluasi pembelajaran Geografi, meliputi: (a) Kedudukan dan peran evaluasi dalam pembelajaran Geografi, (b) Perbedaan penilaian dan pengukuran, (c) aspek-aspek yang dinilai dalam pembelajaran, serta (d) Jenis dan fungsi evaluasi.

Pertemuan 3 : Alat Evaluasi, meliputi: (1) rasional penggunaan alat dalam evaluasi, (2) macam-macam alat evaluasi/penilaian, serta (3) fungsi dan kebergunaan masing-masing jenis alat evaluasi.

Pertemuan 4 : Pengembangan alat penilaian tes tertulis bentuk objektif yang meliputi: (1) bentuk-bentuk soal, (2) keunggulan dan kelemahan masing-masing bentuk tes, serta (3) kaidah-kaidah penulisan butir soal tes objektif.

Pertemuan 5 : Lanjutan pengembangan alat penilaian tes tertulis bentuk objektif yang meliputi: (1) indikator soal yang baik, (2) penyusunan alat penilaian bentuk tes pilihan ganda.

Pertemuan 6 : Telaah alat penilaian, meliputi kajian terhadap soal yang sudah disusun dengan mengambil beberapa contoh soal yang disusun para guru untuk dikritisi keunggulan dan kelemahan yang ada berdasarkan indikator-indikator soal yang baik.

Pertemuan 7 : Ujian Tengah Semester


Pertemuan 8 : Pengembangan alat penilaian tes perbuatan (praktik) pembelajaran Geografi, meliputi: (1) bentuk-bentuk penilaian untuk berbagai praktik seperti pemetaan, praktik lapangan, dan partisipasi di kelas, (2) jenis alat penilaian praktik, (3) cara penyusunan alat praktik, serta (4) validitas dan reliabilitas alat praktik.

Pertemuan 9 : Pengembangan alat penilaian tes bentuk essay, meliputi: (1) keunggulan dan kelemahan penilaian essay, (2) cara mengantisipasi kelemahan penilaian bentuk essay, serta (3) cara penyusunan tes bentuk essay.

Pertemuan 10 : Pengembangan penilaian non tes, meliputi: (1) wawancara, (2) observasi, (3) sikap dan minat, serta (4) penilaian portofolio.

Pertemuan 11 : Validitas dan reliabilitas alat, meliputi: (1) pentingnya validitas dan reliabilitas alat evaluasi, (2) jenis validitas dan reliabilitas, (3) cara-cara perhitungan validitas dan reliabilitas alat evaluasi.

Pertemuan 12 : Sistem penilaian, meliputi: (1) Penilaian Acuan Normatif (PAN) dan Patokan (PAP), (2) fungsi PAN dan PAP, serta (3) Penggunaan PAN dan PAP.

Pertemuan 13 : Penentuan nilai akhir dan pelaporan hasil belajar, meliputi: (1) fungsi nilai akhir, (2) faktor-faktor yang menentukan nilai akhir, (3) perhitungan nilai akhir, serta (4) cara penyusunan pelaporan hasil belajar.

Pertemuan 14 : Praktik validitas dan reliabilitas alat penilaian dengan menggunakan program komputer Excel, SPSS, dan Iteman.

Pertemuan 15 : Lanjutan praktik valliditas dan reliabilitas alat penilaian dengan menggunakan program Excel,SPSS, dan Iteman.

Pertemuan 16 : Ujian Akhir Semester





7. Referensi

Awan Mutakin dkk. (1988). Penilaian Dalam Pendidikan, Bandung: IKIP Bandung.

Gable K, Robert. (1966). Instrument Development in Affective Domain, Boston: Kluwer-Nijhoff Pub.

Gronlund, Norman E. (1970). Measurement and Evaluation in Teaching, N.Y.: MacMillan Pub. Co.

Popham, James. (1981). Modern Educational Measurement. London: Prentice-Hall Inc.

Subino. (1987). Konstruksi dan Analisis Tes: Suatu Pengantar Kepada Teori Tes dan Pengukuran, Jakarta Depdikbud.

Suharsimi. (1987). Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan, Yogyakarta: Bumi Aksara.





Sumber dan Dokumen :

• Jurnal

• Internet

Silabus Kosmografi





SILABUS



Mata Kuliah : Kosmografi


SKS : 2 (Dua)


Jurusan : Pendidikan Geografi

Prasyarat : -

Waktu Perkuliahan : 2 x 50 menit x 16 pertemuan



1. Deskripsi Mata Kuliah

Mata kuliah Kosmografi merupakan mata kuliah pendukung dalam studi geografi. Terdapat beberapa objek materi geografi yang perlu penjelasan dari kosmografi, seperti keadaan iklim, perubahan iklim baik yang terjadi di belahan bumi utara maupun di belahan bumi selatan, terjadinya angin muson di Indonesia, pembagian waktu, pembelokan arah angin, pasang naik-pasang surut air laut. Materi/pokok bahasan yang diberikan dalam kosmografi antara lain : Universe (jagat raya), galaksi, bintang, tata surya, gerakan bumi, bulan dan gerhana, penanggalan, serta lukisan bola langit serta pengaruhnya terhadap kehidupan manusia.

Setelah mengikuti perkuliahan ini diharapkan mahasiswa memiliki pengetahuan dan wawasan tentang jagat raya beserta isinya sebagai bekal mereka sebagai calon guru geografi di sekolah. Dan yang tidak kalah pentingnya mahasiswa menyadari akan kebesaran Allah sehungga diharapkan dapat meningkatkan keimanannya.



2. Pengalaman Belajar

Selama mengikuti perkuliahan ini mahasiswa diwajibkan untuk mengikuti kegiatan :

a. Tatap muka (ceramah. tanya jawab, diskusi)

b. Presentasi kelompok.



3. Evaluasi Hasil Belajar

Keberhasilan mahasiswa dalam perkuliahan ini ditentukan oleh prestasi yang bersangkutan dalam :

a. Kehadiran di kelas

b. Pertisipasi kegiatan di kelas

c. Pembuatan Makalah  kelompok.

d. UTS dan UAS



4. Uraian Pokok Bahasan Setiap Pertemuan

I. Pengantar Perkuliahan membahas tentang: Silabus perkuliahan, aturan perkuliahan, tujuan, tugas-tugas yang harus dikerjakan, sumber/literatur yang digunakan.

II. Batasan Kosmografi, ruang lingkup bahasan , universe beserta isinya ( luasnya jagat raya, galaksi Bima Sakti, bintang )

III. Tata Surya : teori terjadinya Tata Surya, Anggota Tata Surya, Matahari

IV. Tata Surya (lanjutan) ; Planet (peredaran planet, aspek dan phase planet)

V. Planet Bumi : Gerakan Bumi ( Rotasi , Revolusi, dan Presesi serta akibatnya)

VI. Planet Bumi (lanjutan )

VII. Bulan dan proses terjadinya gerhana (Gerhana bulan dan gerhana matahari)

VIII. Ujian Tengah Semester ( UTS )

IX. Tarikh (Penanggalan) : Tarikh syamsiah dan tarikh komariah.

X. Bola langit dan Sikap bola langit (sikap bola langit tegak, miring dan sejajar)

XI. Tata Koordinat Horizon dan latihan membuat lukisannya

XII. Tata Koordinat Ekuator dan latihan membuat lukisannya

XIII. Menentukan posisi/letak tempat di permukaan bumi dengan menggunakan rumus tinggi kulminasi atas ( Tka).

XIV. Tata Koordinat Ekliptika dan latihan membuat lukisannya.

XV. Diskusi dan resume materi perkuliahan /laporan kunjungan.

XVI. Ujian Akhir Semester ( UAS )



Daftar Literatur



Aristi, dkk. 1995. Perjalanan Mengenal Astronomi. Bandung : UPT Observatorium Boscha ITB.

Departemen Pendidikan Nasional. 2004. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta

Effendi, A.W. 1994. Mengenal Alam Raya . Bandung : Penerbit Pustaka

Jay M. Pasachoff. Astronomy from the Earth to the Universe. p 11 -18.

Moh. Ma mur Tanudidjaja. 1995. Bumi dan Antariksa. Jakarta : Dep. Pendidikan dan Kebudayaan.

Robert R. Baker. Interoduction to Astronomy. p. 1 – 10.



Sumber dan Dokumen

• Jurnal

• Internet