Permainan Mendidik Sesuai Umur Anak




Agar mainan berfungsi secara efektif bagi anak, pilihkan sesuai dengan usia dan kemampuannya.
Saat Anda memasuki toko mainan, Anda mungkin terpana melihat begitu banyaknya jenis mainan yang disediakan. Begitu banyak, hingga Anda mengurungkan niat untuk membeli mainan untuk anak Anda. Toh, si kecil juga tetap asyik meskipun “mainannya” hanya toples berisi permen yang berulangkali dituang dan dimasukkan kembali. Atau, serbet yang berulangkali diseretnya dengan kaki ke sana-kemari.
Namun, Anda perlu mengingat, mainan yang baik haruslah yang mendorong tumbuh-kembang anak. Mainan tersebut juga harus disesuaikan dengan karakter anak. Menurut Dra. Hartanti, M.Si., dosen ahli Psikologi Klinis Universitas Surabaya, jenis permainan yang sesuai untuk anak-anak adalah permainan yang mampu mengembangkan kreativitas, kemampuan motorik dan mengasah kognitif anak. “Pilihlah jenis mainan yang mampu menstimulasi kemampuan berpikir dan mengasah kreativitas anak,” terangnya.
Secara teoritis, Hartanti menjelaskan, jenis permainan anak-anak haruslah memenuhi 5 kriteria. Pertama, permainan harus melatih kemampuan otak kanan yang akan mengasah daya kreativitas anak. Kedua, permainan harus fleksibel. Artinya, jika anak mengalami kegagalan, anak akan mencari cara lain untuk menyelesaikan permainan tersebut. Ketiga original, anak mampu mengembangkan ide-ide dalam banyak permainan baru. Anak akan berkembang sesuai dengan kreativitasnya sendiri. Keempat ilaborasi, anak mendapatkan ide untuk mengembangkan 3 N, yaitu niteni (memperhatikan), nerangne (menerangkan), dan nimbali (memberi respon). Anak tidak hanya mampu meniru, akan tetapi berkarya sesuai keinginannya. Kelima regenerasi, anak mampu membuat suatu perubahan dalam mainan. Permainan ini melatih anak agar mencari ide jika sedang mengalami kebuntuan.
Hal yang perlu diperhatikan bagi orangtua dalam memilih permainan, bahwa tidak semua mainan yang diberikan sesuai dengan usia anak. Permainan yang tepat akan mengembangkan kemampuan kreativitas, motorik dan kognitif anak-anak secara maksimal. “Penting memilih permainan yang sesuai umur. Jika salah pilih, anak akan mengalami kesulitan menguasai permainan dan mudah jenuh. Bermain jadi tidak menyenangkan, anak bisa melempar mainan,” ujar Hartanti.
 Anak usia 12 bulan memiliki rasa ingin tahu yang besar untuk mengetahui sebuah ‘sebab-akibat’, sebuah permainan ‘hide and seek’, bersembunyi di balik kursi atau meja akan menjadi permainan yang menyenangkan bagi mereka. Bagi anak yang berusia 20 bulan, karena kemampuan fisik mereka sudah cukup baik, mereka memiliki keinginan yang kuat untuk tantangan fisik, misalnya menaiki tangga, karena itu carilah tempat yang cukup aman untuk mereka bermain dan kita tetap bisa mengawasinya dengan baik.

0 komentar:

Poskan Komentar