Rumput Laut

Rumput Laut adalah salah satu sumberdaya hayati yang terdapat di wilayah pesisir dan laut. Dalam bahasa Inggris, rumput laut diartikan sebagai seaweed. Sumberdaya ini biasanya dapat ditemui di perairan yang berasosiasi dengan keberadaan ekosistem terumbu karang. Rumput laut alam biasanya dapat hidup di atas substrat pasir dan karang mati. Beberapa daerah pantai di bagian selatan Jawa dan pantai barat Sumatera, rumput laut banyak ditemui hidup di atas karang-karang terjal yang melindungi pantai dari deburan ombak. Di pantai selatan Jawa Barat dan Banten misalnya, rumput laut dapat ditemui di sekitar pantai Santolo dan Sayang Heulang di Kabupaten Garut atau di daerah Ujung Kulon Kabupaten Pandeglang. Sementara di daerah pantai barat Sumatera, rumput laut dapat ditemui di pesisir barat Provinsi Lampung sampai pesisir Sumatera Utara dan Nanggroe Aceh Darussalam. Selain hidup bebas di alam, beberapa jenis rumput laut juga banyak dibudidayakan oleh sebagian masyarakat pesisir Indonesia. Contoh jenis rumput laut yang banyak dibudidayakan diantaranya adalah Euchema cottonii dan Gracelaria sp. Beberapa daerah dan pulau di Indonesia yang masyarakat pesisirnya banyak melakukan usaha budidaya rumput laut ini diantaranya berada di wilayah pesisir Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Provinsi Kepulauan Riau, Pulau Lombok, Sulawesi, Maluku dan Papua. sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Rumput_laut Rumput laut merupakan salah satu komuditas budidaya laut yang dapat diandalkan, mudah dibudidayakan dan mempunyai prospek pasar yang baik serta dapat meningkatkan pemberdayaan masyarakat pantai. Rumput laut merupakan salah satu komuditas perdagangan internasional yang telah diekpor ke lebih dari 30 negara. Daerah penyebaran budidaya rumput laut di Provinsi Maluku tersebar di enam kabupaten yaitu Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku Tengah, Maluku Tenggara, Maluku Tenggara Barat, dan Kepulauan Aru. Produksi rumput laut pada tahun 2005 di Provinsi Maluku sebesar 600,8 ton dengan nilai produksinya RP. 1.658.875.000, dengan frekwensi penanaman enam kali setahun. Hasil ini masih jauh dari yang diharapkan mengingat besarnya potensi usaha budidaya rumput laut. Berdasarkan karakteristik daerah dan ketersediaan sumberdaya, maka diharapkan kawasan pengembangan sentra perikanan di Provinsi Maluku adalah : 1. Seram Bagian Barat : Teluk Kotania 2. Kepulauan Aru : Pulau Wamar 3. Maluku Tenggara : Kei Kecil 4. Maluku Tengah : Teluk Tuhaha (P. Saparua) dan (P. Nusalaut) 5. Maluku Tenggara Barat : Saumlaki sumber: http://www.bkpmd-maluku.com/indonesia/index.php?option=com_content&task=view&id=104&Itemid=106 JENIS RUMPUT LAUT Berikut adalah jenis-jenis rumput laut / alga. diantaranya alga merah, hijau, dan cokelat. dari setiap jenis alga ada beberapa pengelompokanya yaitu : Daftar Jenis ALGA COKLAT: Cystoseira sp. Sargassum crassifolium Dictyopteris sp. Sargassum cristaefolium Dictyota bartayresiana Lamouroux Sargassum duplicatum J.G. Agardh Hormophysa cuneiformis Sargassum echinocarpum Hormophysa triquetra (C. Agardh) Sargassum plagyophyllum (Mertens) Hydroclathrus clatratus (C. Agardh) Sargassum polycystum Oseng Turbinaria conoides (J. Agardh) Padina australis Hauck Turbinaria decurens (Bory) Sargassum binderi (Sonder) Turbinaria murayana Sargassum cinereum J.G. Agardh Turbinaria ornata (Turner) J. Argadh Daftar Jenis ALGA HIJAU: Boergesenia Forbesii (Harvey) Halimeda borneensis Bornetella nitida (Harvey) Halimeda copiosa Caulerpa brachypus Harvey Halimeda cunneata Hering Caulerpa cupressoides Halimeda cylindraceae Decaisne Caulerpa fergusonii Muray Halimeda discoidea Decaisne Caulerpa lentillifera J. Agardh Halimeda distorta Caulerpa lessonii Bory Halimeda gracilis Caulerpa racemosa (Fors) Halimeda laccunalis Taylor Caulerpa racemosa v. clavivera Halimeda macroloba Decaisne Caulerpa racemosa var lamouraouxii Halimeda macrophysa Askenasy Caulerpa racemosa var macrophysa Halimeda micronesica Yamada Caulerpa racemosa var Occidentalis Halimeda minima (W.R. Taylor) Caulerpa racemosa var uvifera Halimeda opuntia (Linnaeus) Caulerpa racemosa var. turbinata Halimeda renschii Hauck Caulerpa serrulata Halimeda simulans Howe Caulerpa sertulariodes Halimeda tuna (Ellis and Solander) Lam. Caulerpa sp. Neomeris annulata Dickie Caulerpa taxifolia Tydemania Expeditions Weber van Bosse Chaetomorpha antennina Udotea argentea Zanardini Chaetomorpha crassa Udotea flabellum (Ellis and Solander) Codium decorticatum Ulva fasciata Delile Codium edule silva Ulva lactuca Linnaeus Codium geppii schmitt Ulva pertusa Kjellman Codium guinense Silva Ulva reticulata Forsskal Codium harveyi Silva Ulva sp. Dictyosphaeria cavernosa Valonia ventricosa J. Agardh Daftar Jenis ALGA MERAH: Acanthophora muscoides Gracilaria foliifera (Forsskal) Boergese Acantophora specifera Gracilaria gigas Harvey Actinotrichia fragilis (Forsskal) Gracilaria salicornia Amphiora peruana Gracilaria salicornia (C. Agardh) Dawson Amphiroa beauvoisii Lamouroux Gracilaria verrucosa Amphiroa rigida Halymenia durvillaei Amphiroa sp. Halymenia harveyana J. Agardh Ceratodityon variabilis Hypnea asperi Bory Chondrococcus hornemannii Hypnea cervicornis J. Agardh. Corallina sp. Hypnea cornuta Eucheuma denticulatum Jania adherens Eucheuma edule Kappaphycus alvarezii (Doty) Eucheuma edule Koetzing Kappaphycus cottonii Eucheuma serra J. Agardh Kappaphycus striatum Galaxaura filamentosa Chou Laurencia elata Galaxaura Kjellmanii Weber van Bosse Laurencia intricata Lamouroux Galaxaura rugosa (Solander) Lamouroux Laurencia nidifica J. Agardh. Galaxaura subfruticulosa Chou. Laurencia obtusa (Hudson) Lamouroux Galaxaura subvefficillata Kjellman Laurencia poitei Galaxaura vietnamensis Dawson Liagora divaricata Tseng Gelidium latifolium Porphyglossum zolingerii Gelidium Sp Porphyra sp. Gigartina affinis Harvey Porphyra sp. fase conchocelis Gracilaria arcuata Zanardini Portieria hornemanii Gracilaria coronopifolia J. Agardh. Rhodimenia sp. Gracilaria eucheumioides Harvey Rhodymenia palmata (Linnaeus) Greville Gracilaria foliifera (Forsskal) Boergese Titanophora pulchra Dawson sumber: http://www.iptek .net .id/ind/pd_alga/?mnu=2 Manfaat Rumput Laut Manfaat rumput laut berdasarkan penelitian tercatat 22 jenis telah dimanfaatkan sebagai makanan. Diwilayah perairan Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Pulau Seram, Bali, Lombok, Kepulauan Riau dan Pulau Seribu diketahui 18 jenis dimanfaatkan sebagai makanan dan 56 jenis sebagai makanan dan obat tradisional oleh masyarakat pesisir. Dari hasil studi tercatat sebanyak 61 jenis dari 27 rumput laut di Kepulauan Riau, Pantai Lampung, Pulau Jawa, Madura, Bali, NTB, NTT, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan beberapa di Kepulauan Maluku sudah terbiasa dijadikan makanan. Jumlah tersebut didominasi oleh 38 jenis dari 17 ganggang merah, 15 jenis dari 5 ganggang hijau dan 8 jenis dari 5 ganggang cokelat. Dari 21 jenis telah dimanfaatkan sebagai obat. Indonesia dikenal negara yang subur dan kaya akan sumber daya alam. Sebagai negara dengan luas wilayah laut lebih dari 70 %, salah satu kekayaan alam yang bisa kita manfaatkan adalah sumber hayati. Selain ikan, alternatif hasil laut yang bisa diolah adalah rumput laut. Rumput laut termasuk dalam anggota alga (tumbuhan memiliki klorofil atau zat hijau daun). Tumbuhan yang hidup diperairan dangkal dan menempel pada karang yang mati ini dibagi kedalam 4 kelas besar, yaitu Rhodophyceae (alga merah), Phaeophyceae (alga cokelat), Chlorophyceae (alga hijau), dan Cyanophyceae (alga biru hijau). Rumput laut banyak digunakan sebagai bahan baku industri. Contohnya yaitu alga cokelat, yang digunakan untuk bahan baku es krim, pengolahan tekstil, pabrik farmasi, semir sepatu, dan pabrik cat. Alga merah untuk bahan baku industri makanan, farmasi, penyamakan kulit, dan pembuatan bir. Selain itu, rumput laut dapat juga digunakan sebagai bahan untuk pupuk tanaman, campuran makanan ternak, dan juga bahan baku kosmetika. Rumput laut diketahui kaya akan nutrisi esensial, seperti enzim, asam nukleat, asam amino, mineral, trace elements, dan vitamin A,B,C,D,E dan K. Karena kandungan gizinya yang tinggi, rumput laut mampu meningkatkan sistem kerja hormonal, limfatik, dan juga saraf. Selain itu, rumput laut juga bisa meningkatkan fungsi pertahanan tubuh, memperbaiki sistem kerja jantung dan peredaran darah, serta sistem pencernaan. Rumput laut dikenal juga sebagai obat tradisional untuk batuk, asma, bronkhitis, TBC, cacingan, sakit perut, demam, rematik, bahkan dipercaya dapat meningkatkan daya seksual. Kandungan yodiumnya diperlukan tubuh untuk mencegah penyakit gondok. Di Cina, rumput laut juga biasa digunakan untuk pengobatan kanker. Tingginya tingkat konsumsi rumput laut mungkin berhubungan dengan rendahnya insiden kanker payudara pada wanita di negara tersebut. Mungkin hal itu disebabkan oleh kandungan klorofil rumput laut yang bersifat antikarsinogenik. Selain itu, karena kandungan vitamin C dan antioksidannya yang dapat melawan radikal bebas, rumput laut bermanfaat untuk memperpanjang usia dan mencegah terjadinya penuaan dini. Semua rumut laut kaya akan kandungan serat yang dapat mencegah kanker usus besar. Serat dapat melancarkan pencernaan dengan membentuk zat seperti gelatin dalam usus halus dan meningkatkan kadar air dalam fases. Konsumsi serat dapat membantu metabolisme lemak sehingga menurunkan kadar kolestrol darah dan gula darah. Rumput laut juga membantu pengobatan tukak lambung, radang usus besar, susah buang air besar, dan gangguan pencernaan lainnya. Pemanfaatan Rumput Laut Secara Umum adalah : 1. Makanan dan susu (Ice cream, yoghurt, waper krim, cokelat susu, pudding instant) 2. Minuman (Minuman ringan, jus buah, bir) 3. Roti 4. Permen 5. Daging ikan dalam kaleng 6. Saus, salad dressing, kecap 7. Makanan diet (Jelly, jam, sirup, puding) 8. Makanan bayi 9. Non pangan (Makanan hewan, makanan ikan, cat, keramik, tekstil, kertas) 10. Farmasi dan koxsmetik (Pasta gigi, shampoo, obat tablet, bahan cetak gigi, obat salep) sumber: http://abumie.wordpress.com/2007/06/28/rumput-laut-kaya-serat-penuh-manfaat/ Gambar Rumput Laut

0 komentar:

Poskan Komentar