Pengertian Bola Bumi dan Bola Langit

Bola bumi adalah Salah satu di antara sembilan planet pengikut matahari sebagai pusat tata surya.
Bola Langit adalah Peletakkan semua benda-benda angkasa seolah-olah berada pada kulit bola sebelah dalam dan semua bergerak pada kulit tersebut.

Keadaan Bumi
Bumi mempunyai garis tengah 12.756 km dan kelilingnya 40.000 km. jari-jari bumi adalah 6.400 km
Equator adalah garis yang membelah bumi menjadi dua bagian sama besar antara belahan bumi Utara dan Belahan bumi selatan.
Garis lintang adalah Garis-garis yang sejajar dengan garis equator.
Jarak antara garis lintang yang satu dengan lintang yang lain sebesar 15 derajat.
Garis bujur adalah garis-garis yang ditarik lurus dari Kutub Utara ke Kutub Selatan.
Jarak antara garis-garis bujur yang berdekatan sebesar 15 derajat
Patokan nol derajat garis bujur adalah Kota Grenwich Inggris.
Daerah yang berada di sebelah timur Kota Grenwich disebut dengan bujur timur sedangkan daerah yang berada di sebelah darat disebut dengan bujur barat.

Lintang Tempat (p) yaitu jarak antara suatu tempat di muka bumi dengan equator, tempat yang berada di sebelah utara equator dihitung positif, sedangkan tempat yang berada di sebelah selatan equator dihitung negatif.
Tempat-tempat yang dilalui equator lintangnya adalah nol derajat, titik kutub utara lintangnya 90 derajat dan titik kutub selatan lintangnya -90 derajat.
Bujur Tempat yaitu jarak suatu tempat di muka bumi ke lingkaran bujur yang melalui Kota Greenwich.
180 derajat BT berhimpit dengan 180 derajat BB, Bujur ini yang dijadikan dasar dalam penarikan International Date Line (Garis Batas Tanggal) yang terletak membujur di lautan Pasifik. Garis batas ini tidaklah persis berhimpit dengan bujur 180 derajat, melainkan ada pembelokan pembelokan beberapa daerah untuk menghindari pulau-pulau.

image
Istilah-istilah pada bola langit
Zenith yaitu titik puncak pada bola langit yang persis berada di kepala kita.
Lingkaran Ufuk adalah lingkarang yang membagi dua sama besar bola langit, yang merupakan batas pandang si pengamat. Jika matahari berada di atas ufuk, maka hari dalam keadaan siang. Dan jika mahari berada di bawah ufuk maka hari dalam keadaan malam.
Kutub Langit Selatan dan Kutub Langit Utara adalah titik pada bola langit yang merupakan proyeksi dari titik kutub selatan dan titik kutub utara bumi.

Lingkaran Equator langit yaitu lingkaran yang merupakan proyeksi lingkaran equator bumi.
Deklinasi (d) yaitu jarak suatu benda langit dengan equator langit. Jika benda langit itu berada di sebelah utara equator maka deklinasinya dihitung positif, sedangkan jika benda langit berada di sebelah selatan equator maka deklinasinya dihitung negatif.
Deklinasi matahari berkisar antara + 23,5 derajat sampai -23,5 derajat.
Deklinasi bulan dapat mencapai maksimum 59 derajat,(lebih besar dari deklinasi matahari)

Sudut waktu (t) yaitu jarak antara suatu benda langit dengan titik kulminasinya. Jika benda langit belum berkulminasi, sudut waktu dihitung negatif dan jika benda langit tersebut sudah berkulminasi maka sudut waktunya dihitung positif.
Lingkaran Ekliptika yaitu lingkaran tempat peredaran semu matahari. Lingkaran ekliptika ini sebetulnya merupakan lingkaran yang dipakai bumi mengelilingi matahari.
Lingkaran Edar bulan yaitu lingkaran yang dipakai bulan dalam mengelilingi bumi.

Titik Aries adalah titik perpotongan antara lingkaran ekliptika dengan equator langit pada saat musim semi, tanggal 21 Maret.
Taqwim matahari/bulan yaitu jarak antara titik aries dengan matahari / bulan diukur sepanjang lingkaran ekliptika.
Asensio Rekta matahari/bulan adalah jarak antara titik aries dengan matahari/bulan diukur sepanjang garis equator

Peredaran Bumi, Matahari dan Bulan
Ada 2 peredaran bumi yang penting untuk diketahui yaitu Rotasi dan Revolusi.
Rotasi bumi yaitu perputaran bumi pada porosnya dari arah barat ke arah timur.sekali putaran penuh memakan waktu selama 24 jam atau satu hari satu malam.
Revolusi bumi yaitu Peredaran bumi mengelilingi matahari dari arah barat ke timur. Satu kali putaran memakan waktu 365,2425 hari. Bidang yang dipakai bumi dalam berevolusi di sebut bidang ekliptika.
Revolusi bumi mengakibatkan peredaran semu tahunan matahari, matahari seolah-olah berjalan melalui manzilah-manzilah (rasi-rasi bintang) sepanjang ekliptika.

Revolusi bulan adalah peredaran bulan mengelilingi bumi. Satu kali berputar memakan waktu 27 hari 7 jam 43,2 menit. periode tersebut disebut waktu sideris.
Revolusi bulan ini dijadikan dasar perhitungan bulan qamariyah (hijriyah), tetapi waktu yang digunakan bukan waktu sideris melainkan waktu sinodis yang lama rata-ratanya 29 hari 12 jam 44 menit dan 2,8 detik.

WAKTU DAERAH
Ada 2 macam waktu yaitu waktu setempat (Local Mean Time) dan waktu daerah (Zone Time). Dalam prakteknya, waktu setempat ini tidak pernah digunakan, melainkan waktu daerah yang sering kita pergunakan.
Indonesia menggunakan tiga waktu daerah masing-masing berbeda satu jam, yaitu WIB pada bujur 105 derajat, WITA pada bujur 120 derajat dan WIT pada 135 derajat

Berdasarkan Keppres RI No 41/1987 tentang Pembagian Wilayah Waktu, Indonesia dibagi menjadi 3 daerah waktu
Yang termasuk WIB adalah : Seluruh Provinsi Dati I Sumatera, Seluruh Provinsi Dati I Jawa dan Madura, Kalbar dan Kalteng.
Yang termasuk WITA adalah : Provinsi Kaltim, Kalsel, Bali, NTB, NTT, Timtim dan Seluruh Provinsi Dati I Sulawesi.
Yang termasuk WIT adalah : Provinsi Maluku dan Irian Jaya.

Menurut perhitungan Julius Caesar pada tahun 46 SM Satu Tahun Masehi berjumlah 365,25 hari, yang artinya setiap 4 tahun terdapat kelebihan satu hari yang diletakkan pada tanggal 29 Februari tahun ke empat.
Pada Tahun 1582 M masa kekuasaan Paus Gregorius XIII atas usul seorang astronom bernama Chavius ternyata terdapat kesalahan dalam perhitungan tahun hijriah dalam sistem penanggalan Julius Caesar sebanyak 13 hari sejak Tahun 46 SM sampai tahun 1582 M.
Menurut Chavius satu tahun masehi berjumlah 365, 2425 hari.

Pada tahun qamariyah bulan ganjil berjumlah 30 hari dan bulan genap berjumlah 29 hari, akan tetapi kadang terjadi pada bulan ke 12(zulhijjah) yang berumur 29 atau 30 hari.
Satu tahun qamariyah =sebanyak 354 hari tahun basithah & 355 hari tahun kabisat.
Satu daur = 30 tahun = 10.631 hari terdapat 11 tahun kabisat
Tanggal 1 Muharram tahun 1 H bertepatan dengan tanggal 16 Juli 622 M.
Antara awal tahun masehi dan tahun hijriyah terdapat selisih 227.016 hari

Pembenaran Al-Qur‘an surat Al-Kahfi ayat 25.
Dalam kurun waktu 100 tahun masehi terdapat 36525 hari, yang jika dihitung dengan dengan tahun qamariyah maka terdapat 103 tahun hijriyah,
Artinya manusia yang berumur 100 tahun masehi berarti berusia 103 tahun hijriyah.
Dalam surat Al-Kahfi dijelaskan bahwa para penghuni gua (Ashabul Kahfi) tertidur dalam gua selama tiga ratus tahun sesuai perhitungan tahun masehi ditambah sembilan tahun sesuai dengan perhitungan tahun qamariyah.

Maka al-Imam Musthafa Al-Maraghi mengatakan dalam tafsir ayat ini :
“ Tiada keraguan sesungguhnya ayat ini menunjukkan mu’jizat Al-Qur’an bahwasanya Rasulullah saw yang tak pernah menganal baca tulis, tak pernah belajar perhitungan dan ilmu falak. Dari mana beliau mengetahui bahwa setiap 100 tahun syamsiyah = 103 tahun qamariyah, setiap 33 tahun masehi = 34 tahun qamariyah, dan setiap 1 tahun masehi terdapat 11 hari tambahan pada tahun qamariyah.
Tiada keraguan bahwa beliau telah diberitahukan oleh Dzat yang Maha Mengetahui dengan perantara wahyu.

0 komentar:

Poskan Komentar