EKOLOGI LAUT TROPIS

Ekologi merupakan ilmu yang mempelajari interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Selain itu, ekologi juga memiliki keterkaitan antara energy, materi dan informasi, energy yang berkaitan di sini adalah hukum termodinamika 1 dan 2. Di dalam ekologi kita mempelajari mengenai habitat, relung/niche, adaptasi, dan evolusi dari makhluk hidup. Dan semua itu merupakan satu kesatuan tak dapat di pisahkan. Niche atau nicia atau di Indonesia kita sebut relung memiliki arti tidak hanya tempat atau ruang yang di tinggali makhluk hidup tetapi sebuah profesi makhluk hidup atau organisme dalam habitatnya atau fungsi makhluk hidup atau peranannya dalam lingkungan hidupnya. Mempelajari tentang nicia atau niche atau relung dapat di gunakan sebagai landasan untuk memahami berfungsinya suatu komunitas dan ekosistem dalam habitat utama. Adaptasi merupakan penyesuaian diri dari suatu makhluk hidup terhadap lingkungannya yang berubah. Adaptasi di bedakan menjadi adaptasi morfologi, adaptasi fisiologi, dan adaptasi kultural. dan yang tidak melakukan adapatasi di sebut maladaptasi. Karena dalam ekologi juga terkait dengan energy maka pasti di dalamnya terdapat siklus energy . siklus tersebut merupakan siklus biogeokimia. siklus biogeokimia adalah siklus unsure atau senyawa kimia yang mengalir dari komponen abiotik ke biotik kemudian kembali lagi ke abiotik, dan rantai makanan termasuk ke dalam siklus ini. dalam rantai makanan itu terjadi pertukaran energy atau transport energy. Beberapa cara bagaimana nutrient masuk ke dalam ekosistem : 1. Weathering 2. Atmospheric Input 3. Biological Nitrogen Fixation 4. Immigration Selain itu ekosistem juga dapat kehilangan nutrient , berikut ini adalah cara di mana ekosistem kehilanag nutrient : 1. Erosion 2. Leaching, intrusi 3. Gaseous Losses 4. Emigration and Harvesting Selain rantai makanan, Siklus Biogeokimia juga mencakup siklus Nitrogen, siklus Fosfor, siklus Karbon, dan juga siklus Oksigen. 1. Siklus nitrogen Nitrogen merupakan unsur senyawa kimia yang paling banyak terdapat di atmosfer. Jumlahnya sekitar80%. Nitogen bebas di udara dapat bereaksi dengan hirogen atau oksigen dengan bantuan dari petir yang di sebut proses elektrisasi. 2. Siklus Fosfor Senyawa fosfor di alam terbagi dalam dua yaitu, senyawa fosfat organik (pada hewan dan tumbuhan) dan senyawa fosfat anorgani (pada air dan tanah). fosfat organik yang terdapat dalam hewan dan tumbuhan yang mati akan di uraikan oleh decomposer dan menjadi fosfat anorganik. Lalu fosfat yang terlarut di air tanah atau di air laut akan mengendap di di sedimen laut. Setelah itu fosfat yang dari batuan itu akan terkikis lalu akan terserap lagi oleh tumbuhan. 3. Siklus Karbon dan Oksigen Siklus ini merupakan siklus biogeokimia terbesar. Ada 3 hal yang terjadi pada karbon :1) Tinggal dalam tubuh, 2) Respirasi oleh hewan, 3)sampah/sisa. dan Karbon itu masuk ke dalam perairan melalui proses difusi. Dari penjelasan di atas mengenai apa itu ekologi dan apa-apa saja komponen yang di pelajari dalam ekologi. kita dapat mempelajari lagi ilmu ekologi yang lebih khusus, yaitu ekologi laut tropis. Ekologi laut tropis adalah ilmu ekologi yang mempelajari interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya dimana lingkungan organismenya adalah laut tropis. Laut tropis itu sendiri adalah lautan yang mendapatkan penyinaran matahari secara terus-menerus sepanjang tahun dan seperti daerah tropis hanya memiliki dua musim ,yaitu musim kemarau dan musim hujan. dengan hanya memiliki dua musim maka menyebabkan produktivitas primer di laut tropis konstan sepanjang tahun. Dengan keadaan seperti itu maka kondisi hayati di laut tropis itu lebih beraneka ragam jika di bandingkan dengan kondisi hayati di daerah laut subtropik ataupun di daerah laut kutub. Indonesia merupakan negara kepulauan yang berada di daerah tropis. sehingga organisme laut yang terdapat di Indonesia itu sangat beragam antara lain : 1. Terumbu karang (600 dari 800 spesies) 2. Mangrove (40 spesies mangrove sejati dari 50 spesies) 3. Lamun (12 spesies) 4. Rumput Laut (56 spesies) Ekosistem yang terdapat di daerah pesisir dan laut tropis itu sendiri antara lain adalah v Ekosistem mangrove Merupakan hutan yang pengaruhi oleh tumbuh pada tanah lumpur aluvial di daerah pantai maupun muara sungai yang di pasang surut air laut. hutan mangrove di Indonesia merupan hutan mangrove terbesar di Indonesia. Fungsi dari hutan mangrove itu sendiri antara lain sebagai peredam ombak, angin ataupun badai; melindungi dari abrasi; sebagi daerah mencari makan,pembiakkan, dan pembesaran; dll. Selain itu mangrove juga memiliki nilai ekonomi, sehingga banyak hutan mangrove yang di tebang secara illegal oleh orang untuk di jual. Sebenarnya mangrove memiliki fungsi lebih penting di bandingkan dengan kepentinag ekonomi. jika hutan mangrove tidak ada maka akan mengacaukan rantai makanan dan membuat kerusakan pada ekosistem. Karena ada bebrapa hewan yang hidupnya bergantung pada hutan mangrove. v Ekosistem Terumbu Karang Ekosistem ini terdapat di dalam laut. terumbu karang sendiri merupakan hewan karang zooxanthellae yang bersimbiosis dengan karang yang terbentuk dari kalsium karbonat. Indonesia sendiri memiliki banyak spesies terumbu karang dan memliki ekosistem terumbu karang yang sangat luas. Tetapi, sangat di sayangkan dari semua ekosistem terumbu karang yang ada di Indonesia hanya sekitar 6,2% saja yang kondisinya masih baik. semua kerusakan terumbu karang itu di sebabkan karena ulah dari manusia itu sendiri. Seperti melakukan pengeboman ketika sedang melakukan penangkapan ikan. padahal terumbu karang itu memiliki fungsi yang sangat penting. Fungsi terumbu karang tersebut antara lain sebagai daerah mencari makan, berkembang biak, pembesaran dari ikan-ikan karang; sebagai pengendap kalsium dari sungai yang mengalir ke laut; sebagai penyerap karbon;dll. Beberapa cara untuk melestarikan lamun adalah dengan menghentikan penambangan lamun untuk di jadikan bahan bangunan dan mencegah kegiatanpengerukan yang dapt menyebabkan sedimentasi. v Ekosistem Lamun Lamun merupakan tumbuhan berbunga yang hidupnya tertupi oleh air laut. padang lamun merupakan ekosistem yang memiliki produktivitas paling tinggi di bandingkan dengan ekosistem pesisir dan laut yang lain. Fungsi penting dari lamu itu sendiri adalah sebagai tempat berkembang biak, mencari makan dan pembesaran ikan, selain itu juag sebagai perendam arus. namun sekarang ini padang lamun mengalami banyak ancaman kerusakan yang berasal dari aktifitas manusia. seperti halnya pembuangan limbah ke daerah padang lamun oleh manusia. ada dua cara untuk penentuan status keadan padang lamun yaitu Metode Transek Garis atau Line Intercept Transect (LIT) dan Petak contoh (Transect plot).

0 komentar:

Poskan Komentar