WWF · Paper Dispenser

Sebuah Dispenser Tissue dibuat dengan sangat menarik oleh Saatchi & Saatchi Design Agency dari Denmark untuk menggambarkan betapa sangat besarnya pengaruh kerusakan hutan karena meningkatnya kebutuhan akan kertas. Dispenser ini dibuat dengan menampilkan silhouette dari Benua Amerika Selatan dengan bahan transparan, sehingga tissue yang ada didalamnya terlihat. Semakin banyak kertas yang di konsumsi / yang dikeluarkan, semakin menipis warna hijau yang ditampilkan. Menggambarkan bahwa semakin banyak permintaan/pemakaian kertas, semakin menipis pula jumlah populasi pohon di hutan-hutan kita. Ini sangat ironis, hutan adalah sumber terbesar bagi Oksigen (O2) yang kita hirup serta penyerap CO2 yang kita keluarkan.
Advertising Agency: Saatchi & Saatchi; Copenhagen, Denmark
Creative Director: Simon Wooller
Art Directors / Copywriters: Cliff Kagawa Holm, Silas Jansson Release: April 2007
Tom Soder – dari University of Maine – membuat sebuah taksiran. Dibutuhkan sekitar 24 pohon jenis hardwood yang berdiameter 6 – 8 inci, serta tinggi sekitar 40 kaki, untuk menghasilkan 1 (satu) ton kertas tulis. Nominalnya bisa bervariasi tergantung dari jenis kertas yang dihasilkan dan cara pembuatannya.
Inilah hitungan kasar Tom Sader selengkapnya mengenai relasi antara jumlah pohon dan banyaknya kertas yang dihasilkan :
  • 1 ton kertas tulis membutuhkan 24 pohon
  • 1 ton kertas koran menggunakan 12 pohon
  • 1 pohon menghasilkan sekitar 8000 lembar kertas photocopy
  • Sekurang-kurangnya 15 pohon dibutuhkan untuk menghasilkan 1 ton kertas majalah berkualitas tinggi (seperti yang digunakan oleh National Geographic), dan
  • Sekurang-kurangnya 8 pohon dibutuhkan untuk menghasilkan 1 ton kertas majalah berkualitas rendah
Kebayang ‘gak, berapa banyak pohon yang bisa kita selamatkan jika kita menghemat penggunaan kertas serta mendaur ulangnya?
Oleh karena itu, sebuah lembaga independen (semacam LSM) di U.S tidak hentinya berkampanye ke seluruh produsen kertas (termasuk kertas tissue) untuk menggunakan kertas daur ulang sebagai salah satu bahan campuran pembuatan kertas (maupun tissue) mereka.
Kampanye lembaga ini terbukti cukup efektif, sekitar 30 – 40% (taksiran kasar) perusahaan penghasil kertas di U.S telah mengikuti saran lembaga tersebut.
Apa yang bisa kita lakukan?
Cara mudah yang bisa kita perbuat adalah menerapkan konsep reduce, reuse dan recycle (3R) yang pertama kali diperkenalkan ke publik saat acara “Science Fair 2008” yang berlangsung pada tanggal 2 februari lalu. Dan berikut tips-tips mudah menerapkan 3R :
  1. Gunakanlah 2 sisi kertas, baik untuk print-out, ataupun untuk keperluan fotocopy (jika memungkinkan)
  2. Jika mengetik, usahakan ukuran tulisan dan batas marjin seefisien mungkin agar dalam 1 halaman memuat lebih banyak tulisan sehingga menghemat jumlah kertas yang nantinya akan dipakai;
  3. Gunakanlah selalu computer untuk presentasi tanpa perlu memberikan print-out pada peserta.
  4. Manfaatkanlah sisi kertas bekas print-out atau fotocopi yang gagal atau berkas yang sudah tidak digunakan lagi, sebagai kertas coretan atau memo informal;
  5. Tumpukan kertas yang benar-benar sudah tidak dapat digunakan lagi dapat anda berikan atau jual (dengan sistem barter biasanya) ke tempat pengolahan kertas daur ulang agar benar-benar termanfaatkan dengan baik.
Memang, tidak 100% kertas yang kita gunakan dapat didaur ulang yang penting usaha kita untuk melakukannya.
Tahukah anda ? 1 ton kertas recycle menyelamatkan 17 pohon, menghemat 32.000 liter air dan 4200 kWh listrik (setara dengan rata-rata penggunaan listrik di rumah tangga selama 6 bulan), serta mengurangi polutan udara sebesar 27 kg. Wow…!
So.., let’s recycle paper!!
Sumber :
1. www.environment-agency.gov.uk/fun
2. www.conservatree.org/
3. www.tappi.org/paperu/all_about_paper/earth_answers/

0 komentar:

Poskan Komentar