Bagaimana Efek Perubahan Iklim Terhadap Kondisi Kesehatan Manusia?

Perubahan iklim atau yang lebih popular dengan istilah climate change mungkin bagi sebagian orang merupakan hal krusial yang sedang menjadi buah bibir di dunia. Secara tidak langsung mau tidak mau kita harus menyumbangkan kepedulian kita tentang tajuk rencana ini. Walaupun belum bisa memberikan suatu sumbangan nyata yang besar, tapi dengan membaca artikel ini semoga pembaca dapat lebih mengerti dan berpikir lalu selanjutnya bisa menjadi orang yang peduli terhadap bumi kita tercinta yang sekarang sudah mulai rusak. Pada awalnya bumi dan alam ini memang stabil, namun bumi selalu mengalami perubahan baik secara alami maupun tidak. Tapi apakah yang kita rasakan sekarang? Jika mungkin masih ada yang belum bisa merasakan bahwa bumi kita sedang sakit maka penulis akan berbagi cerita melalui artikel ini. Yang pertama kali penulis ketehui tentang efek dari perubahan iklim ini adalah kutub utara akan mencair dan airnya akan mengalir ke samudera-samudera sehingga mengakibatkan permukaan laut akan naik dan daratan yang selama ini menjadi tempat tinggal kita akan terendam oleh air. Tidak hanya itu, nantinya bumi kita akan kehabisan sumber daya alam karena sulitnya dilakukan adptasi. Lalu apakah yang akan kita akan amati? Teori yang sederhana dan sangat mudah kita pahami tapi memang begitulah ceritanya kurang lebih. Menurut penelitian para ahli dibidang ini, perubahan iklim yang kita alami sekarang ini sudah berlangsung sejak abad ke-19. Cuaca sekarang sudah sangat sulit untuk diprediksi. Dulu dengan mudah bagi kita untuk menentukan musim hujan yang biasanya terjadi pada bulan Oktober-Februari. Tapi untuk akhir-akhir ini yang penulis alami adalah prediksi seperti itu sudah tidaklah tepat lagi. Apakah pembaca merasa bahwa udara sekarang sudah sangat panas dan musim kemarau pun lebih terasa panjang? Tentunya kejadian seperti itu akan menimbulkan dampak di berbagai bidang cotohnya kesehatan. Apabila berbicara tentang perubahan cuaca maka sangat erat hubungannya dengan global warming tentu saja karena yang penulis ketahui bahwa perubahan cuaca diakibatkan oleh global warming. Global warming atau pemanasan global adalah meningkatnya suhu rata-rata permukaan Bumi dan laut akibat peningkatan jumlah emisi Gas Rumah Kaca (GRK) di atmosfer. Gas rumah kaca adalah faktor utama yang menyebabkan pemanasan global ini terjadi. Selanjutnya adalah gas CO2 sisa pembakaran, contohnya saja pembakaran yang tidak sempurna yang menghasilkan gas CO2. Dan yang ketiga adalah efek dari gas metan yang banyak dihasilkan oleh aktivitas persawahan, peternakan, dan pembuangan sampah. Dampak perubahan iklim ini sangat berkaitan dengan kesehatan oleh karena itu kita tidak boleh menganggap sepele hal ini. Menurut artikel yang penulis baca, 3 hal yang menjadi dasar untuk kesehatan adalah makanan, air dan udara, tentunya pembaca paham bukan keterkaitan perubahan cuaca ini terhadap ketiga hal tersebut? Berikut akan dijelaskan uraian mengenai dampak dari perubahan iklim yang tidak menentu : 1. Dengan naiknya permukaan air laut maka akan terjadi banjir di wilayah pesisir dengan kondisi iklim kita yang menjadikan intensitas curah hujan semakin meningkat. Apabila sudah terjadi banjir, maka akan banyak sekali penyakit yang akan menghampiri kita, sehingga kesehatan kita pun akan terganggu. 2. Sebaliknya, musim kemarau akan lebih lama berlangsung, ini menyebabkan kekeringan pun akan terjadi. Dan yang akan kita terima adalah gagal panen. Bila itu terjadi tentu saja ancaman mendapatkan konsumsi makanan akan sulit dan akibatnya adalah GIZI BURUK. 3. Musim yang sudah tidak dapat diprediksi sehingga terjadinya musim pancaroba yang tak menentu. Peralihan musim tersebut biasanya banyak menyebabkan kesehatan kita terganggu karena air bersih akan sulit kita dapat dan udara pun akan semakin tercemar dan bisa mengganggu pernafasan kita. 4. Perubahan iklim di Indonesia ini sudah mulai terasa dengan ditandainya kenaikan permukaan laut yang menyebabkan rusaknya ekosistem laut seperti terumbu karang. Yang penulis ketahui perubahan iklim ini mempunya efek terhadap terumbu karang karena panas yang meninggi maka terumbu karang akan mengalami bleching atau pemutihan yang menyebabkan daerah tempat hewan lain mencari makan, memijah ataupun tempat berlindung akan hilang perlahan. Dampaknya adalah kita akan sulit mengkonsumsi makanan laut padahal makanan laut bernilai gizi yang tinggi. Tentu saja itu akan berpengaruh pada kesehatan kita. 5. Kenaikan suhu tidak saja menimbulkan efek bagi kehidupan laut, di darat pun akan mengalami perubahan. Jika di laut tadi terjadi penurunan ekosistem terumbu karang maka di darat kita akan merasakan penungkatan populasi jumlah nyamuk. Tentu saja itu berbahaya karena hewan yang meskipun kecil ini akan membawa banyak penyakit untuk tubuh kita. Contohnya penyakit malaria, demam berdarah, kaki gajah dan lain-lain. Uraian di atas adalah efek yang akan terjadi akibat adanya pemanasan global. Daerah-daerah yang sangat rentan terkena dampak tersebut adalah daerah pesisir dan daerah pegunungan. Hal tersebut disebabkan karena daerah itu merupakan daerah yang dekat dengan sumber bencana tersebut. Dikarenakan daerah yang terisolir jauh dari peradaban kota dan keterpencilan yang berakibat keterbelakangan. Ditambah lagi dengan keadaan miskin yang mereka miliki itu akan menyebabkan mereka akan memiliki keterbatasan apabila menghadapi bencana seperti di atas. Perubahan iklim sekarang ini sudah tidak bisa dihindari tapi kita harus melakukan mitigasi dan adaptasi untuk menghadapi bahaya akibat perubahan iklim tersebut. Untuk melakukan sebuah perubahan ke arah yang lebih baik memang akan terasa sulit apalagi jika tidak ada dukungan dari orang banyak. Beberapa mitigasi yang berguna kita kerjakan untuk mengatasi perubahan iklim ialah: 1. Hemat air, hemat energi dan tentunya hemat sumber daya alam. Kita bisa memulai hidup hemat karena yang di takuti ketiga hal tersebut akan langka di masa mendatang. 2. Menanam pohon disekitar tempat tinggal kita akansangat bermanfaat untuk kesehatan bumi kita. Karena pohon itu berguna sebagai penyerap CO2 yang merupakan salah satu faktor utama penyebab gas rumah kaca. Pohon akan memecah CO2 itu melalui fotosintesis dan menyimpan dalam kayunya. Atau usaha ini sering kita sama seperti penghijauan kembali hutan. 3. Dalam sector pertanian mungkin kita bisa mulai dari memperbaikim manejemen lahan dan menggunakan pupuk secara efisien. 4. Menanam mangrove untuk kawasan pesisir sehingga akan mencegah terjadinya erosi yang bisa menyebabkan naiknya permukaan laut. 5. Penekanan terhadap sumber sumber emisi gas rumah kaca yang bisa merupakan faktor dari perubahan iklim. Mungkin masih banyak yang dapat kita lakukan untuk menyelamatkan bumi kita ini dari kehancuran, namun tentu saja harus dilakukan upaya yang lebih besar lagi serta dibutuhkan andil semua komponen yang terlibat untuk kesembuhan bumi kita. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat. Kata Kunci : Perubahan iklim, kesehatan, manusia Referensi: http://www.arthazone.com www.wikipedia.com redaksi@kendaripos.co.id www.dml.or.id/dml5/content/view/152/2/

0 komentar:

Poskan Komentar