Bagaimana Berlangsungnya Proses Hipnotis ?

Peristiwa hipnotis, terutama hipnotisme panggung, seringkali secara ekstrim mempertunjukkan hal-hal di luar kaidah normal sehari-hari. Oleh karena itu untuk sebagian orang peristiwa hipnotis benar-benar sangat irasional, sedangkan bagi yang lainnya justru menimbulkan sikap skeptis dan dugaan bahwa peristiwa hipnotis sesungguhnya hanyalah suatu rekayasa belaka untuk kepentingan hiburan semata. Bagian ini akan memberikan penjelasan mengenai apa yang terdapat dibalik proses tindakan manusia, dan bagaimana pula hipnotis dapat mempengaruhi proses tindakan tersebut, bahkan lebih jauh lagi dapat memicu tindakan-tindakan yang dinilai tidak masuk akal dan bertentangan dengan kaidah normal sehari-hari. Dalam peristiwa hipnotis, misalkan pada pertunjukkan hipnotis hiburan (stage hypnosis), seringkali memunculkan hal-hal yang tidak dapat dipahami secara rasional misalkan peragaan perilaku di luar kebiasaan normal. Dapatkah dijelaskan secara sederhana, bagaimana hal semacam ini terjadi ? Seorang stage hypnotist melalui teknik tertentu yang nantinya disebut dengan istilah “induksi” (induction), dapat membuat subyek memasuki “keadaan hypnos”. Kemudian stage hypnotist memberikan saran (sugesti) yang langsung akan diterima langsung oleh sub-conscious mind atau “pikiran bawah sadar” dari subyek, sehingga selanjutnya subyek akan melaksanakan saran yang diberikan tersebut. Pada umumnya dalam pertunjukkan stage hypnosis saran yang diberikan adalah saran yang “tidak masuk akal”, karena ditujukan untuk menghasilkan efek hiburan, misalkan : “Ketika anda membuka mata, maka anda merasa yakin bahwa anda adalah Presiden Amerika Serikat yang ke-31″ Mengapa sub-conscious mind dapat mengakibatkan seseorang melakukan tindakan yang tidak masuk di akal ? Dalam bertindak, manusia dipengaruhi oleh 2 perangkat kesadaran yaitu conscious mind (pikiran sadar) dan sub-conscious mind (pikiran bawah sadar). Perangkat yang bertugas melakukan analisa adalah conscious mind, sedangkan sub-conscious mind tidak melakukan analisa, karena memang memiliki tugas yang lain. Anda baru saja menjelaskan bahwa tindakan manusia dipengaruhi oleh conscious mind dan sub-conscious mind, tetapi mengapa dalam hal ini seakan-akan peran dari conscious mind dikalahkan oleh sub-conscious mind ? Sub-conscious mind memang memiliki peran dominan dalam mempengaruhi tindakan. Sebuah buku berjudul Peace of Mind karangan Sandy Mc Gregor menggambarkan bahwa dalam kondisi normal sub-conscious mind memberikan pengaruh sebanyak 88% dalam proses bertindak, artinya conscious mind hanya memiliki daya pengaruh sebanyak 12%. Apakah tugas atau peran lain dari sub-conscious mind ? Sub-conscious mind mirip dengan “bank data pengalaman & pemahaman”, didalamnya berisikan berbagai pengalaman dan pemahaman mulai dari kita lahir sampai dengan hari ini. Berarti seluruh peristiwa yang kita alami dalam kehidupan kita akan terekam di sub-conscious mind ? Bukan saja yang kita alami langsung, bahkan informasi dari orang lain yang belum tentu benar akan dapat memasuki sub-conscious mind dan akan memasuki “bank data pemahaman & pengalaman” pula. Pengalaman yang berasal dari orang lain atau pihak lain disebut juga sebagai pengalaman induktif. Dapat dijelaskan lebih lanjut, bagaimana sub-conscious mind dapat menerima data yang “tidak benar” ? Sub-conscious mind adalah perangkat kesadaran yang bersifat netral, artinya ia tidak membedakan apakah suatu data bernilai “benar” atau “salah” karena analisa “benar” dan “salah” merupakan tugas dari conscious mind. Sub-conscious mind dapat menerima data yang berasal dari pengalaman langsung, maupun data berasal dari edukasi pihak lain. sub-conscious mind tidak memberikan penilaian, dan juga tidak membedakan kedua macam data ini. Seluruhnya akan disimpan di “bank data pemahaman & pengalaman” dan dianggap sebagai kebenaran. Ada hal yang belum dapat dipahami, sewaktu kita menerima informasi dari pihak lain, bukankah conscious mind kita juga aktif ? Seharusnya conscious mind dapat melakukan analisa terlebih dahulu sebelum meneruskan data ini ke sub-conscious mind ? Pertanyaan yang sangat baik ! Memang benar antara conscious mind dan sub-conscious mind terdapat sebuah perangkat yang akan memproses informasi sebelum informasi tersebut memasuki sub-conscious mind. Perangkat ini disebut dengan critical area, atau area kritis yang bertugas menampung, menilai, memodifikasi, atau bahkan menghapus informasi yang masuk. Critical area dalam kondisi normal dikendalikan oleh conscious mind. Kenapa data yang “tidak benar” masih dapat memasuki sub-conscious mind, padahal ada critical area yang bertugas menyaring data ? Hal ini dikarenakan efektivitas critical area juga dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain : emosi, tingkat fokus, minat, moral, etika, tingkat kepercayaan, dll. Dapat diberikan contoh sederhana ? Ketika kita berhadapan dengan tokoh yang kita kagumi, maka seluruh informasi yang diberikan cenderung akan kita terima bulat-bulat, nyaris tanpa analisa lagi ! Hal ini terjadi dikarenakan kita sangat mempercayai tokoh ini. Secara teknis critical area kita berkurang efektifitasnya karena tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap tokoh dimaksud, sehingga informasi dengan mudah memasuki sub-conscious mind. Dapat diberikan contoh lain yang dapat menjelaskan hubungan antara tingkat fokus dengan efektivitas dari critical area ? Ketika kita benar-benar santai beristirahat sambil menyaksikan televisi, maka mata kita cenderung untuk terus terfokus di layar televisi. Pada saat ini critical area akan berkurang efektivitasnya, sehingga seluruh hal yang ditayangkan di televisi tersebut akan mudah memasuki sub-conscious mind dan akan dianggap sebagai pengalaman dan pemahaman, termasuk jika yang kita saksikan adalah tayangan film “Ibu Tiriku Kejam Sekali”, maka besar kemungkinan mulai saat itu sub-conscious mind akan berpendapat bahwa setiap ibu tiri pasti bersifat kejam. Berarti “keadaan hypnos” adalah suatu kondisi dimana critical area berkurang efektivitasnya ? Benar sekali ! Oleh karena itu di “keadaan hypnos” seseorang akan cenderung lebih mudah menerima saran atau informasi, karena peran dari critical area berkurang. Bagaimana dengan sebaliknya, jika critical area seseorang berkurang keaktifannya, apakah dapat diartikan ia akan memasuki “keadaan hypnos” ? Benar ! Dari berbagai penjelasan yang telah anda sampaikan, apakah dapat diambil kesimpulan bahwa seorang hypnotist memiliki kemampuan untuk membuat critical area orang lain menjadi berkurang efektivitasnya ? Benar sekali ! Seni komunikasi persuasif dalam proses hipnotis bertujuan untuk membuat critical area menjadi berkurang efektivitasnya ! Apakah pemilihan model yang membagi perangkat kesadaran menjadi conscious mind dan sub-conscious mind berdasarkan paradigma psikologi tertentu ? Pembagian perangkat kesadaran manusia menjadi conscious mind dan sub-conscious mind mungkin tidak terdapat di model psikologi klasik, walaupun mungkin jika sedikit disesuaikan akan mirip dengan model psikologi dari paradigma psikoanalisa Sigmund Freud yang membagi kesadaran menjadi conscious mind, un-conscious mind, dan pre-conscious mind. Pembagian di atas hanyalah suatu model yang umum dipergunakan di dunia hipnotis, dan bertujuan untuk mempermudah pemahaman awal bagaimana peristiwa hipnotis. Pada pengetahuan hipnotis yang lebih dalam lagi, terutama pada aplikasi clinical, maka model inipun menjadi tidak relevan lagi, bahkan seorang jenius di bidang hypnotherapy, yang juga seorang psikiater dan peletak dasar hypnotherapy moderen yaitu Milton H. Erickson akhirnya tidak pula memperdulikan model ini, karena fenomena manusia ternyata jauh lebih kompleks dari model psikologi manapun juga ! Setelah seseorang kita hipnotis, apakah kita dapat memberikan saran yang mengancam keselamatannya, misalkan menyuruhnya untuk bunuh diri ? Saran yang bertentangan dengan nilai dasar (basic belief system) tidak akan dilaksanakan walaupun saran ini berhasil memasuki sub-conscious mind. Kontradikitif ! Di bagian awal anda katakan bahwa sub-conscious mind bersifat netral, tetapi sekarang anda mengatakan bahwa saran yang bertentangan dengan nilai dasar tidak akan dilaksanakan, bagaimana penjelasannya ? Manusia bukan mahluk sederhana. Setiap model psikologi hanya efektif dalam konteks pembahasan tertentu. Model psikologi manapun tidak dapat menjelaskan mekanisme utuh dari manusia sebagai mahluk yang sangat sempurna. Sub-conscious mind sampai dengan saat ini diasumsikan bersifat netral sehingga dapat menerima informasi apapun juga. Dalam mekanisme secara utuh, sebenarnya sub-conscious mind juga memiliki kemampuan analisa yang mekanismenya sangat berbeda dengan conscious mind, analisa ini berlangsung terutama bila berhadapan dengan informasi yang terkait dengan pertahanan diri. Hal ini akan dijelaskan di bagian berikutnya karena akan terkait dengan efektivitas pemrograman sub-conscious mind untuk keperluan therapeutic. Dari berbagai penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa peristiwa hipnotis berasal dari kekuatan sugesti atau komunikasi persuasif dari sang hypnotist. Artinya, hipnotis tidak dapat dilakukan dengan cara “diam” atau komunikasi secara “bathin” saja ? Ya benar sekali, hal ini menyangkut definisi ! Jika yang dimaksudkan adalah hipnotis, lebih tegas lagi hipnotis moderen, maka harus dilakukan melalui proses komunikasi nyata, baik secara verbal (lisan) maupun non verbal (bahasa tubuh). Dalam kehidupan sehari-hari mungkin kita pernah mendengar atau mengalami sendiri, suatu pengiriman pesan yang dilakukan secara “bathiniah”, misalkan seorang ibu yang rindu kepada anaknya yang berada di tempat lain sehingga secara alamiah terus menerus memikirkan sang anak, dan berakibat timbulnya dorongan yang begitu kuat dari sang anak untuk pulang mengunjungi ibunya. Ilustrasi di atas secara definisi bukanlah peristiwa hipnotis, tetapi lebih tepatnya disebut sebagai peristiwa “telepati”, yang lebih relevan untuk dijelaskan melalui pengetahuan “mind control” bukan melalui pengetahuan hipnotis. Pada kelas pelatihan hipnotis, terkadang terdapat beberapa peserta yang berharap dapat melakukan hipnotis dengan hanya melalui “diam” atau secara “bathiniah”. Tentu saja hal ini merupakan kesalahan persepsi yang sangat mendasar mengenai ruang lingkup pengetahuan hipnotis. Pengetahuan hipnotis moderen tidak membahas teknik untuk “mempengaruhi” orang lain secara “telepatik”.

0 komentar:

Poskan Komentar