Dari Manakah Hipnotis Berasal ?

Hipnotis dan fenomena semacam hipnotis sangat banyak ditemui dalam berbagai format, mulai dari hipnotis yang sangat moderen, sampai dengan ritual-ritual tradisional yang juga menimbulkan gejala hipnotis. Tanya-jawab pada bagian ini akan membahas perkembangan pengetahuan hipnotis dari jaman ke jaman, serta berbagai penjelasan yang dapat memberikan pemahaman proses metamorfosa pengetahuan hipnotis dari sekedar suatu gejala yang sulit dipahami, hipotesa awal di masa mesmerisme, sampai dengan penyempurnaan formulasi yang mengantarkan hipnotis menjadi salah satu pengetahuan yang ilmiah. Dari manakah asal muasal pengetahuan hipnotis ? Tidak begitu diketahui kapan dan dimana fenomena hipnotis mulai dikenal manusia, yang jelas praktek hipnotis dengan berbagai istilah dan sebutan telah ada sejak ribuan tahun silam, tumbuh bersama kebudayaan kuno di berbagai belahan bumi dan dalam berbagai bentuk ekspresi, pada umumnya berupa ritual penyembuhan dan upacara keagamaan. Apakah fenomena hipnotis dalam bentuk tradisional juga terdapat di Indonesia ? Di Indonesia fenomena semacam hipnotis dalam bentuk tradisional dapat dengan mudah diketemukan di berbagai wilayah, antara lain kesenian kuda lumping di pulau jawa, permainan bambu gila di maluku, sampai dengan ritual tusuk keris di sulawesi dan pulau bali. Lalu kapan hipnotis mulai berkembang menjadi suatu ilmu pengetahuan ? Sebagian besar literatur menyepakati bahwa era ini dimulai pada abad ke-18, ketika Franz Anton Mesmer seorang intelektual yang berasal dari Austria melakukan penelitian dan membawanya kepada teori animal magnetism. Dari hasil penelitiannya Mesmer meyakini bahwa alam semesta memiliki energi magnet yang berpengaruh terhadap manusia. Berbagai penyakit ditimbulkan karena ketidak seimbangan jumlah magnet ini pada tubuh manusia. Selanjutnya berdasarkan teori ini, Mesmer melakukan banyak penyembuhan dengan metode merangsang tubuh pasien dengan kepingan-kepingan magnet di bagian-bagian tertentu yang dianggap kekurangan energi magnet. Pada perkembangan berikutnya Mesmer bahkan melakukannya dengan tanpa magnet fisik, melainkan melalui tubuhnya sendiri yang diyakininya dapat menghasilkan daya magnet. Pada tahapan inilah Mesmer mulai menerapkan pola hipnotis walaupun ia tidak menyadarinya. Metode hypnosis ala mesmer ini dikenal sebagai teknik mesmerisme ini nantinya akan memicu berbagai polemik sekaligus penelitian lebih lanjut dari para ilmuwan barat, yang kelak akan mempengaruhi arah selanjutnya dari pengetahuan hipnotis. Kapan istilah hipnotis mulai dipergunakan ? Dan apakah kemudian terjadi perubahan teori dalam menyikapi peristiwa hipnotis ? Dalam perkembangan berikutnya, banyak nama-nama ilmuwan yang meneliti fenomena hipnotis, antara lain James Braid seorang dokter Inggris yang sekaligus merupakan orang pertama yang memperkenalkan istilah “hypnosis”. Yang dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi “hipnotis”. James Braid mempercayai bahwa “keadaan hypnos” adalah suatu bentuk nervous sleep (tidur saraf) yang diakibatkan oleh perhatian terus menerus (fokus) pada objek tertentu. Apakah teori James Braid yang menjadi teori dasar bagi hipnotis moderen ? Bukan ! Setelah James Braid banyak ilmuwan lain yang melanjutkan penelitian fenomena hipnotis, antara lain : Ambroise Auguste Liebeault (Perancis), Jean Martin Charcot (Perancis), Pierre Janet (Perancis), dan masih banyak lainnya. Pada era ini mulai diyakini bahwa fenomena hipnotis diakibatkan oleh kekuatan dari sugesti, dan dianggap sejak saat inilah hipnotis memulai bentuknya sebagai ilmu pengetahuan. Berarti pengetahuan hipnotis yang terdapat pada saat ini dilandasi oleh teori yang disusun oleh Liebeault, Charcot, dan Pierre Janet ? Tidak sepenuhnya, karena pada abad ke-20 terjadi berbagai studi yang membuat paradigma hipnotis menjadi sangat moderen dan efektif untuk diterapkan di berbagai hal. Beberapa nama besar yang sangat berjasa dalam pengembangan pengetahuan hipnotis di abad-20 ini antara lain Milton H. Erickson, Dave Elman, Charles Tebbets, dan Ormond McGill, mereka semua berasal dari USA. Siapakah Milton H. Erickson ? Milton H. Erickson adalah seorang psikiater yang merupakan salah satu legenda besar di dunia hypnotherapy. Erickson merubah paradigma hypnotherapy dari pola authoritarian (otoriter) menjadi pola kerjasama antara hypnotherapist dengan klien. Sepanjang hidupnya, hampir setiap hari Erickson melakukan hypnotherapy kepada klien dari berbagai kalangan. Dari pengalamannya dalam menangani ribuan klien, Erickson mengembangkan prinsip-prinsip baru dalam proses hipnotis maupun hypnotherapy yang kelak akan dikenal di dunia hypnotherapy moderen sebagai aliran ericksonian hypnotherapy. Beberapa contoh dari pola ericksonian hypnotherapy adalah penggunaan induksi (sugesti untuk membawa klien ke keadaan hypnos) dalam gaya bahasa tidak langsung, penggunaan metafora dalam sugesti therapeutic, dan teknik-teknik yang menyebabkan proses disorientasi yang dikenal dengan istilah confusion method (metoda membingungkan). Ericksonian hypnotherapy di kemudian hari juga menjadi salah satu pilar dari pengetahuan NLP (Neuro Linguistic Programming), teknik pemberdayaan diri yang dikembangkan pertama kalinya oleh John Grinder dan Richard Bandler. Berarti pada saat ini hipnotis moderen berorientasi kepada kekuatan sugesti ? Jawabannya ya dan tidak, karena pada saat inipun masih banyak yang meyakini pola mesmerisme, biasanya di kalangan stage hypnotist. Mesmerisme merupakan suatu pola yang tidak dapat selalu dibuktikan, sehingga merupakan pola eksklusif yang tidak dapat dianalisa. Artinya untuk sebagian orang pola ini berhasil, sedangkan sebagian lainnya mungkin tidak, tanpa dapat dianalisa secara akurat. Pola sugesti merupakan pola yang relatif lebih ilmiah, karena dapat dianalisa dengan bantuan pengetahuan komunikasi dan psikologi praktis. Oleh karena itu 90% pengajaran hipnotis moderen menerapkan pengetahuan yang berbasiskan kepada kekuatan sugesti. Apakah contoh dari hipnotis yang berbasis Mesmerisme ? Pada saat ini masih banyak hypnotist yang meyakini prinsip mesmerisme, dan tetap menganggap bahwa energi magnet dapat membawa seseorang ke “keadaan hypnos”. Praktek mesmerisme secara klasik dapat berupa hipnotis dengan dengan melambaikan telapak tangan naik dan turun di depan wajah subyek, dan diyakini sebagai upaya mengeluarkan magnet yang akan membuat subyek memasuki kondisi Hypnosis. Praktek mesmerisme yang lain adalah mempercayai adanya “thought projection” atau pengiriman gelombang pikiran yang akan mempengaruhi subyek. Sebenarnya teknik semacam ini lebih tepat dimasukkan ke kelompok pengetahuan ESP (Extra Sensory Perception) yang merupakan bagian dari pengetahuan “mind control” (pengendalian pikiran). Banyak yang berpendapat bahwa Ormond McGill adalah penganut aliran mesmerisme ? Ormond McGill merupakan tokoh hipnotis besar dunia yang digelari sebagai “The Dean of American Hypnotists”, sebagian besar hidupnya didedikasikan untuk memahami berbagai fenomena hipnotis di berbagai tempat di dunia, mulai dari praktek mesmerisme sampai dengan ritual “yoga nidra” dari India. Ormond McGill juga seorang penghibur yang luar biasa dan telah mempertunjukkan stage hypnosis lebih lama dari siapapun juga. Ormond McGill bukan penganut mesmerisme, tetapi dia dapat mendemonstrasikan nyaris seluruh metode hipnotis yang pernah ada di muka bumi. Mesmerisme hanyalah salah satu metode dari sekian banyak metode favoritnya ketika beraksi di pertunjukkan stage hypnosis.

0 komentar:

Poskan Komentar