CUACA DI INDONESIA YANG DIPENGARUHI OLEH ELNINO DAN LANINA

Cuaca adalah keadaan udara pada saat tertentu dan di wilayah tertentu yang relative sempit dan pada jangka waktu yang singkat. Contohnya cuaca pada siang hari, sore hari dan malam hari bias berbeda-beda setiap jamnya pada wilayah yang berbeda pula. Sedangkan iklim adalah keadaan cuaca rata-rata dalam waktu satu tahun yang penyelidikannya dilakukan dalam waktu yang lama dan dalam wilayah yang luas. Di setiap belahan dunia memiliki cuaca dan iklim yang berbeda-beda tergantung pada suhu atau temperature udara , angin, tekanan udara, kelembaban udara dan curah hujan. Suhu atau temperature udara Suhu atau temperature udara adalah derajat panas dari aktifitas molekul dalam atmosfer Angin Angin adalah udara yang bergerak dari daerah bertekanan tinggi ke daerah bertekanan rendah. Tekanan Udara Tekana udara adalah suatu gaya yang timbul akibat adanyaberat dari lapisan udara. Besarnya tekanan udara pada suatu daerah berbeda-beda semakin tinggi suatu daerah dari permukaan laut maka tekanan udaranya semakin rendah, dan juga sebaliknya. Kelembaban udara Kelembaban udara adalah banyaknya uap air yang terkandung dalam massa udara pada suatu waktu dan tempat. Curah hujan Curah hujan adalah jumlah air hujan yang turun pada suatu daerah dan waktu tertentu. El Nino dan La Nina adalah suatu fenomena alam dimana meningkatnya suhu muka laut di sekitar Pasifik Tengah dan Timur sepanjang ekuador dan Peru diatas rata-rata normalnya. Nama El Nino berasal dari bahasa Spanyol yang berarti “anaik laki-laki” karena arus ini sering muncul pada musim natal, sedangkan La Nina adalah “gadis kecil” (dalam bahasa Spanyol). Kajadian El Nino dan La Nina ini juga banyak mempengaruhi cuaca dan iklim di dunia, termasuk juga di Indonesia. Cuaca saat ini sangat tidak menentu hal ini terjadi karena adanya beberapa factor, pemanasan global dan juga salah satu faktornya adalah el nina dan la nino. Cuaca dan iklim terjadi setelah berlangsungnya suatu proses fisik dan dinamis yang kompleks di dalam atmosfer bumi, kompleksitas proses fisik dan dinamis di atmosfer bumi ini berawal dari perputaran planet bumi pada matahari dan perputaran bumi pada porosnya. Di Indonesia terdapat dua iklim yaitu iklim panas dan iklim hujan, tapi saat ini cuaca ini tidak bias diprediksi dengan tepat. El Nino merupakan fenomena global dimana naiknya suhu atau memanasnya suhu muka laut pada perairan Ekuator Pasifik Timur atau anomaly suhu muka laut di daerah tersebut adalah positif. Fenomena El Nino ini menyebabkan curah hujan di sebagian wilayah di Indonesia berkurang, tapi hanya sebagian wilayah di Indonesia karena luasnya daerah di Indonesia tidak semua wilayah terkena dampak El Nino. Hal ini juga dapat menyebabkan terjadinya gagal panen di sebagian daerah di Indonesia seperti pada tahun 1997-1998, dimana seluruh dunia terkena dampak dari El Nino yaitu kekeringan di Australia, bagian selatan Afrika dan sebagian besar Asia. Ini menyebabkan kerugian sebesar US 34 miliar di seluruh dunia. Dampak lain dari El Nino adalah sirkulasi moonson melemah, dan juga potensi hujan terdapat di sepanjang Pasifik Ekuator Tengah dan Barat serta juga Argentina cuacanya cenderung menjadi hangat dan lembab. El nino juga menyebabkan kekeringan di Indonesia, tapi karena Indonwsia merupakan Negara maritime jadi tidak semua terkena dampak dari el nino ini. Sedangkan pada La Nina merupakan kondisi anomali pada iklim global. Pada kondisi laa nina suhu muka laut itu mengalami penurunan di timur ekuator Lautan Pasifik. Pada saat terjadi la nina angin pasat timur yang bertiup di sepanjang Samudra Pasifik menguat sehingga mengakibatkan massa air hangat yang terbawa kea rah pasifik barat semakin banyak. Hal ini mengakibatkan massa air dingin di Pasifik Timur bergerak keatas dan menggatikan massa air hangat yang berpindah tersebut. Fenimena ini biasa disebut Upwelling. Fenomena la nina menyebabkan curah hujan disebagian wilayah di Indonesia mengalami peningkatan, bahkan sangat berpotensi mengalami banjir. Pengaruh la nina yang muncul pada saat musim kemarau seharusnya member keuntungan bagi para petani, karena dengan seringnya turun hujan pada musim kemarau masa tanam dan panen petani lebih banyak. Tapi tidak bagi petadi tembakau dan garam mereka mengharapkan panas pada musim kemarau,sehingga jika terjadi la nina pada musim kemarau mereka mengalami kerugian. Fenomena La Nina sempat melanda dunia sekitar dua tahuin lalu, yakni ketika beberapa daerah di Indonesia terkena banjir akibat curah hujan berlebihan pada sekitar bulan Februari dan Maret. Lebih jauh Erna memaparkan, biasanya daerah yang paling merasakan akibat La Nina maupun El Nino adalah kawasan Indonesia bagian timur. Ini disebabkan kawasan tersebut berhadapan langsung dengan wilayah sirkulasi udara dan atmosfer Pasifik bagian barat dan bagian timur. Nusa Tenggara, Bali, Maluku, Madura, menjadi daerah yang rawan terhadap kekeringan sekaligus juga kebanjiran akibat curah hujan berlebihan.Sedangkan untuk saat ini kemarau masih akan terus berlanjut hingga sekitar bulan Agustus ke depan. Kekeringan ini menurut akan terus ”berjalan” dari daerah kawasan timur ke barat. Ini dikarenakan memang sesuai dengan pola musim yang selalu bergerak dari arah timur ke barat Indonesia. Selain el nino dan la nina global warming juga mengakibatkan ketidakpastian cuaca di Indonesia, cuaca di Indonesia menjadi sedikit ekstrim. Contohnya pada saat musim kemarau hujan turun, sedangkan pada saat musim hujan cuaca panas terjadi. sumber : http://www.kompas.com/kompas-cetak/0011/30/NASIONAL/lani08.htm http://dhi.koran-jakarta.com/index.php http://cuaca.freeabis.com/ http://miftahulmunir.wordpress.com/2009/06/23/indikasi-el-nino-la-nina/

0 komentar:

Poskan Komentar