PTK BAB III: METODE PENELITIAN

3.1 Rancangan Penelitian Berdasarkan tujuan penelitian, yaitu untuk mengetahui apakah ada hubungan antara pengetahuan MBS, keterampilan guru dengan prestasi belajar siswa, maka dalam penelitian ini digunakan rancangan penelitian korelasional. Penelitian korelasi berkaitan dengan pengumpulan data untuk menentukan ada atau tidaknya hubungan antara dua variable atau lebih dan seberapakah tingkat hubungannya (tingkat hubungan dinyatakan sebagai koefisien korelasi) (Sumanto, 1995:97) Dalam penelitian ini digunakan desain penelitian korelasional. Penelitian korelasi berkaitan dengan pengumpulan data untuk menentukan ada atau tidaknya hubungan antara dua variable atau lebih dan beberapa tingkat (1995:97) Dalam penelitian ini akan diteliti hubungan antara tiga variable, yaitu Pengetahuan Guru tentang MBS dan Keterampilan Guru dalam mengajar terhadap prestasi belajar siswa kelas V untuk mata pelajaran IPS di SDN Gunung Menanti Kecamatan Tumijajar Kabupaten Tulang Bawang. 3.2. Populasi dan Sampel 3.2.1. Populasi Penelitian Penentuan subyek penelitian merupakan langkah pertama yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan penelitian dan penentuan subyek hubungannya dengan pemilihan metode yang akan dipergunakan. Yang dimaksud dalam metode penentuan subyek yang akan diteliti sesuai dengan permasalahan dan tujuan penelitian, serta agar dapat diperoleh data-data yang meyakinkan, perlu ditentukan lokasi penelitian terlebih dahulu, mengingat pengumpulan data dalam penelitian dilaksanakan di SDN Gunung Menanti Kecamatan Tumijajar, maka untuk menghemat waktu, biaya dan tenaga, populasinya ditentukan di SDN Gunung Menanti Kecamatan Tumijajar Kabupaten Tulang Bawang tersebut. Menurut Hadi (1975:169) menjelaskan tentang populasi sebagai seluruh individu yang dimaksudkan untuk diseldiki disebut populasi atau “universum”.Adapun menurut Wardoyo (1982:14) “sebagian individu yang diteliti disebut sample sedangkan semua individu untuk siapa kenyataan-kenyataan yang diperoleh dari sample itu hendak digeneralisasikan disebut populasi”. Dalam suatu pembahasan ilmiah bermaksud menemukan generalisasi yang berlaku umum. Karena tidak mungkin penelitian secara langsung seluruh populasi, maka seringkali seorang peneliti terpaksa menggunakan sebagian saja dari populasi, yang disebut sample. Syarat utama agar dapat ditarik suatu generalisasi ialah sample yang kita gunakan dalam penelitian harus mewakili dari populasi . Dalam penelitian ini populasi sebagai daerah generalisasi adalah semua guru dan siswa pada SDN Gunung Menanti Kecamatan Tumijajar Kabupaten Tulang Bawang. No SD Jumlah Siswa Keterangan 1 SDN 1 Dayamurni 80 Populasi 2 SDN 2 Dayamurni 38 Populasi 3 SDN 3 Dayamurni 17 Populasi 4 SDN 4 Dayamurni 26 Populasi 5 SDN 5 Dayamurni 13 Populasi 6 SDN 1 Daya Asri 35 Populasi 7 SDN 2 Daya Asri 35 Populasi 8 SDN 1 Murni Jaya 40 Populasi 9 SDN 2 Murni Jaya 26 Populasi 10 SDN 3 Murni Jaya 15 Populasi 11 SDN 1 Margo mulyo 40 Populasi 12 SDN 2 Margo mulyo 45 Populasi 13 SDN 1 Margo dadi 45 Populasi 14 SDN 2 Margo dadi 19 Populasi 15 SDN 3 Margo dadi 21 Populasi 16 SDN 1 Sumber rejo 40 Populasi 17 SDN 2 Sumber rejo 23 Populasi 18 SDN 1 Makarti 39 Populasi 19 SDN 2 Makarti 34 Populasi 20 SDN 3 Makarti 20 Populasi 21 SDN 1 Daya sakti 40 Populasi 22 SDN 2 Daya sakti 36 Populasi 23 SDN 3 Daya sakti 18 Populasi 24 SDN 4 Daya sakti 18 Populasi Jumlah 745 3.3. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu angket untuk mengetahui strategi pembelajaran. Sedangkan data tentang aktivitas mengajar dan prestasi belajar mata pelajaran IPS dilakukan dengan post test. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dalam dua tahap, yaitu: 3.3.1. Untuk memperoleh data tentang strategi pembelajaran, peneliti menggunakan instrumen berupa angket, sedangkan data tentang aktivitas mengajar dan prestasi belajar diperoleh dari post test. Untuk mengetahui tingkat validitas dan realibilitas angket / soal terlebih dahulu dilakukan uji coba terhadap 50 responden di luar sample. Analisis uji coba ini dilaksanakan dengan bantuan komputer program SPSS (Santoso, 2000:268) 3.3.2. Angket dibedakan kepada setiap guru yang menjadi semple peneliti. Setiap guru diharapkan menjawab dengan jujur sesuai yang dilakukan siswa .Tipe kreativitas mengajar siswa dapat diketahui dari skor angka terbesar hasil pengisian angket. 3.4. Instrumen Penelitian Yang dimaksud dengan instrumen di sini adalah pengukuran terhadap variabel-variabel yang diteliti. Uji coba instrumen dilaksanakan terhadap 30 siswa dengan analisis hasil uji coba yagn diteliti uji validitas dan realibitas dengan bantuan komputer program SPSS versi 10 ( Santoso, 2001: 2744 – 277). 1. Uji validitas instrumen Adapun uji yang dilakukan adalah melalui tahap – tahap sebagai berikut : a. Menentukan hipotesis untuk hasil uji coba o Ho = skor butir indikator berkorelasi positif dengan skor faktor (total) o H1 = skor butir indikator tidak berkorelasi positiif dengan skor faktor total b. Menentukan r tabel Melihat tabel r dengan tingkat signifikan 5%,df=30-2= 28 didapat angka sebesar 0.310 (daftar tabel r) c. Menentukan r hitung Untuk melihat r hitung masing-masing item dapat dilihat pada hasil analisa komputer pada lampiran 2 pada kolom corrected item-total correlation, seperti tabel berikut d. Pengambilan keputusan 1. Jika r hitung dan > r tabel , maka butir tersebut tidak valid. 2. Jika r hitung negative dan atau < r tabel, maka butir tersebut tidak valid. Berdasarkan tabel tersebut di atas, karena r hitung butir 0.1 sampai dengan butir 10 lebih besar dari r tabel 0.310 maka butir-butir instrumen tersebut dinyatakan valid. 2. Uji realiabilitas instrumen a. Menentukan hipotesis untuk hasil uji coba : • H0= skor butir indikator berkorelasi komposit faktornya • H1=skor butir indikator tidak berkorelasi positif dengan komposit faktornya b. Menentukan r tabel Melihat tabel r dengan tingkat signifikan 5%, df = 30-2 = 28 didapat angka sebesar 0.310 c. Menentukan r hitung Untuk melihat r hitung adalah dengan alpha yang terdapat pada lembar akhir analisa komputer pada lampiran-lampiran pada kolom corrected item-total correlation, seperti pada tabel berikut : d. Pengambilan Keputusan 1) Jika r hitung positif dan > r tabel, maka butir tersebut valid. 2) Jika r hitung negative dan atau < r tabel, maka butir tersebut tidak valid. Berdasarkan tabel tersebut di atas karena r hitung butir 01 sampai dengan butir 10 lebih besar dari r tabel 0.310, maka butir-butir instrumen tersebut dinyatakan valid. 2. Uji reliabilitas instrumen a. Menentukan hipotesis untuk hasil uji coba: • H0 = Skor butir indikator berkorelasi positif dengan komposit faktornya. • H1 = Skor butir indikator tidak berkorelasi positif dengan komposit faktornya. b. Menentukan r tabel Melihat tabel r dengan tingkat signifikan 5 %. Df=30-2=28 didapat angka sebesar 0.310 c. Menentukan r hitung Untuk melihat r hitung adalah dengan alpha yang terdapat pada lembar akhir analisis komputer yaitu 0.8953 (lihat lampiran 2 bagian output 2) d Pengambilan keputusan 1).Jika r alpha atau hitung positif dan atau > r tabel, maka butir tersebut reliable. 2).Jika r alpha atau hitung negative dan atau < r tabel, maka butir tersebut tidak reliable. Karena r alpha atau hitung (0.8953) positif dan lebih besar dari r tabel 0.310, maka butir-butir instrumen tersebut dinyatakan reliable. 3.5. Teknis Analisis Data Analisis dalam penelitian ini dilakukan dalam beberapa tahap, yaitu: 3.5.1. Pengelompokan data kedalam kategori strategi pembelajaran. 3.5.2. Analisis varian satu jalur digunakan untuk menganalisis data utama, yaitu untuk menguji signifikasi pengaruh penggunaan strategi pembelajaran (klasikal / kelompok) dan aktifitas mangajar terhadap prestasi belajar. Dalam pelaksanaan semua analisis data tersebut dilaksanakan dengan ANOVA satu jalur dengan bantuan komputer program SPSS versi 10 (Santoso, 2000 : 261).

0 komentar:

Poskan Komentar