WONOSOBO, negeri di atas awan.

Lagunya Katon Bagaskara yang judulnya Negeri di Atas Awan, liriknya: Di bayang wajahmu Kutemukan kasih dan hidup Yang lama lelah aku cari Dimasa lalu Kau datang padaku Kau tawarkan hati nan lugu Selalu mencoba mengerti Hasrat dalam diri Kau mainkan untukku Sebuah lagu tentang negeri di awan Dimana kedamaian menjadi istananya Dan kini tengah kaubawa Aku menuju kesana Ternyata hatimu Penuh dengan bahasa kasih Yang terungkapkan dengan pasti Dalam suka dan sedih Nah konon Katon Bagaskara menciptakan lagu ini karena terinspirasi dari sebuah dataran tinggi bernama Dieng di Kabupaten Wonosobo Jawa Tengah. Tempat ini sangat mempesona pemandangannya. Saking tingginya tempat itu kita serasa berada di atas awan. Nah di Kabupaten Wonosobo khususnya di Dieng ini mempunyai banyak obyek-obyek wisata yang sangat menarik. Dieng adalah wilayah vulkanik aktif dan dapat dikatakan merupakan gunung api raksasa. Kawah-kawah kepundan banyak dijumpai di sana. Ketinggian rata-rata adalah sekitar 2.000 m di atas permukaan laut. Suhu di Dieng sejuk mendekati dingin, berkisar 15—20°C di siang hari dan 10°C di malam hari. Pada musim kemarau (Juli dan Agustus), suhu udara terkadang dapat mencapai 0°C di pagi hari . 1. Gardu Pandang Dari tempat ini tampak pemandangan yang sangat indah. Dibawahnya ada lembah yang curam sehingga rumah-rumah di pedesaan nampak kecil-kecil. Lokasi ini terletak 1.800 m di atas permukaan laut. Berarti ketinggiannya hanya terpaut beberapa ratus meter dibanding gunung Sindoro. Nampak sangat indah berwarna keemasan, oleh sebab itu sering disebut dengan Golden Sun Rise.
Spoiler for foto gardupandang1:
Spoiler for gardupandang2:
Spoiler for foto gardupandang3:
2. Candi Dieng Komplek candi ini dibangun di bekas cekungan sisa kawah. Konon ini merupakan bangunan Hindu tertua di Jawa Tengah yang dibangun sekitar abad ke tujuh, lebih tua dari prambanan yang dibangun pada abad
Spoiler for foto candi dieng1:
Spoiler for foto candi dieng2:
Spoiler for foto candi dieng3:
Spoiler for foto candi dieng4:
3. Telaga Warna Disebut Telaga Warna karena memiliki keunikan tersendiri berkaitan dengan warna telaga. Terkadang berwarna hijau dan kuning, biru dan kuning, atau berwarna-warni mirip pelangi. Variasi warna ini dipengaruhi cuaca, waktu dan tempat melihatnya. Menurut masyarakat setempat, ada suatu kisah yang menyebabkan warna danau alias telaga itu berwarna-warni. Konon, dahulu ada cincin milik bangsawan setempat yang bertuah namun terjatuh ke dasar telaga. Sementara dari kajian ilmiah, telaga ini merupakan kawah gunung berapi yang mengandung belerang. Akibatnya, bila air telaga terkena sinar matahari akan dibiaskan menjadi warna-warni yang indah.
Spoiler for foto telaga warna1:
Spoiler for foto telaga warna2:
Spoiler for foto telaga warna3:
4. Kawah Sikidang Kawah ini adalah kawah vulkanik dengan lubang kepundan berada di daerah dataran sehingga kawah dapat disaksikan langsung dari bibir kawah. Sampai saat ini kawah Sikidang masih aktif mengeluarkan uap panas sehingga air kawah mendidih dan bergejolak. Selain kawah sikidang ini, di daerah Dieng masih banyak kawah lain yang sangat menarik kita kunjungi.
Spoiler for foto kawahsikidang1:
Spoiler for foto kawahsikidang2:
Spoiler for foto kawahsikidang3:
5. Dieng Plateau Theater (DPT) Dieng Plateau Theater adalah sarana wisata berupa bioskop yang materinya berupa informasi peristiwa alam Dieng, seperti peristiwa Sinila tahun 1979. Sarana ini digagas oleh Gubernur Jawa Tengah kala itu, bapak Mardiyanto. Terletak di lereng bukit Sikendil, kira-kira 1.5 km dari pertigaan masuk Dieng, 250 meter dari Telaga Warna. Berada pada ketinggian 2.100 m di atas permukaan laut. Sarana ini cocok sekali bagi anda yang ingin mengetahui peristiwa alam di Dieng dan Budaya masyarakat sekitarnya. Sebagai tujuan wisata bagi para pelajar juga sangat baik.
Spoiler for foto dieng plateau:
Selain obyek-obyek wisata tersebut Kabupaten Wonosobo juga mempunyai banyak obyek wisata menarik lain seperti : 1. Agrowisata Tambi Terletak 16 km arah utara kota Wonosobo. Tempat wisata ini dilengkapi dengan kamar-kamar penginapan yang bagus dan komplit. Akan ada pemandu yang membawa berkeliling perkebunan teh, melihat karyawan pemetik teh sedang bekerja dan ke dalam pabrik teh melihat prosesing teh sejak dari daun sampai siap saji.
Spoiler for foto tambi1:
[IMG] http://suharjawanasuria.tripod.com/tambi05.jpg[/IMG]
Spoiler for foto tambi2:
[IMG] http://4.bp.blogspot.com/_S1sBQcs_H4E/SwJWmNzv1yI/AAAAAAAAACY/Y0tv09Dh3qE/s1600/a.jpg[/IMG]
2. Telaga Menjer Menjer adalah telaga yang terletak di desa Menjer, kecamatan Garung. Telaga ini berjarak sekitar 5 km dari ibukota kecamatan Garung.
Spoiler for foto menjer1:
[IMG] http://farm3.static.flickr.com/2402/2533441626_9a47b63c1d.jpg?v=0[/IMG]
Spoiler for foto menjer2:
[IMG] http://media.photobucket.com/image/telaga%20menjer/salik_bucket/landscape/prahumenjer.jpg[/IMG]
3. Kalianget Kalianget adalah sebuah pemandian alam air panas yang terletak 3 kilometer sebelah utara Kota Wonosobo pada jalur jalan wisata Wonosobo - Dataran Tinggi Dieng. Air ini mengandung asam sulfat (belerang) cukup tinggi. Sehingga memiliki khasiat menyembuhkan berbagai macam penyakit kulit seperti kudis, kurap, kadas, panu dan sebagainya. 4.Waduk Wadaslintang Waduk Wadaslintang adalah sebuah telaga buatan manusia, terletak 48 kilometer sebelah tenggara Kota Wonosobo. Luas genangan waduk meliputi 14,6 kilometer persegi. Tinggi bendungan utama 116 meter dan mampu menampung air maksimum 443 juta meter kubik dan efektif 406 juta meter kubik air.

1 komentar:

Retno mengatakan...

Sekarang objek wisata di Indonesia sering tidak mendapatkan perhatian serius, oleh karena itu peran pemerintah dan masyarakat sangat diperlukan untuk meningkatkan eksistensi objek wisata tersebut sebagai sumber daya untuk mendapatkan devisa negara. Oleh karena itu kita harus melestarikan dan menjaga dengan seksama. Selain itu di daerah wanasaba berdasarkan penelitian terdapat bekas kerajaan ratu Bilqis yang dipindahkan oleh Nabi Sulaiman. Hal itu didasarkan penelitian Dr. KH. Fahmi Basya yang menyatakan bahwa negeri SABA' dalam Al Quran ternyata adalah Indonesia. (Retno Wahyuningsih, Pokjar: Palang, Matakuliah: IPS)

Poskan Komentar