Tata Surya

Pada malam yang cerah bisa diamati aneka benda langit. Taburan bintang, bulan, planet, kadang penjelajah kecil di tata surya semisal meteor dan komet. Dengan teleskop dapat dilihat lebih banyak bintang, kawah di bulan, satelit planet, dan penjelajah kecil lain yaitu asteroid. Tentang bintang kalau diamati ternyata susunannya tak berubah. Karenanya dibuatlah peta langit yang tersusun atas 88 rasi bintang atau konstelasi dan 12 diantaranya Zodiak. Sambil menikmati terbit terbenamnya benda langit pada malam hari, yang sebenarnya akibat rotasi bumi - kita dapat berharap melihat meteor walau kebanyakan sangat redup dilihat mata bugil. Julukannya bintang jatuh. Meteor berasal dari materi antar planet berukuran kecil maupun besar. Kadang materi ini jatuh ke bumi. Saat masuk atmosfer, bergesekan dengan atmosfer, panas dan terbakar. Kebanyakan meteor habis terbakar, kadang tidak habis sedemikian sehingga jatuh ke bumi. Sisa meteor ini disebut meteorit. Salah satunya adalah meteorit Tambak Watu yang jatuh di Pasuruan Jawa Timur yang kini disimpan di Planetarium Jakarta. Kadang tampak pula komet walau sangat jarang. Sesungguhnya dia berasal dari pinggir Tata Surya. Awalnya bongkah salju kotor aneka unsur. Ukurannya pun hanya sampai beberapa kilometer. Terbentuknya ekor pada komet sebenarnya akibat adanya kombinasi tekanan radiasi dan lontaran angin matahari. Keberadaan komet bisa juga menyebabkan terjadinya hujan meteor. Saat matahari terbit, langit memerah dan kemudian menjadi biru cemerlang dan benda langit lain pun hilang. Sebenarnya ini karena adanya atmosfer yang menghamburkan cahayanya. Matahari adalah kepala keluarga tata surya sekaligus bintang terdekat berjarak sekitar 150 juta km. Sekitar 1.300.000 bumi dapat masuk ketubuhnya. Ibarat lampu raksasa dengan daya 400 trilyun watt, sungguh besar peran matahari sebagai pemasok energi di bumi. Permukaannya sering dihiasi bintik hitam (sunspot) yang sekaligus menunjukkan gerak rotasinya. Dia bisa memancarkan cahaya karena dipercaya dipusatnya terdapat pembangkitan energi nuklir yang luar biasa besar. Tata surya Pada malam yang cerah bisa diamati aneka benda langit. Taburan bintang, bulan, planet, kadang penjelajah kecil di tata surya semisal meteor dan komet. Dengan teleskop dapat dilihat lebih banyak bintang, kawah di bulan, satelit planet, dan penjelajah kecil lain yaitu asteroid. Tentang bintang kalau diamati ternyata susunannya tak berubah. Karenanya dibuatlah peta langit yang tersusun atas 88 rasi bintang atau konstelasi dan 12 diantaranya Zodiak. Meteor Sambil menikmati terbit terbenamnya benda langit pada malam hari, yang sebenarnya akibat rotasi bumi - kita dapat berharap melihat meteor walau kebanyakan sangat redup dilihat mata bugil. Julukannya bintang jatuh. Meteor berasal dari materi antar planet berukuran kecil maupun besar. Kadang materi ini jatuh ke bumi. Saat masuk atmosfer, bergesekan dengan atmosfer, panas dan terbakar. Kebanyakan meteor habis terbakar, kadang tidak habis sedemikian sehingga jatuh ke bumi. Sisa meteor ini disebut meteorit. Salah satunya adalah meteorit Tambak Watu yang jatuh di Pasuruan Jawa Timur yang kini disimpan di Planetarium Jakarta. Kadang tampak pula komet walau sangat jarang. Sesungguhnya dia berasal dari pinggir Tata Surya. Awalnya bongkah salju kotor aneka unsur. Ukurannya pun hanya sampai beberapa kilometer. Terbentuknya ekor pada komet sebenarnya akibat adanya kombinasi tekanan radiasi dan lontaran angin matahari. Keberadaan komet bisa juga menyebabkan terjadinya hujan meteor. Saat matahari terbit, langit memerah dan kemudian menjadi biru cemerlang dan benda langit lain pun hilang. Sebenarnya ini karena adanya atmosfer yang menghamburkan cahayanya. Matahari adalah kepala keluarga tata surya sekaligus bintang terdekat berjarak sekitar 150 juta km. Sekitar 1.300.000 bumi dapat masuk ketubuhnya. Ibarat lampu raksasa dengan daya 400 trilyun watt, sungguh besar peran matahari sebagai pemasok energi di bumi. Permukaannya sering dihiasi bintik hitam (sunspot) yang sekaligus menunjukkan gerak rotasinya. Dia bisa memancarkan cahaya karena dipercaya dipusatnya terdapat pembangkitan energi nuklir yang luar biasa besar. Matahari Hal yang menarik bahwa ternyata matahari senantiasa bergeser ke timur relatif terhadap latar belakang bintang. Fenomena ini sudah disadari sejak ribuan tahun lalu. Menengok fenomena ini lebih mudah bila bumi tidak beratmosfer. Sekaligus disini kita mengenal perbedaan panjang hari yang berpedoman bintang (hari sideris) dengan yang berpatokan matahari (hari surya). Jejak pergeseran matahari ke timur ini disebut ekliptika. Matahari butuh waktu satu tahun untuk melakukan 1 lingkaran. Gerak ini disebut gerak semu tahunan matahari. Pergerakannya diikuti planet dan bulan disekitar lingkaran tersebut melewati rasi-rasi zodiak. Disebut semu karena sebenarnya bukan matahari yang bergerak, melainkan bumi yang mengedari matahari. Disebut gerak revolusi bumi. Hal ini jelas kalau melihat tata surya dari jauh. Kita melihat bagaimana planet mengedari matahari, sekaligus berkenalan dengan sifat-sifat planet. Secara garis besar mengenai hal itu bisa dilihat pada tabel dibawah ini: Nama Planet Jarak ke matahari (juta km) Periode revolusi Periode rotasi Arah rotasi Diameter ekuator (km) Jumlah satelit Kecepatan edar (km/detik) Suhu permukaan (C) Merkurius 58 88 h 58,65 h B - T 4.878 0 47,9 (-) 170-400 Venus 108 225 h 243 h T - B 12.102 0 35,0 450-480 Bumi 150 365,25 h 1 h B - T 12.756,3 1 29,8 (-) 88,8-57,8 Mars 225 1,88 t 24,6 j B - T 6.794 2 24,1 (-) 124-24 Jupiter 778 11,86 t 9 j 50 m B - T 142.796 17 13,1 (-) 140 Saturnus 1.500 29,46 t 10 j 14 m B - T 120.660 24 9,6 (-) 160 Uranus 2.900 84,1 t 17 j T - B 50.800 21 6,8 (-) 180 Neptunus 4.500 164,8 t 18 -26 j B - T 48.450 8 5,4 (-) 200 Pluto 6.000 248,5 t 6,38 h T - B 2.320 1 4,7 (-) 238 Keterangan: 1. t = tahun; h = hari; j = jam; m = menit; (-) = minus, lebih kecil dari nol derajat celcius. 2. B : barat; T : timur 3. Merkurius s.d Mars disebut planet kebumian, ukuran relatif kecil dan bersifat pejal/padat. 4. Jupiter s.d Neptunus disebut planet Jovian, atau planet keluarga Jupiter yang ukurannya besar dan terbentuk dari gas padat. Sering disebut planet gas raksasa. 5. Planet inner (dalam) : Merkurius s.d Mars; Planet outer (luar) : Jupiter s.d Pluto 6. Planet inferior (dalam) : Merkurius, Venus; Planet superior (luar) : Mars, Pluto Data Bulan Jarak rata-rata ke bumi : 348.392 km (356.500 - 406.800 km) Periode edar sideris : 27 hari 7 jam 43 menit 11,5 detik Periode edar sinodis : 29 hari 12 jam 44 menit 2,8 detik Periode rotasi : periode edar sideris; oleh sebab itu wajah yang menghadap bumi selalu sama Diameter ekuator : 3.476,4 km Gerak harian sideris rata-rata relatif terhadap latar belakang bintang (ke timur) : 13, 18 derajat Inklinasi bidang edar terhadap bidang enkliptika : 5 derajat - 5 derajat 8` Suhu permukaan : - 180 derajat celcius pada tengah malam : 120 derajat celcius >pada tengah hari Kecepatan lepas (kecepatan yang dibutuhkan untuk lepas dari gravitasi bulan) : 2,37 km/detik (bumi = 11,18 km/detik)

0 komentar:

Poskan Komentar