Kriteria Ekonomi Penentuan Daerah Perlindungan Laut

Kriteria Ekonomi Penentuan Daerah Perlindungan LautImportance to species. Tingkatan tertentu yang secara komersial terdapat spesies penting di suatu daerah. Sebagai contoh ekosistem terumbu karang yang menjadi habitat bagi spesies tertentu untuk berketurunan, beristirahat, berlindung, ataupun mencari makan

Importance to fisheries. Semakin besar ketergantungan nelayan pada suatu daerah dan semakin besar daerah tersebut memberikan hasil perikanan, maka semakin penting untuk melakukan pengelolaan dengan benar sehingga menjamin pemanfaatan yang berkelanjutan

Nature of threats. Tingkatan dimana perubahan yang dilakukan menggunakan pola yang mengancam kepentingan banyak orang. Habitat dapat terancam secara langsung melalui tindakan destruktif seperti perikanan dengan bahan peledak, bottom trawl, atau melalui pemanfaatan sumberdaya yang berlebihan. Daerah penangkapan tradisional oleh nelayan lokal perlu untuk dikelola. Jumlah nelayan di daerah tersebut dapat meningkat, mengakibatkan tekanan ekstra terhadap stok sumberdaya dan habitat Economic benefits. Kemampuan untuk menjaga perekonomian lokal dengan jangka waktu yang lama. Daerah yang memberikan pengaruh yang positif mendapatkan rating yang lebih tinggi, misalnya suatu daerah yang mampu menjaga feeding area dari ikan ekonomis lebih dipilih sebagai DPL Tourism. Tingkat potensi suatu daerah untuk pengembangan kepariwisataan. Daerah yang cocok untuk pengembangan kepariwisataan dengan tujuan konservasi akan mendapatkan rating yang lebih tinggi dalam penentuan DPL.

Pustaka

Salm, RV. 1984. Marine and Coastal Protected Areas : A Guide For Planners and Managers. Gland, Switzerland. IUCN

Penulis

Yogi Suardi. Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Kelautan IPB Angkatan 42

0 komentar:

Poskan Komentar