Kriteria Sosial Penentuan Daerah Perlindungan Laut

Recreation. Tingkatan apakah daerah tersebut sedang atau akan dijadikan sebagai tujuan wisata. Daerah yang masyarakat lokalnya menyediakan peluang untuk menggunakan, menikmati, dan belajar mengenai lingkungan alam mereka akan memberikan rating yang tinggi Culture. Unsur religi, sejarah, seni, atau kekayaan budaya yang dimiliki oleh suatu daerah Aesthetics. Seascape dan landscape atau daerah lain yang memiliki pemandangan yang indah. Daerah alami yang memiliki keistimewaan pemandangan indah akan mendapatkan rating yang tinggi dan tergantung ada tidaknya perawatan yang terintegrasi antara pesisir dan lautan. Daerah yang memiliki keanekaragaman dan konservasi biologi yang rendah akan tetapi memiliki pemandangan yang indah sekali, maka penilaian yang tinggi tertuju untuk tempat rekreasi Conflict of interest. Tingkatan dimana suatu daerah perlindungan akan memberikan pengaruh terhadap daerah setempat. Apabila suatu daerah ditujukan untuk tempat wisata maka daerah tersebut bukanlah daerah major fishing. Penentuan zona dengan seksama akan mengurangi kemungkinan terjadinya konflik Safety. Faktor keamanan bagi seseorang dari kondisi suatu daerah misalnya dari arus yang deras, pada saat melakukan penyelaman, dari galombang dan lain sebagainya. Hal ini penting untuk menjamin keselamatan dalam melakukan aktifitas yang diperbolehkan di daerah tersebut Accessibility. Kemudahan untuk menjangkau suatu lokasi baik dari darat maupun laut. Daerah yang ditujukan bagi wisatawan, pelajar, peneliti, ataupun nelayan harus memiliki kemudahan untuk menjangkaunya. Akan tetapi tingginya tingkat kemudahan ini akan menimbulakan conflict of interest (misalnya antara kegiatan pelestarian terumbu karang dengan kegiatan perikanan, atau antara kegiatan perikanan dengan kegiatan penyelaman) Benchmark. Tingkatan dimana suatu daerah bertindak sebagai ”grup kendali” ilmiah yang tidak dapat dimanipulasi dan berfungsi untuk mengukur perubahan di tempat lain. Benchmark penting untuk program monitoring ekologi dan mendapat rating yang tinggi dalam penentuan DPL Education. Tingkatan yang mana daerah mewakili bermacam karakteristik ekologis dan dapat melayani kepentingan riset serta demontrasi metode ilmiah. Daerah yang dengan jelas memperlihatkan perbedaan tipe habitat dan hubungan ekologis dan keduanya itu bertujuan untuk kepentingan konservasi dan kegiatan pembelajaran mendapatkan rating yang tinggi untuk penentuan DPL.

Pustaka

Salm, RV. 1984. Marine and Coastal Protected Areas : A Guide For Planners and Managers. Gland, Switzerland. IUCN

Oleh : Yogi Suardi

0 komentar:

Poskan Komentar