Pangandaran Beach (Vacation Place)

Pangandaran Beach was located in Ciamis, on Java Province. Look picture below, that's Pangandaran Beach:There's so many local tourism and international tourism in there. Like picture below, that's a international tourism child on pangandaran beach:

Their come from many cities in Indonesia and others countries.
There are so many facilities like hotel and tiny house to take a rest. There's also a protected forest by government, so many kind of trees in there, and also many wild monkey in there. Look picture below:Sometimes they are follow the tourism to beg for a food like bananas and peanuts. There also white sand on Pangandaran Beach, look picture below: And so many child are playing soccer, running, and swimming in the beach. Take a look below, they are look fun:
Pantai Pangandaran
PARIWISATA
KabarIndonesia - Pekan lalu (17-19/7), kami berenam, dosen pembimbing, ditugaskan dalam rangka Field Study para mahasiswa pariwisata UPI ke beberapa objek wisata pantai di Kabupaten Ciamis, antara lain Pangandaran dan Pantai Batu Karas. Pantai Indah Pangandaran terletak di desa Pananjung, Kecamatan Pangandaran, sedangkan Pantai Batu Karas terletak di Desa Batu Karas, Kecamatan Cijulang, kurang lebih 34 Km dari Pangandaran. Pantai Pangandaran merupakan salah satu objek wisata pantai yang sudah terkenal sejak jaman Belanda, merupakan primadona pantai di Jawa Barat. Bahkan di zaman Jepang, pantai ini terutama di Teluk Pananjung pernah dijadikan tempat pendaratan tentara Jepang, ehingga di sana masih terdapat beberapa gua Jepang yang dulu dijadikan tempat-tempat pemukiman/persembunyian tentara Jepang yang berniat menyerang tentara Belanda. Objek wisata pantai Pangandaran terletak 92 km arah selatan Kota Ciamis. Beberapa tahun yang lalu apalagi setelah dilanda oleh gelombang tsunami, sebagian pantai terutama rumah-rumah penduduk, kios dan warung makanan dan lain-lain, banyak yang rusak berat. Bahkan ada beberapa pondok wisata yang masih belum direhabilitasi. Tapi kini objek wisata Pangandaran telah menggeliat indah dan rapi. Bagaikan janda kembang yang sedang bersolek yang selalu menanti kedatangan wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Banyak hotel-hotel yang sudah dibangun dengan fasilitas dan pelayanan yang lebih menyenangkan. Pantainya tidak lagi sekotor seperti tempo dulu, sebab para pedagang kaki lima sudah ditertibkan. Tidak lagi berceceran di tepi pantai, hingga tak enak dipandang dan banyaknya sampah berserakan. Kini mereka ditempatkan berjajar rapi di sebelah dalam dari jalan aspal pantai. Sepanjang pinggiran jalan aspal bersebelahan dengan pantai juga telah dibangun pagar tembok yang cukup kuat sehingga mampu menahan air laut apabila terjadi gelombang pasang. Ada beberapa hotel yang mempunyai nuansa seperti Bali di mana kami beserta para mahasiswa Pariwisata UPI menginap. Saya punya kesan seperti hotel di pulau Bali, baik penataan ruangan, kolam renang, pertamanan dan pelayanannya, hanya tidak ada pura, dupa dan tempat sesajen saja. Kemungkinan arsiteknya orang Bali atau setidak-tidaknya meniru gaya dan arsitektur perhotelan di Bali. Namun demikian, menginap di hotel tersebut cukup berkesan, segar dan menyenangkan. Objek wisata pantai Pangandaran ini memiliki berbagai keistimewaan, antara lain; dapat melihat terbit dan tenggelamnya matahari dari satu tempat yang sama; pantainya landai dengan air laut yang jernih serta jarak antara pasang dan surut relatif lama, sehingga memungkinkan kita untuk berenang dengan aman; terdapat pantai dengan hamparan pasir putih; jalan lingkungan yang beraspal mulus dengan penerangan jalan yang memadai; tersedia tim penyelamat wisata pantai; terdapat taman laut dengan ikan-ikan dan kehidupan laut yang mempesona. Dengan adanya faktor-faktor penunjang tadi, maka wisatawan yang datang ke Pangandaran dapat melakukan kegiatan yang beraneka ragam seperti berenang, berselansar, berperahu pesiar, memancing, keliling dengan sepeda, parasailing, jetski dan lain-lain. Ada acara tradisional yang menarik terdapat di Pangandaran ini yaitu Hajat Laut, suatu upacara yang dilakukan nelayan di Pangandaran sebagai perwujudan rasa terima kasih kepada Tuhan YME dengan cara melarung sesajen ke laut lepas. Acara ini biasa dilakukan pada tiap-tiap bulan Muharam, dengan mengambil tempat di Pantai Timur Pangandaran. Event pariwisata yang bertaraf internasional yang selalu diadakan pada setiap bulan Juni atau Juli yaitu Festival Layang-layang Internasional (Pangandaran International Kite Festival) dengan berbagai kesenian pendukungnya seperti musik tradisional dangdut, wayang golek dan lain-lain. Pada acara ini kami pun beserta seluruh mahasiswa peserta Field Study ikut menyaksikan festival layang-layang ini pada hari Sabtu siang tanggal 19 Juli 2008. Peserta festival, selain dari Indonesia, juga ada yang dari Malaysia dan Singapura. Menarik juga. Apalagi model layang-layangnya berbeda dengan model Indonesia. Tidak jauh dari objek wisata pantai Pangandaran ini, sebetulnya masih ada beberapa objek wisata pantai lain yang cukup menarik bagi wisatawan. Antara lain Pantai Batukaras, Pantai Batu Hiu, Gua Donan, Green Canyon atau Cukang Taneuh, Cagar Alam Pananjung, Pemandian Alam Citumang, Pantai Karang Nini, Pantai Lembah Putri, Pantai Keusik Luhur, dan Pantai Karang Tirta. Objek wisata Pantai Batu Karas ternyata banyak juga diminati wisatawan asing. Di sana terdapat beberapa pondok wisata dan hotel. Demikian pula Camping Ground yang cukup luas diminati banyak para pelajar dari berbagai daerah di Jawa Barat. Objek wisata yang satu ini merupakan perpaduan nuansa alam antara objek wisata Pangandaran dan Batu Hiu, dengan suasana alam yang tenang, gelombang laut yang bersahabat. Pantainya landai membuat pengunjung kerasan tinggal di kawasan ini. Kegiatan wisata yang dapat dilakukan selain berenang antara lain berperahu di bengawan, berkemah, berselancar, serta merenungi dan menikmati keindahan alam yang tenang menentramkan.

0 komentar:

Poskan Komentar