MEDIA PEMBELAJARAN

A. Pengertian Media pengajaran Ada beberapa ahli yang memberi batasan tentang media dengan pengertian media sendiri yang sangat luas, seperti dari beberapa ahli yang mengemukakan pengertian media tersebut seperti: 1. Mc.Luhan (1964) seorang ahli komunikasi, menurut dia media itu adalah sebuah saluran pesan yang dapat digunakan sebagai sarana komunikasi dan seorang ke orang lain yang tidak ada harapannya, contohnya surat, televisi, film, telepon dan jalan serta jalur kereta api. 2. Romiszowski (1988) seorang profesor teknologi pendidikan dari Syracuce University, menurut dia media sebaiknya diberi batasan yang cukup sempit sehingga hanya mencakup media yang digunakan secara efektif untuk melaksanakan proses pembelajaran yang direncanakan dengan baik, sehingga Romiszowski mengemukakan bahwa media adalah pembawa pesan yang berasal dari suatu sumber pesan (yang dapat berupa orang/benda) kepada penerima pesan. Pada dasarnya media dapat diartikan sebagai perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima. B. Manfaat Media Media dapat digunakan dalam proses belajar mengajar dengan dua cara, yaitu sebagai alat bantu mengajar (dependent media) yaitu efektifitas media itu sangat tergantung kepada kemampuan guru yang memakainya, kedua sebagai media belajar yang dapat digunakan sendiri oleh siswa (independent) yaitu media itu dirancang, dikembangkan, dan diproduksi secara sistematik, serta dapat menyalurkan informasi secara terarah untuk mencapai tujuan intruksional tertentu. Media dapat membantu guru: 1) Media mampu memperlihatkan gerakan cepat yang sulit diamati dengan cermat oleh mata biasa. 2) Media dapat memperbesar benda-benda kecil yang tak dapat dilihat oleh mata telanjang. 3) Sebuah obyek yang sangat besar tentu tidak bisa dibawa ke dalam kelas maka dengan media dapat dilakukan dengan realita, gambar, film dll. 4) Media dapat menyajikan suatu proses/pengalaman hidup yang utuh. 5) Guru tidak dapat membawa benda-benda berbahaya seperti harimau, bom, orang sakit ke dalam kelas, semua itu dibawa ke dalam kelas berbentuk sebuah media. C.Karakteristik Media Rudi Bretz mengklasifikasikan media atas karakteristik utamanya yaitu suara, bentuk visual (gambar, garis dan simbol) serta gerak, di samping itu dia juga membedakan media transmisi dan media rekaman semua digolongkan menjadi 7 kelas yaitu media audio visual gerak, media visual diam, media audio semi gerak, media visual gerak, media visual diam, media audio, dan media cetak. Berbeda lagi dengan L.J.Briggs (1970) menggolongkan media tersebut dengan mengkaitkan kesesuaian karakteristik rangsangan yang dapat ditimbulkan oleh media tersebut dengan: a) Karakteristik siswa. b) Persyaratan tugas. c) Materi, dan d) Trasmisinya. Dia juga mengidentifikasikan 13 macam media pengajaran yaitu obyek, model, suara langsung, rekaman audio, media cetak, pengajaran terprogram, papan tulis,media transparansi, film rangkai, film, televisi dan gambar. Semakin lebih jelas bahwa karakteristik media sangat menentukan hasil penggolongan media pengajaran. D. Media Audio Media audio berfungsi untuk menyalurkan pesan audio dari sumber penerima pesan, jenis-jenis media audio antara lain: 1. Radio Fungsinya meningkatkan kemampuan komunikasi audio, membuat suasana belajar menjadi lebih hidup dan meningkatkan kemampuan apresiasi dan imajinasi terhadap kejadian/peristiwa yang sedang disiarkan. Kelebihan dari media ini antara lain: a) Program siaran dapat direkam dan isi pesan dapat dipergunakan berulang kali dengan konsisten. b) Daya jangkaunya luas. c) Harganya terjangkau. d) Dapat dipindah-pindah. e) Progam dapat diedit sesuai yang dikehendaki. f) Dapat menyajikan laporan-laporan seketika. g) Dapat mengatasi ruangan dan waktu. h) Dapat memberikan suasana alam nyata seperti bunyi atau suara, dan i) Dapat menyiarkan kejadian khusus, aktual dan peristiwa historis. Sedangkan kelemahan dari media ini antara lain: a) Penyesuaian jadwal siaran dan jadwal sekolah umumnya sulit. b) Sifat komunikasinya satu arah. c) Hanya menggunakan media audio saja. d) Sulit dikontrol, artinya pendengar tidak dapat menghentikan siaran sebentar untuk berdiskusi untuk mengulas yang kurang jelas. 2. Tape Recorder dan Pita Audio Fungsinya meningkatkan komunikasi audio, membuat suasana belajar lebih mantap komunitatif serta mengembangkan kemampuan apresiasi dan imajinasi siswa terhadap hal-hal yang sedang disajikan. Kelebihan dari media ini antara lain: a) Lebih mudah dikontrol oleh guru, yaitu dapat diulang-ulang jika belum paham. b) Cocok untuk pengajaran bahasa, musik dll. c) Tidak terikat jadwal dan waktu penyiarannya. d) Pemilihan dan penggunaan pita rekaman (pita audio) dapat disesuaikan dengan kebutuhan. e) Dapat digunakan untuk remediasi. f) Praktis, karena mudah dibawa kemana-mana. Kekurangan dari media ini antara lain: a) Daya jangkaunya agak terbatas. b) Rekaman kadang-kadang terhapus. c) Biaya pengadaannya lebih mahal, terutama untuk sasaran yang luas. E. Media Visual Media visual dibagi menjadi dua yang pertama media visual diam (foto, ilustrasi, flash card, film bingkai dan sejenis media yang tidak dapat bergerak), kedua media visual gerak (gambar-gambar proyeksi bergerak seperti film bisu dll. Funsi media ini untuk memperlihatkan sesuatu yang belum pernah dilihat atau yang tidak mungkin misalnya dengan menggunakan media gambar datar (foto, ilustrasi, flash cards, gambar pilihan dan potongan gambar), media proyeksi diam (film bingkai (slide), film rangkai (filmstrip), transparansi, proyektor tak tembus pandang (opaque proyektor), mikrofis(microfiche), stereo proyektor, mikro proyektor, dan tachitoscopes), media grafis (grafik, bagan (chart), diagram dan sketsa, poster, gambar kartun, peta dan globe),dan media prroyeksi bergerak. Kelebihan dari media ini antara lain: a) Umumnya murah harganya. b) Mudah didapat. c) Mudah digunakannya. d) Dapat memperjelas suatu masalah. e) Lebih realitis. f) Dapat membantu mengatasi keterbatasan pengamatan. g) Dapat mengatasi keterbatasan ruang dan waktu. Sedangkan kekurangan dari media ini antara lain: a) Semata-mata hanya medium visual. b) Ukuran gambar sering kali kurang tepat untuk pengajaran dalam kelompok besar. c) Memerlukan ketersediaan sumber dan ketrampilan, dan kejelian guru untuk dapat memanfaatkannya. F. Media Audio Visual Dengan karakteritik yang lebih lengkap, media audio visual memiliki kemampuan untuk dapat mengatasi kekurangan dari media audio atau media visual semata, misalnya film bingkai dilengkapi dengan media suara. Menurut karakteristiknya media audio visual dibedakan menjadi dua yaitu media audio visual diam (slow scan TV, time shared TV, TV diam, film rangkai bersuara, halaman bersuara, dan buku bersuara), dan media audio visual gerak (film bersuara, pita video, film Tv, TV, holografi, video tapes, dan gambar bersuara) Televisi adalah media yang menyampaikan pesan melalui gambar gerak yang dilengkapi suara, TV memiliki kekurangan yaitu guru tidak dapat memilih atau mengontrol program yang relevan dan tidak bisa menyesuaikan jadwal siaran dengan jadwal sekolah. Sedangkan kelebihannya dapat memanfaatkan sumber-sumber lokal untuk kepentingan pengajaran, dan dapat mengatasi kekurangan sarana dan prasarana. Film juga sepertihalnya TV yang dapat dimanfaatkan untuk pengajaran, kelebibihan dari film ini adalah lebih mendekati realitas, lebih menarik perhatian siswa, dapat mengatasi keterbatasan intra penglihatan, dapat diputar ulang, dapat menambah wawasan anak, dapat mengatasi keterbatasan waktu dan ruang, dapat menampilkan gerak yang dipercepat atau diperlambat, dan dapat menggunakan proses. Sedangkan kelemahannya biaya produksinya tinggi dan pemakaiannya perlu ruang gelap. Video media ini sangat populer di masyarakat, kelebihan dari media ini yaitu penyajiannya tidak memerlukan ruang gelap, program dapat diputar berulang-ulang, progam yang rumit atau berbahaya dapat direka terlebih dahulu, dan mudah dikontrol oleh guru. Sedangkan keterbatasannya antara lain daya jangkaunya terbatas, sifat komunikasinya satu arah, dan peralatannya cukup mahal. G. Media Serbaneka Karena begitu beragamnya media maka ada pula perbedaan karakteristiknya dan karena itu tidak digolongkan ke media audio, media visual maupun media audio visual, beberapa media yang digolongkan kedalam media serbaneka antara lain: a) papan tulis (chalkboard, papan buletin (bulletin board), papan flannel (flanned board), papan magnetik (magnetic board), papan listrik (electric board) b) media tiga dimensi yaitu media yang dapat memberikan perasaan akan realita, media tiga dimensi yang banyak digunakan dalam pengajaran adalah model dan mock-ups ( mewujudkan suatu benda secara terskala, yang ukurannya mungkin sama, lebih kecil atau lebih besar dari aslinya), diorama (pemandangan tiga dimensi mini dari suatu obyek, kejadian atau proses yang disusun atas berbagai simbul dan bahan-bahan nyata yang bertujuan untuk menggambarkan pemandangan yang sebenarnya. c) Realita adalah benda-benda nyata apa adanya atau aslinya tanpa perubahan, tapi ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan oleh guru dalam penggunaan media ini yaitu benda nyata memiliki banyak macamnya, bagaimana cara agar benda nyata itu sesuai dengan praktek belajar mengajar dikelas, dari mana kita memperoleh benda-benda nyata tersebut. d) Sumber belajar pada masyarakat, begitu banyaknya sumberbelajar dan kegiatan yang dapat dimanfaatkan dari masyarakat sebagai sumber informasi bagi siswa, memang untuk dapat menemukanya guru harus cukup energik dan imajinatif, karena pemanfaatan sumber belajar pada masyarakat tidak saja akan melibatkan orang, tempat, benda-benda tetapi juga ide-ide dan semua itu akan menambah vitalitas dan realitas belajar. Sumber belajar ini bisa melalui karya wisata atau kemah kerja.

0 komentar:

Poskan Komentar