PETA BUTA sebagai alat/media BELAJAR IPS

PANGAEA

PANGAEA

Banyak siswa mengalami kesulitan belajar dan me-“memorize” letak, wilayah, kenampakan alam/buatan, ibu-kota/kota, batas-batas negara dll. pada peta. Menghafal dalam bentuk deretan tulisan pada buku pegangan siswa, tidak membantu “mendaratkan” pemahaman siswa pada pengetahuannya mengenai mapping. Atlas, Globe, Peta topic tertentu memang membantu, namun untuk membantu menguatkan memory siswa atas fakta-fakta yang berkenaan dengan peta tetap harus dibantu dengan PETA BUTA.

Peta Buta adalah peta tanpa keterangan apapun. Yang nampak pada peta buta hanyalah garis yang mengikuti kontur (bentuk) wilayah tertentu, misalkan pulau, benua, sungai, danau, laut atau strip putus-putus tanda batas wilayah (negara) tanpa keterangan apapun. Dalam suatu proses belajar (KBM) siswa diminta dengan cara dan kemampuannya meng-“hidup”-kan peta buta itu dengan memberi keterangan sebanyak mungkin yang ia tau.

Europe Countries

Europe Countries

Pada Kelas V (lima) SD, kurikulum KTSP 2008-nya memuat kompetensi dasar yang siswa harus kuasai untuk dapat naik kelas VI. Kompetensi itu adalah : Kemampuan menggunakan peta/atlas/globe dan media lainnya untuk mencari informasi keruangan. Dalam rangka mencapai kompetensi dimaksud, maka Peta Buta sebagai sarana melatih membawa siswa kepada KD tersebut, mutlak perlu ada.

Berikut syaring PETA buat para pengajar IPS-SD di manapun berada, buat para orangtua siswa yang peduli akan kemajuan belajar putra-putrinya, serta para praktisi pendidikan di tingkat dasar, yang kita peroleh dari berbagai sumber belajar. Semoga bermanfaat bagi kemajuan pendidikan di tanah air.

0 komentar:

Poskan Komentar