T & J Seputar Diet (2)

Kenapa rambut sering rontok saat diet? Bagaimana mengatasinya Kebanyakan wanita akan melakukan segala hal untuk menurunkan berat badan, termasuk dengan melakukan diet ketat rendah kalori. Padahal, diet jenis ini bisa mengakibatkan rambut rontok karena kurang asupan protein.

Rambut rontok bisa jadi penanda bahwa Anda kekurangan zat besi atau perubahan hormon secara drastis. Hal itu disebabkan karena pola makan yang tidak teratur, asupan gizi yang kurang, atau stres.

Jadi, jangan sampai diet membuat Anda kekurangan zat besi dan mengubah siklus hormon secara drastis. Biasanya diet yang buruk membuat Anda kekurangan protein, serta vitamin A dan D yang membuat kualitas akar rambut menurun dan memicu kerontokan.

Untuk mengurangi dampak ini, pastikan untuk terus mendapatkan protein yang cukup dalam diet. Protein adalah zat esensial untuk menjaga kesehatan rambut dan kuat.

Haruskah diet dilakukan dengan menghilangkan makan malam?

Tidak. Berat badan dipengaruhi oleh kalori total yang diasup, dikurangi kalori yang dikeluarkan dalam sehari (berat badan = kalori total yang diasup – kalori yang dikeluarkan). Jika makan malam dihilangkan, kemudian menggantinya dengan makanan kecil untuk menahan lapar, dan makanan kecil yang dimakan untuk mengganti makan malam tadi mengandung kalori tinggi, maka berat badan tetap tidak akan turun. Menghilangkan makan malam juga akan berakibat munculnya keluhan tubuh tidak nyaman, lapar, atau bahkan gangguan lambung (sakit mag).

Boleh-boleh saja mengganti makan malam dengan buah, tapi dengan catatan tidak melakukan aktivitas apa-apa pada malam hari. Prinsipnya, asupan makanan akan menyuplai tubuh untuk metabolisme tubuh, mengganti sel yang rusak, aktivitas fisik, dan lainnya. Jika tidak ada suplai, kita tidak akan bisa melakukan aktivitas apapun karena kelaparan. Ini kemudian akan dikompensasi tubuh dengan membentuk gula dari cadangan tubuh sendiri. Dampaknya, metabolisme terganggu, dan akan timbul keluhan tidak enak badan, bahkan bisa timbul sakit mag.

Perlukah obat-obatan untuk diet

Obat-obatan seringkali memang diperlukan. Akan tetapi, jika IMT-nya 23, tidak ada penyakit penyerta, tensi darah normal, gula darah dan kolesterol juga normal, tak perlu pakai obat dulu. Dietnya cukup mengatur pola makan dan meningkatkan aktivitas fisik, baik dengan olahraga maupun aktivitas fisik lain, seperti mencuci mobil, membersihkan rumah, menyapu halaman, dan sebagainya.

Lain halnya jika seseorang mengalami overweight dan ada faktor risiko, antara lain tensi darah lebih dari 185/35, kolesterol HDL lebih rendah daripada normal, atau gula darah puasa lebih dari normal. Jika ini yang terjadi, maka obat-obatan bisa diberikan. Yang jelas, ada langkah-langkahnya kapan obat bisa dipakai. Kecuali apabila sudah obesitas, yang artinya risikonya bertambah.

Wisata Kuliner Lancar, Kolesterol Terjaga (2)

Tahu, tempe dan ikan memang sehat, tapi bila digoreng dengan cara deep fry, lemak jenuhnya jadi tinggi dan memicu peningkatan kolesterol. Dari pada digoreng, saran Fiastuti, lebih baik ikan diolah dengan cara di tim, rebus, dibuat sup, atau pepes. "Menghindari kolesterol bukan berarti tak bisa makan enak," papar Fiastuti.

Ia menambahkan, minyak kelapa mengandung lemak jenuh, sementara minyak zaitun, alpukat dan kacang-kacangan mengandung lemak tak jenuh tunggal. Sedangkan minyak ikan mengandung lemak tak jenuh ganda. Meski penjelasan di atas terkesan "seram", bukan berarti tak boleh makan ini-itu. Berwisata kuliner tetap boleh dilakukan, asal tetap memerhatikan jumlah dan komposisi makanan, kandungan nurtisi dan cara memasaknya.

CICIPI SEDIKIT Sesekali makan melebihi porsi tak apa-apa, tapi tetap harus diimbangi dengan buah dan sayur, minimal lima porsi sehari. Seporsi buah bisa diartikan dengan apel satu butir atau pir sebutir, atau 10 buah berukuran kecil, misalnya kelengkeng. Bila yang disantap steik dan daging, tentu tak bisa setiap hari berwisata kuliner seperti ini.

Namun, akan lebih baik bila makanan sehat yang dipilih. Toh, tetap lezat dan pilihannya banyak, antara lain siomay, schotel tahu, tempe bacem atau tempe bakar, pepes tahu atau ikan, sup ikan, tim ikan, pecel, gado-gado, karedok, asinan dan lainnya. "Jangan makan demi gengsi, karena masih banyak orang yang makan sesuatu dengan alasan gengsi," tuturnya.

Misalnya, makanan cepat saji dan salad. Padahal, salad dressing-nya saja banyak yang tinggi kolesterol dan lemak. Ada beberapa kiat yang bisa dilakukan saat berwisata kuliner. Antara lain, bila yang ingin disantap cukup banyak, misalnya saat datang ke festival kuliner, cicipi satu jenis makanan dalam porsi kecil. Ajak orang lain untuk berbagi makanan yang ingin dicoba.

Selain tak cepat kenyang, cara ini bisa membuat kolesterol yang masuk ke dalam tubuh lebih sedikit dibanding bila kita menyantapnya dalam jumlah satu porsi penuh. "Atau, santap sayur dalam jumlah agak banyak di pagi hari sebelum ke tempat wisata kuliner. Sampai di sana, baru mencoba beberapa makanan yang diinginkan dalam porsi secukupnya."

Pada saat datang ke pesta, lanjut Fiastuti, boleh menyantap menu melebihi porsi sehat, asal tidak sering. "Sebulan sekali bolehlah. Selebihnya, pilih menu sehatnya," saran Fiastuti sambil mengingatkan, makanan "modern" seperti junk food dan makanan cepat saji pun mengandung lemak lebih banyak dari yang dibutuhkan, bahkan berkali-kali lipat.

BERISIKOKAH ANDA? Bila berat badan terus naik hingga melebihi batas normalnya, artinya jumlah yang disantap sudah berlebih. Secara kualitas, porsi makan yang baik haruslah mengandung 60-65 persen karbohidrat, 25-30 persen lemak, dan 15-20 persen protein. Lemak yang dibutuhkan itu, harus terkandung lemak jenuh, lemak tak jenuh tunggal maupun ganda, masing-masing tak boleh lebih dari 10 persen, ditambah kolesterol yang tak boleh lebih dari 300 mg per hari.

Rumit? Tidak juga. Menurut Fiastuti, wanita yang tak berdiet membutuhkan 1500-1800 kalori per hari. Bila dijabarkan dalam menu, sarapan terdiri dari nasi tiga perempat gelas, satu lauk hewani (misalnya, sepotong ayam) atau satu lauk nabati (sepotong tahu atau tempe), semangkuk sayur, buah, dan satu sendok sayur. Menu makan siang dan malam, segelas nasi, satu lauk hewani, satu lauk nabati, semangkuk sayur, seporsi buah dan dua sendok sayur.

Risiko seseorang mendapatkan serangan jantung atau penyumbatan pembuluh darah bisa dilihat dari rasio antara kolesterol total dan kolesterol baik. Risiko yang dianjurkan, hasil rasio yang kurang dari 4,5. Batas kolesterol total 200 mg/ dl, kolesterol jahat 150, dan kolesterol baik sebaiknya lebih dari 45.

Fiastuti mencontohkan, misalnya kolesterol total seseorang 250 mg/ dl, sedangkan kolesterol baiknya 80 mg/ dl. "Bagi saja 250 mg/ dl dengan 80 mg/ dl, hasilnya tak lebih dari 4. Rasio itu masih bagus. Tapi jika kolesterol totalnya 160 mg/ dl, dan kolesterol baiknya 35 mg/ dl, hasilnya lebih dari 5. Jika seperti ini, berisiko menimbulkan penyumbatan pembuluh darah," jelas Fiastuti.

TIPS MENJAGA KOLESTEROL 1. Stop makan berlebihan. Makanan berlebih akan disimpan dalam bentuk lemak di dalam tubuh. Meski belum tentu menjadi kolesterol, tapi ada metabolisme tertentu yang bisa mengubahnya menjadi kolesterol. 2. Hindari lemak hewani. Misalnya, lemak daging sapi. Ingat, steik sirloin mengandung lemak jenuh dan kolesterol tinggi! Pilih saja daging has dan konsumsi daging cukup dua kali per minggu. 3. Batasi kuning telur. Si kecil kuning ini juga berkolesterol tinggi, lho! 4. Batasi menyantap seafood. Kecuali ikan, karena seafood (udang, kepiting, kerang, dan lobster) juga berkolesterol tinggi. 5. Perbanyak makan ikan. Terutama ikan dari laut dalam, misalnya tuna, salmon dan kakap. 6. Hindari gorengan. Batasi menyantap makanan yang digoreng.

Wisata Kuliner Lancar, Kolesterol Terjaga (1)

Siapa bilang tak boleh menyantap ini-itu saat berwisata kuliner? Semua boleh disantap, kok, asal tahu triknya.

Banyaknya tempat makan enak di berbagai tempat yang dibahas media massa, membuat kita "gatal" ingin berwisata kuliner ke sana. Kue, masakan, dan aneka minuman, rasanya sayang jika tak sempat mampir di lidah. Tak sedikit orang yang sengaja meluangkan waktu libur, hanya untuk berburu tempat makan baru. Pameran kuliner pun tak pernah sepi dari penggemar makanan.

Berwisata kuliner tentu sah-sah saja. Namun, sadarkah Anda, makanan yang diburu bukan tak mungkin justru bisa membuat Anda diburu kolesterol tinggi? Kolesterol berlebihan, terutama yang jahat, akan mengendap dalam pembuluh darah. Endapan ini dapat menyebabkan sumbatan, sehingga membuat pembuluh darah melebar dan pecah.

Jika yang tersumbat pembuluh darah yang mengarah ke jantung, apalagi bila sumbatannya total, akibatnya bisa fatal, yaitu jantung tak mendapat pendarahan yang benar. Inilah penyebab timbulnya serangan jantung. Sebab, daerah yang tak mendapatkan pendarahan yang benar, akan menjadi mati. Padahal, ada pusat yang harus selalu berdenyut.

"Bila daerah itu mati, denyutan jantung akan berhenti," ujar dr. Fiastuti Witjaksono, M.S, spesialis nutrisi klinis dan konsultan kesehatan Semanggi Specialist Clinic Jakarta. Namun, jangan dulu panik membayangkan kolesterol berlomba-lomba menumpuk di dalam tubuh. Ternyata, kolesterol tak selalu jahat, kok. Menurut Fiastuti, kolesterol dan lemak justru dibutuhkan tubuh untuk membangun dinding sel.

Asal tahu saja, hormon-hormon tertentu, antara lain hormon reproduksi, membutuhkan kolesterol. Namun, tentu tak oleh berlebihan. Kolesterol sendiri dibagi menjadi tiga macam, yaitu kolesterol total, jahat, dan baik. Total kolesterol adalah kolesterol jahat ditambah kolesterol baik. Namun, menurut Fiastuti, ini bukan penjumlahan matematis.

BISA DIKENDALIKAN Kolesterol jahat diendapkan di dalam pembuluh darah, sehingga bila berlebihan bisa menyumbat dan menyebabkan kematian. Kolesterol baik justru berfungsi untuk menarik dan mengambil endapan lemak yang ada di dalam pembuluh darah. Dari mana kolesterol berasal? Menurut Fiastuti, kolesterol berasal dari makanan, antara lain jeroan, daging, dan gajih.

Perlu diingat, makanan hanya menyumbang 30 persen jumlah kolesterol yang masuk ke dalam tubuh. Itu pun, hanya dari bahan makanan hewani. Sisanya? "Dari metabolisme tubuh kita sendiri. Itu sebabnya, ada orang yang diet mati-matian atau tidak makan sama sekali, tapi tetap saja kolesterolnya tinggi. Orang seperti ini butuh obat," papar Fiastuti. Untungnya, selain sumbangsihnya tidak besar, kolesterol dari bahan makanan bisa dikendalikan. Agar kolesterol dalam tubuh tetap terjaga, Fiastuti menganjurkan untuk makan dengan kuantitas yang cukup dan kualitas yang baik. Dari mana kita tahu porsi makan yang disantap tergolong cukup atau sudah berlebih? Secara kuantitas, orang yang punya berat badan normal dan tetap stabil, artinya jumlah yang dia konsumsi cukup. SERBA DIGORENG Ironisnya, menurut Fiastuti, kebanyakan orang Indonesia mendapatkan lemak dari makanan yang digoreng. "Semua serba digoreng, bahkan termasuk nangka. Jika semua makanan digoreng, tentu minyak dua sendok tak cukup. Artinya lemak yang masuk ke tubuh lebih dari 30 persen, padahal hanya segitu kebutuhan kita. Ini harus dihindari," tutur Fiastuti.

Minyak goreng, lanjutnya, memang tak mengandung kolesterol. Namun, bila dipanaskan dengan suhu tinggi (untuk menggoreng, terutama dengan cara deep fry), minyak yang bagus sekalipun, akhirnya berubah menjadi minyak berlemak jenuh. Apalagi, bila digunakan berkali-kali. Selain itu, minyak ini juga bisa merusak kadar kolesterol di dalam darah yang akhirnya menyebabkan penyumbatan.

Setelah diolah di dalam tubuh, gorengan bisa menjadi kolesterol. Sebab, saat minyak yang masuk ke dalam tubuh sudah berlebih, sisanya bisa disimpan dalam bentuk kolesterol atau trigliserida. Minyak yang bagus, menurut Fiastuti, adalah minyak yang kandungan lemak tak jenuhnya lebih banyak daripada lemak jenuh. Misalnya, minyak bunga biji matahari, minyak jagung, dan minyak kedelai.

Sehat Plus Langsing Berkat Detoksifikasi (1)

Detoks selain bisa mengeluarkan racun dalam tubuh, juga penting untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan melangsingkan!

Merasa kualitas hidup berkurang, cepat lelah, letih dan kurang bersemangat? Padahal, sudah cukup mengonsumsi makanan bergizi berikut multivitamin untuk mendongkrak stamina.

Rasa letih dan lemah ini bukan tanpa sebab. Menumpuknya beragam racun dalam tubuh dan metabolisme yang kurang sempurna, merupakan penyebab menurunnya vitalitas tubuh. Bahkan pada tahap tertentu membuat gejala sakit berdatangan.

“Ibarat mobil, dipakai terus-menerus dan tidak diservis-servis. Suatu ketika bisa mogok atau yang kita rasakan sebagai penyakit. Ini karena adanya bahan beracun tersebut!” ungkap Riani Susanto, ND., CT. spesialis detoksifikasi dari Healthy Choice.

Nah, sebelum racun menyebabkan penyakit bahkan komplikasi yang lebih serius, ada yang bisa dilakukan agar kesehatan dan stamina selalu prima yaitu detoksifikasi (upaya mengeluarkan racun dari dalam tubuh). Selain baik untuk memelihara kesehatan secara menyeluruh, detoksifikasi juga bisa membersihkan ginjal, hati, usus besar dan sistem pernapasan.

Penumpukkan Racun Apa yang dimaksud racun dalam tubuh? Racun adalah sebuah materi yang keberadaannya menimbulkan dampak negatif bagi tubuh. Bisa berupa bahan dari luar atau lingkungan (seperti polusi, debu, obat kimiawi), maupun bahan yang diproduksi secara alami oleh tubuh. Kelebihan ini semestinya dikeluarkan dari tubuh dalam bentuk keringat, urin, maupun kotoran.

Sayangnya, bahan yang tidak memiliki manfaat bagi tubuh bahkan merugikan kesehatan ini, kadang tidak mudah dikeluarkan. Ia pun ikut beredar di dalam darah atau sistem metabolisme.

Belum lagi, metabolisme yang kurang sempurna juga turut menyumbang material yang tidak dibutuhkan. Lama kelamaan bahan beracun menumpuk dan membuat gangguan kesehatan. Misal, tingginya kandungan kolesterol, purin, gula maupun trigliserid dalam darah bisa menyebabkan gangguan seperti asam urat, jantung koroner, dan diabetes.

Kimiawi dan Alami Kelebihan material yang tidak dibutuhkan tersebut, bukan hanya mengotori kapiler darah dan menyebabkan gangguan kesehatan yang kronis. Kerja organ seperti ginjal, pankreas, jantung dan hati pun semakin berat, lama-lama bisa menyebabkan kegagalan fungsi organ.

“Tubuh itu hebat, ia punya mekanisme untuk menyerap dan membuang bahan yang tidak dibutuhkan. Tapi kadang, kita tidak cukup memperhatikan sampai ia kewalahan,” ungkap Riani.

Riani mencontohkan, organ hati tidak pernah berhenti membersihkan darah. Empedu pada hati, bekerja mengemulsi lemak, menstimulasi pencernaan dan gerakan peristaltik sistem pencernaan itu sendiri, memicu BAB (buang air besar) dan menjadi antiseptik pencernaan yang alami.

Meski bekerja di luar batas, hati tak langsung menunjukkan sinyal tertentu. Namun jika sudah berlebihan dan fungsinya menurun, timbul risiko seperti tingginya kolesterol dalam darah yang jadi penyebab penyempitan arteri jantung, terbentuknya batu empedu, hingga rusaknya sel-sel hati yang menjadi penyebab kanker hati.

Cuci Usus Besar Sebelum menjadi lebih parah, lakukan upaya mengurangi risiko dengan detoksifikasi. Tak hanya menggunakan obat kimia untuk menyerap racun atau menjadi antidot bahan beracun, namun diawali dengan membersihkan kolon atau usus besar.

Do’s & Don’ts dalam Terapi Diet

Ingin menurunkan berat badan bukan berarti menyiksa diri, lho! Rencanakan dengan mengindahkan rambu-rambu diet.

Kerapkali ketika menjalani diet, kita tak paham apa-apa saja yang harus ada dalam daftar wajib konsumsi dan apa saja yang tak boleh dikonsumsi terlalu banyak. Begitu pula dengan jadwal makan yang baik. Siapa bilang menurunkan berat badan harus men-skip makan malam? Ternyata, melewatkan salah satu jadwal makan justru membuat pola makan menjadi tak terkontrol.

Dan, benarkah menghilangkan salah satu sumber zat gizi seperti nasi (karbohidrat) merupakan cara diet yang tepat?

Agar tak salah menjalankan terapi penurunan berat badan dengan diet, ikuti saran ahli tentang rambu-rambu dalam menjalankan diet.

DO’s

Berikut beberapa hal harus dipatuhi ketika menjalankan pengaturan pola makan (diet). Apa saja itu?

Disiplin pola makan:

Diet memang memiliki aturannya sendiri namun bukan menyiksa diri dengan tidak makan. Cara diet yang tepat adalah dengan mengikuti pola makan yang disarankan, misalnya makan lebih sering tetapi dengan kalori yang tetap terkontrol.

Olahraga teratur:

Berolahraga secara teratur dan rutin, minimal 3 kali seminggu dengan durasi 60-90 menit, dengan jenis olahraga yang utama adalah kardio untuk pembakaran lemak.

Smart Snacking:

Mengudap tidak dilarang dalam berdiet karena dapat mengontrol nafsu makan ketika tiba jadwal makan pokok (pagi-siang-malam). Tapi, bukan mengudap sembarangan dan semaunya, mengudap juga perlu direncanakan atau istilahnya smart snacking . Caranya, pilih snacking seperti cookies atau buah-buahan dengan kalori terkontrol.

Sertakan sayur:

Makan sianglah dengan komposisi gizi yang seimbang (protein, karbohidrat, lemak). Jangan lupa, sertakan sayur dan buah-buahan di dalam porsi makan siang Anda.

Rebus vs Goreng:

Gantikan menu yang digoreng dengan variasi menu yang dikukus, direbus, atau dipanggang. Hindari pula pilihan menu yang berkadar lemak tinggi, berkadar garam, maupun gula tinggi.

Air:

Cukupi kebutuhan air setiap harinya (minimal 8 gelas) untuk menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh.

Kelola stres:

Stres memang tidak bisa dihindarkan dari aktivitas sehari-hari, namun masih dapat dikelola agar tidak berakumulasi. Cobalah kelola stress dengan baik karena stress juga dapat mengganggu pola makan seseorang.

Cukup tidur:

Istirahat cukup 6-8 jam per hari. Mencukupi kebutuhan tidur juga secara tidak langsung mengatur pola makan yang baik dan teratur

DONT’s

Lantas, apa yang patut dihindarkan ketika menjalani diet. Berikut catatan penting yang patut Anda simak!

Makan berlebih:

Makan siang secara berlebihan apalagi dengan komposisi tak seimbang menjadikan kalori yang masuk ke tubuh jadi tidak terkontrol. Misalnya, makan siang hanya didominasi karbohidrat dan lemak, tanpa protein. Atau sebaliknya, tidak mengonsumsi karbohidrat sama sekali (menghilangkan nasi) namun didominasi lemak dan protein.

Men-skip bahan makanan tertentu:

Hanya mengonsumsi makanan dari kelompok makanan tertentu (misal: sayur-sayuran) tanpa mengonsumsi jenis makanan lain (misal: daging, nasi, susu) dapat mengakibatkan tubuh menjadi kekurangan nutrisi. Hasilnya, badan terasa lemas, kinerja tubuh pun menurun.

Men-skip jadwal makan:

Melewatkan salah satu waktu makan seperti makan malam maupun makan pagi rentan menjadikan asupan kalori pada waktu makan berikutnyaa tidak terkontrol.

Tidak makan buah atau sayur:

Porsi buah dan sayur sangat sedikit atau bahkan terlupakan pada waktu makan dapat mengganggu kesehatan saluran cerna tubuh. Salah satu risikonya, dapat membuat sulit buang air besar.

Konsumsi suplemen pelangsing:

Tidak semua suplemen pelangsing efektif atau aman bagi kesehatan. Sebaiknya, konsultasikan dahulu pada ahli gizi sebelum mengonsumsinya. Ingat, tidak semua suplemen pelangsing yang beredar di pasaran aman bagi tubuh.

Aneka Terapi Diet, 3 Jurus Diet Agar Singset (1)

Banyak pedoman yang bisa diterapkan untuk sebuah program penurunan berat badan. Mulai yang mengandalkan hitungan kalori hingga merinci asupan bahan makanan dengan maksud-maksud tertentu. Sudah banyak pula yang membuktikan hasilnya.Cari tahu yang paling tepat dan sasaran yang dituju, agar diet Anda berhasil.

Diet Golongan Darah

Di dalam darah terdapat alel golongan darah yang menentukan apa golongan darah seseorang, Setidaknya 3 alel yang dikenal yakni A, B dan O.

Selain menentukan golongan darah, alel golongan darah diyakini dapat mempengaruhi sifat-sifat (genetik) yang dibawa oleh darah, tergantung dari letak terhadap alel golongan darah. Ini kemudian mempengaruhi sistem tubuh, termasuk enzim-enzim dan materi kimia saraf (neurokimia).

Unsur lain golongan darah, seperti antigen golongan darah, kemudian diketahui turut menentukan bagaimana reaksi tubuh (termasuk jaringan tubuh) terhadap bahan makanan, hingga peningkatan risiko penyakit kardiovaskular dan resistensi insulin akibat konsumsi makanan tertentu. Pendekatan inilah yang kemudian dikembangkan Dr. Peter J. D’Adamo (dalam buku "Live Right for Your Type" ) menjadi resep diet golongan darah.

A. Golongan Darah O

Golongan darah O dianggap membawa sifat dari zaman peradaban manusia beralih dari hidup berburu dan nomaden, menuju agraris. Sifat ini membuat orang-orang dengan golongan darah O lebih baik mengonsumsi makanan yang didominasi protein hewani.

Konsumsi makanan sumber protein terutama dari golongan hewani banyak memberi manfaat bagi orang-orang dengan golongan darah O. Konsumsi ikan perairan dingin dan daging beberapakali seminggu, dapat membantu mengoptimalkan metabolisme dan meningkatkan fungsi tiroid.

Selain itu, pemilik golongan darah O sebaiknya mengurangi konsumsi produk susu, polong-polongan dan menghindari produk gandum (terutama gandum utuh). Polong-polongan dan gandum dianggap mengandung lektin (semacam protein) yang bereaksi dengan darah, mengganggu hormon insulin dan menyerang enzim pencernaan.

Kandungan gluten dalam gandum juga dituding sebagai pengganggu proses metabolisme, menyebabkan metabolisme yang lambat serta tidak efisien. Hasilnya, makanan pun tidak cepat diubah menjadi energi dan lebih banyak disimpan dalam bentuk cadangan lemak.

B. Golongan Darah A

Pada dasarnya pemilik golongan darah A paling baik menjadikan porsi makanannya didominasi oleh sayuran. Hampir semua jenis sayuran baik bagi pemilik golongan darah A dan dapat dikonsumsi dalam jumlah yang tidak terbatas.

Selain itu, makanan terutama dengan proses fermentasi merupakan jenis makanan terbaik yang perlu disisipkan dalam menu harian golongan darah A, seperti miso , tempe, dan natto . Makanan terfermentasi dapat meningkatkan fungsi pencernaan dan kekebalan tubuh, juga membuat proses detoksifikasi berjalan lebih baik.

Ciri khas pemilik golongan darah A, kekurangan beberapa enzim lambung yang berfungsi mencerna protein hewani sehingga pembongkaran protein hewani kurang efektif.

Namun protein bagi pemilik golongan darah A lebih baik didapat dari protein nabati seperti dari kelas polong-polongan. Beberapa polong-polongan seperti kedelai memiliki banyak manfaat diantaranya mengandung lektin yang dapat membantu mencegah kanker. Untuk jenis serealia dan tepung-tepungan, pemiliki golongan darah A harus waspada dan berhati-hati dalam mengonsumsi makanan jenis ini. Banyak dari jenis ini memicu efek insulin yang dapat meningkatkan lemak total tubuh.

Bila ingin mengonsumsi jenis serealia, sebaiknya pilih yang sudah dikecambahkan lebih dahulu, seperti roti gandum wheat (gandumnya menggunakan gandum yang sudah dikecambahkan).

C.Golongan Darah B

Golongan darah B merupakan jembatan dari sifat golongan darah A dan O. Orang dengan golongan darah B dianggap memiliki adaptasi yang baik terhadap sumber makanan hewani maupun tumbuhan.

Inilah mengapa dikatakan, kunci pengendalian berat badan bagi orang bergolongan darah B adalah dengan menjaga konsumsi daging, produk susu, sayuran dan seralia dalam komposisi yang seimbang.

Kendati demikian, orang dengan golongan darah B juga tetap memiliki beberapa pantangan seperti daging ayam, hewan laut golongan crustacea , kacang-kacangan dan biji-bijian, jagung serta tomat. Daging ayam, hewan laut golongan crustacea mengandung lektin yang dapat menggumpalkan darah dan mengganggu sistem metabolisme orang bergolongan darah B.

Sedangkan kacang-kacangan dan biji-bijian mengandung lektin yang dapat mengganggu produksi hormon insulin (berkaitan dengan kadar gula dalam darah). Juga jagung dan tomat yang mengandung lektin yang mengganggu pencernaan dan darah.

D. Golongan Darah AB

Golongan darah AB membawa antigen A dan B, sehingga dapat dikatakan diet yang terbaik bagi pemilik golongan darah AB adalah dengan menggabungkan diet golongan darah A dan diet golongan darah B.

Dengan kata lain, mengga­bung­kan diet yang cenderung vegetarian dengan protein da­­ging dan produk susu. Untuk konsumsi daging, sebaiknya orang bergolongan darah AB mengonsumsi daging dalam porsi kecil tapi dengan frekuensi yang cukup sering.

Daging ayam mutlak dihin­dari karena mengandung lektin yang dapat mengganggu sistem pencernaan. Kon­su­msi produk susu tidak dibatasi bagi pemilik golongan darah AB. Disarankan konsumsi produk susu yang difermentasi seperti yoghurt , kefir dan krim asam karena relatif mudah dicerna. Orang dengan golongan darah AB sebaiknya menghindari konsumsi biji-bijian yang dapat menghambat insulin. Dan, meningkatkan konsumsi sayuran segar yang memiliki zat alami yang dapat mencegah penyakit jantung dan kanker.

Untuk konsumsi buah-buahan, disarankan mengonsumsi buah yang bersifat basa seperti jeruk sitrun, anggur, plum beri. Namun harus menghindari pisang karena dapat mengganggu pencernaan.

Diet Woman Rejuvenation Program (WRP)

Prinsip diet Woman Rejuvenation Program yang dirancang oleh WRP Research Center menekankan pada pola makan rendah kalori (low calorie diet ) dengan nutrisi seimbang. Prinsip ini sesuai dengan ketetapan lembaga kesehatan internasional NHLBI (National Heart, Lung and Blood Institute ) di mana penurunan berat badan ideal dapat dicapai dengan diet rendah kalori dan olah raga teratur.

Diet WRP dilakukan dengan menggunakan pengganti makan pagi/malam dan snack (meal replacement ) berupa biskuit dan minuman bernutrisi (semacam susu) sebagai pengontrol asupan kalori. Namun di luar itu, tetap didapat asupan sayur, buah, karbohidrat dan protein dari makan siang lengkap.

Aneka Terapi Diet, 3 Jurus Diet Agar Singset (2)

Selain mematuhi jadwal makan, diet WRP sebaiknya dimulai dari motivasi yang kuat untuk menurunkan berat badan. Ini adalah hal yang sangat penting karena akan menentukan kebertahanan hasil penurunan berat badan. Motivasi ini bisa berupa keinginan untuk mendapatkan penampilan yang lebih menarik, untuk mencapai penurunan kadar kolesterol/trigliserida agar lebih sehat, atau untuk membuktikan diri dapat mencapai penurunan berat badan, dan lain-lain.

Program ini diklaim mudah untuk dilakukan karena produknya mudah didapat di pasaran bahkan sudah tersedia dalam satu paket produk beserta jadwal diet selama 1 minggu. Penggunaan yang tepat akan mampu mencapai penurunan berat badan 1 hingga 1,5 kg per minggu.

Diet Atkins

Nama Atkins diambil dari nama penciptanya Dr. Robert C. Atkins yang terinspirasi mencari solusi dari masalah kesehatan dan berat badan dari Journal of American Medical Association yang pernah dibacanya. Ia pun menuangkan ide ini dalam bukunya “Dr Atkins Diet Revolution” (1972) dan “Dr Atkins New Diet Revolution” (2002). Namun tren diet Atkins baru populer di Amerika sekitar tahun 2003-2004.

Apa dasar prinsip diet Atkins?

Menurut Atkins penyebab utama obesitas (terutama pada masyarakat Barat, red.) adalah terlalu banyaknya konsumsi makanan sumber karbohidrat olahan seperti gula, tepung dan sirup (yang tinggi fruktosa). Di mana bahan-bahan ini lebih mudah ditimbun sebagai lemak tubuh dan kurang optimal dipergunakan sebagai bahan baku energi.

Oleh karena itu, Atkins mencoba merancang diet rendah karbohidrat (terutama karbohidrat olahan) namun tinggi protein. Pada awalnya, Atkins menguji cobanya pada dirinya sendiri dan berhasil.

Prinsip dari teori diet dr. Atkins ini adalah konsumsi makanan rendah karbohidrat yang akan memicu proses ketosis. Yaitu kondisi ketika gula darah kurang dari 3,58 mmol/L menyebabkan tidak ada glukosa yang memicu respon insulin, hingga secara otomatis tubuh akan melakukan pembongkaran lemak yang ditransfer ke darah untuk digunakan sebagai energi (pengganti gula darah).

Karbohidrat memang masih tetap dikonsumsi dalam diet Atkins, namun hanya yang kompleks dan sedikit saja karbohidrat sederhana (yang dapat berdampak langsung pada gula darah, red.). Itu pun dalam porsi yang tidak banyak.

Di luar itu, Atkins menganjurkan konsumsi sumber protein dan lemak lebih banyak. Tujuannya, mencegah timbulnya rasa lapar yang terlalu cepat karena lemak dan protein membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna. Diet Atkins sendiri dilakukan dengan empat fase diet yaitu puasa, penurunan berat badan, pra penurunan dan maintenance .

A. Puasa

Pada tahap awal selama dua minggu asupan karbohidrat dibatasi tidak lebih dari 20 gram per hari (karbohidrat minus serat, alkohol gula maupun gliserin).

Kemudian juga mengonsumsi 12 sampai 15 gram salad sayuran dan buah (brokoli, bayam, labu, kembang kol, lobak, tomat dan asparagus), daging/unggas, serta 4 ons (113 gr) keju (cheddar dan keju lunak). Juga minimal 100 gr lemak perhari.

Selama melakukan fase ini disarankan tetap menjaga asupan air 8 gelas per hari untuk menjaga stabilitas laju metabolisme. Dan, tidak disarankan mengonsumsi kopi karena dapat membuat efek ketagihan maupun kadar gula darah rendah. Fase ini semua harus dilakukan untuk mempersiapkan tubuh ke fase ketosis sebagai puncak program diet.

B.Penurunan Berat Badan

Tahap selanjutnya dilakukan dengan menurunkan konsumsi karbohidrat per hari, sekitar 5 gram per minggu.

Jadi yang sebelumnya konsumsi karbohidrat 20 gram menjadi 15 gram per hari selama seminggu berikutnya. Tujuannya untuk meningkatkan titik kritis penghilangan karbohidrat, hingga mencapai berat badan target selanjutnya sekitar 4,5 kg dari target berat badan ideal.

Di minggu pertama, Anda juga perlu menambahkan lebih banyak sayuran dalam menu sehari-hari. Lalu di minggu berikutnya perlu ditambahkan susu segar dan seterusnya. Lebih rincinya berikut 9 makanan yang bisa ditambahkan dalam menu seminggu untuk 9 tahap (masing-masing tahap 1 bahan makanan).

C. Pra Penurunan

Setelah mencapai berat badan ideal, asupan karbohidrat boleh ditingkatkan 10 gram (per hari) tiap minggu. Tujuannya untuk mengembalikan ke kondisi ideal pemeliharaan hasil setelah penurunan berat badan

D. Maintenance

Selanjutnya yang perlu dilakukan adalah menghindari pola pikir bahwa Anda sudah mendapat hasil akhir dari sebuah program penurunan berat badan. Bila ternyata berat badan kembali naik tidak terkontrol, maka Anda harus kembali lagi ke fase awal penurunan berat badan alan Atkins.

T & J Seputar Diet (1)

Salah kaprah soal diet untuk menurunkan badan berbahaya bagi kesehatan Anda, lho! Daripada bertanya-tanya atau percaya mitos tak jelas, lebih baik simak faktanya.

Apa sih sebetulnya yang dimaksud dengan diet? Diet sebenarnya memiliki arti kombinasi makanan dan minuman di dalam hidangan makan yang dikonsumsi sehari-hari. Jadi, diet adalah mengatur makan dengan pola yang sehat. Ada begitu banyak metoda dan jenis diet untuk menurunkan berat badan yang tersedia dan ditawarkan saat ini. Mulai dari diet Atkins (diet rendah karbohidrat), Cabbage Soup Diet , Grapefruit Diet, South Beach Die t, diet seimbang, dan lain-lain. Dari sekian jenis diet, yang terbukti terbaik adalah diet gizi seimbang.

Diet yang benar adalah tetap mengonsumsi makanan dengan komposisi yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah seimbang. Tentu saja dengan total kalori yang lebih rendah dari yang biasa dikonsumsi, sehingga tubuh akan menggunakan simpanan energi tubuh, yaitu lemak tubuh, baik yang berlokasi di bawah kulit maupun yang berat di dalam tubuh (lemak visceral ). Dengan hilangnya massa lemak tubuh, maka akan terjadi penurunan berat badan, maka akan terjadi penurunan berat badan.

Selain jenis diet, ada banyak hal yang seringkali menjadi pertanyaan mereka yang ingin melakukan diet menurunkan berat badan. Berikut beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan mereka yang menjalani diet.

Bagaimana sih, memilih jenis diet yang cocok?

Seperti telah disebut di atas, diet yang terbaik adalah diet gizi seimbang, karena memberikan gizi seimbang yang diperlukan tubuh dan memenuhi kebutuhan metabolisme normal.

Memilih jenis diet yang tepat juga harus disesuaikan dengan keadaan tubuh. Misalnya, diet konsumsi tinggi protein ternyata kurang menguntungkan bagi orang tua. Pasalnya, fungsi ginjal orang tua biasanya sudah mulai menurun. Belum lagi jika ada gangguan ginjal yang menyertai. Contoh lain adalah diet sangat rendah kalori yang justru akan mengganggu aktivitas fisik orang yang bekerja, karena dengan konsumsi sangat rendah kalori, kebutuhan tubuh tidak akan tercukupi. Akibatnya, tubuh pun malah jadi kurang segar dan tidak bisa berkonsentrasi.

Jadi, jika ingin menurunkan berat badan dengan mengatur pola makan, idealnya harus dilakukan analisis asupan dulu, yakni menghitung makanan yang dikonsumsi sehari-hari, kemudian mengevaluasinya. Dari penilaian tersebut akan tampak kalori dan komposisi makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Setelah itu, barulah kemudian makanan yang dikonsumsi diatur dengan pedoman kebiasaan makan sehari-hari.

Apa saja parameter untuk mengetahui apa­kah kita meng­alami obesitas atau tidak? Sebelum memutuskan berdiet untuk menurunkan berat badan (BB), sebaiknya lebih dulu diketahui apakah kita kelebihan berat badan. Parameter yang biasa dipakai adalah dengan mengukur indeks massa tubuh (IMT) dan mengukur lingkar pinggang. Kedua parameter ini merupakan parameter yang paling mudah dan bisa dilakukan sendiri.

IMT normal orang Asia berbeda dengan IMT orang Eropa. Orang Eropa memiliki batas overweight 25 dan batas obesitas 30. Di atas 25 disebut overweight , lebih dari 30 disebut obesitas. Sementara orang Asia, 23 sudah disebut overweight , 25 obesitas. Batas bawahnya 18,5. Jadi, IMT normal orang Asia adalah 18,5 - 23. Ini yang harus jadi patokan. Jika IMT-nya antara 18-5 - 23, tentu tidak perlu menurunkan BB. Pasalnya, BB yang kurang malah berisiko penyakit.

Parameter kedua adalah ukuran lingkar pinggang. Ukuran lingkar pinggang normal perempuan adalah kurang dari 80 cm, sementara pria kurang dari 90 cm. Walaupun IMT normal, tetapi kalau lingkar pinggangnya lebih dari 80, maka ia harus menurunkan BB-nya, karena risiko mendapat penyakit meningkat.

Benarkah menghindari sarapan pagi bagus untuk diet

Tentu saja tidak. Tanpa sarapan, gula darah bisa turun. Sementara kadar gula yang rendah akan berakibat konsentrasi terganggu, lemas, mudah marah, dan sebagainya. Akibatnya, bagi orang yang bekerja jadi tidak efektif. Biasanya, dengan menghindari sarapan, rasa lapar diatasi dengan makanan kecil yang seringkali, karena bentuknya kering dan ringan, ternyata justru mengandung banyak kalori. Akibatnya, tujuan mengurangi asupan agar berat badan turun tidak tercapai, malah berat badan bisa-bisa naik. Kecenderungan lain adalah, karena pagi tidak sarapan, akibatnya siang hari kelaparan dan makan pun jadi banyak. Padahal, metabolisme tubuh yang normal tidak bisa menerima pola makan yang tidak teratur.

Sehat Plus Langsing Berkat Detoksifikasi (2)

“Usus besar adalah otak kedua kita, karena daya tahan tubuh tergantung dari usus besar!” ujar Riani. Menurutnya, peran usus besar begitu besar dalam menurunkan kadar bahan beracun dalam tubuh juga memroduksi vitamin-vitamin yang dibutuhkan tubuh.

Jika usus besar menyimpan makanan terlalu lama, sama saja dengan meracuni tubuh dengan sampah dan meningkatkan risiko terkena kanker usus besar. Inilah mengapa detoksifikasi penting untuk memastikan proses BAB lancar, dengan jalan cuci usus besar atau hidrokolon.

Proses ini cukup dilakukan selama 40–60 menit tanpa memerlukan prosedur yang rumit. Usus besar dimasukkan air yang sangat bersih lalu dikeluarkan kembali. Tujuannya, agar usus besar cukup bersih dari sisa kotoran yang mengganggu fungsi penyerapan dinding usus besar dan menghidrasi usus besar sehingga menurunkan risiko konstipasi.Selain hidrokolon, suplemen herbal diberikan 2 kali seminggu pada 3-6 kali terapi, sehingga lebih maksimal.

Terapi Organ Lainnya Setelah rangkaian terapi hidrokolon selesai, selanjutnya dilakukan terapi pembersihan hati, ginjal, dan sistem pernapasan. Caranya dengan mengonsumsi jus dan obat tertentu, selama kurun waktu yang sudah disepakati.

Untuk program pembersihan ginjal diperlukan waktu 7 hari dan pasien cukup mengonsumsi jus, sari lemon, buah dan obat detoks ginjal dan tidak disarankan mengonsumsi daging, produk olahan susu, alkohol, gula dan garam secara berlebihan. Pasalnya, bahan ini dapat memperberat kerja ginjal.

Sementara, detoksifikasi sistem pernafasan berlangsung selama 5 hari. Selama detoks berlangsung pencernaan beristirahat total. Ia hanya mencerna jus dan menyerap nutrisinya secara sempurna sehingga tubuh bekerja hanya untuk membersihkan apa yang terjadi di dalam dan membenahi pencernaan.

Tak Bisa Sekaligus Program detoks ini tak bisa langsung dilakukan berturut-turut, tapi perlu jeda beberapa waktu untuk bisa nelakukan detoksifikasi lain.

Setelah detoksifikasi selesai, disarankan mengonsumsi jus yang da­pat memelihara fungsi organ itu sendiri. Misalnya jus delima, apel dan artichoke untuk memelihara ha­ti, atau jus cranberry, seledri dan air putih untuk memelihara fungsi ginjal.

“Sayangnya kita baru mau meng­obati ketika tubuh sudah tak mampu mengatasi berbagai bahan berbahaya yang berakumulasi. Padahal sebenarnya ini bisa diatasi sejak baru menunjukkan gejala-gejala,” ungkap Riani.

Sehat Berbonus Langsing Beberapa pasien yang usai menjalani program detoksifikasi hati, mengeluarkan batu empedu dari kantong empedu lewat kotoran. Empedu pun kembali berfungsi optimal mengemulsi lemak.

Manfaat lain yang didapat, metabolisme menjadi lebih optimal dan kekebalan tubuh meningkat. Hal ini disebabkan kinerja hati dan usus besar menjadi lebih baik.

Selain itu, pembersihan usus besar yang memperbaiki penyerapan nutrisi, memudahkan pengiriman sinyal kenyang ke otak saat kebutuhan nutrisi tercukupi. Hasil akhirnya, tubuh sehat dan badan pun menjadi langsing.

Bukan Kesehatan yang Mundur Beberapa hari setelah detoks, akan muncul keluhan. Menurut Riani, ini bukan pertanda kesehatan yang mundur, melainkan:

* Tabungan Lampau. Saat melakukan detoksifikasi, beberapa pasien mengaku mengalami sejumlah gejala seperti akan sakit. Ini sebenarnya tabungan penyakit sebelum detoks, yang biasa diredam dengan obat kimiawi.

* Proses Penyembuhan . Pada fase ini, tubuh perlu mengeluarkan dahulu apa yang disimpan selama ini, kemudian kesehatan akan membaik.

* Ragam Detoksifikasi . Tidak hanya lewat meminum obat dan jus, ada juga jenis detoks lainnya yang bisa dicoba!

Mini Detoks Dilakukan dengan minum jus saja untuk makan pagi sampai tengah hari. Setelah lewat tengah hari, baru makan besar seperti biasa. Cocok untuk pemula yang tidak siap melepaskan makanan berprotein hewani dan karbohidrat secara drastis.

Mono Detoks Ada juga detoks yang dilakukan dengan meminum jus saja selama 24 jam pertama. Dari pagi sampai esok hari, hanya mengonsumsi satu jenis jus, misalnya pepaya atau apel saja, plus air putih.

Detoks Sempurna

Meminum beberapa jenis jus yang diperlukan untuk memperbaiki organ dalam kurun waktu tertentu, tanpa konsumsi makanan padat lainnya sehingga pencernaan beristirahat sempurna.

Detoks Campuran Mirip dengan detoks sempurna, tapi boleh mengonsumsi sumber nabati padat, seperti buah potong. Sehingga pencernaan tidak istirahat sepenuhnya. Namun kerja organ ekskresi relatif tetap ringan.

Bugar dengan Stott Pilates (4)

Gerakan Seratus Stott Pilates

Seratus (Hundred) Ambil posisi sit-up. Upayakan posisi mata kaki sejajar tulang panggul seperti posisi pelvic netral. Posisikan tangan di samping badan lurus sejajar. Tarik napas lalu embuskan sambil mengangkat kepala, bahu, dan tangan dalam 5 hitungan.

Tahan sambil mengayun-ayun tangan seperti memompa ke bawah dalam 5 hitungan. Lakukan sampai 10 set hingga berjumlah 100 hitungan. Latihan ini mengontraksi otot perut secara maksimal.

Variasi Gerakan Seratus (Hundred Var.) Berlutut sambil posisikan tangan di sisi badan, jari lurus ke bawah, upayakan lutut sejajar tulang panggul. Tarik nafas dalam 5 hitungan sambil menarik bahu ke belakang. Rasakan tulang belikat mendekat. Tahan sedikit lalu buang napas lewat mulut dalam 5 hitungan sambil menggerak-gerakkan tangan seperti memompa ke belakang.

Usahakan pandangan tetap ke depan sambil merasakan tekanan di perut dan bahu. Lakukan hingga 10 set sehingga berjumlah 100 hitungan. Latihan ini berguna untuk melatih otot perut.

Persiapan Berenang (Swimming Prep.) Ambil posisi memunggung. Lutut dan tangan lurus ke bawah. Usahakan bahu relaks, tidak maju atau mundur. Posisi kepala agak tunduk, luruskan tulang belakang. Tarik napas lewat hidung lalu embuskan lewat mulut, sambil menarik salah satu kaki ke belakang.

Tarik napas, embuskan sambil mengembalikan kaki ke posisi semula secara perlahan. Lakukan sampai 8 set untuk masing-masing belahan kaki. Gerakan ini bermanfaat untuk melatih otot bokong dan perut.

Bugar dengan Stott Pilates (3)

Gerakan Rentangan Satu Kaki

Tekanan Di Dada Ambil posisi tidur tengkurap. Usahakan posisi tulang belakang lurus. Caranya, posisikan kaki lurus sejajar dan berada tepat di tengah-tengah matras. Tidak terlalu ke kanan maupun ke kiri. Tekuk lengan di samping bahu, letakkan telapak tangan di sisi telinga. Tarik napas melalui hidung sambil membuka bahu dan menstabilkan tulang belikat. Buang napas lewat mulut perlahan sambil mengangkat dagu dan punggung atas, upayakan rusuk tetap menempel di matras.

Tarik napas lewat hidung tahan sebentar di posisi terakhir, buang napas perlahan melalui mulut sambil turun kembali. Lakukan gerakan ini 3 sampai 5 kali untuk melatih otot punggung.

Jika lelah, coba posisi istirahat. Pertama, duduk di atas kedua kaki (posisi simpuh). Letakkan kedua tangan relaks di samping, telapak tangan menekuk kebelakang menghadap atas. Condongkan badan ke depan sedikit sambil otot leher relaks. Tapi jangan sampai dagu menempel ke dada.

Pelvis Netral dan Imprint Masih pada posisi tidur, lakukan posisi pelvis netral. Upayakan tulang panggul dan tulang kemaluan sejajar. Koreksi juga apakah posisi tubuh sudah benar, dengan meletakkan jari telunjuk di tulang panggul lalu ibu jari di tulang rusuk.

Pastikan ada sedikit ruang antara matras dan punggung, sehingga di posisi ini punggung tak sejajar dengan matras, tapi agak terangkat. Pada posisi pelvis netral ini, jengkalan ibu jari dan telunjuk cukup lebar.

Lalu lakukan imprint dengan menarik panggul mendekat ke arah rusuk, sehingga tulang kemaluan sedikit lebih tinggi dari tulang panggul. Aktifkan otot perut samping, jangan dorong dengan bokong. Upayakan bokong tetap relaks. Pada posisi imprint ini, jengkalan jari akan mendekat atau lebih pendek daripada posisi pelvis netral.

Rentangan Satu Kaki (SingleLeg Stretch) Ambil posisi sit up dengan lutut terangkat. Posisikan tangan di lutut yang tertekuk dan mata memandang lurus ke arah lutut. Tarik napas melalui hidung, sambil mengembuskan napas dari mulut lalu tarik kepala dan bahu mendekat ke lutut.

Sambil mengayun salah satu kaki ke depan hingga lurus, tarik kaki satunya lagi mendekat ke dada. Sambil kaki diayun, tangan berpegangan pada salah satu lutut. Tarik napas dan embuskan, sambil kembali ke posisi semula. Lakukan 10 kali untuk masing-masing kaki.

Bottom-up Tidur pada posisi sit up. Usahakan kaki sejajar panggul, bisa dengan menahan bola. Posisikan tangan di kanan-kiri badan. Tarik napas lewat hidung, embuskan sambil mengangkat bokong hingga tulang kemaluan lebih tinggi dari tulang rusuk. Tarik nafas dan embuskan sambil perlahan kembali ke posisi relaks. Lakukan 3 sampai 5 kali untuk melatih otot bokong dan otot dasar panggul.

Bugar dengan Stott Pilates (2)

Gerakan Head Nod Stott Pilates

Anggukan Kepala (Head nod) Ambil posisi tidur seperti akan sit up. Tundukkan kepala dengan posisi dagu mendekat ke arah dada. Jaga jarak antara dagu dan dada sekitar satu kepalan tangan. Pandangan mata lurus ke bawah. Tahan, tapi otot leher jangan sampai tegang. Ini adalah persiapan untuk melakukan latihan perut (ab prep). Latihan Persiapan Perut (Ab prep) Pada posisi head nod, tangan lurus di samping badan, kaki ditekuk seperti posisi pelvis netral. Pertahankan pandangan tetap lurus ke lutut hingga selesai melakukan seluruh gerakan secara sempurna.

Tarik napas melalui hidung, tahan sebentar. Buang napas perlahan lewat mulut sambil mengangkat kepala dan bahu. Angkat tangan sejajar panggul, jari-jari tetap lurus dan panggul netral. Tarik napas melalui hidung pada posisi ini, tahan sebentar. Buang napas perlahan lewat mulut sambil bergerak turun kembali. Lakukan gerakan ini 10 kali untuk melatih otot perut. Latihan Perut Samping (Side Bend) Ambil posisi duduk bersila dan tangan relaks di samping badan. Tarik napas melalui hidung sambil angkat tangan kanan ke samping telinga hingga lurus ke atas. Usahakan agar bahu tak ikut berkontraksi atau tegang.

Buang napas lewat mulut sambil gerakkan tubuh ke sisi kiri hingga membentuk lengkungan di pinggang kiri. Rasakan otot perut samping kiri memendek dan otot samping kanan memanjang. Tarik napas sambil membawa badan kembali ke posisi vertikal. Jangan lupa menahan posisi tangan tetap di sisi telinga. Buang napas sambil turunkan tangan ke sisi badan lagi dalam posisi relaks. Ulangi untuk sisi yang kanan. Lakukan gerakan ini 3 sampai 5 kali untuk melatih otot tubuh bagian samping.

Kecilkan Paha&Perut, Yuk! (3)

Gerakan Sumo Squad

Single Hip

Berdiri di samping dinding sejauh satu langkah. Salah satu tangan bersandar pada dinding untuk keseimbangan. Lalu perlahan buka kaki ke samping sejauh yang bisa dilakukan. Setelah mencapai jarak terjauh, tahan 1 hingga 2 detik lalu kembali. Lakukan 8 hingga 12 kali hingga 3 set untuk masing-masing sisi. Latihan ini efektif mengontraksi otot samping dan paha dalam.

Squad Jump

Berdiri dengan kaki terbuka selebar bahu dan tangan terlipat di depan dada. Ambil ancang-ancang dengan sedikit me­runduk. Saat mengambil ancang-ancang, perhatikan agar posisi perut tetap terkunci, pantat buang ke belakang dan lutut jangan sampai melebihi ujung kaki. Tahan sebentar dalam posisi merunduk, kemudian loncat setinggi-tingginya. Lakukan 8 hingga 12 kali hingga 3 set. Latihan ini berfokus pada otot paha, pantat, dan lutut.

Sumo Squad

Pegang kedua ujung dumble dengan kedua tangan. Posisi berdiri dengan kaki terbuka selebar bahu. Posisikan dumble tepat di tengah, tangan lurus ke bawah. Beban boleh berapa saja, sifatnya hanya sebagai penyeimbang. Perlahan buka kedua lutut bersamaan hingga badan mengayun ke bawah, tahan 1 hingga 2 detik. Perhatikan, jangan sampai lutut melebihi ujung kaki. Upayakan lutut terbuka menyamping semaksimal yang bisa dilakukan. Saat mengayun ke bawah, kunci otot perut, bagian belakang jangan terlalu terayun dan jangan membungkuk. Tarik napas saat turun ke bawah, dan buang napas saat naik kembali. Latihan ini fokus melatih otot paha bagian dalam.

Single Leg Calf Raise

Berdiri tegak, tangan bersandar pada dinding sejauh satu langkah. Silangkan kaki dan tempelkan punggung kaki pada betis. Perlahan jinjitkan kaki, tahan sesaat (1 hingga 2 detik), lalu turunkan. Tarik napas ketika badan bergerak ke atas, dan buang napas ketika kembali. Jika ingin meningkatkan beban gerakan, proses menahan bisa ditingkatkan lebih lama. Lakukan gerakan 8 hingga 12 kali hingga 3 set. Latihan ini sangat efektif mengontraksi otot betis.

Kecilkan Paha&Perut, Yuk! (2)

Bridge

Ambil posisi tidur terlentang di atas matras. Posisi tangan di samping badan, kaki dibuka selebar bahu. Kunci otot perut, lalu angkat pantat hingga posisi badan menjadi lurus. Jangan terlalu tinggi, cukup rata saja tergantung kelenturan. Setelah posisi cukup lurus, tahan 1 hingga 2 detik, lalu turun kembali ke posisi semula. Jika sudah lebih terlatih, posisi menahan bisa diperlama. Tarik napas saat melakukan gerakan naik dan hembuskan ketika gerakan turun kembali. Lakukan 8 hingga 12 kali. Latihan ini efektif melatih otot perut, pantat, lower back juga otot paha samping.

Cycle Up

Ambil posisi tidur di matras. Tekuk dan peluk salah satu lutut kaki, lalu perlahan tarik sembari angkat kaki yang satu. Tahan beberapa detik lalu turun kembali. Posisi menahan bisa ditingkatkan bila telah lebih terlatih sesuai kemampuan. Lakukan gerakan 8 hingga 12 kali hingga 3 set. Latihan ini efektif mengontraksi otot perut bawah juga paha.

Jump Step

Berdiri di depan bangku atau bidang yang lebih tinggi (setinggi sepatu). Posisikan salah satu kaki di atas bidang tersebut, lalu loncat sembari bertukar kaki. Latihan ini akan melatih otot paha depan. Lakukan 8 hingga 12 kali untuk kedua belah kaki hingga 3 set.

Kecilkan Paha&Perut, Yuk! (1)

Longest

Berdiri posisi tangan di pinggang, buka kaki selebar satu langkah. Tarik lutut kaki yang di belakang ke bawah. Tarik napas saat menurunkan lutut ke bawah, buang napas ketika kembali ke atas. Kembali ke posisi semula. Jangan lupa jaga otot perut dalam kondisi terkunci. Lakukan 8 sampai 12 kali hingga 3 set. Latihan ini efektif mengontraksi otot hamstring.

Wall Squad

Berdiri bersandar pada dinding. Posisi kaki terbuka selebar bahu. Tangan berpegang pada pinggang. Kunci otot perut, lalu perlahan turunkan badan hingga lutut tertekuk. Lakukan 8 hingga 12 kali gerakan hingga 3 set. Latihan ini merupakan variasi gaya squad yang dapat dilakukan wanita memiliki gangguan lower back pain.

Single Leg Calf Raise

Berdiri tegak, tangan bersandar pada dinding sejauh satu langkah. Silangkan kaki dan tempelkan punggung kaki pada betis. Perlahan jinjitkan kaki, tahan sesaat (1 hingga 2 detik), lalu turunkan. Tarik napas ketika badan bergerak ke atas, dan buang napas ketika kembali. Jika ingin meningkatkan beban gerakan, proses menahan bisa ditingkatkan lebih lama. Lakukan gerakan 8 hingga 12 kali hingga 3 set. Latihan ini sangat efektif mengontraksi otot betis.

Manfaat Berlipat Olahraga Keluarga (2)

BERENANG Olahraga ini disukai hampir seluruh level usia sehingga cocok sebagai olahraga keluarga.Dalam kecepatan rata-rata, berenang dapat membakar 500 kalori per jam. Berenang mampu mengontraksi banyak otot.

Manfaat Saat berenang, hampir semua otot aktif untuk mempertahankan gerakan di air lebih stabil. Tapi, yang paling dominan digunakan adalah otot lengan atas untuk bergerak maju dan mengarahkan.

Selain bahu, otot perut juga ikut terlatih karena digunakan untuk untuk mengapung. Sedangkan otot kaki juga aktif digunakan untuk maju, walau tidak seberat bahu dan lengan.

Berenang bersama keluarga memberikan nilai kesenangan yang maksimal. Agar efek kebugaran juga maksimal, sebaiknya saat berenang bersama ayah-ibu berenang mengitari anak atau berenang dengan durasi lebih panjang dari anak.

Tips: Lakukan cooling down setelah berenang. Misalnya, berenang lambat atau water trapen (mengambang atau berjalan di air).

Optimal dilakukan sekitar 30 menit secara serius, selebihnya untuk bermain-main saja.

Gunakan sunblock sebelum berenang untuk menghindarkan dampak buruk dari sinar matahari maupun sunburn.

Siapkan pelampung untuk anak-anak.

Gunakan kostum yang nyaman, tapi tidak mengganggu secara norma kesopanan.

Perhatian Kondisi air yang dingin sering membuat orang tidak mudah letih walaupun pembakaran kalori maksimal. Ini akan membuat nafsu makan meningkat setelah berenang.

BERENANG Lebih ringan daripada berenang dan jogging. Hal ini disebabkan berat tubuh disangga oleh sadel sepeda. Dengan kecepatan rata-rata, dapat membakar kurang lebih 450 kalori per jam.

Manfaat n Termasuk olahraga kardio yang paling baik, karena bisa dilakukan oleh orang-orang dengan keterbatasan seperti, obesitas, gangguan lutut, nyeri kaki. Bagi anak, bersepeda bersama baiknya dilakukan setelah usia 10 tahun.

n Saat bersepeda otot paha dan betis lebih optimal digunakan, sebaliknya kontraksi otot perut sangat minimal.

Setelah jogging, bersepeda adalah olahraga kedua yang bisa dilakukan dalam durasi dan kebersamaan yang tinggi.

Tips Lakukan cooling down dengan memanjangkan otot yang digunakan.

Sebelum bersepeda, pastikan semua anggota keluarga mampu bersepeda dengan baik.

Perhatikan jarak panjang tungkai dan tinggi sadel. Jangan sampai lutut terlalu menekuk maupun terlalu lurus ketika mengayuh. Jarak terbaik saat mengayuh, paling jauh sudut lutut kurang dari 180 derajat sehingga efisiensi gerakan lebih baik.

Pilih gear yang lebih kecil bagi Ayah dan ibu, dan gear yang besar bagi anak. Tujuannya agar bisa mempertahankan jarak dan kebersamaan.

Gunakan pengaman (decker) agar terhindar dari cedera yang tidak diharapkan.

Perhatian

Bagi orang dewasa di atas 50 tahun dan wanita di atas 40 tahun, tidak disarankan olahraga bersepeda. Sebab berisiko tinggi menyebabkan cedera tulang bila terjatuh. Mengingat kemampuan keseimbangan yang telah menurun dan kualitas tulang sudah berkurang

BERSEPEDA Lebih ringan daripada berenang dan jogging. Hal ini disebabkan berat tubuh disangga oleh sadel sepeda. Dengan kecepatan rata-rata, dapat membakar kurang lebih 450 kalori per jam.

Manfaat Termasuk olahraga kardio yang paling baik, karena bisa dilakukan oleh orang-orang dengan keterbatasan seperti, obesitas, gangguan lutut, nyeri kaki. Bagi anak, bersepeda bersama baiknya dilakukan setelah usia 10 tahun.

Saat bersepeda otot paha dan betis lebih optimal digunakan, sebaliknya kontraksi otot perut sangat minimal.

Setelah jogging, bersepeda adalah olahraga kedua yang bisa dilakukan dalam durasi dan kebersamaan yang tinggi.

Tips Lakukan cooling down dengan memanjangkan otot yang digunakan.

Sebelum bersepeda, pastikan semua anggota keluarga mampu bersepeda dengan baik.

Perhatikan jarak panjang tungkai dan tinggi sadel. Jangan sampai lutut terlalu menekuk maupun terlalu lurus ketika mengayuh. Jarak terbaik saat mengayuh, paling jauh sudut lutut kurang dari 180 derajat sehingga efisiensi gerakan lebih baik.

Pilih gear yang lebih kecil bagi Ayah dan ibu, dan gear yang besar bagi anak. Tujuannya agar bisa mempertahankan jarak dan kebersamaan.

Gunakan pengaman (decker) agar terhindar dari cedera yang tidak diharapkan.

Perhatian Bagi orang dewasa di atas 50 tahun dan wanita di atas 40 tahun, tidak disarankan olahraga bersepeda. Sebab berisiko tinggi menyebabkan cedera tulang bila terjatuh. Mengingat kemampuan keseimbangan yang telah menurun dan kualitas tulang sudah berkurang.

Manfaat Berlipat Olahraga Keluarga (1)

Manfaat berlipat ganda bisa diraih lewat olahraga bersama keluarga. Ayo, mulai dari sekarang!

Memanfaatkan akhir minggu dengan berolahraga? Kenapa tidak! Selain memelihara kebugaran, olahraga bersama juga bisa meningkatkan kerharmonisan keluarga. Menurut praktisi sport therapy, dr. Michael Triangto, SpKO dari Rumah Sakit Mitra Keluarga Kemayoran, olahraga adalah sarana bagi anak untuk mengasah kemampuan olah tubuhnya. Yuk, kita intip apa saja olah raga yang baik untuk keluarga.

JOGGING Olahraga sederhana berupa lari ringan yang mudah dilakukan kelompok usia berapa saja dan mampu melatih otot-otot besar di tubuh.

Manfaat

Otot besar pada tungkai atas dan tungkai bawah banyak digunakan. Jadi, bokong, paha, dan betis, semua berkontraksi. Tambahan ayunan pada tangan dan badan berdampak pada otot bagian perut.

Melebarkan pembuluh darah yang menyempit dan menstimulus sistem kolateral darah. Melakukan jogging secara rutin dapat meningkatkan sirkulasi darah dan menurunkan tekanan darah.

Bagi anak, jogging meningkatkan keterampilan tubuh seperti berlari, melompat dan melempar.

Melakukan jogging dengan kecepatan sedang (sekitar 5 MPH) mampu membakar 500 kalori per jam. Selain itu, daya tolak tubuh yang dipengaruhi berat badan saat jogging memberi efek kontraksi otot yang maksimal.

Dengan jogging, nilai kebersamaan meningkat sebab fleksibilitas orangtua dalam mempertahankan posisi dan jarak dengan anak relatif stabil.

Tips: Istirahat ketika bicara sudah terengah-engah dan lelah, dengan memperlambat kecepatan berlari atau bergerak di tempat.

Sebaiknya orangtua aktif bergerak tanpa berhenti dengan mengikuti atau mengitari anak.

Gunakan sepatu yang bereflektor, untuk menghindari kecelakaan, apalagi bila jogging dilakukan di pagi buta. Pastikan memakai running shoe yang lebih fleksibel dan ringan agar nyaman. Pakai kostum yang lebih terbuka atau menyerap keringat.

Perhatian Anak-anak yang terlalu muda, orang dengan obesitas, cedera lutut, dan lanjut usia, tidak disarankan untuk olahraga ini.

YOGA

Yoga adalah olahraga muscle endurance yang sangat efektif bagi pembentukan seluruh tubuh. Namun, bagi orang obesitas atau kurang terlatih, yoga akan jadi kurang maksimal.

Manfaat Yoga Yoga mampu membakar 200 hingga 360 kalori per jam jika dilakukan dengan benar. Untuk gerakan yang lebih ahli, yoga bisa membakar kalori lebih besar lagi.

Inti gerakan yoga adalah memaksimalkan kontraksi banyak otot dalam durasi gerakan yang panjang sehingga yoga adalah olahraga muscle endurance yang paling baik.

Dari sisi pembentukan, yoga efektif pada orang yang terlatih.

Nilai kebersamaan yoga lebih berkualitas daripada fitness karena melibatkan ketenangan dan konsentrasi.

Tips: Lakukan pemanasan yang cukup, sesuai gerakan inti yang akan dilakukan.

Gunakan pakaian yang nyaman, misalnya menggunakan pakaian senam yang lebih panjang.

14 Gerakan Dasar Taebo (3)

Front Knees Strike

Ambil posisi ready stance dan kepalan tangan di depan rahang. Kencangkan otot pinggul, kunci perut dan condongkan badan ke belakang (sedikit) sembari mengayun tendangan lutut ke arah lawan di depan. Upayakan lutut minimal sejajar dengan pinggul atau lebih.

Saat menendang, posisi telapak kaki tetap point sehingga kekuatan tetap berfokus di lutut.

Lakukan 2 kali 8 repetisi (kanan-kiri bergantian) atau kombinasikan dengan gerakan lain.

Perhatikan: Lutut yang posisinya dibawah, sedikit ditekuk saat melakukan tendangan dan tubuh mengayun ke belakang untuk menambah kekuatan.

Front Kick

Ambil posisi ready stance dan posisi kepalan tangan di depan rahang. Kunci target di depan.

Tarik badan ke belakang, turunkan kepalan dan ayunkan tendangan dengan kaki lurus ke depan. Saat menendang, posisi telapak kaki tetap point.

Tekuk (sedikit) lutut yang berada di bawah saat menendang.

Lakukan 2 kali 8 repetisi (kanan-kiri bergantian) atau kombinasikan dengan gerakan lain.

Perhatikan : Saat menendang kedepan, tulang pinggul dan bahu tetap sejajar, serta lutut jangan dikunci.

Side Kick

Posisi awal ready stance dan kepalan tangan di depan rahang. Fokus pada lawan di samping kanan atau kiri.

Tarik badan ke samping, tarik lutut lalu ayun tendangan ke sam­­ping.

Saat menendang, upayakan badan, pinggul dan kaki tetap sejajar.

Lakukan 2 kali 8 re­petisi (kanan-kiri bergantian) atau kombinasikan dengan ge­rakan lain.

Perhatikan: Bila belum mahir atau keseimbangan belum baik, tendangan bisa cukup rendah saja. Biasanya, tingginya tendangan mengikuti kelenturan tubuh.

Roundhouse Kick

Posisi awal ready stance dan kepalan tangan di depan rahang. Tarik badan condong ke belakang, tumit yang akan diayun mendekat ke pantat.

Upayakan saat memutar, paha dan garis badan tetap sejajar. Tekuk lutut sedikit dan lempar tendangan kaki menebas ke arah dalam. Saat menendang, lutut jangan dikunci.

Tendangan bisa dilakukan dengan posisi telapak kaki flex .

Lakukan 2 kali 8 repetisi (kanan-kiri bergantian) atau kombinasikan dengan gerakan lain.

Perhatikan: Saat menendang, upaya­kan yang bergerak kakinya saja dan pinggul tetap netral.

Roundhouse Knee Strike

Ambil posisi ready stance dan kepalan tangan di depan rahang. Kunci perut dan fokus pada lawan di depan.

Tarik badan sedikit ke belakang, tekuk lutut (kaki yang masih berdiri) sedikit lalu putar bahu dan pinggul sehingga tendangan lutut berayun ke samping. Gerakan ini memang merupakan pengembangan dari front knees , hanya tendangannya lebih bersifat menebas.

Perhatikan: Saat menendang, telapak kaki boleh dalam posisi flex (datar) maupun point (lurus). Jika posisi awal ready stance, tendangan ke arah samping. Dan jika posisi awal forward stance, tendangan ke arah depan.

Galeri Foto

14 Gerakan Dasar Taebo (2)

Downward Elbow Strike

Posisi awal horse stance dengan kepalan tinju di depan rahang. Tarik siku ke atas sembari sedikit memutar bahu dan pinggul lalu pukulkan siku ke lawan yang sedang merangkul perut.

Fokuskan kekuatan berasal dari sayap, otot bisep, bahu dan berat badan.

Lakukan 2 kali 8 repetisi (kanan-kiri bergantian) atau kombinasikan dengan gerakan lain.

Perhatikan: Saat memukul ke bawah, tekuk lutut, angkat tumit dan jongkokkan badan sedikit.

Back Elbow Strike

Posisi awal kaki bisa dengan forward stance ataupun ready stance dan kepalan tangan di depan rahang. Kunci posisi lawan yang berada di belakang.

Putar bahu dan pinggul sembari mengarahkan pukulan siku ke belakang. Kencangkan otot bisep saat memukul.

Jaga siku, lengan dan bahu tetap dalam satu garis lurus saat memukul. Rasakan tenaga pukulan berasal dari pinggul.

Lakukan 2 kali 8 repetisi (kanan-kiri bergantian) atau kombinasi dengan gerakan lain.

Perhatikan: Upayakan badan tetap tegak dan kaki depan sedikit ditekuk saat memukul.

Side Elbow Strike

Ambil posisi kaki ready stance dan kepalan tinju di depan rahang. Lihat pada lawan di samping kanan atau kiri, arahkan pukulan siku ke wajah lawan.

Saat memukul, putar bahu dan pinggul mengikuti ayunan pukulan.

Tekuk satu kaki dan pertahankan yang satunya tetap lurus untuk mengantar energi saat memukul.

Lakukan 2 kali 8 repetisi (kanan-kiri bergantian) atau kombinasikan dengan gerakan lain.

Perhatikan: Pertahankan siku dan bahu tetap satu garis lurus saat memukul.

Uppercut Punch

Ambil posisi ready stance , kepalkan tangan di depan rahang. Tarik siku sembari putar bahu ke belakang., lalu arahkan tinju dari bawah ke atas. Sasaran pada perut, dagu maupun jantung lawan.

Saat mengayun tinju, lutut sedikit diputar ke arah luar dan tumit terangkat mengikuti ayunan tubuh.

Lakukan 2 kali 8 repetisi (kanan-kiri bergantian) atau kombinasikan dengan gerakan lain.

Perhatikan: Saat mengayun tinju, upayakan posisi kaki, bahu dan pinggul tetap sejajar.

Reverse Punch/ Cross

Posisi kaki terbuka selebar satu langkah (forward stance ) dan posisi kepalan tangan di depan rahang. Ayunkan kepalan tinju ke arah menyilang sembari memutar pinggul, fokus pada rahang lawan. Sembari mengayun, lutut sedikit ditekuk agar ada daya saat mengayun.

Lakukan 2 kali 8 repetisi (kanan-kiri bergantian) atau kombinasikan dengan gerakan lain.

Perhatikan: Saat mengayun tinju, upayakan pinggul tetap sejajar dengan bahu, dan siku jangan dikunci.

Galeri Foto

4 Gerakan Dasar Taebo (1)

Membentuk otot kembali kencang sekaligus berlatih bela diri? Tentu bisa! Salah satu caranya adalah latihan Taebo.

Taebo bukan hanya memperindah bentuk tubuh namun dapat digunakan untuk membela diri. Gerakan-gerakan meninju dan menendang yang dilakukan dengan iringan musik yang hip ini, memang banyak menggunakan otot gerak tubuh secara maksimal.

Di bawah bimbingan instruktur Taebo, latihan yang mirip dengan aerobik ini pun maksimal mengencangkan bentuk otot-otot tubuh (otot bahu, lengan dan paha).

Coba saja kombinasikan beberapa gerakan berikut dalam satu paket latihan berdurasi 20 hingga 30 menit

Front Elbow Strike

Ambil posisi ready stance dengan posisi kepalan tangan di depan rahang. Lakukan gerakan seperti hook punch namun lebih berputar sehingga fokus memukul wajah atau rahang lawan dengan siku.

Saat memukul, pertahankan pinggul dan bahu tetap dalam satu garis lurus. Sertai dengan menekuk lutut sedikit agar badan berayun lebih harmoni.

Lakukan 2 kali 8 repetisi (kanan-kiri bergantian) atau kombinasikan dengan gerakan lain.

Perhatikan: Agar tenaga maksimal, saat melakukan pukulan dibarengi dengan memutar perut beserta pinggul.

Foto: Ahmad Fadilah

Straight Punch/ Jab

Berdiri dengan kaki terbuka selebar panggul (ready stance ), posisi tangan mengepal di depan rahang. Ayunkan kepalan tangan lurus ke depan sembari memutar bahu. Fokus pada target lurus di depan.

Lakukan 2 kali 8 repetisi (kanan-kiri bergantian) atau kombinasikan dengan gerakan lain.

Perhatikan: Saat meninju, siku jangan dikunci dan posisi bahu tetap netral. Angkat salah satu tumit kaki saat berayun atau memutar panggul.

Upward Elbow Strike

Ambil posisi kuda-kuda (horse stance ) dengan kepalan tinju di depan rahang. Lakukan gerakan seperti uppercut punch namun lebih diputar sehingga fokus memukul perut, dagu dan jantung dengan siku.

Lutut sedikit berayun mengikuti ayunan tinju ke atas.

Lakukan 2 kali 8 repetisi (kanan-kiri bergantian) atau kombinasikan dengan gerakan lain.

Perhatikan: Tenaga lebih fokus berasal dari tulang sayap dan pinggul.

Hook Punch

Ambil posisi ready stance , kepalkan tangan di depan rahang. Usahakan bahu dan pinggul sejajar. Kemudian lepaskan pukulan mengait dari arah samping ke rahang lawan, sembari memutar bahu. Lakukan 2 kali 8 repetisi (kanan-kiri bergantian) atau kombinasikan dengan gerakan lain.

Perhatikan: Saat meninju upayakan bahu, siku dan pergelangan tangan tetap dalam satu garis lurus. Angkat salah satu tumit kaki saat berayun atau memutar panggul.