T & J Seputar Diet (1)

Salah kaprah soal diet untuk menurunkan badan berbahaya bagi kesehatan Anda, lho! Daripada bertanya-tanya atau percaya mitos tak jelas, lebih baik simak faktanya.

Apa sih sebetulnya yang dimaksud dengan diet? Diet sebenarnya memiliki arti kombinasi makanan dan minuman di dalam hidangan makan yang dikonsumsi sehari-hari. Jadi, diet adalah mengatur makan dengan pola yang sehat. Ada begitu banyak metoda dan jenis diet untuk menurunkan berat badan yang tersedia dan ditawarkan saat ini. Mulai dari diet Atkins (diet rendah karbohidrat), Cabbage Soup Diet , Grapefruit Diet, South Beach Die t, diet seimbang, dan lain-lain. Dari sekian jenis diet, yang terbukti terbaik adalah diet gizi seimbang.

Diet yang benar adalah tetap mengonsumsi makanan dengan komposisi yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah seimbang. Tentu saja dengan total kalori yang lebih rendah dari yang biasa dikonsumsi, sehingga tubuh akan menggunakan simpanan energi tubuh, yaitu lemak tubuh, baik yang berlokasi di bawah kulit maupun yang berat di dalam tubuh (lemak visceral ). Dengan hilangnya massa lemak tubuh, maka akan terjadi penurunan berat badan, maka akan terjadi penurunan berat badan.

Selain jenis diet, ada banyak hal yang seringkali menjadi pertanyaan mereka yang ingin melakukan diet menurunkan berat badan. Berikut beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan mereka yang menjalani diet.

Bagaimana sih, memilih jenis diet yang cocok?

Seperti telah disebut di atas, diet yang terbaik adalah diet gizi seimbang, karena memberikan gizi seimbang yang diperlukan tubuh dan memenuhi kebutuhan metabolisme normal.

Memilih jenis diet yang tepat juga harus disesuaikan dengan keadaan tubuh. Misalnya, diet konsumsi tinggi protein ternyata kurang menguntungkan bagi orang tua. Pasalnya, fungsi ginjal orang tua biasanya sudah mulai menurun. Belum lagi jika ada gangguan ginjal yang menyertai. Contoh lain adalah diet sangat rendah kalori yang justru akan mengganggu aktivitas fisik orang yang bekerja, karena dengan konsumsi sangat rendah kalori, kebutuhan tubuh tidak akan tercukupi. Akibatnya, tubuh pun malah jadi kurang segar dan tidak bisa berkonsentrasi.

Jadi, jika ingin menurunkan berat badan dengan mengatur pola makan, idealnya harus dilakukan analisis asupan dulu, yakni menghitung makanan yang dikonsumsi sehari-hari, kemudian mengevaluasinya. Dari penilaian tersebut akan tampak kalori dan komposisi makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Setelah itu, barulah kemudian makanan yang dikonsumsi diatur dengan pedoman kebiasaan makan sehari-hari.

Apa saja parameter untuk mengetahui apa­kah kita meng­alami obesitas atau tidak? Sebelum memutuskan berdiet untuk menurunkan berat badan (BB), sebaiknya lebih dulu diketahui apakah kita kelebihan berat badan. Parameter yang biasa dipakai adalah dengan mengukur indeks massa tubuh (IMT) dan mengukur lingkar pinggang. Kedua parameter ini merupakan parameter yang paling mudah dan bisa dilakukan sendiri.

IMT normal orang Asia berbeda dengan IMT orang Eropa. Orang Eropa memiliki batas overweight 25 dan batas obesitas 30. Di atas 25 disebut overweight , lebih dari 30 disebut obesitas. Sementara orang Asia, 23 sudah disebut overweight , 25 obesitas. Batas bawahnya 18,5. Jadi, IMT normal orang Asia adalah 18,5 - 23. Ini yang harus jadi patokan. Jika IMT-nya antara 18-5 - 23, tentu tidak perlu menurunkan BB. Pasalnya, BB yang kurang malah berisiko penyakit.

Parameter kedua adalah ukuran lingkar pinggang. Ukuran lingkar pinggang normal perempuan adalah kurang dari 80 cm, sementara pria kurang dari 90 cm. Walaupun IMT normal, tetapi kalau lingkar pinggangnya lebih dari 80, maka ia harus menurunkan BB-nya, karena risiko mendapat penyakit meningkat.

Benarkah menghindari sarapan pagi bagus untuk diet

Tentu saja tidak. Tanpa sarapan, gula darah bisa turun. Sementara kadar gula yang rendah akan berakibat konsentrasi terganggu, lemas, mudah marah, dan sebagainya. Akibatnya, bagi orang yang bekerja jadi tidak efektif. Biasanya, dengan menghindari sarapan, rasa lapar diatasi dengan makanan kecil yang seringkali, karena bentuknya kering dan ringan, ternyata justru mengandung banyak kalori. Akibatnya, tujuan mengurangi asupan agar berat badan turun tidak tercapai, malah berat badan bisa-bisa naik. Kecenderungan lain adalah, karena pagi tidak sarapan, akibatnya siang hari kelaparan dan makan pun jadi banyak. Padahal, metabolisme tubuh yang normal tidak bisa menerima pola makan yang tidak teratur.

0 komentar:

Poskan Komentar