Iklim Viking (8)

”Kami memerlukan ekonomi yang lebih kuat,” ujar Kleist, ”dan kami harus menggunakan kesempatan yang dibawa minyak kepada bangsa ini. Ahli lingkungan hidup di seluruh dunia menyarankan agar kami tidak mengeksploitasi cadangan minyak. Namun kami tidak berada di dalam situasi di mana kami bisa dengan mudahnya mengganti sumber pendapatan dari perikanan yang terus turun sementara saat ini kami tidak memiliki sumber pendapatan lainnya yang sebesar minyak.” Sesungguhnya ada sumber daya lain dengan potensi yang sangat besar, tetapi sama mengkhawatirkannya. Greenland Minerals and Energy Ltd., sebuah perusahaan Australia, telah menemukan persediaan logam langka yang terbesar di dunia di dataran di atas kota Narsaq, Greenland selatan. Barang tambang langka itu sangat dibutuhkan dalam sejumlah besar teknologi ramah lingkungan—aki untuk mobil hibrid, turbin angin, dan bohlam lampu fluorescent yang padat—dan Cina kini mengendalikan lebih dari 95% dari pasokan dunia akan logam tersebut. Pengembangan cadangan di Narsaq pasti akan mengubah pasar global secara fundamental dan mentransformasi ekonomi Greenland. John Mair, manajer umum Greenland Minerals and Energy mengatakan bahwa cadangan Narsaq bisa menopang operasi tambang skala besar selama lebih dari 50 tahun, mempekerjakan ratusan orang di kota yang telah terguncang akibat runtuhnya industri ikan kod. Perusahaannya kini sedang mempekerjakan lusinan pegawai yang sedang menelaah lokasi tersebut. Namun ada rintangan besar dalam mengembangkan industri tersebut: bijih logam tersebut ternyata dilapisi uranium dan pemerintah Greenland telah melarang sepenuhnya penambangan uranium. ”Kami belum mengubah peraturan itu dan tidak berencana untuk mengubahnya,” ujar Kleist. Sepertinya tidak ada jalan yang mudah untk mewujudkan Greenland yang lebih hijau. Secara bergurau, penduduk Greenland menyebut daerah di sekeliling Narsaq dan Qaqortoq dengan Sineriak Nanaaneqarfik atau Pantai Pisang. Hari ini anak-cucu pemburu Inuit membuka lahan di tempat itu, di sepanjang fjords yang digunakan bangsa Viking untuk bercocok tanam. Jika Greenland ingin menjadi hijau di mana-mana, inilah tempatnya. Namun begitu tiba di tempat itu, Kenneth Hoegh si ahli agronomi memperingatkan diriku untuk melupakan apa yang aku baca tentang melimpahnya lahan pertanian di Greenland. ”Panen di Kutub Utara,” begitu tertulis di salah satu tajuk berita; ”Di Greenland, Kentang Tumbuh Subur,” tulis tajuk lainnya. Kentang memang tumbuh di Greenland sekarang ini. Namun belum terlalu banyak.

0 komentar:

Poskan Komentar