Mata Semesta (8)

Sutradara film senang mengatakan bahwa setiap film sebenarnya ada dua—film yang kita buat, dan satu lagi film yang kita katakan akan kita buat pada saat mencari dana. Maksudnya, tidak ada seorang pun yang dapat secara akurat meramalkan hasil dari upaya kreatif yang benar-benar baru. Begitu juga halnya dengan penemuan ilmiah: para ilmuwan dapat menjelaskan apa yang mereka harapkan bisa dicapai dengan teleskop yang lebih besar dan lebih baik, tetapi perkiraan seperti itu kebanyakan hanyalah sekadar ekstrapolasi dari pencapaian sebelumnya. “Jika kita ke Washington mencari dana untuk membuat teleskop baru dan menyusun daftar yang berisi hal-hal yang akan dapat kita lihat melalui jendela baru di alam semesta ini, kita sudah tahu bahwa hal paling menarik yang akan ditemukan teleskop itu mungkin tidak ada dalam daftar,” kata Tyson. “Kemungkinan temuan itu sesuatu yang benar-benar baru, sesuatu yang belum pernah terbayangkan, yang benar-benar mencengangkan.” Teori memukau tentang alam semesta yang tercipta oleh Dentuman Besar yang dirumuskan pada abad ke-20 terutama muncul dari hasil penemuan yang tidak pernah diduga sebelumnya. Edwin Hubble menemukan perluasan alam semesta secara kebetulan, melalui teleskop: Perluasan kosmos sudah tersirat dalam teori relativitas umum Einstein, tetapi Hubble sama sekali tidak tahu apa-apa tentang ramalan itu, dan bahkan Einstein pun tidak terlalu mempercayai hal itu. Benda gelap ditemukan secara kebetulan; demikian juga energi gelap. Sebuah teleskop tidak sekadar menunjukkan kepada kita apa yang ada di luar sana; teleskop mengajari kita tentang betapa sedikitnya yang kita ketahui, membuat kita mengkhayalkan hal-hal menakjubkan yang sungguh tak terbatas. “Kaca reserse itu sangat jujur,” kata Galileo.

0 komentar:

Poskan Komentar