Mata Semesta (7)

“Kecepatan” fotografi LSST juga akan menguntungkan para astronom karena mereka dapat menyaksikan dengan lebih baik peristiwa yang berlangsung terlalu singkat untuk dapat dipelajari saat ini. Kebanyakan astronom, bahkan astronom amatir yang menggunakan teleskop rumah dan kamera digital sederhana, sering merekam peristiwa sekejap yang misterius. Potretlah serangkaian foto digital dan dalam salah satu di antara foto-foto itu akan muncul setitik cahaya yang pada foto sebelum dan sesudahnya tidak ada. Yang tertangkap itu mungkin berkas kosmik yang menerpa chip pendeteksi-cahaya (lensa), sebuah asteroid berkecepatan-tinggi yang melesat melalui bidang pandang, atau semburan biru di permukaan bintang merah yang redup. Kita tidak tahu, jadi kita hanya bisa mengangkat bahu dan meneruskan pekerjaan. Karena LSST akan memotret begitu banyak foto dari sekujur langit, alat ini bisa saja menjawab banyak teka-teki seperti itu. Teleskop raksasa masa depan bakal melakukan pekerjaan dalam semalam sebanyak yang dilakukan oleh teleskop masa kini selama setahun, tetapi hal itu tidaklah menjadikan teleskop lama sebagai barang usang. Apabila nanti teleskop raksasa sudah dapat digunakan, kata Scott Fisher, “teleskop semacam Gemini sekarang akan menjadi teleskop yang berguna untuk melakukan survei,” menemukan fenomena yang menarik, lalu teleskop yang lebih besar akan menyelidiki fenomena itu dengan lebih terperinci. “Mirip piramid, dan saling membantu: Ketika teleskop yang amat besar menemukan sesuatu yang menarik yang tidak mungkin dapat kami amati setiap malam, para astronom dapat meminta jatah waktu untuk menggunakan teleskop kecil untuk, katakanlah, mengamatinya pada setiap malam yang cerah selama setahun, dan mengamati bagaimana perubahannya dari waktu ke waktu.” Teleskop yang mengorbit di angkasa luar membuka dimensi yang lain. Satelit Kepler NASA yang diluncurkan Maret 2009 memotret konstelasi Cygnus secara sistematis, mencari cahaya sekilas nan redup yang disebabkan oleh planet—beberapa di antaranya mungkin mirip Bumi—yang melintas di depan bintangnya; kemudian, tim Geoff Marcy akan menggunakan Keck untuk memeriksa dengan teliti bintang-bintang yang ditandai oleh Kepler untuk mengkonfirmasi bahwa bintang-bintang itu benar memiliki planet. Di masa depan, beberapa pasangan cermin yang dioperasikan di dalam orbit dan berkomunikasi serta bekerja sama dengan sistem laser mungkin dapat memperoleh ketajaman teleskop yang mengukur bentang selebar ribuan meter. Suatu hari nanti, observatorium yang ditempatkan di kawah sisi belakang Bulan mungkin bisa mengkaji alam semesta dari lingkungan yang sungguh ideal: hening, gelap, dan dingin. Kombinasi masa depan antara satelit cerdas yang berkomunikasi dengan teleskop darat besar yang semakin otomatis dan di antara keduanya dipertautkan oleh jaringan serat-optik serta menggunakan sistem kecedasan buatan untuk mengenali pola dalam lautan data, menyiratkan sebuah proses mekanis yang mirip proses biologis, seakan-akan ini adalah evolusi mata, saraf optik, dan otak Bumi.

0 komentar:

Poskan Komentar