Peranan Carbon cycle (siklus karbon) dalam Climate change (perubahan iklim)

Fenomena perubahan iklim (climate change) yang saat ini menjadi world issue. Rupanya issue yang satu ini tidak lagi menjadi issue dikalangan para ilmuwan saja tetapi telah menyebar menjadi konsumsi publik dan masuk kedalam jajaran issue politik, sosial, pendidikan, ekonomi bahkan budaya. Disini saya akan mencoba memaparkan antara keterkaitan perubahan iklim (climate change) dengan siklus karbon (carbon cycle).

Pada umumnya siklus karbon (carbon cycle) merupakan siklus biogeokimia (proses biologi,geologi,serta kimia) dimana karbon dipertukarkan antara biosfer, geosfer, hidrosfer, dan atmosfer Bumi. Menurut seorang Profesor Fisika Lingkungan dari Institut Teknologi Zurich (ETH) Swiss, mengatakan bahwa “siklus karbon di Bumi adalah sebuah siklus yang sangat dinamis”. Artinya siklus tersebut merupakan gejala alam yang seimbang. Jadi jika kita memusatkan perhatian kita pada sistem-sistem yang menyirkulasi karbon tersebut dalam skala waktu beberapa ribu tahun, pemeran terpenting nomor satu yang kita miliki adalah lautan. Nomor dua, kita memiliki karbon yang tersimpan di dalam tumbuh-tumbuhan di daratan, juga di dalam tanah daratan. Dan kemudian, komponen ketiga di dalam sistem tersebut adalah atmosfer. Jika kita ketiga pemeran terpenting dalam siklus karbon ini terhubungkan satu sama lain. Jadi, karbon dapat bertukar satu sama lain dengan cepat di antara lautan dan atmosfer. Molekul karbon dioksida yang terdapat di dalam lautan dapat meninggalkan lautan dan menuju ke atmosfer.

Pada saat yang bersamaan, sebuah molekul CO2 di dalam atmosfer dapat menyeberangi perbatasan Bumi-laut dan menuju ke lautan. Dan ada perubahan yang konstan, sebuah perubahan karbon yang terus-menerus yang berawal dari atmosfer ke lautan dan sebaliknya.

Sesuatu yang serupa terjadi di daratan dimana sebuah molekul CO2 di atmosfer dapat diambil oleh tumbuh-tumbuhan.

Hal itu adalah sesuatu proses yang normal, proses regular. Peristiwa tersebut disebut fotosintesis.

Dan apa yang terjadi, tumbuhan mengambil karbon dioksida tersebut dan membangun jaringan sel-sel tumbuhan. Jadi, tumbuhan mengeluarkan daun-daun, mengeluarkan batang-batang pohon, dan tangkai-tangkai. Dan ketika daun telah gugur, lalu ia akan menuju ke tanah dan terurai secara perlahan-lahan.

Selama proses penguraian ini, karbon dioksida dan karbon yang tersimpan di dalam daun kemudian perlahan-lahan kembali ke dalam atmosfer.

Jadi, ada sebuah perubahan karbon dioksida yang terus-menerus yaitu dari atmosfer ke daratan biosfer, ke tanaman dan tanah, dan kemudian dari tanaman dan tanah balik ke dalam atmosfer.

Dan pertukaran-pertukaran ini sebenarnya sangat besar. Banyak karbon berubah haluan dan dipertukarkan. Sekarang, mari melihat ada berapa banyak karbon yang berada dalam sistem-sistem individual ini.

Sejauh ini, jumlah yang terbesar sebenarnya tersimpan di dalam lautan. Laut merupakan media yang sangat luas bagi berbagai ekosistem biota laut, serta merupakan salah satu sarana dalam penyerapan karbon

Jadi, kita memiliki sebuah sistem yang siap mengalami pertukaran, semua pertukaran yang sangat seimbang. Jumlah yang sama yang telah hilang dari atmosfer ke dalam lautan telah kembali dari lautan ke atmosfer.

Dan hal yang sama juga terjadi pada biosfer Bumi.

Seperti gambar berikut yang menerangkan tentang siklus karbon:

Diagram dari siklus karbon tersebut angka dengan warna hitam menyatakan berapa banyak karbon tersimpan dalam berbagai reservoir, dalam milyar ton (“GtC” berarti Giga Ton Karbon). Angka dengan warna biru menyatakan berapa banyak karbon berpindah antar reservoir setiap tahun.

Betapa banyaknya produksi karbon setiap hari yang dikeluarkan ke atmosfer dan diproses dalam siklus karbon (carbon cycle). Bagian yang terbesar menyumbangkan karbon di atmosfer ialah gas karbon dioksida (CO2),kenapa? Karena gas tersebut banyak sekali di produksi dan dihasilkan dari berbagai kegiatan manusia di seluruh dunia, seperti kegiatan pemakaian kendaraan bermotor, pengilangan minyak bumi, serta kegiatan industri-industri lainnya yang terus-menerus menghasilkan gas karbon dioksida (CO2) setiap hari.

Hal ini mengartikan bahwa manusia merupakan salah satu pelaku dalam penyebab meledaknya produksi karbon di atmosfer yang menyebabkan perubahan iklim (climate change) serta menggangu siklus karbon yang pada umumnya merupakan system dinamis dan seimbang. Sekarang, kita tahu dengan sangat baik bahwa sekitar setengah dari emisi-emisi polusi ini menetap di atmosfer.

Menutut para ahli fisika laut : “Sekitar 30% atau sedikit lebih banyak dari emisi-emisi ini diambil alih, 35% diambil oleh lautan. Dan sekitar 15%, kadang-kadang 20% diambil oleh biosfer Bumi”.

Jadi lautan dan biosfer Bumi telah membantu kita untuk mengurangi muatan CO2 di atmosfer.

Jika kita lihat hasil gambar peningkatan kadar CO2 yang semakin tahun semakin meningkat.

Hal ini mengkhawatirkan atmosfer pada 10- 100 tahun mendatang akan mengalami peningkatan yang sangat jauh.

Gas karbondioksida (CO2) memiliki peranan penting dalam menyokong kehidupan alam di muka bumi ini. Siklus karbon adalah siklus biogeokimia dimana karbon dipertukarkan antara biosfer, geosfor, hidrosfer, dan atmosfer bumi. Dengan bertambahnya aktivas manusia di bumi ini, maka semakin banyak CO2 yang diproduksi, dan tidak terserap oleh alam sehingga menimbulkan pengaruh buruk bagi bumi seperti halnya pemanasan global atau kita sebut global warming.

Dengan upaya pemerintah yang sangat serius menangani masalah dampak perubahan iklim, masyarakat pun akan tersadar akan dampak perubahan iklim tersebut, dengan membiasakan hidup akan ramah lingkungan. Dan jika pengurangan gas karbon dioksida ini bisa ditekan lebih, maka alam kita akan seimbang..

“The earth is my home

I promise to keep it healthy and

beautiful

I will love the land, the air, the

water, and all living creatures

I will be a defender of may planet,

united with friend

I will save the earth”

-) Kid for Saving Earth

DAFTAR PUSTAKA:

-) Stocker, Thomas F.; et al. 7.5.2 Sea Ice. Climate Change 2001: The Scientific Basis. Contribution of Working Group I to the Third Assessment Report of the Intergovernmental Panel on Climate Change. Intergovernmental Panel on Climate Change.

-) http://www.ipcc.ch/ipccreports/ar4-syr.htm

-) Janzen, H. H. (2004). Carbon cycling in earth systems—a soil science perspective. In Agriculture, ecosystems and environment, 104, 399 – 417.

-) SCOPE 13 The Global Carbon Cycle

0 komentar:

Poskan Komentar