Zona Neraka Di Samudra Kita

Seperti yang kita ketahui bersama, bumi kita sedang dilanda suatu bencana yang dinamakan Pemanasan Global atau dalam bahasa kerennya adalah global warming. Global warming ini intinya adalah meningkatkan suhu rata-rata bumi. Akibat dari peningkatan inilah maka menimbulkan berbagai bencana susulan seperti mencairnya es dikutub, intensitas angin taifun meningkat, dan punahnya beberapa jenis hewan.

Global Warming

Global Warming

Nah, sekarang coba kita munculkan sebuah pertanyaan. Apakah ada pengaruh pemanasan global terhadap kondisi laut kita ???

Mungkin kita semua secara gampang menyatakan ada tapi detail nya kita tidak tahu. Nah sekarang saya akan paparkan apakah efek sebenarnya dari pemanasan global ini terhadap samudra kita .

Penelitian ini dilakukan oleh sejumlah ilmuan dari Denmark . Mereka melakukan simulasi menggunakan superkomputer untuk memprediksi kenaikan suhu 100 tahun mendatang. Dalam melakukan prediksi, mereka memasukkan beberapa skenario dan hasilnya menyebutkan bahwa diprediksikan akan terjadi kenaikan temperatur 5-7 derajat celcius.

Akibat dari meningkatnya suhu rata-rata bumi itu, menyebabkan meningkatnya suhu samudra. Peningkatan suhu samudara ini akan menurunkan kecepatan sirkulasi laut ( Great Conveyor Belt ) sehingga kadar oksigen terlarut didalam air juga akan menurun. Akibatnya tercipta ” zona mati ” atau ” zona neraka ” disamudra yang mana zona ini tidak bisa mendukung kehidupan bagi ikan, kerang dan biota-biota laut lainnya.

Peta Arus Dunia. Bayangkan Bila Sistem Arus ini melambat maka  tidak ada kehidupan

Peta Arus Dunia. Bayangkan Bila Sistem Arus ini melambat maka tidak ada kehidupan

Keadaan ” zona mati ” ini bila terjadi, tidak akan bisa pulih selama 1500 – 2000 tahun. Keadaan ini akan dimulai pada akhir abad ini. Perlu ditekankan bahwa kerusakan ekosistem akibat pemanasan global memerlukan waktu yang lama untuk kembali pulih. Terlebih untuk samudra, dengan sifatnya yang tidak aktif maka sekali suhu meningkat, dibutuhkan waktu sampai ratusan tahun untuk samudra kembali dingin. Dan selama menunggu samudra mendingin, maka kadar oksigen juga akan tetap sedikit sehingga bisa kita bayangkan bahwa tidak ada kehidupan di laut selama ratusan tahun.

Sebuah model yang menggunakan skenario standar ( kontrol yang digunakan sedikit ) saja menunjukkan bahwa akan tercipta sebuah keadaan dimana jumlah oksigen terlarut menjadi sedikit dan daerah ini akan meluas sangat jauh.

Menyikapi hal ini, sudah seharusnya kita mulai menurunkan kadar co2 di atmosfir agar pemanasan global bisa dihentikan. Meskipun sudah telat untuk memulai sekarang, tapi apabila kita tidak bertindak maka kehancuran yang lebih parah akan terjadi………….

” Hai bangsa didunia, apakah kalian bangga jika disebut sebagai bangsa penghancur bagi genersai mendatang ? jika tidak maka segeralah menyikapi masalah pemanasan global ini “.

Sumber : Tempo dan Oseanografi Fisik

kalian semua mengetahui apa yang dinamakan selotip kan????

itu lo yang buat nempel………. kalo gak tau nih gua kasih tau gambarnya…….selotip

Selama ini mayoritas masyarakat termasuk juga para ilmuwan hanya mengetahui bahwa selotip hanya digunakan sebagai alat perekat. Akan tetapi sekarang para ilmuan mengetahua bahwa selotip itu terutama yang transparan bisa menghasilkan sinar-X.

Jadi bila anda mengelupas selotip transparan dari gulungan nya didalam ruang hampa udara, maka selotip itu akan memancarkan sinar-X dan ini dibuktikan dari sebuah citra sinar-X dari salah satu jari para ilmua pada waktu menelitinya.

Tapi apa yang kita bicarakan sekarang ini, ternyata sudah ditemukan 50 tahun yang lalu oleh peneliti Rusia tapi penelitian itu cuma sebatas menyimpulkan bahwa ada sinar-X pada saat mengelupas selotip. Sekarang ilmuwan menemukan bahwa hanya dengan mengelupas selotip, sinar-X yang dihasilkan sangat besar.

Escobar, sarjana dari Universitas California yang meneliti hal ini dan dilampirkan ke jurnal Nature yakin bila dilakukan sedikit modifikasi, maka kita bisa membuat mesin sinar-x yang murah.

Ternyata dengan hal sekecil itu seperti mengelupas selotip, kita bisa menghasilkan energi yang lumayan besar…………….

Sumber : Tempo

0 komentar:

Poskan Komentar