I. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Menurut Mosher (l968) usahatani adalah suatu organisasi produk­si, petani sebagai pelaksana untuk mengorganisasi tanah (alam), tenaga kerja dan modal yang ditujukan kepada produksi di lapangan pertanian baik yang didasarkan atas pencaharian laba atau tidak. Usahatani dikatakan berhasil apabila usahatani tersebut dapat mengha­silkan pendapatan untuk membayar semua biaya dan alat yang diperlu­kan, dengan kata lain keberhasilan suatu usahatani berkaitan erat dengan pendapatan dan biaya yang dikeluarkan. Kemampuan menghasilkan produk pertanian pangan ditentukan oleh berba­gai faktor, termasuk biofisik, sosial, ekonomi dan politik. Beberapa faktor bio-fisik penting yang berpengaruh terhadp keberhasilan usa­hatani adalah sumberdaya lahan dan air, kondisi agroklimat, teknologi pengelolaan tanaman, varietas tanaman yang memberikan respon tinggi terhadap pengelolaan, dan penyediaan sarana produksi.

Di dalam sistem pertanian, lahan merupakan alat produksi yang mempunyai peran ganda, yaitu sebagai tempat pertumbuhan tanaman, menyediakan unsur hara, sumber air, tempat peredaran udara, dan tampat berlangsungnya berbagai macam kegiatan pengelolaan. Oleh karena itu pengetahuan tentang sifat-sifat dan karakteristik lahan merupakan dasar dari usaha pengembangan komoditi secara intensif. Di samping faktor lahan, pengetahuan tentang kondisi agroklimat juga memegang peranan penting. Beberapa unsur agroklimat seperti suhu, curah hujan , kelembaban, radiasi matahari dan angin, merupakan dasar pertimbangan penting untuk menentukan jenis tanaman yang akan dibudi­dayakan dan periode pengusahaannya. Kesalahan dalam menentukan syarat iklim bagi tanaman akan mengakibatkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman tidak normal, sehingga produktivitasnya akan jauh menyimpang dari potensi sebenarnya.

Terbatasnya sumberdaya alam yang berpotensi mendukung program pengembangan pertanian merupakan salah satu kendala yang harus diha­dapi. Kondisi ini akan dapat teratasi dengan tersedianya sumberdaya manusia yang handal. Perlu disadari bahwa kondisi lahan yang produk­tif terus berkurang. Hal ini dikarenakan berkembangnya sektor indus­tri non pertanian, sehingga mendesak lahan yang ada. Ini terutama nampak sekali di daerah perkotaan. Dengan demikian, keber-hasilan pengembangan pertanian akan tergantung pada sumberdaya manusia yang mampu mengelola dan memanipulasi sumberdaya alam yang kurang produk­tif menjadi lebih baik. Usaha ini dapat dilakukan misalnya dengan cara mendapatkan teknologi budidaya yang tepat, penyediaan varietas unggul, manajemen lahan dan air.

0 komentar:

Poskan Komentar