Iklim Viking (4)

Pada hari ini, penduduk Greenland yang berjumlah 56,000 jiwa masih tinggal di lahan berbatu di antara lautan dan es, sebagian besar tinggal di sejumlah kota di sepanjang pantai barat. Gletser dan garis pantai yang sangat dekat dengan fjord tidak memungkinkan untuk dibangunnya jalan antarkota; setiap orang melakukan perjalanan menggunakan perahu, helikopter, pesawat terbang, atau di musim dingin, dengan kereta anjing. Lebih dari seperempat penduduk Greenland, sekitar 15,500 orang tinggal di Nuuk, ibukota Greenland, sekitar 480 kilometer sebelah utara Qaqortoq tepat di tepi lautan. Ambil satu bagian kota tua Greenland yang artistik, lengkap dengan fjord dan latar pegunungan yang menakjubkan, berpadu dengan, mungkin, empat buah apartemen beton yang kaku dan muram, ditambah dua lampu lalu lintas, kemacetan lalu lintas harian, serta lapangan golf sembilan hole maka itulah kota Nuuk. Blok-blok apartemen yang luas tetapi tak terawat adalah warisan program modernisasi yang dipaksakan dari kurun 1950-an dan 1960-an, saat pemerintah Denmark memindahkan warga dari sejumlah desa kecil tradisional ke sejumlah kota besar. Tujuannya adalah meningkatkan akses masyarakat ke sekolah dan pelayanan kesehatan, mengurangi biaya, dan menyediakan pekerja untuk sejumlah pabrik pemeroses dalam industri perikanan yang tumbuh pesat di awal 1960-an, tetapi telah kini telah runtuh. Apa pun keuntungan yang diperoleh, kebijakan itu telah menelurkan sejumlah masalah sosial—kecanduan alkohol, keluarga yang tercerai-berai, kasus bunuh diri—yang masih menimpa Greenland. Namun pagi itu, di hari pertama musim panas 2009, suasana di Nuuk sungguh meriah: Greenland tengah merayakan dimulainya era baru. Pada November 2008, sebagian besar penduduk Greenland menjalani pemilihan umum untuk meningkatkan kemandirian mereka dari Denmark yang telah memerintah Greenland dalam berbagai bentuk sejak 1721. Perubahan tersebut diresmikan pagi itu dalam sebuah upacara di pelabuhan Nuuk yang merupakan jantung dari kota kolonial tua tersebut. Ratu Margrethe II dari Denmark secara formal akan mengakui hubungan baru antara negaranya dengan Kalaallit Nunat, itulah sebutan penduduk Greenland untuk tanah airnya. Per Rosing, lelaki Inuit berusia 58 tahun yang ramping dengan rambut ekor kudanya yang mulai beruban dan sikapnya yang lembut memimpin paduan suara nasional Greenland. ”Aku bahagia, benar-benar bahagia,” ujarnya sambil meletakkan tangan di dada saat kami berjalan bersama dalam kerumunan yang besar menuju pelabuhan, menyusuri jalanan yang masih basah akibat turunnya hujan dan salju yang membekukan semalam. Orang-orang berhamburan dari Blok P, bangunan apartemen terbesar di Nuuk, yang menaungi satu persen populasi Greenland. Bangunan tanpa jendela tersebut telah menjadi kerangka untuk karya seni yang sangat optimistis: bendera Greenland setinggi empat lantai berwarna merah dan putih. Seorang artis setempat menjahit bendera itu dengan pertolongan anak-anak sekolah dengan memanfaatkan ratusan lembar pakaian.

0 komentar:

Poskan Komentar