Mata Semesta (5)

Selain daya pengumpul-cahayanya yang tak tertandingi, teleskop besar masa kini diuntungkan oleh sistem optiknya yang dapat beradaptasi (adaptive optics, AO), yang dapat mengoreksi turbulensi di atmosfer. Turbulensilah yang menyebabkan bintang berkerlap-kerlip; teleskop membesarkan setiap kerlipan itu. Sistem AO menembakkan berkas laser ke dalam lapisan tipis atom sodium setinggi 90 kilometer di atmosfer, menyebabkan atom-atom itu berkilau. Dengan memantau bintang buatan ini, sistem AO dapat menentukan bagaimana udara bergolak, lalu melakukan penyesuaian optik teleskop lebih dari 1.000 kali per detik untuk mengoreksi turbulensi itu. Gemini memberi imbalan sepuluh dolar per jam kepada mahasiswa yang bersedia duduk di luar kubah sepanjang malam, sambil memegang walkie-talkie, siap mengingatkan para astronom untuk mematikan laser apabila ada pesawat terbang mendekat. “Sungguh luar biasa melihatnya,” kata Scott Fisher. “Ketika sistem AO dimatikan, kita bisa melihat bintang yang indah dan cantik tampak agak kabur. Ketika AO dihidupkan, bintang itu langsung byar! Lalu susut menjadi titik kecil.” Benda di langit malam diukur dalam derajat, bulan purnama membentang selebar kira-kira setengah derajat. Tanpa AO, teleskop berdaya besar pada suatu malam yang cerah dapat membedakan benda-benda yang berjarak satu per 3.600 derajat satu sama lain, atau satu busur detik. Berkat sistem AO Keck, astronom UCLA Andrea Ghez berhasil membuat film tentang tujuh bintang terang yang menggelepar mengelilingi lubang hitam yang tak terlihat di pusat galaksi kita yang berlangsung selama kurun waktu 14 tahun: keseluruhan film itu berlangsung di dalam sebuah kotak yang ukurannya hanya satu busur detik di satu sisi. Berdasarkan kelasakan bintang-gemintang ini dalam cengkeraman si lubang hitam, Ghez memperhitungkan bahwa lubang hitam itu memiliki empat juta matahari, yang membangkitkan gaya gravitasi yang begitu besarnya sehingga cukup untuk menepiskan sejumlah bintang yang melintas terlalu dekat sehingga terpental keluar dari galaksi kita. Beberapa bintang berkecepatan sangat tinggi itu berhasil ditemukan, melesat menuju kedalaman ruang intergalaktik seperti tamu tak diundang yang ditendang keluar dari sebuah klub malam eksklusif. Selanjutnya apa lagi? Teleskop yang lebih besar, tentu saja, dengan kemampuan memotret gambaran kosmos yang lebih cepat, lebih lebar bidang pandangnya, dan bahkan dengan detail yang lebih baik. Di antara teleskop raksasa yang akan mulai beroperasi dalam satu dasawarsa ke depan adalah Teleskop Magellan Raksasa, Teleskop 30 Meter, dan Teleskop Sangat Besar Eropa berukuran 42 meter—versi lebih kecil dari Teleskop Teramat Besar berukuran 100 meter yang dipetieskan pada tahap perencanaan ketika perkiraan anggarannya pun ternyata teramat besar.

0 komentar:

Poskan Komentar