Perlukah Membeli Alat Fitness? (1)

Rasanya memang lebih mudah jika mempunyai alat fitness di rumah, olahraga pun bisa dilakukan kapan saja. Tapi, benarkah membeli alat fitness harus dijadikan prioritas?

Menurut Corporate Health Trainer , Dr. Phaidon L. Toruan, MM., aktivitas olahraga yang benar mencakup tiga hal, yakni aktivitas aerobik atau yang ia istilahkan sebagai aktivitas ngos-ngosan , stretching , dan latihan beban. Contoh aktivitas aerobik misalnya berlari, bersepeda, atau bahkan berjoget. “Kalau di gym namanya senam aerobik. Ini sama dengan joget. Prinsipnya adalah napas ritmis,” jelas Phaidon.

Aktivitas kedua, stretching atau peregangan, berfungsi melenturkan dan melemaskan otot. Sedangkan aktivitas ketiga yaitu latihan beban bertujuan melatih atau menstimulasi otot. Latihan ini bisa menggunakan alat atau dengan tubuh sendiri sebagai beban. Otot-otot yang dilatih antara lain otot dada, bahu, punggung, perut, pinggang belakang, paha belakang, paha depan, dan betis. Untuk praktisnya, otot dibagi dari pinggang ke atas (dada, bahu, dan punggung), serta pinggang ke bawah (paha depan, paha belakang, betis), ditutup dengan dengan latihan perut dan pinggang belakang.

Otot-otot ini harus selalu dilatih karena setelah usia 30 tahun, manusia mengalami penurunan hormon. Ketika hormon mulai turun, yang terjadi adalah turunnya massa otot dan massa tulang. Ingat, tiga fungsi otot yakni bentuk, gerak, dan pembakaran kalori. Jika volume atau massanya turun, maka bentuknya jadi jelek, geraknya pun jadi lamban.

Sebagai ilustrasi, motor dengan kapasitas mesin berbeda, yaitu 110 cc dan 125 cc. Mana yang lebih banyak membakar bensin (kalori)? Tentu yang cc mesinnya lebih besar.

Apa artinya pada badan manusia? Otot pada manusia ibarat mesin. Makin besar mesin (otot), makin boros pula bahan bakar yang dikonsumsi. “Makin boros artinya makanan yang kita makan tidak ditimbun menjadi lemak. Itu sebabnya kita harus melatih otot dalam bentuk latihan beban,” lanjutnya.

Sementara turunnya massa tulang atau osteoporosis di usia 30-an tahun menjawab mitos yang menyebutkan bahwa osteoporosis selalu terjadi setelah menopause . “Osteoporosis terjadi setelah atau saat hormon-hormon, khususnya growth hormone , turun, yaitu dimulai di usia 30-an tahun,” katanya.

Jangan Sepelekan Sakit

Siapa yang harus melakukan latihan beban? “Semua orang yang ingin kualitas hidupnya lebih baik. Tentu, sesuai porsi dan step by step , bukan latihan beban seperti yang dilakukan para binaragawan,” jelas Phaidon yang juga penulis buku laris: Fat Loss not Weight Loss . Yang penting, latihan beban yang dilakukan harus fungsional, memperhitungkan bentuk, gerak, serta pembakaran kalori.

Contohnya, banyak orang yang setelah memasuki usia 30 tahun merasa bermasalah dengan lututnya. “Yang kerap terjadi, lutut sakit cuma diberi obat penghilang rasa sakit. Sementara penyebab rasa sakit yaitu badan yang terlalu berat dan otot paha yang mengecil tidak diobati. Nah, salah satu cara menyelesaikannya adalah dengan latihan beban, selain tentu diet dan nutrisi tambahan,” papar Scientific Coach bagi atlet Indonesia di Olimpiade Athena tahun 2004.

Di Mana Saja Bisa

Pertanyaan berikutnya, di mana bisa latihan? Di mana saja bisa, bisa di fitness center , di rumah, atau bahkan di kantor. Di Amerika Serikat, sebagian besar perusahaan besar mempunyai program Corporate Health yang menyediakan sarana olahraga lengkap di kantor. Misalnya saja di kantor pusat Google yang disebut Google Plex. Begitu juga di kantor Nike, yang menyediakan fasilitas fitness center lengkap seharga 6 juta dolar.

Latihan juga bisa dilakukan di rumah. Prinsipnya, tersedia halaman atau ruangan yang cukup untuk melakukan aktivitas olahraga. Untuk mendapatkan fungsi aerobik, bisa dengan melakukan olahraga yang disenangi. Misalnya jika suka bola basket, bisa membuat ring basket di halaman rumah. Kalau suka badminton, bikin lapangan badminton.

“Jadi, yang dipilih adalah aktivitas olahraga yang disukai, bukan yang paling bagus,” katanya. Memang, aktivitas aerobik yang paling bagus adalah berlari, tapi tidak semua orang suka lari, bukan? “Misalnya, hobinya bersepeda, ya bersepeda saja. Kalau pembakaran kalorinya kurang, tinggal ditingkatkan intensitasnya,” lanjut Phaidon yang tengah menyiapkan buku kedua berjudul Fit for Success ini.

0 komentar:

Poskan Komentar