TEKNIK PENARIKAN SIMPLE RANDOM SAMPLING

Secara umum, ada dua teknik penarikan sampel (sampling) yaitu probability sampling dan non probability sampling. Dalam probability sampling, pengambilan sampel dilakukan dengan memperhatikan nilai probability. Adapun non probability sampling pengambilan sampelnya dilakukan tidak berdasarkan nilai-nilai probability.

Teknik probability sampling terdiri dari 3 jenis yaitu: simple random sampling, stratified sampling dan cluster sampling. Sedangkan teknik non probability sampling terdiri dari accidental sampling, quota sampling, purposive sampling dan judgemental sampling. Pada postingan kali ini akan dibahas tentang simple random sampling.

simple random sampling terkadang diartikan dengan penarikan sampel acak sederhana. Pada teknik ini, setiap subyek yang ada dalam populasi memiliki kesempatan yang sama untuk terpilih menjadi sampel. Misalnya kita melakukan penelitian tentang prestasi murid-murid disebuah sekolah, maka setiap murid yang ada disekolah tersebut memiliki kemungkinan yang sama untuk terpilih menjadi sampel.

Prosedur pelaksanaan simple random sampling bisa dilakukan dengan 2 cara. Yang pertama jika populasinya sedikit dan kedua jika sangat banyak. Jika populasi sedikit, simple random sampling dapat langsung dilakukan dengan pengundian. Langkah-langkahnya adalah pertama beri nomor/catat nama-nama orang yang terdapat dalam populasi. Kemudian kertas catatan-catatan tersebut digulung dan dimasukkan ke dalam kotak. Selanjutnya dikocok sampai merata dan sejumlah diambil sampel sesuai dengan jumlah yang telah ditetapkan sebelumnya. Caranya bisa sama persis dengan prosedur arisan yang banyak dimasyarakat.

Jika populasi terdiri dari jumlah besar misalnya 300 orang, maka sampling dengan teknik simple random dapat dilakukan dengan bantuan tabel bilangan random. Langkah awalnya adalah menentukan berapa jumlah sampel yang akan diambil misalnya 169 orang. Kemudian lihatlah tabel bilangan random yang biasanya ada pada buku-buku statistika. Tentukan angka pertama dengan menjatuhkan pensil ke tabel bilangan random. Angka yang ditunjuk oleh mata pensil kemudian dijadikan acuan pertama. Selanjutnya, kita dapat menentukan unsur sampel lainnya dengan cara menarik garis lurus ke atas mengikuti kolom yang sama, atau ke samping mengikuti baris, ke bawah mengikuti kolom, atau cara apa saja yang dianggap mudah.

0 komentar:

Poskan Komentar