Perlukah Membeli Alat Fitness? (2)

Alat, Perlukah?

Khusus untuk latihan beban, memang harus menggunakan beban untuk menstimulasi otot-otot yang dilatih. Bisa memakai beban eksternal (alat), tapi bisa juga dengan menggunakan beban tubuh. Soal peralatan fitness , asal punya uang dan bisa mengatur lokasi di rumah, membuat home gym dengan peralatan lengkap berharga puluhan juta pun bisa. “Cukup lahan atau ruang seluas 3x4 meter persegi,” kata Phaidon yang menekankan pentingnya mengubah mindset tentang olahraga sebelum membeli peralatan fitness .

Kalaupun memang “maks­a” membeli peralatan, seperangkat dumbbells dan selembar matras cukup untuk mengerjakan semua latihan. Untuk tahap awal, sepasang dumbbells ukuran berat 2 kg, 4 kg, 6 kg, dan 8 kg cukup. Sebaiknya pilih alat yang kualitasnya bagus supaya tidak cepat rusak (heavy duty ).

“Seperangkat dumb­bells , dikombinasikan dengan 2 aktivitas dasar, yaitu push up dan squat , cukup.” Misalnya untuk latihan otot dada bisa dengan push up , sementara otot pinggang ke atas bisa dengan dumbbells . Matrasnya bisa dipakai pada saat latihan perut, pinggang belakang, dan mengurangi risiko cedera punggung. Seiring waktu, beban latihan semakin dinaikkan.

“Enggak harus semuanya perfect , langsung 30 menit x 3 kali seminggu. Kalau 10 menit sudah capek, ya berhenti dulu. That’s the beauty of training at home . Bisa mengatur our own pace (kekuatan sendiri, Red),” ujar Phaidon.

Sebelum Fitness

Sebelum melakukan latihan, sebaiknya perhatikan 3 hal berikut:

1. Sebelum melakukan latihan apa pun, perhatikan postur tubuh yang benar. Dada tegak, pinggang lurus dikunci. Postur yang tidak benar dan tidak natural akan berisiko, misalnya menyebabkan saraf terjepit.

2. Harus tahu gerakan yang benar. Posisi yang benar akan membuat kita bisa membuat mengimprovisasi gerakan.

3. Harus tahu otot mana yang dilatih. Banyak orang yang rajin datang ke fitness center dan memegang alat, tapi tidak tahu tujuannya. “Kalau ditanya, jawabnya, ‘Pokoknya buat ngencengin aja.’ Jangan segan bertanya kepada yang tahu. Kalau datang ke fitness center, tanyalah ke instruktur,” saran Phaidon.

Ubah Mindset

Kebanyakan orang berpikir, “Yang penting beli alatnya dulu, nanti kalau niat, alatnya toh sudah ada.” Ini justru terbalik, karena yang harusnya lebih dulu muncul adalah niat berolahraga. “Orang harus punya mindset hidup sehat dulu, baru kemudian cara dan alatnya,” kata Phaidon.

Mindset yang harusnya dimiliki adalah olahraga bukanlah sebuah aktivitas yang menyiksa, tapi menyehatkan. Contohnya, ibu-ibu muda rela melakukan facial dengan biaya puluhan hingga ratusan ribu rupiah. Sementara untuk berolahraga, harus berpikir seribu kali dulu. “Nah, bagaimana kalau mindset-nya diubah menjadi, olahraga adalah aktivitas untuk membantu menghilangkan selulit, mengencangkan perut dan dada, membersihkan pembuluh darah di jantung, mengecilkan pori-pori wajah, dan sebagainya dengan biaya murah?”

Tanpa perubahan mindset, alat semahal apa pun tidak bakal berguna. Kata Phaidon, “Banyak contoh, orang membeli treadmill yang harganya mahal, akhirnya hanya menjadi gantungan baju.”

0 komentar:

Poskan Komentar