Teknik Budidaya Kedelai Di Lahan Pasang Surut

Petunjuk teknis teknik budidaya kedelai di lahan pasang surut. Teknologi budidaya kedelai di lahan pasang surut yang dapat meningkatkan hasil dan pendapatan usahatani kedelai
BAHAN DAN ALAT Bahan : benih, pupuk, insektisida, dll. Alat : cangkul, traktor, sabit, dll.
PEDOMAN TEKNIS Penyiapan benih dan pemilihan varietas
Benih dipilih yang baik dengan ciri-ciri : Bernas, bebas dari campuran varietas lain dan berdaya tumbuh lebih dari 90% serta tidak cacat atau rusak sewaktu prosesing atau karena serangan hama dan penyakit selama penyimpanan. Benih yang diperlukan adalah 40-45 kg/ha.
Varietas yang dianjurkan : Wilis, Kerinci, Dempo dan Lokon
Pengolahan Tanah Pengolahan tanah dilakukan dalam keadaan kering, dengan menggunakan traktor, sapi atau cangkul. Pengolahan tanah di lahan potensial dan sulfat masam dilakukan 2 kali yaitu tanah dicangkul sedalam 20 cm kemudian dihancurkan dan diratakan. Bila menggunakan sapi atau traktor, pengolahan tanah dilakukan dengan dengan 1 kali bajak kemudian dihancurkan dan diratakan dengan garu atau rotari. Pengolahan tanah di lahan gambut dilakukan pada keadaan lembab dengan mencacahnya sedalam <>
Penanaman Pada lahan yang sudah disiapkan dibuat lubang dengan tugal pada jarak tanam 20 cm x 40 cm atau 30 cm x 15 cm kemudian benih sebanyak 2-3 biji ditempatkan pada setiap lubang lalu lubang ditutup dengan tanah. Untuk lahan yang belum pernah ditanami kedelai, sebaiknya benih diinokulasi dengan Rhizobium sebanyak 15 gram Rhizogin/kg benih sebelum ditanam.
Pemupukan Dosis pupuk yang dianjurkan adalah 50 kg Urea, 100 kg TSP dan 100 kg KCl per ha yang diberikan sebagai pupuk dasar pada saat tanam dalam larikan disamping barisan tanaman. Untuk lahan sulfat masam perlu diberikan kapur sebanyak 1 ton/ha pada 2 minggu sebelum tanam, sedangkan untuk lahan gambut diberikan terusi (CuSO4) dan ZnSO4 masing-masing sebanyak 2,5 kg/ha bersamaan dengan pemberian pupuk dasar.
Penjarangan dan Penyulaman Penjarangan dan penyulaman dilakukan selambat-lambatnya 1 minggu setelah tanam. Penjarangan dilakukan dengan menyisakan 2 tanaman/rumpun yang paling baik pertumbuhannya serta bebas dari serangan hama dan penyakit. Sedangkan penyulaman dilakukan pada tanaman yang tidak tumbuh atau yang mati karena diserang hama/penyakit yaitu dengan menanam benih lagi.
Penyiangan Penyiangan dilakukan 2 kali dengan menggunakan kored atau cangkul kecil beroda, yaitu 2-3 minggu setelah tanam dan 5-6 minggu setelah tanah tergantung pada keadaan gulma.
Perlindungan Tanaman Hama utama kedelai adalah lalat bibit (Agrozyma sp), penggerek polong (Etiella zickenella) dan pengisap polong (Nezara viridula). Pengendaliannya dengan penyemprotan insektisida Tamaron, Dursban dan Azodrin dengan dosis 1,5-2 liter/ha. Serangan hama bibit juga bisa dicegah melalui perlakuan benih (seed treatment) dengan insektisida Marshal dosis 15 gram/kg benih. Penyakit bercak daun (Cercospora sp) dikendalikan dengan penyemprotan, biasanya diperlukan 400-500 liter air setiap hektarnya. Penyemprotan sebaiknya 1 minggu setelah fase pembuangan, selanjutnya dilakukan 3 kali penyemprotan selang waktu 1 minggu sekali sampai dengan 2 minggu sebelum panen. Menjelang berbuah, pemakaian obat yang bersifat sistemik dihentikan.
Panen dan Pasca Panen Panen dilakukan setelah semua daun tua atau berwarna kuning dengan menggunakan sabit bergerigi. Setelah dikeringkan, kedelai dirontok dengan digebot atau menggunakan mesin perontok bila tersedia, kemudian disimpan di tempat kering dan kedap air seperti peti kayu.
Analisa Usahatani Pendapatan bersih yang diperoleh dari 1 hektar usahatani kedelai di lahan potensial Karang Agung Tengah pada MK 1990 mencapai Rp. 1.160.625,- dengan BC ratio sebesar 2,81.
Uraian Fisik Nilai (Rp.)
Benih (kg) 40 48.000
Pupuk : - Legin (g) 600 10.000 - Urea (kg) 50 10.000 - TSP (kg) 100 27.500 - KCl (kg) 125 34.375
Pestisida : - Marshal (g) 400 9.000 - Cair (liter) 5 87.500
Tenaga kerja (HOK) 165 412.500
Total biaya (Rp) 640.375 Produksi (kg) 2000 1.800.000 Pendapatan bersih (Rp) 1.160.625
BC ratio 2,81

0 komentar:

Poskan Komentar