The Incorruptibles!

St. Bernadette Soubirous

lahir January 7, 1844 meninggal April 15, 1879. Bernadette menjadi terkenal ketika ia terlibat dalam penampakan Bunda Maria di kota Lourdes. Ketika kuburannya digali pada September 2, 1909 (30 tahun setelah meninggal), jenazahnya tidak membusuk sama sekali. Sekarang jenazah Bernadette ditaruh di sebuah peti kaca tembus pandang the Chapel of Saint Bernadette di kota Nevers

Berhubung saat ini umat Katolik di seluruh dunia memasuki perayaan Tri Hari Suci (Kamis Putih – Jumat Agung dan Paskah) sementara umat beragama lain merayakan long weekend :D , ada baiknya gue angkat kisah ini: The Incorruptibles, yaitu fenomena jenazah yang tidak membusuk setelah lama dimakamkan. Ketika dimakamkan jenazah-jenazah ini tidak diawetkan / dibalsam agar awet. Proses pengawetan jenazah ini pun masih misterius, karena itulah gue taruh di kategori Bizzare Phenomena . Fenomena yang aneh ini umumnya terjadi di lingkungan Santo dan Santa dari Gereja Katholik meski tidak menutup kemungkinan juga bisa ditemukan di lingkungan umat beragama lainnya. Umat Katholik menandai kejadian ini sebagai mukjizat dan mereka yang jenazahnya mengalami hal ini biasanya diteliti dengan cermat dan hati-hati oleh pihak Gereja.

Kalau sobat mau tahu daftar lengkap siapa saja santo/santa dari Gereja Katholik yang masuk dalam kategori The Incorruptibles, silahkan klik

disini

dan ini sebagian gambar The Incorruptibles yang bisa gue kumpulin dari internet

St Anna Maria Taigi (1769-1837)

St Katarina Laboure (1806-1876)

St Vinsentius de Paul (1580-1660)

St Yohanes Maria Vianney (1786-1859)

S. Ignatius Laconi (1701-1781)

St Paus Pius X (1835-1914)

B. Stefanus Bellesini (1774-1840)

B. Paus Yohanes XXIII

B Margareta Castello (1287-1320)

B Imelda Lambertini (1321-1333)

St Klara Montefalco (1268-1308)

Venerabilis Maria dari Agreda (1602-1665)

St Veronica Guiliani (1660-1727)

dan tahukah sobat jika fenomena jenazah yang tidak membusuk ini juga ditemukan di Indonesia?

Uskup Mgr. Gabriel Manek, SVD

IA telah pergi ke rumah Bapa pada 30 November 1989, dan jenasahnya pun telah dikebumikan 5 Desember tahun yang sama di pekuburan SVD di Techny, IL, Amerika Serikat. Ketika 10 April 2007 hendak diambil kerangkanya untuk kembali ke nagi Larantuka, ternyata jenazahnya masih utuh, sama seperti ketika ia dimasukkan dalam peti 17 lebih tahun silam (kata para suster seperti bukti para saksi).

Ternyata jenazah masih utuh, kedua pipi sang uskup masih tampak kemerah-merahan, sebuah titik hitam tampak pada hidung, pakaian pun masih utuh, mitra tampak sangat terawat berdempetan dengan kepala sang uskup dengan rambut tersisir rapi.

Jenazah uskup sang peziarah tetap awet: tidak ada cacat, peti masih utuh, mitra pun tampaknya masih bersih berdempet dengan kepala yang dihiasi rambut tersisir rapi, juga sebuah kain Timor masih utuh membentang di kaki uskup sang peziarah.

Minggu (15/4/2007) sore lalu, penulis bersama Rektor Soverdi Oebufu, Pater Paul Nganggung SVD, mengunjungi biara PRR Naikoten. Sr. Hilaria PRR bersama beberapa rekan suster PRR berkisah tentang jalan panjang usaha mengembalikan kerangka sang uskup, bapak pendiri tarekat ke kampung asal rohani Larantuka, Flores Timur.

Upaya itu telah dirintis semenjak tahun 2005 – 2006, yakni berbagai pendekatan dengan semua pihak, baik yang ada di USA (pemerintah dan pihak gereja maupun SVD setempat), pihak SVD dan Gereja lokal dalam negeri. Semua usaha sedang bergerak ke puncak, dan jenazah Uskup Gabriel Manek – bukan kerangka – sedang bergerak dari USA menuju Indonesia.

Tanggal 12 Maret Sr. Simprosa PRR menuju Techny yang diikuti Suster Pemimpin Umum, Sr Benedictis PRR, 12 April untuk merampungkan serta menyelesaikan berbagai urusan berkenaan dengan penggalian kubur sang pendiri.

Maka tanggal 10 April 2007 kuburan itu mulai digali. Aneh bin ajaib, peti ditemukan sedang terapung di atas air di musim semi. Tindakan yang ditempuh ketika menyaksikan kondisi demikian, waktu diundur beberapa hari untuk berdoa, hingga 14 April peti diangkat, lalu dibuka.

0 komentar:

Poskan Komentar