Geografi Pertanian

"the science of the agriculturally transformed earth surface, with all its associated natural, economic, and social interrelationships as reflected spatially"
Geografi Pertanian mempelajari mengenai konsep dan lingkungan geografi pertanian, klasifikasi sistem pertanian, faktor produksi pertanian dan karakteristik sistem pertanian, studi perkembangan pertanian, pembangunan pertanian dan penelitian sistem pertanian. Definisi Terdapat beberapa definisi: - Ahli geografi tidak memandang Geografi Pertanian sebagai satu bagian besar dalam geografi, tetapi mereka mengkelaskan Geografi Pertanian adalah sebagai bagian daripada Geografi Ekonomi. - Kebanyakan ahli geografi menerima Geografi Pertanian sebagai sebagian daripada Geografi Manusia. - Geografi Pertanian adalah lebih sesuai dipanggil dengan geografi "pembiak-baik" manusia terhadap tanah (man's husbandary of lands), yaitu aktivitas memanfaatkan tanaman dan peternakan untuk kegunaan sendiri atau untuk faedah ekonomi. Ruang Lingkup Pengkajian dalam Geografi Pertanian ialah mengkaji aktivitas pertanian dalam konteks ruangan. - lokasi secara keseluruhan - kandungan aktivitas-aktivitas - Tanaman dan Ternakan > Benih, ladang , buruh, jentera, dll. - Pola ruangan - fenomena atau hubungan manusia dan alam sekitar fizikal. Asal Usul Pertanian Dari penelitian arkeologi didapati manusia telah menggunakan tanah beribu-ribu tahun, ketika itu kumpulan-kumpulan manusia di atas muka bumi ini berada di dalam satu kumpulan kecil yang terdiri dari jumlah 20 orang (sedikit). Manusia ketika itu hanya menjalankan aktivitas pra-pertanian seperti memburu, menangkap ikan , memungut tanaman-tanaman hutan dan madu. Pra-pertanian diperingkat asal ini dikenali sebagai masyarakat "Pemburu dan Pengumpul" (hunting and gathering society). Bentuk pertanian pada peringkat awal adalah primitif lalu berubah mulai membiakkan tumbuhan melalui proses pemilihan, beternak hewan (dahulunya liar), dan membentuk komunitas/kelompok-kelompok pertanian yang lebih besar . Banyak jenis tanaman yang telah berubah dari proses pemilihan dan penanaman sebelum selanjutnya tanaman tersebut dipindahkan ke tempat-tempat lain di dunia ini. Iklim yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman telah menyebabkan sebaran spesies-spesies tanaman tersebar luas di dunia. Kawasan Asia Barat yang berbatasan dengan Lembah Sungai Tigris adalah merupakan kawasan pertanian yang dapat dikembangkan sejak tahun 6,000 SM. Tanaman barley, kurma, buah delima, bawang, dan kacang telah ditanam di kawasan yang subur ini. Tanaman apel juga pada awalnya ditemui di sekitar Laut Hitam dan Kaspia pertanian merupakan aktivitas ekonomi dunia yang paling penting, dimana pada prakteknya kegiatan ini menggunakan sepertiga dari permukaan bumi dan terdapat sekitar 45% dari seluruh jumlah penduduk dunia yang bekerja dan terlibat dengan aktivitas pertanian. Pertanian tidak lagi boleh dipandang sebelah mata bagi kehidupan manusia di muka bumi apabila manusia yang semakin ramai dan mempunyai berbagai kebutuhan. Sesuai sejarah pada mulanya manusia yang bergantung kepada aktivitas memburu dan mengumpulkan makanan tidak berkembang baik oleh karena kurangnya kemampuan untuk menyediakan sumber makanan yang mencukupi. Lain halnya dengan masyarakat modern yang jumlahnya cukup besar, aktivitas pertanian yang baik dan produktif menjadi penting untuk menghasilkan sumber makanan yang banyak. Kegiatan beternak hewan merupakan titik permulaan bagi pertanian modern yang diamalkan sekarang. Aktivitas ini memerlukan tenaga kerja dan penjagaan yang baik dan memadai. Tanaman dan ternak tidak boleh dibiarkan sendirian untuk hidup seperti keadaan masa silam. Sebagai contohnya tanaman padi, memerlukan tindakan penyemaian, pembajakan, pembasmian serangga dan penyakit, perawatan dan penuaian. Keperluan untuk peralatan, pupuk, pestisida, pengairan, perlindungan area/pagar, dan modal untuk membeli bibit juga turut meningkat dengan berkembangnya sistem pertanian yang banyak bertumpu kepada peningkatan hasil dan mutu pengeluaran pertanian. Pertanian modern bercirikan pada peningkatan hasil dan penurunan dalam penggunaan tenaga buruh. Petani-petani tidak lagi seharian berada di ladang, sehingga waktu tidak terbuang, banyak kegiatan lain yang bisa dilakukan oleh para petani seperti kegiatan pemasaran, aktivitas sosial dan lainnya.

0 komentar:

Poskan Komentar